"Kiss Note"

Cast : Kim Seok Jin and Kim Tae Hyung (V) BTS

Author : You (Khusus prolouge yang buat eonni saya)

Genre : fluff

Rate : PG, T

.

.

Annyeong! Ada yang nunggu ff ini?

Maaf ya baru update, kemarin ide saya stuck sesaat gara-gara insiden kiss Vhope di Channel Bangtan ep. 4 :)

Gak kok, aku suka moment itu, lucu banget. ㅋㅋㅋ

Tapi emang ide saya stuck sesaat. Sekali lagi maaf ya untuk update yang lama. Dan maaf juga kalo ceritanya malah aneh.

Ok, cue!

.

.

-HAPPY READING- (V_V)

.

.

.

Chap 3

.

.

.

Happy Reading~ ^^

.

.

.

Hening. Hanya bunyi dentingan jam yang terdengar, beradu cepat dengan detakan jantung pemilik rambut coklat keemasan itu. Taehyung terpaku, tatapan matanya yang kosong menatap sosok Jin yang juga sedang menatapnya. Mereka berdua terdiam. Waktu terus saja berjalan, belum seorang pun yang menyadarkan mereka saat ini.

"Ehm, Taetae-ya" Pria yang lebih tua akhirnya mulai mengeluarkan suara, memecah keheningan di ruangan tersebut. Ia berjalan mendekati Taehyung.

Taehyung sedikit tersentak, ia kembali ke kesadarannya. Ia merasa canggung sekaligus takut. Takut, jika ternyata Jin memang melihat kejadian semuanya.

"Kenapa kau belum tertidur? Ini sudah tengah malam, dan besok kau harus sekolah. Sebaiknya sekarang cepat tidur"

Kini Taehyung bingung, Jin bersikap seolah tak melihat semuanya. Kedua matanya membulat, melihat Jin dengan pandangan bingungnya.

"Ya! Blank Tae. Kenapa kau diam saja, eum? Kau tidak sakit kan?"

Jin meletakkan punggung tangannya di dahi Taehyung, setelah sebelumnya ia mengais poni yang menutupi dahi Taehyung. Memeriksa suhu badan Taehyung, cukup hangat. Namun, masih dalam suhu yang wajar.

Taehyung tersentak, sedikit kaget dengan apa yang dilakukan oleh Jin. "Aku baik-baik saja, hyung" jawab Taehyung setelah kesadarannya kembali.

"Baguslah kalau seperti itu. Ayo, kita ke kamar"

Jin menggenggam jemari milik dongsaeng yang paling dekat dengannya itu. Lagi, Taehyung seperti merasakan sengatan listrik mengaliri tubuhnya. Skinship dengan Jin terasa berbeda dibandingkan dengan yang lainnya. Jantungnya akan berdebar dua kali lipat dari yang biasanya. Ia menyukai perasaan itu.

Taehyung melirik ke arah Jin. Jin yang merasa diperhatikan pun menolehkan pandangannya, ia tersenyum melihat Taehyung yang diam-diam tengah memperhatikannya.

"Aku tahu kalau aku ini tampan" ujar Jin sembari memamerkan senyumnya.

Taehyung mengerucutkan bibirnya. "Tetapi, aku lebih tampan darimu" balasnya dengan nada irinya. Ia memutar bola matanya malas. Jin begitu narsis, walaupun ia tahu jika itu adalah kenyataan.

Cklek.

Jin memutar kenop pintu kamar mereka dengan tangan kirinya, karena tangan kananya masih dengan setia menggenggam jemari Taehyung.

"Ah, hyung" panggil Taehyung sebelum ia menaiki kasurnya.

"Ada apa?" Kini Jin melepaskan tautan tangan mereka. Membuat Taehyung sedikit kecewa atas perlakuan tersebut.

"Apa kau tadi melihat Suga hyung –menciumku—?" tanya Taehyung. Ia tidak mengucapkan kata 'menciumku', hanya di dalam hatinya saja.

"Suga hyung? Bukannya terakhir kali ia mengobrol denganmu?" tanya Jin balik. Ada sedikit perubahan dengan nada bicaranya.

"Iya sih" Taehyung menggaruk lehernya yang tidak gatal. Ia bingung bagaimana harus menanyakannya.

"Ya sudah, sekarang lebih baik kau tidur" Jin berjalan menuju kasurnya, lalu merebahkan tubuhnya.

"Hyung" panggil Taehyung lagi.

Namun kali ini panggilan Taehyung hanya dijawab oleh gumaman. Taehyung menyiapkan pertanyaan lagi kali ini. Entah kenapa sifatnya berubah seketika, ia biasa bertanya spontan tapi kali ini ia memikirkannya berkali-kali dahulu.

"Hyung~" kali ini dengan nada sedikit merajuk. Sedikit kesal karena panggilan yang sebelumnya hanya dijawab dengan gumaman saja.

Taehyung menengok ke arah kasur yang berada di bawahnya. Lengan kanannya memeluk boneka lion kesayangannya, sedangkan tangan kirinya ia gunakan untuk mengetuk-ngetuk kayu ranjangnya ini.

"Ne, dongsaeng manis-ku. Ada apa, eoh?"

Jin menjawab panggilan Taehyung dengan nada lembut yang dibuat-buat olehnya. Jawaban Jin itu sukses membuat kedua pipi Taehyung bersemu merah, dan membuat cherry pink miliknya mengulum senyuman manis.

'Ugh, kenapa aku menjadi seperti wanita? Kau sukses membuatku gila, Seokjin hyung' batin Taehyung.

"Hei, kenapa sekarang kau malah diam?"

Tanpa disadari oleh Taehyung yang sibuk merona dan berkutat dengan pikirannya, Jin kini telah duduk di pinggiran kasur Taehyung.

Taehyung sedikit kaget saat melihat Jin sudah ada dihadapannya kini. Ia mencoba mengendalikan perasaanya, terutama tingkahnya saat ini. Ia malu, ia seorang pria bukan wanita.

"Ah. Aniyo. Aku hanya ingin bertanya" akhirnya setelah beberapa detik ia terdiam, ia pun bersuara.

"Kau mau tanya apa?"

"Mmm, apa hyung tadi melihat sesuatu yang aneh antara aku dan Suga hyung?" tanya Taehyung dengan ragu-ragu. Ia sedikit harap-harap cemas akan jawaban Jin nantinya.

Jin berpikir sejenak. Ia mengingat kejadian antara Suga dan Taehyung yang terekam oleh matanya. Pertama, mereka berdua duduk di ruang tengah dan bercerita. Kedua, Suga menyuruh Taehyung untuk tidur. Tidak ada yang aneh. "Tidak. Memangnya apa yang kalian lakukan?"

Senyuman manis mengembang di wajah Taehyung. Ia lega atas jawaban Jin. "Kami tidak melakukan apa-apa. Aku hanya bercerita kepadanya karena Suga hyung telah membelikanku strawberry cake".

"Bercerita tentang apa?" tanya Jin dengan antusias.

Oops, Taehyung menutup mulutnya dengan telapak tangan. Astaga, ia hampir saja membeberkan semuanya. "Mmm, bukan apa-apa, hanya seputar lirik lagu" bohong Taehyung kali ini.

"Benarkah?"

Jin mendekatkan wajahnya ke wajah pria imut di depannya ini, berniat untung menggodanya. Jarak mereka kurang dari 10 centimeter kini.

Taehyung mengangguk-anggukkan kepalanya cepat. Menutup kedua matanya. Ia merasa gugup sekarang. Sial, wajahnya semakin memanas.

Ttak.

Jin men-ttakbam dahi Taehyung yang ditutupi oleh poni berwarna coklat keemasan.

"Ah!" pekik Taehyung. Ia membuka kedua bola matanya. Di lihatnya Jin sedang tertawa kecil.

"Ugh, jangan menertawakanku hyung" Taehyung mempoutkan bibirnya lucu.

Jin tertawa lebih keras karena mendengar rajukan Taehyung. Ia mengacak-acak rambut coklat keemasan milik Taehyung dengan tangan kanannya.

"Stop it, hyung!" rajuk Taehyung.

"Okay. Sekarang waktunya tidur"

Jin merapihkan rambut Taehyung yang tadi diacak-acak olehnya. Jemarinya menyisiri rambut Taehyung dengan lembut. Sementara itu Taehyung termangu, kembali dengan ekspresi Blank Tae miliknya.

Setelah sudah cukup rapi, Jin mengais poni Taehyung. Mendekatkan wajahnya dengan ke dahi Taehyung. Bibir penuhnya mengecup dahi Taehyung dengan lembut. "Good Night, Tae" bisik Jin.

= = =TaeJin/JinTae= = =

.

.

.

Everybody say NO!'

Ketujuh pria membuat pose akhir dari sebuah lagu. Setelah itu musik pun berhenti mengalun. Mereka mengucapkan 'terima kasih' sambil membungkukkan badan mereka. Penampilan comeback pertama mereka hari ini usai sudah. Semua berjalan lancar dan menyenangkan. Banyak fans yang menonton mereka dan meneriakkan fanchant.

"Kamsahamnida" ucap ketujuh pria itu serempak, menundukkan badan mereka. Mereka menuruni panggung dan berjalan menuju backstage. Melewati beberapa fans yang meneriakkan nama mereka. Mereka pun tersenyum manis mendengarnya sambil melambaikan tangan. Salah seorang yang mengenakan bandana melakukan gwiyomi. Yang tentunya semakin membuat teriakan bertambah histeris.

Manager dan beberapa stylish yang menunggu mereka di pinggiran panggung pun bergegas mendekati ketujuh member group Hip Hop yang sedang naik daun itu. Beberapa coordi noona menyeka keringat yang membasahi ketujuh wajah tampan itu. Setelah dirasa cukup, mereka semua berjalan menuju ruang tunggu yang sudah disediakan oleh stasiun tv tersebut.

Cklek.

Pintu bercat putih dengan sebuah kertas bertuliskan "Bangtan Boys" dalam Hangeul terbuka. Ruangan bernuansa putih yang dipenuhi cermin dan beberapa barang milik sang penghuni ruangan yang tercecer dimana-mana.

"Ah, lelahnya"

Rap Monster mendudukkan dirinya di sofa putih berukuran sedang. Ia melepas kacamata hitam yang bertengger di hidungnya. Salah seorang coordi noona kembali mendekatinya dan menyeka keringat yang masih tersisa.

Begitu pula dengan keenam yang lainnya, mereka mengistirahatkan tubuh mereka sejenak. Setelah tadi melakukan pre-recorded untuk penampilan comeback pertama mereka. Seperti biasa, koreografi mereka sulit bahkan terlampau sulit dalam Concept Trailer milik mereka.

Hanya sejenak mereka terdiam, sekitar 15 menit kemudian kembalilah jiwa Bangtan Boys yang sebenarnya. Sang Golden Maknae Jungkook sedang push-up untuk membentuk tubuhnya agar menjadi six pack. Suga, Jimin dan Rap Monster sedang sibuk bergaya di depan kamera. Sementara itu, sang 'harapan' Bangtan Boys sedang menari mengikuti video yang terlihat di monitor, yang sedang menayangkan penampilan-penampilan artis yang lainnya. Sang tertua di group sedang melatih aegyo-nya.

Tetapi ada yang kurang. Sifat 4D milik Taehyung kali ini tak terlihat. Biasanya ia akan melakukan tarian yang tak jelas, ataupun tingkah aneh yang lainnya. Kini perhatiannya hanya fokus pada ransel hitam miliknya. Mengeluarkan semua benda yang ada di dalamnya.

"Ck, kemana note itu?" tanyanya dengan frustasi. Ia mengacak surai coklat miliknya.

Jin mengalihkan pandangannya ketika mendengar suara berisik yang dihasilkan Taehyung. Kemudian ia memposisikan dirinya duduk di samping Taehyung.

"Sedang mencari apa?" tanya singkat.

"Ah, Jin hyung. Aku tidak mencari apa-apa" bohong Taehyung. Ia kembali memasukan barang-barang miliknya ke dalam ransel hitam di pangkuannya.

"Lalu mengapa kau mengeluarkan semua isi tasmu?"

"Hanya mencari sesuatu" jawabnya kini. Taehyung masih fokus dengan barang-barang di dalam ranselnya.

"Mungkin aku bisa membantumu, Tae"

Jin merangkulkan lengannya di bahu Taehyung. Sementara sang pemilik bahu tersebut terdiam, menghentikan pergerakan tangannya di dalam ransel. Mengalihkan pandangannya kali ini. Taehyung menatap sosok tampan yang juga sedang menatapnya kini. Taehyung terperangkap dalam tatapan itu, menghentikan semua pergerakannya dan bahkan fokusnya kini hanya tertuju kepada tatapan dalam pria tampan di sampingnya.

"Ehm!"

Dehaman Rap Monster menyadarkan dua insan yang sedang bertatapan itu. Jin tampak canggung, begitu pula dengan Taehyung.

"Ugh, RapMon hyung. Aku baru saja ingin memotret mereka berdua" desah Jimin kecewa. Niat jahilnya gagal seketika karena dehaman sang leader.

"Kau tidak seru Namjoon"

Suga yang melepas bandananya pun menyetujui ucapan Jimin secara tak langsung.

"Benar sekali, hyung" ucap Jungkook kali ini. Ia sedang duduk santai di depan Taehyung dan Jin. Ternyata sejak sepuluh menit yang lalu, ia sudah selesai latihan push up dan memilih untuk memperhatikan kedua hyung-nya itu.

Sementara J-Hope tertawa menyadari raut wajah Taehyung dan Jin yang menatap mereka bingung sekaligus malu. "Kalian berdua lucu" ucap J-Hope di sela tawanya.

"Kalau ingin melakukan sesuatu jangan disini, kita masih berada di stasiun tv" tegas Rap Monster kali ini sambil memberikan smirk miliknya. Tapi sedetik kemudian ia ikut tertawa bersama yang lainnya ketika Taehyung merajuk.

"Kami tidak melakukan apapun!"

Taehyung menatap kelima orang yang sedang menertawainya dengan pandangan sebal dan tidak suka. Kelima orang tersebut bukannya berhenti tertawa malah semakin tertawa dengan keras. Bahkan kini Jin ikut tertawa dengan mereka semua. Menyebalkan.

Cklek.

Pintu ruangan itu terbuka sedikit, menampilkan wajah salah seorang Manager mereka. Manager dengan wajah cukup tampan itu hanya berniat mengintip untuk melihat apa yang terjadi di dalam, karena ruangan itu terlalu berisik. Ia hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.

Kali ini Manager yang lainnya dengan tubuh gempal masuk ke dalam ruangan tersebut. "Kalian bersiap, setelah penampilan ini pengumuman pemenang" ucap Manager tersebut.

Ucapan Manager membuat mereka menghentikan tawa dengan serempak. Membuat Taehyung menghembuskan nafas lega dan senang, karena akhirnya keenam orang tersebut itu berhenti tertawa.

Suga kembali menata bandananya dibantu stylish mereka. Para penata rias pun merapihkan riasan ketujuh member Bangtan Boys. Sebenarnya mereka tetap tampan walaupun tanpa riasan make up.

.

.

.

= = =TaeJin/JinTae= = =

.

.

.

Ketujuh member Bangtan Boys kini telah sampai di dorm mereka. Taehyung sedikit berlari menuju kamarnya. Membuat member yang lainnya mengerutkan dahi mereka. Bertanya-tanya ada apa dengan Taehyung. Tetapi mereka tidak mengambil pusing hal tersebut. Hal yang wajar jika Taehyung bertingkah aneh, bukannya dia terkenal dengan julukan 4D miliknya?

"Anak itu memang benar-benar ya" Manager dengan tubuh gempal kini menggeleng-gelengkan kepalanya. Taehyung bahkan belum melepaskan sepatu yang dikenakannya.

"Itu hal yang wajar, hyung" ucap Suga menanggapi perkataan Manager mereka. Suga hanya satu-satunya member yang mengetahui perasaan khusus milik Taehyung kepada Jin. Ia berpikir mungkin kini Taehyung sedang merona malu karena kejadian tadi Ruang Tunggu.

Mereka pun berjalan menuju ruang tengah untuk menikmati makan malam bersama-sama. Manager mereka memesankan makanan spesial malam ini, Beef Bulgogi sebagai perayaan comeback pertama mereka.

"Taehyung-ah, apa kau tidak ingin makan?" teriak Rap Monster.

"Sebentar hyung" jawab Taehyung sambil berteriak juga.

"Tetapi kami sudah lapar, cepat!" teriak Suga kali ini. Ia merupakan satu-satunya member Bangtan Boys yang bisa mengucapkan kata-kata kasar ataupun marah-marah, karena ia tipe orang yang akan berbicara terus terang tentang apa yang dirasakannya.

"Ya sudah, kalian duluan saja hyung" jawab Taehyung lagi.

Di dalam kamar Taehyung sedang sibuk menyibak selimut, bantai, guling ataupun sprei di kasurnya. Ia mendesah kecewa ketika menyadari benda yang dicarinya tidak ada disana. Ia beralih menuju meja kecil di samping tempat tidur miliknya dan Jin. Membuka-buka laci yang terdapat disitu berkali-kali. Tidak ada.

"Kemana Kiss Note itu?" gumam Taehyung dengan frustasi.

Benda berbentuk persegi dengan sampul berwarna pink serta lipstik yang berwarna serupa yang dicari-cari olenya sama sekali tidak terlihat oleh pandangannya. Ia sudah mulai frustasi karena tidak menemukannya. Ia suda meyakini kalau Kiss Note itu memiliki fungsi yang selama ini dipikirkan olehnya. "Tulislah nama seseorang, maka orang itu akan menciummu".

Kiss Note hilang?

Taehyung hanya mencoba berpikir positif, mungkin ia lupa meletakkan benda berwarna pink tersebut. Akan sangat berbahaya jika Kiss Note benar-benar hilang. Lagipula ia belum menuliskan nama Jin disana. Ups, kenapa menjadi Jin? Entahlah, yang jelas Taehyung kini semakin kalut bahkan ia sudah membongkar isi lemarinya. Namun tetap sama, Kiss Note itu tidak ditemukannya.

Sementara itu member yang lainnya terus saja meneriaki dirinya untuk segera bergabung dengan mereka untuk makan malam.

"Biar aku lihat, hyung" ucap Jin kepada Manager mereka. Ia bangun dari posisi duduknya dan melangkahkan kakinya menuju kamar yang dihuni dirinya dan Taehyung. Ia sedikit khawatir karena biasanya Taehyung langsung bersemangat jika sudah tiba waktunya makan malam. Dan ia pun merasa ada yang aneh dari dongsaeng kesayangannya itu.

Ketika sampai di depan kamarnya, ia melihat pintu kamar terbuka lebar. Astaga! Kamar yang tadinya bersih dan cukup rapi itu kini hancur berantakan. Baju-baju yang diketahuinya itu milik Taehyungberceceran di lantai kamar. Belum lagi sprei bergambar salah satu karakter anime kesukaan Taehyung pun tergeletak di atas lantai bersama dengan bantal, guling dan beberapa boneka milik Taehyung.

Jin sedikit menggeram kesal, namun ia mencoba untuk menahannya. "Taehyung-ah, apa yang sedang kau lakukan?" tanya Jin. Ia berusaha menenangkan dirinya, menstabilkan emosinya.

Taehyung yang sedang dalam posisi membelakangi pintu pun menoleh ke arah belakangnya saat terdengar suara memanggil namanya. Ia meringis ketika melihat siapa yang ada di depan kamarnya. Memasangan senyuman bodohnya yang tetap saja membuatnya imut dan lucu.

"Hyung, mianhae" gumam Taehyung.

"Sebenarnya apa yang kau cari?"

Taehyung bingung, ia harus menjawab pertanyaan tersebut dengan jujur atau tidak. Tidak seorang pun mengetahui kalau ia memiliki note itu. Oke, terkecuali Jungkook yang ada di tempat saat ia menemukan Kiss Note itu.

"Apa yang kau cari?" tanya Jin lagi.

"Eung.. Aku mencari note berwarna pink, hyung. Apa kau melihatnya?"

Akhirnya, Taehyung menjawab pertanyaan itu dengan jujur. Bagaimana pun Jin adalah roommate-nya, dan ia yang membersihkan kamar mereka mungkin saja Jin mengetahui dimana Kiss Note miliknya berada.

"Tidak. Aku tidak melihatnya" jawab Jin cepat. "Sekarang lebih baik kau cepat bergabung dengan yang lain. Makan malam dulu, setelah itu aku bantu untuk mencarinya" lanjut Jin.

"Benarkah?" tanya Taehyung dengan tatapan berbinar-binar.

Jin menganggukan kepalanya sebagai jawaban iya.

"Hyung, terima kasih"

Taehyung menghampiri Jin dan memeluk bahu tegap nan indah milik Jin. Jin hanya tersenyum melihat tingkah Taehyung yang dapat berubah dalam hitungan detik. Anak ini memang benar-benar ajaib pikirnya.

"Maaf Taehyungie, aku berbohong padamu" batin Jin.

.

.

.

= = =TaeJin/JinTae= = =

To Be Continue...

.

Thanks for everyone who read this fic :)

And last, would you give me review?