ini untuk ultahnya jaejoong. walupun telat sehari. tak apalah..
selamat menikmati..
title: happy birthday umma..
author: annisa
Sekarang adalah malam senin ceria. Begitulah yang jaejoong pikirkan. Walaupun bagi semua orang malam senin adalah mimpi buruk karena esok hari kembali bertatap muka dengan tugas dan pekerjaan yang tiada habisnya. Bagaimana tidak? Besok, tanggal 4 Februari, adalah ulang tahunnya. Keceriaan jaejoong benar-benar terpancar dari wajahnya yang cantik. Buktinya saja, dari tadi dia senyum-senyum sendiri di depan televisi, padahal channel yang dilihatnya sedang menayangkan adegan kejar-kejaran maling yang bernama u-know dengan pembasmi kejahatan bernama hero. Ckckckck
Di sebelah jaejoong terlihat changmin yang mendekatkan, menempelkan dan menyembunyikan wajahnya ke tubuh yunho, appanya.
"appaaaaa, tatuuuutt", suara changmin sangat kecil dan bergetar. Yunho yang menyadari perubahan drastis pada anaknya langsung terkejut. Jelas saja, barusan anaknya yang tampan itu masih asik dengan boneka spongebob barunya. Ia pun memeluk anaknya yang semakin menggenggam erat bajunya.
"minnie kenapa, sayang?", yunho mengusap punggung changmin dengan lembut untuk menenangkan anaknya itu.
"umma celam, appaaa. Sssttt", changmin berbisik kepada appanya agar apa yang dia bicarakan tidak terdengar di telinga ummanya. Yunho pun melirik pada jaejoong. Benar juga kata anaknya, istrinya menyeramkan. Tersenyum sendiri seperti orang gila saja. Padahal tidak ada yang lucu disana.
Karena merasa diperhatikan, jaejoong pun menatap suami dan anaknya. Mengernyit bingung karena anaknya yang ketakutan dan menyembunyikan wajahnya di dada sang appa serta suaminya yang terkejut entah karena apa.
"kalian kenapa, eoh?", yunho hanya menanggapinya dengan gelengan saja. Masih belum lepas dari keterkejutannya. Jaejoong melihat jam dinding yang menggantung di atas televisi. Ternyata sudah pukul sembilan malam. Waktunya changmin untuk tidur.
"wah, ternyata sudah jam sembilan. Ayo minnie tidur.", jaejoong mendirikan badannya dari kursi, mencondongkan badannya dan mengulurkan tangannya untuk menggendong changmin. Tapi yang ada changmin malah memberontak dan semakin mengeratkan pelukannya pada appanya.
"minnie mau tidul cama appa, umma celam. Minnie mau tidul cama appa, cama appa!", teriak changmin.
"sayang, biar aku saja yang menidurkan changmin, ne?"
"ya sudah. Emangnya kenapa kalau denganku? Biasanya juga aku yang menidurkannya. Dasar aneh!", gumam jaejoong sambil kembali menikmati tontonanya yang sejenak terlupakan olehnya. Sementara yunho sudah membawa changmin ke kamarnya.
Setelah sampai di kamar anaknya yang bernuansa kuning, karena anaknya sangat amat mencintai makhluk fiktif dua dimensi bernama spongebob, mulai menginterogasi anaknya.
"minnie kenapa bilang umma seram?"
"umma cenyum-cenyum cendili appa, pokonya celam"
"aaa.. appa tahu kenapa umma tersenyum terus! Minnie tahu besok hari apa?"
"hali cenin appa. Becok kan minnie macuk cekolah. Urgh, minnie kan maunya main dulu. Macuk cekolanya kapan-kapan caja"
"hush, sekolah itu biar changmin dapat ilmu supaya pintar. Katanya mau jadi"
"pembacmi monctel, appa. Hihihihi"
"heeeh ==", terserah dirimu saja. Maksud appa bukan itu minnie. Besok adalah hari ulang tahun umma, sayang. Makanya umma tersenyum terus"
"ooo.. minnie mau kacih umma hadiah, appa!"
"hadiah apa?"
"mmmm... aaaaa... minnie mau kacih umma hadiah poppo"
"itu kan sudah sering minnie lakukan. Harus sesuatu yang spesial, yang berbeda dari yang lain, yang bisa membuat umma senang"
"umma cenang kok kalo minnie kasih poppo"
"aaa.. appa tau. Ini adalah rahasia kita berdua. Umma tidak boleh tau arra! Sini appa bisikkan"
Setelah changmin tertidur, yunho pun meninggalkan kamar changmin. Tak lupa sebelumnya ia mencium kening anaknya.
Yunho menuruni tangga berniat untuk minum dan mengajak istrinya untuk tidur. Jarang-jarang di malam senin ia bisa tidur lebih awal seperti ini. tapi ternyata istrinya sudah tidak ada di ruang keluarga, televisinya pun sudah mati. Akhirnya yunho menyegerakan minum air dan kembali ke kamarnya.
"boo.. kau sudah tidur?", saat ini yunho berada di dalam kamarnya dan sedang mengunci pintu kamarnya. Karena tak mendapat respon dari istrinya, yunho pun merebahkan diri di kasur dan menarik selimut yang menutupi hampir seluruh tubuh jaejoong. Karena merasa terganggu, jaejoong menghadapkan tubuhnya ke arah suaminya itu.
"ada apa?", ketus jaejoong.
"kau marah boo?"
"sudah tau tanya!"
"apakah gara-gara changmin? Sayang, dia takut karena melihatmu senyum-senyum sendiri"
"apakah aku senyum-senyum sendiri? Nggak ah!"
"bahkan aku juga melihatmu, sayang"
"apakah aku seram"
"mmm.. ti tidak. Kau tidak seram kok. Hehehehe.. sudahlah, ayo temani aku tidur. Jarang-jarang aku bisa tidur awal. Ne?"
"aish, aku mengertimu tuan jung"
Pagi-pagi sekali jaejoong bangun untuk menyiapkan sarapan dan segala keperluan anak serta suaminya. Ya, changmin sudah mulai sekolah. Setelah melakukan percakapan dengan appanya mengenai cita-cita, changmin pun memaksa untuk sekolah agar ia bisa jadi pembasmi monster yang hebat. Akhirnya yunho pun mendaftarkan changmin di salah satu taman kanak-kanak yang bagus dengan harga yang melambung tinggi karena pendaftaran siswa baru dimulai semester depan. Hal itu tidak menjadi masalah untuk yunho, akan tetapi motif changmin sekolah adalah ingin menjadi pembasmi monster. Ckckck.
Jaejoong sudah bergelut dengan peralatan dan bahan yang akan dimasaknya ketika mendengar panggilan dari suaminya.
"sayaang", panggil yunho sambil menuruni tangga menuju dapur.
"aku sedang membuat sarapan sayang", sahut jaejoong sambil melanjutkan aktivitasnya.
Cup. Satu ciuman mendarat di kening jaejoong. Setelahnya yunho langsung mengambil sebotol air dan menuangkannya ke dalam gelas. Setelah meneguk habis segelas air, yunho pun melenggang pergi.
"aku bangunkan changmin dulu ya sayang. Sekalian mengajaknya mandi", tanpa mendengar jawaban jaejoong pun yunho langsung pergi.
Apa yunnie lupa kalau hari ini ulang tahunku ya? Masa iya? Jahat sekali. Batin jaejoong. Jaejoong pun melanjutkan acara memasaknya dengan bumbu-bumbu kekecewaan.
Yunho merapikan seragam yang dikenakan changmin. Anaknhya benar-benar tampan mewarisi ketampanannya. Masih kecil saja sudah begini tampan, bagaimana besarnya?
"minnie ingat perjanjian kita semalam kan? Jangan sampai keceplosan ne?"
"alaccoo appa", changmin menyengir mengiyakan perkataan appanya.
"minnie sudah tampan. Ayo ketemu umma dan kita sarapan", mendengar perintah appanya, changmin langsung melesat denga n kecepatan maksimum.
"ummmaaaaaaa...", baru juga beberapa langkah meninggalkan kamarnya, changmin sudah berteriak memanggil ummanya. Sementar yunho yang berada di belakang changmin hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. Anaknya benar-benar ajaib.
Setelah sampai di dapur, changmin langsung menghampiri ummanya dan mengulurkan tangannya meminta untuk digendong pada ummanya.
Emmuah emmuah emmuah emmuah emmuah emmuah emmuah emmuah. Delapan ciuman changmin berikan di wajah cantik ummanya
"ummaaaaaaaa... celemat ul.. uppsss.. ehh.. celamat pagi umma", hampir saja changmin keceplosan. Aduh, hampil caja keceplocan. Nanti minnie dimalahi appa. Batin changmin.
"ne, selamat pagi sayang. Ayo, changmin makan sarapannya. Kalau sudah selesai, nanti langsung umma antar ke sekolah ne", jaejoong pun mendudukkan anaknya di kursi. Merapikan baju changmin yang kusut akibat digendongnya.
"minnie belangkat cama appa caja"
"ya sudah, nanti umma yang jemput minnie"
"annniiii.. minnie mau dicemput appa juga"
"sayang, appa kan sedang bekerja. Kasihan appa kalau nebjemput minnie. Sama umma saja ne?", bujuk jaejoong.
"anniiii.. cama appa", ya tuhan anaknya keras kepala sekali.
"tak masalah sayang. Biar nanti aku yang jemput changmin. Anak ini kalau kemauannya tidak dipenuhi tak akan ada habisnya, lebih baik dituruti saja"
"ya sudah", jaejoong pun menyerah dan meneruti perkataan suaminya. Setelah sarapan, jaejoong mengantar anak dan suaminya sampai depan pintu. Begitu anak dan suaminya berangkat, jaejoongpun mencuci piring dan melakukan kegiatan rumah tangga lainnya.
Hari ini adalah hari ulang tahunnya. Tapi jejoong benar-benar bosan karena kondisi rumah yang sepi tanpa changmin. Terlebih lagi orang-orang tercintanya tidak ingat kalau hari ini adalah hari spesialnya.
Kring kring. Ada sms masuk di handphone jaejoong.
Sayang, pulang kantor aku mau mengantar changmin ke taman hiburan. Dari tadi ia merengek minta diajak kesana. Oya, balas pesannya saja ya. Aku sedang meeting dengan client.
Jaejoong pun membalas pesan suaminya.
Sekarang minnie dimana?
1 new message.
Minnie di sebelahku. Sedang makan es krim. Bagaimana? Boleh ya?
Teruskan saja sampai nanti malam mereka meninggalkan jaejoong sendiri di rumah.
Terserah. Pulang besok saja sekalian.
Message sent.
Mereka benar-benar keterlaluan. Jaejoong tahu kalau yunho adalah orang yang sibuk, yang dipikirkannya banyak. Tapi, paling tidak yunho membuat reminder di handphonenya bahwa hari ini, tanggal 4 Februari adalah hari ulang tahun istrinya tercinta. Nah sekarang, bahkan ia ditinggal sendirian di rumah. Sementara anak dan suaminya akan bersenang-senang di taman hiburan.
Karena kelelahan dan tak ada teman, jaejoong pun tertidur di kamarnya. Bahkan lampu kamarnya sengaja ia matikan. Hanya televisi saja yang menyala menayangkan berita malam. Ya, sebentar lagi hampir pukul dua belas malam sementara anak dan suaminya belum pulang. Berkali-kali jaejoong menghubungi yunho. Tapi selalu operator yang menjawabnya. Setelah merasa lelah, jaejoong pun memutuskan untuk tidur dan tidak memperdulikan anak dan suaminya. Ia benar-benar kesal pada mereka.
Lima belas menit menuju pukul dua belas, yunho memasuki rumah. Disampingnya berjalan changmin dengan sempoyongan. Sudah mengantuk rupanya. Karena tak menemukan siapapun di ruang tamu maupun ruang keluuarga, mereka pun menuju kamar yunjae. Benar saja umma/ istri mereka sedang tidur.
"sayang, bangun sayang", yunho berusa membangunkan istrinya dengan mengusap lembut tangan istrinya. Meresa terganggu, jaejoong pun terbangun. Ia terkejut melihat anak dan suaminya saat ini berada didepannya dengan kue tart dan beberapa lilin diatasnya. Sementara changmin memeluk sebuah boneka besar yang awalnya terbungkus rapi tetapi menjadi berantakan karena ditindih oleh tubuhnya sendiri.
"saengilchukkahamnida, saengilchukkahamnida saranghaneun uri umma. Saengilchukkahamnida", nyanyi yunho dengan semangat diikuti oleh changmin dengan suara lemah. Dalam hati jaejoong tersenyum dengan tingkah anak dan suaminya. Ternyata mereka masih ingat dengan ulang tahunnya. Jaejoong pun meniup lilinnya, kemudian yunho meletakkan kue tartnya di meja dekat ranjang. Tapi, tunggu dulu..
"ini jam berapa?", tanya jaejoong.
"eh? Sebentar lagi jam dua belas, sayang!", jawab yunho.
"kenapa kalian baru mengucapkannya sekarang? Ulang tahunku tanggal empat, bukan lima", protes jaejoong.
"umma jangan calahkan minnie ne. Appa yang menyuruh hoaaammmhh minnie uncuk tidak mengucapkan celamat. Calahkan appa caja ya umma hoaaammmhh", ucap changmin sambil merebahkan badannya di sebelah ummanya. Sudah mengantuk rupanya.
"sayang, maafkan aku. Aku hanya ingin melakukan sesuatu yang spesial untukmu. Dan akhirnya terpikirkan ide gila ini. maafkan aku ne. Sebenarnya aku sudah ingat dari kemaren", yunho berusaha menjelaskan semuanya agar tidak terjadi kesalah pahaman antara dirinya dan istrinya.
"hmmm.. tentu saja. Aku tidak mungkin marah pada kedua pendamping hidupku, pada penerang hisupku", satu kecupan mendarat di bibir yunho.
"ohya, ini untukmu. Aku tak tahu mau memberimu apa. Jadinya ku memberimu itu"
"wah, presdir miskin sekali. Memberiku sapu tangan saja. hihihih", jaejoong terkikik menggoda suaminya.
"lihat dulu, disana ada bordirannya. YUN-JAE. Coba lihat", yunho tidak terima dengan ucapan jaejoong. Pasalnya sapu tangan pemberiannya itu spesial. Ada tulisan yunjaenya. Dasar, lelaki tak romantis.
"ne ne, aku melihatnya. Makasi ya sayang.."
"oh ya, minnie juga memberimu hadiah, sayang. Minnie, ayo berikan hadiahmu pada umma", yunho mengusap kepala anaknya hingga anaknya yang baru tertidur sebentar kembali terjaga.
"hoaaaaammmhh, umma, minnie ma hoaammh mau kacih boneka spombob ini. hoaaammhh tapi nanti minnie pinjam ya.. hoaaaammmhh. Minnie ngantuk", jaejoong terbahak melihat tingkah ajaib anaknya. Begitu pun yunho. Sementara changmin terlelap tak terpengaruh oleh tawa kedua orang tuanya.
Walaupun terkesan aneh, keluarganya ini adalah yang terbaik. Suami tercintanya, buah hatinya dengan suaminya, tanpa mereka berdua hidupnya akan terasa hampa. Dia selalu berdoa, memohon kepada tuhan agar keluarganya selalu bersama dan tak terpisahkan. Dan akhirnya, mereka bertiga pun tidur bersama dengan senyum yang menghiasi masing-masing wajahnya.
-end-
hehehe
maaf kalau banyak salah tulis, ini langsung publis tanpa baca ulang..
makasi uda baca ya..
leave review please
:D
