Disclaimer: Masashi Kishimoto

Pairing: Sakura & Sasuke

Genre : Romance/Friendship

SAHABAT JADI CINTA

Author: Laura Pyordova

Warning: AU, OOC, OC, ABAL, Typo(s) dari sudut pandang Sakura.H

Summary: Apa aku salah menganggapmu lebih? Apa aku salah meminta kau hanya melihat dan memperhatikan aku saja? Apa sepasang sahabat cowok dan cewek tidak dapat berteman selamanya dengan adanya 'Cinta' diantara kita?

.

.

.

Chapter 2 telah hadir… ^^
Maaf lama updatenya. Hehehee. #dicekik.
Sekali lagi maafkan saya yang sudah menelantarkan fic abal ini.

Saia akan membalas ripiu dari teman-teman sekalian. ^^

~Michelle : Hehee. Iyah Say. ^^ Maaf sudah membuat kamu menunggu lama. :D Chapter dua sudah update nih. Jangan lupa RnR lagi ya.

~Sakamoto Suwabe susah login : Ini uda update Nee. RnR lagi ya. ^^

~Yoo : Belum pernah baca.? Syukur deh kalo gtu. Hehehe RnR lagi ya.

~sukoshi yuki: Makasih ya. Ini juga Karna Yuki makanya fic ini aku publish lagi. Makasih uda mendukung aku. ^^ RnR lagi ya dek.

~Noella Marsha : Makasih atas Ripiunya. RnR lagi ya. Dan Chapter dua uda update. ^^

~TamariUchiha Slight YuliHaruno : Apa fict saya sudah sesuai seperti yang anda inginkan.? Makasih atas saranya. RnR ya.

~light uchiha : Thx ^^ Chapter dua uda update. RnR lagi ya.

~Reivany UchiHaruno : Hehehee. Bukannya Vany juga bisa melihat dadanya Sasuke ya.? Khan di Naruto Shippudent dada Sasuke juga terespos. ^^a RnR lagi ya Dek.

Dilarang keras ngeFLAME..

Don't like, don't read

Don't like, don't read

BAGI YANG UDA BACA, BISA KO MENYAMPAIKAN UNEK-UNEK. :D

.

.

.

Enjoy Read

.

.

.

Semenjak Sasuke menolak mengajari aku berenang, aku dengan Sasuke semakin jarang bertemu. Memang sih dari kemaren-kemaren juga sudah tidak pernah lagi bertemu dengan dia. Dan sejak dia menolak mengajari aku berenang, aku menekankan pada diriku, buat apa mempunyai teman yang sombong seperti dia.

Bulan maret, ada tetangga baru di kompleks rumah kami dan mereka persis tinggal di sebelah rumahku. Mereka bermarga Yamanaka. Inoichi-jiisan sudah tidak memiliki istri sejak melahirkan putrinya. Inoichi-jiisan memiliki seorang putri yang menurut ku cantik. Namanya Yamanaka Ino.

Ino seangkatan dengan Sasuke di sekolah, tapi sebaya dengan aku. Ino sudah ku anggap sebagai kakak perempuan ku dan menjadi sahabat baik ku sejak dia tinggal di samping rumah ku. Aku dengan Ino sangat kompak. Kami saling berbagi satu sama lain. Banyak orang menganggap kami saudara kandung karena kekompakan kami. Dilihat dari sudut mana pun kami tidak mirip. Dari matanya, Ino memiliki mata berwarna aquamarine sedangkan aku berwarna emerald. Ino juga memiliki tubuh yang sangat ideal,walau pun bentuk tubuhku tidak beda jauh dengan Ino. Dan dari segi rambut apa lagi, sungguh sangat berbeda. Warna rambut yang dimiliki Ino kuning pucat dan selalu dikucir kuda layaknya barbie. Sedangkan warna rambutku, Ya seperti yang kalian tahu, sama dengan warna bunga musim semi Pink.

Ino tahu bahwa aku dengan Sasuke sangat dekat. Ino juga pernah bilang bahwa kami sangat cocok. Dan perkataan Ino membuat aku melambung tinggi dan aku pun mengharapkan kata-kata itu dari Ino. Jangan salahkan aku jika aku menharapkan pujian. Siapa sih yang tidak mau menjadi kekasih Uchiha Sasuke. Semua orang pasti mau.

Suatu ketika, aku hendak pergi ke minimarket yang dekat dengan kompleks rumah kami, tidak sengaja aku melihat Sasuke dan Ino jalan bersama. Aku yang melihat itu sangat shock.

Siapa sih yang tidak shock, jika kita memiliki teman yang bersikap dingin dengan kita tiba-tiba bisa begitu akrab dengan seorang wanita yang baru dia kenal..? Kalau dengan ku sikap Sasuke-kun sangat dingin. Berbeda sekali saat bersama Ino. Sikap Sasuke itu membuat aku cemburu.

Walau pun awalnya shock, aku berfikir positif karena tidak mungkinkan Ino berhiyanat denganku. Karena Ino juga tahu bahwa aku sangat menyukai Sasuke-kun. Dan mungkin saja Sasuke dan Ino pergi bersama untuk membeli bahan praktik karena merekakan satu sekolah di Konoha Junior High School. Aku iri karena tidak dapat sekolah bareng mareka. Kalau saja saat itu aku tidak sakit cacar, pasti aku tidak akan terlambat masuk sekolah setahun.

Semakin hari, aku melihat Sasuke dan Ino semakin dekat saja. Bahkan aku perhatikan Ino semakin sering datang berkunjung kerumah Sasuke. Aku tetap tidak berfikir yang aneh-aneh karena mereka berdua teman baikku.

Tapi tanpa di duga-duga saat aku pulang sekolah bersama Hinata dan Tenten karena jarak rumah kami tidak terlalu jauh dan tidak terlalu dekat. Saat kami berjalan, tiba-tiba Tenten bertanya denganku.

"Sakura, aku dengar dari anak sekolahan Sasuke dan Ino pacaran ya? Apa itu benar…?"

"Sepertinya benar Tenten-chan. Karena aku dengar dari Neji-niisan begitu."

Bukannya aku yang menjawab, malah Hinata yang biasa pendiam jadi semangat bercerita.

" Benarkah..? dari mana Neji tahu cerita itu..?"

"Kata Neji-nii sih, pernah Neji-nii melihat Ino memberikan Sasuke-san bento di kelas, Ino juga menyuapi Sasuke. Pernah juga saat itu Neji-nii kumpul bersama teman-temannya, Ino datang dan cium pipi Sasuke-san tiba-tiba di depan teman-temannya."

Aku yang mendengar itu terkejut dan juga merasakan sepertinya didadaku ada yang menancapkan pisau beberapa kali.

' Apa yang aku lihat selama ini benar..? Apa Ino menghiyanati ku..?'tanyaku di dalam hati

"Saku…kenapa kamu hanya diam saja..? Apa yang diceritakan Hinata itu benar ya..?" tanya Tenten lagi kepadaku.

"Tentu saja Tenten-chan. Gak mungkinkan Neji-niisan berbohong padaku."seru Hinata

"Sepertinya yang di katakan Hinata-chan benar." Kataku sambil tersenyum walau di hatiku sakit.

Sakit. Dadaku sangat sakit saat mengatakan kata-kata itu. Dikatakan cemburu juga memang benar. Aku cemburu karena orang yang aku sayang sudah menjadi milik orang lain. Tapi yang membuat aku lebih sakit, itu karena orang yang aku anggap kakak dan sahabat telah menghiyanatiku. Orang yang selama ini tempat ku untuk menuangkan keluh kesahku berhiyanat di belakangku.

Dan sepertinya, aku mulai percaya gosip itu melihat kedekatan Ino dan Sasuke-kun selama ini.

Sejak saat itu aku memutuskan, tidak akan mempercayai yang namanya SA-HA-BA-T. Sahabat itu hanya akan membuat sakit hati. Mulai saat itu juga,aku menghindar dari Ino dan Sasuke dan aku tidak akan mau berteman lagi dengan mereka.

Aku jadi berpikir, mungkin saja selama ini Ino mendekati aku, karena aku dekat dengan Sasuke-kun dan aku juga tau apa saja tentang Sasuke-kun. Baik itu yang disukai dan yang tidak disukai Sasuke-kun. Inopun memaanfaatkan persahabatan kami. Dia tega sekali menghianati aku demi mendapatkan Sasuke-kun.

~#SJC#~#SJC#~

Akhirnya yang aku tunggu-tunggu selama ini datang juga, sekarang aku akan bersekolah di Kubokawa Junior High School. Kenapa aku tidak masuk sekolah yang lebih terkenal seperti Konoha High School? Kalian pasti bertanya seperti itu. Baiklah aku akan menjawabnya. Aku bukannya bodoh atau semacamnya,aku mendapat nilai tertinggi kok, di sekolahku yang lama. Hanya saja aku tidak ingin bertemu dengan mantan sahabatku, itu saja.. Tidak ada yang lain. Kalau melihat mereka, aku jadi semakin menbenci mereka apa lagi melihat wajah Ino-pig itu. Membuat perutku sakit dan ingin muntah di wajahnya.

Ya semenjak itu juga aku menyebut Ino,Ino-pig.
Itu karena aku sangat membencinya.

Ternyata sekolah Kubokawa ini, tidak terlalu buruk juga. Disini aku mendapat banyak teman wanita dan juga sangat baik padaku. Aku juga satu sekolah dengan Hinata. Malah satu kelas lagi. Senangnya aku.

Aku sempat bertanya dengan Hinata. Kenapa dia tidak masuk sekolah Konoha High School? Bukannya niisannya bersekolah disana..?

Bukannya menjawab pertanyaanku, aku melihat wajah Hinata sudah memerah bagaikan kepiting rebus. Dan sikapnya itu membuatku terkikik geli melihatnya.

"Tidak dijawab juga gak apa-apa kok." kataku sambil tersenyum jahil

Hahahahahaha…aku pun tertawa dengan sangat keras karena melihat wajah Hinata yang semakin merah .

Kenapa aku menjahili Hinata..?
Karena saat memasuki gerbang sekolah, tidak sengaja aku melihat Hinata berjalan dengan seorang anak laki-laki berambut pirang bagaikan buah durian. Dan aku sudah tahu jawabannya. Mungkin saja yang jalan bersama dengan Hinata itu pacarnya melihat mereka berjalan sambil bergandengan tangan. Sedikit iri sih, saat temannya. Apa lagi teman kita sudah memiliki pacar, sedangkan kita belum.

~#SJC#~#SJC#~

Seminggu menghadapi MOS, membuat tubuhku pegal-pegal. Dan hari ini aku sudah sah menjadi siswa Kubokawa Junior High ..

Semoga aku menemukan belahan jiwaku yang sesungguhnya,

'Tapi.., apa benar aku sudah dapat melupakan Sasuke-kun di hatiku..?'tanyaku dalam hati,

Hufp….

'Ikan masih banyak kok di laut, begitu juga yang ada di darat. Asal kita mau berusaha,kenapa tidak..?
Semangat Sakura….!'
Seruku dalam hati menyemangati diriku sambil mengepalkan tanganku.

Semakin hari aku pun semakin mendapatkan banyak teman. Aku yang selama ini hanya mau berteman dengan Hinata saja mencoba untuk menerima mereka. Tidak baikkan menjauhi orang yang sudah mau berteman dan menerima kita apa adanya.

Seperti yang kalian tahu, aku duduk di kelas unggulan dan teman sebangkuku Hinata. Duduk sebangku dengan Hinata rasanya sangat menyenangkan. Hinata itu orangnya baik, berpikir dewasa, tidak pelit berbagi ilmunya kepada teman-teman, hanya saja bicaranya yang gagu membuat dia makin lucu dan dia juga tidak sombong. Walau pun dia dari kalangan atas, Hinata tidak pilih-pilih teman.

Hinata memiliki seorang kekasih yang hyperaktif yang bernama Uzumaki Naruto. Naruto itu sifatnya sangat bertolak belakang dengan Hinata. Kalau Hinata pendiam, Naruto ini banyak ngomong. Hinata sudah lama menyukai Naruto, hanya saja awal masuk sekolah inilah Naruto baru sadar bahwa dia memiliki perasaan kepada Hinata. Dan akhirnya pun mereka jadian.

Di depanku, duduk seorang gadis yang menggunakan kacamata minus Karin namanya. Walau pun menggunakan kacamata minus, tapi itu tidak mengurangi kecantikannya. Karin ini memiliki rambut yang panjang sepunggung dan warna rambutnya merah marun. Karin juga sama baiknya dengan Hinata. Awal aku kenal dengan Karin pada saat MOS.

FLASHBACK

Saat melaksanakan MOS, kami dibagi jadi beberapa kelompok. Permainan yang kami mainkan pada saat itu lomba lari estafet. Saat itu giliranku untuk lari karena aku kurang kencang mengikat tali sepatuku, akupun menginjak tali sepatuku. Walaupun aku sudah jatuh kelompok kami tetap menjadi juara.

Aku merasakan sakit di kaki kananku karena memaksakan untuk berlari kencang. Aku yang melihat darah sudah mengalir dari lututku jadi panik. Bagaimana tidak panicksaat membayangkan kaasan kita marah karena kecerobohan kita. Saat itulah Karin datang membantu membersihkan lukaku. Hasil kerja Karin sangat rapi berbeda sekali dengan hasil kerjaku yang berantakan.

"Kalau kita punya luka,jangan dibiarkan nanti bisa inveksi loh. Setidaknya dibersihkan dengan air bersih." Ucapnya sambil membersihkan lukaku.

"Ngg…" Aku tidak bisa menjawab perkataannya karena merasakan pedih di lukaku yang dibersihkan Karin.

" Sudah.." katanya lagi sambil mengakhiri pekerjaannya.

"Terima kasih Ng…"

"Karin.." Sahutnya saat aku bingung memanggil dirinya.

"Akukan teman sekelompokmu saat lomba tadi. Masa sih lupa sama teman kelompoknya sendiri." Kata Karin sangat jengkel padaku.

"Maaf. Tadi aku kurang memperhatikan." Kataku malu karena tidak memperhatikan teman kelompokku.

Aku dan Karin pun berteman.

EndFlashback

Karin memiliki sifat yang tidak jauh berbeda dari Hinata hanya saja Karin ini cerewet dan pemberani. Awalnya aku mengira bahwa Karin itu pemalu dan pendiam ternyata aku salah besar. Aku pun berpendapat bahwa tidak baik menilai orang dari penampilannya saja. Selagi dia mendekati kita, kita juga harus mengulurkan tangan kita agar kita saling mengenal satu dengan yang lainnya. Sedikit tambahan saja ya. Mencari musuh itu lebih mudah dari pada menjadi teman.

Punya teman seperti mereka sudah cukup membuat aku melupakan sejenak masalahku. Yang penting aku sudah cukup senang memiliki mereka.

.

.

.

.

.

T.B.C

Pendek ya.? Sengaja. :P #Digebukin. Heheee
tapi gimana minna.? Semakin hancur ya.?
Sekali mangapkan saya. #berojigi.

Thanks sudah mau baca fict yang abal ini. Bersediakah minna meninggalkan…

R

.

E

.

V

.

I

.

E

.

W