Hibino: wah.. maaf banget ya.. ternyata chapter 4 hibi updatenya lama banget updatenya. Sekali lagi Hibi minta maaf banget nih buat readers semua.
Dan buat para senpai semua tolong kasih kritik dan saran buat Hibi yah… karna Hibi masih tergolong newbie bahkan flame Hibi juga terima kok ok tanpa banyak omong lagi selamat membaca…
Warning: agak OOC,typo (s), EYD yang gak akan pernag sempurna,gak kerasa horrornya , abal banget
Rate: T
Pairing:NaruHina, slight SasuSaku
Disclaimer: cerita yang super abal punya saya tapi charanya milik om Masashi Kishimoto
.
.
.
~*kastil kosong*~
.
.
.
.
.
Chapter 4
Saat pisau yang digenggam 'Hinata' hampir menyentuh tubuh Sai, ada sebuah tangan yang menghentika pergerakan 'Hinata' untuk menusuk jantung Sai dengan pisau yang digenggamnya.
"Hei,… 'Hime' kau mau apa pada Sai," Hinata menoleh namun ketika matanya melihat sapphire milik Naruto, Hinata pun pingsan
"Eh….. Hime bangun , Hime,Hime,Hime…!" Naruto kaget ketika Hinata pingsan tiba-tiba. Naruto pun segera mengangkat Hinata kembali ke tempat tidur
Setelah menaruh Hinata di tempat tidur Naruto mulai memikirkan kejadian yang baru saja terjadi
Flashback
Saat Hinata terbangun dan melepas genggaman tangan Naruto
Saat itu Naruto yang merasakan Hinata tidak lagi ada di sampingnya, untuk itu Naruto pun membuka mata dan melihat Hinata yang sedang berjalan kea rah Sai sambil menggenggam yang melihat Hinata sudah sadar bahkan bisa berjalan ingin menghampiri gerakannya terhenti ketika mendengar Hinata mengucapkan
"Heh… Sai bisa-bisanya kau tertidur pulas disini sementara aku… kau tinggal lihat sekarang betapa menyedihkannya nasibku. Sekarang kau harus ikut merasakan ketakutanku,"
Naruto tersentak saat mendengar Hinata mengatakan hal tersebut tanpa banyak berfikir Naruto segera menghampiri Hinata untuk meminta penjelasan, digenggamnya tangan Hinata yang bersiap menusuk jantung Sai
Hinata yang merasa kalau tangannya dihalangi menoleh dan tanpa sengaja melihat mata sapphire milik Naruto, seketika ada perasaan dalam dirinya yang membuat pandangannya buram lalu ia tak sadarkan diri, Naruto yang sempat panik segera mengangkat Hinata kembali ke tempat tidur
End flashback
'ENGHH'
Sebuah suara menyadarkan Naruto dari lamunannya. Naruto segera menggenggam tangan Hinata dengan erat, saat digenggam oleh Naruto Hinata membuka mata dan menampilkan iris Ametrysth milik-nya
"Hah~ syukurlah kau sudah sadar Hime tadi aku sempat khawatir saat kau pingsan tiba-tiba setelah aku menggenggam tanganmu," Naruto yang lega karna Hinata sudah sadar segera menggenggam tangan Hinata lebih erat
"A-apa yang k-kau bicarakan Naruto-kun, seingatku aku baru saja sadar," Hinata yang tidak mengerti dengan ucapan Naruto pun menannyakannya pada Naruto
"Lho bukanya kau tadi sudah sadar dan….," Naruto tidak melanjutkan ucapannya karna mengingat apa yang akan dilakukan Hinata pada Sai sebelum pingsan
"Dan apa Naruto-kun ?" Hinata yang penasaran kenapa Naruto tidak melanjutkan ucapannya memutuskan untuk bertannya
"Ah… dan memintaku menolongmu bangun karna kau ingin ke toilet," Naruto yang bingung harus berkata apa akhirnya berkata bohong pada Hinata
"Oh,"Hinata yang mendengarnya hanya berkata 'Oh' lalu tersenyum
"Nah… Hime aku pergi dulu ya… aku ingin memberitahu dokter bahwa kau sudah sadar," Naruto pun bergegas pergi ke ruang dokter meninggalkan Hinata dan Sai sendiri di kamar tersebut.
.
.
.
Haruno's hotel
.
.
Disana terlihat Sasuke yang sedang memarkir mobil dengan terburu-buru. Setelah itu ia segera naik lift dan berhenti berlari di kamar ber nomor 23, dan tanpa ba-bi-bu Sasuke langsung mendobrak pintu tersebut maka terdengarlah teriakan dari dalam kamar tersebut
'KYAAAAAAAAAAAA'
Disusul dengan bunyi debaman dari pintu yang segera ditutup oleh Sasuke. Setelah beberapa menit kemudian pintu dibuka dan terlihat seorang gadis yang telah berpakaian dengan rapi keluar dari kamar tersebut
"E…...etto gomen Sakura," Setelah Sakura keluar dari kamar terdengar suara yang nyaris hanya berupa bisikan dari Sasuke
"Ah, sudahlah tidak apa Sasuke-kun lagi pula dimasa depan kau yang akan menikahiku kan, Nah sekarang lebih baik kita segera pergi ke rumah sakit, aku ingin segera mengetahui bagaimana kondisi Hinata," Sakura segera menggandeng lengan Sasuke yang tampaknya wajahnya masih meninggalkan rona merah yang –sangat- tipis.
.
.
.
Di tempat shion
.
.
"Ayah bagaimana keadaan ayah sekarang apakah sudah baikan?" Shion bertanya kepada ayahnya dengan suara yang sarat akan kekhawatiran
"Ayah tak apa Shion oh ya bagaimana perkembangan tentang pencarian kakakmu apakah ada kabar?" Ayah Shion –sebut saja Inoichi- menjawab pertanyaan Shion dengan suara lemah yang sarat akan ketegasan
"Belum ada perkembangan ayah,"Shion menjawab pertanyaan ayahnya dengan perasaan miris , lalu Shion beranjak keluar dari kamar ayahnya
.
.
.
Sakura yang baru sampai di rumah sakit segera berlari ke resepsionis dan menannyakan dimana ruangan dari pasien bernama 'Hyuga Hinata'. Setelah mengetahui dimana letak kamar Hinata Sakura segera berjalan menuju kamar Hinata.
Sementara di kamar Hinata,Hinata yang sedang makan kaget karna Sakura tiba-tiba membuka pintu kamarnya hingga membuatnya yang melihat hal itu segera mengambil air putih disebelah ranjang Hinata
"Hinata kau baik-baik saja kan maafkan aku ya….," Sakura segera meminta maaf pada Hinata
"Uhuk…. Ti…tidak apa-apa Sakura-san,"Hinata kembali ingin melanjutkan makan tapi tersengar derit pintu sehingga mereka berdua –Hinata dan Sakura- melihat kearah pintu, dari luar pintu nampak Naruto yang diikuti oleh Sasuke dan Sai masuk ke dalam kamar rawat Hinata
"Hai, Hinata bagaimana keadaanmu? (tumben Sasuke myapa Hinata biasaya cuek aja tuh ) " Tanya Sasuke dengan tampang stoicnya begitu ia masuk ke dalam kamar Hinata dan setelah ia menutup pintu tentunya
"A…aku ba..baik saja Sa…Sasuke-kun"jawab Hinata dengan terbata seperti biasanya,setelah menjawab pertanyaan Sasuke suasana kembali hening karna Hinata kembali melanjutkan makannya, karna Naruto adalh orang hyperactive yang benci ketenangan di pun memulai pembicaraan
"Hime…. Apakah kepalamu masih sakit? Atau… kau merasa pusing? Jika iya maka aku akan panggilkan dokter untukmu *jiah.. Naruto.. llu romantic banget seh…. *,"ucap Naruto dengan nada imut dan romantis seketika Sakura dan Sai yang mendengarnya hanya dapat menahan tawa, sementara Sasuke yang sangat irit bicara itu hanya sedikit tersenyum lau kembali memakai topeng stoicnya
"Te…tenang sa..saja Naruto-kun a..aku ba..baik-baik saja kok,"Jawab Hinata dengan wajah memerah karna mendengar ucapan Naruto yang terdengar kelewat imut itu
"Oh,ya Hime dimana kau menaruh kalung yang kau ambil dari 'kastil kosong' tengah hutan itu…?"Tanya Naruto pada Hinata yang tampak telah menyelesaikan makannya
"Oh…. Ka…kalung i-itu ya…. Naruto-kun … kalung i…itu ku pa…pakai sup..supaya tidak hilang, me..memangnya kenapa Naruto-kun?" Jawab dan Tanya Hinata pada Naruto yang tampak telah berfikir
"Err… tidak apa sih… tapi entah kenapa aku merasa aku harus menannyakannya..," Jawab Naruto dengan agak yakin 'sepertinya aku melupakan sesuatu tapi… apa ya…' batin Naruto
.
.
.
Setelah puas berbincang dengan Hinata, Sakura Sasuke juga Sai pamit kembali ke hotel karna jam besuk telah habis dan hari tampak mulai menggelap, setelah mereka semua pergi kini tinggal Naruto dan Hinata berdua dalam kamar tersebut awalnya suasana di antara mereka berdua hening tanpa ada yang memulai pembicaraan
"Hime aku mau ke toilet dulu ya .. kau tinggu disini jangan kemana-mana karna keadaanmu belum sehat betul…,"setelah berpamitan denga Hinata Naruto segera pergi ke kamar mandi untuk memenuhi panggilan alam
Setelah Naruto pergi Hinata tampak mengeluarkan kalung yang sejak kemarin menggantung di lehernya,di mulai mengelus kalung tersebut dengan hati-hati karna takut merusaknya…. Setelah beberapa kali mengelusnya Hinata baru menyadari bahwa ada huruf yang terukir tepat di atas batu permata di kalung itu. Saat Hinata ingin membaca huruf yang tertera di atas batu permata tersebut Naruto datang, Hinata yang melihat Naruto kembali, segera memakai kalung tersebut
"Ah…. Naruto-kun kau sudah selesai ya…?"Tanya Hinata setelah melihat Naruto yang keluar dari kamar mandi. Mendengar itu Naruto pun menjawab "Ah…. Iya Hime aku sudah selesai….. ah.. Sudah malam lebih baik kau sekarang istirahat saja Hime, oyasumi~," ucap Naruto seraya merebahkan Hinata ke tempat tidur dan menyelimutinya.
"Iya kau benar Naruto-kun ini sudah malam oyasumi~," setelah diselimuti oleh Naruto, Hinata segera memejamkan matanya,
Di dalam mimpi Hinata
"Hai, Namamu Hinata kan?" Tanya seorang gadis berambut pirang diikat seperti ekor kuda
"Iya.. kamu siapa ya… ? apakah kita pernah bertemu…?"Jawab dan Tanya Hinata kepada gadis yang memiliki iris aquamarine tersebut.
"Namaku Yamanaka Ino. Dan ya…. Kita tidak pernah bertemu sebelumnya tapi…kau kan sudah mengambil kalungku jadi bolehkah aku meminjam tubuhmu ?" Tanya dan jawab gadis tersebut yang sekarang diketahui bernama Ino.
"Umm…. Apa maksudmu aku tidak mengerti," Jawab Hinata dengan raut wajah bingung
"Sudahlah lebih baik kau tanda tangani berkas ini saja ya"Bukannya menjelaskan kembali Ino malah menyuruh Hinata untuk menandatangi sebuah berkas
Hinata yang pada dasarnya adalah orang yang penurut langsung menandatangi berkas yang di berikan oleh Ino tanpa membaca apa yang ada dalam berkas tersebut
"Nah… gitu kek dari tadi aku pergi dulu ya,jaa~…..," setelah Hinata menandatangani berkas tersebut Ino tiba-tiba hilang seperti asap yang ditiup angin
End of Hinata Dream
Hinata segera bangun dari tidurnya, terlihat bahwa dia seperti habis mengalami sesuatu yang buruk buktinya deru napasnya yang tak teratur dan keringat dingin yang mengalir di pelipisnya, Hinata segera mengambil air putih yang tersedia di pinggir meja dan meneguknya sampai tak tersisa. Setelah dirasa mulai tenang Hinata melihat kea rah jam yang ada di samping ranjang dia melihat waktu masih menunjukkan pukul 3 pagi, Hinata mengedarkan pandangan dan melihat Naruto sedang tertidur di yang merasa tidak dapat tidur lagi pn memutuskan untuk menghabiskan waktu dngan memandangi Naruto.
Tak terasa Hinata telah memandangi Naruto selam 3 jam,bagi Hinata waktu selama 3 jam adalah waktu yang singkat untuk memandangi wajah Naruto yang menurutnya sempurna,setelah sinar matahari yang perlahan masuk melalui jendela Naruto tampak menggeliat dan akhirnya membuka mata, Naruto kaget karna ketika bagun di menemukan Hinata tengah memandanginya,sejenak mereka bertatapan mata namun karna malu Hinata segera memalingkan wajahnya kea rah lain.
Setelah beberapa saat di liputi suasana canggung akhirnya Naruto memulai percakapan, "Hime… bagaimana keadaanmu apakah sudah baikan?" ucap Naruto menatap lembut Hinata,
"I…iya a…aku su-sudah baikan Naruto-kun," jawab Hinata dengan pipi yang merona karna mendengar suara Naruto yang tampak menghawatirkannya.
"Oh, syukurlah kalau begitu….,jadi apa kau lapar Hime?" Tanya Naruto pada Hinata yang sedang menunduk
"Y-ya a-aku memang se-sedikit lapar Naruto-kun," jawab Hinata dengan tergagap seperti biasanya
"Baiklah… aku ke kantin dulu ya… untuk membeli bubur kau tunggu disini ya Hime," ucap Naruto sebelum dia keluar dan menghilang di koridor rumah sakit
Hinata hanya tersenyum menanggapi Naruto,setelah Naruto keluar dari dalam kamar Hinata menatap keluar jendela dan merenungi mimpinya kembali tentang pertemuannya dengan seorang gadis bernama Yamanaka Ino dan paksaan gadis tersebut yang menyuruh Hinata menandatangani berkas misterius yang di berikannya.
Saat sedang asyik melamun Hinata di kejutkan oleh suara pintu yang berderit segera di torehkan kepalanya kearah pintu, tampaklah sebuah ? kepala hitam menyembul dari pintu,Hinata yang mengetahui bahwa orang itu adalah Sai langsung kembali melihat ke lua jendela
"Hai…! Hinata bagaimana keadaanmu sekarang apakah kau sudah merasa lebih baik dari kemarin?" Tanya Sai pada Hinata dengan senyum palsu yang selalu bersedia bertengger di wajah pucatnya
Hinata yang mendengar pertanyaan Sai menjawab "I-iya Sai a-aku se-sekarang sudah le-lebih baik da-dari ke-kemarin," Hinata menjawab sambil tersenyum ramah seperti biasanya.
Suasana sempat hening sampai Naruto kembali dengan membawa nampan yang berisikan dua bubur dan dua gelas air putih."Eh… ada Sai ya… kapan datang Sai?" Tanya Naruto pada Sai. Karna setahunya ketika dia pergi Hinata hannya sendirian di kamar rawatnya
"Aku baru saja datang Naruto… oh ya apakah bubur itu untuk Hinata ?" Tanya Sai pada Naruto yang sedang membawa nampan berisikan dua bubur tersebut
"Ah… iya ini untuk Hime apa kau juga mau Sai… tapi maaf aku hanya mengambil dua bubur tadi jadi… jika kau mau kau harus ambil sendiri di kantin," ucap Naruto sambil berlalu menuju ranjang Hinata dan berniat untuk menyuapinya
-SKIP TIME-
.
.
.
Tengah malam di kamar rawat Hinata
Sai malam ini menginap karna dia bilang ingin menemani Hinata karna Sai memniliki suatu perasaan yang tidak baik akan terjadi malam ini di kamar rawat Hinata. Saat semua orang sedang terlelap Hinata kembali terbangun dengan menampakkan iris Aquamarine yang tentu saja bukan milik Hinata.
'Hinata' melihat sekeliling dan berjalan menuju kea rah jendela Hinata menaiki jendela tanpa ragu padahal kamar rawatnya berada di ketinggian 15 lantai dan kebetulan saat itu Naruto baru selesai melakukan panggilan alam melihat Hinata yang sepertinya ingin terjun dari lantai 15 segera memanggilnya.
"HINATA!"
TBC…..
Yak TBC dengan gajenya maaf ya Hibi baru update sekarang soalnya ide tiba-tiba hilang trus kepala Hibi juga bingung ngapalin pelajaran yang menggunung waktu uts jadinya Hibi gak ada kesempatan buat nulis deh. Trus kemaren juga pas waktu uts idenya datang tapi pas ngadep kompi idenya ilang lagi jadi Cuma bengong liatin kompi *kok malah curhat sih*.
Yak cukup untuk sesi curhat sekarang Hibi mau minta pendapat kalian tentang chapter yang ini. Gimana bagus kah? Jelek kah? Ngebosenin kah? Atau malah seru *ngarep padahal waktu baca ulang ampe nguap 10 kali*. Sutralah sekarang waktunya kita… ngobrol bareng chara :
Hibi:Hai-hai ketemu lagi sama Hibi yang selalu telat update ini…
Naruto:iya tuh…. Bener-bener telat banget tuh, liat para readers ampe lumutan karna sangking lambatnya update…
Hibi: masa sih rasanya cuman telat 3 bulan deh
Naruto: jiah… 3 bulan lo bilang cumin itu-tuh lama Hibi
Hibi: oh benarkah… mana yang laen? perasaan dari chapter kemaren gak muncul deh di sesi ini
Sakura:eit…. Syapa yang kau bilang gak muncul nih aku muncul kan
Hibi: jiah cuman Saku doank yang laen pada tidur ya….
Sakura: gak kok lagi pada makan tuh katanya sih capek
Hibi: termasuk Sasuke ya
Sakura: iya.. mank napa
Hibi: gak papa kok oh ya aku serahkan tugas membalas review ini untuk kalian berdua ya jaa~
Sakura: eh…? Kok aku sih yang author kan kamu, loh mana si Hibi
Naruto: udahlah Sakura dari pada marah mending balas review… ok yang pertama
Soputan: pertama-tama thanks udah baca and review chapter kemaren . kayaknya gak mungkin deh soalnya masa aku bikin 2 chapter ceritanya sama sih dan ini udah aku lanjutin kan
Nitya-chan: masa sih kawaii rasanya gak deh dan ini udah kulanjutin kan walaupu telat beberapa bulan sih…. And thank udah baca and review cerita abal-ku
Guest:iya emank waktu hinata pingsan trus jatuh , berdrah, sakura datng, skip time naruto datang, hina msih dkmar mndi, lngsng dbwa ke rs, emank gitu kejadiannya tapi Hinata sempet di pakein baju ama Sakura itu juga di pakein pas di ambulance…. Katanya sih supaya gak malu-maluin
Iya ngeri ya…., dan Hina gak kesurupan cuman di rasukin roh *lha sama aja kan*XD. Nah kalo soal Sai dia kan di cerita ini punya indra ke 6 walaupun gak disebutin jadi… dia kayak ogah-ogahan bantu Hinata pas pingsan. Dan kalo soal kapan ajar si Ino masuk ke tubuh Hinaa itu sih terserah dia
Dan makasih udah rnr fic aku
Dhidi-chan:Masasih saru justru menuruku ngebosenin deh. Dan thanks udah rnr ya…..
Special thanks to: .25, , Soputan,Nitya-chan, Guest, Dhidi-chan and para readers yang gak review
akhir kata
Review Please
R
E
V
I
E
W
