Apa jadinya aku tanpamu?
-Yunjae family-
Akhir pekan ini, keluarga kecil Jung sedang menghabiskan waktunya di pantai. Pantai yang indah yang masih terjaga keasriannya.
"Umma, minnie mau belenang ke tengah ya. Minnie mau liat ikan kecil-kecil. Nanti minnie tangkapin deh buat umma", kata Changmin penuh kegembiraan pada ummanya.
"Ne, nanti berenang sama appa ya. Tapi sebelumnya minnie ganti baju dulu. Umma sudah menyiapkan baju renang minnie", kata Jaejoong sambil membuka tas yang berisi baju renang dan baju ganti anak dan suaminya.
"Yeaaayy", teriak Changmin sambil melompat-lompat.
"Waaaah, anak appa senang sekali, eoh?", tanya Yunho yang baru tiba. Tampak ditangannya sebuah pelampung berbentuk bebek-bebekan berwana kuning cerah.
"mmm.. Minnie mau cepat beleneng. Ayo umma, cepat ganti baju minnie", kata Changmin sambil menghentak-hentakkan kakinya dengan cepat.
"Sayang, sabar dulu. Ayo sini appa bukakan baju minnie", Yunho pun membantu meringankan kerja Jaejoong.
Ya, Jaejoong saat ini sedang mempersiapkan pakaian renang Changmin dan Yunho. Yunho memakaikan baju renang berlengan panjang pada Changmin. Nampaknya Jaejoong tak ingin kulit anaknya yang putih menjadi merah atau bahkan hitam sepulang dari pantai. setelahnya, Yunho pun pergi ke kamar mandi terdekat untuk mengganti pakaiannya dengan celana pendek selutut dan kaos tipis yang tidak terlalu longgar. Terlihat sekali bahwa seorang Jung Jaejoong tidak ingin tubuh seksi suaminya dinikmati oleh semua orang.
"Ayo sayaaang, kita berenaaaaang", teriak Yunho sambil menggendong Changmin dan berlari menuju bibir pantai yang cukup ramai dengan pengunjung lainnya.
Nampak sesekali Changmin dan Yunho berlarian menuju Jaejoong hanya untuk memastikan umma/istrinya tidak hilang. =="
Satu jam berlalu, Changmin yang kelelahan pun meminta Yunho untuk menemui ummanya.
"Appa, minnie capek. Minnie mau ke umma caja", kata Changmin sambil memeluk leher appanya.
"iya sayang. Appa juga capek. Kita makan dulu yuk", dengan wajah sumringah dan terang-benderang bagai bintang di surga Changmin menggoyang-goyangkan tubuhnya agar sang appa lekas-lekas melangkahkan tubuhnya menuju tempat ummanya berteduh. Jaejoong tak ikut berenang, tentu saja untuk menjaga kemulusan dan putihnya kulit miliknya yang diidam-idamkan orang lain.
"Umma, minnie mau makan", teriak Changmin ketika langkah sang appa hampir mendekati ummanya.
"Ne, umma sudah menyiapkan sate ayam dan lontong* untuk kita. Pasti minnie suka", kata Jaejoong sambil menyiapkan piring-piring plastik dan sendok.
"Ne ne ne, minnie mauuuuuuu", kata Changmin sambil mencomoti sate ayam. Dengan sigap Yunho langsung menepuk tangan Changmin dan meletakkan kembali sate yang hampir bersarang di mulut mungil anaknya.
"Sayang, ingat apa kata appa. Kalau umma belum selesai menyiapkan makan, jangan mengambil start dulu. Oke?", Yunho mengingatkan anaknya dengan maksud baik pastinya. Tapi sang anak malah cemberut, namun tetap mendengarkan perkataannya. Yunho dan Jaejoong pun tersenyum melihat tingkah anaknya.
"Nah, sudah selesai. Ayo kita makan. Selamat makan", kata Jaejoong setelah menyiapkan sate ayam plus lontong di tiga piring berbeda.
"Yeay, celamat makaaaann..", dengan lahapChangmin memakan sate ayamnya hingga wajahnya belepotan bumbu kacang.
Selesai makan, Yunho menuju kantin yang ada di dekat pantai. Ia berniat membeli minum dan beberapa sanck karena beberapa botol air mineral yang disiapkannya tertinggal di teras rumah. Pantas saja tadi Jaejoong merasa ada barang yang tertinggal.
Di tempat Jaejoong menggelar tikar, Changmin terlihat bosan menunggu appanya yang tak kunjung datang. Ia pun mengalihkan pandangannya ke kanan dan kiri mencari sesuatu hal yang menarik yang bisa menghilangkan rasa bosannya. Dan matanya pun tertuju pada seekor keong bercapit** yang berjalan dengan kaki-kakinya dan cangkangnya yang indah. Ia pun melangkahkan kakinya menuju tempat keong tersebut yang tak jauh dari ummanya.
"Umma, liat. lucu ya?", kata Changmin.
"Ne. Jangan main jauh-jauh sayang. Bawa saja keongnya kesini", kata Jaejoong. Namun Chamin tetap berjongkok dan memperhatikan keong tesebut. Chamin tak berani memegang keong tersebut setelah melihat bagaimana cara keong tersebut menjepit butiran pasir dengan capit kecilnya. Karena tertarik dengan keongnya, Chamin pun melangkahkan kakinya tetap dengan posisi jongkok yang tak terasa menjauh dari tempat Jaejoong berada. Sementara Jaejoong sedang melakukan tawar menawar yang alot dengan penjual hiasan dari kerang tanpa menyadari keberadaan sang anak yang tak lagi didekatnya.
Sepuluh menit kemudian Yunho datang dengan membawa beberapa botol air mineral dan snack. Melihat sang istri yang sedang melakukan penawaran yang alot, Yunho pun membantu sang istri melakukan penawaran. Hiasan sudah didapat. Sang penjual pergi menuju calon pembeli lainnya. Yunho berhenti meneguk air mineral setelah sebelumnya bingung melihat istrinya yang menoleh ke kana dan kiri mencari sesuatu.
"Ada apa sayang?", tanya Yunho penasaran.
"Minnie. Dimana minnie? Tadi minnie ada disini, yunnie. Sekarang minnie ada dimana?", kata Jaejoong panik. Orang tua mana yang tak panik ketika tak menemukan anaknya pu bangkit dari duduknya dan menajamkan pandangannya ke seluruh arah, memcoba untuk menemukan sosok kecil anaknya. Karena retinanya tak kunjung mendapatkan siluet sang anak, Yunho pun memutuskan untuk mencari sang anak sambil bertanya pada pengunjung yang lainnya.
"sayang, kau tunggu disini ya. Aku akan mencari minnie. Kau tenang saja. Minnie tak akan hilang, OK?", kata Yunho berusaha untuk menenangkan istrinya walau dirinya dalam kondisi panik seperti istrinya. Jaejoong hanya mengangguk mengiyakan perkataan suaminya, namun air mata mengaliri wajahnya. Pasalnya ia gagal menjaga sang buah hati. Ia malah menikmati tawar-menawar dan melupakan sang anak.
Dua puluh menit Yunho berkeliling di sekitar pantai dan bertanya pada para pengunjung. Ia juga sudah melaporkan kejadian tersebut pada pihak keamanan tempat wisata, namun anaknyabelum ketemu. Sedangkan sang istri tetap setia menunggu dengan air mata penyesalan yang terus mengalir. Disampingnya ada beberapa ibu-ibu yang berusaha menenagkannya.
Hingga beberapa menit kemudian.
"Hei, anak ini tersesat. Apakah ini anak yang kalian cari?", teriak seorang laki-laki dari daerah bebatuan karang yang agak tertutup oleh pohon bakau dan jaraknya yang agak jauh dari tempat Yunho dan Jaejoong. Sontak Yunho dan Jaejoong menoleh melihat seorang laki-laki dengan anak kecil dalam gendongannya. Yunho dan Jaejoong berlari mendekati laki-laki itu dengan sekuat tenaga. Ingin cepat-cepat memastikan bahwa anak kecil itu adalah anaknya. Dan ternyata benar. Yunho langsung memeluk sang anak yang sudah berderai air mata dengan wajah memerah dan mata sembabnya.
"Terima kasih pak karena telah menemukan anak kami", kata Yunho pada sang lelaki.
"Ne, gwenchanayo", kata lelaki tersebut sambil tersenyum.
Yunho pun membawa Changmin menuju ummanya yang berlari kearah mereka. Setelah Jaejoong sampai di depan suami dan anaknya, hal pertama yang dilakukannya adalah memukul Changmin. Ya, ia memukul Changmin. Ia terlalu sayang pada anaknya hingga memarahi anaknya habis-habisan.
"Sudah sayang. Jangan memarahi minnie lagi, ne?", kata Yunho. Jaejoon pun memeluk anak dan suaminya. Ia sungguh tak bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika Changmin tidak ditemukan. Ia tak akan memaafkan dirinya sendiri. Setelah berterima kasih pada lelaki yang menemukan Changmin, mereka pun memutuskan untuk pulang. Suasanya sudah tidak mendukung lagi untuk mereka melanjutkan wisata kali ini.
Changmin pun nampak kelelahan setelah menangis sedari tadi. Kini ia sedang tertidur dipelukan ummanya. Jaejoong mendekap erat sang buah hati. Ia takut sekali kehilangan Changmin. Dan itu akan menjadi kenangan terburuknya selama mengasuh Changmin. Tak akan ia biarkan lagi anaknya luput dari pengawasannya.
-selesai-
maaf readers, ini udah pendek, geje pula,..
ini dibuat untuk mngisi kekosongan aja..
terima kasih buat yang udah menyempatkan diri untuk baca dan review, makasih uda ngasih semangat.. :D
Tapi akhir-akhir ini banyak tugas dan kegiatan kampus yang padat, jadinya jarang ada waktu luang buat ngelanjutin efefnya..
maaf juga kalo banyak salah ketik dan sulit dicerna.. hehehe
ntar tanya aja ya kalo ada yang gak dimengerti :D
*sate ayam dan lontong. udah pada tau belum? di daerahku ini sangat terkenal. daging ayam dipotong kecil2 (sering disebut sate lalat karenanya) lalu ditusukkan ke tusuk sate dan dibakar seperti sate kebanyakan. lalu dilumuri dengan bumbu kacang yang mantap sekali ditambah lontong, jadi deh paket lengkap :D
**aku lupa namanya. ituloh, hewan bercangkang seperti keong tapi memiliki kaki-kaki dan capit. biasa ditemukan di pantai-pantai yang asri.
