Akatsuki vs Sports

By: MiraiIzError


Chapter:

2

Yang Disukai


Disclaimer:

Kishimoto Masashi-sensei, masih nunggu warisan Akatsuki dari sensei dengan setia...

Warning:

OOC.


Hasil wawancara dengan para anggota Akatsuki tentang olahraga (Part 2):


Berikut ini merupakan olahraga yang para anggota Akatsuki sangat ingin lakukan:

1. Tobi:

Wartawan: "Jadi, Tobi..."

Tobi: "Tobi anak baik!!"

Wartawan: "Oke, oke. Tobi anak baik..."

Tobi: "Yaa??"

Wartawan: (IlFeel) "...Em... Jadi... Olahraga apa yang paling kamu suka?"

Tobi: "Tobi suka semua olahraga, karena Tobi anak baik!"

Wartawan: "Ya... Kalau gitu, olahraga apa yang PALING kamu suka?"

Tobi: "Apa, ya? Hmm... Tobi paling suka... SEMUA OLAHRAGA!!!"

Wartawan: (Hopeless) "Eh, eh, Kisame. Tobi paling suka olahraga apa, sih?"

Kisame: "Mana aku tahu, tanya dia sendiri, dong!"

Wartawan: "Udah, tapi dia bilang semuanya. Kan aku jadi bingung,"

Kisame: "Tanya yang lain aja, deh. Aku nggak tahu,"

Wartawan: "Ehh... Deidara... Tobi itu..."

Deidara: "Jangan bicara sama aku tentang Tobi! Itu kata terlarang bagiku, hm!!" (Kabur entah ke mana)

Wartawan: "Waduh, nanya ke siapa, dong?"

Pein: "Ke aku aja, dijamin 100% kujawab!"

Wartawan: (Mikir: 'Pasti dia cuma pengen nampang...') "...Jadi, Pein, olahraga apa yang Tobi paling suka?"

Pein: "Aku nggak tahu, sih, apa yang paling dia suka. Tapi aku tahu, apa yang pasti dia bisa!"

Wartawan: "Oh, ya? Apaan?"

Pein: "Kebalikan dariku, dia jago banget tinju,"

Wartawan: "Wah, kok bisa, ya?"

Pein: "Bisa, dong. Soalnya, dia nggak usah pakai pelindung kepala pun, kepalanya nggak bakalan kenapa-kenapa! Dia kan pakai topeng,"

Wartawan: "Jadi nggak bisa, dong, kalau topengnya nggak dilepas,"

Pein: "Masih bisa! Kalau topengnya dilepas, dia menang K.O.! Secara, begitu lawannya lihat mukanya aja langsung pingsan,"

Wartawan: (Ngangguk-ngangguk ngerti dan setuju) "Iya juga, sih..."

2. Kisame:

Kisame: "Gitu, dong. Tanya ke aku itu soal aku, jangan soal orang lain,"

Wartawan: "Iya, iya. Jadi, olahraga apa yang paling kamu bisa?"

Kisame: "Jelas berenang!"

Kakuzu: "Iya, soalnya kamu itu hiu,"

Kisame: "Enak aja, aku ini manusia yang mirip hiu!"

Kakuzu: "Udahlah, sama aja,"

Wartawan: "Jadi itu alsannya? Karena kamu mirip hiu?"

Kisame: "Ya nggak, lah. Itu karena elemenku air, jadi mau nggak mau, aku harus bisa berenang, dong! Kan malu-maluin kalau aku sampai tenggelam di dalam jurus yang kubuat sendiri!"

Wartawan: "Iya juga, sih..."

Kakuzu: "Tapi, si Kyuubi Jinchuuriki itu nggak bisa terbang, padahal elemennya angin,"

Kisame: "Itu, sih...soal lain! Dia, ya, dia! Aku, ya, aku!"

3. Pein:

Pein: "Jadi, mau tanya apa? Silakan..." (Gaya sok jadi artis)

Wartawan: (Nahan muntah) "Emm... Kamu suka olahraga apa?"

Pein: "Hmm... Apa, ya? Aku nggak begitu suka olahraga, sih..."

Wartawan: "Kalau gitu, yang paling kamu bisa?"

Konan: "Kendo, kendo,"

Wartawan: "Oh... Makasih, ya, Konan!"

Pein: "Kendo? Kok?"

Konan: "Ya iya, lah. Secara, kamu kan sering banget bikin piercing-piercing di badanmu itu jadi pedang... Kan sama aja kayak ngendaliin pedang di olahraga kendo,"

Pein: "Tapi, kenapa kendo? Nggak langgar aja?"

Konan: "Memangnya gaya main langgar sama, sama gayamu ngendaliin piercing-mu itu?"

Pein: "...Iya juga, ya..."

4. Deidara:

Wartawan: "Deidara... Kali ini bukan tentang Tobi, kok. Kamu suka olahraga apa?"

Deidara: "Hm? Olahraga? Mungkin memanah, ya... Atau billyard, hm,"

Wartawan: "Memanah sama billyard?"

Deidara: "Iya, karena aku punya ini, hm!" (Nunjukkin pengukur jarak di mata kirinya)

Wartawan: "Oh, ya, ya. Aku ngerti. Kamu bisa ngukur jarak, posisi, dll. pakai itu, kan? Jadinya bisa kena sasaran terus,"

Deidara: "Itulah gunanya benda ini, hm. Lagipula, kalau aku memanah sama Itachi, aku selalu menang, hm! Makanya, aku suka banget memanah, hm! HIDUP MEMANAH, HM!! YEII!!"

5. Kakuzu:

Kakuzu: "Panjat tebing,"

Wartawan: "...Aku belum ngomong apa-apa,"

Kakuzu: "Aku tahu apa yang mau kamu tanya ke aku, secara kamu dari tadi nanyain hal yang sama terus ke yang lain,"

Wartawan: "Oh... Ya udah, jadi... Panjat tebing? Kenapa?"

Kakuzu: "Tanganku kan bisa kuperpanjang, nah, kalau aku jatuh, tinggal panjangin tanganku dan pegangan ke tebing lagi, terus mendekkin tanganku lagi,"

Wartawan: "Waw, berarti kamu nggak usah pakai pengaman pun nggak apa, ya,"

Kakuzu: "Aku nggak pernah pakai pengaman, sih, kalau panjat tebing,"

6. Hidan:

Wartawan: "Lho? Hidan mana?" (Celingak-celinguk nyari Hidan)

Itachi: "Palingan masih ada di alam sana,"

Hidan: "Enak aja, aku belum mati, tahu!"

Itachi: "Maksudku, alam mimpi! Memangnya, kamu bisa mati?"

Hidan: "Eh... Nggak, sih..."

Wartawan: (Sweat-dropped) "Emm... Ya udah, Hidan... Olahraga apa yang kamu suka?"

Hidan: "Ngapain nanya-nanya?! Bukan urusanmu, kan?!"

Wartawan: (Kaget) "Itachi... Dia memang selalu kayak gitu, ya?"

Itachi: "Ya... Memang sifatnya udah kayak gitu dari asal,"

Hidan: "Woi! Kalian bicarain apa?!"

Wartawan: "Bukan urusanmu, kan?!"

Hidan: "Cuih, bisanya cuma niru-niru orang!"

Wartawan: "Memangnya aku niru siapa?"

Hidan: "Aku!"

Wartawan: "Pede amat, sih, jadi orang?"

Hidan: "Ah, suka-suka aku, dong! ...Senam lantai...!"

Wartawan: "Hah? Senam lantai apaan?"

Hidan: "Tadi kamu kan tanya, olahraga apa yang aku suka!"

Wartawan: "Oh... Ya, ya... Mmm... Senam lantai? Kenapa?"

Itachi: "Itu, lho, waktu dia tarung sama Shikamaru, Asuma, dll... Dia kan lompat-lompat dan jungkir balik terus,"

Hidan: "Iya, iya! Itu contohnya!"

Wartawan: "Hee... Gitu, ya... Terus, di senam lantai, kamu paling ahli yang mana?"

Hidan: "Hmm... Rolling sama hand stand..."

Itachi: "Sesuai sama pertarungan itu, ya,"

7. Itachi:

Wartawan: "Kalau kamu, gimana, Itachi?"

Itachi: "Yahh... Aku, sih, paling suka...lari,"

Wartawan: "Lari? Jarak jauh atau pendek?"

Itachi: "Mana aja,"

Wartawan: "Kenapa kamu suka lari?"

Itachi: "Karena aku memang paling ahli dalam olahraga itu, karena aku kan ninja, jadinya harus bisa lari cepat, dong!"

Anggota Akatsuki lainnya: "Kalau gitu, berarti kita juga, dong!"

8. Sasori:

Sasori: "Olahraga yang disuka?"

Wartawan: "Iya..."

Sasori: "Mungkin, angkat berat,"

Wartawan: "Angkat berat? Wueh, nggak kelihatan,"

Sasori: "Jangan gitu, dong! Menghina banget, sih?"

Wartawan: "Ya, ya, maaf. Jadi, kenapa kamu suka angkat berat?"

Sasori: "Karena gampang. Aku bisa angkat barang seberat apa pun,"

Wartawan: "Heh? Nggak nyangka, ternyata kamu kuat banget, ya,"

Deidara: "Jangan mau dibohongin, itu sebenarnya gara-gara dia pakai Kugutsu no Jutsu (Jurus Sasori buat ngendaliin boneka, red) yang dia improvisasi sendiri, hm. Dia jadi bisa ngendaliin barang-barangselain boneka, hm,"

Wartawan: "Wah... Enak, dong, ya. Kalau mau pindah-pindahin barang gampang,"

9. Konan & Zetsu:

Wartawan: "Konan, Zetsu! Olahraga apa yang kalian suka?"

Konan: "........."

Zetsu: "..........."

Wartawan: "Haloo? Aku nanya, nih,"

Zetsu: "...Kan udah aku bilang kemarin, kalau aku nggak bisa olahraga apa-apa!"

Wartawan: "Oh, oh, iya! Hehe, maaf, deh! Aku lupa... Emm... Jangan makan aku, ya,"

Zetsu: "Tenang aja, aku cuma makan mayat. Orang yang mati. Kalau hidup, aku nggak bisa makan,"

Wartawan: (Nyuekin Zetsu) "Konan, kamu gimana?"

Konan: "...Aku lemah kalau soal olahraga,"

Wartawan: "...Kalau lari? Tadi, kan, Itachi bilang, kalau ninja harus bisa lari cepat,"

Konan: "Itudia. Aku juga bisa, kalau cuma lari cepat. Tapi, aku nggak terlalu suka itu. Lagipula, sama seperti Zetsu, kakiku juga agak-agak mati rasa gitu,"

Wartawan: "Kenapa?"

Konan: "Aku juga jarang gunain kakiku, karena ke mana-mana aku berubah jadi kertas, jadi nggak gunain kaki,"

Wartawan: "Oh... Kok, aku merasa, kalian berdua itu kasihan banget, sih?"

Zetsu: "Udah, deh. Jangan bahas itu,"

Pein: "Konan, kamu nggak usah olahraga, kamu yang jadi pemandu sorak-nya aja!" (Pasang tampang mesum)

Konan: "........"

BUAAAGGGHHH!!!


Bzzzttt...

Bzzzttt...

"Maaf, siaran kami hentikan, karena ada gangguan mendadak. Terima kasih,"

Piiiiippppp......

~Chapter 2~ Yang Disukai~ End~

~Akatsuki vs Sports~End~


Author's Comment:

Pertama-tama, selalu, pasti, dan harus, maaf kalau ada yang salah dan sebagainya, baik disengaja maupun nggak, baik yang disadari maupun nggak. Juga, terima kasih karena sudah membaca fict ini!

Akhirnya kembali, setelah menjalani hari-hari penuh siksaan (baca: UAS) di rumah Jashin-sama (baca: sekolah Mirai) bersama-sama saudara-saudaranya Hidan (baca: guru-guru Mirai)! Kabar baiknya lagi, sejauh ini, belum ada yang HER! Mirai bersyukur banget! Jadi bisa santai-santai di rumah, bikin plus baca fanfiction, baca komik, nonton anime, dengerin musik, dan nyolong jambu di halaman rumah Pak RT lagi! *dibacok Pak RT karena ketahuan nyolong jambu*

Tadinya mau bikin fict ulang tahun buat Iruka, tapi ternyata nggak bisa, soalnya Mirai baru selesai ujian tanggal 28 Mei, sedangkan ulang tahun Iruka tanggal 26! Padahal Mirai udah bikin plot-nya... Huhuhu, apa mau dikata... Iruka, maaf, ya. Lain kali kubikinin fict lain tentang kamu, deh! Kalau ada ide... *digorok Iruka*

Tadinya Mirai mau ngelanjutin fict ini kemarin (28/5), tapi entah kenapa, keyboard-nya error, huruf 'a' dan 's' mogok tampil di layar! Katanya, sih, minta gaji lebih! Untungnya sekarang udah nggak ngambek lagi, jadinya Mirai bisa pencet-pencet mereka seenak hati Mirai, tanpa takut hurufnya bakalan nggak tampil lagi di layar... XP

Hmm... Karena sepertinya Mirai udah bacot banyak, waktunya buat readers nge-review, ya! Kalau mau, kalau niat, kalau ingin, dsb, silakan review! Bagi yang tidak, nggak usah juga nggak apa, kok! ^^

Arigatou, minna-san~

Best regards~