Can i get new Appa, Eomma?

.

Cast : Jung Yunho (30 tahun)

Kim Jaejoong (27 tahun)

Kim (Shim) Changmin (3 tahun)

Other cast : Jung (Choi) Siwon (33 tahun)

Park Yoochun (26 tahun)

Kim Junsu (25 tahun)

Son Dongwoon (24 tahun)

Pairing : Yunjae, Yoosu

Genre : YAOI/Shonen-ai/Family/Humor/MPreg

Chapter : 8 (delapan)

Warning : cerita pasaran dan tidak jelas, judul tak nyambung dengan cerita, alur sesuai mood saya, typo(s)bertebaran, bahasa tidak baku dan tak sesuai dengan EYD.

.

.

Jja, tanoshimi ni oyomi kudasai ^^

.

.

DOUZO

::

::

YUNJAE

::

::

"Apa kau berjanji akan selalu membuatnya bahagia dan berjanji akan selalu bersamanya, tak akan menyakitinya dan selalu menemaninya sepanjang waktu?" tanya Mr. Jung menatap dalam Jaejoong.

"Ne." jawab Jaejoong sambil mengembangkan senyum diwajahnya, ah, bolehkah ia berharap?

Mr. Jung menangkap nada kesungguhan dalam jawaban Jaejoong itu, dan saat dirinya menatap kedalam mata Jaejoong, hanya ada ketulusan dan keseriusan didalamnya.

"Apa aku bisa pegang kata-katami itu?" tanya Mr. Jung dan mendapat anggukan pasti dari Jaejoong.

"Kau tak akan meninggalkannya apapun yang terjadi?" Jaejoong mengangguk.

"Selalu menemaninya saat suka maupun duka?" Jaejoong menggangguk pasti.

"Membuatnya bahagia dan selalu berada disampingnya hingga ajal memisahkan kalian?" Jaejoong menggaguk mantap sambil mengembangkan semyum diwajahnya. Bolehkah ia berharap?

"..."

Mr. Jungpun tersenyum lepas memandang kearah Jaejoong. Segera ia mengangguk senang dan tersenyum semakin lebar saat matanya bertubrukan dengan mata musang putranya. Ia sudah mantap dengan keputusannya, dan ia yakin kalau Jaejoong adalah orang yang terbaik untuk anaknya.

"Abeoji-" lirih Yunho saag melihat gurat bahagia dari appanya itu, apakah itu tandanya kalau-

"Ne Yunho-ah, abeoji merestui kalian."

.

.

Suara kicauan burung terdengar nyaring membangunkan seorang namja cilik yang terlihat sangat lelap tertidur. Disebelahnya nampak seorang namja dewasa yang juga tengah tertidur lelap sambil memeluk hangat tubuh gembul namja cilik itu, dan membuat namja cilik itu tertidur semakin nyaman.

"Eungh." lenguh namja cilik itu saat merasakan pergerakan pelan ditubuhnya. Namun namja cilik itu tak berniat membuka matanya, malah semakin merapatkan matanya sambil membalas pelukan tangan kekar namja itu ditubuhnya. Apalagi namja cilik itu kini tengah tersenyum dalam tidurnya, nampaknya ia tengah merasa senang.

Tok tok tok

Terdengar suara ketukan dipintu yang membuat namja dewasa itu sedikit mengernyitkan matanya. Merasa malas untuk membuka matanya, namja itupun malah kembali masuk ke dalam selimut sehingga menutupi sebagian tubuhnya dan tubuh namja cilik yang berada dipelukannya.

Tok tok tok

Cekleeekk

Merasa kesal karna tak ada sahutan dari dalam, orang yang mengetuk pintupun langsung masuk ke dalam kamar. Dan rasa kesalnya seketika menguap saat melihat dua namja tengah saling berpelukan satu sama lain dalam tidurnya.

"Omo, manisnya." gumam orang itu sambil terus memperhatikan Yunho dan Changmin yang tidur sambil berpelukan.

"Eomonim, apa kau didalam?" terdengar suara halus milik seseorang membuat Mrs. Jung yang tadinya asik mengamati putra dan cucunya itu, menolehkan kepalanya kearah pintu.

"Ne, eomonim disini Joongie-ah." jawab Mrs. Jung sambil tersenyum.

Ah, kalian bertanya kenapa bisa Jaejoong memanggil Mrs. Jung dengan sebutan eomonim? Itu sudah jelas karna sebentar lagi putranya dan namja cantik itu akan segera menikah, jadi tak mengherankan kalau mulai kemarin Mrs. Jung sudah menyuruh Jaejoong untuk memanggilnya eomonim dan abeoji kepada Mr. Jung.

"Omo, mereka masih tidur!" pekik Jaejoong saat matanya melihat HoMin masih tertidur pulas sambil berpelukan. Tak terasa senyum mengembang diwajahnya melihat anaknya yang nampak bahagia dalam tidurnya itu.

"Appa dan anak sama saja. Yunho memang sangat susah untuk dibangunkan, tak kusangka Minie juga memiliki kebiasaan yang sama." gumam Mrs. Jung geleng-geleng kepala melihat kelakuan dua namja tampan yang masih tertidur lelap itu.

"Apa kau sudah selesai memasak?" tanya Mrs. Jung lagi dan bersiap untuk keluar.

"Ajigeum eomonim, sebentar lagi. Saya ingin membangunkan mereka terlebih dahulu, agar bisa sarapan bersama." jawab Jaejoong dan semakin mendekat kearah tempat tidur.

"Ne arraseo." jawab Mrs. Jung dan mulai melangkahkan kakinya keluar dari sana, meninggalkan Jaejoong yang kini sudah duduk dikasur dan tersenyum hangat sambil membelai lembut rambut tebal Changmin.

"Kau kelihatan sangat senang Minie." ucap Jaejoong saat melihat Changmin tersenyum ditidurnya. "Kau bahagia?" tanyanya lagi sambil terus mengusap sayang rambut tebal Changmin.

"Ne eomma, Minie cangat cenang~"

"Eh?"

Jaejoong terkejut karna Changmin menjawab pertanyaannya, namun dengan suara dan aksen yang berbeda. Namun detik berikutnya ia sadar kalau itu bukan suara anaknya, melainkan suara beruang gendut yang baru saja bangun dari tidurnya.

Rupanya Yunho sudah bangun sedari tadi, namun ia malas membuka matanya dan membiarkan Jaejoong bermonolog sendiri.

"Annyeong~" seru Yunho dan segera tersenyum manis menatap kekasihnya dan perlahan bangkit dan duduk dikasurnya. "Morning kiss?" tanyanya dan detik berikutnya, ia sudah menarik Jaejoong mendekat kearahnya dan mendaratkan bibir hatinya diatas bibir cherry Jaejoong.

"Enghhh." lenguh Jaejoong merasa tak siap dengan ciuman tiba-tiba dari Yunho. Iapun segera menahan dada Yunho agar dirinya tak terdorong kebelakang.

"Yunhhhh...hooo." ucapnya terengah-engah karna Yunho semakin memperdalam ciumannya. Bahkan tangannya sudah menyusup kebelakang leher Jaejoong dan menariknya. Sementara tangan satunya menarik pinggang Jaejoong dan membuatnya menempel didadanya.

"Hmmpphhh,,,Yun.." desak Jaejoong lagi merasa dadanya sesak karna pasokan udaranya yang semakin menipis. Didorongnya pelan dada Yunho dan memukulnya memberitahu kekasihnya itu kalau ia sudah sesak.

Yunhopun mengerti dan segera melepas ciumannya, namun tak berhenti sampai disana, ia kini malah sedang mengendus leher jenjang Jaejoong. Menghirup aroma bayi yang menguar dari sana lalu mengecupnya pelan.

"Yunho!" erang Jaejoong menahan kesal karna ulah Yunho, segera saja ia memukul keras bahu Yunho agar kekasihnya itu tak melakukan macam-macam.

"Yah, appo." dengus Yunho merasakan perih dibahunya. "Napeun eoh?" lanjut Yunho sambil tersenyum mesum kearah Jaejoong.

"Yah, berhenti tersenyum mesum begitu!" teriak Jaejoong kesal dan segera bangkit dari duduknya, menghindari Yunho yang benar-benar terlihat mesum sekarang.

"Huh, semalam kenapa kau tak tidur disini saja hmm? Kalau kau tidur disini, kita akan tidur dengan nyaman." kata Yunho dan perlahan bangkit dari duduknya. Ah, tuan Jung ini bisa saja. Bukankah justru bahaya jika membiarkan Jaejoong untuk tidur bersama dengannya? Tadi saja ia sudah kehilangan kendali, apalagi kalau membiarkan mereka tidur bersama.

Untung saja Mrs. Jung memikirkan hal itu, maka untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan, Mrs. Jung menyuruh Jaejoong untuk tidur dikamar tamu, dan membiarkan Changmin tidur berdua dengan Yunho.

"Untung eomonim menyuruhku tidur dikamar tamu, aku tak tahu apa yang akan terjadi kalau aku sekamar denganmu!" ketus Jaejoong dan perlahan menyibak gorden dan membuat sinar matahari menyerobot msuk ke dalam.

"Hah, eomonim memang tak mengerti keinginanku." jawab Yunho sambil memasang wajah sedih. Perlahan ia berjalan mendekat kearah Jaejoong yang tengah membelakanginya guna menyibak gorden.

Greeppp

Yunhopun dengan segera memeluk Jaejoong dari belakang, dan menyerukkan wajahnya keperpotongan leher Jaejoong. Menghirup aroma yang membuatnya mabuk itu.

"Aku sungguh bahagia." kata Yunho masih tetap dalam posisinya. Ia tersenyum saat merasakan tangan halus Jaejoong yang menyentuh tangannya yang berada dipinggang Jaejoong. Dan bisa dirasakannya kalau Jaejoong menyandar pelan didadanya.

"Apa kau juga bahagia?" tanyanya sambil mendongakkan wajahnya menoleh menatap wajah Jaejoong, lalu mencium sekilas pipi ranum Jaejoong.

"Hmm, aku juga merasa bahagia." jawab Jaejoong sambil memejamkan matanya saat merasakan bibir Yunho menyentuh pipinya.

Lama mereka dalam posisi seperti itu, saling mengungkapkan perasaan bahagia yang tengah mereka rasakan. Senyum tak pudar diwajah keduanya, mengungkapkan betapa bahagianya mereka saat ini. Dan merekapun mengacuhkan sepasang mata bulat seorang namja kecil yang kini tengah berusaha duduk ditempat tidurnya. Perlahan senyum mengembang diwajah bulatnya saat melihat kedua orang tuanya yang terlihat sangat bahagia.

::

::

YUNJAE

::

::

Suasana sarapan pagi dikediaman Jung kini lebih berwarna dari biasanya. Bisa kita lihat kalau Mr. Jung lebih sering tersenyum semenjak keputusannya merestui pasangan YunJae. Ia merasa kalau mereka sekarang sudah menjadi keluarga besar, ditambah kehadiran Changmin yang menambah hangat suasana pagi ruang makan itu.

Kini Changmin tengah makan dengan lahap semua masakan yang dibuat sang eomma. Ah, bukankah setiap kali makan Changmin akan selalu bertindak sama. Makan dengan lahap dan tak memperdulikan sekitarnya?

Mr. Jung hanya dibuat tertawa dengan tingkah Changmin itu, sudah lama ia tak tertawa selepas itu. Dan itu membuat Mrs. Jung diam-diam tersenyum melihat perubahan yang terjadi pada suaminya. Ternyata pengaruh kehadiran Jaejoong dan Changmin tak hanya bisa merubah sikap Yunho menjadi kembali seperti Yunho yang dulu. Bahkan karna kehadiran dua namja manis itu, sekarang Mr. Jungpun menjadi lebih sering tersenyum dan tertawa. Ah, betapa senangnya Mrs. Jung atas kenyataan itu.

"Apa kau mau ini Changminie?" tanya Mr. Jung sambil mengambil sepotong daging ayam goreng dari piringnya.

"Umm, umm, Minie mau halaboji." jawab Changmin dan segera merebut(?)ayam goreng itu dari tangan Mr. Jung dan mengundang tawa dari semua orang yang ada disana.

"Pelan-pelan Minie-ah." kata Jaejoong dan kembali melanjutkan sarapannya, dan sesekali nampak ia yang mengurusi Yunho mangambilkannya lauk dan mengambilkan Changmin nasi karna anaknya ingin makan lagi.

.

.

Setelah sarapan bersama, kini keluarga Jung sedang bersantai di ruang keluarga. Mereka semua berbincang hangat ditemani tingkah lucu Changmin yang membuat semuanya tertawa karna tingkah polos bocah gembul itu.

Seperti sekarang, Changmin tengah asik bercerita tentang kegiatannya semalam bersama Yunho. Karna baru kali ini ia bisa merasakan tidur dalam dekapan sang appa.

"Ne halmonie, appa teluc peluk Minie. Jadi Minie melaca hangat. Hihihi~" kata Changmin dan diakhiri dengan kekehan kecil darinya.

"Teluc teluc, appa juga cium ciumin pipi Minie." lanjut Changmin sambil menoel-noel pipinya sendiri. Mendengar itu, semua orang yang berada disanapun tersenyum geli, mengira kalau Yunho melakukan itu karna rasa sayang yang menumpuk. Ah, tak tahu saja mereka, kalimat berikut dari Changmin akan meruntuhkan seketika pemikiran mereka itu.

"Tapi Minie kecel, coalnya appa gak manggil nama Minie. Tapi appa malah manggil nama Joongie. Uh, nama Minie kan Minie, bukan Joongie!"

Gubrakk

"Uhuk uhukk."

Segera saja setelah Changmin menyelesaikan ucapannya, semua orang yang ada diruangan itu terkaget-kaget. Oh, astaga Yunho. Sebegitu inginnya dirinya tidur bersama Jaejoong, sampai-sampai ia mengira kalau Changmin adalah Jaejoong.

Tentu saja hal itu membuat seorang Jung Yunho yang tengah meminum jusnya, terbatuk-batuk mendengar cerita polos anaknya. Dan langsung saja ia merasakan aura pekat yang menguar di ruang keluarga itu. Takut-takut ia menolehkan kepalanya menatap keluarganya satu-persatu. Dan iapun menggaruk belakang kepalanya yang tak gatal, merasa malu karna Changmin membongkar aibnya.

"Astaga, eomonim rasa kita harus secepatnya menikahkanmu Yunho-ah! Eomonim tak mau kalau sampai kau berbuat hal yang macam-macam pada Joongie sebelum kalian terikat dalam sebuah pernikahan." kata Mrs. Jung sambil menggelengkan kepalanya merasa pusing dengan tingkah putranya.

Tak jauh beda dengan sang istri, Mr. Jungpun hanya menatap Yunho dengan pandangan datar yang sangat sulit untuk diterjemahkan.

Lain lagi dengan Jaejoong, dirinya sungguh malu mendengar kalau Yunho menyebut namanya saat dirinya tertidur. Bahkan sekarang ia tengah mengeluarkan deathglare terbaiknya untuk kekasihnya itu.

"Ahh, mianhamnida abeoji, eomonim." kata Yunho tak tahu harus berkata apalagi. Ia sungguh malu perbuatannya diketahui oleh semuanya. Diliriknya Changmin yang malah asik bermain tanpa memperdulikan Yunho yang sudah memasang wajah kesalnya.

"Sebaiknya kita segera mengunjungi rumah besan, dan memintanya untuk memperbolehkan anaknya untuk menjadi pendamping putra kita." kata Mr. Jung dan membuat Yunho mendongakkan wajahnya menatap sang appa. "Aku tak menyangka ternyata putraku semesum ini." lanjutnya sambil tersenyum tipis mengakhiri ucapannya.

Yunho semakin malu dibuatnya, mendengar Mr. Jung yang dengan jelas-jelas mengatainya mesum. Segera saja ia tersenyum gaje sambil menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal. Jaejoongpun ikut tersenyum mendengar ucapan Mr. Jung itu, dalam hati ia sangat membenarkan ucapan sang appa mertua. Ah, nampaknya keluarga itu semakin menunjukkan keakraban mereka.

"Ne abeoji. Aku memang sudah berencana untuk menemui keluarga Jaejoong. Menemui mereka untuk mengutarakan maksudku untuk meminta Jaejoong menjadi pendampingku." kata Yunho setelah tawa mereka terhenti.

"Ne, kau harus melakukannya. Pergilah kesana dan dapatkan restu dari mereka. Eomonim sudah sangat ingin melihat Joongie menjadi bagian dari keluarga Jung." kata Mrs. Jung sambil menyentuh lembut tangan Jaejoong yang duduk disebelahnya, membuat sang obyek pembicaraan tertunduk malu akan ucapan Mrs. Jung.

"Ne abeoji. Siang nanti, aku akan pergi menemui calon mertuaku." jawab Yunho mantap dan segera menatap Jaejoong lalu tersenyum hangat.

::

::

YUNJAE

::

::

Siang harinya, sesuai dengan ucapan Yunho, dirinya tengah dalam perjalanan menuju kampung halaman Jaejoong. Tentunya setelah mereka makan siang bersama dirumah Yunho. Kini mereka bertiga tengah dalam perjalan menuju daerah Chungnam, tempat dimana kampung halaman Jaejoong.

Sebelum mereka berangkat tadi, Jaejoong sudah menelpon terlebih dahulu appa dan eommanya disana. Memberitahu kedua orang tuanya kalau dirinya akan berkunjung. Dan dari suaranya saja, Jaejoong sudah bisa menebak, kalau bumonimnya merasa senang akan kunjungannya ini. Karna memang sudah lama ia tak pernah mengunjungi keluarganya disana. Dan ditambah berita yang ingin disampaikannya nanti, Jaejoong berharap kalau orang tuanya akan memberikan restunya.

"Eomma, kita mau kemana eomma?" tanya Changmin sambil memasukkan cemilan yang dibawanya dari rumah Yunho. Sesekali nampak dirinya menyuapi Yunho yang tengah menyetir dengan cemilan yang dibawanya itu.

"Kita akan kerumah halmonie chagy. Sudah lama kita tak bermain kesana ani?" tanya Jaejoong sambil mengecup pelan pipi tembam Changmin.

"Kelumah halmonie?" pekik Changmin girang. Oh, nampak binar bahagia dimatanya, karna ia paling senang jika akan berkunjung ke rumah halmonienya itu. Karna disana ia bisa mendapatkan berbagai macam makanan yang halmonienya siapkan hanya untuknya.

"Ne. Kita akan ke rumah halmonie, jadi jangan nakal ne!"

"Umm, ne eomma. Minie gak akan nakal." jawab Changmin semangat dan tersenyum lebar memperlihatkan deret giginya yang rapi.

Sepanjang sisa perjalanan, suara tawa bahagialah yang tedengar dari keluarga kecil itu. Changmin tak henti-hentinya bercerita bagaimana ia sangat kangen dengan halmonienya dan merindukan makanan yang dimasak oleh halmonienya itu. Membuat Changmin benar-benar tak sabar untuk segera sampai dirumah helmonienya.

Tiga puluh menit didalam perjalanan, akhirnya YunJaeMin pun tiba dikediaman Jaejoong. Changmin segera merangsek turun begitu mereka tiba disana. Sangat antusias eoh Changminie? Yunho dan Jaejoong hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah Changmin itu, mereka berfikir kalau nampaknya Changmin sangat merindukan bumonim Jaejoong, padahal tak tahu saja kalau sebenarnya Changmin merindukan masakan sang halmonie.

"HALMONIE, HALMONIE. MINIE DATANG~" teriak Changmin kencang sambil berlari memasuki gerbang kayu pembatas rumah keluarga Kim itu. Dengan senyum mengembang diwajahnya, ia berlari kencang masuk kedalam dan menemukan sang halmonie yang tengah duduk sambil menyulam diteras depan.

"HALMONIE~"

Bruukkk

Dan tubuh montok Changminpun dengan sukses menubruk keras tubuh sang halmonie, dan membuat yeoja paruh baya itu tersentak kaget dan menjatuhkan rajutannya.

"Omona. Minie? Changminie?" pekik Mrs. Kim saat menyadari siapa yang tengah memeluknya kini. Ditatapnya tubuh gembul Changmin yang kini sudah memeluknya denga sangat erat.

"Halmonie~" desis Changmin bahagia dan tersenyum manis.

Mrs. Kim segera melepaskan pelukan Changmin lalu mengangkat tubuh montok cucunya itu keatas pangkuannya. "Minie-ah, bogosipeoyo. Cucu halmonie nappeun, tak pernah datang menjenguk halmonie." rajuk Mrs. Kim pada Changmin.

"Hihi, Minie juga kangen cama halmonie." jawab Changmin sambil terkikik geli karna Mrs. Kim menciumnya dengan bertubi-tubi.

"Eoh? Eomma eodiseoyo?" tanya Mrs. Kim lagi karna tak melihat keberadaan Jaejoong bersama Changmin, dan itu sedikit membuatnya mengernyitkan alis bingung.

"Eomma lagi jalan dibelakang cama appa." jawab Changmin sambil melirik-lirik kue kering yang ada ditoples atas meja.

"Eoh, iya masih berjalan dibelakang bersama appamu."

Loading please

1 detik

2 detik

3 detik

"MWO? BERSAMA APPA?" pekik Mrs. Kim nyaring dan membuat dua orang namja dewasa yang baru saja hendak mengucapkan salam, seketika menutup telinganya akibat suara lengkingan Mrs. Kim yang tak bisa dibilang kecil.

"Aigoo, eomma. Kau mau membuat telinga kami sakit!" hardik Jaejoong kesal sambil mengusap pelan kupingnya yang berdengung. Mendengar suara sang anak yang dekat, Mrs. Kimpun menolehkan wajahnya dan melihat nyalang ke arah Jaejoong. Segera diturunkannya Changmin dari pangkuannya dan berjalan mendekati Jaejoong. Changminpun segera menghambur mengambil toples-toples yang ada dimeja dan mulai memakannya dengan lahap, tak menghiraukan pertangkaran yang terjadi antara eomma dan halmonienya itu. Padahal bukankah dirinyalah penyebab keributan itu?

"Yah, Kim Jaejoong! Apa maksudmu hah! Apa kau sudah menikah diam-diam dan tak memberitahu kami! Apa begitu caramu memperlaukan orang tua yang sudah membesarkanmu? Dasar anak kurang ajar! Anak tak berbakti! Rasakan ini, rasakan ini!" geram Mrs. Kim yang dengan tak berkeprimanusiaan menjewer telinga Jaejoong dan memukul pantat anaknya itu.

"Yah yah, eomma appoyo. Appo, appo." ringis Jaejoong merasakan sakit ditelinganya akibat sang eomma yang menjewernya sangat keras.

"Appo? Yah! Ini tak sebanding. Kau ini anak kurang ajar, menikah tanpa memberitahu kami!" masih, Mrs. Kim masih setia menjewer telinga anaknya, tak menghiraukan keberadaan Yunho yang hanya bisa melongo melihat adegan ibu dan anak itu.

"Yah yah, siapa yang memberitahu eomma. Aku bahkan belum menikah!" jawab Jaejoong berusaha melepaskan jeweran sang eomma ditelingnya.

"Tak penting dari siapa. Kau ini, apa sudah tak menganggap kami orangtuamu eoh?"

"Anio eomma. Yah, lepaskan. Dengarkan dulu penjelasanku eomma!" teriak Jaejoong sudah merasa sangat kesakitan di telinganya. Bahkan telinganya sudah sangat merah akibat tarikan Mrs. Kim yang tak bisa dibilang kecil.

"Err..ah..ahjumma, tolong dilepas. Kasihan Jaejoong ahjumma." Yunhopun tak tega melihat kekasihnya kesakitan begitu, akhirnya ikut membantu Jaejoong terlepas dari jeweran sang eomma. Dan detik itu juga Mrs. Kim baru menyadari kalau ada namja tampan yang datang bersama sang anak.

"Kau siapa hah!" bentak Mrs. Kim merasa kalau Yunho sudah menganggu dirinya. Ditatapnya Yunho dengan matanya yang bulat yang diturunkannya kepada Jaejoong.

Yunho menelan saliva gugup saat ditatap seperti itu oleh Mrs. Kim, jantungnya bergemuruh cepat tak berani menatap balik eomma dari kekasihnya itu.

"Jeo..jeoneun Jung Yunho imnida." jawab Yunho sedikit terbata dan diakhiri dengan membungkukkan badannya sedikit kepada Mrs. Kim.

Mrs. Kim hanya menatap lama Yunho, merasa kalau sang eomma hanya memandang Yunho, akhirnya Jaejoongpun bersuara, "Eomma, ada yang ingin aku sampaikan padamu dan appa." kata Jaejoong dan perlahan berjalan mendekat kearah Yunho. "Appa eodiya?" tanyanya lagi karna tak melihat keberadaan sang appa.

"Ia ada dibelakang. Kka, ikut eomma kebelakang." jawab Mrs. Kim dan mulai mengajak YunJaeMin menemui sang suami dibelakang. Ah, nampaknya Mrs. Kim merasakan perasaan aneh saat mendengar perkataan Jaejoong tadi. Entahlah, namun ia merasa sepertinya anaknya itu datang bukan hanya sekedar untuk berkunjung. Ditambah lagi keberadaan namja tampan yang datang bersama anaknya itu, Mrs. Kim yakin ada suatu hal penting yang akan dikatakan oleh Jaejoong nantinya.

"HALABOJI~" pekik Changmin kencang saat melihat sang harabeoji yang tengah sibuk menata kebun bunga dihalaman belakang. Nampak Mr. Kim yang sedikit terkejut dengan teriakan itu dan segera menolehkan wajahnya kebelakang.

Brukk

Dan sesuatu yang montokpun segera menghantam tubuh kekarnya.

"Halaboji~" panggil Changmin lagi sambil memeluk erat kaki sang harabeoji, sementara Mr. Kim belum menyadari apa yang terjadi hanya diam.

"Appa." kini suara Jaejoong yang memanggil appanya lah, yang membuat Mr. Kim mengerti dan segera melepas pelukan Changmin dikakinya. Digantikan dengan pelukan hangat seorang kakek kepada cucunya.

"Minie-ah, bogoshipo. Mian harabeoji tak langsung mengenalimu." jawab Mr. Kim sambil memeluk erat cucu kesayangannya itu.

"Hihi, ne halaboji. Minie juga kangen halaboji." jawab Changmin dan membalas pelukan Mr. Kim ditubuhnya.

"Appa, annyeong." kata Jaejoong lagi dan bersiap memeluk sang appa. Memang Jaejoong sangat dekat dengan appanya, kalau ia sedang bertengkar dengan Junsu, ia akan selalu mencari sang appa. Sosok sang appa sangat menjadi panutan olehnya.

"Jaejoong-ah." ucap Mr. Kim pelan dan beranjak memeluk anaknya itu. Rasanya sudah sangat lama ia tak bertemu lagi dengan anaknya yang sudah menetap di Seoul. Dan merekapun membagi kerinduan dalam pelukan itu.

Mrs. Kim mengembangkan senyum diwajahnya. Ah, melihat sorot rindu yang dilayangkan Mr. Kim pada anaknya sudah cukup membuktikan betapa rindunya suaminya itu terhadap Jaejoong. Alhasil, iapun seakan melupakan kekesalannya tadi dan digantikan perasaan lega didadanya.

::

::

YUNJAE

::

::

Suasana ruang tamu kediaman Kim nampak berbeda dari biasanya. Nampak kini seorang bocah kecil sibuk menghabiskan kue kering yang ada ditoples diatas meja ruang tamu. Kim Changmin dengan semangat memakan semua kue-kue itu. Ah, sudah lama ia tak merasakan rasa masakan sang halmonie.

Disebelah Changmin, nampak Mrs. Kim yang tak henti-hentinya menatap kearah anaknya. Menelusuri raut wajah sang anak yang kini tengah menatap hati-hati kearah Mr. Kim. Pandangannyapun kini beralih kepada namja tampan yang datang bersama anaknya tadi. Ia penasaran siapa sebenarnya pemuda tampan itu, dan untuk apa ia datang kemari bersama anaknya. Sempat terlintas dipikirannya kalau ada hubungan diantara keduanya, melihat bagaimana perhatiannya namja itu pada anak dan cucunya. Dan kalaupun itu benar, maka ia akan dengan senang hati menerimanya, karna sudah lama ia melihat anaknya itu hidup sendiri.

Sementara Yunho kini tengah mengatur jantungnya yang berdetak cepat, ia sungguh gugup saat melihat Mr. Kim. Maklum saja, ini adalah hal yang pertama baginya. Iapun menghembuskan perlahan nafasnya sebelum akhirnya mulai berbicara mengenai tujuannya datang kesini.

"Annyeonghasimnika, ahjussi, ahjumma. Jeoneun Jung Yunho imnida." kata Yunho tegas sambil membungkukkan sedikit badannya saat memperkenalkan diri.

Mr. dan Mrs. Kim hanya diam memandang Yunho, seakan memberitahu namja tampan itu untuk melanjutkan perkataannya.

"Saya datang kesini bermaksud untuk mengatakan pada kalian kalau saya-" Yunho benar-benar gugup sekarang, ia melirik sekilas Jaejoong yang berada disebelahnya. Jaejoongpun mengangguk sambil tersenyum simpul memberi tahu Yunho untuk melanjutkan ucapannya.

Yunhopun mengangguk mengerti dan mulai melanjutkan kalimatnya yang terpotong tadi, "Saya datang kemari bermaksud untuk memberitahu kalian berdua kalau saya mencintai putra kalian."

"..."

"..."

Tak mendapat respond apapun, Yunho kembali melanjutkan kalimatnya. "Saya sangat mencintai putra kalian, saya juga menyayangi Changmin dan sudah menganggapnya seperti anak saya sendiri."

"..."

"Dan kedatangan saya kemari berniat melamar putra kalian dan memohon restu dari kalian, ahjussi, ahjumma."

"..."

"..."

Keheningan semakin tercipta, Mr. Kim nampak menatap lama kearah Yunho, mencari kebenaran dimata namja yang sudah mengatakan mencintai putranya. Sekarang tatapannya beralih menatap sang putra tercinta, bisa dilihatnya sekarang kalau putranya itu tengah tersenyum senang. Ia bisa merasakan kalau putranya juga mencintai namja mata musang itu.

Sebenarnya Mr. Kim juga sudah lama menginginkan Jaejoong untuk memiliki pendamping lagi, setelah 3 tahun kepergian menantunya, appa dari cucunya itu, sebenarnya Mr. Kim ingin menyuruh Jaejoong mencari pendamping lain. Karna ia tahu pasti berat untuk mengurus Changmin seorang diri ditambah ia harus bekerja.

Lama berkutat dengan pikirannya, akhirnya Mr. Kim pun mengeluarkan suaranya.

"Semua keputusan ada ditangan Jaejoong. Aku akan mengikuti kemauannya, jika memang itu yang terbaik untuknya." kata Mr. Kim sambil terus menatap dalam mata Yunho, "Karna ia yang akan menjalaninya."

"..."

"Jaejoong-ah?" tanya Mr. Kim yang kini mengalihkan tatapannya ke Jaejoong. Menunggu jawaban dari anaknya itu, walaupun jauh dilubuk hatinya, ia sudah tahu jawaban apa yang akan dikatakan oleh Jaejoong.

Jaejoong perlahan menolehkan wajahnya ke arah sang appa, setelah sebelumnya menatap Yunho saat appanya berbicara. Perlahan senyum mengembang di wajahnya saat matanya bertemu pandang dengan mata sang appa. Menyampaikan rasa terimakasih karena sudah memberinya kepercayaan dan memberi kesempatan pada Yunho.

"Ne appa." jawab Jaejoong pasti dan setelahnya ia pun menggenggam tangan Yunho dan tersenyum manis pada kekasihnya itu. "Aku yakin, Yunho bisa membahagiakan kami. Aku dan Changmin juga menyayanginya." jawab Jaejoong dan seketika membuat Yunho juga ikut tersenyum dan balas menggenggam tangan Jaejoong.

Mr. Kimpun perlahan mengembangkan senyumnya, sudah lama ia tak melihat kilat bahagia itu dimata sang anak. Dan sekarang ia bisa melihat kembali senyum cerah itu diwajah cantik putranya. Iapun ikut berbahagia jika itu adalah pilihan yang terbaik untuk putranya. Dan lagi, dari yang ia lihat, Yunho adalah namja yang baik dan sopan. Apalagi melihat keakraban yang ditujukan Yunho pada Changmin, menambah nilai plus dimata Mr. Kim.

Tak jauh beda dengan sang suami, Mrs. Kim pun juga mengulas senyum bahagia. Ia juga senang melihat Jaejoong bisa tersenyum ceria kembali. Perasaan seorang ibu memang lebih peka, ia bisa melihat kikat cinta yang dari awal Jaejoong tujukan pada Yunho, begitupula sebaliknya. Dan saat menatap Changminpun Mrs. Kim tahu, kalau cucunya pun juga menyayangi namja tampan itu.

"Aku menerimanya appa."

"..."

"..."

Mr. dan Mrs. Kim saling pandang setelah mendengar jawaban Jaejoong, Mrs. Kimpun menganggukkan kepalanya sambil tersenyum manis saat matanya bertatapan dengan mata suaminya, menyampaikan kalau dirinya juga menerima namja tampan itu. Mr. Kim yang mengertipun juga balas tersenyum kepada istrinya. Mr. Kimpun kini mengalihkan pandangannya pada Yunho, menatapnya dalam sebelum akhirnya berkata-

"Bawalah orangtuamu kesini dan lamar putraku secara benar." kata Mr. Kim sambil memasang wajah datar, walaupun jauh dilubuk hatinya ia amat merasa senang.

Tak jauh beda dengan Mr. Kim, Yunho dan Jeajoongpun merasa amat senang atas pernyataan Mr. Kim tadi, bukankah secara tidak langsung, kalau ia sudah menerima Yunho? Senyumpun segera mengembang diwajah keduanya, merasa sangat bahagia karna orangtua Jaejoong segera menerima hubungan mereka.

Yunhopun tersenyum senang memandang Mr. Kim, lalu membungkuk sebentar sebelum akhirnya menatap Mrs. Kim yang juga tengah menatapnya. Dianggukkannya kepalanya menatap Mrs. Kim sambil tersenyum cerah, lalu setelahnya kembali memandang Jaejoong dan mengeratkan genggaman tangannya.

'Semua berjalan dengan lancar. Joongie, gomawo. Jeongmal gomawo'

::

::

YUNJAE

::

::

Waktu berlalu dan haripun beranjak sore, kini Mrs. Kim dan Jaejoong tengah sibuk menyiapkan makan malam. Terlihat keduanya kini yang tengah sibuk mengeluarkan bahan makanan dari dalam kulkas. Sementara mereka berdua tengah sibuk menyiapkan makan malam, dua namja dewasa lainya yaitu Mr. Kim dan Yunho tengah berbincang ringan di teras depan. Nampaknya Yunho juga ingin mendekatkan diri dengan calon mertuanya itu. Banyak hal yang mereka bicarakan, mulai dari hal yang kecil sampai masalah besar yang belakangan ini terjadi.

Sementara Changmin kini sudah duduk manis didepan televisi, menonton film kartun favoritnya. Ditemani berbagai macam kue kering yang sudah disiapkan oleh halmonienya itu, Changmin larut dalam dunianya sendiri.

Kembali ke dapur, kini kita bisa lihat Jaejoong yang tengah asik memotong-motong sayuran. Sementara sang eomma tengah memasukkan daging ayam ke dalam panci, nampaknya malam ini mereka akan membuat kare.

"Junsu, bagaiaman kabar anak itu?" tanya Mrs. Kim memulai percakapan, ah, iya jadi merindukan putra bungsunya itu, ia rindu dengan tingkah polah putra keduanya itu dan suara tertawanya yang khas.

"Ia baik-baik saja eomma. Ia menitipkan salam untuk eomma dan appa, mian karna belum bisa berkunjung kemari." jawab Jaejoong tersenyum pelan ke eommanya, menyampaikan permintaan maaf dari dongsaengnya.

"Ck anak itu. Apa ia lupa dengan orangtuanya disini eoh?" gumam Mrs. Kim karna sedikit kesal dengan Junsu.

"Anio, ia begitu merindukan teriakan cerewet eomma." canda Jaejoong dan mebuat Mrs. Kim mendelik sebal kearahnya.

"Ah, ya, sejak kapan kau dan Yunho berhubungan?" tanya Mrs. Kim kembali disela kegiatannya memasak.

Jaejoong menoleh sebentar karna mendengar suara sang eomma yang bertanya kepadanya. "Ia adalah atasanku di kantor, dan yah, kami belum lama berhubungan eomma." jawab Jaejoong sambil kembali melanjutkan kegiatan memotongnya.

"Atasanmu?" ulang Mrs. Kim sedikit terkejut, "Apa kau sudah bertemu dengan orang tuanya?" lanjut Mrs. Kim sambil kini memasukkan kentang kedalam panci.

"Ne, kemarin aku sudah menemui orang tuanya." jawab Jaejoong pelan dan menoleh sebentar kearah sang eomma.

"Lalu? Apa mereka merestui kalian?"

Jaejoong terdiam cukup lama sebelum menjawab pertanyaan sang eomma, mengundang kekhawatiran dari Mrs. Kim.

"Mereka-" kata Jaejoong dan kembali menggantungkan kalimatnya, "Memberikan restunya eomma."

"..."

"Yah, eomma kenapa diam!" gumam Jaejoong karna tak mendapat respond apapun dari sang eomma.

"Yah kenapa berteriak! Eomma hanya kaget, takut mereka tak merestui kalian. Dan kau malah mempermainkan eomma!" kata Mrs. Kim dan mendekat kearah Jaejoong dan memasang wajah khawatir.

"Hehe, mian eomma. Aku hanya bercanda." kekeh Jaejoong melihat kekhawatiran diwajah eommanya. "Yah, awalnya memang mereka nampak tak setuju, namun aku berhasil meyakinkan mereka. Dan yah, akhirnya mereka memberikan restunya. Lagipula, mereka juga menyayangi Changmin, itu yang membuatku juga merasa senang." kata Jaejoong sambil memandang keluar.

"Ne, tak akan ada yang bisa menolak anak sepolos dan selucu Minie." jawab Mrs. Kim dan memandang Jaejoong. "Kalian harus bahagia. Arraseo!"

Jaejoong menoleh menatap Mrs. Kim, senyum mengembang diwajahnya sambil bergumam, "Ne eomma. Arraseo."

::

::

YUNJAE

::

::

Suara burung berkicau nyaring terdengar disalah satu gereja disudut kota Seoul, suara kicauan burung yang merdu seakan ikut memeriahkan upacara sakral yang akan dilangsungkan di gereja itu. Cuaca yang cerahpun seakan memberitahu bahwa sang penciptapun turut memberikan restunya bagi insan yang tengah berbahagia itu. Memberikan jalan bagi mereka untuk bisa mengikat janji suci dihadapannya.

Nampak suasana gereja itu sudah ramai dengan tamu undangan yang berdatangan. Lengkap dengan mengenakan pakaian formal dan berusaha tampil dengan sebaik-baiknya. Mengingat ini adalah pernikahan akbar yang diselenggarakan Jung Corps, salah satu perusahaan besar yang berpengaruh di Korea. Mr. Jung memang ingin mengadakan pernikahan yang terbilang mewah untuk anaknya. Apalagi ini sebagai ungkapan kasih sayang darinya untuk Yunho sekaligus permintaan maaf.

Ya, ditempat inilah nantinya akan diadakan pengucapan sumpah setia dari pasangan YunJae, setelah sebulan yang lalu keluarga Yunho datang berkunjung ke kediaman Jaejoong dan melamar Jaejoong secara resmi. Dan setelah melakukan diskusi tanggal berapa sebaiknya mereka mengikat janji suci, akhirnya sebulan setelah acara lamaranlah tanggal yang disepakati.

Disalah satu ruangan nampak seorang namja cantik a.k.a Kim Jaejoong tengah bersiap mengenakan gaun pengantinnya. Awalnya Jaejoong menolak untuk mengenakan gaun pengantin dalam upacara pernikahannya, karna bagaimanapun dia tetaplah seorang namja. Namun dengan desakan dari sang mertua a.k.a Mrs. Jung yang terus menerus mendesaknya mengenakan gaun, ditambah hasutan sang eomma yang juga sepakat dengan besannya itu menyuruh Jaejoong mengenaka gaun, akhirnya mau tak mau iapun mengenakan gaun pengantin.

"Omo! Lihatlah itu. Menantuku sunggun menawan." pekik Mrs. Jung saat melihat sang menantu sangat menawan dengan gaun yang dipesannya. Memang ia tak salah saat menyuruh Jaejoong mengenakan gaun, lihatlah sekarang, Jaejoong nampak sangat mempesona dengan gaun itu. Gaun putih polos dengan terusan menjuntai panjang, dan sedikit mengembang dibagian bawahnya dan renda-renda yang membentuk bunga mawar memenuhi babian dadanya.

"Neomu yeoppo." lanjut Mrs. Jung sambil berjalan pelan menuju sang menantu, "Yunho memang tak salah pilih." ucapnya dan menyentuh pelan lengan Jaejoong. "Gomapta."

Jaejoong hanya tersenyum mendengar ucapan Mrs. Jung itu, iapun sangat berbahagia bisa membuat yeoja paruh baya itu merasakan bahagia juga.

"Ne eomonim. Cheonmaneyo."

Keduanyapun saling tersenyum hangat. Mrs. Kim yang sedari tadi memperhatikan keduanya hanya mengulum senyum bahagia. Ia yakin putranya akan bahagia. Karna melihat interaksi yang ditujukan oleh calon besannya dan putranya, nampak jelas kalau Mrs. Jung juga menyayangi putranya. Dan ia yakin kalau anaknya akan bahagia dengan pilihannya.

'Berbahagialah Joongie, eomma sangat senang senyummu sudah kembali. Eomma percaya keluarga Yunho sangat menyayangimu'

::

::

YUNJAE

::

::

Suara lonceng berdentang menggema di dalam gereja, menandakan kalau waktunya sudah tiba. Nampak di depan altar, seorang namja dengan mata musang yang memancarkan kebahagiaan tengah berdiri tegak menunggu kedatangan sang mempelai. Senyum selalu terpasang diwajah tampannya menggambarkan betapa bahagianya ia hari ini. Walaupun jantungnya berdegup kencang dan merasakan gugup yang luar biasa, namun Jung Yunho berusaha tetap tenang. Ini adalah pengalaman pertama baginya, dan berharap juga kalau ini adalah pernikahan terakhirnya. Iapun memejamkan matanya sebentar guna mencari ketenangan.

Denting piano segera terdengar menggantikan gema lonceng, bertepatan dengan terbukanya pintu kokoh gereja itu. Suara denting piano yang dimainkan oleh Yoochun mengalun indah mengiringi langkah sang mempelai memasuki altar. Senyumpun mengembang diwajah Yoochun kala melihat Jaejoong memasuki altar, ia ikut bahagia dengan kebahagiaan sahabat dan calon kakak iparnya itu.

Kim Jaejoong yang sebentar lagi akan berganti marga menjadi Jung, kini tengah berjalan pelan menuju altar, dengan gaun yang membuat penampilannya kian bersinar. Kerudung transparan tak menutupi pancaran kecantikan alami darinya, senyumpun tak pernah berhenti terlukis diwajahnya. Jantungnyapun semakin berdetak kala langkahnya yang semakin dekat dengan Yunho. Iapun bisa melihat kekasihnya itu berdiri gagah didepan altar dengan tuksedo hitam yang membuat ia terlihat lebih tampan.

Tak jauh beda dengan sang putra, Mr. Kim yang menggandeng erat tangan Jaejoongpun terus memancarkan aura bahagia. Senyumpun tak pernah pudar menghiasi wajah namja paruh baya itu. Bisa ia lihat didepan sana, namja yang diberikannya kepercayaan untuk menjaga putranya, berdiri tegap dengan senyum keyakinan menghiasi wajahnya.

Semua mata tamupun tak lepas memandang ke arah Jaejoong. Semua sangat terpesona dengan kecantikan alami yang terpancar dari Jaejoong. Tak terasa senyumpun ikut mengembang diwajah seluruh tamu yang hadir, seakan ikut merasakan kebahagiaan yang dirasakan oleh sang calon pengantin.

Tak jauh beda dengan Mr. Kim, Mrs. Kimpun tak kuasa menahan harunya saag melihat sang putra berjalan anggun menuju altar, sungguh ia merasakan kebahagiaan yang sangat. Junsu yang duduk disebelah Mrs. Kimpun memeluk pelan pundak eommanya itu, guna menenangkan sang eomma. Iapun menahan harunya melihat sang hyung yang nampak sangat bahagia.

Sementara Changmin hanya tersenyum senang dipangkuan Mrs. Kim, walaupun tak begitu mengerti dengan keadaan sekitarnya, namun pancaran kebahagiaan menguar jelas di wajahnya. Melihat kedua orang tuanya tengah tersenyum bahagia juga didepan sana.

Mrs. Jungpun tak bisa menahan harunya, bahkan setetes kristal bening meluncur mulus di pipinya, mengungkapkan betapa bahagianya ia bisa melihat Yunho meraih kebahagiaannya. Dan itu membuat Mr. Jung yang duduk disebelahnya mengalunkan lengannya memberikan ketenangan kepada sang istri.

Yunhopun demikian. Ia seakan kembali terhipnotis oleh kecantikan alami kekasihnya itu. Ditatapnya Jaejoong yang berjalan pelan menuju kearahnya, dengan senyum yang tak pernah pudar. Ah, betapa beruntungnya dirinya bisa mendapatkan hati namja cantik itu. Ia benar-benar tak menyangka akan bisa mendapatkan hati seorang Kim Jaejoong, yang awalnya mereka adalah musuh dikantor dan sekarang mereka malah akan menjadi keluarga. Sungguh, perjuangan untuk meyakinkan Jaejoong tidaklah mudah, dan sekarang ia bisa tersenyum senang karna sudah berhasil mengenggam hati namja cantik itu.

Treenggg

Denting piano berakhir bersamaan dengan sampainya Jaejoong di depan altar, segera Mr. Kim melepas genggamannya dari tangan Jaejoong dan menyerahkan putranya itu kepada Yunho. Berharap kalau Yunho akan selalu menjaga putranya itu dengan tulus.

"Aku percayakan putraku padamu Yunho-ah, jagalah ia. Jangan menyakitinya dan buatlah ia bahagia. Jangan menghancurkan kepercayaan appa. Bentuklah keluarga yang harmonis dan jadilah kepala keluarga yang mengayomi keluargamu. Jadikan dirimu contoh untuk cucuku agar kelak ia bisa bertanggung jawab."

"Ne appa."

Mr. Kimpun segera menyerahkan Jaejoong pada Yunho setelah mengucapkan beberapa pesan, dan Yunhopun menyambut tangan Jaejoong dengan perasaan membuncah, perlahan digenggamnya hangat tangan halus kekasihnya dan menuntunnya pelan menuju kedepan altar.

"Neoumo yeoppo." puji Yunho tak tahan melihat semburat merah yang teretak jelas diwajah Jaejoong. Jaejoong begitu terpesona melihat Yunho yang nampak sangat dewasa dengan tuksedo itu.

"Umm." gumam Jaejoong tak menatap Yunho, sungguh jantungnya sangat berdebar kencang karna sebentar lagi ia akan secara resmi menjadi pendamping namja tampan yang membuatnya tak bisa berpaling ini.

"Sebelum saya membacakan sumpah untuk kedua mempelai, sekali lagi saya bertanya apakah ada diantara kalian yang keberatan dengan pernikahan ini?" tanya Pastur sebelum benar-benar mengucapkan sumpah untuk pasangan YunJae.

Semua tamu hanya berdiam diri menandakan tak ada yang keberatan dengan pernikahan ini, dan itupun membuat sang Pastur mengangguk paham dan segera melanjutkan kalimatnya.

"Saya rasa tidak ada yang keberatan."

"..."

"Dihari yang cerah ini, dua pasang insan manusia dipertemukan untuk menyatukan rasa kasih sayang dalam sebuah ikatan suci pernikahan. Pengikatan janji suci yang disaksikan oleh sang pencipta."

"..."

"Jung Yunho, bersediakan dirimu menerima Kim Jaejoong sebagai pendampingmu, menyayanginya seumur hidup, menerimanya dalam keadaan suka ataupun duka, sampai maut memisahkan kalian berdua?"

"Saya bersedia." jawab Yunho lantang menandakan keyakinannya itu.

"Kim Jaejoong, bersediakan dirimu menerima Jung Yunho sebagai pendampingmu, menyayanginya seumur hidup, menerimanya dalam keadaan suka ataupun duka, sampai maut memisahkan kalian berdua?"

"Saya bersedia."

"Sekarang kalian sudah terikat dalam ikatan suci yang direstui oleh Tuhan, dan Kim Jaejoong, sekarang kau berhak menyandang marga Jung didepan namamu, sehingga namamu berganti menjadi Jung Jaejoong."

"Baik."

"Jung Yunho, kau dipersilahkan untuk mencium pasanganmu, sebagai tanda kalian sudah saling terikat."

Yunho mengangguk, dan segera ia berbalik menoleh kepada Jaejoong, senyum merekah diwajah keduanya, menyampaikan perasaan kebahagiaan keduanya.

Perlahan Yunho menyibak kerudung dari wajah Jaejoong, hingga nampaklah wajah Jaejoong bersemu merah. Yunho tersenyum saat melihat Jaejoong, perlahan digenggamnya kedua tangan Jaejoong dan perlahan mendekatkan tubuh keduanya.

Jaejoong mendongakkan kepalanya saat merasakan pergerakan dari Yunho, iapun menatap dalam Yunho. Senyum perlahan mengembang diwajahnya saat wajah Yunho sudah mendekat kearahnya. Perlahan tangan Yunho bergerak menelusuri wajah Jaejoong, membelai lembut pipi halus Jaejoong, dan setelahnya ia kembali mendekatkan wajahnya pada Jaejoong.

Mata Jaejoong otomatis tertutup saat dirasakannya bibir Yunho mencium sayang keningnya. Bisa ia rasakan ketulusan yang Yunho berikan diciuman hangat itu.

"Saranghae." ucap Yunho sambil menatap kedua mata Jaejoong dan berikutnya, iapun dengan pelan mendaratkan bibirnya di bibir cherry Jaejoong. Ciuman yang berlandaskan cinta dan ungkapan kebahagiaan dari keduanya.

Semua tamu yang hadirpun tersenyum senang melihat kebahagiaan yang terpancar dari pasangan YunJae, penyatuan dua insan yang saling mencintai. Dan tak jarang pula yang mengabadikan moment itu dalam gambar yang sangat indah.

"Nado saranghae." ucap Jaejoong setelah ciuman keduanya terlepas. Iapun memandang penuh kasih pada namja yang kini sudah resmi menjadi pendampingnya.

"Eomma...Appa..."

Teriakan kencang dari Kim Changmin, ah, ani, tetapi Jung Changmin segera terdengar memecah kehikmatan yang terjadi. Kini bisa kita lihat Changmin yang berlari kencang naik ke atas altar. Senyum mengembang diwajah bulatnya saat melihat bumonimnya juga tersenyum kearahnya.

"Minie-ah." ucap Yunho lalu menggendong anaknya itu saat Changmin berlari kearahnya.

"Waeyo chagy?" tanya Jaejoong yang melihat anaknya begitu bahagia.

Changmin hanya tersenyum tak menjawab pertanyaan eommanya, dirinya hanya menatap senang kearah Yunho dan Jaejoong secara bergantian.

Yunhopun mengerti apa yang diinginkan Changmin, segera ia mendekatkan wajahnya guna mencium pipi gembul anaknya. Jaejoongpun mengerti arti pergerakan Yunho, iapun lalu ikut memajukan badannya guna mencium pipi gembul Changmin.

Cup~

Jeprret

Dan ketiganyapun tersenyum bahagia setelahnya.

Disalah satu sudut, nampak seorang namja tengah menatap dalam acara pengucapan sumpah pernikahan itu. Senyum mengembang diwajah namja itu saat melihat Yunho yang mencium hangat Jaejoong. Siwon, tersenyum tulus saat menyaksikan pancaran kebahagiaan dari pasangan YunJae, walaupun sedikit ia masih merasa sesak saat melihat keduanya. Namun ia sudah berjanji untuk berbahagia, dan iapun sekarang sudah bisa mengatasi perasannya itu.

"Berbahagialah, aku yakin setelah ini aku juga akan memperoleh kebahagiaanku. Chukae, bentuklah keluarga yang bahagia. Hyung selalu menyayangimu, Yunho-ah."

Senyum mengembang diwajah Siwon mengakhiri kalimatnya itu, yah ia berharap setelah ini ia juga akan mendapatkan kebahagiaannya sendiri.

::

::

YUNJAE

::

::

Setelah upacara pernikahan yang berlangsung hikmad siang tadi, kini pesta berpindah ke kediaman Jung. Bisa kita lihat tamu yang hadir begitu banyak hingga rumah yang dulunya sepi kini terlihat sangat ramai. Semua orang begitu larut dalam suasana pesta yang meriah. Semua pegawai Jung Corp hadir dalam pesta itu, karena mereka ikut berbahagia dengan pernikahan yang dilangsungkan oleh Yunho. Walaupun banyak juga yeoja-yeoja pegawai Jung Corp yang menggerutu sebal karena atasan mereka itu kini sudah melepas status lajangnya.

Kini bisa kita lihat Yunho dan Jaejoong yang tengah mengobrol hangat dengan beberapa tamu. Mereka sudah berganti pakaian dan sekarang tengah mengenakan jas semi formal dengan warna senada. Keduanya terlihat begitu serasi dan aura bahagia yang masih jelas terasa.

"Hyung, chukae. Akhirnya kalian menikah juga." teriak Dongwoon saat menyapa YunJae yang nampak sangat sibuk itu.

"Dongwoon-ah! Ne gomawo sudah datang." kata Yunho dan memeluk hangat Dongwoon yang sudah dianggapnya dongsaengnya itu.

"Ne hyung, cheonma. Emm, Jaejoong-ssi-"

"Hyung, kau juga boleh memanggilku hyung." ucap Jaejoong memotong ucapan Dongwoon. Sekarang ia juga sudah menganggap Dongwoon seperti adiknya sendiri.

"Ne, Jaejoong hyung. Chukaeyo."

"Ne, gomawo sudah hadir." jawab Jaejoong sambil tersenyum.

"Cepatlah menyusul kami Dongwoon-ah. Carilah kekasih yang bisa mengurusmu. Karna setelah ini, aku tak bisa lagi menemanimu pergi keluar bersama. Sekarang aku sudah harus menjaga keluarga kecilku." kata Yunho sambil tertawa pelan, "Dan aku rasa waktuku akan aku habiskan untuk segera memberikan litle Jung lagi." jawab Yunho sambil melirik ke arah Jaejoong.

"Yah! Dasar pervert!" pekik Jaejoong karna Yunho mengatakan hal seperti itu, terlebih dihadapan Dongwoon.

"Haha, Jaejoong hyung, aku sarankan kau harus berhati-hati. Selama ini aku sering mendengar keluh kesal Yunho hyung tentang hmmpph-"

Belum sempat Dongwoon menyelesaikan kalimatnya, mulutnya sudah terlebih dulu dibekap oleh Yunho. Ah, ada apa sebenarnya? Oh, tentu saja karna Yunho tak ingin Dongwoon membocorkan semua hal yang pernah dibicarakannya kepada Dongwoon. Memang ia selalu bercerita tentang apa saja kepada Dongwoon, termasuk bagaimana usahanya mendapatkan Jaejoong, ditambah dengan beberapa rahasia kecil lainnya.

"Yah yah, kau mau membunuhku hyung!" pekik Dongwoon keras karena kesal Yunho membekap mulutnya.

"Kau! Jangan mengatakan apapun pabo!" geram Yunho sambil mendeathglare Dongwoon. Dongwoon yang melihat tatapan membunuh itupun segera menelan saliva gugup dan mengangguk paham.

"N..ne." cicitnya takut.

Ah, sebenarnya hal apa yang disembunyikan Yunho eoh? Entahlah, hanya ia, Dongwoon dan Tuhan yang tahu.

"Ya sudah. Sana, nikmatilah pestanya, dan gomawo sudah hadir." kata Yunho mengusir Dongwoon secara halus, ia tak mau jika Dongwoon sampai membocorkan rahasianya itu pada Jaejoong.

"Ne, baiklah hyung. Sekali lagi chukae ne atas pernikahan kalian." jawab Dongwoon dan segera menghilang dari pandangan YunJae.

"Apa kau lelah?" tanya Yunho saat Dongwoon sudah berlalu dari hadapan mereka. Dilihatnya Jaejoong yang sedikit kelelahan karna harus menyapa tamu-tamu yang hadir.

"Ania, gwencanhanayo." jawab Jaejoong sambil tersenyum, "Ah, Minie eodiya?" tanya Jaejoong lagi karna tak melihat keberadaan anaknya itu.

"Tadi aku melihatnya bersama eomonim dan eomma."

"Ah, ne. Itu ia sedang duduk, dan, aisss, Minie." pekik Jaejoong segera setelah ia melihat apa yang sedang dikerjakan oleh anaknya. Yunhopun segera mengikuti arah pandang Jaejoong dan iapun tersenyum geli saat melihat apa yang tengah dikerjakan oleh anaknya itu.

Oh, sebenarnya apa yang dikerjakan Changmin? Ternyata oh ternyata, namja cilik nan gembul itu tengah duduk manis ditengah-tengah kedua halmonienya dan juga Junsu. Sejauh ini tak ada yang aneh dengan kelakuannya, tapi jika kita melihat lebih seksama, bisa kita lihat kalau Changmin itu duduk dengan ditemani berbagai macam makanan disekitar tempat duduknya. Dan yang paling membuat gemas adalah, porsi makanan itu sangatlah banyak. Jadi tak mengherankan jika Jaejoong merasa kesal.

Yunhopun hanya tersenyum pelan melihat kekesalan Jaejoong, ia tahu Jaejoong merasa khawatir karna Changmin makan banyak makanan manis, ia hanya khawatir anaknya itu nantinya akan jatuh sakit.

"Gwencanha, setelah ini kita pastikan ia makan makanan yang baik."

"Ne." jawab Jaejoong pelan.

Kembali merekapun menemui tamu-tamu yang hadir, mengucapkan terima kasih karena sudah hadir dipesta kali ini. Semua pegawai Jung Corp sudah memberikan selamat kepada atasan mereka itu. Mereka sebenarnya sedikit kaget karna tiba-tiba atasan mereka itu dikabarkan akan menikah. Padahal yang mereka tahu, Yunho dan Jaejoong adalah musuh bebuyutan dikantor. Namun, setelah melihat kembali kisah yang bergilur, mereka paham, mungkin saja akibat pertengkaran mereka yang terjadi di kantor, sehingga mereka menjadi terbiasa dan tak menyadari perasaan lain yang tumbuh dihati keduanya.

Disalah satu sudut nampak Siwon yang juga tengah menyapa beberapa tamu yang hadir. Beberapa karyawan di divisinya sedikit heran mengapa bukan dirinya yang menikah dengan Jaejoong, karna yang mereka tahu Jaejoong adalah kekasih dari Siwon. Siwon hanya mengulum senyum saat ditanyai hal itu, iapun menjawab pertanyaan itu sambil sesekali tertawa.

"Haha sajangnim, jangan bersedih ne. Aku yakin setelah ini anda akan mendapat kebahagiaan." kata Hyunseung salah seorang pegawai Siwon.

"Tapi kalau aku boleh jujur sajangnim, aku lebih suka melihat Jaejoong berpasangan dengan Yunho. Mereka terlihat begitu serasi, walaupun keduanya seperti anjing dan kucing, namun mereka terlihat sangat cocok satu sama lain." lanjut Hyunseung sambil tertawa. "Kau tidak marah kan sajangnim?"

"Haha, anio. Kau benar, mereka sangatlah serasi. Tenang saja, aku tak akan marah, bukankah kau sudah berkata jujur?" jawab Siwon sambil memandang pasangan YunJae yang berada jauh didepannya.

"Baguslah. Aku harap setelah ini sajangnim menyusul Jaejoong."

"Ne, gomawo."

"Ah, sajangnim aku permisi duluan ne, aku ingin memberi selamat kepada Jaejoong. Sedari tadi aku sungguh kesusahan saat ingin bertemu dengannya." kata Hyunseung saat dilihatnya Jaejoong berjalan sendiri meninggalkan Yunho.

"Ah ne, pergilah." kata Siwon dan setelahnya Hyunseungpun segera menemui Jaejoong. Sepeninggal Hyunseung, Siwonpun hendak berjalan bertemu dengan rekan bisnisnya yang lain, namun baru beberapa langkah berjalan, seseorang secara tidak sengaja menabrak bahunya dan menyebabkan dirinya oleng. Untung saja ia mempunyai keseimbangan yang bagus, sehingga ia tak terjatuh. Namun lain halnya dengan orang yang menabraknya, orang itu sudah sukses jatuh dengan pantat yang lebih dulu menyentuh lantai.

"Ouch appo." pekik orang itu sambil berusaha bangun dari jatuhnya. Segera ia bangkit dan berusaha berdiri kembali. Siwon yang melihat orang itupun berusaha membantunya, walaupun ia yang menjadi korban, tapi melihat orang itu kesakitan ia jadi merasa tak tega.

"Gwencanha?" tanya Siwon saat orang itu sudah berdiri dihadapannya.

"Ne gwen- kyaaa, ponselku-"

Tiba-tiba saja orang itu berteriak kencang saat melihat ponselnya tergelegak dilantai, dengan cepat orang itu kembali berjongkok guna mengambil ponselnya.

Deg

Siwon merasa seperti de ja vu saat melihat orang dihadapannya ini berteriak kencang karna melihat ponselnya terjatuh. Jantungnya berpacu cepat dan perlahan memorinya berputar cepat diotaknya. Memori dimana ia pertama kali bertemu dengan Jaejoong. Persis seperti sekarang, dulu ia tak sengaja menubruk Jaejoong dan menyebabkan namja cantik itu terjatuh dan ponsel yang tengah dipegangnya terlempar jauh. Dari sanalah awal pertemuan keduanya.

"Ah, ponselku." teriak orang itu dan mengembalikan Siwon kealam nyata, dan bisa dilihatnya kini orang itu sudah berdiri tegak sambil memeriksa ponselnya.

"Mianhae." kata Siwon tulus.

"Eh? Ania ania, harusnya aku yang meminta maaf. Maaf aku menabrakmu. Aku sedang buru-buru tadi, eomma menyuruhku untuk menjemputnya, dan ia sudah marah-marah karna aku telat menje-, ah, mianhae, mianhae!" ucap orang itu saat sadar dirinya sudah banyak bicara yang mengarah ke curhat.

Siwon hanya tersenyum melihat tingkah namja dihadapannya ini, sungguh unik dan ceria.

"Ne, gwencanhayo. Apa ponselmu baik-baik saja emm-"

"Kibum, panggil saja Kibum." kata namja itu yang ternyata bernama Kibum sambil tersenyum cerah dan mengulurkan tangannyan kehadapan Siwon.

Siwon menyambut uluran tangan itu sambil tersenyum dan berucap, "Siwon, Jung Siwon." ucapnya dengan senyum yang mengembang. Desiran aneh segera dirasakannya saat mendengar suara Kibum, dan desiran itu bertambah keras saat dirinya melihat senyum ceria yang ditujukan oleh Kibum.

'Sepertinya aku menemukannya. Menemukan kebahagiaanku yang lain. Selamat tinggal Jaejoong-ah, berbahagialah. Aku juga akan menggapai kebahagiaanku'

::

::

YUNJAE

::

::

Setelah pesta pernikahan usai, kini nampak kediaman Jung yang terlihat sudah sepi. Hanya ada segelintir orang yang masih terlihat, itupun hanya keluarga inti dari Jung dan Kim family. Bisa kita lihat Changmin yang sudah tertidur pulas dipangkuan sang eomma. Mungkin karna kelelahan dan kebanyakan makan, akhirnya ia ketiduran saat Jaejoong ingin memperkenalkan dirinya kepada beberapa rekan kerjanya dikantor.

"Bawalah Minie masuk Joongie, kasihan ia tidur seperti itu. Kau juga langsung istirahat saja, eomonim tahu kau pasti lelah." kata Mrs. Jung merasa kasihan melihat sang menantu yang terlihat kelelahan menggendong Changmin.

"Ne, sebaiknya kau istirahat ne." kali ini Mrs. Kim menyuruh Jaejoong istirahat, dan perlahan membantu putranya itu berdiri.

"Yunho-ah, sana antarkan Joongie. Kasihan ia harus menggendong Minie begitu."

"Ne eomonim, kajja Joongie." Yunhopun membantu Jaejoong bangun dan berjalan menuju kamarnya.

"Ah, Joongie-" panggil Mrs. Jung sebelum YunJae benar-benar menghilang, "Jangan berteriak terlalu keras ne nanti, kasihan uri Minie bisa terbangun."

Blushhh

Dan wajah Jaejoongpun memerah dengan sendirinya saat mendengar seruan mertuanya itu. Astaga, bisa-bisanya Mrs. Jung mengatakan hal frontal seperti itu. Bahkan mengatakannya dihadapan semua orang. Jaejoongpun menundukkan wajahnya yang sudah merah padam itu.

"Yah, eomonim!" teriak Yunho kesal dengan ucapan eomonimnya, ah, tuan Jung ini pura-pura kesal saja. Padahal dalam hati sebenarnya sangat senang.

Mrs. Kim hanya mengulum senyum mendengar gurauan sang besan. Iapun melirik kecil kearah Jaejoong yang masih setia menundukkan wajahnya.

'Keluarga barumu sungguh menyenangkan. Eomma rasa kau pasti akan bahagia Jaejoongie'

YunJaepun kembali melanjutkan perjalanannya, masih dengan Jaejoong yang menundukkan wajahnya. Yunho hanya tersenyum kecil melihat Jaejoong, ia tahu pasti Jaejoong sekarang tengah berusaha menyembunyikan wajahnya yang memerah. Ah, sebenarnya ia sangat ingin melanjutkan menggoda istrinya itu, namun ia berusaha menahannya sebelum Jaejoong bertambah marah nantinya.

Ceklekk

Yunho membukakan pintu kamar dan perlahan menyuruh Jaejoong masuk. Iapun merapikan sedikit keadaan tempat tidur yang akan digunakan okeh Changmin. Ah ya, ini adalah kamar yang khusus dibuatkan oleh Mrs. Jung, kamar khusus untuk Changmin yang berada bersebelahan dengan kamar YunJae. Mrs. Jung sengaja membuatkan kamar Changmin tepat sebulan yang lalu, kamar dengan desain yang manis dan ditambah berbagai macam mainan didalamnya. Dan lagi, tempat tidur yang berbentuk seperti mobil, benar-benar tipe halmonie yang menyayang cucunya eoh?

Jaejoongpun membawa tubuh montok anaknya itu ke atas kasur, dan menidurkannya disana, walaupun agak kesusahan mengingat berat badan Changmin yang tak bisa dibilang ringan. Setelahnya iapun menyibak selimut bermotif beruang yang ada disana, lalu menyelimuti Changmin.

"Jaljayo." gumam Jaejoong dan perlahan mendekatkan wajahnya mencium Changmin.

Cup~

"Jaljayo." kali ini Yunho yang mengucapkannya dan mencium sayang pucak kepala Changmin.

Cup~

"Kajja." ajak Yunho dan setelahnya merekapun keluar dari kamar Changmin menuju kamar pribadi mereka. Senyum bahagia selalu menguar dari wajah YunJae, Yunhopun terus menggenggam erat tangan Jaejoong selama perjalanan menuju kamar mereka, Jaejoongpun tak henti-hentinya mengumbar kebahagiaannya dengan bergelayut manja dilengan Yunho, senyumpun tak pernah pudar diwajahnya.

Ceklekkk

Yunho membuka pelan pintu kamarnya, dan saat keduanya masuk, Jaejoongpun dikejutkan dengan keadaan kamar itu. Bagaimana tidak kaget, lihatlah sekarang kamar itu sudah dipenuhi dengan kelopak bunga lily yang bertebaran memenuhi seluruh ruangan. Ditambah lagi beberapa lily putih segar yang tertata indah di setiap sudut ruangan, dan jangan lupakan bunga lily yang tersebar di atas tempat tidurnya.

Jaejoong menahan haru saat melihat semua itu, dirinya memang sangat menyukai bunga lily. Iapun menolehkan wajahnya menatap Yunho, dan senyumpun mengembang diwajahnya.

"Kau yang melakukannya?" tanya Jaejoong sambil menatap dalam mata Yunho.

Yunho hanya tersenyum mendengar pertanyaan Jaejoong, perlahan iapun menarik tangan namja cantiknya untuk masuk kedalam. "Apa kau suka?" tanya Yunho dan perlahan memutar tubuh Jaejoong menghadap dirinya. Iapun memeluk mesra pinggang Jaejoong dan menatap dalam mata kekasih hatinya itu.

"Umm, neomu johayo." jawab Jaejoong masih dengan senyum yang menghias wajahnya, perlahan iapun mengalungkan tangannya dileher Yunho dan memandang Yunho dengan dalam.

"Lily putih, seperti itulah perasaanku padamu. Lily putih yang melambangkan kesucian dan kesederhanaan, seperti itulah perasaanku padamu. Tulus dan sederhana. Sesederhana perasaanku padamu, aku hanya ingin memberikan yang terbaik untuk kalian, dan aku berjanji akan membahagiakan kalian selalu."

"..."

Jaejoong tersenyum mendengar penuturan Yunho, iapun hanya diam mendengarkan Yunho. "Seperti lily putih, itulah sosokmu dimataku. Putih, bersih. Kau mampu membuatku merasakan perasaan hangat walau hanya dengan melihatmu."

"Kau sedang menggombal tuan Jung?" kekeh Jaejoong saat mendengar ucapan Yunho.

"Ne, aku sedang menggombali istri cantikku ini Nyonya Jung!" jawab Yunho juga sambil terkekeh pelan. "Saranghae, jeongmal jeongmal saranghae." lanjutnya dan perlahan mengangkat tangannya menyentuh pipi halus Jaejoong.

"Gomawo, gomawo sudah hadir dan melengkapi hari-hariku. Gomawo sudah membuat keluargaku juga merasakan bahagia dengan kehadiran kalian." lanjutnya dan perlahan mendekatkan wajahnya dan menyatukan dahinya dan dahi Jaejoong, ah nampaknya Yunho tengah ingin membentuk suasana romatis diantara dirinya dan Jaejoong.

"..."

"Dan sekarang, maukah kau menambah kebahagiaan itu dengan menghadirkan jagoan kecil lagi diantara kita?" tanya Yunho sambil tersenyum memandang Jaejoong, astaga tuan Jung, betapa romatisnya kau kali ini. Meminta izin kekasihmu sebelum melakukannya.

Jaejoong hanya tersenyum mengerti apa yang diinginkan oleh kekasih hatinya itu, iapun mengangguk dan balas tersenyum memandang Yunho.

"Tentu saja. Lakukanlah, aku milikmu sekarang."

Mendapat lampu hijau, Yunhopun tak melewatkan kesempatan itu. Sebelum benar-benar memiliki Jaejoong seutuhnya, iapun mencium sayang kening Jaejoong sambik berucap-

"Saranghae."

"Um, nado, saranghae." jawab Jaejoong sambil tersenyum dan detik berikutnya bibir cherrynya sudah dilumat pelan oleh tuan beruang yang mesum itu.

Penyatuan cinta keduanya sesungguhnya dimulai dari sekarang, perjalanan kedepan memanglah tidak mudah, namun dengan memberikan keyakinan kepada pasangan adalah jalan yang terbaik.

"Eummm.." lenguhan nikmat terdengar dari Jaejoong, matanya terpejam sempurna saat Yunho memanggut rakus bibirnya. Tangannya pun sudah dikalungkan dileher Yunho, mencari penopang tubuhnya yang seakan lemah karena permainan Yunho.

Yunhopun tak kalah bersemangatnya, tangannya melingkar sempurna dipinggang ramping Jaejoong, sementara tangan satunya menekan tengkuk Jaejoong memperdalam ciumannya.

"Eunghh." lenguh Jaejoong saat merasakan tangan Yunho yang sudah berpindah dan bermain disekitar dadanya yang masih terbungkus dengan jas. Merasa ada yang mengganggu, Yunhopun dengan cepat membuka paksa jas mahal itu dan melemparnya kesembarang tempat, lalu ia membuka jasnya dengan tergesa karna sudah merasa on.

"Hemmm." lenguh Jaejoong lagi karna kini kembali Yunho menyerang bibirnya dan melumatnya pelan. Tangannya pun tak tinggal diam, diraihnya kemeja yang masih melekat ditubuh Yunho, dan membukanya dengan kasar. Yunhopun melakukan hal yang sama, membuka paksa kemeja Jaejoong tanpa melepas tautan bibirnya.

Setelah tak ada apapun yang menghalangi, tangan Yunhopun mulai menjelajahi tubuh naked Jaejoong. Diusapnya pelan nipple merah muda Jaejoong yang sudah mencuat karna rangsangan yang diberikan Yunho sedari tadi. Dipelintirnya sambil sesekali meremasnya nakal.

"Eumhhh." lenguh Jaejoong saat bibir Yunho berpindah ke sekitar lehernya. Didongakkannya kepalanya memberikan akses untuk mempermudah Yunho, tangan Jaejoongpun sudah meremas kuat belakang kepala Yunho melampiaskan kenikmatannya.

"Akhh.." pekik Jaejoong saat merasakan Yunho mengigit pelan leher putihnya, menciptakan bekas kemerahan yang sangat kontras dengan warna kulit Jaejoong.

"Appo!" pekiknya lagi dan hanya mengundang kekehan kecil dari Yunho.

"Kyaaa..." kaget Jaejoong kini saat Yunho tiba-tiba menggendongnya ala bridal style dan langsung menghempaskan tubuh mungil Jaejoong keatas kasur. Menindihnya dan tanpa peingatan, kembali Yunho menyerang Jaejoong. Mengemut rakus niple kanan Jaejoong sementara tangan satunya memelintir niple kiri Jaejoong, menyedotnya keras hingga pekikan keluar dari bibir Jaejoong.

"Pelan-pelan!" hardik Jaejoong merasa sakit di niple yang diemut Yunho, iapun mengerucutkan bibirnya kesal dan malah membuat Yunho kembali menyambar bibir itu.

"Eummm...Yunhhh.." lenguh Jaejoong disela kuluman Yunho, iapun sudah merasakan benda Yunho sudah mengeras, mengingat benda itu yang bergesekan dengan miliknya.

Tangan yunho yang awalnya asik bermain dengan niple Jaejoong kini dengan perlahan membuka resleting celana Jaejoong dan dalam sekali hentak melepas celana mahal itu dan melemparnya sembarang. Setelahnya ia kembali mencium leher Jaejoong dan memberikan kissmark disana.

"Ouhh..Yunh..hoo.." racau Jaejoong karna merasakan nikmat yang tak bisa diungkapkan. Kenikmatan yang sudah lama tak dirasakannya.

Sekali lagi Yunho melepas penutup akhir ditubuh Jaejoong dalam sekali hentak, dan kini tubuh Jaejoong sudah polos, tanpa sehelai benangpun yang menutupinya.

Glupp

Yunho menelan saliva gugup saat pertama kali melihat tubuh indah Jaejoong itu, selama ini ia hanya bisa membayangkan bagaimana bentuk tubuh namja cantiknya itu, dan sekarang ia bisa melihat dengan jelas semuanya.

Jaejoong yang masih mengatur nafas karena kelelahan, mengernyit bingung saat Yunho hanya berdiam diri setelah melihat tubuhnya. Sepenggal rasa tak enak menyusup dihatinya mengira Yunho kecewa dengan tubuhnya.

"Wa..wae? Apa kau terkejut karna tubuhku tak seindah itu?" tanya Jaejoong pelan menahan airmata yang siap jatuh dari matanya.

Yunho menggeleng cepat saat menyadari perubahan ekspresi diwajah cantik Jaejoong, segera saja ia memeluk kekasih cantiknya itu agar tak salah paham.

"Ani, ania. Kau sungguh indah, aku hanya merasa gugup sekarang. Ini pertama kalinya bagiku, dan aku begitu mengagumi bentuk dirimu, tak kusangka aku memiliki pendamping yang sangat hot sepertimu." jawab Yunho dan diakhiri dengan candaan agar Jaejoong tak merasa sedih lagi.

"Jinja?" tanya Jaejoong sambil tersenyum kecil dalam pelukan Yunho.

"Ne tentu saja."

"..."

"Apa kita bisa lanjutkan?" tanya Yunho lagi dan melepaskan pelukannya pada tubuh Jaejoong. Jaejoong mengangguk imut sebelum akhirnya Yunho mencium pelan pipi Jaejoong.

Yunhopun kembali memposisikan dirinya menindih Jaejoong setelah sebelumnya juga melepas seluruh celana yang masih melekat ditubuhnya, ia juga ingin Jaejoong melihat tubuhnya.

Glup

Kini giliran Jaejoong yang menelan saliva gugup setelah melihat kejantanan Yunho yang sangat besar dan susah mengacung sempurna dari tempatnya. Matanyapun membulat sempurna memperhatikan milik kekasihnya.

'Astaga, sebesar itu? Pasti sangat sakit. Eomma, aku takut'

Yunho melihat raut kaget diwajah Jaejoong, iapun tersenyum pelan dan mulai kembali menggoda Jaejoong. "Mwo? Kau lihat apa sayang~" ucap Yunho sambil menaik turunkan alisnya.

"A..ani." jawab Jaejoong salah tingkah dan memalingkan wajahnya.

Yunhopun tertawa kecil melihat keimutan Jaejoong, "Baiklah. Aku mulai ne." kata Yunho lagi dan mulai mengarahkan tangannya hendak memanjakan milik kekasihnya yang terlihat sangat imut dan pas dalam genggamannya, dikocoknya pelan guna memberi kenyamanan pada Jaejoong.

"Ukkhh." racau Jaejoong dan mulai menikmati permainan Yunho di miliknya. Matanya sudah terpejam merasakan sensasi aneh yang kembali dirasakannya.

"Mendesahlah Joongie~" kata Yunho dan semakin mempecepat kocokannya.

"Umm..Yun..hhhh...hoo.."

"Ne Joongie~" racau Yunho dan semakin mempercepat kocokannya. Iapun sangat senang bisa membuat kekasihnya itu merasa puas.

"Yun..hah..hah..aku..ke..luar..ahhh.." teriakan kencang Jaejoong terdengar bersamaan dengan ia yang memuntahkan cairan cintanya ditangan Yunho. Yunho tersenyum kecil melihat Jaejoong yang terengah-engah setelah klimaksnya yang pertama. Setelahnya iapun mempersiapkan Jaejoong untuk permainan intinya.

"Heumm.." lenguh Jaejoong dengan mata terpejam saat merasakan sesuatu yang menusuk-nusuk holenya. Perlahan dibukanya matanya untuk melihat benda apa itu dan ia hanya tersenyum sambil mengangguk saat melihat Yunho yang sudah bersiap memasukinya.

Yunhopun perlahan melebarkan kaki Jaejoong untuk mempermudah aksinya, setelahnya iapun kembali memberikan rangsangan pada Jaejoong agar Jaejoong merasa rileks, dipagutnya bibir cherry Jaejoong yang sudah membengkak dan sangat merah itu, sambil tangannya mengocok miliknya sendiri. Setelah merasa Jaejoong sudah siap, Yunhopun mendekap Jaejoong sambil berusaha memasukkan miliknya.

Jlebb

"Ukhh.." ringis Jaejoong tertahan karna bibirnya masih dipagut oleh Yunho, iapun menyalurkan rasa sakitnya dengan mencengkran erat seprai dikedua sisinya.

"Gwencanha?" tanya Yunho saat mendengar rintihan Jaejoong.

"Gwe..can..ha..lan..jut..kanlah.." jawab Jaejoong berusaha tersenyum.

"Aku akan pelan-pelan." kata Yunho dan Jaejoong hanya mengangguk sebagai jawaban. Perlahan Yunhopun menggerakkan pinggulnya, menggerakkannya secara pelan agar Jaejoong terbiasa. Jaejoongpun merasa sudah lebih baik sekarang, ia sudah bisa menikmati permainan Yunho. Desahanpun segera terdengar, begitu Yunho mempercepat gerakannya.

"Eumm..Yun..ho.."

"Ukhh..Joongie.."

Desah keduanya bersamaan saat merasakan kenikmatan, Yunho kembali mengocok milik Jaejoong yang kembali menegang. Dikocoknya sambil menyambar lagi bibir Jaejoong. Jaejoong tak bisa mengungkapkan kenikmatannya, ia menerima kenikmatan bertubi-tubi dari Yunho. Sungguh, betapa beruntungnya ia memiliki Yunho.

"Eumm Yun..hhh..." lenguh Jaejoong saat merasakan kedutan dimiliknya, dan tak berapa lama iapun kembali mencapai klimaksnya yang kedua.

"Aakkkhhhh." teriak kencang Jaejoong dan cairannya meluber mengotori tangan Yunho. "Hah..hah..hah.." Jaejoongpun mengatur nafasnya setelah klimaks keduanya tadi.

"Kau curang Joongie, kau sudah dua kali sementara aku belum." kata Yunho dan mengistirahatkan sebentar miliknya. "Lelah?" tanya lagi dan mencium pipi ramun Jaejoong yang terlihat memerah entah karna apa, lalu mengusapnya sayang.

"Anio." jawab Jaejoong dan tersenyum memandang Yunho dan menggenggam balik tangan Yunho dipipinya.

"Aku lanjutkan ne!" pinya Yunho dan mendapat anggukan dari Jaejoong. "Tapi kali ini harus bersama, arraseo?" lanjutnya lagi dan mengundang kekehan dari Jaejoong.

"Ne tuan beruang~"

Cup~

Yunhopun kembali menggerakkan pinggulnya setelah mencuri kecupan dibibir ranum Jaejoong. Kembali memanjakan Jaejoong dengan sentuhan-sentuhannya. Mengemut niplenya tanpa mengutangi tempo gerakan pinggulnya, membuat Jaejoong tak berhenti menyebut namanya saat mendesah.

"Ouhh..Yunhoo..Ahhh...Eummm.." racau Jaejoong merasakan nikmat ditubuhnya saat Yunho menubruk sweet spot miliknya, Yunhopun semakin gencar memajukan miliknya saag mendengar lenguhan nikmat Jaejoong. Tangannya tak berhenti memanjakan milik Jaejoong dan bibirnya tak berhenti mengemut niple Jaejoong dan terkadang berpindah menuju bibir Jaejoong.

"Ungg..ungg..unghhh.." desah keduanya bersamaan, Jaejoongpun sudah merasakan akan mengalami klimaks lagi, namun Yunho menahannya karna menginginkan keluar secara bersamaan.

"Yun..akuhh..i..nginhh..ke..luarhhhh..."

"A..nihhh..ber..sama...anhhh..uhhhh.."

Jaejoongpun berusaha menahan hasratnya dan menunggu Yunho agar keluar bersamaan, iapun semakin melenguh nikmat kala Yunho semaki gencar menubruk sweet spotnya. Tangannya juga sedari tadi tak berhenti menjamah tubuh atletis Yunho dan sesekali menjambak kasar rambut Yunho kala merasakan kenikmatan yang tak terkira.

"Ukhhh..Joongie, kau nimakthhhh..." desah Yunho dan nampaknya ia sudah bersiap memuntahkan cairan cintanya, karna bisa dirasakan Jaejoong kalau milik Yunho sudah berkedut didalam sana.

"Joongiehhh..akuhh..ke..luarhhhh..."

"Eumhhhh..aku..jugaa..."

"AKHHHHH.." teriak keduanya saat merasakan klimaksnya bersamaan. Jaejoong memuntahkan cairannya diatas kasur sementara Yunho mengeluarkannya didalam tubuh Jaejoong, hingga Jaejoong merasakan kehangatan yang mengalir dalam tubuhnya dan merasakan penuh dalam dirinya.

Keduanya ambruk bersamaan setelah mencapai klimaks, dengan Jaejoong yang terjatuh duluan disusul Yunho yang jatuh menindih tubuh Jaejoong. Senyum mengembang di wajah keduanya, dan Yunhopun mengusap pelan perut Jaejoong, berharap setelah ini ada kehidupan baru disana.

"Saranghae." ucap Yunho dan mencium pelan kening Jaejoong.

"Nado saranghae." jawab Jaejoong dan merentangkan tangannya guna memeluk tubuh Yunho. Iapun menyamankan pelukannya didada Yunho sebelum akhirnya memejamkan matanya.

Yunho membalas pelukan Jaejoong sambil sesekali mengusap sayang puncak kepala Jaejoong, mengambil selimut yang terjatuh dan menyelimuti keduanya, tanpa melepas miliknya di dalam Jaejoong, sebelum akhirnya ikut terlelap. Namun, baru beberapa menit memejamkan mata, keduanya dikagetkan dengan teriakan keras dari arah luar kamar dengan suara ketokan kencang dipintu kamar mereka, hingga menyebabkan keduanya terlonjak kaget.

Dugh dugh dugh

"Huwaaa...huwaaaa...eeommaaaa...eommaaaa..."

Dugh dugh dugh

"Minie!" teriak Jaejoong saat menyadari teriakan itu dari anaknya. Segera ia mengambil sembarang baju lalu memakainya dengan asal-asalan. Yunhopun melakukan hal yang sama dan bergegas menyusul Jaejoong.

Ceklekk

"Omo. Minie!" pekik Jaejoong saat melihat anaknya menangis tersedu didepan pintu kamarnya dengan lelehan air mata dikedua pipi tembamnya. Changmin rupanya kaget karna terbangun dan ia tak menemukan Jaejoong didekatnya, setelahnya iapun menangis dan berjalan keluar hingga berakhir memukul pintu kamar bumonimnya.

"Cup cup, uljima. Eomma disini, cup cup." Jaejoongpun berusaha menenangkan Changmin, digendongnya anaknya itu lalu berjalan masuk.

"Waeyo?" tanya Yunho saat melihat Jaejoong yang berusaha menenangkan Changmin.

"Mungkin ia terbangun dan menangis karna tak melihatku disampingnya." jawab Jaejoong sambil menepuk-nepuk pantat Changmin.

"Sebaiknya kita tidur bersama." kata Yunho sambil mengelus sayang kepala Changmin yang sudah kembali terlelap. Senyum mengembang diwajahnya.

"Ne."

Jaejoongpun perlahan menidurkan Changmin diatas kasur, setelahnya iapun berbaring disisi kanan Changmin dan Yunhopun mengambil posisi disisi kiri Changmin. Jaejoong menyibak selimut dan menyelimuti mereka bertiga.

"Jaljayo." ucap Jaejoong dan mencium kening Changmin.

"Jaljayo." kali ini Yunho mengucapkannya sambil mencium kening Jaejoong dan Changmin bergantian.

Selanjutnya merekapun mulai memejamkan mata, menyusul Changmin menuju alam mimpi. Dengan tangan Yunho yang memeluk tubuh Changmin dan Jaejoong dengan erat. Menyampaikan betapa bahagianya ia saat ini.

Jaejoongpun balas menggenggam tangan Yunho dipinggangnya, tersenyum manis sebelum akhirnya berlabuh didunia mimpi.

Tak hanya YunJae yang merasakan kebahagiaan, karna jika kita lihat lebih seksama, namja cilik yang kini tertidur ditengah-tengah YunJae juga tengah tersenyum senang dalam tidurnya. Mungkin Changmin merasakan perasaan yang menyenangkan karna akhirnya ia bisa tidur bersama dengan kedua bumonimnya. Senyumpun mengembang diwajah bulatnya walau matanya masih tertutup rapat. Akhirnya ia bisa mempunyai appa yang sangat amat menyayanginya.

"Minie cayang appa."

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Kore de owarimasu ^^

(END)

Zinggg...

Uhukk uhukkk...

Oke oke, saya tahu ini sangat jauh dari yang kalian harapkan., mianhaeyo saya belum terbiasa membuat adegan itu. Hee, hanya ini yang bisa saya buat., semoga kalian menikmatinya ne~~

And than,, ini adalah chap terpanjangg yang pernah saya buat.. Wowww,, chap ending terpanjang saya dalam sejarah penulisan ff... Huwaaaaaaa ^^

Dan yahhh,, akhirnya YunJae nikah juga., dan keinginan baby Minie akhirnya terwujud juga., mempunyai seorang appa,, hihii

Bagaimana untuk chap ini? Bagian favorit saya adalah saat part awal, dimana Yunho memeluk sayang pinggang Jaejoong dan mengungkapkan kebahagiaannya. Juga adegan dimana Changmin yang membuka aib Yunho dalam tidurnya. Dan part awal sebelum Yunho meminta izin untuk memiliki Jaejoong,, menurut saya itu adalah part teromantis yang pernah saya buat,, haiahh,,, tuan Jung itu bisa saja ani? Haha,, jeongmal.. Favorit kalian?

Terimakasih untuk kalian yang sudah memberikan review di chap kemarin, terimakasih banyak untuk :

YJboo , ifa p arunda , PandaMYP , gdtop , hanasukie , leeChunnie , diya1013 , hoshi dissy , 3kjj , YunHolic , yoon HyunWoon , nunoel31 , kim anna shinotsuke , Cassipper Jung , zhe , RedsXiah , Hana -Kara , teukiangle , Himawari23 , Clein cassie , Vic89 , ninanutter116116 , Park Seuri , sakuranatsu90 , nickeYJcassie , shanzec , vampireyunjae , CuteCat88 , magnaeris , Angle Muaffi , riska0122 , dhian930715ELF , akitamia44 , haruko2277 , KJHwang , queen harkyu , cminsa , Ovie Ovi , ahrahenry897 , maichannie 26 , subarashihito , Guest , Anik0405 , Guest , shiro92 , Guest , nyo cho evil , Changcimin , PhantoMiRotiC , Elzha luv changminnie , Lady Ze , De , okoyunjae , Yjs , hi-jj91 , ajid yunjae , Ristinok137 , lee sunri hyun , jaena , Guest , Chi Jin Ae , yunjae heart , Ria , lee minji elf , farla 23 , Ria , BLUEFIRE0805 , nanajunsu , Changdola , Zheyra Sky , Na BearBooJae , Park Yeon Shin , rizqicassie

Atas reviewnya kemarin di chap sebelumnya. Perhatian kalian sangat besar untuk cerita ini. Semoga bagian ending ini bisa memuaskan kalian. Jeongmal gomawo atas kata-katanya, dan jangan lupa review lagi ne dichap ending ini. ^^

Terimakasih juga untuk kalian yang memfollow, dan favorit cerita ini., saya benar-benar terharu karna perhatian kalian sangat besar karena mau menunggu kelanjutan cerita ini.. Jeongmal gomawoyo untuk kalian.. Dan silent readers juga,, gomawo sudah baca.. ^^

Kalo ada yang masih belum puas ngeliat chibi Minie,, bisa baca ff saya yang satunya,, itu juga bercerita tentang chibi Minie #modus

Dan terakhir,, sampai jumpa di ff berikutnya, semoga nggak kapok ne membaca tulisan saya yang gaje ini., ^^

Ahh ya,, saengil chukae hamnida untuk Joker oppa a.k.a Yong Junhyung.. Hehe, semoga sukses dengan solo debutnya dan tetep eksis jadi rappernya BEAST.. ^^

Saigo, jangan lupa tinggalkan kesan kalian untuk chap ini ne~~ saya sangat menantikan pendapat kalian mengenai ending ff ini..

Jaa, minna san, review onegaishimasu~~

.

Denpasar, 19 Desember 2013