Love Story
—A Long Life?
Disclaimer: Isayama Hajime-sensei
Story belong to: Iwashime Fue
AU, OOC (mungkin, tapi mereka udah dewasa ceritanya), de el el.
Answer for you! Di bawah ini.. Danke buat yang udah mereview!
ScarletKnight23: Danke! Makasih buat jadi orang pertama yang mereview, hehe. Terimakasih juga buat saran dan kritiknya ya, maaf.. pairnya belum bisa saya kabulkan (emangnya inyong author opo penghulu? Main kabul aja, eeh). Tolong ikutin cerita saya lagi ya, bakal ada chap tiganya! :D
For Guest: Terimakasih banyak buat yang sudah mereview. Ya..
Bertholdt menerima kabar jika temannya meninggal kemarin malam, ia adalah korban tabrak lari. Ia dan pasangannya ditemukan di tengah jalan, berdarah.. lelaki itu berambut hitam dengan muka berbintik, seseorang yang selalu menemani hari-harinya..
Marco..
Marco yang meninggal kemarin sore karena sebuah kecelakaan. Bertholdt hanya bisa membesarkan matanya, bagaimana bisa.. Marco yang baru saja sempat ia temui kini.. telah tiada? Bagaimana dengan orang-orang yang dekat dengannya? Bagaimana dengan orang-orang yang baru kemarin bersama dengannya?
"..Marco," Jean mengucapkan nama sahabatnya ketika acara pemakaman sedang berjalan. Tidak pernah ia kira bahwa hari kemarin membuat kehidupannya di dunia berakhir. Padahal.. Marco ingin menjalani masanya sebagai seorang yang bekerja di sebuah farmasi.
Sore itu Marco pulang dari kampusnya. Tiba-tiba saja ketika ia hendak melewati jalan dengan tikungan tajam, sebuah truk yang melaju kencang menabraknya, sepertinya sang pelaku sedang mabuk dan ketika tahu ia menabrak Marco yang sudah telentang tidak berdaya tanpa nyawa, dia melarikan diri. Untuk saat ini polisi terus mencari pelaku.
Aah.. hidup yang panjang, ya? Apa.. Bertholdt bisa meneruskan hidupnya? Jika ia diizinkan untuk mempunyai umur yang panjang, ia harap bisa memiliki hidup yang menyenangkan, mempunyai pekerjaan, rumah dan.. seseorang yang bisa terus menemaninya sampai akhir hayat.
Then—
Setengah semester sudah dilalui oleh Bertholdt dan beberapa bulan telah dilalui tanpa Marco. Hanya Sasha dan ialah yang kadang suka mengerjakan tugas bersama. Sebenarnya setiap kali Bertholdt bertemu dengan gadis itu, ia selalu teringat pertemuannya dengan Samuel. Sebenarnya.. mereka sedang apa saat itu? Pikirnya.
Bertholdt tidak berani menanyakannya. Tapi, ia tidak akan pernah tahu jika ia terus seperti ini, terus memendamnya. Mungkin ada waktu yang tepat untuk menanyakannya, dan itu adalah.. sekarang.
"Sasha, sebenarnya kau sedang apa ketika bertemu dengan Samuel?" Tanya Bertholdt ketika ia selesai mengerjakan tugasnya. Yang ditanyai langsung mengangkat kepala dari tugas tertulisnya, berpikir dahulu sebelum menjawab.. atau lebih tepatnya, mengingat.
"Um.. oh! Kebetulan ketika aku janjian sama Mikasa, aku bertemu dengannya dan Connie," Connie? Oh, ternyata ia tidak hanya berdua tapi juga dengan Connie, lalu sebenarnya ke mana Connie saat itu? Bertholdt bahkan tidak melihatnya sama sekali.
"Ah, dia membeli donat untuk kami, jadi ia meninggalkan kami—eh, tunggu kenapa kau tahu?" Bertholdt tertangkap basah, ah.. ternyata memang tidak benar menanyakan hal ini, ia tidak berpikir ulang. Jadi dia hanya jujur untuk menjawab pertanyaan gadis itu.
"Aku.. tidak sengaja melihat kau dengan Samuel," ucapnya, sedangkan Sasha meresponnya dengan singkat. Lalu Sasha menyeduh tehnya yang masih panas, ia lupa jika teh di restoran yang sedang mereka tempati itu sekalinya hangat sama dengan panas sekali.
"..P-panas!" Sasha langsung menyimpan cangkir itu kembali dan menciumi jari-jarinya yang tadi memegang cangkir. Bertholdt awalnya hanya datar melihat Sasha, namun setelah ia mengingat ekspresi saat Sasha menyimpan cangkir itu kembali.
Ia tertawa kecil, sukses membuat gadis itu sedikit kesal dan bertanya padanya.
"Kenapa, sih?" Tanya Sasha, risih.
"Ekspresimu.." Sasha memajukan bibirnya, menanggapi tawa kecilBertholdt.
Tahun keempat—
Sudah saatnya mereka, Bertholdt dan angkatannya untuk menyelesaikan pembelajaran mereka sebagai mahasiswa/i. Hari wisuda pun sudah berada di depan mata. Penghargaan dan ijazah diberikan, tidak lupa bunga disisipkan di setiap baju mereka.
Selesai pemberian penghargaan dan ijazah yang diterima oleh Bertholdt, ia langsung menghampiri sahabatnya yang kini memakai sebuah kemeja berlengan seperempat. Yah, Reiner sudah menganggap Bertholdt bukan sahabat, tapi ia menganggap Bertholdt sebagai keluarganya.
Sebagiannya angkatan Eren pun menghadiri kelulusan mereka.
"Selamat Bertholdt!" Serangkaian ucapan selamat ditujukan pada sahabat mereka di masa SMA, angkatan di bawah Bertholdt tidak melupakan Sasha.. tapi mereka juga malu karena gadis itu kini sedang bersama dengan ayahnya. Ayahnya terlihat sangat bangga melihat Sasha yang lulus, menerima sebuah gulungan yang berisi penghargaan.
Hari-hari sibuk menjadi seorang dokter pun dimulai ketika ia diterima bekerja di rumah sakit Shigansina, mencari uang selama lebih dari tujuh tahun dan tinggal di kosan kecil. Lima tahun setelah mendapat uang yang cukup untuk tempat tinggal, akhirnya ia memutuskan untuk pindah ke daerah Trost, impiannya.. dan rumah tua yang sudah direnovasi di bukit yang mengarah ke pantai. Tempat tinggal, pekerjaan dan gaji.. semuanya sudah ia dapatkan.
Ia hampir berkepala tiga, dan ia masih belum menemukan seseorang yang tepat untuknya, mungkin saja.. ia akan menyerah. Bahkan sebelumnya ia belum pernah menjalani hubungan spesial dengan satu wanita pun.
Akhir-akhir ini, ia jadi lebih sering bertemu dengan Reiner yang sudah menjabat sebagai jenderal termuda dan.. sebenarnya sebulan yang lalu, ia bertunangan dengan seorang wanita. Sebagai sahabat, tentu Bertholdt senang tapi kesenangan itu tidak terlalu menyamankan untuknya, saat itu Reiner mengatakan jika—
Ia ingin menikahi Annie. Sudah sejak lama Annie selalu bersama Reiner, menceritakan masalah-masalahnya pada pria itu.. bahkan Annie pernah memperlihatkan kelemahannya pada Reiner. Pada akhirnya Annie merasa lebih nyaman bersama dengan Reiner, begitu juga dengan pria itu.
Tentu, mereka berdua tidak bisa terus-menerus memimpikan bahwa Armin atau Christa suatu hari akan mendatangi mereka dan membuat salah satu dari mereka akan menjadi pasangan hidupnya, tidak. Bahkan Armin dan Christa sudah menikah sejak mereka 27. Bukan berarti keduanya menikah karena pasangan mereka adalah pelarian masing-masing, tidak..
Tapi karena memang sudah lama, mereka menyimpan perasaan yang bertepuk kedua tangan. Mereka nyaman dengan satu sama lain dan Annie tidak ingin seorang pun mengetahui hubungan mereka kecuali ketika mereka bertunangan.
..Bagaimana dengan Bertholdt?
To be Continued—
A/N: Hai, readerss.. entah kenapa saya di sini kayak seorang author yang beng-beng ya a.k.a breng—yah, tapi readers bisa menikmati fic saya enggak? Ceritanya memang shoujo banget, tapi saya cuman pingin tahu bagaimana komentarnya—
Itu bertanda bahwa readers sekalian.. uhm.. enggak usah diam-diam ya, saya enggak disable guest anonymousnya juga, lo.. silahkan isi formulis di bawah ini. RnR please! Kritik dan saran yang baik dipersilahkan..
