…
…
Side Story of "Angel"
…
…
Apa kau pernah mendengar, Takdir akan bergerak jika kita bertemu dengan seseorang?
…
…
Kim Kyuhyun, 10 years old
.
.
"Heechul Samcheooonnn~~~"
Heechul baru saja keluar dari mobilnya, telinganya langsung mendengar teriakan meleingking khas anak-anak. Dibuka kacamata hitam yang melindungi manik hitamnya, melihat seorang bocah berambut cokelat madu berlari semangat kearahnya. Seorang pria mengikutinya dari belakang.
"Aigoo… Kau semakin mirip dengan Jaejoong saja. Dasar anak nakal!" Heechul langsung menggendong tubuh bocah yang baru berusia 10 tahun itu.
Bocah manis itu tersenyum lebar. Ia sangat merindukan pamannya ini.
"Heechul Samcheon, bogoshippeo~". Ia memeluk erat pria cantik yang tengah menggendongnya.
"Nado, Kyunnie… dan, 'Samcheon'? Siapa yang mengajarimu memanggilku seperti itu, hum?"
"Chullie Samcheon kan paman Kyu, ne…"
Heechul menepuk kepala keponakannya. "Aku masih terlalu muda untuk di panggil 'Samcheon'. Panggil 'Hyung', arra?"
"Umm!" bocah itu mengangguk. Membuat rambut ikalnya sedikit bergoyang.
Heechul mengelus rambut Kyuhyun. Bayi yang dulu masih begitu kecil sekarang sudah tumbuh besar rupanya.
"Kau sudah banyak merepotkan Kusanagi, Kyu…"
Bibir bocah itu mengerucut. Sedangkan pria berkebangsaan Jepang yang sudah mengurus Kyuhyun sejak bayi hanya tersenyum kalem.
"Kyu tidak nakal!"
"Lalu? Kenapa kau kabur, heum?"
"Kyu bosan di dojo terus, Sam-ups-Hyung."
"Haish, kau ini…". Heechul mencubit gemas pipi bulat keponakannya.
Ketiganya mulai masuk kemobil hitam yang dibawa Heechul. Perlahan meninggalkan bandara.
.
.
.
"Chullie Hyung, Kyu boleh kegereja?"
"Mwo? Apa kau tidak capek?"
Kyuhyun menggeleng.
Mereka baru saja sampai di Kediaman Kim. Dan bocah itu sudah ingin pergi-pergi.
"Tadi Kyu lihat gereja yang bagus, Hyung… Kyu mau kesana, melapor pada Umma kalau Kyu sudah di Korea. Nanti disurga Umma khawatir, Hyung…"
Aigoo~ Kyuhyun kecil sangat menggemaskan~
"Baiklah… setelah itu langsung pulang, arra?"
"Hum!"
Seperginya Kyuhyun, pria tinggi berambut hitam kelam itu langsung mengikuti Tuan Muda-nya.
"Ku percayakan Kyuhyun padamu, Kusanagi-dono…". Heechul membungkukkan tubuhnya.
Pria itu tersenyum. Meski usianya sudah 40 tahun, tapi masih terlihat gagah. "Kalian sudah begitu banyak membantu saya. Hanya ini yang bisa saya lakukan sebagai balas budi."
Pria itu langsung pamit dari hadapan Heechul.
Heechul nampak sedikit menghela nafas sebentar. 'Tidak terasa sudah 10 tahun kau pergi, Jae…Kyuhyun tumbuh menjadi anak yang sangat mirip denganmu. Apa karena dulu kau sangat mencintainya, Jaejoong-ah? Dia seperti duplikatmu. Maafkan aku, karena sudah memisahkannya dengan Yunho. Pria itu tidak bisa menjagamu… aku takut jika dia juga tidak bisa menjaga Kyuhyun…Mianhae…"
.
.
.
"Woaahh~" bibir plum itu terbuka. Menatap takjub bangunan sederhana namun berkesan mewah di depannya.
Segera dilangkahkan kakinya masuk. Matanya melirik kesana-kemari, mencari tempat untuk didudukinya nanti. Sampai mata serupa karamelnya menangkap punggung seseorang.
Di Jepang, setiap ia berhasil kabur dari dojo, Kyuhyun pasti pergi kegereja, mendoakan ibunya. Dan dia selalu duduk disebelah seseorang karena lebih nyaman ketimbang duduk sendirian.
Kyuhyun sedikit membungkukkan tubuhnya, ingin melihat pria yang sedang menunduk khusyuk. Matanya terpejam damai.
'Paman ini tampan', batinnya. Ia segera duduk di samping pria berambut hitam itu. Mulai berdoa.
.
.
.
Kyuhyun membuka matanya. Sepetinya dia sudah terlalu lama berdoa. Penasaran, dia melirik kesamping dan betapa terkejutnya ia ketika Paman yang duduk di sebelahnya sedang menatapnya sambil tersenyum.
"E-eh?"
"Ah… apa aku menganggumu?" pria itu bertanya.
Kyuhyun menggeleng kikuk. Entah kenapa ketika menatap wajah tampan paman itu, jantungnya berdegup lebih kencang dari biasanya.
"A-ani… Apa Paman ingin keluar? Kenapa tidak memintaku bergeser?"
Pria itu tertawa kecil. "Melihatmu berdoa dengan tenang membuatku memilih menunggu."
Kyuhyun langsung beranjak dari duduknya. Ia sadar sudah menutup jalan keluar barisan kursi.
"Gomennasai…" bocah itu membungkuk. Sudah berapa lama Paman itu menunggu?
Paman itu, Choi Siwon, semakin memperdalam lesung pipinya. Ia beranjak dan mendekati Kyuhyun. Tangannya terjulur mengusap sekali rambut Kyuhyun.
"Tidak apa. Jangan terlalu dipikirkan…"
.
.
Kim Kyuhyun, 15 years old
.
.
'Umma, annyeong. Hari ini aku sedikit terlambat karena semalam aku bekerja sampai subuh. Bagaimana kabar Umma? Kabarku baik-baik saja. Kabar Heechul Hyung juga baik. Umma jangan terlalu mencemaskanku, ne. sekarang aku sudah 15 tahun, jadi Umma tidak perlu khawatir.'
Kyuhyun membuka matanya. Tautan kedua tangannya merenggang. Dia merilik kesisi kanannya, lalu menghela nafas.
Sudah lama dia tidak mendapati Paman itu duduk disisinya. Sepertinya ia merasa sedikit kehilangan. Biasanya Paman itu akan tersenyum manis padanya, meski mereka belum berkenalan.
Dan beberapa bulan belakangan, dia sering melihat Paman itu masuk kebilik pengakuan dengan wajah kusut.
"Eh?"
Kyuhyun mengambil kunci yang tergeletak begitu saja.
"Jangan-jangan…"
Kyuhyun langsung berlari keluar gereja, berharap si pemilik Kunci belum meninggalkan bangunan itu.
Bibir pink pucatnya tersenyum sedikit lebar. Paman itu belum pergi rupanya. Dia terlihat sedang menatap langit pagi itu.
"Ahjusshi…" Kyuhyun beranikan diri menepuk punggung yang lebih tinggi darinya.
Pria itu menoleh.
"Ahjusshi meninggalkan ini di dalam…" Kyuhyun menyodorkan sebuah kunci.
"Gomawo."
Ternyata benar dugaan Kyuhyun, kalau sebelum dia datang, Paman itu sudah lebih dulu berdoa sebelum masuk kebilik.
Kyuhyun tersenyum manis. "Annyeong." Kyuhyun ingat dia harus membantu taman kanak-kanak didepan gereja. Ia membungkuk kecil lalu permisi.
Tanpa menyadari tatapan rindu untuknya…
.
.
.
Roda takdir perlahan berputar…
Pada keduanya...
Mengeratkan seutas benang merah yang melingkar indah ditiap jari manis...
...
End.
Yosh! Side story. hanya untuk menjelaskan hubungan KimKyu dan Won.
sebagian pasti udah pada baca di Fb krna saya post disana duluan.
ah, saya ketawa baca rev chap 5 :D
pada pengen ngebantai Won ya?
nantii~ Won bakal kena siksa ma Yunho dan Heechul. *evillaugh
dan kenapa saya lama apdet? krna tiba2 mood buat nulis ilang entah kemana TT^TT
.Replay.
Reiini, Jae gak bisa ngsh tau Yun kalo Kyu anak ny krna memang gak diizinin :)
Kayla Wonkyu, Uwaa~ mian saya baru rep. biasanya sllu bales rev-mu T.T. iy, yg maksa menejer itu emang donghae. nanti bakal kejawab kok :3
Song Hye Hoon, MPREG? kayaknya dulu pernah ada kasusnya deh. saya coba search, dan yg nongol bhsa inggris smua (Mian, saya bego sih, jd gak ngrti). tapi kebanyakan terjadi pada Trans-gender, female-male. berhubung biologi saya anjlok, jd gak begitu ngerti krna ini nyangkut kemasalah organ dalam dan medis. naahh~ masuk kesini, ini kan fanfict ya, bisa memungkinkan hal yg tidak mungkin(?), jd enjoying aja :D *dirajam dokter
siwon cute, Won kejam? krna skenarionya begitu. tapi maap, krna saya udh nyiksa Kyu, gak adil klo gak nyiksa Won jg XD
mikihyo, Yun selama ini gak nganggap Jae udh mati. jd roh Jae juga bakalan terus idup.
siscaMinstalove, Lhaaa~ sepanjang jalan cerita sampe chap 5 belum mudeng tentang Jae? *garuk perut bunting Kyu*. mian~ ndak ada YunKyu deh. jadi incest dong~ Yun cuma milik Jae XD. karmanya gak gede kok~
MyKyubee, saya ketawa baca rev-mu :D penasaran? ikutin terus klo gitu~
Guest, uwaa~ rev-mu ngebuat hati saya bersemi *lebay!* saya justru mikir, Apa readers gak bosen dgn gaya bahasa yg masih abal begini?. nde~ Jae adek Heechul. Yun temen Heechul. Yun jatuh cinta ke Jae. dan lahirlah Kyu (ngawur! XD). males review? sekarang udh gak males lg kan? ^^
I was a Dreamer, balas dendam? pastii~
Astri, nanti pasti tau XD
Amee Shim, benarkah? Gomawo~ next chap mungkin Yun bakal tau klo Kyu anaknya (mungkin)
noname, kalo gitu rev terus ne~ *modus
MyDecember, Kyu kan jadi pendiem sejak ngalamin trauma itu. ditambah dia sllu takut luar biasa klo berhadapan ma Won.
Kim Gii Joong, YunKyu cuma sebatas ayak-anak. jd ndak ada incest :D
