[[FF YunJae] YAOI| M| MPreg| Part A| "My Body is Ours"]
Januari 11, 2014 | redballoons5 | Sunting
[[FF YunJae] YAOI| M| MPreg| Part A| "My Body is Ours"]
Cast : Yun(26)Jae(23), Hanchul, Sibum and Other cast
Rate : M+
Gendre : Drama, Family/ M-preg
Legth : A/-
Author : RedBalloons5
Warning!
Typo(ss) Boy x Boy
NC!
Kata-kata yang digunakan menjerumuskan ke arah adegan dewasa. Jadi anak-anak (yang merasa belum dewasa seutuhnya ATAU yang merasa masih polos) daripada kepolosan kalian tercemari, ada baiknya jika kalian menutup Tab ini.
Jangan coba-coba baca jika belum terbiasa. Ini akan menyebabkan pusing, mual-mual dan sakit perut berhari-hari." -_- *apadehhh..
[HALMONY!(Devi Cassiopeia) Ini special untukmu. Jangan marah lagi ne. Hari selasa aku janji bakal maen sana.]
(a/n: Jika ada yang merasa karyanya saya plagiatkan. Ijinkan saya memohon maaf sebelumnya. saya benar-benar tidak bermaksud untuk itu. saya hanya menyalurkan apa yang telah menumpuk di otak saya. Di hapus segara jika itu terjadi. Sekian dan Terimakasih. Selamat membaca \^,^/)
"Kau boleh memiliki tubuhku kecuali hole ku. Bagaimana?"
Dua namja populer sedang berjalan beriringan di pusat perbelanjaan. Pasangan ini sedang menikmati waktu belanja bulanan mereka. Dengan wajah berseri-seri namja bertubuh seksi memasukan bahan makanan yang ia pilih dalam troli. Namja lain yang merupakan Suaminya dengan keasikannya sendiri memeluk pinggang si namja cantik itu dari samping.
"Yun. . bagaimana kalu kita masak sup daging malam ini?" senyum semangat namja berambut bloode menatap suaminya.
"Terserah kau saja." Ucap dingin namja bermarga Jung itu.
Cup..
Sebuah kecupan ringan mendarat dikening namja cantik itu, ia adalah Jaejoong. uke berdada montok itu mendongak menatap mata sang suami. Mata bulat Jaejoong bertemu dengan mata musang si suami. Tanpa sepatah katapun namja bersatus suami Jaejoong sekaligus pemilik pusat perbelanjaan itu melepaskan pelukannya di pinggang Jaejoong dan melangkah menjauh.
Jaejoong hanya mampu menatap kepergian Yunho yang tenggelam di antara rak-rak tinggi supermarket.
"Hufhhh." Jaejoong menghembuskan napasnya sebelum memasukan kembali beberapa apel dan anggur dalam keranjang besinya.
Hubungan setahun yang terjalin diatas surat pernikahan berawal dari pikiran kolot kedua orang tua Yunho dan Jaejoong yang begitu terobsesi dengan persahabatan mereka. Perjodohanpun tak terelakan.
Kedua namja beda kepribadian tersebut tentu tidak menerima perjodohan itu begitu saja. Jaejoong adalah namja dengan kekasih bernama Hyun Joong sebelumnya. Ia harus rela menjalani perpisahan mengharu-biru dengan Hyun Joong sehari sebelum pengucapan janjinya di depan altar dengan Yunho. berbeda dengan Yunho, ia adalah seorang workaholik dengan 20 jam harinya ia habiskan bercumbu dengan berkas-berkas dan layar komputer.
Selama masa pernikahan itu berlangsung kedua orang terjodoh itu mengalami hidup yang berbeda 180 derajat. Jaejoong namja periang yang dikenal oleh orang-orang, namun sikap tak mau mengalahnya dan sikap kerasnya tak bisa dibayangkan. Sedangkan Yunho yang bersikap dingin, setia pada janji dan terlebih sikap over protektifnya pada apa yang dianggap telah menjadi miliknya. Sedingin apapun namja bermata musang itu juga ia terkadang bersikap hangat pada Jaejoong. dan itu membuat Jaejoong bimbang.
Teringat malam pertama mereka ketika Jaejoong yang tertelungkup dengan napas terengah-engah setelah menggapai badai orgasme pertamanya. Yunho masih mencumbui Jaejoong dengan ganasnya. Mereka melakukan apa yang seharusnya pasangan suami istri lakukan sebelum Jaejoong membuyarkan konsentrasi Yunho.
"Yunhh. Ingat janjimu."
Yunho berhenti seketika sebelum beranjak dari atas tubuh Jaejoong bergegas ke kamar mandi.
"Jae, aku tidak suka jika apa yang telah aku anggap menjadi milikku disentuh apalagi diambil orang lain, termasuk kau. Kau adalah milikku dan aku berhak atas itu."
"Tapi kau harus berjanji satu hal. Kau boleh memiliki tubuhku kecuali hole ku. Bagaimana?"
"Baiklah."
Hari ini ada perjamuan makan malam keluarga Yunho dan keluarga Jaejoong. Kebiasaan yang membudaya dilingkungan keluarga Yunho ketika pergantian tahun tiba.
Di kediaman orang tua Yunho, 3 namja tampan sedang duduk-duduk nyaman di sofa menunggu istri-istri mereka sedang berperang dengan panci dan pengorengan.
"Gege kau ingat tidak bagaimana pacaran kita dulu saat SMA? Kau bahkan terbiasa berciuman di depan umum dengan Heechul saat upacara di lapangan. Aku rasa sifat perventmu itu kau turunkan pada Yunho." Siwon, appa kim bertutur canda dengan besan sekaligus sahabatnya selama 30 tahun.
Di sofa single sebelahnya, enteng Hangeng menjawab. "Tentu saja aku tidak bisa melupakan itu. aku bahkan bisa membuat Yunho sebelum Heechul lulus kuliah."
"Hahahaha.." tawa mereka lantang bersahutan dalam ruangan yang terhubung langsung dengan dapur itu.
Siwon menyeruput teh hangat lalu kedua matanya memandangi Yunho yang asik dengan mobile phone pada genggamnya.
"Yun. Kapan kau memberikan cucu pada kami?" tanya appa kim sontak membuat Yunho menghentikan akitivasnya berselancar di internet.
Yunho meletakkan smartphone-nya ke atas meja. "Aku masih berusaha appa. Tunggulah sedikit lagi."
"Ini sudah setahun Yun. Appa curiga, apakah kau mengalami masalah dengan 'itu'mu?" selidik Hankyung pada putra sulungnya.
Percakapan itu dapat ditangkap dengan jelas oleh 2 orang lain yang sedang menyibukkan diri mereka dengan bahan-bahan makanan berbagai macam. Heechul dan Kim Bum saling menyapa tawa ketika mendengar ucapan hangeng.
Sedikit malu-malu Heechul bertanya pada Jaejoong yang sibuk mengaduk karee, "Joongie, kau sudah pernah melakukan 'itu' dengan Yunho kan? aku sudah tak sabar menimang cucu."
Tak kalah terkejutnya Jaejoong tersedak kuah karee yang hendak dicicipinya.
Dengan cepat Kim Bum menepuki punggung Jaejoong."Joongie gwencana?"
"Seharusnya aku tidak menanyakan hal itu. tapi ngomong-ngomong joongie apakah Yunho kasar padamu saat kalian melakukan 'itu'? appa jung suka sekali bertindak kasar di ranjang. Aku harap Yunho bersikap lebih lembut padamu joongie." Harap Heechul.
"Joongie, apakah Yunho memaksamu ketika bercinta?" tanya Kim Bum mengintrogasi Jaejoong.
"Umma!" Yunho tiba-tiba sudah berada dibelakang umma-ummanya yang mengerubungi Jaejoong.
Jaejoong menghela napas lega. Yunho menyelamatkannya.
"Yak jung Yunho! kau mengagetkan kami." Heechul membentak Yunho mengelus dadanya.
"Masak yang cepat aku sudah lapar." Yunho melangkah kearah Jaejoong kemudian melumat bibir Jaejoong, spontan membuat 4 orang yang melihatnya hampir menjatuhkan rahang mereka.
"Cepatlah tumbuh benihku!" Yunho mengelus perut Jaejoong dari balik kaos yang dikenakan Jaejoong membuat tubuh Jaejoong mengejang seketika.
Satu-persatu cahaya berderang dari jendela rumah padam. Menyatakan malam yang kian larut. Di salah satu kamar rumah berlantai dua milik keluarga Jung, Jaejoong memejamkan matanya erat tatkala Yunho tengah menyusu pada dirinya. Meninggalkan bekas keungguan di sekitar leher hingga perut Jaejoong. Yunho meremas junior Jaejoong dengan tangan yang telah menyusup ke balik celana dalamnya. Jaejoong melenguh menyuarakan nikmat yang ia rasakan.
"Yun. Kenapa kau berbohong pada mereka? Ughhh.. akhh" Jaejoong bergerak seirama kocokan Yunho.
"Aku hanya tidak mau membuat appa dan umma kecewa." Yunho menaiki tubuh Jaejoong kemudian melumat bibir cerry membengkak itu.
"Yun.. .. aku ..Akhhhh…"
Yunho memandangi wajah lelah Jaejoong setelah mendapati klimaksnya. Yunho bergegas ke kamar mandi untuk menuntaskan hasratnya sendiri.
Selama 1 tahun pula Yunho harus menahan diri untuk tidak menikmati hole Jaejoong. siapapun pasti mengganggap Jaejoong egois. Ia menikmati sentuhan suaminya, tapi Yunho harus melakukannya seorang diri.
Jaejoong pernah hendak memanjakan Yunho, tapi Yunho menepisnya. Yunho berkata bahwa semakin Jaejoong menyentuhnya, ia akan semakin menginginkan lebih dan lebih. Ia takut akan menginkari janjinya.
Katakan saja Jaejoong menyesal meminta Yunho untuk berjanji, karena jujur ia juga menginginkan lebih. Tapi gengsinya terlalu ia junjung tinggi. Menggoda Yunho dengan cara seperti apapun telah dicoba oleh Jaejoong. Namun, adegan ranjang mereka akan lagi-lagi berakhir dengan Yunho yang bersolo di kamar mandi. Mengunci pintu rapat-rapat mendesahkan nama Jaejoong.
Jaejoong berdiri dengan selimut putih yang melilit hingga dadanya. Memandangi photo-photo Yunho yang terpajang di dinding. Tampang berbagai ekspresi Yunho terukir sejak ia masih bayi hingga foto pernikahan mereka. Jaejoong tersenyum kecil ketika melihat salah satu foto mengemaskan Yunho dengan boneka beruang dalam pelukannya memperlihatkan gigi-giginya yang baru tumbuh.
'Seandainya aku punya anak nanti, apakah ia akan selucu ini?' guman hati Jaejoong tak menyadari keluarnya Yunho dari kamar mandi.
"Kau akan jatuh cinta padaku kalau kau melihatnya terus." Kata Yunho yang mendudukkan dirinya di tepi ranjang.
"Percaya diri sekali." Jaejoong menoleh kesal.
"Sudah malam, ayo tidur! Besok pagi kita harus segera pulang." Yunho merebahkan tubuhnya keranjang disusul Jaejoong kemudian.
Jaejoong memandangi punggung Yunho yang telanjang. Dengan jantung berdegup semakin tak karuan ketika merasakan pelukan hangat Yunho di kulitnya.
Di ruang tengah, Kim Bum dan Heechul sedang menyusun sebuah rencana untuk putra-putra mereka demi cucu yang begitu mereka damba-dambakan.
"Kita suruh saja mereka pergi bulan madu!" Kim Bum berucap sambil membolak-balikan majalah bertemakan liburan musim dingin.
"Itu terlalu kuno Bummie. Kita beri saja mereka obat perangsang" semangat Heechul hingga duo umma nan unik ini menengadah membayangkan sesuatu.
In Heechul & Kim Bum's mind…
"Yun.. andweyo.." Yunho menarik kaki Jaejoong yang berusaha kabur dari atas ranjang berkelambu sutra.
Yunho menjilat bibir dan bertampang kakek-kakek mesum menindih Jaejoong yang ketakutan. "Jae.. ayo kita lakukan."
"Joonggie.." Yunho menyusup ke ceruk leher Jaejoong.
Tampang tolak-tolak mau Jaejoong tergambar dalam pikiran mesum nyonya jung "Andweyo.. Yunhh.. Andweyohhh"
"ANDWE!" Kim Bum berteriak membuyarkan pikiran mesum mereka.
"Aku takut itu akan menyakiti joongie. aku rasa mereka butuh waktu. Kita tahu mereka menikah atas paksaan kita. pasti sangat sakit.. Hiks joongie ku yang malang." Sendu sedan Kim Bum mengherankan Heechul.
"Tenanglah Bummie. Yunho itu lelaki yang baik. Dia juga perkasa. Dia pasti bisa membuat Jaejoong jatuh cinta." Masih dengan konten mesumnya Heechul mencoba menenangkan Kim Bum.
Heechul berkata seolah mendapat ide baru, "Bagaimana kalau kita pisahkan mereka?"
"MWO?" Kim Bum menahan napasnya sejenak mendengar rencana Heechul.
"Bukan pisah bercerai maksudku. Kita buat seolah-olah ada orang ketiga dalam rumah tangga mereka."
-TBC-
