Yap! Akhirnya saya publish lanjutannya Starry Sky.
Maaf ya kalau lama. Padahal UAS udah selesai. Janjinya abis UAS mau langsung post. Eh malah lupa dan keasikan main DDR di PC *plaak digebuk alasan gak masuk akal
Untung ada email review yang ngingetin saya. Makasih ya review-nya.
Saya bales di sini yaa!
To Bayu Arga:
Wah, makasih ya. Siip2, cerita ini bakal agak panjang. Makasih ya udah mau baca XDD
To lovelysasuhina:
Makasih bangeet reviewnya. Saya jadi inget belum publish lanjutannya. Siiph deh, cerita SaixSaku yang ini bakal agak panjang, meski saya masih bingung dengan endingnya mau bagaimana. Hehehe...
Buat semua yang udah baca chapter pertama kemarin. Makasih ya. Hari ini saya mau tebus kesalahan. Saya publish 2 chapter. POV Sai dan Normal POV. Okaayy cukup basa basinya. Enjooy XDD
Mind to Read & Review? Don't like it? Don't read.
Review dari minna-san sangat berguna buat saya XDD
Arigatou Gozaimasu XDD
Disclaimer : Naruto by Masashi Kishimoto
Warning: OOC, typo-error, EYTD (Ejaan Yang Tidak Disempurnakan)*plaaak
Pairing: Sai x Sakura (saya suka SaixSakura, always SaixSakura hahahaha ^0^), slight Deidara x Ino
Genre: Drama/Romance/Slice of Life
Summary: Sai yang bertemu dengan Sakura di pohon dekat SMA-nya, langsung jatuh cinta pada pandangan pertama pada Sakura. Bagaimana perjuangan Sai untuk bisa mendapatkan hati Sakura? Mind to R&R?
星空~あなた の 愛する 人 は 待ってる
Hoshizora~Anata no Aisuru Hito wa Matteru
Starry Sky~The One Who Love You Is Waiting
By Naka-chan
First Sugar –Sai Point of View–
"Genius" Sai
Hari itu, bulan lalu, ujian masuk siswa baru SMA Saint Catharina. Tes siswa baru berlangsung saat semua siswa sudah pulang sekolah sekitar pukul 04.00 PM. Aku pun bergegas keluar dari kelasku, 1-Special, dan hendak segera pulang. Aku tinggal di apartemen dekat Saint Catharina.
Shimura Sai, itulah nama yang diberikan kedua orang tuaku. Aku memiliki dua orang saudara, yang satu seorang adik kembar bernama Shimura Kai, namun karena suatu hal ia keluar dari SMA ini dan pindah ke SMA satu lagi, seorang kakak perempuan berusia 23 tahun, Uchiha Sumire, ia sudah menikah dan sekarang ia bekerja di sini sebagai seorang guru.
Ayahku berasal dari Osaka, sedangkan ibuku dari Perancis. Orang tua kami tidak berada di Jepang, mereka tinggal di Perancis. Kami semua dulu tinggal di Osaka dan sekarang tinggal di kota ini, Tokyo, meski tidak satu atap.
"Rame banget, padahal salju setebal ini? Tes masuk?" tanyaku sambil menaruh tas di pundakku.
"Iya, Sai. Banyak anak SMP tuh. Imut imut, lucu lucu, hahahaha.." sahut Deidara sambil tertawa.
"Emm, iya.. ya…" dasar Deidara, lirik kanan kiri terus, batinku.
"Lhooo, salju turun!" seru Deidara sambil mengambil payung dari tasnya.
"Udah ya Deidara, pulang dulu. Bye…. Sampai besok." kataku sambil berlari dengan menutupiku kepala dengan blazer sekolah.
"Yaaaa… bye, sampai ketemu besok!" seru Deidara.
Deidarazawa Chiyuki, teman pertamaku di SMA ini. Dia juga sekelas denganku di kelas S, ia cukup pandai. Deidara anak yang lucu, wajahnya seperti cewek padahal dia cowok. Waktu pertama kali bertemu dengannya pun aku mengira dia cewek karena rambutnya yang di-ikat satu ke atas. Tapi kudengar dia sudah punya cewek anak SMP. Deidara tak suka dipanggil dengan nama kecilnya, soalnya dia bilang nama kecilnya membuatnya semakin terlihat seperti anak perempuan. Kemudian dalam perjalanan pulang ke apartemen, aku melihat dua orang anak SMP yang hendak mengikuti ujian masuk SMA Saint Catharina.
"Ino, tunggu aku!" serunya sambil berlari memegang sebuah payung transparan berwarna biru muda.
"Cepat Sakura, nanti kita telat lhoooo! "
"Tunggu, Ino!"
Cewek itu berhenti di depan sebuah kardus lusuh di pinggir jalan.
PELIHARALAH AKU ^_^ TERIMA KASIH
Kemudian, cewek itu meletakkan payungnya di atas kardus yang berisi seekor anjing putih kecil itu.
"Kasihan kamu kedinginan. Jaga dirimu ya, semoga kamu menemukan pemilik yang bisa menyayangimu."
Guk…. Guk…. Anjing putih itu menggonggong.
"Hei Sakura, apa yang kamu lakukan? Ngapain kamu taruh payungmu di sana? Ayo cepat ambil! Kita hampir terlambat lho."
"Ada anjing kecil di situ, kasihan."
"Kamu bodoh ya? Ayo cepat pakai payungku saja, nanti kita terlambat."
Kemudian, kedua anak itu pun bergegas berlari sambil memakai payung bersama. Aku benar-benar terkejut melihat apa yang dilakukan cewek itu. Ia memberikan payungnya pada seekor anak anjing. Aku mendekati kotak kardus itu, mengangkat payung itu dan aku gendong anak anjing putih itu.
"Kamu ikut sama aku ya." ajakku sambil tersenyum pada anjing kecil itu. Emmmm…. Sakura ya nama anak itu. gumamku. "Kalau begitu namamu sekarang adalah Sakura, OK?" kataku sambil mengangkat anak anjing itu.
Kubawa anjing kecil itu ke dalam apartemenku, kukeringkan badannya dan kuberi semangkuk susu hangat.
Entah mengapa, ada yang membuat aku tertarik pada cewek bernama Sakura tadi. Matanya bulat dengan iris berwarna emerald. Rambutnya berwarna merah jambu tergerai panjang sepundak, pokoknya wajahnya imut seperti boneka. Sejak hari itu, ia menjadi sosok yang tinggal di dalam hatiku.
Bulan April, awal dari tahun ajaran baru. Aku terus teringat pada cewek bernama Sakura ini. Apakah ia berhasil masuk SMA ini? Saat upacara pembuka tahun ajaran baru dimulai, aku berusaha mencarinya, namun tak berhasil. Terlalu banyak siswa baru. Hingga istirahat pertama berlangsung, aku mencoba berjalan ke daerah kelas satu, namun tetap juga tak kutemukan.
Aku memutuskan untuk ke kelas Deidara. Tahun ini, aku tidak sekelas lagi dengan Deidara. Prestasi Deidara menurun dan ia tidak lagi berada di kelas Special. Saat aku kembali, Deidara sedang bicara dengan Sasori, temanku dan Deidara saat kelas satu dulu.
"Haduh pagi-pagi udah ribut aja sama adikku, bikin kesel aja itu anak!" kesal Sasori sambil menggaruk kepalanya.
"Ngobrolin apa?" tanyaku sambil mendekati Deidara dan Sasori.
"Hoi, Sai. Si juara satu, tapi tukang tidur!" sapa Sasori dengan suara keras.
"Gak usah keras-keras Sasori!" kesalku.
"Itu tuh, adiknya Sasori, bikin kesel terus katanya. Padahal kupikir dia adik yang lucu lho, Sasori." sahut Deidara.
"Lho, kamu pernah liat adikku, Deidara? Kapan ya?"
"Aku kan pernah ke rumahmu dulu, adikmu ada dua kan? Dua-duanya lucu lhooo. Sai. Terus, yang sekolah di sini kan sahabatnya cewekku, aku lupa siapa ya nama sahabat Ino itu." tambah Deidara sambil tersenyum yang membuat wajahnya semakin terlihat "cute" seperti cewek.
"Hooooooooo…" Pembicaraan yang kurang menarik pikirku.
"Sakura namanya, terus yang tambah bikin kesel, gara-gara dia masuk SMA ini, dari pagi tadi di perjalanan, dia terus aja bilangin aku macam-macam kayak mama aja. Dasar Sakura…. Sakura…." keluh Sasori sambil mengambil air minum dari tasnya.
Sontak aku terkejut mendengar nama adik Sasori sama dengan nama cewek yang sedang aku cari.
"Adikmu perempuan, Sasori?" tanyaku.
"Iya, ini lho fotonya, yang di sebelah kanan." sambil menunjukkan foto adiknya lewat smartphone I-Pear terbarunya.
Benar, dia adalah Sakura yang aku cari, pikirku.
"Sebentar ya Deidara, aku mau bicara sama Sasori sebentar." pintaku sambil mengajak Sasori ke tempat lain.
"Aaahh, iya. Ada apaan sih?" balas Deidara heran sambil mengerutkan bibirnya.
"Ada apa nih Sai, narik-narik?" protes Sasori bingung.
"A-Anu A-nu, boleh aku minta e-mail adikmu yang bernama Sakura itu." tanyaku, gugup.
"Heeee? Kok tiba-tiba begitu? Kamu langsung suka sama adikku begitu lihat fotonya tadi!" tebak Sasori dengan suara keras.
"Sssst, jangan keras-keras. Boleh ya, aku minta alamat e-mail adikkmu itu?"
"Hmmm, OK deh. Ntar kalau jadian sama adikku jangan lupa traktiran ya? Jaga adikku baik-baik ya! Hahahahaha…."
"Kenalan aja belum." seruku.
"Tuh, udah aku kirim ke e-mailmu." kata Sasori.
"Sankyu, ya Sasori, nanti aku traktir deh."
"Tentu saja, wajib itu. Hahahahahahaha…."
"Anu.. Sasori, kalau adikmu tanya apa kamu mengenal aku atau alamat e-mailku, kamu bilang aja gak tau ya."
"OK deh, teman. Pokoknya beres deh." jawab Sasori sambil mengacungkan jempolnya.
"Sasori, Sai! Bicarain apa sih? Main rahasia-rahasiaan aja nih?" seru Deidara sambil berjalan ke arah kami.
"Kamu mau tau, Deidara?" sambung Sasori sambil berjalan ke arah Deidara.
Sasori membisikkan sesuatu ke telinga Deidara, pasti ia mengatakan kalau aku menyukai adiknya.
"Haaaaaa... Beneran tuh, Sai?" teriak Deidara.
"Jangan keras-keras, dong. Malu tau!" balasku sambil berjalan meninggalkan mereka berdua.
Aku benar-benar tidak menyangka. Cewek itu berhasil masuk SMA ini dan ternyata dia adalah adik dari temanku. Aku senang sekali bisa menemukannya secepat ini. Aku ingin lebih tahu tentang dirinya. Dan sore itu juga, aku mencoba mengirim e-mail padanya.
Aku bingung sekali harus mengetik apa, dan akhirnya….
To: haruno_sakura .jp
Message: Hai!Haruno Sakura kan? Adiknya Haruno Sasori 2-3 SMA Saint Catharina?
"Ahhhh! Bodoh banget aku. Malah nanya kepastian dulu. Pasti bener itu Sakura adiknya Sasori." gerutuku.
Selang dua menit akhirnya aku mendapat balasan dari e-mailku.
From: haruno_sakura .jp
Message: Iya. Betul. Kamu siapa ya? Siswa Saint Catharina juga?
Ah iya, aku lupa tulis nama, seruku. Kemudian aku menghempaskan badanku ke kasur dan membalas e-mailnya.
To: haruno_sakura .jp
Message: Ooo.. Iya lupa. Namaku Shimura Sai. Siswa kelas 2. Salam kenal yah ^^
From: haruno_sakura .jp
Message: : Hmm. Iya Salam kenal juga ya ^^. Kamu tahu alamat e-mailku dari siapa? Dari kakak?
Harus aku jawab apa ini? Gak mungkin aku bilang tau dari Sasori, terbongkar deh identitas asliku. Pokoknya aku mau dia mengenalku langsung, bukan dari orang lain. Aku bilang aku gak tau aja deh.
To: haruno_sakura .jp
Message: Bukan! Aku lupa tadi siapa nama anaknya. Ahahahahaha..
Itu adalah sms terakhir yang aku kirim padanya pada pukul 05.32 PM. Ia tidak membalas e-mailku lagi. Gawat, belum apa-apa, masak aku udah bikin dia marah. Aku bingung, bagaimana ini. Aku bingung. Akhirnya, setiap 10 menit kukirimkan satu pesan ke e-mailnya.
To: haruno_sakura .jp
Message: Lho? Kok gak dibales? Marah ya?
To: haruno_sakura .jp
Message: Wah. Marah beneran ya? Sorry deh
To: haruno_sakura .jp
Message: Sorry deh, sorry ya?
To: haruno_sakura .jp
Message: Kok gak dibales juga? Masih marah ya?
To: haruno_sakura .jp
Message: Jangan marah ya
Sakura tetap tidak menjawab e-mailku.
Hingga pukul 06.30 PM, aku mendapat balasan darinya.
From: haruno_sakura .jp
Message:Gak,Aku gak marah kok. Udah dulu ya.Banyak tugas nih.
To: haruno_sakura .jp
Message: Ok deh.. Aku gak ganggu lagi.
Rupanya ia sedang mengerjakan tugasnya tadi, pantas saja e-mailku gak dibalas. Aku terus saja kepikiran oleh cewek ini. Aku bingung. Kalau e-mail saja sudah begini bagaimana jika aku bertemu dengannya nanti. Sai…. Sai…. kamu cuma pinter akademik aja yah, urusan kayak beginian malah gak bisa kamu atasin, urusan sama rumus aja lancar kesalku pada diriku sendiri. Aku, yang biasa tidur awal, tidak bisa tidur seperti biasa pada malam itu. Dan kuputuskan untuk mencoba mengirim e-mail lagi padanya.
To: haruno_sakura .jp
Message: Hei! Udah tidur belum?
"Kalau gak dibalas berarti dia udah tidur ya. Pengen deh liat tampang dia waktu dia tidur. Apaan sih yang aku pikirin? Sai bodoh!"
Dan handphoneku berdering. Rupanya ia masih belum tidur.
From: haruno_sakura .jp
Message: Hmm, sebenarnya kamu ini siapa dan mau apa ya? Tadi aku tanya kakak, dia bilang gak ada yang namanya Shimura Sai di kelas dua.
Bagus, Sasori betul-betul mengikuti apa yang aku katakan, tapi sepertinya ia benar-benar marah padaku.
"Sakura, bagaimana ini? Yang menolongmu dulu marah padaku, padahal aku hanya ingin mencoba berkenalan dengannya." tanyaku pada anjing kecil yang masih belum tidur itu.
To: haruno_sakura .jp
Message: Sorry deh, kalau kamu pikir aku ini ganggu atau cuma iseng aja. Tapi aku kenal kakakmu, mungkin dia aja yang gak kenal sama aku.
From: haruno_sakura .jp
Message: Terus kamu maunya apa? Udah malam nih...
Aku termenung. Aku cuma ingin mengenalnya lebih dekat. Aku ingin mengenalnya, mengetahui apa yang ia suka, yang tidak ia suka. Mengetahui tipe cowok yang ia impikan. Segalanya, mengetahui semuanya. Dan tanpa sadar aku membalas e-mail dari Sakura.
To: haruno_sakura .jp
Message: Gak pa-pa kok. Aku cuma mau kenal kamu lebih dekat aja. Ya udah deh.Selamat tidur.
"Aaaaa! Aku mengatakannya! Langsung ketahuan deh aku mau dekatin dia." teriakku
Sakura, aku hanya…. Aku malu. Wajahku terasa menghangat.
Bodoh, aku bodoh. Ini benar-benar kacau. Baru kali ini aku merasakan ini pada seorang cewek. Beda dengan cewek yang lain. Sepertinya aku telah jatuh cinta pada pandangan pertama pada cewek yang bernama Sakura ini.
Malam itu, kulukis wajahnya. Wajah yang sedang tersenyum ketika menolong Sakura, si anjing putih itu. Senyum itu terekam jelas dalam ingatanku. Aku ingin bertemu dengannya, melihat kembali senyumnya yang hangat itu.
~つづく~
Wuuuaa gimana nih, POV Sai kali ini? Oh iya, disini Sai ceritanya pake kacamata yaa*I love megane *Kyaaa*oke cukup fangirlingnya.
Author sujud minta maaf sama ke OOC-annya Deidara ya*ditabokin fans Deidara. Karakter Deidara di sini sebenarnya ngambil karakter model Hani-senpai dari Ouran Host Club*bletak, beda bgt sama Deidara*. Saya bingung chara Naruto ada yang mirip Hani-senpai begitu?
Dan cocok coupling sama Ino.. Akhirnya kau yang kutunjuk Deidara.. Khahahahaha...
Makasih yang udah baca yaa... Reviewnya ditunggu! XDD
