Tittle : do you love me takachan ?
warning : OOC bertebaran
pairing : Takao X OC
Disclaimer : Kuroko no Basket Fujimaki Tadatoshi
ahhaha~ gimana ceritanya ? jelek gak ? kalau jelek, gomenne~
Takao : sudah saya bilang, kalau ada saya pasti bagus.
Mido : itu fitnah nanodayo
baik, kalian berdua diam saja. please enjoy read minna~~
Aku mendengarkan semua cerita dari Takachan. Tenyata, ini bukanlah hal yang dia inginkan. Aku egois. Aku tak pernah mau mengerti perasaan Takachan.
"Takachan, maaf. Aku ini egois. Aku tak tahu malu" kataku pelan pada Takachan.
"Engga mai, berkat kau aku bisa jatuh cinta lagi"
Muka ku memerah, bagaikan kepiting rebus. Dan sedikit memalingkan mukaku. Takachan tersenyum dan langsung memakan bento.
Aku tiba-tiba saja teringat kejadian minggu lalu. Ketika Midorima datang kerumah ku. Dan dia menciumku. Aku penasaran dengan apa yang dia pikirkan.
"Etto.. Takachan ?"
"Hah ?"
"Midorima-kun orang yang seperti apa ?" Aku tiba-tiba saja menanyakannya. Bukan, aku tak ingin membicarakan si lelaki maniak Oha-asa itu.
"He ? Shin-chan ?" Takachan diam sebentar dan langsung tertawa. "Hahahahahaha, shin-chan itu tsundere akut, dia terlalu percaya dengan ramalan oha-asanya, dia bisa mengeluarkan berapapun uang hanya untuk membeli lucky item, dan tentunya dia sangat lucu"
Lucu ?. Si maniak oha-asa itu lucu ?. Lucu darimananya ?. Aku jadi bingung dengan ungkapan takachan.
Aku menghela nafas.
"Eh, kenapa mai-chan ?" Takachan bingung setelah melihat reaksiku tadi.
"Tidak apa apa" aku langsung menghabiskan bentoku.
Bel masuk pun berbunyi. Kami siap siap masuk kelas.
Saatnya pulang sekolah pun tiba. Namun seperti biasanya, aku menemani Takachan untuk latihan basket.
Kebetulan, aku ingin menanyakan sesuatu pada Otsubo-senpai. Dia captain tim basket Shuutoku.
"Otsubo-senpai"
Otsubo menoleh dan menghampiriku. Badannya begitu besar. Wajahnya pun lumayan tampan.
"Ada apa ?"
"Misorima-kun itu orang yang seperti apa ?" Tanyaku pada Otsubo-senpai.
"Hhmmm, midorima ? Dia aneh" jawaban simple yang keluar dari mulut si captain.
"Begitu kah ?" Tanyaku tak yakin.
"Itu menurutku. Entah seperti apa menurut yang lain"
aku terdiam sejenak. "Ah, baiklah senpai, arigatou"
Otsubo-senpai pun kembali ke lapangan dan memulai latihannya. Aku masih penasaran. Apa mungkin aku harus menanyakan padanya langsung ?.
Aku belum menceritakannya pada siapapun. Bahkan pada Rei. Aku malu sekali untuk menceritakannya. Aku tahu Rei itu mencintai Midorima-kun sejak dulu.
Aku keluar dari gym untuk menghirup udara segar di bawah pohon besar. Dan tak sengaja melihat Midorima-kun berjalan menuju belakang gym. Aku mengikutinya.
"Kau kenapa mengikutiku ?" Tanya Midorima dingin.
"Eh, kau menyadariku ?" Aku kaget.
"Sejak awal aku menyadarinya. Kenapa kau mengikutiku ?"
"A..a..aku ingin menanyakan suatu hal padamu"
"Apa itu ?"
"Ke..kenapa waktu itu kau menciumku ?" Tanyaku sedikit teriak.
"He ? Aku ? Menciummu ?"
"Iya"
"Apa itu penting ? Apa itu harus ada alasan ?"
Aku terdiam oleh ucapannya. Entah kenapa aku merasa begitu malu.
Disisi lain, ada pria berambut raven sedang mengamati percakapan antara kami berdua. Tiba-tiba saja tatapan matanya menjadi lebih tajam. Lelaki itu memancarkan aura permusuhan yang begitu besar.
Keesokan harinya Takachan hanya diam saja. Aku bingung melihat Takachan yang diam saja. Aku mencoba mendekatinya.
"Takachan ? Kau kenapa ?" Tanyaku khawatir.
"Aku tidak apa apa"
"Benarkah Takachan ? Tapi, kau terlihat pucat sekali" aku mencoba menyentuh pundaknya. Namun tiba-tiba saja Takachan menepis tanganku. Aku terkejut.
"Takachan..." Aku masih terkejut dengan apa yang dilakukannya.
"Kenapa..?" Tanyaku pada Takachan. Aku menundukan kepalaku. Suaraku pun sudah bergetar.
Takachan tak menjawabnya. Dia hanya terus terdiam. Tiba-tiba air mataku sudah ingin berjatuhan ke pipi merahku. Aku terus menahannya.
Akhirnya Takachan angkat bicara, "Apa maksudnya kau ciuman dengan Shin-chan ?"
Aku terkejut. Aku menundukan kepalaku.
"Midorima-kun, bilang kalau aku harus meninggalkan Takachan. Namun begitu aku tak bisa meninggalkanmu, Takachan. Aku mencintaimu"
Takachan terkejut. Dan langsung memelukku. Aku membalas pelukannya.
"Maafkan aku Mai, tapi aku juga sama, aku hanya bisa mencintaimu"
Akhirnya, kami pun berbaikan dan menjadi pasangan yang bahagia. Midorima-kun ternyata telah menyukaiku sejak smp, namun sekarang dia telah berpasangan dengan sahabatku, Rei.
kisecchi95 : haiiii~ owarimashita :3
Takao : haii~ happy ending for me, shin-chan
Mido : urusai, nanodayo.
Takao : hee, shin-chan hidoi
kisecchi95 : gimana endingnya ? cepet banget yah ? ahhaha gomenne. ah, Takachan dan Midorima, dari padakalian bertengkar yang gak jelas, mending baca review dan balasnya yah~
Takachan & Mido : hai~
Takachan : yang pertama dari LeoniaOtaku "trus gimana takao ? eh, jangan jangan midorima suka mai ? atau cuman angan angan biar mai benci takao ?" hee~ shin-chan, nani kore ?
Mido : *hening*
kisechhi95 : ne, shin-chan, kenapa ? jangan jangan ?
Mido : tidak ada maksud apa apa nanodayo /blush/
kisecchi95 : jhahaha~ Mido tsunderenya kambuh /bilempar lucky item/
Mido : yang kedua dari who i am "huaa~ Midorimacchi kissing her" /speechless/
Takao & kisecchi95 : shin-chan ?/mido? /nocomment/
Mido : sudah lanjutkan yang terakhir nanodayo.
cuman bisa diem.
Takao : dan yang terakhir, dari Kumada chiyu "ihh, nanggung banget"
author, kenapa begitu ?
kisecchi95 : ahhaha~ gomen, abis tiba-tiba ide buyar semua.
ok!kita beres sampe disini. jyane~~
Takao, Mido, Kisecchi95 : mohon review *ojigi*
