Halo, akhirnya saya update lagi fanfic ini

Sebenernya udah dari lama ini dibuat, cuman saya akhir-akhir ini lagi sibuk jadi gak sempet untuk mengedit beberapa kata dari cerita ini T_T *author curhat*

Langsung aja yah ke ceritanya~


The New Nara Family

Chapter 2: Honeymoon Plan

Disclaimer: © Naruto Shippuden by Masashi Kishimoto

Cover: ShikaTema by Me

Rate: M for safety

Warning: OOC, Typo, Gaje, Cringe, Pemilihan kata yang tidak bagus, dll

Enjoy the story


Seorang wanita berambut pirang terurai sedang mengatur penampilannya di hadapan cermin, lalu menarik napas dalam-dalam. Hari ini sudah genap sebulan usia pernikahannya dan juga sudah genap sebulan dia tinggal di desa lain yang jauh dari tempat tinggal dahulu.

Meskipun sudah sebulan, nampaknya ada yang membuat wanita itu cemas. Ia mencemaskan apa saja yang terjadi di kampung halamannya selama ia tidak disana? Bagaimana kabar adik-adiknya di Sunagakure? dan bagaimana-bagaimana lainnya. Hal seperti itu memang pasti akan dialami oleh seseorang jika belum terbiasa dengan lingkungan barunya.

'Aku yakin Gaara dan Kankuro pun di Suna masih belum terbiasa dengan ketidak hadiranku disana.' Wanita bernama Temari itu mengucapkan kalimat di dalam hati sambil merapihkan rambutnya. Setelah merapihkan rambutnya, ia mengecek kembali penampilannya. Yukata tidak berlengan berwarna hitam-merah dengan panjang selutut dan rambut dikuncir simple dengan gaya twintail.

Sudah 3 hari Nara Shikamaru tidak berada di Konoha karena sedang ada pertemuan di negeri besi bersama 5 kage lainnya. Kemungkinan besar kalaupun dia pulang hari ini, pasti suaminya akan pulang di jam larut malam. Ya, memang hampir setiap hari Shikamaru selalu pulang larut malam atau tidak pulang sama sekali jika sedang ada misi di desa lain karena jarak yang jauh.

Meskipun mereka pasangan baru, dengan jabatan penting yang dipegang suaminya, mau tidak mau Temari harus menerima resikonya menikahi Shikamaru yang akan jarang sekali di rumah karena kesibukkannya. Ditambah lagi, dirinya yang belum terbiasa dengan lingkungan dan masyarakat di Konoha membuat Temari harus berjuang dengan ekstra agar terbiasa dengan semuanya.

Dirinya memang sering berkunjung ke Konoha karena urusan pekerjaan, tetapi itu bukan berarti dia mengenal semua orang-orang di Konoha dan lingkungan sekitarnya. Bahkan Temari hanya kenal sebagian kecil teman-teman dari Shikamaru di Konoha. Temari memang bukan tipikal wanita yang gampang akur dengan orang lain. Bahkan sangat susah untuk didekati karena sisi keras pada kepribadiaanya.

"Seharian ini rasanya lelah sekali merapihkan rumah dan akhirnya aku sudah rapih juga." Merasa sudah rapih, Temari langsung bergegas keluar rumah untuk pergi berbelanja. baru saja berjalan sebentar meninggalkan rumahnya, Temari bertemu dengan sesosok pria berbadan chubby yang tak lain adalah Akimichi Chouji.

"Yo, Temari-san, aku baru saja ingin mampir ke rumahmu."

"Ah, Chouji, ada apa datang kemari?"

"Etto… aku kesini hanya untuk memberikan ini kepadamu." Chouji mengeluarkan sebuah amplop yang bentuknya seperti undangan suatu acara.

"Ini apa?" Temari bingung dengan isi dari amplop itu.

"Jadi, itu adalah undangan pernikahanku. Untuk bulan depan. Aku dan Karui akan menikah."

Temari yang mendengarkannya terkejut. Bagaimana tidak, akhir-akhir ini di Konoha banyak sekali yang melaksanakan pernikahan. Sebelum dirinya, Naruto Hinata sudah mendahuluinya, serta disusul dengan pasangan Sai Ino, Dia cukup tahu hubungan Sasuke dan Sakura bagaimana, tapi karena Sakura dan Sasuke pergi meninggalkan Konoha dengan berbagai macam alasan, mungkin saja mereka sudah melangsungkan pernikahan juga secara diam-diam. Dan sebulan yang lalu, Shikamaru dan dirinya melangsungkan pernikahan juga.

Kemudian sahabat suaminya pun dengan sangat mendadak mengumumkan kepadanya bahwa dia akan menikahi wanita yang selama ini dekat dengannya. Yang terbayang dari dirinya adalah, pasti sangat merepotkan sekali menikah dengan warga dari negara lain. Berhubung Temari pernah mengalaminya mulai dari perdebatan antara petinggi-petinggi Suna mengenai garis keturunan Kazekage dan hal-hal merepotkan lainnya yang dirinya saja sudah tidak mau mengingatnya lagi. 'Pasti Chouji sangat kerja keras sekali mengadapi semuanya'

"Aku turut berbahagia mendengarkannya. Apakah Shikamaru sudah mengetahuinya?"

"Ahaha Terima kasih, Shikamaru bahkan orang pertama yang mengetahui bahwa aku akan menikah dengan Karui bulan depan."

"Dasar Shikamaru. Kenapa dia tidak memberi tahu aku juga kalau kau akan menikah dekat-dekat ini."

"Kalau begitu aku pamit lagi yah, Temari-san. Aku ingin memberikan undangan lainnya kepada yang lain. Ah iya, sampaikan salamku kepada Shikamaru yah."

"Ah iya, baiklah Chouji. Selamat yah yang akan menikah nanti."

Chouji pergi meninggalkan Temari dan berjalan menuju arah yang sepertinya menuju rumah Naruto atau Kiba. Kemudian Temari pun bergegas untuk segera pergi untuk berbelanja bahan makanan makan malam.


Shopping District Konoha

Tak terasa sudah sore hari, Wanita berambut pirang berkuncir twintail ini sudah menghabiskan waktu cukup lama untuk berbelanja. Ia melihat matahari yang sudah hampir terbenam kemudian bergegas jalan cepat untuk langsung pulang ke rumah.

Padahal hari ini dia tidak berbelanja banyak, hanya saja susah sekali mendapatkan ikan saba yang masih segar dan bagus kalau sudah sore hari. Ia berpikir seharusnya ia berbelanja di pagi hari, namun apa daya, banyaknya laporan yang harus dikerjakan untuk Suna dan juga kegiatan barunya sebagai seorang istri membuatnya kesulitan untuk mengatur waktu sampai-sampai dirinya saja tidak terlalu memikirkan dirinya. Baginya saat ini adalah hal yang paling utama yang harus diurus adalah keluarga barunya dan pekerjaannya.

"Yo, Gaara no Neechan." Seorang pria berambut pirang yang memiliki kumis kucing di pipinya menyapa Temari yang sedang berjalan di hadapannya.

"Ah Naruto. Kau baru pulang dari misi?"

"Ah tidak, tadi aku barusan dari gedung Hokage menemui Kakashi-sensei."

Terlihat wajah yang sedikit bingung dari Temari karena mendengar bahwa Naruto habis menemui Kakashi. Kalau Kakashi sudah berada di Konoha, seharusnya Shikamaru juga sudah di Konoha. "Kakashi? Berarti Hokage-sama sudah pulang dong?" Temari bertanya kepada Naruto

"Oh iya, tadi aku bertemu dengan Shikamaru juga disana. Sepertinya dia sekarang sudah pulang ke rumah." Terkejut dengan ucapan Naruto, Pria berambut pirang itu hanya bingung melihat reaksi Temari

'Ya ampun! Aku belum menyiapkan makan malam untuknya! Tidak ku sangka dia secepat itu pulangnya.'

"Kau kenapa Temari?"

"Tidak apa-apa hehe. Maaf Naruto, aku harus buru-buru sampai rumah. Terima kasih atas informasinya yah." Temari pun berlari meninggalkan Naruto sendirian di jalan.

"Yo, sama-sama."

'pasti dia ingin cepat-cepat bertemu dengan suaminya'


Rumah Shikamaru dan Temari

"Tadaima"

"Yo, Okaeri." Shikamaru menghampiri istrinya yang baru saja datang. Dia melihat istrinya yang sepertinya habis terburu-buru. Melihat dari penampilannya yang sedang membawa sebuah kantung plastik, Shikamaru berpikir bahwa istrinya itu pasti habis dari berbelanja.

"Shikamaru, maaf. Aku belum sempat menyiapkan makan malam untukmu. Aku akan segera memasak makanan kesuakaanmu, jadi kau tunggu di ruang tamu saja yah." Sambil mengatur nafasnya, Temari meminta maaf kepada Shikamaru.

"Hey, kau terburu-buru sekali. Biar aku bawakan belanjaanmu ke dapur." Shikamaru mengambil kantung plastik yang digenggang oleh Temari. Kemudian tidak sengaja terlihat apa isi dari kantung itu. Ada ikan Saba dan beberapa bahan bumbu lainnya.

'Sepertinya malam ini aku akan makan makanan enak'


Ruang Tamu

Sambil menunggu sang istri selesai membuatkan makan malam, Shikamaru hanya duduk santai di dalam kotatsu sambil membaca beberapa kertas-kertas yang dia dapatkan dari beberapa rekannya selama dia berada di negeri besi.

Kertas itu adalah sebuah brosur dari bebrbagai desa yang berisikan mengenai tempat-tempat wisata dan beberapa ryoukan dan onsen. Ya, Shikamaru memang sangat genius sekali. Bahkan dia sempat-sempatnya meminta tolong kepada teman-temannya untuk membawakan brosur tersebut ketika ada pertemuan 5 kage di negeri besi agar dia tidak perlu repot-repot sendiri berkunjung ke beberapa negara untuk mendapatkan brosur-brosur itu. Seperti Darui, dia membawakan beberapa brosur tempat yang sangat terkenal dan bagus untuk dikunjungi di desa kumogakure, Choujuro, Kankuro, dan Kurotsuchi juga membawakan beberapa brosur yang tidak kalah bagusnya mengenai tempat-tempat terkenal dan bagus dari desanya masing-masing.

"Kau sedang membaca apa, Shikamaru?" Wanita bersurai pirang menghampiri sang suami yang sedang asyik memperhatikan beberapa kertas dan meletakkan makan malamnya di hadapan suaminya.

"Ah ini, aku sedang membaca beberapa brosur tempat terkenal yang bagus untuk di kunjungi di beberapa desa." Shikamaru menunjukkan sebuah brosur kepada sang istri.

"Aku sedang memikirkan tempat yang bagus untuk bulan madu." Mendengarkan apa yang suaminya katakana, Temari mencoba membaca beberapa brosur yang berserakan di atas meja kotatsunya selagi sang suami sedang memakan makan malamnya.

"Hmmm, aku rasa tempat di Kumogakure ini sangat bagus. Lihatlah." Temari menunjukkan brosur yang dia maksud kepada suaminya yang sedang asyik menyantap ikan saba buatannya.

"Ryoukan ini menyediakan menu special seperti steak khas Kumogakure. Bukankah itu sangat enak?" Ujar Temari dengan senyum ciri khasnya.

Shikamaru yang dimulutnya masih mengunyah makanan, buru-buru menelannya karena kaget dengan pilihan istrinya. "Jadi kau ingin makan steak disana? Tidak biasanya aku mendengarkan wanita ingin makan steak. Kau tidak takut berat badanmu naik? Ah tapi tidak apa-apa juga sih, aku memang menyukai wanita yang lebih berisi daripada yang kurus."

Wanita berambut pirang itu bingung dengan ucapan suaminya. Kenapa ia tiba-tiba berkomentar soal berat badannya.. "Hah? Kamu ini berbicara apa… aku berpikir kalau Chouji akan menyukainya kalau berbulan madu di sini."

"Chouji? Apa maksudmu sih?"

"Ah iya!" Temari teringat dengan undangan yang tadi siang diberikan oleh Chouji kepadanya "Tadi sebelum aku berangkat berbelanja, Chouji memberikan aku undangan pernikahannya."

Jadi alasannya itu mengapa dia memilih Kumogakure karena Chouji akan menyukainya kalau makan steak disana. Shikamaru hanya bisa menghela nafasnya "Dasar… aku merencanakan bulan madu untuk kita berdua, tahu…. Bukan untuk Chouji." Shikamaru hanya bisa facepalm karena salah paham ini. Mengapa terjadi lagi untuk yang kedua kalinya soal salah paham bulan madu di dalam kehidupannya.

Ya, sebelumnya memang pernah terjadi salah paham yang sama. Hanya saja itu terjadi sebelum pernikahan Naruto dan Hinata. Salah paham dimana Shikamaru meminta pendapat Temari soal bulan madu dan yang dikira wanita itu Shikamaru menanyakan hal tersebut karena untuk bulan madu mereka. Kemudian, Chouji menyarankan untuk mereka berdua sendiri saja untuk survey beberapa tempat, karena bulan madu memang lebih pantas didiskusikan oleh sepasang kekasih daripada sesame laki-laki bukan? Aneh saja jika Chouji dan Shikamaru pergi ke beberapa tempat untuk survey bulan madu. Nanti dikira orang-orang mereka gay.

Kemudian hening diantara mereka mengingat kejadian tersebut. Kejadian yang pastinya tidak akan mereka lupakan seumur hidup mereka. Bagaimana tidak, selama seharian Shikamaru harus memutar otaknya untuk mengatasi hal yang janggal dari diamnya Temari pada saat itu. Pikir Shikamaru itu semua adalah salah Chouji karena membuat mereka pergi bersama untuk survey bulan madu itu. Dan dia juga berpikir bahwa diamnya Temari adalah karena dia sedang marah dengannya.

Meskipun Shikamaru dikenal sebagai pria yang paling genius d Konoha, tapi dia gagal dalam memahami wanita seperti Temari. IQ 200 itu memang sangat merepotkan. Sedari awal ternyata diamnya Temari itu bukan karena marah, melainkan dia sedang memikirkan hal-hal yang sebenarnya sudah menjadi salah paham dari awal, yaitu dia mengira bahwa survey yang mereka lakukan adalah survey tempat untuk bulan madu mereka.

Jelas saja Temari berpikir seperti itu, karena pertama dia tidak mengetahui kalau Naruto dan Hinata akan menikah, dan yang kedua Shikamaru memang sebelumnya sudah janji kepadanya akan mengajaknya berkencan dan dia tidak habis pikir kalau bisa sampa-sampai mengajak bulan madu juga.

Setelah menjelaskan semuanya maksud Shikamaru mengajak dia untuk membantunya memilih tempat bulan madu yang ternyata itu untuk hadiah pernikahan Naruto dan Hinata, Temari langsung kesal dan marah sudah dibuat malu seharian oleh pria genius ini. Merasa sudah dipermalukan, tanpa basa-basi Temari mengamuk hingga akhirnya sebuah kibasan besar dari kipas raksasanya mengenai Shikamaru. Untung saja Shikamaru buru-buru minta maaf kepada Temari di hari berikutnya ketika Temari di Konoha karena membuat Temari salah paham soal bulan madu itu.

"He… Bulan madu untuk kita berdua ya…" Terlihat rona merah di wajah Temari. Shikamaru yang melihatnya hanya bisa salting saking imutnya sang istri kalau sudah memunculkan rona merah di wajahnya.

'pasti dia sedang mengingat kejadian salah paham waktu itu' ungkapan Shikamaru dalam hati.

"Memangnya kau ada waktu untuk melakukannya?"

"Aku untuk seminggu kedepan diberikan waktu untuk liburan oleh Rokudaime. Dia bilang aku butuh waktu untuk istirahat karena selama sebulan ini juga setelah kita menikah, aku justru malah terlibat dengan beberapa misi penting."

"Jadi begitu….Kalau begitu biarkan aku membaca semua brosur yang kau dapatkan itu."

Sambil menikmati santapan makan malam, mereka berdiskusi soal bulan madu yang akan mereka pilih itu. Di sela-sela diskusi itu juga Shikamaru bercerita tentang apa saja yang terjadi selama 3 hari di rapat 5 kage di negeri besi. Dia juga bercerita soal Gaara dan Kankuro yang hadir di acara itu. Tak hanya Shikamaru yang bercerita, Temari pun bercerita tentang apa saja yang terjadi di rumah selama Shikamaru tidak berada di Konoha. Mereka membicarakan semua yang terjadian sekaligus melepas rindu karena beberapa hari tidak bertemu.

"Temari, apakah ikan sabanya masih tersisa? Aku masih ingin makan."

"Ah, maafkan aku, aku hanya membuatkan makanan untuk porsi kita berdua saja karena kau pulang cepat juga. Lagi pula tidak biasanya kau makan banyak hari ini."

Shikamaru tidak bisa menyalahkan sang istri juga, karena dia tidak mengabarinya terlebih dahulu kalau dia akan pulang lebih awal. Kalau saja dia mengabari sang istri pasti dia akan membuatkan makanan yang lebih banyak. "Hmm, yasudah apa boleh buat." Shikamaru bangkit dari posisi duduknya dan menghampiri istri di hadapannya.

"Kau pasti belum mandi kan?" Tanya Shikamaru

"Memangnya kenapa?"

"Aku ingin menyantap makanan kesukaanku yang lainnya."

Temari bingung dengan ucapan Shikamaru "he? Apa maksudmu?"

Shikamaru hanya bisa facepalm. Kenapa istrinya ini terkadang membuatnya gemas kalau tidak mengerti maksud terselubungnya "Aku bilang, aku ingin menyantap makanan kesukaanku." Buru-buru pria bermarga Nara itu menarik lengan istrinya sampai membuat sang istri bangkit dari posisi duduknya di kotatsu.

"Hey, apa yang ingin kau lakukan." Temari berkata sedikit keras karena tak terima dengan tarikan kasar ke tangannya dari sang suami yang secara tiba-tiba.

"Ayo kita mandi bersama. Itu maksud aku…. Kamu ini yah, benar-benar menggemaskan kalau sedang clueless begitu." Tanpa basa-basi lagi, Shikamaru langsung merangkul dan menggendong sang istri dengan gaya bridal style.

"Ah.. tu-tunggu dul—"

"Memangnya kau tidak kangen dengan suamimu ini." Potong Shikamaru terhadap ucapan sang istri dan menatapnya dengan tatapan yang bagi Temari adalah tatapan nakal khas Shikamaru.

"Dasar, suami yang aneh." Temari hanya tertawa kecil karena ulah agresif sang suami dan balik merangkul lehernya.

BERSAMBUNG


Author's note:

Akhirnya Naruto Shippuden udah tamat juga yah. Di akhir-akhir animenya juga ShikaTema jadi so sweet gitu, dan aku baru tau ternyata Temari itu sedikit pemalu juga dan Shikamaru jadi agresif gitu sama Temari waktu mereka di acara pernikahan Naruto lol (Jadi aku rasa sekarang udah gak OOC lagi kalo buat fanfic yang Shikamarunya agresif dan Temari yang pemalu)

BTW, soal Shikamaru yang suka sama cewek yang lebih berisi itu beneran loh, ada di episode 107 Naruto yang masih kecil hahahaha

Dan buat yang belum nonton Boruto, disarankan untuk nonton deh, soalnya… SHIKADAINYA GANTENG BANGET :( *Author gak kuat liat dan denger suaranya yang seksi itu* *Author curhat gak penting*

Oh iya, saya sejujurnya masih bingung menentukan rating cerita ini, kayaknya untuk kedepannya bakalan ada adegan yang diatas 18 tahun deh, untuk cari aman makanya aku buat jadi rating M yah, mohon maaf T_T (mohon maaf juga covernya agak seksi) *author ditampol*

Terima kasih yang sudah membaca sampai selesai~

Mohon maaf kalau masih banyak kekurangan dan typo dalam penulisan.

Untuk kritik dan saran saya sangat memohon sekali agar saya bisa terus berkembang dalam pembuatan fanfic ini.

Regards,

Ninopyon


OMAKE

Yoshino Nara, ibunda Shikamaru yang sejam lalu baru pulang dari acara reuninya bersama teman-temannya sedang menunggu lama di di ruang tamu menunggu anaknya selesai mandi. Ketika sampai rumah dia sudah melihat ruang tamu masih berantakan dan terdapat banyak brosur-brosur serta piring-piring bekas makan. Tak hanya itu, ia juga mendengarkan suara aneh-aneh di kamar mandi.

'Shikaku, akhirnya anakmu sudah dewasa juga. Dan sepertinya aku harus cepat-cepat menyuruh mereka untuk memiliki rumah sendiri... sudah sejam lebih aku menunggunya selesai mandi tapi mereka belum selesai-selesai juga...' ya, Yoshino hanya bisa diam dengan apa yang terjadi di kamar mandi. Karena dia tidak ingin merusak waktu bermesraan anaknya dan istrinya.