Yo, yo, minna! XDD Berjumpa lagi dengan saya, sang author yang otaknya selalu error sedunia! (?) #siapalagiyangngakuselainbakaauthorini Hoo~ Hastag yang panjang, bikinan saya XDDD #galucu Oke, saya Chang Kagamine! Mencoba collab dengan KuroKunai-san dalam fanfic ini. Selamat menikmati~
.
.
Judul: Pertualangan Piko di Virtualoid
Disclaimer: Tokoh-tokoh disini adalah milik Crypton dan Yamaha, sedangkan fic ini milik kami
Warning: AU, OOC, Typo bertebaran.
If you like, please read it!
.
.
Ku buka mataku secara perlahan. Ah... aku ingat, aku berada di dalam kamarku. Apa yang terjadi semalam? Mungkin aku lupa mematikan TV sehingga sekarang mati lampu. Aku segera beranjak dari tempat tidurku dan mengambil handukku lalu mandi.
Selesai mandi, aku segera mengambil pakaian seragamku dari lemari bajuku. Namun, tiba-tiba...
BRAKK!
"PIKOOO!" teriak seorang gadis berambut panjang dengan merah berkilaunya itu.
"UAH?!" aku kaget dan menatapnya.
Ku lihat mukanya memerah, ia menundukkan kepalanya. Kenapa? Apa ada yang salah denganku?
"Piko..."
"Eh?"
"HENTAII!"
DUAGHH!
Dan dalam detik dari satu kata itu juga, aku langsung terpental ke belakang.
BRAKK!
"Aku menunggumu diluar! Jangan lama-lama!" kata Miki.
Ku elus pipiku yang mulai memerah sekarang. Ah, merah sih masih boleh, tapi jangan sampai kebiruan! Aku masih meningat, belum pakai celana sekolah, baru pakai kaos dan celana pendek.
.
.
.
.
.
.
.
"AAAAA!"
Miki menjaga jarak dariku. Hahh.. sudah kuduga ini akan terjadi. Aku menghela napas sejenak. Ternyata walaupun aku ini bersifat dingin, terkadang aku melakukan hal yang memalukan juga, ya? Bahkan jika teman-temanku berada di rumahku tadi, aku pasti sudah ditertawakan.
Aku menengok ke arah Miki. Ia seperti melihat seseorang, apa, ya? Aku pun ikut melihat ke arah yang dilihatnya.
.
.
.
.
.
Woops, aku langsung menutup mata Miki dengan kedua tanganku.
"Kyaa! Piko, lepaskan aku!" kata Miki.
"Kau nakal, ya, melihat orang lagi bermesraan" ucapku sambil melepaskan tanganku.
Ku lihat mukanya langsung memerah, belum semerah rambutnya, sih.
"Aku tidak pernah hentai sepertimu!" ucapnya.
"Oh, ya? Lalu apa yang tadi kau lihat? Orang berciuman, berpelukan, kau memandanginya? Atau jangan-jangan kau..."
DUAGHH!
"Kan sudah ku bilang aku tidak hentai!" seru Miki.
Lagi-lagi pukulan kedua mendarat di pipiku. Ah, sial, kenapa cowok dingin sepertiku harus dipukul cewek seperti dia? Dan setelah itu pun, aku mengingat sesuatu.
"Oi, komik yang kemarin kamu pinjam mana?" tanyaku menagihnya.
"Eh? Tapi kan aku belum selesai baca.." kata Miki kaget.
"Dasar, jangan-jangan kamu mau mencuri komikku, ya?" tanyaku pura-pura curiga.
"Enak saja! Aku bukan pencuri!" kata Miki.
"Hm.. Pastikan hari ini bisa dikembalikan..." ucapku.
"Hm! Memang kenapa, sih..?" tanya Miki.
KLEKK!
"Tadaima" ucapku.
Aku segera melepaskan sepatuku. Lho? Kenapa tidak ada balasan? Ibu kemana? Aku segera berjalan menelusuri dapur. Dan ku lihat sebuah memo yang tergeletak diatas meja.
Dari: Ibu
Kepada: Piko
Nak, ibu harus menemani ayah ke undangan, kau ingat bukan? Jaga rumah baik-baik dan jangan biarkan pintu selalu terbuka. Juga, jangan sampai ruangan tamu berantakan. Ingat itu, Piko!
Salam, Ibu
"Geez.." aku meletakkan kembali memo itu secara sembarangan.
Aku pun segera mengganti seragamku dengan kaos biasa saja dan pergi ke ruang tamu. Seperti biasa, aku akan melanjutkan permainanku. Kali ini, aku bermain dengan PSku. Aku segera memasukkan kaset gamenya dan menyalakan TV.
TOK! TOK! TOK!
"Piko, bukakan pintunya" ucap seseorang.
Aku tau nada suaranya, bukannya Miki? Mau apa dia kesini? Aku segera membukakan pintu rumah dan membiarkannya masuk ke dalam.
"Nani shiteru no?" tanyaku sambil menyediakan minuman dan cemilan untuknya dan untukku.
"Aku hanya ingin mengembalikan komikmu yang kemarin ku pinjam saja.." jawab Miki.
"Heh? Kau sudah selesai baca? 5 komik yang ku pinjamkan padamu?" tanya Piko.
Miki mengangguk dan tersenyum. Entah kenapa, pipiku tiba-tiba memerah. Aku pun memalingkan wajahku dan kembali duduk di depan TV.
"Game apa yang kau mainkan kali ini?" tanya Miki.
"Mau tau saja" jawabku singkat.
BLETAKK!
Miki langsung menjitak kepalaku membuatku kesakitan. Aku menoleh padanya.
"Apa sih maumu?!" tanyaku sambil memegang kepalaku.
"Kalau orang tanya dijawab, kau ini dingin sekali, ya!" kata Miki.
"Kalau kau mau tau, sini ikut main denganku!" ajakku.
Entah apa yang terjadi, pipi Miki sedikit memerah. Dengan ragu-ragu, ia mengambil stick (Author: Kalau ga salah gini kan tulisannya? 'w') yang satu lagi. Aku pun memilih mode 2 player. Haha, Miki akan kaget setelah melihat game ini.
"Piko, bagaimana cara memainkannya? Itu game pertarungan atau apa?" tanya Miki.
"Lihat saja nanti" jawabku.
Aku pun kemudian menekan tombol play.
ZREETT!
Tiba-tiba, TV yang dinyalakan langsung mati. Lampu mati, kipas mati..
"ARGGHHH! PLN sialan! Kenapa disaat pengen ngelanjutin gamenya, malah tiba-tiba mati lampu?!" tanyaku terbawa emosi.
"Sabar, Piko!" seru Miki.
RUSHH!
Tiba-tiba jendela terbuka dan angin kencang pun masuk ke dalam rumah. Eh?! Apa yang terjadi? Kenapa tiba-tiba jendela terbuka? Apa jangan-jangan ini tanda ada angin topan? Ah, tak mungkin. Atau mungkin ada hantu?! Hii...~
Aku membuka mataku secara perlahan dan melihat sesosok robot berdiri didepanku dan Miki.
"Eh...? Dare...?" tanyaku bingung.
Ia sama sekali tak berbicara, namun tiba-tiba, ia menggenggam tanganku dan Miki.
"KYA?! Lepaskan!" seru Miki kaget.
Entah kenapa, sosok robot ini sangat familiar untukku. Tapi siapa? Dan aku pernah melihatnya dimana? Dan seketika itu juga pun, mataku mulai tertutup. Apa yang terjadi?
.
.
TO BE CONTINUED
.
.
Hyaa~ Akhirnya selesai ngetik chapter 2~
Cape saya soalnya ngetiknya malam-malam ='3
Terlebih, saya belum ngerjain tugas ini itu, belum cek buku
Lagi males, sih #PLAKK #itusihsalahsendiri
Tokoh baru masih belum dimasukkan, mungkin di chapter selanjutnya =D
Yosh, silahkan review~
