Tittle : do you love me Takachan ?

Pairing : Takao K X OC

Disclaimer : Kuroko no Basket © Fujimaki Tadatoshi

enjoy read ^^


Chapter 3.5

Keesokan harinya. Aku masuk ke kelas seperti biasa. aku sudah mencoba menjadi pribadiku yang seperti biasa.

"Ohayou...!" Teriakku saat memasuki ruangan kelas. Dan aku tak sengaja melihat kearah lelaki yang sedang berdiri di depan jendela kelas.

Lelaki berambut raven. Lelaki yang aku cintai dan juga dan membuatku kecewa. Namun, saat ini aku mencoba melupakannya.

Takachan memalingkan wajahnya dan tersenyum lembut kearahku. Aku membalas senyuman takachan.

"O-ha-you, takachan"

"Ohayou, maichan" jawabnya sambil mengelus kepalaku. Tumben sekali takachan memanggilku maichan. Aku senang.

"Etto.. Takachan, yang waktu itu.. Aku minta maaf" kataku pelan dengan menundukan kepalaku.

"Bukan kau yang salah maichan. Nanti siang, aku akan menceritakan semuanya padamu. Mungkin saat ini adalah waktu yang tepat" jelas Takachan dengan senyuman paitnya.

"Eh, tapi hari ini aku hanya membawa satu bento, takachan" aku memasang wajah sedih.

Takachan tersenyum lembut "tak apa maichan"


Chapter 4

Flashback..

2 tahun yang lalu.

Saat itu takao adalah murid smp Morikawa. Sama seperti saat ini, saat itu takao adalah anggota dari klub basket di sekolahnya. Dan aku satu sekolah dengan midorima, di smp teikou. Namun saat itu aku belum mengenali sosok lelaki berambut hijau itu.

Sekolahku dan sekolah takao pernah bertanding satu kali saja itupun hanyalah pertandingan persahabatan. Dan tentu saja teikou menang melawan Morikawa. Kebetulan saat itu aku menontonnya, itupun karena aku dipaksa untuk ikut menyaksikan pertandingan.

Memang dari dulu aku tak pernah suka dengan basket. Aku benci sekali pada olahraga, aku lebih menyukai buku dan majalah-majalah.

"Huaaa! Keren banget tuh mai. Mido-kun keren" teriak Rei histeris.

"Ahh, kau berisik sekali sih Rei" aku menghela nafas dan langsung pergi menuju toilet.

"Apaan sih Rei ngajakin aku kesini, udah tau aku itu benci basket" gerutuku dalam hati sambil mempercepat langkahku menuju toilet.

Di tengah perjalananku menuju toilet, aku melihat sepasang lelaki dan wanita. Aku terkejut ketika melihat apa yang dilakukan oleh lelaki berambut raven itu.

Mata lelaki berambut raven itu melirik kearahku. Dia sedang mencium sang wanita sambil menatap diriku. Aku terkejut sampai membelalakan mataku dan menutup mulutku. Aku ingin berteriak namun si lelaki itu mengisyaratkan aku untuk tidak berteriak.

Aku langsung berlari dan memasuki toilet. Aku masih syok dengan kejadian tadi. Astaga, kenapa aku melihat hal seperti itu ?.

Aku langsung saja membasuh wajahku dan melihat pantulan wajahku dari cermin besar di depanku. Wajahku tiba-tiba saja berubah warna.

"Aduh, kenapa aku ini" tanyaku pada diriku yang ada di depan cermin dan kembali membasuh wajahku. Aku bergegas kembali ke tempat dudukku di sebelah Rei.

"Kau kemana saja sih, lama banget" protesnya sambil memajukan bibirnya kesal.

"Maaf, tadi ada kejadian mendadak ahhaha" kataku memberi alasan pada Rei. Tiba-tiba saja aku kembali teringat kejadian tadi.

"Rei, apa kau tahu dia?" aku menunjuk kearah lelaki berambut raven yang sedang duduk di bangku cadangan smp Morikawa.

Rei mencoba melihat wajah lelaki itu."Ah, yang itu ? Kalau gak salah namanya Takao Kazunari. Kelas 3 smp, sama dengan mido-kun" Rei menjawab sambil mengingat-ingat sesuatu.

"Ah, memangnya ada apa kau tiba-tiba menanyakan orang itu?" tanya Rei penasaran.

"Tidak apa apa"

-takao's side-

"Nice captain" teriaknya saat selesai bermain basket. Saat ini adalah jadwal latihan reguler club basket smp Morikawa.

"Takao, ada Karin mencarimu" panggil salah satu teman satu angkatanku.

Yah, dia adalah Karin. Temanku sejak kecil. Namun, orangtua nya meninggal karena kecelakaan mobil saat kami berumur 10 tahun.

Karin saat ini tinggal dengan neneknya yang rumahnya tak jauh dari rumahku. Aku sudah menganggapnya sebagai adikku sendiri.

"Ah, ada apa kau kemari ?" Tanyaku dengan nafas yang tersenggal-senggal. aku segera mengelap keringat di wajahku.

"Hhmmm, takao-kun sudah selesai latihan kan? kita jalan-jalan yuk, aku ingin mengatakan suatu hal"

"Baiklah, kalau begitu kau tunggu sebentar yah"

Aku langsung mengganti baju latihanku dengan seragamku. Kami pun pergi ke taman yang biasa kami datangi. Karin tiba-tiba saja berdiri di depanku dan tersenyum.

"Takao-kun, sebenarnya.."

Aku memiringkan kepalaku tanda tak mengerti dengan apa yang Karin ucapkan.

"Sebenarnya dari dulu aku mencintai takao-kun, kau mau berkencan denganku ?"

Pernyataan tiba-tiba Karin membuatku kaget. Sebenarnya aku juga mencintainya. Aku tak menyangka bahwa Karin juga mencintaiku.

"Kau bodoh, Karin"

"Eh, apa aku salah ?"

"Bukan, kau tak salah. Seharusnya yang mengatakan itu adalah aku"

Di hari itu kami pun akhirnya resmi berpacaran.

Setelah 6 bulan berpacaran, tiba-tiba saja sifat Karin sedikit berubah. Aku heran padanya, namun aku masih tetap mempercayainya. Aku yakin bahwa Karin mungkin hanya sedang ada sedikit masalah.

Suatu hari, aku sedang pergi ke mall untuk membeli keperluan bulananku. Aku melihat seorang wanita yang tak asing dimata ku. Karena penasaran Akhirnya aku mengikutinya. Sampai akhirnya dia berhenti di suatu restaurant dan memasukinya.

Dia berjalan menuju meja yang terlihat sudah di pesannya terlebih dahulu. Tak lama kemudian seorang lelaki datang dan duduk dihadapannya. Wanita itu berbalik dan kini aku bisa dengan jelas melihat wajahnya. Tak disangka wanita itu adalah Karin.

"Kau lama sekali, aomine-kun" terdengar suara Karin yang sedikit kesal.

"Aomine ?" Tanyaku dalam hati.

"Maafkan aku Karin, aku mampir dulu untuk membeli photobook [Mai-chan] yang baru" jelasnya pada Karin.

"Hhmmm, kau ini selalu saja seperti itu"

"Seperti itu bagaimana ? Hmm. Kalau begitu aku akan mengajakmu kesesuatu tempat. Bagaimana ?" Karin terdiam sejenak sebelum akhirnya menyetujui ajakan laki-laki tersebut.

Mereka berdua pun segera keluar dari restaurant tersebut. Karena penasaran, aku tetap mengikuti mereka. Aku terus bertanya-tanya mau diajak kemana karin oleh lelaki bernama aomine tersebut. Hingga Akhirnya mereka berhenti di depan sebuah bangunan tua bertuliskan "Love Hotel". Belom sempat mereka masuk, aku langsung memanggil Karin.

"Karin...!" Teriakku.

"Ta..takao-kun ? A..apa yang k-kau lakukan disini ?" Tanyanya gugup. Aku berlari mendekati mereka.

"Seharusnya aku yang bertanya seperti itu !" Bentakku padanya. Baru kali ini aku sangat marah padanya.

Karin terkejut. "I-ini bukan urusanmu takao-kun"

"Apa maksudmu bukan urusanku ?" Tanyaku penuh dengan emosi.

"Hey Karin, siapa pria pendek ini hah ?" Tanya si lelaki berambut navy blue malas.

"Kau tak usah mengetahuinya, aomine-kun" Karin menjawab malas dan mencoba pergi meninggalkanku.

Aku langsung mencengkram tangannya erat. Dia merintih kesakitan.

"Takao-kun, sakit!" lirihnya sambil mencoba melepas cengkraman tanganku. Tapi percuma saja, aku tetap tak akan melepaskannya.
Aku menundukkan kepalaku. Ini sakit. Bahkan bagiku yang laki laki seperti ini.

Dia terus mencoba untuk melepaskan tanganku. Melihatnya yang seperti itu membuatku terdiam. Perlahan aku melepaskan tanganku "Kalau ini mau mu, aku tak akan mengganggu atau apa pun. Mulai dari sekarang kita tak usah bertemu lagi"

Semenjak saat itulah aku tak pernah mau lagi bertemu dengan Karin. Hingga saat ini, ketika aku sudah bersekolah di sma Shuutoku.

Lalu Seminggu yang lalu. Tiba-tiba saja ada wanita bertubuh bagus datang mengunjungi apartement ku. Dan Ternyata wanita itu adalah Karin. Apa yang dia lakukan disini ?.

"Takao-kun" dia memelukku dan menangis. Aku terkejut.

"Kau kenapa Karin ?"

"Aku tak ingin kehilangan takao-kun. Aku ingin selalu bersama dengan takao-kun. Takao-kun, tolong jangan tinggalkan aku" dia menangis di dadaku.

Apa yang harus aku lakukan? Sekarang aku sedang berkencan dengan Mai. Namun aku juga tak bisa melihat Karin menangis seperti itu. Walau aku tahu, bahwa dulu aku lah sendiri yang memutuskan untuk meninggalkan Karin.


gomenne~ lama publish ehhehe, cerita sudah beres kok. oiya, awalnya mau di pisah tapi tanggung chapter 3.5 pendek sekali jadi aja aku satuin.

aduh, maaf banget kalau ceritanya jelek *ojigi*

takao : akhirnya cerita ku dilanjutin juga. tenang author-chan, kalau aku yang ada dalam cerita ini pasti bakal jadi bagus hahaha

kisecchi95 : berisik kau takao /tendang takao/

ahhaha, gomen.

kisecchi95 : takao ayo kita beri salam penutup

takao : hai~ hai~

kisecchi95 & takao : mohon reviewnya^^ and enjoy to read this ff