You and I ( Our Story )
.
.
.
Main Cast : Chanyeol, Baekhyun (GS)
Rate : T
Other Cast : Luhan (GS)
Genre : Fluff, Romance and Hurt (Maybe)
It's Genderswitch
Don't Like, Don't Read
.
.
.
Happy Reading
.
.
.
Chanyeol mendorong tubuh Soo Rin hingga membuat perempuan tersebut sedikit terhuyung karena kehilangan keseimbangan. Jujur saja Chanyeol cukup terkejut atas perlakuan teman sekelasnya itu.
"Apa yang kau lakukan?" bentak Chanyeol, kentara sekali raut marah pada wajah tampan miliknya.
"Baekhyun" ucap chanyeol lirih saat matanya tak sengaja menangkap sosok Baekhyun yang tengah mematung di depan pintu kelasnya. Apakah Baekhyun melihat kejadian barusan? Itulah pertanyaan yang pertama kali muncul di otak Chanyeol. tapi tak perlu waktu lama bagi Chanyeol untuk mendapatkan jawabannya karena beberapa saat kemudian gadis itu sudah pergi menjauhi kelas Chanyeol.
"Chanyeol." ujar Soo Rin sambil menggenggam pergelangan tangan Chanyeol berusaha menahan lelaki itu agar tidak pergi mengejar Baekhyun.
"Aku menyukaimu." ujar Soo Rin dengan takut-takut, namun tak berniat melepaskan genggaman tangannya pada pergelangan Chanyeol.
Chanyeol memandang perempuan itu tajam "Lepaskan, apapun yang kau lakukan tadi tak akan merubah apapun. Kau telah merendahkan harga dirimu sendiri, dan apa yang kau perbuat tadi bagiku itu sama saja seperti perempuan murahan."
Chanyeol menghempaskan tangan tersebut dengan kasar, lalu dengan cepat ia berlari untuk menyusul Baekhyun. Tak memperdulikan Soo Rin yang kini tengah mematung diam di tempatnya berdiri dengan menangis sesenggukan. Chanyeol benar, apa yang dilakukannya tadi sama seperti perempuan murahan. Tapi itu semua karena ia terlalu menyukai dan mencintai Chanyeol.
Sejak duduk di kelas satu Soo Rin sudah menyukai teman sekelasnya tersebut. Tapi sayang, hingga sekarang mereka duduk di kelas tiga senior high school Chanyeol sama sekali tak pernah memandangnya. Chanyeol hanya menganggap Soo Rin hanya sebatas sahabat dan teman sekelas tak lebih. Soo Rin tau Chanyeol hanya menyukai dan mencintai Baekhyun seorang, karena laki-laki itu pernah bercerita padanya.
Chanyeol pernah berkata padanya bahwa ia tidak akan pernah tertarik kepada gadis manapun karena ia telah memantapkan hatinya pada Baekhyun. karena itulah dengan modal nekad, berharap jika Chanyeol akan berubah pikiran, gadis itu akhirnya mengambil tindakan berani seperti tadi. Walau pada akhirnya apa yang telah ia lakukan hanya sia-sia, dan berakhir seperti gadis murahan di hadapan Chanyeol.
.
.
.
Dengan langkah terburu-buru Chanyeol berusaha menyusul Baekhyun yang kini telah pergi entah kemana. Chanyeol menyusuri setiap sudut sekolah dimana kemungkinan Baekhyun berada, tapi nihil Baekhyun tak berhasil ditemukan dimanapun.
"Chanyeol-ah, kau pulang sendiri?" tanya Luhan, saat berpapasan dengan Chanyeol ketika keluar gerbang sekolah.
"Kau lihat Baekhyun?" tanya Chanyeol to the poin.
"Loh, bukankah Baekhyun tadi bilang akan pulang bersamamu?"
"Aku pulang agak terlambat. Ahh…aku rasa Baekhyun sudah di rumah sekarang. Aku duluan" ujar Chanyeol, lalu berlalu mengayuh sepedanya.
Jujur saja perasaan bersalah tiba-tiba merambat di dalam hati Chanyeol, yang Chanyeol hanya ingin lakukan sekarang adalah bertemu Baekhyun dan menjelaskan kesalahpahaman yang terjadi. Dan langkah kakinya menuntunnya ke rumah minimalis yang telah beberapa tahun terakhir menjadi tetangga rumahnya. Dengan sedikit tidak sabaran Chanyeol Chanyeol memencet bel rumah tersebut.
"Siang bibi Jung, apakah Baekhyun sudah pulang?" tanya Chanyeol seraya tersenyum lebar kepada pembantu rumah tangga keluarga Byun tersebut.
"Oh Chanyeol-ah nona Baekhyun belum pulang, mungkin sebentar lagi. Kau mau menunggu?" tanyanya sambil mempersilahkan Chanyeol masuk
Baekhyun belum pulang? Kemana perginya anak itu? dalam hati Chanyeol bertanya.
"Ahh tidak, terima kasih bi. Ada PR yang harus aku kerjakan, aku harus segera pulang. Nanti aku akan kemari jika Baekhyun sudah pulang." Chanyeol beralasan, sebelum akhirnya pamit. Bukannya pulang ke rumah, Chanyeol justru kembali mengayuh sepedanya, pergi kembali untuk mencari Baekhyun.
Kemana kau Byun Baekhyun?
.
.
.
Dengan mata panas menahan tangis, Baekhyun pergi meninggalkan kelas Chanyeol dengan terburu-buru. Mengapa rasanya sakit sekali saat melihat Chanyeol berciuman dengan gadis lain? akhirnya air mata yang sejak tadi terbendung di pelupuk mata indah itu mengalir membasahi pipi Baekhyun tanpa ia kehendaki. Dengan cepat Baekhyun menghapus air mata tersebut dengan punggung tangannya.
Ini masih di area sekolah Baekhyun tak ingin teman-temannya yang belum pulang melihatnya, kemudian menginterogasinya kenapa ia menangis. Pada akhirnya Baekhyun memutuskan untuk pergi ke kamar mandi menumpahkan kesedihannya disana seorang diri. Hanya isakan lirih yang terdengar dari salah satu bilik kamar mandi yang kini telah sepi, karena hampir sebagian siswa sudah pulang.
Apakah ini yang dinamakan cemburu? Ataukah ini sakit hati? Saat seseorang yang kau cintai dan kau sayangi tengah bermesraan dengan orang lain? entahlah Baekhyun belum bisa mengartikan perasaan apa ini. Entah berapa lama baekhyun menangis disana, hingga akhirnya ia memutuskan untuk keluar dengan mata sembab.
Baekhyun memutuskan untuk pulang saat keadaan sekolah sudah mulai sepi, untunglah kamar mandi tersebut belum dikunci oleh penjaga sekolah karena ada kegiatan ekstrakulikuler yang berlangsung sore itu. Dengan langkah gontai Baekhyun berjalan menuju rumahnya, walaupun jarak rumahnya sedikit jauh tapi tak ada niatan Baekhyun pulang menggunakan bis, ia hanya ingin menyendiri. Hari sudah merambat petang, tapi bukannya langsung pulang ke rumah Baekhyun justru pergi ke taman dekat komplek rumahnya. Jujur saja ia hanya ingin menghindari Chanyeol, lagi.
"Darimana saja kau?" suara familiar Chanyeol menyapa pendengarannya. Baekhyun yang saat itu tengah duduk menghadap kolam di depannya secara reflek menolehkan kepala, dan menemukan sosok jangkung itu berdiri disana.
"Chanyeol…" baekhyun berujar pelan.
"Darimana saja kau? Mengapa handphonemu tidak aktif?" tanya Chanyeol penuh penekanan, walaupun nada suaranya terkesan dingin tapi Baekhyun tau bahwa terselip rasa kesal dan khawatir dalam intonasi bicara sahabatnya itu.
"A..a..aku.." Baekhyun menggantungkan kalimatnya, ia tidak tahu harus beralasan apa. Ia terlalu gengsi jika harus mengatakan alasan yang sesungguhnya. Baekhyun memalingkan wajahnya menghindari tatapan Chanyeol. Rasanya ia ingin kembali menangis.
"Kau tau aku mencarimu kemana-mana? Orang tuamu bahkan khawatir karena kau tak bisa dihubungi. Kau tidak tahu bagaimana khawatirnya aku? Bukankah aku menyuruhmu untuk menunggu?" ucap Chanyeol dalam satu tarikan nafas, kentara sekali jika dia cukup kesal.
Selama beberapa menit Chanyeol menunggu jawaban, tapi Baekhyun hanya diam di tempatnya duduk tanpa ada niatan untuk menjawab. Chanyeol menghela nafas berat, ia lupa jika gadis yang duduk di depannya ini cukup sensitif, mungkin saja kata-katanya barusan telah menyinggung Baekhyun. Akhirnya ia memilih untuk mengambil posisi duduk samping Baekhyun, namun dengan cepat gadis itu kembali memalingkan wajahnya. Chanyeol hanya bisa menghela nafas, dengan suara lebih lembut, laki-laki itu kembali bertanya.
"Baekhyun bukankah sudah kubilang untuk menunggu? Mengapa kau pergi?"
Chanyeol diam, hanya keheningan yang ada diantara mereka. Jujur saja ia yakin jika Baekhyun tak akan menjawab pertanyaannya ini, tapi dugaan Chanyeol ternyata salah, setelah keheningan yang terjadi beberapa saat diantara mereka, Baekhyun ternyata berbalik menatap lawan bicaranya untuk menjawab pertanyaan tersebut.
"Mengapa aku harus menunggumu? Bukankah kau sedang asyik bermesraan dengan Soo Rin tadi. Bahkan kau tampak menikmatinya, apakah aku harus berdiri terus disana melihat kemesraan kalian, agar kau bisa pamer padaku, huh?" ujar Baekhyun dengan nafas memburu. Matanya sudah berkaca-kaca, rasanya ia ingin meluapkan segala kekesalannya lewat tangis.
"Apa maksudmu? Aku menikmatinya? Heol…yang benar saja, kau bahkan tidak tahu apa yang terjadi" jawab Chanyeol tidak terima. "Tak ada hubungan apapun antara aku dengan Soo Rin." lanjut Chanyeol tegas.
Deg
Perasaan lega tiba-tiba saja menyusup ke dalam hati Baekhyun saat Chanyeol mengucapkan kalimat penegasan tersebut. Baekhyun lega, ia bahagia bahwa prasangkanya salah. Baekhyun yakin jika Chanyeol tak berbohong padanya, ia dapat melihat kesunggahan di dalam tatapan mata laki-laki itu. Air mata itu kembali menetes membasahi pipi Baekhyun, membuat Chanyeol cukup kaget dibuatnya.
"Mengapa kau menangis, hmm?" Chanyeol mengusap lelehan air mata dipipi Baekhyun dengan ibu jarinya, lalu membawa gadis itu ke dalam pelukan. Mengelus punggungnya yang bergetar karena tangis, mencoba menenangkannya.
"Kau cemburu melihatku dengan Soo Rin tadi?" tanya Chanyeol to the point.
Tanpa ragu-ragu Baekhyun mengangguk mengiyakan, mengesampingkan egonya selama ini. Dengan suara sengau khas seperti orang habis menangis Baekhyun berujar "Bukan hanya Soo Rin, tapi aku juga tidak suka melihatmu dengan orang lain..hiks…dan aku juga tidak suka saat kau dicium orang lain."
Chanyeol hanya bisa mengulum senyum, jujur saja ia sangat senang Baekhyun mengatakan itu semua, hal yang Chanyeol tunggu-tunggu selama ini "Maafkan aku, aku berjanji tak akan membiarkan siapapun menciumku lagi seenaknya."
Chanyeol dapat merasakan sebuah anggukan di dadanya "Kau hanya milikku" tutur Baekhyun
Bukan senang mainnya Chanyeol saat Baekhyun mengucapkan kalimat tersebut. Akhirnya gadis itu mengungkapkan perasaanya secara tersirat. Perasaannya ternyata tak bertepuk sebelah tangan selama ini, yang mengatakan bahwa Baekhyun juga mencintainya.
"Ya, aku hanya milikmu Byun Baekhyun." Ujar Chanyeol sambil mencium puncuk kepala Baekhyun.
"Baekhyun" Chanyeol berucap, tangannya menyentuh dagu gadis itu untuk mendongak menatap wajahnya. "Aku mencintaimu" ujar Chanyeol, lalu mencium bibir Cherry itu kemudian melumatnya dengan lembut.
Ya, di taman itulah dimana pertama kalinya Chanyeol mengucapakan kalimat "Aku mencintaimu" pada Baekhyun. Sampai saat ini Chanyeol bahkan masih mengingatnya dan merayakannya setiap tahun.
.
.
.
Seperti hari ini, mereka akan merayakan anniversary mereka yang ke sembilan tahun. Chanyeol berjanji jika ia akan pulang cepat hari ini dan merayakannya di salah satu restoran kesukaan istrinya. Baekhyun beruntung karena Chanyeol tipe pria yang mengingat tanggal-tanggal penting yang terjadi dalam kehidupan mereka.
Tadinya mereka berdua hanya akan merayakannya di rumah, mengingat Baekhyun yang tengah hamil muda, membuatnya tidak bisa berpergian jauh karena mual saat harus berpergian menggunakan kendaraan. Tapi karena istrinya yang terus merengek jika ia sudah lama tidak pergi keluar, akhirnya Chanyeol mengajaknya untuk pergi makan malam.
Untunglah restoran tersebut tidak terlalu jauh dari apartemen tempatnya tinggal. Waktu sudah menunjukan pukul tiga, hanya sisa beberapa berkas lagi yang harus Chanyeol selesaikan sebelum akhirnya ia pulang untuk menjemput Baekhyun.
Kring…Kring…
"Ya, Hyomin-ah"
"Nyonya Besar disambungan telepon sajangnim, ada sesuatu yang penting, ini menyangkut istri anda" tanpa mendengar penjelasan lebih lanjut Chanyeol segera menghubungkan saluran teleponnya dengan sang ibu.
"Eomma"
"Chanyeol-ah…hiks…" terdengar suara tangis dari seberang telepon.
"Ada apa dengan Baekhyun eomma?"
"Baekhyun…hiks…" ada jeda sebentar diantara mereka "Dia masuk rumah sakit, dia pendarahan dan tak sadarkan diri."
.
.
.
TBC
.
.
.
Hallo~ long time no see akhirnya saya bisa publish kelanjutan chapter ini, adakah yang masih menunggu? *nyengir*
jadi gimana chapter ini reader-deul? Semoga suka yah, sorry for typos...
So, review juseyo~
Saranghae~ Ppyong~
