Tittle : Do you love me, Takachan ?
Warning : OOC, garing,
Pairing : Takao Kazunari X OC
Disclaimer : Kuroko no Basket © Fujimaki Tadatoshi
Tiga hari setelah kejadian di uks. Aku mengurung diri di dalam kamar. Ayah dan ibu bingung dengan perubahan sikapku yang mendadak.
"Ne, mai" panggil ibu dari balik pintu kamarku.
Aku tak menjawab, aku hanya menutupin wajahku dengan selimut.
"Mai, sudah tiga hari kau belum makan. Kau sebenarnya kenapa ?" Tanya ayah pelan. Aku tak menjawab.
"Kau tau mai, okaa-san sangat khawatir padamu. Kalau kau tak makan, nanti kau sakit mai" lanjut ayah dengan nada yang begitu lembut.
Aku tahu ayah dan ibu begitu khawatir. Namun, seluruh tubuhku begitu lemah dan tak bisa aku gerakkan. Bahkan untuk pergi ke kamar mandi pun aku tak kuat.
"Mai, okaa-san dan otou-san tak bisa memaksamu" kata ayah pelan dengan menjauhnya langkah kaki miliknya.
Takachan. Takachan. Takachan.
Entah kenapa meski aku benci padanya tapi aku selalu memikirkannya.
"Kenapa.. Kenapa.. ?" Aku mulai mengeluarkan air mata.
Keesokan harinya. Aku tetap diam di dalam kamarku. Aku hanya menatap kearah jendela kamarku. Tatapan kosong.
"Mai" panggil ibu sambil mengetuk pintu kamarku.
Aku tak menjawab. Bahkan mulut ku tak bisa mengucapkan sepatah kata apa pun.
"Temanmu datang" lanjut ibu sambil meninggalkan kamarku.
Pintu terbuka. Ada beberapa orang yang datang. Aku menatap mereka satu persatu. Ada satu orang yang membuatku kaget.
Si rambut hijau maniak oha-asa. Yah lelaki itu yang membuatku kaget. Kenapa dia datang kemari ?.
"Mai.." Sambil memelukku Rei menangis. "Kau kenapa, aku begitu khawatir padamu"
Aku hanya terdiam dan tak membalas pelukannya. Tiba-tiba saja si lelaki rambut hijau maniak oha-asa datang dan berdiri di belakang Rei.
"Bisa kita bicara berdua nanodayo ?" Tanya Midorima sambil membenarkan letak kacamatanya.
Aku terkejut. Entah kenapa si maniak Oha-asa itu ingin bicara padaku. Rei pun mengangguk dan pergi keluar kamar. Saat ini hanya ada aku dan Midorima-kun di dalam kamarku.
Dia menaruh lucky item kebanggaannya di atas meja belajar ku. Hari ini adalah boneka kelinci bewarna pink. Dia duduk di sampingku.
Kami diam untuk beberapa saat. Midorima-kun pun memulai ucapannya.
"Apa kau benar-benar cinta pada takao nanodayo ?"
Aku terkejut untuk kedua kalinya. Aku hanya menundukan wajahku.
"Kenapa kau tak lupakan saja takao" dia berbicara dengan nada yang sedikit gugup.
"Lu..lupakan ?" Tiba-tiba saja aku berteriak pada midorima. Midorima hanya terdiam dan membetulkan kacamatanya.
Midorima tak melanjutkan perkataannya dan tiba-tiba saja memeluk tubuhku dengan begitu eratnya.
Apa-apaan lelaki ini ?. Tiba-tiba saja dia menyuruhku untuk melupakan takachan dan memelukku ?.
Midorima melepas pelukannya dan mencium bibirku tiba-tiba. Mataku membulat kaget. Apa yang sedang lelaki ini lakukan.
Aku mencoba melepas ciumannya namun dia tak ingin melepaskannya. Selang beberapa detik dia melepaskan ciumannya. Dia tersenyum pahit.
Apa ? Dia tersenyum ?. Baru kali ini aku melihatnya seperti itu. Dia pun mengambil boneka kelincinya dan pergi keluar dari kamarku.
"Mai, kau kenapa ?" Tanya Rei heran melihat aku yang tadi teriak dan sekarang terdiam.
"Ti-tidak apa apa, Rei. Besok aku akan masuk sekolah kembali" jawabku dan langsung menyembunyikan kepala dan badan ku kedalam selimut.
Apa maksud nya semua ini ?. Yang tiba-tiba saja takachan menjauhiku dan midorima menciumku. Aku tak mengerti dengan semua ini. Aku bingung. Aku tak bisa tidur. Banyak sekali hal hal yang tak aku mengerti.
yosh chapter 3 telah selesai~~
gimana ceritanya ? astaga, aku telat publishnya karena kemaren ada acara yang bener - bener bikin aku capek sekali.
please review yah.
arigatou gozaimasu
