"Kiss Note"
Cast : Kim Seok Jin and Kim Tae Hyung (V) BTS and all BTS member
Author : Me
Genre : fluff
Rate : PG, T
Thanks buat yang udah review :)
Maaf kalo update-nya lama
Me : Ini couple dari BB baru, Bangtan Boys. Hope you like it, guys J
.
.
.
HAPPY READING~
.
.
.
Chap 2
.
.
.
.
Seminggu telah berlalu sejak kejadian Rap Monster mencium Taehyung. Rap Monster bersikap seperti biasa seolah tidak terjadi apa-apa. Tapi itu memang yang ia rasakan, bahkan ia dalam keadaan tidak sadar saat mencium Taehyung waktu itu. Dan ia pun tidak memiliki perasaan khusus apapun pada member termuda kedua itu.
Berbeda dengan Taehyung, ia terlihat menjauhi Rap Monster. Sedikit menjaga jarak dari leader Bangtan Boys itu. Seperti saat ini. Ia meminta Jin untuk bertukar tempat dengannya saat ia harus duduk di samping Rap Monster.
"Jin hyung, ku mohon, please". Dengan wajah memelas Taehyung memohon kepada Jin. Ia juga mendekapkan kedua telapak tangannya. Memintanya dengan puppy eyes ataupun aegyo yang dimilikinya. Tidak ada yang bisa menolak permintaan Taehyung jika ia sudah mengeluarkan aegyo miliknya. Oleh karena itu ia memiliki julukan, Aegyo King.
"Baiklah"'
Jin mengelus pucuk kepala Taehyung lembut. Perlakuan itu sukses membuat tubuh Taehyung serasa dialiri sengatan listrik. Tapi Taehyung menyukai perasaan itu. Taehyung memasang senyum lebarnya. Setelah itu ia segera bertukar tempat dengan Jin.
"Segera bersiap-siap. Kita akan mulai syuting lima menit lagi" ucap seorang PD yang sudah duduk di kursinya.
"Baik" jawab member Bangtan Boys dengan kompak.
.
.
.
= = =TaeJin/JinTae= = =
.
.
Syuting telah selesai, mereka semua melakukan yang terbaik. Tak salah mereka mendapatkan julukan The Hottest Rookie 2013. Dan kini seluruh ember Bangtan Boys sudah kembali di dorm. Hoseok dan Jungkook merebahkan tubuh mereka di atas sofa. Sedangkan Rap Monster ia segera masuk ke kamarnya. Jin lebih memilih untuk mandi. Suga, Taehyung dan Jimin segera menuju dapur karena perut mereka yang terus saja berteriak kelaparan.
"Huft, tidak ada bahan makanan apa pun" desah Jimin ketika ia membuka kulkas. Alhasil, ia hanya mengambil sebotol air mineral dan satu kaleng susu pisang yang tersisa di dalam sana.
"Ramyun pun tak ada?" tanya Taehyung. Ia menangkupkan dagunya diatas kedua telapak tangan.
"Tidak ada". Jimin membuka kaleng susu pisangnya dan mulai meminumnya.
"Aish, baiklah. Taehyung, ayo temani aku. Kita harus belanja sekarang juga" ucap Suga dengan tegas. Ia segera bangkit dari posisi duduknya.
"Yang lain saja, hyung. Aku lelah" Taehyung menyenderkan kepalanya diatas tumpuan kedua tangannya. Ia memejamkan matanya.
"Tidak bisa. Bulan ini kan jadwalmu dan Suga hyung" protes Jimin cepat.
"Benar kata Jimin. Ayo cepat. Bukankah kau juga sudah lapar?" Suga menarik tangan Taehyung yang sedang dijadikan tumpuannya untuk menyenderkan kepala.
"Baiklah".
Dengan malas-malasan Taehyung bangkit dari duduknya. Ia memasang tampang kesalnya. Mempoutkan bibirnya dan menggembungkan pipinya. Berjalan pelan mengikuti langkah kaki Suga. Mereka meninggalkan dapur dan berjalan menuju kamar untuk mengganti pakaian mereka terlebih dahulu.
.
.
.
= = =TaeJin/JinTae= = =
.
.
.
Cklek
Taehyung memutar kenop pintu kamar mandi yang bercat putih. Ia membuka dengan santainya tanpa memperdulikan bahwa ada suara percikan air yang berasal dari dalam sana. Ini sudah jadi kebiasaannya memasuki kamar mandi tanpa mengetuknya ataupun bertanya terlebih dahulu. Lagipula Taehyung berpikir mereka semua memiliki gender yang sama, jadi untuk apa malu dan mereka pun sudah seperti keluarga.
Namun ketika pintu baru terbuka sedikit, tangannya berhenti seketika. Memori otaknya mengingat lagi kejadiaan saat Rap Monster menciumnya.
'Oh tidak, bagaimana jika itu Namjoon hyung?'
Pikirannya mulai melayang-layang. Ia masih canggung untuk berhadapan dengan Rap Monster secara langsung.
"Masuk, tidak, masuk, tidak, masuk, tidak—" gumam Taehyung.
Tangannya masih memegang kenop pintu. Ia ragu untuk masuk, tapi bagaimana pun ia harus menghapus riasannya terlebih dahulu sebelum belanja. Riasannya terlalu tebal untuk pergi ke sebuah supermarket, apalagi eyeliner yang selalu menghiasi matanya. Ia sibuk berkutat dengan pikirannya.
Tanpa ia sadari, pintu kamar mandi kini telah terbuka lebar dan tangannya pun tidak lagi memegang kenop pintu putih tersebut. Ia melamun. Ekspresinya datar dan tatapannya kosong. Ya, ekspresi yang sering ditunjukkannya.
"Tae?" panggil Jin sambil mengibas-ngibaskan tangannya di hadapan Taehyung. Wajah Taehyung saat ini sangat lucu menurutnya. Ya ia akui semua ekspresi Taehyung memang begitu lucu dan imut.
"Ah, Jin-hyung!" pekik Taehyung. Ia terkejut dengan kehadiran Jin di depannya ini. Rambut coklat yang terlihat basah itu ditutupi oleh handuk kecil putih.
"Omo!" lagi-lagi Taehyung memekik.
Ia terkejut saat matanya melihat Jin yang saat ini sedang topless. Tubuh itu bersih, besar dan lumayan kekar. 'Astaga, apa yang aku pikirkan' batin Taehyung.
"Ada apa, Tae?" tanya Jin. Ia mengikuti pandangan Taehyung yang ternyata sedang memandang tubuh topless-nya. 'Astaga, anak ini masih terlalu kecil dan polos' batin Jin.
Mereka berdua pun terdiam sejenak. Sebelum akhirnya sebuah teriakan menyadarkan mereka berdua.
"Taehyung-ah, cepat! Kami sudah kelaparan" teriak Jimin dari dapur.
Ketika mereka tersadar dari lamunan, kedua pria yang memiliki jarak usia 3 tahun itu menggaruk kepala bagian belakang. Wajah Taehyung tersipu malu, sedangkan Jin sedikit canggung karena ia tidak ingin kepolosan member kesayangannya ini tercemar.
"Lebih baik kau segera ganti baju, Tae".
Jin melepaskan rasa canggungnya dan menepuk bahu Taehyung pelan. Sementara Taehyung menjawabnya hanya dengan anggukan.
.
.
.
= = =TaeJin/JinTae= = =
.
.
.
"Aish, kenapa anak itu lama sekali?" gerutu Suga.
Ia melirik arloji hitam yang melingkari pergelangan tangan kanannya. Sudah lima belas menit ia menunggu Taehyung di ruang tengah. Tapi kehadiran pria berambut coklat keemasan itu belum tampak juga.
"Mungkin Taehyung-hyung tertidur di kamar mandi, hyung" jawab golden maknae Jungkook dengan asal.
"Aku tidak sepertimu yang tertidur dimana pun" suara Taehyung pun terdengar sontak membuat kedua orang yang sedang duduk di ruang tengah menoleh kearahnya.
"Mungkin saja kau tertular olehku, hyung"
"Akhirnya kau datang. Cepat kita belanja, aku sudah lapar" sela Suga cepat sebelum kedua maknae itu berdebat panjang. Kedua maknae Bangtan Boys memang sangat dekat tetapi mereka pun sering beradu argumen.
"Hyung, aku titip soju ya" canda Jungkook disertai senyum lebar dari bibirnya.
"Tidak akan. Kau masih terlalu kecil maknae!" ucap Taehyung dengan penekanan pada kata 'maknae'.
"Kau pun maknae kedua, hyung. Lagipula aku hanya bercanda saja"
"Sudah-sudah, nanti akan aku belikan satu truk soju untuk kalian berdua". Suga yang sedang memakai sepatu kets miliknya pun menghentikan perdebatan kedua maknae yang sama-sama masih kecil itu dengan gurauan.
Gurauan Suga dibalas tawa oleh kedua maknae Bangtan Boys tersebut. Setelah berpamitan Taehyung dan Suga segera berjalan menuju supermarket terdekat.
.
.
.
= = =TaeJin/JinTae= = =
.
.
.
Taehyung mendorong troli belanjaan mereka menuju bagian sayur-sayuran. Sementara Suga mengecek list apa saja yang harus dibeli oleh mereka. Mereka berdua tersenyum simpul saat melihat beberapa fans mereka yang sedang memotret. Tidak banyak, jumlahnya tidak sampai 10 orang. Mungkin mereka sasaeng fans. Wajar saja mereka masih grup baru. Tapi tetap saja kegiatan itu sedikit mengganggu. Mungkin mereka sasaeng fans.
"Taehyung-ah, menurutmu mana sayuran yang bagus?" tanya Suga saat mereka telah sampai di bagian sayur-sayuran.
Taehyung hanya mengangkat kedua bahunya. Ia tidak pandai memasak, bahkan sangat sangat tidak pandai. Lagipula itu bukan tugasnya. Bukankah tugasnya mencuci baju?
"Astaga, aku salah mengajakmu kesini. Kau sama sekali tidak bisa memasak."
Suga menepuk jidatnya pelan. Kesalahan besar untuk mengajak Taehyung berbelanja. Pertama, ia tidak mengerti tentang masak-memasak. Dan kedua, ia akan meminta untuk dibelikan banyak cake.
"Benar sekali, harusnya aku di rumah bersama Jin hyung" gumamnya tanpa disadari. Ia memasang wajah sinisnya, yang tidak terlihat sinis sama sekali dan justru terlihat imut.
"Jin hyung?"
Suga menautkan kedua alisnya. Kemudian ia menyeringai. Ia sudah menyadari kalau Aegyo King Bangtan Boys ini jatuh cinta dengan sang visual.
"Eung.. Ti-tidak. Kau mungkin salah dengar, hyung" bantah Taehyung dengan terbata-bata.
"Aku rasa telingaku masih bisa mendengar dengan baik."
"Tidak, kau salah dengar, hyung"
Taehyung menutupi rasa gugupnya dengan mengambil asal sayuran yang tersedia disana lalu memasukkannya ke dalam troli. Ia pun mendorong troli mereka ke bagian lainnya.
"Dasar anak itu" gumam Suga. Ia pun mengikuti langkah Taehyung.
.
.
.
= = =TaeJin/JinTae= = =
.
.
.
'Kiss Note'
Jin melihat buku berwarna pink terselip di bawah bantal milik Taehyung. Ia bepikir apakah buku ini milik Taehyung. Jemarinya membuka buku tersebut. Ia hanya menemukan sebaris kalimat bertuliskan 'I hate you, Rap Monster'.
Ia tersenyum simpul, kemudian mengembalikkan buku tersebut ke tempat semulanya. Mungkin itu hanya note biasa milik Taehyung, pikirnya. Namun sangat lucu mengingat note tersebut berwarna pink. Karena seingatnya Taehyung tidak terlalu menyukai warna pink seperti dirinya.
.
.
.
= = =TaeJin/JinTae= = =
.
.
.
"Yoongi hyung~" Taehyung memanggil Suga kali ini dengan nama aslinya dan dengan nada manja.
"Kau ingin apa?" tanya Suga dengan to the point. Jika Taehyung sudah mengeluarkan aegyo -nya itu pertanda pria imut itu ingin meminta sesuatu hal.
"Belikan aku cake itu"
Jeri telunjuk Taehyung menunjuk sebuah cake dengan tumpukkan strawberry di atasnya.
Suga berpikir sejenak. Kemudian sebuah ide usil terpikir olehnya. "Aku akan belikan, tapi kau harus bercerita dulu kepadaku tentang perasaanmu terhadap Jin hyung".
Taehyung membeku seketika. Ia begitu menginginkan strawberry cake tersebut, tapi apakah ia harus memberitahukan perasaanya kepada orang lain.
"Bagaimana?" tanya Suga yang kali ini disertai dengan senyuman jahilnya.
"Aish, baiklah hyung. Nanti saja aku ceritakan di dorm" jawab Taehyung cepat. Ia pun segera mengambil strawberry cake yang diinginkannya dari dalam lemari pendingin penyimpanan cake tersebut. Kemudian ia segera melangkahkan kakinya menuju kasir.
"Ya! Taehyung, kau berhutang cerita padaku"
.
.
.
= = =TaeJin/JinTae= = =
.
.
.
Wangi aroma masakan tercium dari dapur ketujuh pria tampan yang menamai diri mereka Bangtan Boys. Dua orang pria telah menyelesaikan masakan mereka dan menatanya di atas meja makan.
"Yeay! Makan!" teriak Jimin, Jungkook dan Taehyung secara bersamaan.
"Ya! Tiga maknae, apakah kalian tidak pernah makan?" tanya Hoseok yang sedang melepaskan apron biru yang dikenakannya. Sementara ketiga orang termuda di grup itu malah tertawa.
"Kenapa mereka kompak sekali seperti itu?" gumam Rap Monster yang diangguki oleh Suga, Hoseok dan Jin.
"Sudah, sekarang waktunya makan" kali ini Jin yang bersuara.
"Benar, setelah itu kita tidur. Besok kita harus latihan lagi untuk comeback" lanjut Rap Monster.
Ketujuh member Bangtan Boys kini telah menghabiskan seluruh makanan yang tersaji di atas meja makan tanpa sisa. Sepertinya mereka amat dan sangat kelaparan.
"Tae tae-ya, ingat kau berhutang cerita padaku" bisik Suga kepada Taehyung.
.
.
.
= = =TaeJin/JinTae= = =
.
.
.
Taehyung memakan strawberry cake miliknya dengan lahap sambil bercerita kepada Suga. Mereka berdua sedang terduduk di ruang tengah dorm, sementara yang lainnya sudah terlelap dalam mimpi mereka masing-masing.
"Ternyata firasatku benar kau menyukai Jin hyung" Suga tersenyum bangga yang membuat matanya hanya terlihat segaris saja.
"Salahkah aku, hyung?" tanya Taehyung dengan serius kali ini.
"Entahlah aku pun tak yakin, tapi ku rasa itu bukan sebuah kesalahan. Rasa itu tumbuh dengan sendirinya, bukan?"
Suga memang benar-benar sosok yang sangat diandalkan untuk menjadi tempat curhat. Biasanya curhatan yang sering di dengarnya akan ia tulis menjadi sebuah lirik lagu.
"Benar, hyung. Aku bahkan tidak mengerti mengapa aku bisa mencintai Jin hyung"
"Mencintai seseorang itu tidak memperlukan alasan. Dan itu tandanya kau mencintainya dengan tulus" sebuah senyum manis Suga mengakhiri kalimatnya tersebut.
"Sekarang lebih baik kita tidur, besok kita harus berlatih keras untuk comeback" lanjut Suga. Ia menepuk pundak Taehyung pelan seraya tersenyum, membuat Taehyung yang melihatnya pun tersenyum.
"Baik, hyung". Taehyung menganggukkan kepalanya, kemudian membereskan sampah yang dihasilkannya.
Tanpa keduanya sadari, sekitar lima menit yang lalu sosok yang mereka bicarakan mendengarkan perbincangan mereka berdua. Niat awalnya ia hanya ingin mengambil air mineral dan ke kamar mandi saja, namun saat mendengar namanya disebutkan ia segera mengintip ke sumber suara tersebut.
'Apakah Taehyung benar-benar mencintaiku?' pikir pria tampan itu.
.
.
. = = =TaeJin/JinTae= = =
.
.
.
Taehyung memasuki kamarnya dengan langkah pelan, ia takut membangunkan yang lainnya. Ia melihat kasur Jin yang kosong. Kemana Jin hyung – pikirnya. Ia pun heran dengan seprai kasurnya yang sudah berganti. Seingatnya ia tidak mengganti seprai kasurnya. Namun ia tidak mengambil pusing masalah tersebut. Justru ia merasa beruntung karena tidak perlu bersusah payah lagi untuk mengganti seprainya.
Ia menaiki tangga kasur tersebut. Ia menepati bagian atas. Jemarinya mengambil note yang terselip di bawah bantalnya. Membuka halaman kedua yang masih kosong, mengambil sebuah lipstik pink yang terdapat di samping note tersebut.
'Terima kasih Suga hyung atas cake-nya' ia berpikir sejenak, kemudian tersenyum dan kembali menuliskan kata-kata di atas kertas pink tersebut. 'Dan terima kasih juga sudah mendengarkan curhatanku ^^'
Taehyung meletakkan note berserta lipstik itu kembali ke tempat semula. Ia memejamkan kedua kelopak matanya sambil menangkupkan kedua telapak tangannya. Setelah menyelesaikan doanya, ia memeluk guling kesayangannya lalu memejamkan lagi kedua matanya.
.
.
.
= = =TaeJin/JinTae= = =
.
.
.
"Taehyung-ah"
Tok.
Tok.
Tok.
Suga berdiri di depan kamar Taehyung dan Jin. Matanya masih terpejam. Ia mengetuknya beberapa kali.
"Masuk saja, aku tidak menguncinya" jawab Taehyung malas. Ia baru saja memejamkan mata, tetapi ketukan pintu sudah terdengar saja.
Tok.
Tok.
Tok.
"Aish" dengan kesal Taehyung turun dari kasurnya dan beranjak membukakan pintu kamarnya. Ia mempoutkan bibir pink-nya dengan imut.
Ia memutar kenop pintu dengan cepat. Ia sudah mengantuk dan ingin cepat-cepat tidur. Terlihat Suga dihadapannya yang kali setengah terpejam mendekatinya.
"Ada ap—" kejadian yang sama dengan seminggu yang lalu terulang kembali. Ini seperti dejavu tapi dengan seseorang yang berbeda.
Bibir Suga kini menyentuh lembut bibirnya. Astaga. Dengan cepat Taehyung menyingkirkan Suga dari hadapannya. Ia mengelap bibirnya dengan punggung tangan. Suga tersungkur di depan pintu. Namun dengan cepat Suga bangkit dan ia kembali sadar.
"Kenapa aku ada disini?" tanya Suga. Ia pun kebingungan melihat Taehyung yang menatapnya canggung sekaligus sinis sambil mengusap bibirnya dengan punggung tangan.
"Kau kenapa, Tae?" tanya Suga lagi dengan santai.
Taehyung hanya diam mematung. Bingung. Mengapa Suga bisa sesantai ini setelah menciumnya tadi?
"Sebaiknya kau cepat tidur, ini sudah larut malam" ucap Suga dan kemudian beranjak menuju kamarnya kembali.
Taehyung merasa ada yang aneh. Ada yang janggal. Mengapa semua kejadiannya sama seperti saat Rap Monster menciumnya. Ia mengusak rambutnya pelan. Ia terlalu bingung dengan semua ini.
Kini kaki Taehyung melangkah menuju kamar mandi. Lagi-lagi ia harus membersihkan bibirnya yang sudah ternodai. Baru beberapa langkah kaki, tiba-tiba ia menyadari ada seseorang yang mematung tepat di sudut ruangan.
Seseorang dengan rambut coklat dan tampan.
'Astaga! Apakah Jin hyung melihat semuanya?' batinnya.
.
.
.
=== TBC===
Mind to give review?
