Ap : maaf jika di chapter pertama tidak ada tulisan chapter 1 dan maaf karna ada banyak/bertebaran typo, dan kayaknya aka nada perubahan genre dari horror/romance jadi horror/mistery* mohon dimaklumi karna menurut saya dicerita saya gak ada unsure romace nya*. jadi saya akan berusaha lebih baik, jadi mohon bantuanya *bungkuk- bungkuk*
Warning : T rate, typo (s),OOC,EYD yang sangat buruk *menurut ap*.
Pairing : NaruHina, slight SasuSaku.
Disclaimer : cerita punya ap walaupun gak helas tapi charanya punya om Masashi Kishimoto
Summary : Naruto dkk pergi camping dan menemukan sebuah kastil kosong di tengah hutan. Sejak memasuki kastil tersebut mereka mengalami berbagaikejadian jadi apakah liburan mereka?
Balasan review:
Cococo123 : thanks udah bilangin jadi tenang aja udah ku ganti thank for review
Lilyka : oke akan aku coba saranya and thank for review and saranya :D tapi….gak janji juga yaaa bakalan ku pake saranya *sorry*
Kaze no Nachi : bener juga ya salah tulis ternyata thank for review
Oke deh baca aja langsung ^o^v
~*kastil kosong*~
Chapter 2
Di dalam ruangan sesudah memasuki pintu
.
.
"baiklah semua sudah terkumpul, jadi ayo pergi sekarang" Sai berkata karna sudah sangat ketakutan dengan kastil tersebut.
"eh… tunggu apa benda berkilau di atas meja itu?" Tanya Hinata entah kepada siapa. Tiba-tiba dating seorang nenek tua dan memperingatkan mereka" kalian… sebaiknya segera meninggalkan tempat ini dan jangan ambil barang apapunkarrna itu akan membahayakan nyawa kalian" kata sang nenek.
Namun terlambat Hinata sudah terlanjur mengambil kalung yang ada di atas meja yang dilihatnya tadi, Hinata mengambil kalung itu karna kalung tersebut sangat indah terlebih karna berbentuk bintang dengan sebuah permata warna merah darah di tengahnya dan tanpa sadar ia mengambil kalung tersebut .
Setelah diperingatkan oleh sang nenek mereka semua langsung ngacir keluar kastil tak terkecuali Hinata yang telah lari sambil membawa kalung tersebut yang sedari tadi di genggamnya tanpa sadar
=sSs=
Di tempat camping
.
.
"hah… lelah sakali rasanya apalagi perutku lapar…. Benar kan Hime" ucap Naruto dan tidak mendapat jawaban dari Hinata.
"betul apa yang kau katakana Naruto aku juga lapar" sahut Sakura dengan seenaknya.
"woy Sakura kamu emang Hime ya ? yang kutanya kan Hime bukan kamu" ucap Naruto pada Sakura
"ti-tidak apa Naruto jangan marah pada Sakura, dan aku juga lapar" ucap Hinata dengan lembut pada Naruto
.
.
Siangnya
.
.
Suasana sangat sepi sampai Sai memulai pembicaraan tentang kastil yang mereka datangi tadi pagi.
"hei Naruto apa besok kita pulang saja, um… jujur aku trauma dengan kastil itu" Sai berkata sambil memulai pembicaraan
"memangnya apa yang kau traumakan Sai?, menurutku tidak ada yang aneh dengan kastil itu"Tanya Sasuke pada Sai
"uh…. Gimana ngomongnya yaa bingung" ucap Sai lirih sehingga membuat yang lain ikut bingung
"sudahlah Sai ceritakan saja, kami akan mendengarkan kok" ucap Sakura pada Sai.
"iya Sai ceritakan saja jangan malu-malu gitu kita kan sahabat" tambah Sasuke membenarkan ucapan Sakura.
"baiklah,ehm…,"Sai menaruk nafas dalam-dalam lalu mulai bercerita "apakah kalian tau saat kita berpencar aku bertemu denganwanita bernama Ino, dia bercerita padaku bahwa ia adalah pelayan di kastil itu, lalu dia menyuruhku untuk memakan hasil masakanya,dan dia bertanya padaku apakah masakannya enak 'apakah enak' lalu kujawab 'enak' , awalnya dia ingin membuatkan lagi untukku namun ketika kulihat kesampngku dia menghilang dan seketika makanan yang kumakan berubah menjadi jari,ulat dan kuping(telinga) yang masih mengeluarkan darah, untuk itulah lebih baik selama liburan kita ke pantai saja yaa"jelas Sai panjang lebar namun terbyata yang mendengarkan hanya Sasuke dan Hinata karna Naruto dan Sakura tertidur di tengah cerita.
" oke kita pergi ke pantai besok , iya kan Sakura? Sakura? Woy Sakura bangun!" Tanya dan teriak -?- Sasuke pada Sakura.
"eh… apa ada banjir yaa ?" Tanya Sakura sangking kagetnya karna lagi enajan tidur dibangunin sampai berkata hal yang sangat aneh masa ad banjir di hutan yang ada kebakaran kale
" apa kau mendengar cerita Sai ?" Tanya Sasuke dengan nada penuh selidik.
"err…. I-i-iya, aku dengar Sasuke" jawab Sakura sambil sedikit tergagap
"baguslah berarti kau taukan besok kita mau apa ?" Tanya Sasuke lagi pada Sakura
"me…memang apa yang akan kita lakukan besok?" Tanya sakura pada Sasuke
" bukannya aku bertanya padamu kenapa kau tidak menjawab tapi malah balik bertanya padaku,hah!" Sasuke berkata sambil sedikit berteriak dan tanpa kuah tentunya, kalau paki kuah banjirlah sudah muka Sakura tentunya
"err….. besok kita akan berenang ke sungai " jawab Sakura asal
"bukan" jawab Sasuke datar
"err…. Besok kita akan ke pantai" jawab Sakura sangat ngasal Dalam hati Sakura juga sudah mulai berdoa 'semoga saja benar jika salah pasti aku bakal diputusi Sasuke' tapi ajaibnya jawabanya benar
"betul kita akan ke pantai besok jadi bersiaplah malam ini!" kata Sasuke sambil sedikit memerintah
"hee.. benarkah err… baiklah" ucap Sakura sambil sedikit terkejut.
Paginya
.
.
"Na-Naruto-kun bangun kita kan mau ke pantai jadi… ayo cepat bangun nanti Naruto-kun kami tinggal kalu tak segera bangun" ucap Hinata sambil mengguncang tubuh Naruto
"hoamz… apa yang kau katakana Hime memang siapa yang mau ke pantai?" Tanya Naruto pada Hinata sambil bangun dari tidurnya.
" kita semua!" ucap Hinata singkat,padat,dan jelas. Sontak membuat Naruto yang masih memejamkan mata segera membuka mata lebar-lebar
"hee.. benarkah? Kenapa tidak bilang padaku?" Tanya Naruto dengan shock
"eh… bu..bukanya tadi malam Sa…Saauke-kun sudah bilang kepada kita!" jawab Hinata
" hah… masa kok aku gak dengar yaa.." ucap Naruto dan baru sadar kalau dirinya ditengah cerita Sai tertidur
"hei.. Hime apakah si teme itu bilang akan ke pantai saat Sai selesai bercerita?" Tanya Naruto pada Hinata, Hinata pun mengangguk "oh… pantas aku tidak dengar" kata Naruto lirih
"YOSH…. Aku akan mulai bersiap-siap kau tunggu aku di luar ya Hime" kata Naruto lembut pada Hinata
"ba-baiklah Naruto-kun a-aku tunggu di lu-luar ya.." Hinata segera keluar tenda dengan wajah memerah
=sSs=
Di perjalanan menuju pantai
.
.
Keadaan sangat sepi di dalam mobil karna Sasuke asik menyetir, Sakura sedang minta izin kepada orang tuanya untuk menginap err… gratis di hotelnya,Sai asik melukis, Hinata dan Naruto hanya duduk diam sambil memandang ke luar jendela
Setelah selesai melukis dan menyimpan alat lukisnya Sai memulai pembicaraan "hei Naruto sebenarnya apa yang dikatakan oleh nenek yang tiba-tiba dating ke kastil semalam , jujur aku kurang mendengar karna perutku mulas" Tanya Sai pad Naruto
" oh.. kata nenek itu kita harus segera meninggalkan kastil dan tidak boleh membawa benda apapun dari sana, kalu kita membawa satu benda saja dijamin benda itu akan membahayakan nyawa kita, begitu katanya" Naruto mengakhiri pembicaraan dan menatap Hinta yang sedari tadi diam sambil mengamati suatu benda
Setelah mendengar cerita Naruto Hinata merasa sangat bersalah dan ia mulaimenangis, di tengah isakanya ia merasa ada yang melihatnya dari belakang ,padahal dibelakang kosong hanya ada barang-barang mereka saja
" hei.. Hime sedari tadi kulihat kau terus mengamati benda itu memangnya ada apa dengan benda itu ?" Tanya Naruto pada Hinata
" Hime…. Kau baik-baik saja kan ?" Tanya Naruto pada Hinata yang sedang tertunduk dan tampaksebuah cairan bening jatuh ke bawah tanganya.
"hiks… Na…Naruto-kun a…aku mem..memba..membawa se..sesuatu da…dari kas..kastil.. i..itu hiks… ma..mafkan a…aku Na…hiks…Naruto-kun" Hinata berkata denganmenangis tersedu-sedu.
"a..apa yang kau katakan Hime ? jawab ini semua bohong kan" ucap Naruto shock karna Hinata telah membawa benda dari kastil tersebut.
"ti..tidak a..aku be..benar-benar membawa suatu benda" ucap Hinata saat isak tangisnya mulai mereda
"baiklah Hime tenangkan dirimu dan berceritalah padaku" kata Naruto lembut sambil mengusap bekas air mata yang ada di pipi Hinata
"baikla Na…Naruto-kun" Hinata menghirup napas dalam-dalam dan mulai bercerita " jadi begini Naruto-kun tadi aku mengambil sebuah kalung di atas meja lalu nenek itu datang , berhubung perhatianku masih terpusat pada kalung tersebut aku jadi tidak mendengar apa yang dikatakan oleh nenek itu, jadi saat kulihat kalian berlari aku pun ikut berlari keluar dan aku melupakan kalung yang masih ada dalam genggamanku" terang Hinata panjang lebar pada Naruto
Tanpa mereka sadari Sasuke,Sakura dan Sai mendengarkan cerita Hinata dengan seksamak dan mereka mulai meresakan perasaan tidak enak, akhirnya Sai berkata pada Hinata " Hinata memangnya benda apa yang kau bawa itu?" Tanya Sai pada Hinata
" ini" Hinta menunjukan kalung yang sedari tadi ia genggam degan erat.
"kalung itu… sepertinya aku pernah liat, ah iya kalung itu milik sahabat kecilku yang bernama Ino" ucap Sakura dan sontak membuat mereka semua kaget.
" Hei Sakura apa kau tahu pelayan yang menyediakan makan cacing untukku itu bernama Ino" ucap Sai pada Sakura
"hee benarkah tapi.. aku tidak mendengar kau berkata seperti itu, karna aku mulai tertidur saat kau bilang kau memasuki ruang dapur hehehe" Sakura berkata dengan tersenyum lebar
"tapi.. dari mana kau mengenal Ino,Sakura? "Tanya Sasuke pada Sakura
"oh… itu.. dulu saat aku masih kecil ia adalah tetanggaku tapi saat aku berumur tujuh tahun ia pindah ke luar kota, sejak saat itu aku tak pernah mendengar kabarnya lagi" jelas Sakura pada Sasuke
San semua temanya hanya membalas dengan ber 'oh' ria kecuali Hinta dia langsung bertanya " jadi kenapa Ino bisa bekerja dan menjadi arwah gentayangan di kastil itu?" Tanya Hinata pada Sakura
"kalau soal itu aku pun tidak tau" jawabSakura seadanya
"oh" ucap Hinata yang tampak kecewa
"sudahlah Hime jangan murung seperti itu lebih baik kita berpikir kita akan kembali ke kastil itu atau melanjutkan liburan kita di pantai" Naruto mengusap kepala Hinata pelan, lalu menyandarkan kepala Hinata ke pundaknya
" jadi bagaimana ? kembali atau terus?" Tanya Sai pada Sasuke
" sebaiknya kita kembali dulu dan mengembalikan kalung itu lalu kita baru melanjutkan liburan ke pantai" jawab Sasuke santaii sambil masih fokus menyetir
"tapi aku sudah bilang pada kaa-san kalau kita akan menginap di hotel milikku malam ini, dan kaa-san juga telah memesan 2 kamar vip untuk kita, jadi kita harus tetap ke pantai , barang satu malam!" Sakura berkata sambil sedikit berteriak, terlihat sebuah kekecewaan yang besar di wajah Sakura
Naruto dan Hinata merasa tidak enak pada Sakura, ssedangkan Sai dia benar-benar tidak ingin kembali ke kastil itu jadi ia memilih terus ke pantai, kalau Sasuke terserah ke pantai atau ke tempat camping mereka yang semula
" baiklah, Sakura tapi hanya semalam yaa karna kalung ini harus seegera dikembalikan ok!, tapi kalau Hime apakah mau ke pantai atau ke kastil dulu?" kata Naruto pada Sakura dan Hinata
" ka..kalu Na..Naruto-kun ingin ke pantai dulu tidak apa, aku akan menerimanya dengan senag hati" ucap Hinata sambil melirik pada Sakura
"kalau aku terserah" jawab Said an Sasuke bersamaan
Sakura menunjukan sebuah senyum simpul " tidak apa, yang penting kalian jadi menginap ke hotel ku ok!" Sakura berkata dengan senyum yang masih terukir di wajahnya
Setelah itu tidak ada lagi yang berbicara, mereka hanya diam selama perjalanan
.
=sSs=
.
Di pantai
.
.
" wah pantai memang yang terbaik….." ucap Sai dengan semangat dan membuatnya OOC
"tenanglah Sai kita kan baru sampai, lagi pula ini kan bukan untuk pertama kalinya kau ke pantai"
Sasukemenenangkan Sai yang sudah lari-lari gaje *hah emang sejak kapan larinya*
"woy …. Sai cepat masuk kitakan akan segera ke hotel!" perintah Naruto pada Sai
" iya… aku juga tau akan hal itu" Sai segera berlari ke mobil
.
=sSs=
.
Di hotel
.
.
" hah… akhirnya sampai, capeknya…. Pinggangku pegel semua,kakiku sampai kesemutan" Naruto segera keluar setelah sampai di hotel Haruno's hotel
" sudahlah dobe kau kan hanya duduk sedangkan aku yang menyetir tentu lebih pegal darimu jadi berhenti mengeluh"ucap Sasuke dengan nada yang super datar
"sudahlah jangan bertengkar, lebih baik kalian segera ambil barang masing-masing dan segera pergi ke kamar oke!" perintah Sakura pada semua temanya
"baiklah…" jawab mereka semua serempak kecuali Sasuke dia hanya ber 'hn,' ria
.
=sSs=
.
Di depan kamar
.
.
"jadi kamar kami yang mana Sakura?" Tanya para anak laki-lakipada Sakura
" yang itu saja " ucap Sakura sambil menunjuk kamar bertuliskan angka 23
" baiklah sampai ketemu besok pagi…" jawab mereka serempak sambil memasuku kamar masing-masing.
TBC…
Hwa… maaf ceritanya makin aneh yaa tapii tolong ikuti terus alurnya yaa
Ngobrol bareng chara:
Naruto: hei ap kenapa aku ngomongnya dikit di chapter ini, rasanya banyakan ngomongnya Sasuke deh
Ap : eh masa kayaknya sama tuh
Naruto : kayaknya gak tuh
Ap : udah ah males ribut ama kamu
Sasuke: thanks kamu udah nepetin janjimu ap
Ap : iya tapi chapter depan gak janji deh kamu bakal coll lagi khekhekhe *tawa setan*
Sai : kenapa aku OOC banget disini
Ap : karna kamu emang pantes banget jadi OOC, jadi jangan ngeluh
Sai : *nyiapin jurus buat ngebunuh Ap*
Sakura : mau ngomong apa yah blank nih…., dan makasih buat Ap karna disini aku sempurna~…. *sempurna apaan*
Sasuke : dimataku kamu tuh gak ada sempurnanya tau dimataku
Sakura : ih apaan sih ngiriyaa *dalem ati* ( hwaa Sasuke tolong jangan putusi akuu)
Hinata: a..ano… bingung mau ngomong apa, jadi… lanjut aja
All: GUBRAK! Kirain mau ngomong apa
All chara: review please!
