彼女は女性です!? ことはできません!
Kanojo wa josidesu!? Koto wa dekimasen!
He is a girl!? Impossible!
Author : Usagi Yumi
Pairing : Shindou Takuto x Kirino Ranmaru
Tsurugi Kyousuke x Matsukaze Tenma
Author's Territory
Yumi : Hello, minna-san! Dari pada lama, kita langsung cekidot ajah yuk!
DISCLAIMER
Inazuma Eleven GO! Bukan milik Yumi, Tapi cerita dan OC ini asli milik Yumi
WARNING
Gaje, Abal, OOT, OOC (maybe?), aneh, typo, dll.
CAUTION
Jika ada sesuatu hal yang menimpa diri anda seperti terkena sakit kepala, sakit perut, sakit jiwa (?), tumor otak (?) dll, tolong hentikan membaca cerita ini dan hubungi dokter (readers : Emangnya apaan?)
HAPPY READING
Chapter 3. NGINAP!
Raimoh Junior High School
Normal POV
"Semua udah kumpul?" Tanya Shindou.
"Chotto matte! Minamisawa-san kemana?" Tanya Tenma.
"Katanya dia gak mau ikut," Jawab Kurama.
"Ummm... Apakah dia benar-benar membenciku ya?" Gumam Tenma.
"Sabar ya Ten-chan..." Ucap Kirino.
"Hai... Arigatou..." Ucap Tenma sambil berusaha tersenyum.
"Kamarnya sudah siap!" Ucap Aoi dan Midori. Dan mereka langsung berebut futon yang mau dipake.
"Aku mau yang ini!"
"Gak! Ini yang aku!"
"Awas!"
"Uwaaaaa! Amagi-san! Berat!"
Seperti biasa... Selalu ricuh... -_-"
"Hei! Gak usah berebut gitu..." Ucap Aoi mencoba menenangkan suasana. Tapi, para chara kita ini tidak mendengarkan perkataan Aoi dan hanya menganggapnya angin lalu. Tsurugi, Shindou, Kirino, dan Tenma yang menunggu di dekat pintu hanya bisa sweatdroped.
"Hei! Kalian semua! Jangan berebut!" Teriak Aoi dan masih tidak didengar oleh para chara.
Dapat dilihat muka Aoi memerah. Hmmm... Tampaknya Aoi sudah naik pitam...
"HEI! KALIAN SEMUA BERHENTI ATAU KUPANGGILKAN USAGI-SAN, YUZUMI-SAN, DAN YUZAKI-SAN!" Teriak Aoi yang mengancam para chara yang lagi berebut futon dan seketika para chara langsung ngumpet di dalem futon yang sudah dipilih mereka secara acak.
"Eh? Kok futonnya cuman sisa dua?" Tanya Shindou.
"Eh? Kok bisa kurang? Padahal pas kuhitung sudah pas kok!" Ucap Midori heran.
"Satu-satunya cara..." Ucap Kirino yang menggantungkan kata-katanya.
"... Siapa cepat, dia dapat" Ucap Tenma yang melanjutkan perkataan Kirino. Dan seketika, muncullah kilatan petir antara Kirino dengan Shindou sedangkan Tenma dengan Tsurugi.
"Ichi..."
"... Ni ..."
"... San ..."
"... Yon ..."
"... GO!"
BRAK! BRUK! DUAK! BLETAK! GUK!(?) MEONG!(?) KUKURUYUK!(?) TENG!(?) TANG!(?) TONG!(?) NANG!(?) NENG!(?) NONG!(?) ES NONGNONG!(?)
Dan mereka sampai ke futon yang sama (futon yang satu Kirino dan Shindou dan yang satu lagi Tenma dan Tsurugi) di waktu yang bersamaan.
"Aku pertama!" Ucap Kirino.
"Iie! Watashi!" Balas Shindou.
"Aku... Duluan," Ucap Tsurugi.
"Watashi!" Balas Tenma.
CTAR!
Yap! Kilatan petirnya mulai lagi... Dan mereka saling memperebutkan futon.
30 menit kemudian...
"Watashi!"
"Iie! Watashi!"
"Watashi!"
"Watashi!"
"WATASHI!"
"STOP!" Teriak Midori yang membuat Kirino, Shindou, Tsurugi, dan Tenma terdiam.
"Biar adil, Kirino tidur sama Shindou, dan Tsurugi tidur dengan Tenma," Usul Midori.
"NANI?!" Teriak Kirino, Shindou, Tsurugi, dan Tenma. Mereka be-empat memberikan tatapan kepada Aoi seolah mengatakan 'Help-me-from-this-girl'.
"Emmm... Tampaknya itu keputusan yang bagus Seto-san..." Ucap Aoi yang menghiraukan tatapan empat orang temannya yang sedang menderita.
"A-aoi... Le-lebih baik a-aku tidur s-sama Kirino saja..." Ucap Tenma sembari berkeringat dingin.
"A-aku setuju d-dengan Tenma... L-lebih baik, a-aku tidur dengan Tsurugi saja," Ucap Shindou yang menyetujui ucapan Tenma.
"Iie... Pokoknya ini keputusanku dan Sorano... Kalian tidak bisa membantahnya..." Ucap Midori. Ouw... Tampaknya Kami-sama tidak memberkati kalian berempat...
Dan dapat kita lihat, empat orang chara yang lagi sial ini sudah blushing berat...
"Yosh! Permasalahannya sudah selesai kan? Lebih baik kalian semua mandi dulu..." Ucap Aoi.
"Hai!" Ucap para chara kita.
"Lho? Kirino dan Tenma kemana?" Tanya Hayami.
"Entahlah... Aku tidak tau..." Jawab Kurama.
Raimon Junior High School, Third Floor
"Ki-kirino... Kau yakin kita mandi di sini?" Tanya Tenma.
"T-tentu saja... Emang kita mau mandi di mana lagi?" Jawab Kirino.
"T-tapi... Kamar mandi di lantai ini kan terkenal angker..." Ucap Tenma yang mulai ketakutan.
"T-tenang saja... K-kita kan berdua... T-tak perlu takut..." Ucap Kirino yang sebenarnya juga ketakutan.
Mereka pun masuk ke dalam kamar mandi lalu menutup pintunya.
"Kiri-chan... J-jangan dikunci ya..." Mohon Tenma.
"B-baiklah..." Balas Kirino.
Mereka pun mulai membuka seragam sepak bola mereka tak lupa dengan celananya. Lalu melepas perban yang melilit tubuh mereka. Mereka lalu melepas coretbracoret mereka dan ahemcelanaahemdalamahem mereka. Dan mereka sekarang telanjang bulat.
"Nee... Dadamu lumayan besar ya Ten-chan..." Ucap Kirino sembari menunjuk dada Tenma.
"Diam kau Kirino! Dadamu juga sama saja..." Ucap Tenma yang mukanya udah blushing parah sambil nutupin dadanya dengan kedua tangannya.
"Hahaha... Tak usah malu Tenma... Kita kan sesama perempuan..." Ucap Kirino.
Mereka pun mulai mandi. Tanpa mereka ketahui, ternyata ada Shindou dan Tsurugi yang mau mandi juga di lantai tiga.
"Hah... Kamar mandinya penuh banget..." Keluh Shindou.
"Sorano-san sampai harus manggil Usagi-san dulu lagi..." Ucap Tsurugi.
"Untung ajah kita berhasil kabur sebelum Usagi-san ngamuk ya..." Ucap Shindou.
"Betul sekali..." Ucap Tsurugi yang menyetujui ucapan Shindou.
Mereka pun sampai di pintu toilet lalu membukanya.
KRIEEETTT...
"Eh?"
BLUSH! CROOOT!
Ya... Bisa kita liat... Shindou dan Tsurugi melihat Kirino dan Tenma yang sedang telanjang bulat. Mereka saling bertatapan sebentar lalu Shindou dan Tsurugi mulai blushing parah dan nosebleed sedangkan Kirino dan Tenma hanya cengo.
"Tsurugi... Kau sakit?" Tanya Tenma yang mendekati Tsurugi.
"Shindou... Anata wa daijoubu?" Tanya Kirino yang mendekati Shindou. Oh... Tenma... Kirino... Sadarkah kalian kalau kalian itu sedang dalam keadaan telanjang?
Tiba-tiba, Kirino dan Tenma menyadari sesuatu.
Loading... Please Wait...
0%
15%
30%
45%
60%
78%
89%
99%
Loading Complete!
"KYAAAAAAAAA! PERVERT!" Teriak Tenma dan Kirino sambil melempar ahemcelanaahemdalemahem mereka.
HEADSHOOT!
Dan benda nista itu mengenai tepat kepala- lebih tepatnya mukanya Shindou dan Tsurugi.
"HUAAAAAAA! GOMENNASAI!" Teriak Shindou dan Tsurugi lalu menutup (baca: membanting) pintu.
BRAK!
Nasihat dari adegan ini, jangan lupa kunci pintu kamar mandi apalagi itu adalah kamar mandi umum.
~SKIP TIME~
"Gomennasai... Kalian sih... Tidak mengunci pintunya..." Ucap Shindou dan Tsurugi sambil sujud di depan Kirino dan Tenma.
"Baiklah... Kami maafkan..." Ucap Kirino.
"Itu juga salah kami sih..." Ucap Tenma.
"Oh iya! CD ku tadi mana?" Tanya Kirino.
"Eh? Iya ya... Kan tadi kita lemparin... Shindou... Tsurugi... Sumimasen, bisa balikin CD kami?" Pinta Tenma sambil blushing.
"Hai... Emmm... Ngomong-ngomong, CD mu imut banget Tenma..." Komentar Tsurugi sambil merentangkan (?) ahemcelanaahemdalamahem Tenma yang berwarna putih dipenuhi pita-pita berwarna merah.
"Urussai! Kembalikan CD ku!" Ucap Tenma sembari berusaha mengambil CD nya.
"Eh... Chotto matte... Karena tadi kau melempar CD nya, maka CD itu akan kusimpan," Ucap Tsurugi yang langsung menyakui CD milik Tenma.
"Hei! Itu CD favoritku! Kembalikan!" Protes Tenma.
"Iie..." Ucap Tsurugi lalu kabur.
"BAKAtsurugi! Chotto matte!" Teriak Tenma yang mengejar Tsurugi.
Mari kita lihat keadaan Shindou dan Kirino...
"Nee, CD mu lucu Kiri-chan..." Komentar Shindou sambil merentangkan (?) ahemcelanaahemdalamahem Kirino yang berwarna pink dan dipenuhi renda warna biru. Tampaknya... Keadaannya tak jauh beda dari yang sebelumnya...
"Urussai!" Ucap Kirino dengan muka yang memerah layaknya kepiting rebus.
"Khehehehe... CD mu buat aku saja ya, Kiri-chan... Mau aku simpan..." Goda Shindou sembari terkekeh.
"Iie! Kembalikan!" Protes Kirino.
"Iie!", Ucap Shindou. Benar-benar, Shindou dan Tsurugi jadi pervert gini... -_-"
~SKIP TIME~ (Again)
"Tadaima..."
"Okaeri... Shindou? Kirino? Tenma? Tsurugi? Kalian dari mana saja? Mandi kok lama banget..." Omel Aoi.
"Gomen... Tadi ada sedikit masalah," Ucap Kirino dan Tenma sembari men-death glare Shindou dan Tsurugi sedangkan yang di death glare hanya nyengir GaJe.
"Ya sudah... Makan dulu sana... Ada kari ayam spesial," Ucap Midori. Kok jadi ngingetin sama suatu iklan ya? Tapi iklan apa?
Tiba-tiba, Hayami teriak dengan 4L4Y nya.
"AYAMKU!" Teriak Hayami.
"Bukan... Ini Mie Sedap baru..." Ucap Midori sembari menunjukkan bungkus Mie Sedap Kari Ayam Spesial.
"Jadi? Ayamku?" Tanya Hayami. Tiba-tiba, Sangoku berdiri dan di sekelilingnya terdapat banyak ayam dan dikepalanya juga yang entah datang dari mana.
"Mie Sedap Kari Ayam Spesial... Rasanya, Pok pok pok pok pok..." Ucap Sangoku.
"Udah! Udah! Kok jadi OOT kayak gini sih?" Ucap Kirino sembari sweatdroped.
"Mendingan kita makan ajah..." Ucap Tenma yang juga sweatdroped.
Mereka pun akhirnya makan dengan khusyu (?) nya. Saking khusu nya, mereka sampai makan piring-piringnya #plak! Nggak kok... Gak sampai piring-piringnya...
Setelah selesai makan, mereka semua asyik dengan aktivitas masing-masing. Ada yang perang bantal, ada yang main PSP pake kaki (?), ada yang lagi grepe-grepe (Yumi: *dikeroyok readers karena menjerumus terus ke rated M*)
... Lupakan yang terakhir! Tapi kalau gak bisa dilupain juga gak apa-apa kok...
"Aku keluar sebentar," Ucap Tenma yang langsung keluar dari ruangan. Tidak ada satupun yang menyadari kehadiran Tenma kecuali-
'Tenma mau ke mana ya?' Batin Tsurugi
-Ya... Kecuali Tsurugi Kyousuke.
Lapangan Sepak Bola
"... Kirei," Gumam Tenma. Saat ini, dia sedang memandang bintang dalam wujud perempuannya. Dia memakai sebuah dress berwarna putih dengan renda-renda yang menghiasinya. Dia pergi tidak memakai alas kaki.
"Apa kira-kira, aku secantik bintang-bintang itu ya?" Tanya Tenma kepada dirinya sendiri. Tiba-tiba, dia terdiam.
"Hahaha... Tidak mungkin aku secantik bintang-bintang di atas sana... Dasar Tenma BAKA!" Ucap Tenma kepada dirinya sendiri sembari tertawa garing.
"Apa... Nanti akan ada laki-laki yang mau denganku ya? Rasanya tidak mungkin... Mana ada laki-laki yang mau pacaran dengan perempuan yang suka bermain bola..." Ucap Tenma lirih. Tiba-tiba, turun salju.
"Eh? Bukannya ini masih bulan Mei? Kok sudah turun salju?" Tanya Tenma kepada dirinya sendiri. Tapi, Tenma tak memperdulikan hal itu dan menyanyi.
Tsurugi POV
"Aku mau keluar," Ucapku yang langsung melesat keluar dari ruangan. Aku yakin sekali bahwa mereka tidak mendengar ucapanku.
Aku berlari mencari Tenma. Arghhh! Dia tidak ada di mana-mana!
"Apa kira-kira, aku secantik bintang-bintang itu ya?"
Eh? Bukannya itu suara Tenma? Ah... Ternyata dia ada di lapangan...
Kulihat dari tepi lapangan dia sedang memakai pakaian perempuannya. Ah... Kirei... Tapi... Kenapa dia bertanya seperti itu ya?
Aku memutuskan untuk tidak menghampirinya dulu dan memata-matainya sebentar...
"Hahaha... Tidak mungkin aku secantik bintang-bintang di atas sana... Dasar Tenma BAKA!" Ucapmu sembari tertawa garing dan menghina dirimu sendiri.
"Apa... Nanti akan ada laki-laki yang mau denganku ya? Rasanya tidak mungkin... Mana ada laki-laki yang mau pacaran dengan perempuan yang suka bermain bola..." Ucapnya dengan lirih.
Aku terdiam. Kenapa dia berkata-kata seperti itu?
"Eh?"
Tiba-tiba, turun salju. Lho? Ini kan masih bulan Mei...
"Eh? Bukannya ini masih bulan Mei? Kok sudah turun salju?" Ucapmu kepada diri sendiri. Ya... ternyata ucapanmu sejalan dengan pikiranku.
Kulihat kau berdiri. Mendongakkan kepalamu. Melihat salju yang turun. Dan, entah kenapa- atau mungkin kau tak sadar, kau bernyanyi sebuah lagu.
(Saran: Pada saat ini, dengarkan lagu Meiko – Silent Snow agar efeknya lebih real)
yuki akari no michi wo aruki tsuduke teita
mayokana ni nemuru machinami miwo genjitsu ganazoru
asai yume dato shitta tokei no hari ga tsuge ta
yasashi sawotada motome ru amasa kezuri toru youni
mou daremo inai toumei na machi ni ima hitori kiri torinokosa rete
kun wo sagashi ta kokoro dakega himei wo age ta
Kau bernyanyi dengan merdu sambil menari dengan lincah. Menutup matamu seolah kau menghayati lagu tersebut. Kakimu yang tak beralaskan apapun bergerak lincah kesana kemari. Kau... Terlihat bagaikan bidadari saat ini...
tooza karu hibi wo nido toha sugo senai
atarimae no shinjitsu kiduka nu furi woshita
itami no tsuyosa nado dare nimowakaranai
oto wo naku shita yoru ga kokoro made toza shita
yukidoke no kisetsu kobore ta namida ha kizuato wo iyashi tan ku kie te
kitto futari wo aoi hizashi ga ashita he yuu (izana) u
tooza karu hibi wo nido toha sugo senai
fukai yoru no kanata ni kun no koe ga kiko eta
itami no tsuyosa nado dare nimowakaranai
ashita no imi wo motome te kodoku ni sarasa rete
Tenma POV
hakugin no sekai ha seijaku ni oowa rete
ori tsumo ru yuki ga kun no sugata utsushi ta
koe mo kie ta sekai de kun no mei wo saken da
gatsu akari wo sagashi te kitto kun ni ae ru
Kuakhiri nyanyianku. Fuh... Entah kenapa saat ini aku mala menyanyi dan menari. Kalau ada yang melihat hal ini, pasti aku sudah dianggap orang gila.
GREP!
"Uwaaaaaa!" Aku berteriak kaget. Siapa yang memelukku dari belakang?!
"Kau salah," Ucap orang yang memelukku. Suara ini...
"Tsurugi?"
"Ucapanmu yang tadi... Itu salah besar," Ucap Tsurugi.
"Apa maksudmu?" Tanyaku. Jujur, aku tidak mengerti.
"Ucapanmu salah besar! Kau itu lebih cantik dari bintang-bintang itu! Ingat itu! Aku yakin, masih ada laki-laki yang mau denganmu!" Ucapmu sembari mengeratkan pelukanmu.
Ah... Atataka...
"Apa itu benar?" Tanyaku.
"Tentu saja!" Jawabmu dengan penuh keyakinan. Tiba-tiba, kau melepaskan pelukanmu. Aku pun berbalik menghadapmu. Dapat kulihat wajahmu yang memerah. Hihihi... Lucunya...
"A-ano gomen telah memelukmu sembarangan!" Ucapmu salah tingkah. Saat ini kau makin lucu...
"Nandemonai, Tsurugi-san..." Ucapku sembari tersenyum.
Normal POV
"Nandemonai, Tsurugi-san..." Ucap Tenma sembari tersenyum manis yang membuat Tsurugi semakin blushing.
DEG!
'Kenapa ini? Kenapa jantungku berdetak tak karuan?' Batin Tsurugi.
"K-kalau begitu a-aku kembali dulu ke kamar..." Ucap Tsurugi yang langsung berjalan meninggalkan Tenma.
"E-eh?! Tsurugi-san! Chotto matte!" Cegah Tenma sambil berlari kearah Tsurugi. Tsurugi pun membalikkan badannya.
"Hn? Nani Ten-"
CHU~
"Arigatou Tsurugi..." Ucap Tenma sembari tersenyum manis dan terdapat sedikir rona merah di pipinya lalu segera berlari pergi sedangkan Tsurugi hanya membatu di tempat.
Readers pasti tahu deh apa yang dilakuin Tenma... (readers: Gak tau!). Ya udah kalau gak tahu... Biar saya kasih tahu...
Tadi itu...
Tadi itu...
Tadi itu...
Ta- (Yumi: *digebug readers gara-gara lama ngomong* | readers: BURUAN!)
Gomen gomen... Ok! Sekarang saya akan serius.
Jadi, Tadi itu... Tenma nge-kissu pipi kanan Tsurugi. Sekarang udah pada tahu? (readers: Iye...)
Mari kita lihat keadaan Tsurugi...
'Kami-sama... Apakah ini nyata? Tenma meng-kissu pipiku? Siapapun! Tolong cabut nyawaku sekarang!' Batin Tsurugi yang mulai jadi Tsurualay.
Tiba-tiba, datang seorang wanita berambut cream sepaha. Ia memakai gaun selutut berwarna dark violet, jubah berwarna dark violet, dan juga sepatu boots berwarna dark violet. Ia juga memakai headphone berwarna dark violet dengan hiasan topeng tengkorak dan juga mengendarai sapu terbang.
Tsurugi tersentak kaget akan kedatangan wanita itu yang kesannya mendadak banget.
"S-siapa kau?" Tanya Tsurugi yang masih kaget akan kehadiran wanita itu.
"Watashi wa Utsukushi Majo. Aku merupakan OC Usagi Yumi," Jawab wanita itu yang ternyata bernama Majo.
"Ah... Ada perlu apa anda ke sini, Utsukushi-san?" Tanya Tsurugi yang sudah mulai tenang.
"Aku mau mencabut nyawamu," Jawab Majo dengan wajah stoic se-stoic wajah Gouenji Shuuya. Malah ini lebih stoic.
"NANI?! IIE! AKU BELUM MAU MATI!" Teriak Tsurugi dengan 4L4Y nya.
"Eh? Bukannya kamu sendiri yang minta dicabut nyawanya?" Ucap Majo. Yak readers... Coba anda liat lagi ke atas di saat Tsurugi berkata dalam batinnya.
"GAK! ITU CUMAN BERCANDA! POKOKNYA JANGAN CABUT NYAWAKU! AKU MASIH BELUM NIKAH! AKU MASIH BELUM NGE-GREPE (?) ORANG! AKU MASIH BELUM PUNYA ANAK! AKU MASIH BELUM PUNYA CUCU! AKU BELUM PUNYA KUCING (?), DOMBA (?), SERIGALA (?), GORILA (?)! AKU JUGA BELUM NYIRAM TANAMAN TOGE (?) PUNYA YUUICHI! AKU-"
"STOP! Ok... Aku gak akan cabut nyawa kamu..." Ucap Majo yang udah budeg gara-gara daritadi Tsurugi teriak-teriak GaJe mulu.
"Fuh... Arigatou Utsukushi-san... Ya sudah, saya mau balik dulu ke kamar... Jaa ne!" Ucap Tsurugi sembari melambaikan tangannya lalu menghilang ditelan Fudou (Yumi: *dibunuh Fudou*) Ehm! Maksud saya menghilang entah kemana.
"..." Sementara Majo hanya ngeleos pergi dengan sapu terbangnya.
Kalau di sini sudah sepi, mari kita lihat Tenma yang sedang merenung di kelasnya setelah selesai ganti baju menjadi piyama laki-laki...
'Ukhhhh! BAKA! BAKA! BAKA! Harusnya tadi aku tidak meng-kissu pipi Tsurugi! Pasti dia marah kepadaku...' Batin Tenma dan Tiba-tiba, muncul seorang gadis berambut teal yang diikat twintail, magenta yang diikat twintail dan mirip bor, serta goldenblonde yang diikat ponytail pinggir tinggi-tinggi setinggi langit (?) #plak!
Baka baka baka
nani ga koko made anata o ugokasu no?
michinaru sekai e tobitatsu kibou nose
Baka baka baka
hoka ni yaru koto madamada aru n ja nai?
naite waratte okoru koto makasete ne
watashi no iro ni shite ageru
Gadis berambut teal dan magenta itu malah asyik nyanyi-nyanyi lagu 'Triple Baka' dengan narsisnya sedangkan gadis berambut goldenblonde hanya asyik dengan HP nya.
... Tunggu... Perasaan saya kenal deh sama ni tiga gadis... Sebentar... RAI! (Rai: Apa Yumi?). GANTIIN GUA JADI NARATOR! (Rai: Iya!)
~pergantian narator~
Ya! Dengan Akemine Rai desu~
Dapat kita lihat, Tenma disini hanya bisa cengo. Sedangkan dua orang GaJe masih asik nyanyi-nyanyi 'Triple Baka'.
"WOIIII! MIKU! TETO! NERU! NGAPAIN KALIAN DISINI?!", Tanya Yumi sambil teriak pake toa bekas nyolong dari video 'Love Is War'.
"Eh? Moshi moshi Yumi-chan! Kita cuman lagi ngeracau ajah kok!" Jawab gadis berambut teal yang ternyata bernama Hatsune Miku.
"Gak bisa apa ngeracau di tempat lain?" Tanya Yumi yang mulai frustasi.
"Habis kami bosen di apartemen melulu..." Jawab gadis berambut magenta yang ternyata bernama Kasane Teto.
"Woi! Beda alam! Kau juga Neru! Ngapain kau juga malah ikut kesini?" Tanya Yumi.
"... Aku hanya mengikuti mereka berdua," Ucap gadis berambut goldenblonde yang ternyata Akita Neru sembari sibuk berkutat dengan HP kesayangannya.
"Hadeuh... Udah sana pulang ke dunia Vocaloid! Eh... Jangan pulang ke dunia Vocaloid... Tapi ke fic Game Of Love! Cepet sana! Hush!" Usir Yumi.
"Ayay captain," Ucap Triple Baka yang langsung hilang entah kemana.
"Cepetan lanjutin syutingnya!" Ucap Yumi yang lalu menghilang. Tenma hanya bisa sweatdroped di tempat.
"Lebih baik aku kembali ke kamar," Ucap Tenma yang masih sweatdroped dan langsung ngacir ke kamar.
Di sebuah ruangan yang dijadikan kamar (?)
"Tadaima, minna..."
"Okaeri..."
"Tenma! Ini sudah waktunya tidur..." Ucap Aoi.
"Hai!" Ucap Tenma yang langsung berlari ke arah futonnya.
... Lebih tepatnya futonnya dan juga futon Tsurugi.
Sebelum sampai ke arah futonnya, dapat dilihat Kirino dan Shindou yang tidur saling memunggungi dengan wajah yang memerah. Ya... Letak futon Kirino berada tepat disebelah kiri futonnya sedangkang sebelah kanan futonnya adalah tembok.
Saat Tenma sampai di futonnya, ia tidak langsung masuk ke futon dan tiba-tiba wajahnya memerah.
"Ada apa Tenma? Cepat masuk ke futon..." Ucap Tsurugi. Dengan ragu, Tenma pun masuk ke futon dan tidur saling berhadapan dengan Tsurugi.
Kirino POV
Huaaaaaa! Aku menderita! Masa aku harus tidur satu futon sama Shindou?
"Minna, kumatikan lampunya ya!" Ucap Aoi.
DEG!
Gawat! A-aku takut gelap! Ukh... Bagaimana ini?
KLIK! PATS!
"Oyasumi nasai"
Uwaaaaaa! Gelap banget! Gimana ini?
Kucoba pejamkan mataku. Ukh... Aku gak bisa tidur kalau gelap...
Tanpa aku sadari, tubuhku bergetar dan bulu kudukku berdiri tegak.
"Kirino... Kau takut gelap?" Tanya Shindou yang merubah posisi tidurnya menjadi menghadap punggungku. Kenapa dia bisa tau?
"I-iya... A-aku takut..." Jawabku jujur. Pasti saat ini dia akan menertawakanku.
GREP!
"Gomen... Aku memelukmu untuk menghilangkan rasa takutmu... Soalnya, saat aku kecil, Kaa-san ku selalu melakukan hal ini saat aku takut. Dulu juga aku takut gelap," Ucap Shindou.
BLUSH!
Dapat kurasakan... Wajahku memanas. Tapi aku tahu, Shindou melakukan hal baik.
"Arigatou..." Ucapku sembari tersenyum yang aku yakini senyumku tidak akan terlihat olehnya.
"Douitashimashite..." Balasnya.
Normal POV
"Zzz... Zzz... Zzz..."
Dapat kita lihat, seluruh anggota Raimon (kecuali Tsurugi yang bukan anggota Raimon) sudah tertidur. Mereka tidur dengan berbagai posisi. Mulai dari yang elit (seperti Shindou, Kirino, Tsurugi, Tenma, Aoi, dan Midori) sampai yang gak elit (seperti Sangoku, Kurama, Hayami, Daichi). Kira-kira, besok mereka mau melakukan hal apa ya? Penasaran? Tunggu chapter selanjutnya!
~TBC~
Omake
"Bagaimana Shiro? Kau berhasil mencuri futonnya?" Tanya Kuro.
"Sippp deh Kuro..." Jawab Shiro sembari mengacungkan jempolnya.
"Khehehe... Dengan begini, mereka pasti akan bermesra-mesraan..." Ucap Kuro sembari ber-smirk-ria yang sukses membuat Shiro merinding.
"Kau kenapa?" Tanya Kuro yang sudah selesai melakukan smirk.
"N-nandemonai..." Jawab Shiro.
"Oh iya! Tadi aku sudah berjanji untuk memberimu hadiah kan?" Tanya Kuro yang langsung dijawab oleh anggukan Shiro.
CHU~
"Itu hadiahnya... Kau memang benar-benar adik- Iie! Kekasih yang paling baik!", Ucap Kuro yang langsung pergi meninggalkan Shiro. Dapat dilihat wajah Shiro memerah layaknya rambut Kira Hiroto.
Dan dari sini, dapat diketahui bahwa Kuro dan Shiro itu twincest.
~Real TBC~
Rai : Fuh... Akhirnya selesai juga chapter ini...
Yumi : Rai, chapter depan naratornya kamu ya...
Rai : Iya deh... *gak niat*
Yumi : Nee, saatnya balas review!
Mist Harmonics
Y-ya... "baru segitu"... Itu gak ada maksud apa-apa kok... Dan... Tampaknya... Prediksi anda saat mereka tidur itu ternyata salah...
Ini sudah update chap 3!
Yumi: Yosh! Tak apa-apa kalau yang review cuman 1! Akhir kata,
REVIEW PLEASE DAN KAMI MENERIMA FLAME!
