Seoul, 8 tahun lalu…

Pagi itu Baekhyun memilih berangkat lebih pagi ke sekolah daripada biasanya, padahal biasanya ia akan menunggu Chanyeol untuk berangkat bersama. Keduanya telah tumbuh menjadi gadis dan laki - laki remaja yang tampan juga cantik. Dan sekarang mereka telah duduk di bangku Senior High School.

Ting … tong … bel kediaman keluarga Byun berbunyi.

Sudah dapat dipastikan siapa orangnya, itu Chanyeol. Seperti biasa, Chanyeol akan menjemput baekhyun ke rumahnya, lalu berangkat sekolah bersama. Kebiasaan ini memang sudah sering ia lakukan sejak keduanya duduk di bangku junior high school. Kedua orangtuanya sepakat untuk menyekolahkan mereka di satu sekolah yang sama.

" oh chanyeol – ah " sapa Nyonya Byun ramah

Chanyeol tersenyum "apa Baekhyun sudah siap bi ?"

" Bibi kira Chanyeol sudah berngakat ke sekolah dengan Baekhyun. Baekhyun sudah berangkat ke sekolah pagi – pagi sekali "

" Baekhyun sudah berangkat? "

" Ya, bibi kira ia berangkat denganmu"

" Tidak bi, Baekhyun tidak memberitahuku jika ia akan berangkat pagi hari ini. Baiklah jika begitu aku berangkat bi " pamit Chanyeol seraya tersenyum. Apakah Baekhyun marah padanya? itulah pertanyaan pertama yang muncul di kepala Chanyeol. Karena biasanya baekhyun akan menghindari atau mendiamkannya jika sedang marah padanya.

Tapi kenapa Baekhyun harus marah? perasaan ia tak melakukan kesalahan apapun pada baekhyun. Chanyeol terdiam beberapa detik sebelum akhirnya ia mengayuh sepeda kesayangannya menuju sekolah.

.

.

.

Baekhyun menyusuri jalanan yang masih lenggang pagi itu. udara masih terasa dingin tapi baekhyun sudah berjalan menuju halte bus untuk berangkat sekolah. Sebenarnya ini masih terlalu pagi untuk berangkat sekolah. Oleh karena itu baekhyun memilih untuk memutar jalan menuju halte, tapi tetap saja ini masih terlalu pagi.

Baekhyun menghela nafas berkali – kali, memainkan poninya yang sudah mulai tumbuh panjang sambil menunggu bis yang akan ditumpanginya. Pikiran baekhyun menerawang, biasanya ia tak perlu repot – repot menunggu bis untuk pergi ke sekolah. Ia akan duduk manis menunggu chanyeol datang menjemput.

" Chanyeol… " Baekhyun menggumamkan nama pria yang selama ini selalu menemaninya, sahabatnya.

Bukan tanpa alasan sebenarnya baekhyun berangkat ke sekolah pagi- pagi. Tujuan baekhyun berangkat sekolah dipagi buta yaitu untuk menghindari Chanyeol. sejak kemarin, pikirannya selalu dipenuhi oleh namja jangkung itu. bahkan tadi malam ia tidak bisa tidur hanya karena memikirkan chanyeol.

Bukan, bukan karena ia marah pada chanyeol hanya saja itu karena baekhyun memergoki chanyeol tengah jalan berdua dengan seorang gadis, yang baekhyun ketahui dia adalah ulzzang di sekolah mereka yang bernama Park Soo Rin. Bisa dikatakan jika perasaan baekhyun campur aduk saat melihat mereka berdua. entahlah baekhyun tidak bisa mengartikan perasaannya sendiri. setelah lima belas menit menunggu akhirnya bis yang ditunggu – tunggu tiba, dengan langkah gontai baekhyun menaiki bis. Butuh waktu lima belas menit, hingga akhirnya baekhyun tiba di sekolah.

" baekhyun " seorang gadis mungil yang mempunyai tinggi yang hampir sama, berlari ke arahnya, dia adalah luhan teman sekelas sekaligus sahabat baekhyun.

" pagi baek " sapa luhan dengan senyum

" hai lu…" balas baekhyun dengan senyum yang tak kalah canik dari luhan

" waahhh tumben sekali kau datang sepagi ini, mana chanyeol ? "

Deg

Pertanyaan luhan tentang chanyeol, seketika merubah raut wajah baekhyun.

Luhan masih celingak – celinguk mencari keberadaan laki – laki yang selalu datang setiap pagi bersama sahabatnya tersebut, namun nihil. Tak ada chanyeol yang datang bersama baekhyun.

" hei, kenapa mukamu jadi kusut seperti itu ? apa kau masih memikirkan kejadian yang kemarin ?" tanya luhan, saat mengetahui raut wajah baekhyun yang berubah. Ya, kemarin luhan mengantar baekhyun untuk membeli novel, namun tak disangka justru mereka menemukan chanyeol yang tengah jalan berdua dengan soo rin. Dan pada saat itu, akhirnya baekhyun memilih pulang, dengan wajah tertekuk melupakan buku yang akan dibelinya. Raut wajah baekhyun sekarang, sama persis dengan raut wajah baekhyun kemarin saat menemukan chanyeol yang tengah berduaan.

" hei ada apa denganmu? Kau masih cemburu tentang yang kemarin? " luhan kembali bertanya dan sukses membuat baekhyun terkejut dengan kata-katanya barusan

" a…aku…aku cemburu? " tanya baekhyun dengan jari telunjuk yang mengarah pada dirinya. Pertanyaan itu lebih tepat ditujukan kepada baekhyun sendiri.

" astaga baek, aku tahu kau cemburu saat melihat soo rin dan chanyeol tengah jalan berdua. Raut wajahmu tak bisa menipuku "

" aku tidak cemburu, hanya saja-" baekhyun menggantung kalimatnya, berusaha mencari kalimat yang tepat untuk melanjutkan kata – katanya

" hanya saja kau tak suka melihat chanyeol dengan orang lain " sambar luhan, melanjut kalimat baekhyun yang tergantung " bukan begitu ? "

Baekhyun mengangguk, membenarkan perkataan luhan. Benar apa yang dikatakan luhan, ia tidak suka jika melihat chanyeol dengan orang lain. tak hanya soo rin, baekhyun juga tidak suka kepada setiap wanita yang mendekati chanyeol. luhan bukanlah sahabat yang tidak tahu apa – apa. Ia tahu jika sejak dulu baekhyun sudah menyukai dan mencintai chanyeol, hanya saja gadis itu belum menyadarinya. Mungkin bisa dikatakan jika baekhyun terjebak dalam situasi " friend zone " karena sejak dulu hingga mereka sekarang tumbuh dewasa, hanya chanyeol lah teman sekaligus sahabat yang dekat dengannya. Hingga ketika rasa itu mulai muncul baekhyun tak menyadarinya.

Luhan tersenyum, sahabatnya ini terlalu polos "kau mencintainya baek, tapi kau belum menyadari perasaanmu sendiri terhadap chanyeol. kau harus cepat menyadari perasaanmu sendiri, sebelum chanyeol memilih wanita lain selain dirimu "

Membuat mata baekhyun yang sipit terbelalak kaget mendengar penuturan sahabatnya itu, yang terdengar cepas-ceplos. benarkah itu? benarkah baekhyun mencintainya?. Jujur saja apa yang dikatakan luhan benar. Ia tak suka chanyeol dekat dengan wanita lain yang selalu cari perhatian dengan berbagai cara untuk menarik perhatiannya. Ya, lebih tepatnya cemburu. bagi baekhyun chanyeol adalah miliknya. Tapi apakah benar ia mencintai chanyeol?

.

.

Sudah terhitung tiga hari dan baekhyun sama sekali tak menunjukan tanda-tanda bahwa dia akan mengakhiri aksinya menghindari chanyeol. Gadis polos itu biasanya tak akan bertahan lama untuk jauh – jauh dari laki – laki tersebut. biasanya kurang dari satu hari mereka sudah kembali berbaikan seolah tak ada yang terjadi. Dan tentu saja sikap baekhyun yang seperti ini membuat chanyeol bertanya – tanya ada apa dengan gadis tersebut.

Chanyeol sebenarnya termasuk tipe laki – laki dingin yang acuh dan tak ingin mengurusi urusan orang lain. namun kali ini chanyeol harus melakukannya, karena ini menyangkut baekhyun gadis yang ia klaim sebagai miliknya sejak dulu. Gadis mungil yang sudah menghindar darinya selama tiga hari belakangan.

Alhasil disinilah chanyeol, menunggu baekhyun di depan gerbang sekolah. Sebenarnya chanyeol sudah datang ke rumah baekhyun untuk meminta penjelasan, tapi entah bagaimana usahanya tersebut selalu gagal menemui baekhyun dengan berbagai macam alasan. Entah baekhyun yang sudah tidur atau baekhyun yang belum pulang dari les vokal dan pianonya hingga malam tiba. Ingin sekali rasanya chanyeol menunggu baekhyun hingga ia pulang dari kegiatannya. tapi ia laki – laki yang cukup tahu diri. Ia tak mungkin meminta penjelasan dari baekhyun yang baru pulang dari kegiatannya, itu sama saja chanyeol menganggu waktu istirahat untuk baekhyun.

Lima belas menit menunggu di depan gerbang,dan akhirnya orang yang ditunggu sejak tadi oleh chanyeol muncul juga. Baekhyun baru saja turun dari bis, rambut dark brown nya ia biarkan terurai, membuatnya sedikit berantakan karena tertiup angin. Langkahnya tiba – tiba terhenti saat seseorang menghalangi langkahnya. wajah baekhyun yang tadinya menunduk, kini ia tengadahkan untuk melihat wajah si pelaku.

Jantungnya tiba – tiba saja berdetak tak karuan seolah ingin keluar dari tempatnya berada. Ia tidak menyangka jika akan bertemu chanyeol di sekolah sepagi ini. kedua hazel itu bertemu, hingga baekhyun memilih memutuskan kontak terlebih dulu.

"masih mau menghindariku, hmm?" suara baritone chanyeol , betapa rindunya baekhyun akan suara ini.

"maaf aku harus lewat " ujar baekhyun, sambil menundukan wajah. Kembali baekhyun menghindar, namun dengan cepat chanyeol kembali menghalangi langkah baekhyun.

" jangan menghindar kau perlu menjelaskan semuanya padaku, pulang sekolah tunggu aku di parkiran sepeda. Jangan pulang dengan luhan ataupun kyungsoo. Kau hanya akan pulang denganku, aku akan mengantarmu" chanyeol mengucapkan kalimat tersebut dengan cepat, kemudian berlalu pergi.

Tanpa sadar baekhyun mengangguk dan baekhyun sendiri tercengang mendengar kalimat perintah chanyeol barusan. Tak ada ucapan protes dari baekhyun karena kini baekhyun hanya bisa menatap punggung chanyeol yang berjalan menjauh menuju kelasnya. Andai saja chanyeol berhenti dan berbalik untuk menatap mata itu, ada sesuatu yang berbeda dari biasanya.

.

.

.

.

Baekhyun telah memikirkan perkataan luhan beberapa waktu lalu, dan kini ia sudah yakin akan perasaannya pada chanyeol, ya baekhyun mencintai laki – laki itu. memandangnya bukan hanya sebagai seorang teman ataupun hanya sebagai sahabat, tapi memandangnya sebagai seorang pria.

Sepuluh menit yang lalu kelas baekhyun baru saja bubar, dan kini baekhyun sedang menunggu chanyeol di parkiran sepeda, seperti apa yang chanyeol katakan tadi pagi. Mereka memang berbeda kelas, hingga mempunyai jadwal pulang yang kadang berbeda seperti hari ini.

Baekhyun bukanlah tipe orang yang suka menunggu, oleh karena itu ia memutuskan untuk mendatangi kelas chanyeol. ini sudah hampir dua puluh menit dan chanyeol belum juga muncul. Baekhyun terpaku di tempat melihat pemandangan di depannya. Soo rin tengah mencium chanyeol tepat dibibirnya. Mengapa disaat hatinya telah memilih justru, hal seperti ini yang terjadi.

To be continue….

Baru pertama kalinya saya nulis ff segini butuh waktu hingga berminggu - minggu, ini ceritanya masih bersambung sebenarnya, tapi karena ide di otak aku udah buntu jadi segini aja dulu hasilnya. Kelanjutannya nunggu ide yang muncul di kepala aku aja…

See u soon…ppyong~