You & I ( Our Story )
.
.
.
Main Cast : Chanyeol, Baekhyun (GS)
Rate : T
Genre : Romance, Fluff
It's Genderswitch
Don't Like, Don't Read
.
.
.
Happy Reading
.
.
.
Semenjak pertemuan pertamanya dengan Baekhyun, Chanyeol tidak tahu bahwa takdir akan membawanya hingga sejauh ini. Baekhyun telah menjadi istrinya, menjadi pendamping hidup Chanyeol dan juga calon ibu bagi anak–anaknya kelak. Sempurna, mungkin itulah satu kata yang paling tepat untuk menggambarkan sosok Baekhyun.
"Kau masih mengantuk, sweetheart?" Chanyeol mengecup puncuk kepala Baekhyun yang tengah tidur lelap dalam dekapannya.
Sudah pasti tak ada jawaban, karena Baekhyun masih tidur lelap dalam dekapannya. Perempuan itu justru semakin merapatkan tubuhnya dalam dekapan Chanyeol, mencoba mencari kehangatan dari suaminya tersebut. Chanyeol tersenyum, ia tahu apa jawaban dari pertanyaannya barusan, bahwa Baekhyun ingin tidur lebih lama dengannya.
Belum sempat Chanyeol mencoba untuk memejamkan mata kembali, kini ia harus bangun gara–gara Baekhyun yang tiba–tiba saja terbangun dan langsung berlari menuju kamar mandi. Chanyeol sudah cukup paham apa yang sedang dialami oleh Baekhyun akhir–akhir ini, morning sickness. Itulah yang sedang dialami Baekhyun selama tiga minggu terakhir ini. Ya, istrinya itu kini tengah hamil muda. Dokter memperkirakan bahwa usia kandungan Baekhyun sudah menginjak dua bulan. Wajar saja jika beberapa minggu terakhir ini Baekhyun mengalami morning sickness.
Hoeeek…hoeeek…
Chanyeol segera menyusul Baekhyun ke kamar mandi. Dengan setia Chanyeol memijit tengkuk baekhyun agar istrinya merasa baikan. Memijit tengkuk Baekhyun di pagi hari sepertinya menjadi kegiatan tambahan untuk Chanyeol beberapa waktu terakhir ini sebelum ia berangkat ke kantor. Jika sudah menyelesaikan acara morning sickness-nya biasanya Chanyeol akan membuatkan secangkir teh hangat untuk Baekhyun, seperti sekarang ini.
"Terima kasih" Baekhyun menerima teh hangat tersebut dari tangan Chanyeol.
"Apakah tidak sebaiknya kita periksakan saja ke dokter lagi Baek?" Chanyeol menatap istrinya tampak khawatir.
"Yeollie, bukankah dokter sudah bilang bahwa ini adalah salah satu gejala dari awal kehamilan. Tenanglah aku baik–baik saja" Baekhyun meyakinkan jika ini adalah gejala umum awal kehamilan. Namun penjelasannya itu tak sedikitpun mengurangi kekhawatiran di wajah tampan suaminya.
"Tapii Baek…" belum sempat Chanyeol berkata, bibirnya sudah dibungkam oleh bibir Baekhyun. Tidak lama hanya sebentar karena Baekhyun kembali mual dan langsung berlari kembali ke kamar mandi.
Chanyeol hanya bisa menghela nafas panjang dan kembali dengan rutinitasnya memijit tengkuk istrinya tersebut. Jujur saja Chanyeol khawatir dengan kondisi istrinya tersebut. walaupun dokter berkata bahwa Baekhyun baik–baik saja, tapi tetap saja Chanyeol tak tega jika hampir setiap hari Baekhyun mengalami morning sickness seperti ini.
"Apa perlu kubuatkan teh hangat lagi?" tanya Chanyeol ketika Baekhyun sudah kembali keranjang, menyandarkan tubuhnya di kepala ranjang.
Baekhyun menggeleng
"Kemarilah" Baekhyun menyuruh Chanyeol untuk tidur dipangkuannya, yang langsung dituruti oleh Chanyeol. Tangan Baekhyun mulai bermain dengan rambut suaminya tersebut, sedangkan Chanyeol menikmati sentuhan yang diberikan oleh istrinya tersebut.
"Jangan terlalu menghkhawatirkanku, aku baik–baik saja Yeollie."
"Aku tahu, tapi aku tak tega jika harus melihatmu mengalami morning sickness setiap hari, dan membuatmu tersiksa."
Baekhyun tersenyum mendengar penuturan suaminya yang kadang–kadang seperti anak kecil walaupun ia tahu bahwa sebenarnya Chanyeol hanya mengkhawatirkannya
"Hey aku tidak tersiksa, aku menikmatinya sebagai calon seorang ibu. Calon ibu dari anak-anakmu Park Chanyeol. Jangan lupakan jika kau juga ikut andil atas kehamilanku" tutur Baekhyun.
"Aku tahu" jawab Chanyeol, lalu mengecup perut Baekhyun "Cepatlah lahir kedunia, baby Park. Aku sungguh tak tega melihat ibumu tersiksa." Ucapnya.
Chanyeol menarik tangan Baekhyun yang sejak tadi bermain dengan rambutnya, lalu mencium tangan tersebut dengan lembut.
Baekhyun terkekeh "Terima kasih selalu ada disampingku Yeollie "
"Aku wanita paling beruntung, karena memilikimu Park Chanyeol, suamiku" gumam Baekhyun dalam hati.
Baekhyun benar–benar bersyukur memiliki seorang suami seperti Chanyeol. Chanyeol benar–benar sosok suami idaman. Ia akan selalu ada kapanpun disaat Baekhyun sedang membutuhkannya. Tak hanya itu, bahkan chanyeol akan melakukan apapun untuk orang-orang yang disayanginya. Chanyeol adalah tipe laki–laki yang akan melakukan segalanya bagi orang–orang yang dia sayangi. Mungkin salah satu faktor Baekhyun menikahi Chanyeol adalah karena salah satu sifatnya yang satu itu.
.
.
.
Seoul , 2 tahun lalu
Keadaan cuaca akhir-akhir ini bisa dikatakan tak cukup baik dan juga tak bisa diprediksi. Bisa jadi hari ini begitu panas, lalu hanya selang beberapa jam kemudian hujan turun dengan lebatnya seperti yang terjadi hari ini.
Baekhyun memandangi jendela kantornya yang terkena air hujan, ia melirik jam dinding yang ada diruangannya tersebut. Sudah pukul tujuh malam yang berarti sudah dua jam Baekhyun terkurung dikantornya sendiri sejak jam pulang kantor pukul lima tadi. Tak ada sedikitpun tanda–tanda hujan akan berhenti dalam waktu cepat. Ia merutuki kebodohannya hari ini yang tidak membawa payung.
Chanyeol hari ini tak akan bisa menjemputnya ke kantor karena tadi pagi setelah mengantarkan Baekhyun, laki–laki yang sudah menjadi tunangannya tersebut pergi ke luar kota untuk urusan bisnisnya untuk beberapa hari kedepan. Tak ada pilihan lain selain Baekhyun pulang dengan menerobos hujan untuk pulang. Dengan modal nekad, akhirnya Baekhyun menerobos hujan untuk pulang ke rumah. Ia tidak mempedulikan tubuhnya yang sangat tidak bersahabat dengan cuaca dingin sekarang ini. Beberapa hari lalu gadis itu baru saja terkena flu dan juga demam akibat perubahan cuaca.
Baekhyun pulang ke rumah dengan keadaan basah kuyup, hujan benar–benar tak berhenti seperti yang telah ia prediksikan tadi. Jika Chanyeol melihat keadaanya yang seperti ini, bisa diprediksi bahwa laki–laki itu akan memarahi habis–habisan. Setelah berganti pakaian dan mandi dengan air hangat, Baekhyun segera merebahkan diri di kasurnya. Kepalanya pening karena terkena air hujan, mungkin dengan tidur cepat pusingnya akan hilang dan besok pagi ia sudah merasa lebih baik untuk berangkat ke kantor.
Namun ternyata apa yang terjadi keesokan harinya adalah Baekhyun yang justru meringkuk tak bisa berangkat ke kantor karena tubuhnya menggigil, kepalanya lebih pusing dari semalam, Baekhyun benci daya tahan tubuhnya yang sangat sensitif dengan cuaca dingin. dia kembali terserang demam.
"Nona anda baik–baik saja?" bibi Jung masuk ke kamar Baekhyun setelah mengetuk pintunya beberapa kali. Pelayannya itu baru saja akan membereskan kamar majikannya tersebut tapi ternyata Baekhyun masih bergumul dengan selimutnya. Tak seperti biasanya majikannya tersebut belum berangkat ke kantor, membuat bibi Jung heran. Biasanya Baekhyun akan berngkat pagi–pagi sekali ke kantor karena tak ingin terlambat.
"Astaga nona kau demam" ucap bibi Jung ketika memeriksa keadaan Baekhyun "Astaga panasmu tinggi sekali, aku harus memberitahu tuan Chanyeol tentang kondisimu."
Baekhyun tidak sempat memprotes bibi Jung agar tidak memberitahu tunangannya tersebut tentang kondisinya. Baekhyun tak ingin urusan bisnis Chanyeol terganggu hanya karena dirinya. Namun bibi Jung sudah mendial nomor Chanyeol dan memberitahukan keadannya. Baekhyun tak bisa berbuat banyak, kepalanya yang pusing membuatnya hanya bisa berbaring dan tak bisa berbuat apa–apa.
Kurang dari dua puluh empat jam, malam harinya Chanyeol benar–benar datang berkunjung untuk menengok kekasihnya tersebut. Baekhyun bahkan tidak percaya jika Chanyeol akan pulang secepat itu mengingat jarak yang cukup jauh yang harus ia tempuh. Mendengar kondisi Baekhyun yang sakit pria itu segera melakukan penerbangan untuk segera kembali ke Seoul. Jadwal bisnis yang direncanakan beberapa hari, terpaksa ia harus lakukan semuanya hari itu juga hanya untuk menemani Baekhyun yang sedang sakit.
Malam itu Chanyeol memilih untuk tidak pulang langsung ke rumahnya terlebih dulu. Pria itu justru lebih memilih pulang ke rumah Baekhyun yang bersebrangan dengan rumahnya. Malam itu pulalah Chanyeol yang menjaga Baekhyun karena orang tua dari tunangannya tersebut sedang berada diluar negeri. Dengan telaten Chanyeol menyuapi Baekhyun, mengompresnya dan bahkan menemani tidur, walaupun ia harus tidur di sofa.
Baekhyun bisa melihat kekhawatiran di wajah Chanyeol ketika menemukannya tengah terbaring dengan kompresan di dahinya. Chanyeol bahkan berniat membawanya ke rumah sakit. Tapi untunglah Baekhyun bisa meyakinkan Chanyeol bahwa ia hanya demam biasa sehingga tak perlu dibawa ke rumah sakit. Ia berujar pada Chanyeol bahwa dengan istirahat cukup pun demamnya akan turun. Untunglah dia bisa meyakinkan Chanyeol.
Flashback End
.
.
.
Senyum mengembang diwajah Baekhyun mengingat kejadian beberapa tahun lalu tersebut. bahkan disaat sesulit apapun Chanyeol rela mengorbankan waktu dan tenaganya hanya untuk Baekhyun. Itulah Chanyeol, suami idamannya.
.
.
.
To Be Continue or End
.
.
.
