Beauty Chef
(Chap 3)
.
Cast : Kim Jaejoong (26 tahun), Jung Yunho (28 tahun)
Other Cast : Jung (Shim) Changmin (3 tahun)
Genre : YAOI/Shonen-ai
Note : Cerita ini terinspirasi saat saya memasak. Ya walaupun nggak jago-jago amat masak. #apaan sih, abaikan! Berhubung Jaejoong itu sangat gemar memasak, akhirnya membuat saya mendapatkan ide cerita seperti ini. Mudah-mudahan kalian berkenan.
Warning : Cerita nggak jelas dan pasaran, typo(s)bertebaran, kesalahan eja, bahasa tak baku.
.
::: Cerita ini adalah YAOI, jadi bagi yang tak suka silakan minggat :::
.
.
Jaa, tanoshimi ni oyomi kudasai
.
.
.
DOUZO
::
..
YUNJAE
..
::
"Pikirkanlah hyung. Aku akan mendukung apapun keputusanmu."
"Ne, gomawo Jun-ah."
Jaejoongpun berjalan kembali ke stage dan mulai kembali melakukan shooting. Dan shootingpun berjalan lancar, karna mood Jaejoong sudah kembali seperti semula.
.
.
Namja kecil yang kita ketahui bermarga Jung dan bernama Changmin, kini tengah sibuk menatap layar televisi 48" dihadapannya. Disebelahnya nampak seorang namja dewasa yang merupakan appa dari namja cilik itu, juga tengah serius menatap layar televisi dihadapannya. Kelihatan sekali kalau dua namja Jung itu sangat antusias dan sangat berkonsentrasi menonton acara itu. Sebenarnya acara apa yang ditonton oleh keduanya?
"Pertama-tama, kita panaskan air untuk merebus kerang dan udangnya. Dan beri sedikit garam untuk memberi rasanya. Ah, kelihatannya sudah panas, jadi kita masukkan kerang dan udangnya dan tunggu hingga matang."
Ah, rupanya appa dan anak itu tengah serius menonton acara masak, tapi tunggu! Sejak kapan seorang Jung Yunho menyukai acara memasak seperti itu? Dan lagi, bukankah ini masih jam kantor?
"Helo cep daebak!"
"Sementara kita menunggu kerang dan udang matang, kita siapkan bahan lainnya. Kita siapkan bawang bombay dan iris tipis. Bawang putih, cabai merah juga iris tipis. Dan jamur shitake, kita hanya perlu merebusnya sebentar lalu belah menjadi empat bagian, laukan hal yang sama dengan brokolinya. Selain itu siapkan juga asparagus yang sudah direbus sama seperti jamur shitake tadi. Lalu potong dan ambil bagian ujung hingga pertengahan batangnya saja. Kalau kalian suka dengan paprika kalian boleh mengganti cabai merah dengan paprika.''
Oh, nampaknya yang membuat cast utama kita ini sangat anteng duduk didepan televisi adalah karna acara memasak itu adalah acara memasak dengan Kim Jaejoong yang menjadi hostnya. Pantas saja namja Jung dewasa itu rela tak masuk kantor dan malah asik nonton bersama anaknya.
"Sekarang kita panaskan minyak untuk menumis sausnya. Saya disini menggunakan minyak wijen, untuk memberi rasa pada masakannya. Setelah panas, kita masukkan semua bahan dan masak hingga berbau harum. Nampaknya kerang dan udang kita sudah matang, kita bisa angkat dan tiriskan.''
Kedua namja Jung itu masih setia menonton acara masak memasak itu, ah bahkan senyum mengembang diwajah keduanya. Tapi tentu senyum dengan alasan yang berbeda tentunya. Changmin yang tersenyum karna melihat masakan yang dibuat sang chef idola, lain lagi dengan Yunho yang tersenyum karna bisa melihat wajah cantik Jaejoong di televisi.
"Sekarang kita bumbui sausnya dengan garam, lada dan kecap asin, kalian juga bisa menambahkan kecap manis jika kalian menyukainya. Jangan lupa juga tambahkan sedikit kecap ikan dan aduk sebentar. Nah, sekarang kita bisa masukkan kerang dan udang tadi lalu aduk hingga bumbunya menyatu. Terakhir kita masukkan jamur shitake dan brokoli. Aduk hingga semua matang."
Kyuryuuukkk kruuyukkk
"Ukh, Min jadi lapel~" keluh Changmin sambil memegang perutnya yang berbunyi nyaring.
"Eoh? Anak appa lapar? Kajja kita makan siang?"
"Chiluh! Min mau nonton Helo cep dulu." tolak Changmin dan kembali konsentrasi menonton.
"Baiklah." jawab Yunho dan kembali ikut menonton.
"Masakannya sudah matang dan kita akan pindahkan ke piring. Tata semuanya diatas piring, brokoli, udang, jamur shitake, dan kerang. Hummm, terakhir kita taruh asparagus sebagai hiasan. Ja, owatta! Ini dia, kerang dan udang with ironna yasai ala Chef Hero. Umm, oishii desuyo~"
"Appa, appa, itu kan makanan yang kita makan dilumah Helo cep."
"Eh benar juga ya? Ohh, jadi kemarin itu salah satu resep andalannya. Waa, beruntung sekali kita Minie bisa memakannya lebih dulu." jawab Yunho baru sadar kalau resep masakan itu sudah pernah ia makan.
"Emm, appa, Min kangen Helo cep." rengek Changmin dan mendekatkan dirinya pada Yunho. Dipeluknya badan kekar sang appa dan melesakkan wajahnya diceruk leher Yunho.
"Anak appa kangen Hero chef? Nado, appa juga merindukannya."
"Kapan kita bica ketemu Helo cep lagi appa?" tanya Changmin tanpa melepaskan pelukannya ditubuh Yunho. Yunhopun membalas pelukannya dan mencium sekilas pucuk kepala Changmin.
"Mollayo."
"Masakan ini sangat cocok disajikan untuk anak-anak yang kurang suka makan sayur. Dan dulu sudah pernah ada yang mencobanya. Dan aku sungguh senang karena ternyata mereka berdua menyukai hasil karya terbaruku ini. Untuk kalian yang sudah pernah memakan kerang udang with ironna yasai ini, gomawo karna sudah menyukai masakanku. Kuharap kalian masih mengingat rasanya."
Yunho dan Changmin seketika menolehkan wajahnya cepat kelayar televisi saat didengarnya Jaejoong bermonolog sendiri. Bisa dilihat oleh keduanya, Jaejoong yang tengah tersenyum ceria kearah kamera, dan tak lupa sepiring masakan yang masih mengepul bertengger manis ditangan kanannya.
"Appa~, Min makin kangen Helo cep, hiks, Min pengen ketemu Helo cep lagi appa. Hiks, hiks."
Dan nampaknya Changmin benar-benar merindukan sosok namja cantik yang mampu memberinya kehangatan itu. Ia begitu merindukan dekapan hangat Jaejoong. Bahkan sekarang ia sudah menangis didekapan Yunho karena merasakan rindu yang sangat dalam.
"Ku harap lain kali kita bisa bertemu lagi ne."
Deg
Seketika Yunho melepaskan pelukannya pada tubuh Changmin, matanya membulat sempurna setelah mendengar suara bening Jaejoong tadi.
"Ap..appa, appa tak salah dengar kan Minie, tadi, tadi Jaejoong mengatakan semoga kita bisa bertemu lagi?" beonya menirukan ucapan Jaejoong.
Changmin sendiri juga mendongakkan wajahnya menatap Yunho, karna kaget mendengar seruan appanya itu.
"Minie-ah, appa rasa Hero chef juga merindukan kita." katanya dan tersenyum memandang Changmin.
"Jinja appa? Kalo gitu, kita kelumah Helo cep ajja appa, ne appa~"
"Ide bagus." jawab Yunho semangat, dan tanpa pikir panjang keduanya bergegas menuju kamar untuk berganti pakaian dan setelahnya bergegas menuju mobil dan pergi menuju kediaman Jaejoong.
::
:
BEAUTY CHEF
:
::
Seorang namja cantik yang kita ketahui bernama Kim Jaejoong tengah sibuk merapikan barang-barangnya. Terlihat kalau dirinya tengah sibuk memasukkan berbagai macam barang-barang kedalam tasnya. Lalu setelah semuanya selesai, iapun segera melangkah kekuar karna Junhyung sudah menunggunya.
"Mianhaeyo, kau menunggu lama." kata Jaejoong saat dirinya sudah berada didalam mobil Junhyung. Memang ia lebih suka berangkat dan pulang bersama Junhyung atau naik taksi karna ia sedikit trauma mengendarai mobil sendiri.
"Gwencanha hyung. Kita mau kemana? Langsung pulang atau kau mau pergi dulu?" tanya Junhyung dan bersiap menjalankan mobilnya.
"Kita pulang saja Jun-ah, entah kenapa aku sangat ingin pulang." jawab Jaejoong dan mulai mengeluarkan smartphonenya dan mulai asik dengan dunianya sendiri.
"Arraseo."
Merekapun hanya diam sepanjang sisa perjalan, karna Jaejoong nampaknya sangat sibuk dengan ponselnya.
"Jun-ah, apa kau bisa berhenti di toko takoyaki itu? Aku ingin membeli beberapa adonan takoyaki." kata Jaejoong tiba-tiba setelah kesunyian berkepanjangan yang terjadi di dalam mobil.
"Disana?" beo Junhyung sambil menunjuk satu deret pertokoan yang dilewatinya.
"Ne, kau tunggulah dimobil, aku segera kembali." lanjut Jaejoong sesaat stelah mereka tiba diparkiran. Jaejoongpun dengan segera melesak ke dalam toko yang menjual berbagai macam bahan masakan Jepang. Sepuluh menit berlalu, dan kini Jaejoong sudah kembali dengan menenteng beberapa kantung belanjaan.
"Kau sangat menyukai takoyaki ne hyung?" tanya Junhyung penasaran. Rupanya ia sangat sering melihat hyungnya itu membeli takoyaki, baik itu takoyaki yang sudah matang ataupun yang masih mentah seperti ini.
"Nde? Ah, ne aku sangat menyukai takoyaki. Dulu saat aku tinggal di Jepang, aku sangat suka membeli takoyaki. Mungkin karna itu aku jadi ketagihan." jawab Jaejoong sambil tersenyum mengingat kenangannya saat tinggal di Jepang.
"Ah begitu."
Lima belas menit dalam perjalanan, akhirnya Jaejoong dan Junhyungpun tiba dikediaman Jaejoong. Jaejoong keluar sambil menenteng kantung belanjaannya serta Junhyung yang dengan sigap membantu hyungnya itu.
"Gomawo." ucap Jaejoong dan mulai berjalan menuju rumahnya, namun baru saja berjalan satu langkah, ia sudah dikagetkan dengan teriakan seseorang yang memanggil namanya dengan kencang.
"HELLLOO CEPPPP!"
Brukk
Dan sesuatu yang montok dan keraspun menghantam tubuh Jaejoong bersamaan dengan teriakan menggelegar itu.
"Helo cep, bogochipo!"
Deg
Dan seketika jantung Jaejoong berdetak kencang saat menyadari siapa yang sedang memeluknya ini.
"Minie?" desis Jaejoong dan segera dialihkannya pandangannya ke arah bawah, dan menemukan seorang namja cilik yang tengah mendekapnya dengan erat.
"Changminie." panggil Jaejoong lagi dan melepas pelukan Changmin, lalu berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan Changmin.
"Helo cep~"
"Kau datang lagi?" tanya Jaejoong sambil menyentuh pipi tembam Changmin. Sungguh, ia sangat sangat merindukan namja cilik itu. Tak terasa senyum mengembang diwajahnya saat melihat Changmin yang tengah tersenyum bahagia.
"Ne, coalnya Min kangen cama Helo cep. Jadi Min main kecini." jawab Changmin dan tersenyum manis pada Jaejoong.
"Apa kau sendirian kesini?" cemas Jaejoong memikirkan kalau Changmin datang sendiri, karna ia tak melihat keberadaan namja mata musang yang sudah mencuri hatinya diawal pertemuannya.
"Tentu saja tidak, aku tak akan membiarkan ia pergi sendirian menuju tempat sejauh ini."
Entah datang darimana, kini Jung Yunho sudah berdiri dihadapan Jaejoong dengan wajah perpaduan antara kesal dan rindu. Entahlah apa yang membuat tuan Jung kita ini merasakan kesal seperti itu. Tapi sepertinya, yang membuat Yunho kesal adalah karna tadi ia melihat Jaejoong datang bersama seorang namja dan kelihatannya mereka sangat akrab. Hal itulah yang membuat tuan Jung kita ini merasa sedikit kesal.
"Yunho-ah." gumam Jaejoong saat mata bulatnya melihat perwujudan Yunho dibelakang Changmin, dan segera saja senyum indah terlukis diwajahnya saat matanya menemukan kembali wajah tampan namja itu.
"Apa kabar Jaejoong-ah?" tanya Yunho manis sambil mengulum senyum, perlahan didekatinya Jaejoong yang masih berjongkok dihadapan Changmin itu.
"N..ne." jawab Jaejoong gugup.
"Helo cep, Helo cep Min lapel~" lapor Changmin pada Jaejoong.
"Eoh? Kau lapar?" tanya Jaejoong dan mendapat anggukan dari Changmin.
"Changminie, tak sopan! Ah, mian Jaejoong-ah atas ketidaksopanan Changmin." kata Yunho dan membungkuk pelan.
"Gwencanhayo, aku malah senang kalian datang kembali." jawab Jaejoong ceria dan mulai berdiri. "Kajja masuk, aku akan buatkan makanan untuk kalian." lanjutnya dan mulai berjalan sambil menggandeng tangan Changmin.
"Chakaman!" teriak Jaejoong tiba-tiba dan berhenti mendadak. "Jun-ah." teriak Jaejoong lagi. Ah, rupanya namja cantik kita ini melupakan keberadaan sahabatnya. Bisa kita lihat sekarang Junhyung masih berdiri disebelah mobilnya lengkap dengan kantung belanjaan Jaejoong dan wajah yang ditekuk kesal merasa diabaikan.
::
:
BEAUTY CHEF
:
::
Setelah tadi sedikit insiden yang dialami Junhyung, akhirnya Junhyung memutuskan untuk pulang. Ia tidak ingin mengganggu kebersamaan hyungnya itu dengan namja mata musang yang sejak awal selalu memandang sengit kearahnya. Entahlah, yang jelas Junhyung merasa sangat tak nyaman ditatap seperti itu, ditatap seperti ingin dikuliti hidup-hidup seperti itu, semua orangpun akan memilih menyelamatkan diri mereka.
Dan sekarang tinggallah tiga orang namja beda karakter dikediaman Jaejoong itu. Satu namja cilik yang sangat betah berada digendongan namja cantik yang kelihatan kelelahan karna menggendong beban yang berat. Bagaimana bisa Changmin berakhir dalam gendongan Jaejoong? Itu karna tadi saat ia hendak masuk kedalam, mungkin karna saking semangatnya, sampai-sampai ia tak melihat jalan dan alhasil ia tersandung kerikil. Menyebabkan kakinya terluka kecil dan membuat dirinya meminta gendong pada Jaejoong. Ahh, mau bermanja eoh?
"Minie-ah, sudah ne turun. Kasian kan Hero chefnya kelelahan, Minie gendong sama apaa saja ne." bujuk Yunho yang merasa kasihan melihat Jaejoong harus menggendong Changmin kemana-mana. Bisa-bisa tubuh kurus Jaejoong semakin kurus jia dipaksakan menggendong Changmin terus.
"Chiluh. Min maunya digendong Helo cep." kekeh Changmin dan semakin mengeratkan pelukannya pada pada leher Jaejoong.
"Gwencanha Yunho-ah, bairkan saja. Eoh, setelah ini kajja kita masak. Minie belum makan bukan?" tanya Jaejoong sambil tersenyum.
"Umm, umm, Min mau. Kajja kita macak!" teriaknya heboh.
"Ne kajja!"
Dan disinilah mereka sekarang, didapur Jaejoong lengkap dengan memakai celemek masing-masing. Terlihat pula Changmin yang tengah sibuk memainkan tomat ditangnnya.
"Cekalang cep mau macak apa?" tanya Changmin yang masih sibuk dengan tomatnya tanpa memperhatikan Jaejoong yang tengah sibuk memotong-motong sayuran disebelahnya.
"Aku ingin membuat makanan yang istimewa untuk Minie. Minie suka teokbokie?"
"Uum, Min cuka, cep mau buatin Min tokboki?"
"Ne, tapi ini teokbeokie spesial. Ada rasa buah juga. Bagaimana? Ini kreasi baru dariku, Minie adalah orang pertama yang mencobanya." kata Jaejoong sambil tersenyum menatap Changmin.
"Jinja? Umm, Min mau."
"Ja, kalau begitu kajja kita lanjutkan memasaknya." kata Jaejoong semangat dan mulai kembali memasak. Dan tanpa mereka berdua sadari, Yunho sedari tadi memperhatikan keduanya dengan senyum mengembang diwajahnya. Merasa sangat bahagia dengan kedekatan antara JaeMin. Dan otaknya berfikir bagaimana caranya agar bisa mewujudkan keinginannya untuk menjadikan Jaejoong bagian dari keluarga kecilnya.
::
:
BEAUTY CHEF
:
::
Setelah menyelesaikan acara masaknya, kini YunJaeMin tengah asik menyantap makan malam mereka dengan lahap. Terlihat Changmin yang sangat bersemangat memakan teokbeoki Jaejoong yang menurutnya sangat amat enak. Selain itu nampak juga ayam goreng, kimchi jigae, dan daging panggang di meja makan. Ah, nampaknya Jaejoong memasak makanan yang special ani?
Tak jauh beda dengan sang anak, Yunhopun makan dengan lahap. Dirinya sungguh senang dan merasakan benar-benar sebagai keluarga seutuhnya. Senyum terus mengembang diwajahnya tanpa pernah melepas pandangannya dari wajah cantik Jaejoong.
"Bagaimana rasanya?" tanya Jaejoong pada HoMin.
"Mashita/machita!" pekik kedianya girang.
"Min mau lagi." teriak Changmin dan menyodorkan mangkuknya kehadapan Jaejoong.
"Siap, kau mau lagi Yunho-ah?" tanya Jaejoong sambil memasukkan potongan teokbeoki ke mangkuk Changmin.
"Kau tahu Jaejoong-ah, kita sudah seperti keluarga bahagia. Aku appa, kau eomma dan Minie aegya." kata Yunho tanpa menjawab pertanyaan Jaejoong.
Blushh
Kontan saja hal itu langsung membuat wajah Jaejoong memerah dengan sendirinya. Jantungnyapun berpacu dengan cepat merespon ucapan Yunho itu.
"Nde? A..ah, kau bisa saja Yunho-ah." ucap Jaejoong berusaha terlihat tenang, namun gagal.
"Ani, ani. Memang terlihat seperti itu Jaejoong-ah."
"..."
"Ah, mian. Aku jadi ngomong melantur begini." jawab Yunho sadar kalau Jaejoong merasa sedikit terganggu dengan perkataannya itu.
"Anio, gwencanhayo." jawab Jaejoong berusaha menormalkan detak jantungnya. Ah, bagaimana tidak berdetak kencang, karna Yunho mengatakan hal yang sangat amat membuatnya senang. Seperti keluarga? Membayangkannya saja Jaejoong sudah merasa sangat senang.
"Apa aku boleh tambah lagi?" tanya Yunho yang rupanya juga sangat ketagihan dengan masakan Jaejoong. "Aku rasa, kami berdua sangat menggemari masakanmu Jaejoong-ah. Lama-lama berat badanku bisa bertambah kalau terus makan enak begini." lanjutnya sambil menyodorkan mangkuk makannya kepada Jaejoong.
"Jinja? Aku malah senang jika kalian menyukai masakanku." jawab Jaejoong sambil menaruh makanan lagi dimangkuk Yunho.
"Andai saja kalau kau jadi pendampingku." lirih Yunho hampir tak terdengar.
"Nde? Apa kau mengatakan sesuatu Yunho-ah?"
"Eh? A..ani ani. Hemm, kajja lanjutkan makannya." jawab Yunho salah tingkah karna lirihannya terdengar oleh Jaejoong. Jaejoong hanya menghendikkan bahu tak mengerti dan kembali mengurusi Changmin yang makan dengan sedikit berantakan.
"Eum, Jaejoong-ah. Besok apa kau ada waktu?" tanya Yunho sambil menatap Jaejoong pelan.
Jaejoong menoleh saat mendengar suara bass Yunho, "Besok? Emm, memangnya ada apa Yunho-ah?" tanya Jaejoong balik.
"Changmin ingin pergi jalan-jalan menghabiskan waktu bersamaku besok. Bukankah besok hari sabtu, jadi aku ingin menghabiskan waktu bersama dengannya. Emm, kalau kau ada waktu, bisakah kau ikut bersama kami. Ya, sekedar rasa terima kasih dari kami." jawab Yunho sedikit gugup mengutarakan maksudnya. Ah, andai kalian tahu, sebenarnya Changmin sama sekali tak meminta untuk dirinya mengajak Yunho jalan-jalan, Yunho hanya mencari alasan untuk bisa mengajak namja cantik itu pergi bersama. Modus seorang Jung Yunho.
"Bagaimana?" tanya Yunho karna tak mendapat jawaban dari Jaejoong.
Jaejoong awalnya ragu harus menjawab apa, karna dirinya sedikit kaget dengan ajakan Yunho yang tiba-tiba itu. Namun tak dipungkiri kalau ia sedikit merasa senang dan hatinya berdebar kencang.
"Emm, jalan-jalan?" ulang Jaejoong sambil menatap Yunho, lalu berganti menatap Changmin. "Tapi besok aku ada jadwal shooting." jawab Jaejoong dan seketika membuat raut wajah Yunho berubah.
"Emm, tapi kalau kalian tak keberatan. Bagaimana kalau kalian main ke tempat shootingku? Setelah itu mungkin kita bisa jalan-jalan bersama?" lanjut Jaejoong sambil teesenyum cerah.
Yunho yang tadinya sudah merasa gagal mengajak Jaejoong, seketika tersenyum cerah saat mendengar lanjutan jawaban Jaejoong. Segera ia mengangguk setuju tanpa melepas pandangnnya dari Jaejoong.
"Jinja? Baiklah, aku akan menjemputmu besok. Kita berangkat bersama ke tempat shootingmu." jawab Yunho tersenyum bahagia dan memancarkan aura cinta yang begitu kentara.
::
:
BEAUTY CHEF
:
::
Keesokan harinya
Sesuai perkataannya kemarin, kini Yunho dan Changmin tengah menjemput Jaejoong dirumahnya, guna mengantar namja cantik itu ke lokasi shooting. Kemarin setelah memberitahu Changmin kalau besok mereka akan pergi ke lokasi shooting Jaejoong, anak itu tak berhenti berteriak kesenangan. Sudah jelas bukan mengapa ia terlihat begitu senang? Tentu saja karna dengan begitu ia akan kembali bisa makan masakan yang dibuat oleh chef idolanya itu.
Disinilah sekarang mereka, dalam mobil Yunho dengan Changmin yang selalu menempel erat dipelukan Jaejoong. Dirinya terus berceloteh riang mengenai betapa senangnya ia bisa mengunjungi lokasi shooting Jaejoong. Karna itu adalah cita-cita terpendamnya(?).
Sepuluh menit dalam perjalanan, akhirnya merekapun tiba di lokasi shooting. Segera Jaejoong turun dari mobil dan menurunkan Changmin dari pangkuannya, diikuti dengan Yunho dan ketiganya mulai masuk ke dalam dengan tangan Jaejoong yang tak lepas menggenggam Changmin.
"Annyeong Jaejoong-ssi, waah, anak siapa yang kau bawa ini?" tanya seorang kru yang melihat kedatangan Jaejoong. Dan muncullah keheranan saat melihat seorang anak kecil yang digandeng hangat oleh Jaejoong.
"Annyeong Gikwang-ah. Ah ne, ini Changmin." jawab Jaejoong ramah.
Setelah menjawab pertanyaan Gikwang, Jaejoong segera mengajak HoMin menuju ruang makeup, karena sebentar lagi shooting akan dimulai.
"Jae hyung, palli. Sebentar lagi shooting dimulai." teriak Junhyung saat melihat Jaejoong memasuki ruang makeup. Junhyungpun terkesiap saat melihat Jaejoong tak datang sendiri, dirinya mengernyit heran saat Yunho ikut masuk kedalam ruang makeup.
"Minie, kau duduk disini dulu ne."
"Umm."
Jaejoongpun segera mendekat kearah Junhyung dan setelahnya Junhyung mulai melaksanakan tugasnya. "Kau datang bersama mereka?" tanya Junhyung yang sudah sangat penasaran.
"Ne, ia menjemputku tadi." jawab Jaejoong sambil tersenyum senang.
"Kalian semakin dekat ne."
"Begiulah."
"Yak selesai." kata Junhyung saat sudah menyelesaikan tugasnya, segera setelah itu ia menyuruh Jaejoong berganti baju sambil membereskan peralatannya.
"Helo cep~!" teriak Changmin karena merasa bosan menunggu Jaejoong, dan iapun segera berteriak kencang saat melihat Jaejoong sudah keluat dari ruang ganti.
"Ne Minie, kajja aku kenalkan dengan temanku." jawab Jaejoong dan segera menggendong Changmin guna mengenalkannya pada Junhyung.
"Annyeong adik manis, Yong Junhyung imnida." kata Junhyung sambil mengacak pelan rambut Changmin, dan menimbulkan gerutuan dari Changmin.
"Jung Changmin imnida. Hyung jangan acak lambut Min dong, nanti Min jadi jelek." kesal Changmin dan menatap kesak kearah Junhyung.
"Eoh? Sini biar aku rapikan rambutmu, kau tahu aku seorang stylist!" kata Junhyung terkekeh pelan mendengar gerutuan Changmin.
"Haha, sudah jangan bertengkar, ah, Yunho-ah kenalkan ini Junhyung, sahabatku." kata Jaejoong dan mengenalkan Yunho pada Junhyung.
Yunho sebenarnya masih kesal dengan keberadaan namja itu, karna mengira ada hubungan special diantara Jaejoong dan dirinya. Namun setelah mendengar kalau mereka hanya bersahabat, iapun menjadi sedikit lega.
"Jung Yunho imnida. Mian atas ketidaksopanan anakku." jawab Yunho dan tersenyum pada Junhyung.
"Jae hyung, sebentar lagi take 1, bersiaplah." teriak seorang kru memperingati Jaejoong.
"Nah, sekarang Minie tunggu disini ne, kau boleh melihat aku shooting dari sini." kata Jaejoong dan memposisikan Changmin berdiri dekat dengan lokasi shooting, namun rupanya Changmin tak ingin berpisah dengan Jaejoong, iapun malah semakin mengeratkan pelukannya karna Jaejoong memang masih menggendongnya.
"Chiluh! Min ga mau!" teriak Changmin kencang dan menyebabkan semua kru memandang kearah mereka.
"Ada apa?" tanya Dongwoon dan berjalan pelan menuju tempat Jaejoong berada. "Nuguseyo?" tanyanya lagi saat melihat orang asing dilokasi shooting.
"Emm ini Changmin dan Yunho. Kenalanku." jawab Jaejoong salah tingkah.
"Eumm, lalu kenapa ia berteriak tadi?" tanya Dongwoon lagi dan perlahan memperhatikan Changmin.
"Emm, i..itu-"
"Min mau liat Helo cep macak!" teriak Changmin kencang menjawab pertanyaan Dongwoon, membuat Dongwoon terlonjak kaget dan memundurkan langkahnya.
"Astaga, suaramu kencang sekali bocah!" gumam Dongwoon sambil terus mengamati Changmin. "Jadi ia tak mau berpisah darimu hyung?" tanya Dongwoon lagi sambil berfikir.
"Ne."
"Hemmm.." Dongwoon nampak berfikir, saat melihat Changmin sebuah ide tiba-tiba melintas diotaknya. "Aku ada ide, bagaimana kalau anak ini ikut shooting, kita angkat tema makanan untuk anak-anak." kata Dongwoon sambil menatap Changmin.
"Nde? Mengajaknya ikut shooting?" tanya Jaejoong balik.
"Ne. Aku rasa chemystry diantara kalian sudan terbentuk, dan nampaknya tak akan susah untuk kalian membangun chemystry itu nantinya." jawab Dongwoon. "Bagaimana, apa kau mau ikut bocah manis?" tanya Dongwoon pada Changmin.
Changmin yang memang tak ingin berpisah dari Jaejoong, tanpa pikir panjang langsung mengangguk semangat menjawab pertanyaan Dongwoon. Segera saja ia melonjak girang dalam dekapan Jaejoong hingga mengharuskan Jaejoong lebih erat mendekap tubuh montok Changmin.
"Yeyyyy, Min mau Min mau~" teriak Changmin kencang sambil terus menyunggingkan senyum bahagia.
"Baiklah, Junhyung, cepat rapikan penampilannya. Dan segera ajak masuk. Sebentar lagi kita akan take." kata Dongwoon sambil berjalan keluar.
Junghyungpun dengan sigap mengambil Changmin dari gendongan Jaejoong, dan segera merapikan penampilan Changmin. Menyisir rambut tebal bocah itu dan merapikan tatapan pakaiannya.
"Apa ia serius mengajak Changmin ikut shooting?" tanya Yunho yang sedari tadi hanya mendengarkan percakapan diantara Jaejoong dan Dongwoon.
"Ne, Dongwoon tak pernah bercanda dengan ucapannya." jawab Jaejoong dan perlahan berjalan mendekati Changmin. "Sudahlah tenang saja, aku yakin Changmin tak akan mengganggu jalannya shooting." lanjutnya karena melihat raut kekhawatiran diwajah Yunho.
"Ne kuharap begitu." jawab Yunho pasrah dan mengizinkan Changmin ikut shooting, toh kelihatannya Changmin juga senang bisa ikut memasak bersama Jaejoong.
:::
::
Beauty Chef
::
:::
Selama shooting berlangsung, nampak keceriaan melingkupi lokasi shooting itu. Entah kenapa suasana shooting kali ini terasa begitu menyenangkan. Apa karena kehadiran seorang bocah yang kini tengah sibuk mengaduk adonan kue dihadapannya?
"Nah, sekarang adonanya sudah kalis. Sekarang kita akan giling agar kita bisa membentuknya. Ah, Minie-ah, coba ambilkan penggilingan itu."
Changminpun dengan sigap mengambilkan alat yang dimaksud Jaejoong, setelahnya iapun kembali memperhatikan Jaejoong yang tengah sibuk menggiling adonan.
"Yak, adonannya sudah jadi. Sekarang kita bentuk dengan menggunakan cetakan. Ah, Minie mau bentuk apa?"
"Emmm. Min mau bentuk beluang." seru Changmin semangat.
"Beruang? Minie suka beruang?" tanya Jaejoong sambil mengambil cetakan berbentuk beruang.
"Ne, Min cuka. Coalnya appa milip beluang."
Srett
Hmmpphhh
Semua orang yang ada dilokasi shootingpun segera menolehkan wajah mereka menatap Yunho, dan merekapun menahan tawanya saat mendengar celotehan polos dari Changmin mengenai appanya itu.
Yunho hanya tersenyum masam mendengar ocehan anaknya itu, ia mendengus dan menekuk wajahnya kesal. Well, siapa yang senang dikatai mirip beruang ani?
"Eoh, appa Minie mirip beruang?" tanya Jaejoong lagi sambil mengulum senyumnya, iapun melirik sekilas kearah Yunho dan tersenyum manis kala mata mereka saling bertatapan.
"Umm, appa becal milip beluang. Hihi." kekeh Changmin, "Ah ah, beluangnya lucu~" jerit Changmin girang saat melihat hasil dari adonan tadi, segera saja ia ingin mencoba membuatnya. "Min mau coba!"
"Ne, silahkan." jawab Jaejoong dan membiarkan Changmin membuat bentuk beruangnya sendiri.
"Nah, setelah membentuknya, ayo kita hias kuenya."
Dan Changminpun dengan semangat menghiasi kuenya. Menghiasnya dengan berbagai macam pernak-pernik, mengolesinya dengan selai coklat dan berbagai jenis permen. Membentuknya supaya benar-benar terlihat sepetti beruang, memiliki mata, hidung dan juga bibir yang tersenyum.
Senyum bahagia selalu tercetak diwajahnya, kelihatannya bocah gembul yang usianya tak lebih dari 4 tahun itu sangat senang. Iapun terus menghiasi kue beruangnya dan sesekali nampak mengerjai Jaejoong, sungguh chemystry dari keduaya terbentuk dengan alami. Tak jauh beda dengan Changmin, Jaejoongpun terus mengumbar senyum ceria. Malah shooting yang biasanya berjalan monoton kini menjadi semarak dengan tawa ceria disana-sini.
"Yak, owatta! Ini dia, beruang cookies ala Hero chef dan-"
"Changminie~"
"Oishi sou da ne/Oichi cou da ne!"
Teriak Jaejoong dan Changmin bersamaan dan membuat semua kru disana tertawa lepas mendengar kecadelan Changmin. Sungguh hari yang sangat menyangkan ani?
Dongwoonpun tersenyum puas melihat hasil shooting kali ini. Nampaknya tak salah memasukkan bocah cilik itu ikut shooting, karna terbukti suasana shooting jadi berbeda dan banyak kecerian yang terjadi. Apalagi chemystry yang dikeluarkan oleh JaeMin sungguh alami, hingga shooting berjalan sangat cepat dan tanpa banyak pengulangan.
Yunho yang sedari tadi hanya melihat keduanya dari jauh, diam-diam mengulum senyum bahagia. Yah, sekarang keinginannya semakin besar untuk menjadikan Jaejoong sebagai pendampingnya, dan ia sangat yakin dengan hal itu. Dan iapun sudah memantapkan hatinya untuk segera memberitau isi hatinya itu pada Jaejoong.
:::
::
Beauty Chef
::
:::
Yunho, Jaejoong, dan Changmin tengah berjalan pelan menyisir sebuah taman yang menjadi tujuan mereka jalan-jalan. Nampak kilat bahagia yang terukir indah diwajah ketiganya, merasakan kebahagiaan yang tak pernah mereka rasakan sebelumnya. Terlebih bagi Changmin. Sedari tadi ia tak pernah melepaskan pelukannya dari Jaejoong, karna ia benar-benar merasa hangat saat berada didekapan Jaejoong. Sesuatu yang tak pernah ia rasakan.
Setelah shooting berakhir tadi, mereka segera pergi dari tempat shooting dan berjalan-jalan bersama. Mereka memilih berjalan-jalan ditaman karena Changmin yang menginginkannya. Mereka sudah nampak seperti keluarga yang bahagia ani? Orang-orang yang juga berada disanapun menatap kagum pada mereka, dipikiran mereka YunJaeMin adalah keluarga yang sangat serasi. Dengan appa yang tampan, eomma yang cantik, dan aegya yang lucu. Sungguh mereka nampak seperti keluarga yang harmonis.
"Min mau naik itu." teriak Changmin ke arah mainan ayunan yang ada ditaman itu. Taman ini memang dilengkapi dengan fasilitas bermain untuk anak-anak, jadi sangat cocok untuk dijadikan tempat menghabiskan waktu bersama keluarga.
"Minie mau main itu?" tanya Jaejoong dan mendapat anggukan dari Changmin. "Baiklah kajja kita kesana~" teriak Jaejoong dan berlari menuju ayunan itu.
"Naiklah." perintah Jaejoong saat mereka sudah sampai diayunan itu.
"Ani, Min maunya naik baleng Helo cep." rajuk Changmin dan mempoutkan bibirnya lucu.
"Minie mau naik denganku? Hmm, baiklah. Kajja, duduk dipangkuanku." jawab Jaejoong dan segera menggendong Changmin dan mendudukkannya dipangkuannya. "Ukh, kau berat Minie-ah." kata Jaejoong saat dirinya tak bisa bergerak mengayunkan ayunan itu.
"Biar aku yang mendorongnya." kata Yunho yang melihat Jaejoong kesusahan. "Siap, hana, dul, set."
Syuuttt
"Holeyyy, aciikkkk." teriak Changmin girang merasakan hembusan angin menerpa wajahnya. "Lebih kelas appa, lebih kelas." teriak Changmin lagi bertepatan dengan Yunho yang semakin mengencangkan dorongannya.
Dan mereka terus bermain hingga tak terasa waktu berlalu, dan sore menjelang. Langitpun sudah berubah warna dan menyisakan semburat jingga. Kini YunJaeMin tengah duduk dibangku taman yang tersedia disana. Mereka hanya duduk diam merasa kelelahan dengan aktivitas yang baru mereka lakukan. Nampak Changmin duduk diatara Yunho dan Jaejoong sambil makan bentou yang memang Jaejoong siapkan tadi. Hasil masakannya saat shootig tadi.
"Gomawo Jaejoong-ah, hari ini sungguh menyenangkan." kata Yunho sambil menatap Jaejoong yang berada disebelahnya. Menatap wajah cantik Jaejoong yang entah kenapa membuatnya selalu merindukan wajah itu.
"Cheonmayo, aku juga sangat senang." balas Jaejoong dan tersenyum kearah Yunho.
Deg
Jantung Yunho berpacu cepat melihat senyum Jaejoong itu. Dan detik berikutnya Yunho sudah mantap dengan keputusannya. Ia bersiap untuk mengungkapkan semua sebelum terlambat. Perlahan iapun memutar duduknya dan menghadap kearah Jaejoong, dan setelahnya iapun menatap dalam wajah Jaejoong sambil bergumam-
"Jaejoong-ah~"
"Nde?" kernyit Jaejoong dan iapun menolehkan wajahnya menatap Yunho.
"Jaejoong-ah, kalau aku memintamu untuk menjadi bagian dari kami, apa kau bersedia melakukannya?" tanya Yunho sudah tak mampu lagi membendung perasaannya.
"Mianhae jika terlalu cepat, tapi sungguh aku tak bisa lagi menahan semua ini." lanjutnya lagi merasa waktunya sudah tepat.
"..."
"Kim Jaejoong, aku rasa aku menyukaimu. Ani, bahkan aku rasa aku mencintaimu. Aku menyukaimu karna kau juga nampaknya sangat menyayangi Changmin anakku. Dan aku rasa kita akan jadi keluarga yang bahagia dengan itu semua."
"..."
"Jadi Jaejoong-ah, apa jawabanmu?" tanya Yunho berharap cemas. Sementara Changmin tak menghiraukan apa yang dua orang dewasa disisinya itu, yang ia lakukan hanya makan dan makan.
"Jaejoong-ah."
"Kau tahu aku seorang emm.. Namja?" tanya Jaejoong berusaha menyadarkan Yunho, walaupun jauh didasar hatinya ia melonjak girang. Ternyata perasaan Yunho sama dengan apa yang dirasakannya.
"Tentu. Tapi itu tak mengurangi perasaanku Jaejoong-ah."
"..."
"Jawabanmu?" desak Yunho yang sudah tak sabar. Ia yakin kalau Jaejoong juga memiliki perasaan yang sama dengannya.
"Aku sangat menyukai anakmu Yunho-ah, ia sangat lucu dan menggemaskan." jawab Jaejoong dan mengelus pelan rambut Changmin. Changmin hanya tersenyum saat Jaejoong mengelus rambutnya.
"Dan aku juga sangat menyayanginya." lanjut Jaejoong dan tersenyum manis kearah Yunho. "Begitu juga denganmu."
Loading please
1 detik
2 detik
3 detik
"Jadi? Kau menerimaku?" tanya Yunho baru menyadari arti kata Jaejoong. Jaejoong hanya tersenyum malu-malu dan menundukkan wajahnya.
"Saranghae." lanjut Yunho dan tersenyum bahagia mendengar jawaban Jaejoong.
"Na..nado, saranghae." jawab Jaejoong malu-malu kucing. Senyum mengambang diwajah keduanya saat menyampaikan perasaan masing-masing. Tak terasa keduanya bahkan saling tatap dalam diam menyaluran semua perasaannya.
"Gomawo. Gomawo sudah memberiku kesempatan." kata Yunho sambil perlahan menyentuh tangan Jaejoong.
"Ne, gomawo juga karna hadir dalam kehidupanku." balas Jaejoong sambil menggenggam balik tangan Yunho.
Keduanya kembali larut dalam pesona masing-masing. Perlahan tangan Yunho meraih sebuah kotak dalam sakunya dan mengeluarkan isinya. Terlihat sebuah cincin polos menyembul dari dalan ketika Yunho membuka kotak itu.
"Would you be mine and be parents for my son?" kata Yunho lantang sambil menyodorkan kotak itu pada Jaejoong.
Jaejoong sangat terkejut dengan itu semua, namun ia tak bisa menyembunyikan keharuannya. Segera saja ia mengagangguk pelan. Walaupun mereka baru saja mengenal, namun mereka berdua yakin dengan perasaan masing-masing.
Perlahan Yunho beranjak dari duduknya dan berjongkok dihadapan Jaejoong. Segera setelahnya ia memasukkan cincin itu kejari manis Jaejoong. Perlahan dikecupnya tangan putih Jaejoong itu dan setelahnya ia berdiri dihadapan Jaejoong. Mendekatkan pelan wajahnya dan mencium sayang kening Jaejoong, namun-
"APPA! KENAPA CIUM HELO CEP!" Teriakan kencang Changmin segera terdengar dan membuat Yunho menutup telinganya kaget.
"Astaga Minie, jangan berteriak!" kesal Yunho karna teriakan Changmin itu.
"Appa nappeun! Kenapa cium Helo cep!" marah Changmin dan melipat tangannya didada.
"Karna Hero chef akan jadi istri appa." jawab Yunho dan tersenyum pada Changmin.
"Istli?" beo Changmin tak mengerti.
"Ne istri, dan nantinya Hero chef akan jadi eommamu."
"Umma?" beo Changmin lagi masih tak mengerti.
"Ne Minie-ah, nanti Hero chef akan tinggal bersama kita. Dan Minie bisa makan masakan Hero chef setiap hari. Minie juga bisa tidur dengan Hero chef dan dipeluk Hero chef setiap hati. Apa Minie mau?" jelas Yunho agar anaknya itu mengerti.
Mata sipit Changmin langsung melebar sempurna saat mendengar penjelasan dari sang appa. Segera saja ia mendongak kearah Jaejoong dan mendapati namja cantik itu tengah tersenyum lebar padanya.
"Helo cep mau tinggal cama Min?" Jaejoong mengangguk.
"Mau bobo cama Min?" Jaejoong mengangguk.
"Mau macakin Min?" Jaejoong mengangguk.
"Yeyyy, Min mau. Min mau!" tetiak Changmin kencang dan setelahnya mendekap erat tubuh Jaejoong.
Bruukk
Tubuh gempalnya sukses menubruk tubuh Jaejoong. Didekapnya erat sang chef idola itu, mengungkapkan betapa bahagianya ia. Jaejoongpun juga membalas dekapan Changmin, senyumpun tak pudar di wajah cantiknya.
"Min cenang, Min cenang."
"Ne, aku juga senang." jawab Jaejoong tanpa melepas pelukannya pada Changmin.
"Min cayang Helo cep."
"Nado. Joahyo."
"Umm."
Yunho tak bisa menahan harunya, menatap dua orang yang sangat disayanginya tengah berpelukan dengan senyum yang mengembang diwajah keduanya.
"Mulai cekalang Min panggil Helo cep, umma ne?" pinta Changmin dan melonggarkan pelukannya agar bisa menatap Jaejoong.
Jaejoong mengernyit bingung dengan permintaan Changmin itu. "Eoh? Kenapa panggil eomma?" tanyanya tak mengerti.
"Coalnya Helo cep cantik, dan jago macak. Ummanya Kyunie juga cantik dan jago macak. Jadi Min mau panggil Helo cep dengan umma." jelas Changmin dan membandingkan Jaejoong dengan eomma seorang temannya.
"Mwoya! Tapi aku ini namja, mana bisa dipanggil eomma!" kesal Jaejoong tak terima dengan permintaan Changmin.
"Jadi Helo cep gak mau Min panggil umma? Hiks,"
"Yah, yah, kenapa kau menangis?"
"Huwee, hiks, hiks."
"Yah uljima, uljima." kata Jaejoong mencoba menenangkan Changmin yang mulai menangis.
"Aiss, sudahlah. Terima saja jika kau yang dipanggil eomma, kau memang cocok dipanggil seperti itu." kata Yunho ikut meyakinkan Jaejoong.
"Mwo?"
"Ne, kau itu cantik dan sangat keibuan. Kau sangat cocok jika dipanggil eomma." jawab Yunho dan mulai mendekat kearah JaeMin.
"Minie, coba katakan eomma!" kata Yunho meminta Changmin memanggil Jaejoong eomma.
"Hiks, um..ma."
Deg
Seketika jantung Jaejoong berdetak kencang saat mendengar suara lirih Changmin yang memanggilnya. Getaran aneh seketika dirasakannya saat mendengar suara Changmin itu. Ditatapnya mata Changmin dalam yang juga tengah menatapnya dengan airmata yang berlinang.
"Umma, hiks." lirih Changmin lagi. "Umma, hiks, umma." lirih Changmin lagi dan kini sudah memeluk erat tubuh Jaejoong.
Tak terasa senyum mengembang diwajah Jaejoong saat mendengar suara Changmin itu. Hatinya menjadi hangat dan ada unsur ketenangan saat Changmin melapalkan panggilan eomma untuknya. Ya, ia sadar sekarang. Ia merasa lebih nyaman ketika Changmin memanggilnya seperti itu.
"Ne, Minie." ucap Jaejoong dan segera balas memeluk Changmin. Didekapnya erat tubuh gembul Changmin dan memberinya ciuman bertubi-tubi diwajah dan pipinya. Memberitahu bocah gembul itu kalau dirinya tak keberatan dengan panggilan eomma tadi.
"Umm, Min cayang umma."
"Ne chagy, eomma juga sayang Minie." lirih Jaejoong menjawab pertanyaan Changmin.
Yunho tak bisa berkata apa-apa lagi, iapun larut dalam kebahagiaan dua namja yang amat disayanginya itu. Iapun ikut memeluk JaeMin dengan lengannya yang kokoh. Didekapnya dua namja sumber kebahagiaannya itu dengan sangat erat, menunjukkan pada keduanya kalau ia juga ikut senang.
"Mulai sekarang kita akan menjadi keluarga yang bahagia." gumam Yunho dan mendapat anggukan dari Jaejoong dan kekehan kecil dari Changmin.
"Min punya umma. Umma, appa, calanghe."
Dan berakhirlah kisah Changmin yang mengidolakan namja cantik yang kini tengah memeluknya sayang, dan sebentar lagi akan menjadi eomma baginya. Berawal dari kegemarannyan menonton acara sang idola, dan berharap bisa bertemu sang idola. Siapa sangka jika pada akhirnya idolanya itu akan menjadi seseorang yang menyayanginya seperti ini.
.
.
.
.
.
.
.
Kore de owari ^^
(END)
Haaaiiiii... Saya kembalii.. Hiahhh... ^^
Bagimana bagimana? Hahaha,,, mian kalo tambah gaje.. Akhirnya ff ini selesai juga.. Kikii
Ada yang ngeh ada Dongwoon lagi? Haha,, iyahh.. Maklum saya sangat suka sama dia, jadi tanpa sadar selalu masukin sosok Dongwoon dalam cerita saya.. Heee ^^
Bagaimana untuk Chap ini? Part favorit saya saat Minie ikut shooting dan saat Changmin marah-marah karna Yunho cium Jaejoong. Haha,, pasti imut baget deh, protecktif banget yahh Minie ke Jaejoong.. Haha,, favorit kalian?
Terimakasih untuk reviewnya di chap kemaren, big thanks buat :
Hanasukie , ifa p arunda , teukiangle , Vic89 , Himawari23 , hatakehanahungry , Dennis Park , leeChunnie , Ria , hyukkie - chan , Ria , Rina , oeat , lanarava6223 , jo , Guest , De , diyas , jaena , nunoel , zhe , diahmiftachulningtyas , Dee chan - tik , YongWook Kim , yoon HyunWoon , FiandYJ , ShinJiWoo920202 , aliensparkdobi , YunHolic , haruko2277 , Nony , Elzha luv changminie , t , yunjae heart , BooMilikBear , futari chan , KJHwang , koukei8696 , danactebh , RedsXiah , YJS , meotmeot , Jenny , tuti handayani , manize83 , shotix , lee sunri hyun , dhian930715ELF , maichannie26 , queen harkyu , Youleebitha , jae sekundes
Karena nyempetin review dichap kemarin, untuk chap ini tinggalin kesannya lagi ne~~
Gomawo juga bagi yang sudah follow, dan favorit cerita ini.. Itu bukti kalau kalian juga mendukung cerita ini. Jeongmal gomawoyo,, tapi kalo bisa sih suarakan pendapat anda dengan memberikan review ne~~
Ah ya, ada yang minta ini dipublish sama ff sebelah ne? Tenang saja,, ff sebelah juga sudah update, jadi harus dibaca n wajib ngasih review ne #maksa
Ada yang nanya saya dari Bali? Iyahh, saya dari Bali.. Salam kenal ne~~
Ada yang ngerasa kependekan di chap kemaren? Ini sudah dipanjangin yah,, soalnya cuma threeshoot, jadi saya nggak buat panjang-panjang.. Kalo mau baca yang panjang,, silahkan baca ff YunJaeMin saya yang satunya, dijamin itu sangat panjang.. Haha, tapi jangan lupa kasih reviewnya #modus
Okeh sekian, ah ya, hampir lupa.. Saya mau ucapin saengil chukae buat Joker oppa a.k.a Yong Junhyung.. Hari ini si oppa ulangtahun.. Keee
Saigo de, minna san review onegaiitashimasu ~~
.
Denpasar, 19 Desember 2013
