"Aku cemburu padanya, Tch.. sangat memuakkan mengatakan ini di depanmu."
..
"Pretend"
Created : Lavenderviolletta
Disclamer
Naruto By : Masashi kishimoto
Hinata H x Sasuke U
Romance,Hurt/Comfr
..
WARNING
OOC, MISS TYPO
..
Happy Reading
.
.
.
Gusar memikirkan perkataan Hinata siang tadi membuatnya resah, beberapa kali ia mencoba untuk menutup mata namun tetap saja ia merasa gundah, Sasuke berjalan menghampiri jendela kamarnya, ia membukanya dan menatap langit malam, ia teringat bagaimana Hiashi bersikap begitu kasar pada Hinata yang merupakan anak semata wayangnya, ia benar-benar tak habis pikir mengingat Hinata yang dikatakan orang sebagai putri itu ternyata tidak benar-benar menjadi putri, dia memang hidup mewah dengan harta yang melimpah, Hyuuga croup adalah rajanya financial di dunia bisnis, tak heran jika Uchiha sangat menginginkan perjodohan ini.
Sasuke menduduki jendela kamarnya ia melihat ke samping, jendela kamar Hinata masih menyala, apa ia belum tidur pikirnya, tapi ini sudah lebih dari larut malam apa mungkin gadis itu bergadang lagi untuk mengerjakan tugas kantor.
…
Cklek
Pintu terbuka begitu saja, Sasuke menautkan alisnya seolah berfikir apakah gadis itu lupa untuk mengunci kamarnya? Onyx nya kini menemukan Hinata tengah tertidur diatas meja belajarnya dengan beberapa berkas kerja kantor yang Sasuke ketahui laporan itu adalah laporan yang di lempar Hiashi tadi, yah.. itu adalah laporannya, Sasuke tahu dari sampulnya, sampul dan cover yang sama.
..
Sasuke mengesampingkan poni Hinata yang menutupi sebagian wajahnya, ia menatapnya dalam, ia melihat Hinata begitu damai dalam tidurnya, sungguh itu bukanlah seperti Hinata yang ia temui di sekolah, Hinata yang tengah terlelap di depannya kini seperti seorang malaikat, wajahnya polos dan sangat manis, berbeda ketika di sekolah, Hinata bahkan bisa menjadi seorang iblis yang menyeramkan mengingat perkataannya yang selalu merendahkan orang lain, sikap sombong, angkuh dan dingin yang dimilikinya, wajahnya lebih sering terlihat tanpa ekspresi atau mengeluarkan seringai evil, sikap menyebalkan, tak peduli dan selalu lebih memilih sendiri seolah ia bisa melakukan semuanya.
..
Lama menatapi Hinata Sasuke kini menggendongnya dan membawa Hinata ke tempat tidurnya, tubuh wanita yang di gendongnya ini bahkan sangat rapuh, Sasuke tak menyangka seorang seperti Hinata dapat begitu lemah di hadapan Hiashi, ia tak bisa melakukan apa-apa selain menuruti keinginan ayahnya, Sasuke beragrumentasi Hinata hidup di dalam suatu penekanan selama bertahun-tahun mungkin inilah yang menyebabkan sifatnya selalu berubah-rubah, dan untuk yang pertama kalinya Sasuke melihat Hinata meneteskan air matanya, melihat wajah sedihnya, melihat ia begitu sangat rapuh, apakah itu sebenarnya jati diri Hinata pikirnya, apa yang dilihatnya malam tadi benar-benar menunjukan bahwa itulah Hinata sebanarnya, yah.. kini ia mengetahuinya, semua sifat Hinata yang ia ketahui selama ini hanyalah sandiwara.
..
Sasuke menyelimuti Hinata seraya terus menatapnya seolah tak bosan melihat wajah damai itu, tangannya perlahan menyentuh pipi Hinata dan membelainya lembut. "Gomene." Lirihnya, ia bahkan tak mengerti kenapa ia mengatakan itu, ia tak mengerti kenapa ia merasa bersalah dan tiba-tiba mengucapkan kata maaf, Entahlah,, kata itu keluar begitu saja dari mulutnya.
..
Ia melirik meja belajar Hinata yang berantakan seraya mendudukan dirinya disana, Sasuke mengamati beberapa berkas laporan keuangan dan beberapa proposal pengajuan dana financial, ia menautkan alisnya ketika melihat bahwa proposal itu diajukan oleh perusahaan bernama Namikaze, sepertinya ia pernah mendengar nama itu tapi dimana, Sasuke teringat, yah.. perusahaan itu adalah salah satu relasi Uchiha, ia beserta keluarganya pernah di undang pada perayaan ulang tahun anak tunggal pemilik perusahaan itu ketika dirinya berumur sepuluh tahun, Sasuke mengenali anak itu tapi ia tak ingat namanya siapa karena memang ia tak ingin tau akan hal itu.
..
"Perusahaan ini terancam failed." Gumamnya, ia membaca laporan keuangan tersebut, mereka meminta bantuan financial dari Hyuuga rupanya, yah disini Hinata sedang mencoba untuk menolong perusahaan itu, melihat dari data yang ada di dalam laptopnya Hinata begitu ingin meyakinkan agar Hiashi menyetujui ini, hal ini terlihat ketika Hinata membuat surat pernyataan yang begitu meyakinkan Hiashi, Sasuke kembali menautkan alisnya saat di bawah Sana tertulis nama Minato Namikaze, ada pikirnya, untuk apa Hinata sampai membuat seolah-olah Namikaze yang membuat ini, padahal jelas-jelas Namikaze hanya mengajukan proposal, lalu? Untuk apa Hinata begitu ingin membantu Namikaze? Apa ada sesuatu antara dia dengan Minato Namikaze? Tapi apa? Untuk apa Hinata mempunyai hubungan dengan seseorang yang seumuran dengan ayahnya, Sasuke teringat kembali, yah.. anak dari Namikaze Minato, pria itu kini pasti telah seumuran dengannya, "Apa mungkin." Gumamnya lagi.
..
Hinata mendudukan dirinya seraya mengucek kedua mata dengan punggung tangannya, ia menggeliat meregangkan otot-ototnya seraya memegangi kepalanya sesekali, "Kenapa aku bisa tidur disini." Hinata berkata pada dirinya sendiri, apa mungkin ia sleeping walk? Tch.. ia mendecih, ia melirik meja belajarnya dan terkejut ketika disana terlihat rapih, beberapa berkasnya telah sepesai bahkan telah di print, "Siapa yang membereskan dan mengerjakan semua ini." Pikirnya lagi, ia yakin seseorang telah memasuki kamarnya dan memindahkannya ke tempat tidur, tapi siapa? "Sasuke." Hinata mengira apa mungkin Sasuke yang melakukannya, ia mendecih kembali seraya menepis pikirannya, "Tidak mungkin." Pikirnya, yah.. mana mungkin Sasuke repot-repot mau melakukan semua ini mengingat dirinya begitu membenci Hinata. Whatever.. siapapun itu Hinata tak peduli, baginya sekarang ia harus segera bersiap.
..
"Apa yang kau lakukan?" tanya Sasuke ketika Hinata masih terdiam begitu mereka sampai di sekolah, Hinata menatap lurus ke depan tak membalas tatapan Sasuke yang terlihat bingung menginat Hinata belum keluar dari mobilnya.
"Aku tak biasa membuka pintu mobil sendiri."
Sasuke mendecih, ia melepaskan sabuk pengaman seraya keluar dari mobilnya untuk membukakan pintu sang Heires Hyuuga, siswa siswi yang melihat ini terkaget begitu melihat Sasuke membukakan pintu mobilnya, sebuah tangan putih dan indah itu mengambil uluran tangan Sasuke yang membantunya turun dari mobil, mata para siswa dan siswi disana membulat ketika melihat Hinata kini datang bersama dengan Sasuke, terlebih dengan Sasuke yang memperlakukannya seperti seorang putri.
"Wahh.. romantisnya."
"Benar-benar pasangan yang sempurna."
Sakura berhenti melangkah saat mendengar perkataan siswi-siswi itu, ia melihat kemana arah siswi melihat, dan ia terkejut saat melihat Hinata dan Sasuke keluar dari parkiran dan berjalan bersama "Sasuke-kun." Lirihnya, apa ini alasannya kenapa Sasuke tak menjemputnya pagi ini pikirnya, ia memeluk buku yang di peluknya itu erat, dadanya terasa sakit, sakit karena kekasihnya menjemput calon istrinya, tapi ia tak bisa berbuat apa-apa.
"Sudah saatnya kau sadar siapa dirimu Haruno."
Sakura menegakan kembali wajahnya yang semula tertunduk, dua orang wanita cantik layaknya model itu kini tengah berdiri di depannya.
"Karin, Ino." Lirihnya.
Kedua wanita itu menyilangkan tangannya di dada, melihat penampilan Sakura.
"Bagaikan langit dan bumi." Ujar seorang bermata shappire itu lagi.
"Tch.. benalu tak tau malu." Karin berkata seraya menyibakan rambutnya ke belakang.
Sakura hanya mendecih, "Setidaknya aku masih memiliki Sasuke, tak seperti kalian yang hanya mengharapkannya namun ia lebih melirik wanita sederhana sepertiku dari pada wanita secantik dan kaya seperti kalian tapi tak punya otak, Sasuke-kun hanya menginginkan wanita yang pintar bukan wanita yang hoby shopping dan clubbing, siapa yang lebih benalu? Bukankan benalu itu adalah mahluk yang merugikan? Apa disini aku merugikan kalian? Ohh.. merugikan karena aku berhasil mengambil hati Sasuke-kun eh? Tch.. kalian menyedihkan."
Sakura menubruk keduanya seraya pergi meninggalkan Ino dan Karin yang menggerutu kesal, yah.. ini untuk yang pertama kalinya Sakura membalas cacian mereka, Sakura lelah untuk sabar selama ini dan mereka semakin keterlalua mengingat Sakura selalu mengalah, ia tersenyum di sela perjalanannya menuju kelas, ia merasa sangat lega, entah kenapa ia merasa bebannya sedikit berkurang mengingat ia berhasil membalas perkataan dua wanita yang selalu membulynya.
…
Sasuke mendekati bangku Hinata ketika jam istirahat berbunyi, ia melihat Hinata asik memakan sandwich seraya mengerjakan kembali pekerjaan kantornya, Hinata menyodorkan kotak bekal berisi sandwich pada Sasuke begitu Sasuke duduk diatas mejanya, Sasuke mendecih, namun ia mengambil sandwich itu dari kotak makan Hinata.
"Arigatou." Ujar Hinata dengan mata yang terus tertuju pada layar laptopnya.
"Hm?"
"Kau yang mengerjakan laporan itu kan? Sebenarnya aku ingin marah padamu karena kau lancang memasuki kamarku begitu saja, terlebih kau memindahkankku ke tempat tidur, kau pasti melakukan hal buruk ketika aku tertidur.. tch.. pantas saja tadi malam aku mimpi buruk."
"Hei-" Sasuke hendak protes atas penuduhan Hinata padanya, namun Hinata kembali menyela perkataannya.
"Tapi karena kerjamu bagus dan rapi aku memaafkannya."
Sasuke mendecih kesal, ia menggigit kembali sandwichnya dengan kesal, wanita ini benar-benar berbeda.
"Aku mimpi kau menciumku." Ujar Hinata lagi seraya berhenti memainkan tangannya diatas keyboard, ia menatap Sasuke.
Sasuke tercekat kaget, pikirannya kembali berputar ketika malam itu ia mengelus pipi Hinata seraya mencium bibirnya, apa Hinata hanya pura-pura tidur ia mendecih kesal.
"Hn, aku memang melakukannya."
Kini berbalik Hinata yang tercekat kaget, ini sebenarnya hanya pertanyaan jebakan dan ia tak menduga ternyata Sasuke memang melakukan itu.
"Awalnya aku ingin bertindak lebih, tapi itu tidak menyenangkan jika kau tidak sadar, aku ingin kita sama-sama menikmatinya." Sasuke menyeringai, ia sukses membuat Hinata blushing, Sasuke semakin menundukan wajahnya mendekatkannya dengan wajah Hinata hingga hidung mereka bersentuhan.
BRUK
Sasuke memalingkan wajahnya ketika ia mendengar suara buku-buku berjatuhan "Gomene." Ujar Sakura seraya memunguti bukunya dan pergi meninggalkan pintu kelas Sasuke, Sasuke mengejar Sakura yang kini tengah berlari, sedangkan Hinata, ia masih sibuk mengatur nafasnya yang memburu, yah.. walau bagaimanapun ia hanya seorang wanita, siapa yang tidak tahan dengan godaan seorang Uchiha Sasuke.
..
"Aku bisa menjelaskannya." Sasuke menarik tangan Sakura dan membawanya kepelukannya, namun Sakura meronta ia memukul dada Sasuke kasar sehingga Sasuke melepaskan pelukannya.
"Gomene Sasuke-kun, sepertinya memang sudah sepantasnya kita mengakhiri hubungan ini."
"Hei, kau sedang tidak bercanda kan?"
"Kau telah memiliki calon istri Sasuke, wanita itu bahkan telah tinggal satu atap denganmu, menjalani hubungan ini hanya semakin menyakiti perasaanku kau tau eh?"
Sakura kembali melangkahkan kakinya namun Sasuke menahannya kembali dengan memegang tangannya kuat.
"Lepaskan Sasuke."
"Sakura Gomene."
Sakura terisak dalam pelukan Sasuke, merasa ada yang mengganggu tidurnya Gaara membuka matanya dan melihat dua insan yang sedang berpelukan di bawah sana, ia mendecih, "Menganggu saja." Umpatnya, ia meloncati kembali jendela kelasnya dan mencoba untuk tidur di kelasnya, namun yang terjadi malah sebaliknya, di kelasnya bahkan sangat berisik karena kebanyakan dari teman sekelasnya menghabiskan istirahat di kelas dan memakan bento, ia berjalan keluar kelas menyusuri setiap koridor ruangan yang masih ramai karena waktu istirahat masih 45 menit lagi, ia terus menaiki tangga untuk menuju atap sekolah ini memang memakan waktu karena ia harus menaiki enam lantai untuk bisa sampai di atap sekolah, langkahnya terhenti di lantai tiga, ia berhenti setelah berjalan melewati dua kelas, dan sepertinya ia menemukan tempat untuk menumpang tidur tanpa harus menaiki tiga lantai lagi.
"Gaara-kun." Hinata menatap Gaara yang berjalan ke arahnya.
"Kelas yang sepi, boleh aku menumpang tidur disini." Ujarnya seraya mendudukan dirinya disamping Hinata, "Di taman sangat berisik." Katanya lagi seraya menaikan kakinya ke atas meja Hinata dengan tangan yang ia lipat di dada, tubuhnya ia sandarkan pada belakang kursi. "Kelas yang nyaman." Ujarnya lagi seraya menutu kedua matanya.
Hinata tertawa kecil, "Nee Gaara-kun, apa kau sudah makan?"
"…."
Hanya suara hembusan nafas yang terdengar oleh Hinata, ia kembali tertawa seraya mengambil sandwichnya dan menaruhnya di depan mulut Gaara, merasa ada sesuatu yang menyentuh bibirnya Gaara kembali membuka matanya, "Apa yang kau lakukan?"
"Makanlah, aku tau kau pasti lapar."
Gaara mengambil sandwich itu dan memakannya cepat. "Arigatou."
…
Para karyawan Hyuuga menunduk memberi hormat ketika Hinata dan Sasuke memasuki lobi utama Hyuuga croup, seorang sekertaris menyambut Hinata ketika Hinata akan memasuki ruangannya, sekertaris itu membungkukan sedikit tubuhnya memberi hormat seraya mengikuti Hinata dan Sasuke ke dalam ruangan kerja Hinata, Sasuke takjub begitu melihat dekorasi ruangan itu, karpet berwarna purple itu tergelar indah, beberapa barang antic dan juga sofa berwarna senada dengan karpet itu terdapat disana, diatas meja kerja Hinata terdapat sebuah vas bunga berisi bunga lavender, yahh.. nuansa ruangan ini campuran antara perak dan lavender, Sasuke mendecih mengingat ia juga menyukai nuansa berwarnakan perak/silver, kalau dilihat ruangan ini seperti campuran dirinya dengan Hinata.
..
"Lima belas menit lagi Namikaze-sama akan sampai dan kita bisa memulai meetingnya, apa anda sudah makan siang? Biar saya yang memesankan makan siangnya."
"Arigatou Kurenai-san, tolong pesankan aku makan siang dan juga Sasuke kita akan makan siang sebelum meeting."
"Hai wakarimas." Kurenai pergi meninggalkan ruangan setelah membungkukan setengah tubuhnya dan menutup pintunya rapat.
"Aku lupa untuk mengatakan ini, tapi ,mulai besok kau harus menyimpan pakaian casualmu disini karena kau akan ikut meeting bersamaku." Hinata berkata seraya mengambil baju kerjanya dari dalam lemari, ia memasuki toilet dan berganti disana.
Sasuke melihat sebuah lemari es kecil disamping tempat air minum, ia membuka lemari e situ dan mengambil soda untuk membasahi tenggorokannya, suara pintu kamar mandi membuatnya menatap ke arah sana, ia terkejut melihat penampilan Hinata yang begitu berbeda, Hinata yang terlihat sangat dewasa.
Onyx itu masih tetap betah melihat Hinata yang kini telah membersihkan wajahnya di depan wastafel, Hinata juga kini bermake-up, ia menggunakan blush-on, mascara, eyeliner dan eyeshadow tak lupa lipstick berwarna merah muda pudah itu melekat di bibirnya yang tipis, satu persatu tentang Hinata akhirnya Sasuke mengetahuinya, jadi seperti ini penampilannya ketika menjadi seorang Direktur utama Hyuuga, benar-benar berbeda.
Rok dengan pendek 10 cm diatas lutut, kemeja tak berlengan berwarna hijau dengan kerah yang berbentuk tali seperti pita dan blazer berwarna hitam sewarna dengan rok yang dipakainya, perfec Hinata berubah dewasa 180 derajat, Sasuke mengakui itu.
Satu lagi sentuhan terakhir, sepatu heels berwarna hijau senada dengan warna kemeja dibalik blezernya.
"Apa yang kau lakukan? Berhenti menatapku seperti itu." Perkataan Hinata membuat Sasuke memalingkan wajahnya, Hinata menelepon seseorang Sasuke mendengar ia meminta orang itu untuk membawakan baju untuknya.
..
Hinata tersenyum ketika melihat Sasuke kini berganti pakaian dengan pakaian kerja, ia mengenakan celana katun hitam panjang, kemeja putih, tuxedo silver dan blazer hitam.
Keduanya kini berjalan memasuki sebuah ruang meeting dengan kurenai yang berjalan disamping Hinata, seluruh orang yang berada di dalam sana membungkukan setengah tubuhnya saat Hinata dan Sasuke memasuki ruang meeting, semua meja telah terisi penuh.
"Selamat siang, terimakasih telah hadir tepat waktu, dan sebelum memulai meeting hari ini saya ingin memperkenalkan seseorang yang berada di samping saya, pria ini adalah calon suamiku yang juga akan membantuku untuk masa depan Hyuuga kelak, dia adalah Uchiha Sasuke."
Sasuke membungkukan setengah tubuhnya memberi hormat.
Semua relasi Hyuuga dan juga direksi lainnya membungkukan tubuhnya seolah memberi hormat, Hinata menatap Sasuke yang berdiri disampingnya, ia mengulurkan tangannya "Selamat bergabung Uchiha-Sasuke."
Sasuke tersenyum tipis, ia menerima uluran tangan Hinata dan berjabat tangan dengan Hinata di depan seluruh direksi dan juga relasi Hyuuga, seketika itu suara tepuk tangan mulai terdengar dari mereka seolah menerima keadaan Sasuke yang kini akan bergabung bersama mereka.
.
..
.
…
.
TBC
Gomene Minna saya tidak konsisten ini mungkin akan lebih dari 4 chapter tapi tak akan lebih dari 10chapter, terimakasih untuk Lightning chrome saya jadi dapat inspirasi sekali lagi terimakasih untuk kalian semua.. maaf tidak bisa membalas satu-satu gomeneeee…
