Writer : Hm... Apa yah.. *bingung sendiri* /nak. Kalau begitu saya akan melanjutkan ceritanya bagi yang menunggu-nuggu~ /ha. Selamat menikmati~
Chapter 2
Saat Shirosawa sedang memakan bekalnya sendiri dibangku bawah pohon "Shirosawa sepertinya lebih suka menyendiri.." Bisik Midorima kepada Momoi "Begitulah..." Balas Momoi "Apa harus kita hampirinya ?" Tanya Kise "Entar saja.." Jawab Momoi "Apa yang kau lakukan sembunyi dibelakang pohon itu ?" Tanya Shirosawa yang melihat anggota GoM dan Momoi yang sembunyi di belakang pohon "Tidak apa-apa !" Jawab Momoi keluar dari sembunyian dan semua anggota GoM jatuh karena Momoi.
"Woi, Satsuki ! Kau kalau ingin keluar bilang-bilang dulu, kita semuanya jadi jatuh !" Teriak Aomine yang menyindih tubuh Kise "Aominecchi ! Jangan tindih tubuhku ssu ! Kau itu berat !" Ujar Kise yang tertindih oleh Aomine "Berisik kau !" Balas Aomine dan dia berdiri dari tubuh Kise "Terima kasih, Aominecchi..." Ujar Kise sambil menangis dengan air mata buaya.
Momoi hanya tertawa kecil dan Shirosawa hanya terdiam seperti biasa "Shiro-chan, kenapa kau makan bekalmu sendirian ?" Tanya Momoi kepada Shirosawa dengan khawatir "Ti..tidak ada... Maaf, aku harus pergi.." Ujar Shirosawa sambil membungkus bekalnya dan pergi "Eh ? Shiro-chan ! Tu...tunggu !" Teriak Momoi kepada Shirosawa dan Shirosawa sudah pergi cukup jauh dari mereka.
"Ada apa dengan Shirosawa ?" Tanya Akashi kepada Momoi "Aku tidak tau... Karena akhir-akhir ini dia menjauh dariku dan saat aku memanggil dia langsung pergi.." Jawab Momoi yang hampir menangis "Ja..jangan nangis, Momoicchi !" Hibur Kise kepada Momoi "Sepertinya benar.. Karena dia juga sudah jarang datang ketempat latihan untuk beberapa hari ini.." Ujar Akashi sambil berpikir "Kalau begitu, kita cari tau saja kenapa dia menghindari kita !" Saran Kise kepada Akashi "Aku setuju dengan saranmu, Ryouta.. Satsuki, bisakah kau mengikutinya ?" Tanya Akashi kepada Momoi "Tentu saja, Akashi-kun~" Jawab Momoi dan mereka pun melaksanakan niat mereka.
Saat pelajaran selesai, Momoi memperhatikan tingkah laku Shirosawa dan tidak seperti terjadi apa-apa "Dari tadi dia tidak melakukan apa-apa..." Ujar Momoi dalam hati dan tiba-tiba ada beberapa murid perempuan yang datang, salah satu murid itu seperti sedang mengancam Shirosawa dan seperti ingin menampar
"Aku harus segera kesana !" Momoi pun langsung berlari ke Shirosawa dan beberapa murid perempuan itu, Momoi pun mencegah salah satu murid perempuan yang ingin menamparnya "Apa yang kau lakukan ?! Kau ingin menamparnya ?!" Tanya Momoi dengan suara keras dan hampir seluruh kelas mendengarnya "Ini bukan urusanmu !" Murid itu pun menampar Momoi tapi yang mengenai tamparan itu adalah Shirosawa "Shiro-chan !" Teriak Momoi dari belakang Shirosawa "Kau mulai melawanku ya ?" Tanya murid itu dengan tersenyum jahat "Untuk apa aku takut dengan kau ? Tidak ada gunanya..." Bantah Shirosawa sambil menatap mereka dengan tatapan menakutkan dan mereka pun langsung takut melihat tatapan itu "A..ayo kita cabut !" Teriak salah satu murid dan mereka pun meninggalkan mereka berdua.
"Shiro-chan ?! Kau tidak apa-apa ?" Tanya Momoi dengan khawatir "Tidak apa-apa..." Jawab Shirosawa sambil memegang pipinya yang terkena tampar "Apakah itu sakit ?" Tanya Momoi yang masih khawatir "Tidak... Aku sudah biasa ditampar seperti ini.." Jawab Shirosawa sambil tersenyum lembut kepada Momoi dan Momoi terkejut karena baru kali ini dia melihat senyumanan Shirosawa "Shiro-chan kalau tersenyum rasanya seperti tidak ada masalah apa-apa..." Ujar Momoi dalam hati "Kalau begitu, ayo kita ketempat latihan !" Ajak Momoi dengan semangat dan Shirosawa hanya mengangguk yang masih tersenyum "Ayo !" Momoi pun menarik tangan Shirosawa sambil berjalan menuju tempat latihan klub.
Saat mereka berdua sampai ditempat latihan klub basket "Hai, semuanya~!" Sapa Momoi sambil melambaikan tangan kepada semua anggota GoM dan Shirosawa hanya terdiam sambil membaca buku dan bekas tamparan itu ditutupi oleh kain putih direkat plester "Momoicchi ! Akhirnya Shirocchi datang ssu~!" Teriak Kise yang ingin memeluk Shirosawa tapi dicegah oleh Midorima "Jangan sembarangan peluk perempuan, Kise !" Ujar Midorima sambil mencegah Kise yang ingin memeluk Shirosawa "Kenapa tidak boleh ssu ?" Tanya Kise yang menangis dengan air mata buayanya itu.
"Shirosawa, kenapa pipi sebelah kananmu ditutupi ?" Tanya Akashi yang melihat ada yang beda dengan Shirosawa "Tadi dia melindungiku dari tamparan teman sekelasku.." Jawab Momoi yang merasa bersalah dan Shirosawa pun menepuk pundak Momoi "Tidak apa-apa, Momoi-san.. Karena kau temanku..." Ujar Shirosawa yang tiba-tiba tersenyum lembut kepada Momoi dan semua anggota GoM terdiam melihat senyuman Shirosawa.
Wajah Kise, Midorima, dan Akashi langsung memerah karena yang selama ini mereka lihat hanya ekspresi datar dan baru kali ini melihat Shirosawa tersenyum "Shirocchi tersenyum ssu !" Ujar Kise dengan heboh "Tidak usah heboh nanodayo !" Balas Midorima yang wajahnya masih merah dan membenarkan letak kacamatanya, Akashi hanya memalingkan wajahnya yang merah. Aomine hanya terdiam karena dia bingung apa yang terjadi dengan Shirosawa dan Murasakibara hanya memakan snacknya "Shiro-chin tersenyum~" Ujar Murasakibara sambil memakan snacknya sedangkan Kuroko seperti tidak percaya kalau itu Shirosawa.
"Hei, kalian ! Kenapa wajah kalian jadi merah dan Dai-chan kenapa kau menjadi diam seperti patung dan Tetsu-kun kenapa kau seperti itu ?" Tanya Momoi yang bingung melihat tingkah laku mereka dan Shirosawa hanya menatap mereka dengan tatapan datar dan polos, Momoi hanya tersenyum melihat Shirosawa "Sepertinya mereka merasakan kehangata senyuman Shirosawa.." Ujar Momoi dalam hati.
Writer : Inilah lanjutannya, maaf ya agak aneh.. Tapi kalau kalian membayang Shirosawa tersenyum... *cengo* /ha. Tunggu lanjutannya ya~
