You and I ( Our Story )
.
.
Main Cast : Chanyeol, Baekhyun (GS)
Rate : T
Other Cast : Kyungsoo (GS), Jongin
Genre : Fluff, Romance and Hurt (Maybe)
It's Genderswitch
Don't Like, Don't Read
.
.
Happy Reading
.
.
Akan selalu menemani dalam suka maupun duka, dalam senang maupun sedih. Itulah sepenggal janji sakral pernikahan yang pernah Chanyeol ucapkan dihadapan tuhan saat ia meminang Baekhyun untuk menjadi istrinya. Apapun yang terjadi Chanyeol telah berjanji, tidak hanya pada dirinya sendiri tapi juga dihadapan Tuhan bahwa ia akan selalu berada disisi Baekhyun, istrinya yang begitu ia cintai hingga maut memisahkan. Dan apa yang terjadi saat ini, itu semua tak lebih dari ujian kehidupan yang harus Baekhyun dan Chanyeol lalui dan sejauh mana kesetiaan Chanyeol diuji.
Lelaki dengan paras tampan itu tampak sibuk membolak-balik membaca laporan di sofa yang berada di ruangan Baekhyun dirawat. Sudah beberapa hari ini Chanyeol tidak masuk kerja karena ia memilih untuk fokus mengurusi Baekhyun di rumah sakit. Alhasil Jonginlah yang menggantikan posisi Chanyeol untuk sementara waktu dan setiap sore sehabis pulang bekerja adiknya itu akan datang ke rumah sakit membawa berkas laporan pekerjaan yang diserahkannya kepada Chanyeol untuk diperiksa. Sebenarnya Chanyeol mencoba professional untuk tidak mencampur adukan masalah pribadi kedalam pekerjaannya, namun mengingat kondisi Baekhyun membuat konsentrasinya terpecah dan membuat pekerjaan yang harusnya selesai tepat waktu menjadi sedikit terbengkalai, karena itulah Chanyeol akhirnya meminta bantuan Jongin untuk mengurusi pekerjaannya, sementara ia mengurusi Baekhyun.
Sesekali mata Chanyeol melirik pada ranjang yang ada di depannya dimana Baekhyun masih tampak terlelap sebelum matanya kembali fokus pada laporan pekerjaannya. Chanyeol berdiri dari sofa, lalu mengambil posisi duduk di samping ranjang Baekhyun saat ia telah selesai dengan pekerjaannya memeriksa laporan. Tangannya menggengam satu tangan Baekhyun yang terbebas dari jarum infus, Baekhyun tampak begitu tenang dan damai jika dalam keadaan seperti ini, sangat jauh berbeda dengan keadaan Baekhyun beberapa hari lalu jika istrinya itu terjaga. Baekhyun tampak kacau, ia selalu menangis dan menyalahkan dirinya sendiri. Chanyeol tahu jika Baekhyun sedang mengalami masa-masa sulit saat ini, oleh karena itu Chanyeol ingin selalu berada disisi Baekhyun untuk menenangkannya dan memberinya kekuatan.
Jujur saja Chanyeol mengkhawatirkan keadaan Baekhyun, kejadian Baekhyun pingsan saat mengetahui bahwa ia harus kehilangan calon bayinya tak ayal membuat Chanyeol cemas. ia takut jika terjadi sesuatu kepada istrinya. Dokter sudah menjelaskan bahwa Baekhyun hanya mengalami shock dan keadaannya yang lemah membuatnya jatuh tak sadarkan diri. Namun hal itu tak serta merta membuat Chanyeol tenang, itulah salah satu alasan Chanyeol memilih untuk menjaga dan merawat Baekhyun sendiri. Sebenarnya tidak benar-benar sendiri karena tentu saja ia tetap memerlukan bantuan, beruntung sang ibu dan juga Kyungsoo adik iparnya banyak membantunya.
"Kau sudah bangun?" tanya Chanyeol seraya tersenyum kepada Baekhyun yang baru saja terbangun dari tidurnya. Mata puppy itu mengerjap lucu membiasakan matanya dengan penerangan yang ada di ruangan serba putih itu. Dengan sigap Chanyeol mengatur posisi tempat tidur dan juga bantal dipunggung Baekhyun agar istrinya itu bisa duduk dengan nyaman, lalu menyerahkan segelas air putih yang langsung diminum habis dengan sekali teguk oleh Baekhyun. Bisa dibilang kondisi Baekhyun saat ini jauh lebih baik dari hari-hari sebelumnya kehadiran Chanyeol dan juga keluarganya banyak membantu kesembuhannya walau terkadang Baekhyun masih sering menangis jika ia sedang sendirian atau tiba-tiba terbangun di tengah malam.
"Dimana eomma dan Kyungsoo?" Baekhyun bertanya saat ia sudah sepenuhnya sadar dari bangun tidurnya. Tak biasanya ruangannya sepi seperti ini, yang membuatnya tampak begitu berbeda karena biasanya sang ibu mertua dan Kyungsoo selalu datang menemaninya setiap hari selama ia dirawat.
"Eomma tidak datang kemari aku menyuruhnya untuk beristirahat di rumah, sedangkan Kyungsoo mungkin akan datang sebentar lagi untuk membantu membereskan barang-barang. Dokter bilang kau sudah diperbolehkan pulang besok siang." Chanyeol tersenyum tipis sambil mengelus kepala Baekhyun dengan sayang.
"Bolehkah aku pulang ke apartemen saja?" Baekhyun bertanya dengan takut-takut, entah sudah yang keberapa kali pertanyaan itu meluncur dari bibir mungil sang istri. Walaupun Baekhyun tahu bahwa jawabannya akan tetap sama.
Chanyeol membelai rambut istrinya sayang "Aku membutuhkan seseorang untuk menjagamu, bisakah kau menjadi gadis penurut untuk suamimu ini? Akan lebih baik untuk sementara kita tinggal bersama dengan eomma. Disana ada eomma dan Kyungsoo yang bisa mengawasi dan menjagamu selama aku bekerja untuk menyelesaikan pekerjaan yang terbengkalai, aku janji hanya sebentar setelah itu kita bisa kembali lagi ke apartemen." diciumnya kening sang istri dengan penuh kasih sayang.
Bukan tanpa alasan Chanyeol membawa pulang Baekhyun ke rumah orang tuanya, dokter bilang bahwa secara fisik Baekhyun dikatakan telah sehat akan tetapi kondisi psikis Baekhyun masih labil, oleh karena itu Chanyeol memutuskan untuk sementara Baekhyun tinggal bersama orang tuanya. Setidaknya disana ada ibunya dan Kyungsoo yang bisa Baekhyun ajak bicara untuk sedikit demi sedikit melupakan kejadian pahit yang menimpanya. Ya walaupun Baekhyun dan Chanyeol sudah mengikhlaskan, tapi jujur saja Chanyeol sangat mengkhawatirkan keadaan istrinya.
.
.
.
Dua minggu setelah kejadian keguguran adalah saat-saat tersulit yang dilewati Baekhyun, hampir disetiap hari ia mendapati istrinya menangis. Disaat itulah Chanyeol selalu berada disisinya untuk selalu menguatkan, memberi pengertian dan juga perhatian. Betapa beruntungnya Baekhyun yang mempunyai suami seorang Park Chanyeol. Beruntung bagi Chanyeol karena hal itu tak berlangsung lama. Istrinya yang periang dan ceria kini sudah kembali seperti sedia kala, seperti tak ada yang terjadi.
Tak terasa waktu berjalan begitu cepat, sudah hampir lima bulan sejak kejadian tersebut. Pagi ini Baekhyun bangun lebih pagi daripada biasanya, perempuan itu sibuk dengan memasak bekal yang akan dibawanya nanti. Jangan tanyakan kemana mereka akan pergi, karena Baekhyun juga tidak tahu. Ini semua adalah keinginan Chanyeol, kemarin setelah pulang bekerja tiba-tiba saja suaminya itu mengajaknya untuk pergi berlibur. Ketika Baekhyun bertanya kemana mereka akan pergi berlibur Chanyeol hanya tersenyum penuh arti dan berkata rahasia.
Baekhyun tersenyum puas saat melihat hasil pekerjaannya selesai dengan hasil yang memuaskan. Chanyeol pasti akan menyukainya, ya Baekhyun membuatkan masakan kesukaan Chanyeol, kimbap segitiga kesukaan suaminya. Walaupun Baekhyun tak cukup mahir membuat masakan tersebut tapi Baekhyun berusaha sebaik mungkin.
"Kau membuatnya dengan sempurna sayang."
Sepasang lengan kekar melingkar di perut Baekhyun. Baekhyun menoleh dan melihat Chanyeol sudah tampak rapih. Pipinya merona mendapat pujian dari sang suami, Baekhyun tak terbiasa dengan itu semua karena Chanyeol bukanlah tipe orang yang mudah melontarkan pujian. Jadi ketika Chanyeol mengatakan kalimat cheesy seperti itu sudah dapat dipastikan jika beberapa saat kemudian rona merah muda akan menghiasi pipinya.
Cup
Satu kecupan mendarat dibibir tipis Baekhyun. Baekhyun tersenyum malu mendapati perlakuan romantis suaminya pagi ini, sedangkan Chanyeol hanya terkekeh geli, karena tingkah malu-malu Baekhyun.
"Hentikan Yeolli, aku harus menyiapkan barang keperluan yang akan kita bawa nanti."
"Jja. Mandi dan bersiaplah. Berdandanlah yang cantik" canda Chanyeol.
Baekhyun mengangguk, setelah membereskan semuanya ia pun segera bergegas mandi dan mempersiapkan bekal dan perlengkapan yang akan dibawanya nanti. Kurang dari sejam Baekhyun sudah tampil rapih dan wangi dan tanpa membuang waktu mereka pun segera berangkat.
"Kau belum memberitahuku kemana akan pergi?" tanya Baekhyun saat keduanya sudah berapa di dalam mobil.
"Kita akan pergi ski ke Gangwon-do." jawab Chanyeol dengan senyum terukir di wajah pria tampan itu.
.
.
.
.
Sepasang suami istri itu tiba di Gangwon-Do ketika hari sudah sore sehingga Chanyeol dan Baekhyun lebih memilih untuk beristirahat terlebih dahulu dan memutuskan bermain ski besok pagi. Tak ada yang bisa mereka lakukan saat ini karena cuaca diluar sedang tidak bersahabat. Sesampainya di penginapan keduanya langsung jatuh tertidur karena kelelahan, lagipula cuaca sangat mendukung mereka untuk bermalas-malasan di tempat tidur.
Hari telah berganti malam sejak kedatangan mereka. Sejak satu jam yang lalu Chanyeol sudah terbangun dari tidurnya, sedangkan Baekhyun masih setia menutup matanya. Perempuan yang dicintainya itu masih setia bergelung dengan selimut, dengan posisi dada Chanyeol ia jadikan sebagai tumpuan sedangkan dua lengannya melingkar memeluk perut Chanyeol seolah mencari kehangatan. Baekhyun benar-benar lelah pikir Chanyeol, bahkan saat Chanyeol bangun satu jam yang lalu pun Baekhyun tampak tak terusik.
Chanyeol tersenyum, dalam hati dan pikirannya saat ini adalah hanya rasa syukur kepada tuhan karena telah mengirimkan Baekhyun ke dalam kehidupannya. Ya walaupun kebahagiaan itu belum terasa lengkap tanpa ada sosok malaikat kecil buah cinta mereka. Bukannya Chanyeol dan Baekhyun tidak berusaha, bahkan setelah kecelakaan yang dialami Baekhyun berbagai program mereka lakukan untuk segera mendapatkan momongan. Hanya saja tuhan mungkin belum percaya untuk menitipkan seorang malaikat kecil di tengah-tengah mereka.
"Aku mencintaimu Byun Baekhyun."
.
.
.
"Eonnie" suara yang tak asing menyapa indera pendengaran Baekhyun, pandangannya menatap sekeliling mencoba mencari darimana arah suara itu berasal.
"Kyungsoo, Jongin" mata Baekhyun dan Chanyeol membola melihat istri dan saudara iparnya sudah berada di tempat dimana mereka menginap. Baekhyun dan Chanyeol baru saja keluar dari kamar mereka untuk sarapan.
"Kalian?" tunjuk Chanyeol "Mengapa kalian bisa berada disini?"
"Eii...kenapa wajah kalian seperti itu? Seperti melihat hantu saja." tukas Jongin "Kemarin kami pergi ke rumah eomma, eomma bilang jika kalian sedang pergi berlibur kemari. Mendengar kalian pergi berlibur. Kyungsoo langsung merengek meminta untuk pergi berlibur juga kemari. Lagipula aku tak mungkin menolak keinginan seorang ibu hamil yang sedang mengidam bukan?"
Plak
"Awww..." rintih Jongin saat satu pukulan keras sukses Jongin dapatkan dari sang istri.
"Kau baik-baik saja Soo? jarak Seoul dan Gangwon-Do terbilang cukup jauh." tanya Baekhyun cemas. Ia mengkhawatirkan kondisi Kyungsoo yang tengah hamil muda, karena menurut Baekhyun kondisi seorang yang tengah hamil muda itu sangat riskan.
"Aku baik-baik saja eonni. Kau tak perlu khawatir."
"Jadi kalian berlibur kemari untuk bermain ski juga?" Chanyeol menginterogasi keduanya.
"Tentu saja, tidak oppa, Aku tidak akan bermain ski. Tapi Jongin, tentu saja ya." Jawab Kyungsoo enteng sembari tersenyum lebar pada pasangan Chanyeol dan Baekhyun
"YA...apa maksudmu? Aku tidak bisa bermain ski." Protes Jongin
"Karena itulah aku meminta Chanyeol oppa untuk mengajarimu."
"Mwo?"
"Jadi kapan kalian akan berangkat? Aku tak sabar ingin melihat Jongin bermain ski agar dia dapat mengajariku nanti. Aku dengar jika Baekhyun eonni cukup mahir bermain ski. Oh...aku jadi tak sabar ingin melihatnya." Kyungsoo berujar penuh semangat.
.
.
.
Baekhyun berjalan kearah tempat Kyungsoo menunggu mereka. Setelah tiga puluh menit bermain ski bersama Chanyeol. Baekhyun memutuskan untuk beristirahat sejenak untuk mengambil nafas. Chanyeol tak ikut beristirahat karena Jongin memintanya untuk mengajarinya bermain ski.
"Eonni kau benar-benar hebat, aku tak menyangka jika eonni bisa bermain ski seperti itu."
"Kau terlalu berlebihan Soo-ya. Aku hanya pemain ski pemula."
"Ya walaupun pemula tapi kemampuan ski-mu jauh di atas rata-rata daripada Jongin. Berdiri di papan ski-nya pun dia masih sering terjatuh."
Pandangan keduanya terfokus pada balik jendela dimana Chanyeol tengah mengajari Jongin. Keduanya terkekeh melihat bagaimana Chanyeol mengajari Jongin.
"Eonni apakah bermain ski itu lelah? Sepertinya kau tampak lelah eonni. Wajahmu pucat, apa kau baik-baik saja?"
"Benarkah? Aku baik-baik saja Soo."
"Kau berbohong, tunggulah disini akan kumintakan teh hangat untukmu."
Namun sebelum Baekhyun bisa mencegah, istri dari adik iparnya itu sudah lebih dulu menghilang dibalik pintu. Baekhyun hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kelakuan calon ibu muda itu. Ya sebenarnya apa yang dikatakan Kyungsoo memang benar adanya. Sejak tadi pagi Baekhyun sudah merasa pusing dan setelah bermain ski entah kenapa tenaganya seperti terkuras habis. Tanpa ingin membuat Chanyeol khawatir Baekhyun beralasan bahwa ia ingin istirahat sebentar untuk melihat keadaan Kyungsoo yang ditinggal sendiri.
"Terima kasih Soo" Baekhyun mengambil alih secangkir teh hangat dari tangan Kyungsoo lalu meminumnya. Tapi sepertinya teh hangat tersebut tak banyak membantu, bahkan kini pusing yang tadi melandanya disertai dengan rasa mual.
"Aku ke toilet dulu"
"Apa perlu kuantar?"
Baekhyun menggeleng, ia segera bangkit dari duduknya namun belum juga melangkah tubuh itu sudah ambruk lebih dulu. Beruntung Kyungsoo dengan sigap menahan tubuh Baekhyun yang ambruk sehingga tak terjerembap ke lantai.
"Astaga eonni kau kenapa? Bangunlah eonni. Tuan Tolong aku." mohon Kyungsoo pada seorang pria baya yang duduk di dekat mereka.
"Baekhyun..."
.
.
.
Kegelisahan tampak jelas di wajah Chanyeol. Bagaimana tidak, jika tadi ia melihat sang istri pingsan di depan mata kepalanya sendiri. Chanyeol benar-benar khawatir, jika terjadi apa-apa dengan Baekhyun maka itu semua adalah kesalahannya.
"Bagaimana keadaan istri saya dokter?" pertanyaan itu terlontar dari mulut Chanyeol ketika dokter yang memeriksa Baekhyun itu keluar dari ruangan Baekhyun berada.
"Istri anda Hamil dan dia kelelahan. Beruntung ia tidak terjatuh saat bermain ski tadi, karena jika hal itu sampai terjadi, itu akan sangat berbahaya bagi kehamilannya. Jangan biarkan dia berolahraga terlalu berat. Tolong perhatikan istri anda, saya permisi."
"Baekhyun"
"Chanyeol"
Betapa leganya Chanyeol mendapati Baekhyun dalam keadaan baik-baik saja. Laki-laki itu segera merengkuh Baekhyun ke dalam pelukannya. Dan apa dokter bilang tadi? bahwa Baekhyun kini tengah hamil. Kabar itu benar-benar hadiah yang dinanti-natikan Chanyeol dan juga Baekhyun selama ini.
"Yeolli, dokter bilang jika aku hamil." air mata sudah menggenang di pelupuk mata Baekhyun. Hingga akhirnya air mata itu turun dengan dramatis ke pipinya.
"Ssst...jangan menangis" diusapnya air mata yang jatuh di pipi Baekhyun dengan ibu jarinya. "Berbahagialah..." dikecupnya satu persatu kening, mata, hidung dan berakhir di bibir Baekhyun oleh Chanyeol.
Tapi sepertinya tangis itu tak ingin berhenti mengalir dari mata Baekhyun. Tangis bahagia memenuhi ruangan Baekhyun. Akhirnya keinginan hadirnya sosok malaikat kecil diantara mereka dikabulkan oleh Tuhan. Tanpa Baekhyun sadari Chanyeol juga ikut meneteskan air mata. Hanya ada tangis bahagia sebagai ungkapan rasa terima kasih mereka saat ini.
.
.
.
To Be Continue or End
.
.
.
Gimana Chapter ini? Sudah agak panjangan kan? Semoga kalian bisa menikmati apa yang saya tulis ini ya walaupun alurnya kecepetan...hehehe...
Akhirnya Baek hamil juga. Fyi, ff ini mungkin akan dilanjut jika ada yang menginginkannya untuk lanjut. Jika tidak akan saya akhiri di chapter ini
Last but not least, review juseyo~
Saranghae~ ppyong~
Regrads, ryubee 02 februari 2016
