彼女は女性です!? ことはできません!
Kanojo wa josidesu!? Koto wa dekimasen!
He is a girl!? Impossible!
Author : Usagi Yumi
Pairing : Shindou Takuto x Kirino Ranmaru
Tsurugi Kyousuke x Matsukaze Tenma
Kurama Norihito x Minamisawa Atsushi
Hayami Tsurumasa x Hamano Kaiji
Author's Territory
Rai : *ngeliat naskah*
Kurama : *horror face* Akemine-san... Apa-apaan ini? Kenapa nasib saya malah jadi mirip sama Kirino dan Tenma?
Rai : Yah... Itu hanya kemauan Yumi saja... Katanya, Setelah mendapat fotomu dengan Minamisawa, Yumi jadi kepikiran untuk membuatmu menjadi perempuan
Kurama : GRAAAAAAAHHHH! DASAR FOTO SIALAN! )(&(%$%VKJFY(*_)&*&(%&^%&^^$&%*(*&(&^*(!
Rai : *sweatdroped* Lupakan saja dia! Lebih baik saya baca skripsi dulu! Oh iya! Dan mulai sekarang, saya akan menjadi narator #gaknanya#
DISCLAIMER
Inazuma Eleven GO! Bukan milik Yumi, Tapi cerita dan OC ini asli milik Yumi
WARNING
Gaje, Abal, OOT, OOC (maybe?), aneh, typo, sedikit bahasa gaul, dll.
CAUTION
Jika ada sesuatu hal yang menimpa diri anda seperti terkena sakit kepala, sakit perut, sakit jiwa (?), tumor otak (?) dll, tolong hentikan membaca cerita ini dan hubungi dokter (readers : Emangnya apaan?)
HAPPY READING
Chapter 4. NANI!? ANATA TACHI WA JOSIDESU!?
Raimon Junior High School
Normal POV
CIT! CIT! CIT!
Mentari telah menampakkan sinarnya. Burung-burung mulai berkicau. Tetapi, para chara kesayangan kita masih belum mau beranjak dari futon mereka. Tampaknya, mereka semua masih kelelahan.
... Ya gimana gak lelah? Orang sebenarnya mereka baru tidur jam 00.00. Itu gara-gara mereka harus nungguin Tenma yang ngilang lama-lama amat. Padahal, kalau mereka mau tidur, ya tidur ajah! Ya kan? (readers: Kagak!).
Dan juga... POSISI TIDUR MEREKA GAK ELIT BANGET! Liat ajah! Si Sangoku tidur sambil meluk ayam yang kemarin dipake promo, terus si Kurama tidurnya motah sampai dia tidur pindah ke deket pintu, Amagi tidur sambil nonggeng, Hayami tidur sambil salto (?), Hamano tidur dengan kaki di atas dan kepala di bawah (?), dan posisi tidak elit yang lain.
Tapi... Kayaknya ada yang posisinya romantis deh...
Kita lihat... Shindou tidur sambil meluk Kirino dari belakang dan Tsurugi tidur sambil meluk Tenma... KYAAAAA! Patut di abadikan!
JEPRET! JEPRET!
Fufufu... Untung ajah gue bawa kamera bekas nyolong dari Akane... Untung ajah si Akane kagak diundang... Jadinya ni kamera kagak ditagih... HUAHAHAHAHAHA!
Kalau kalian pada nanya kenapa si Akane kagak diundang sama Yumi-chan, itu karena si Akane pens (?) berat si tolak angin Shindou muncul (Yumi: Enak banget lu Rai... Kagak ditendang si Shindou... Gara-gara dia, pinggang gua encok | Rai: Makanya... Ngejeknya pas lagi tidur...)... Kalau dia ada, nanti ni fic bakal makin ancur deh!
Oceh! Bek tu stori!(?)
"Nggggg..." Tampaknya... Ada yang sudah bangun...
Kurama POV
"Nggggg..." Ku buka mataku perlahan. Sedikit mengerang. Setelah mataku terbuka penuh, ku mengerjap berkali-kali. Mencoba membiasakan diri dengan cahaya yang menerangi mataku.
"Huaaaaaammmm... Tampaknya sudah pagi..." Ucapku sembari menguap. Kurengganggkan otot-otot lenganku.
"Eh? Kok aku tidur di dekat pintu sih?" Tanyaku kepada diriku sendiri. Tampaknya... Aku motah lagi...
"Masa bodo ah... Yang penting sekarang mandi! Mumpung pada belum bangun," Ucapku sembari mengambil handuk dan baju dari tasku.
BROOOOOT! (?)
Buset! Tadi suara apaan? Lah? Kok jadi bau pete gini? Tapi... Kalau gak salah... Ni suara berasal dari...
"Buset dah... Amagi-san kentut bau-bau amet... Daripada gue pingsan gara-gara keracunan gas (?) mendingan gue langsung ngacir ke kamar mandi," Ucapku yang langsung kabur ke kamar mandi.
... Ok... Omongan tadi itu gak ada di naskah... Daripada saya harus berhadapan sama Death Reaper milik Usagi-san, mendingan saya langsung tutup mulut.
Aku pun masuk ke kamar mandi dan menutup pintu dengan rapat. Kubuka baju dan celanaku. Tak lupa kulepas perban yang melilit tubuhku.
Kalian bertanya kenapa aku memakai perban? Luka? Bukan! Bekas operasi? Bukan juga!
Emmm... Sebenarnya... Aku itu... Seorang perempuan... (readers: Wut de hel?!). Yah... Mungkin aku tidak cocok menjadi perempuan karena wajahku yang jelek... Tapi, itulah kenyataannya...
Setelah kulepas, tampak bra berwarna putih yang penuh dengan renda dan dadaku yang kecil.
K-kalian jangan bilang tubuhku flat! Segini juga sudah cukup bagiku tau!
Sudahlah! Aku mau mandi dulu! Kalian jangan mengintip!
Normal POV
Hah... Karena Kurama tidak mau menceritakan tentang acara mandinya... Kita langsung skip saja...
Terlihat Kurama keluar dari kamar mandi dengan baju bebasnya (dan tentu saja baju laki-laki). Dia lalu mengambil kertas dan pulpen dari tasnya dan tampak menuliskan sesuatu.
Bila kalian mencariku, aku sedang jalan-jalan pagi
Kurama ^_^
Setelah selesai, Kurama menempelkan kertas tersebut di pintu dan keluar dari sekolah.
"Hah... Udara pagi memang segar!" Ucap Kurama dengan riang. Menikmati udara pagi yang sejuk. Tapi, tiba-tiba wajahnya menjadi muram.
"Andai saja ada Minamisawa... Pasti pagi ini tidak sepi..." Gumam Kurama.
"Kenapa bila tidak aku?"
"Eh?" Kurama pun membalikkan badannya dan tampak sesosok orang yang tadi di gumamkan.
"UWAAAAAA! MINAMISAWA-SAN!"
"Tak usah sekaget itu... Memangnya aku Sadako..." Ucap Minamisawa sambil sweatdroped.
"Tapi kau mengagetkanku tau! Tiba-tiba ada dibelakangku..." Ucap Kurama sembari mengembungkan pipinya.
"Ahahahahaha... Gomen deh kalau gitu..." Ucap Minamisawa sembari mencubit kedua pipi Kurama.
"Awawawawawa... Swawit wawu... wewaswan awu!(baca: Awawawawawa... Sakit tau... Lepaskan aku!)" Protes Kurama.
"Hai hai..." Ucap Minamisawa sembari melepaskan cubitan mautnya.
"Ukh... Kau ini ngapain cubit aku! Sakit tau!" Bentak Kurama.
"Hahaha... Gomen... Habis pipimu yang digembungkan itu imut sih... Aku jadi ingin mencubitnya..." Ucap Minamisawa sambil tertawa.
BLUSH!
Dapat kita lihat wajah Kurama saat ini memerah bagaikan cabe merah #plak!
"Eh? Kurama? Kau sakit?" Tanya Minamisawa.
"I-iie! A-aku pergi dulu! Jaa, mata ashita!" Ucap Kurama sembari pergi meninggalkan Minamisawa.
"Eh? Kurama! Chotto matte! Aku mau ikut- yah... dia sudah menghilang... Dia kenapa ya?" Tanya Minamisawa kepada dirinya sendiri. Ternyata readers, Minamisawa itu ingin ikut acara menginap. Dapat dilihat dia sudah membawa tas gendong yang berisi baju dan barang-barang keperluan lainnya.
"Ya sudah deh... Biar aku cari yang lain..." Ucap Minamisawa yang langsung masuk ke sekolah.
Baiklah. Sekarang kita lihat Kurama yang kabur sampai ke taman kota.
'Ukhhh... Kenapa sih aku kabur? Dan kenapa wajahku memerah saat Minamisawa-san bilang aku imut? Ukh... Baka! Baka! Baka! Watashi wa baka da naa!' Batin Kurama. Jantungnya mulai dag dig dug gak karuan.
'Apa... Aku menyukai Minamisawa ya? Ahahaha... Itu tidak mungkin... Mana mungkin Minamisawa mau dengan gadis jelek seperti aku...' Batin Kurama. Tanpa ia sadari, setetes air mata jatuh dari pelupuk matanya.
"Hahaha... Kok aku malah nangis sih... Hiks... Hiks... Dasar cengeng... Hiks... Hiks..." Ucap Kurama menghina dirinya sendiri. Ia mencoba menghentikan tangisannya tetapi hal itu malah membuat tangisannya semakin menjadi-jadi.
"Hiks... Hiks... Hiks... Hiks..."
Tidak ada satupun orang yang menyadari bahwa Kurama sedang menangis. Kenapa tidak ada satupun yang menyadari? Karena ini masih pagi. Taman kota masih sepi dan ditambah wajah kurama yang menunduk.
(Saran: Saat ini dengarkan lagu Megurine Luka – Just Be Friend agar kesannya lebih real)
Just be friends
Kurama pun menyanyikan sebuah lagu. Lagu yang mungkin cocok dengan keadaan hatinya saat ini.
All we gotta do
Just be friends It's time to say goodbye
Just be friends All we gotta do
Just be friends Just be friends...
ukandanda kinou no asa hayaku ni
wareta GARASU kakiatsumeru you na
kore wa ittai nan darou kitta yubi kara shitataru shizuku
bokura wa konna koto shitakatta no kana
wakatteta yo kokoro no oku soko de wa
motto mo tsurai sentaku ga BESUTO
sore wo kobamu jiko ai to kekkajika touchaku no kurikaeshi
boku wa itsu ni nareba ieru no kana
yuruyaka ni kuchiteyuku kono sekai de
agaku boku no yuiitsu no katsuro
iroaseta kimi no hohoemi kizande
sen wo nuita
koe wo karashite sakenda
hankyou zankyou munashiku hibiku
hazusareta kusari no sono saki wa
nani hitotsu nokotte ya shinai kedo
futari wo kasaneteta guuzen
anten dansen hakanaku chiji ni
shosen konna mono sa tsubuyaita
kareta hoho ni tsutau dareka no namida
ichido dake ichido dake
negai ga kanau no naraba
nando demo umarekawatte
ano hi no kimi ni ai ni iku yo
(Just be friends All we gotta do
Just be friends It's time to say goodbye)
Just be friends All we gotta do
Just be friends (Just be friends) It's time to say goodbye
Just be friends (Just be friends) All we gotta do
Just be friends (Just be frien~ds) It's time to say goodbye
Just be friends (~)All we gotta do
Just be friends (~)It's time to say goodbye
Just be friends
Kurama POV
PROK! PROK! PROK!
"Eh?"
"Suaramu bagus sekali..."
"Minamisawa?" Ucapku kaget. Kok dia tahu kalau aku ada di sini? Apa dia mengikutiku?
"Aku mencarimu kemana-mana tau..." Ucap Minamisawa sembari memelukku. Ukh... Keringatnya banyak sekali... Apa dia mencariku dari tadi?
"Gomennasai... Hontou ni gomennasai..." Ucapku sembari menunudukkan kepalaku.
"Nandemonai..." Ucapnya sembari melepaskan pelukannya. Aku pun mendongakkan kepalaku dan menatap matanya.
"Eh? Kurama? Kau habis menangis?" Tanya Minamisawa. Baka! Harusnya tadi aku tidak menatap matanya!
"Iie! A-aku tidak menangis kok!" Ucapku sembari memalingkan wajahku.
"Kau jangan berbohong..." Ucap Minamisawa sembari memalingkan wajahku menggunakan tangan kanannya.
"A-aku tidak berbohong," Ucapku. Kami-sama... Semoga dia tidak tahu-
"Kau sedang jatuh cinta dengan seseorang yah?"
-apa masalahku.
"Iie! Aku tidak sedang suka sama seseorang..." Jawabku. Minamisawa! Kumohon jangan tanya hal itu terus!
"Siapa orang yang kau sukai?" Tanya Minamisawa sembari merangkul pinggangku.
"Tidak ada!" Jawabku. Kumohon Kami-sama... Buatlah Minamisawa mengalah.
"Baiklah... Aku tidak akan memaksamu memberitahu siapa orang yang kau sukai," Ucap Minamisawa yang mulai menyerah dan melepaskan rangkulannya. Fuh... Doumo arigatou gozaimasu Kami-sama...
"Ayo kita kembali ke sekolah," Ajak Minamisawa sembari menarik tanganku.
"Hai..." Ucapku yang hanya mengikutinya.
Raimon Junior High School
Normal POV
"Tadaima, minna!"
"Okaeri Minamisawa-san... Kurama-san..."
"Hueeeeee! Kurama! Kenapa jalan-jalan gak ajak aku?!" Protes Tenma.
"Hehehe... Gomen, Tenma... Habisnya tadi kau masih tidur sih... Kan kasian kalau aku ngebangunin kamu..." Ucap Kurama sembari nyengir.
"Eh! Ngomong-ngomong... Hari ini kita mau ngadain acara apa? Kan bosen disekolah terus..." Tanya Aoi.
"Gimana kalau kita jalan-jalan ke mall?" Usul Midori.
"Boleh juga tuh... Tapi pas disana kegiatannya bebas kan?" Tanya Hayami.
"Maksudnya bebas?" Tanya Amagi.
"Jadi, kita itu bebas mau ke mana ajah... Gak perlu pergi berkelompok..." Jawab Hayami.
"Ya. Kita bebas mau pergi ke mana saja," Ucap Midori.
"Tapi kita ke sana naik apa?" Tanya Hamano.
"Soal kendaraan biar aku yang urus," Ucap seorang gadis berambut cokelat sepunggung, memakai kimono berwarna pink dengan motif daun mapel, dan juga memakai mahkota bunga sakura.
"Kau siapa?" Tanya Sangoku.
"Watashi wa Akina Hana. OC nya Yumi," Jawab Hana.
"Ummm... Akina-san... Memang kau sudah menyiapkan kendaraan apa?" Tanya Kirino.
"Tuh!" Jawab Hana sembari menunjuk keluar jendela menggunakan kipas miliknya sedangkan yang lain hanya menengok ke arah jendela. Terlihat sebuah bus yang waktu itu digunakan mengantar mereka dari bandara (baca fic 'Berkunjung Ke Rumah Author' kalau mau tahu).
"Ya sudah! Tunggu apa lagi? Kita langsung berangkat!" Ucap Tenma dengan semangat mendingin (?) (Rai: Kalau membara udah terlalu mainstream *digebug readers*|Yumi: Huahahahahahaha... Puas lu Rai digebugin...|Rai: Sialan lu Mi!)
Mereka pun segera keluar dari sekolah dan menuju bus. Mereka semua masuk ke dalam bus tersebut dan yang mengendarainya adalah Hana.
Inazuma Mall
"Kita sudah sampai," Ucap Hana sembari memarkirkan bus nya.
"Arigatou Gozaimasu, Akina-san!" Ucap para chara.
"Douitashimashite," Balas Hana sembari tersenyum tipis. Mereka semua pun turun dari bus. Bus yang mereka tumpangi tadi telah pergi meninggalkan mereka.
"Jadi? Sekarang kita pencar?" Tanya Hayami.
"Yoi," Jawab Midori singkat.
"Ok! Berpencar... Gerak!" Komando Aoi. Lah? Kok jadi kayak PBB gini?
Mereka semua pun berpencar menuju alam masing-masing (?) (Yumi: Yang bener lu Rai! Atau gaji lu gua potong nih!). Ralat! Maksud saya berpencar ke tempat tujuan masing-masing.
Tapi... Kok ada yang aneh ya sama si Hayami?
Hayami POV
Kuberlari masuk ke dalam mall dan segera mencari toilet. Kalian bertanya kenapa aku ke toilet? Mau panggilan langit? Tidak! Mau panggilan alam? Bukan! Jawabannya aku hanya ingin ganti baju (readers: Kirain apaan... *speechless*).
Akhirnya aku menemukan toilet! Sebelum aku masuk ke toilet, aku melihat ke kiri dan ke kanan dulu. Yah... Cuman memastikan keadaan...
Hah... Syukurlah tidak ada siapa-siapa. Mungkin karena aku dan yang lain datang saat mall ini baru buka, jadi masih sepi.
Aku pun segera masuk ke dalam toilet wanita. Dapat dilihat semua bilik yang berada di dalam toilet tersebut kosong kecuali bilik ke-1 (Biliknya ada 5). Hmmm... Tampaknya ada yang menggunakan toilet.
Aku masuk ke dalam bilik ke-2 dan segera mengunci pintu. Kubuka baju dan juga celana yang kupakai. Tampak sebuah perban yang meliliti tubuhku. Segera kubuka perban tersebut dan tampak sebuah coretbracoret berwarna hitam serta buah dada yang bisa dibilang ukurannya... Errr... Kecil.
Kalian bertanya kenapa aku memakai coretbracoret? Emmmm... Ya... Mungkin sulit untuk diakui, tapi... Sebenarnya aku ini...
... seorang perempuan.
Hah... Memang benar-benar sulit menerima kenyataan tapi... Ya... Inilah kenyataannya.
Sekarang, aku telah berganti pakaian. Aku memakai baju berwarna putih tanpa lengan, short pants jeans, dan juga sepatu balet berwarna putih. Akupun memasukkan bajuku ke dalam tas selempang yang kubawa lalu membuka pintu toilet. Saat kubuka pintu hatinya- Eeeeeehhhh... Salah! Maksudnya pintu toilet, disaat yang bersamaan bilik yang ada disebelahku juga membuka pintu toilet. Karena penasaran dengan orang yang ada disebelahku, aku pun menoleh ke arah orang tersebut dan dia juga menoleh ke arahku.
"Eh?"
Normal POV
"Eh?"
"K-kurama?"
"H-hayami?"
"..."
"KAMU JUGA PEREMPUAN!?"
~TBC~
Rai : Yosh! Akhirnya selesai juga!
Hayami : Akemine-san! Kenapa aku juga malah jadi perempuan?!
Rai : Kata Yumi tampangmu pantas jadi perempuan
Hayami : *pundung*
Yumi : Halo! Yumi datang kembali! *tiba2 muncul*
Rai : *cuek* Yosh! Saatnya balas review!
Yumi : Aku yang baca!
Camila Cazador
Hajimemashite, Camila-san... Ummm... Sumimasen, anda adiknya Yugure-senpai ya? #abaikan!
Hontou ni? Ah... senangnya jika fic ini menjadi fic pertama yang anda review... Dan soal yang Shindou yang mesum dan yang lempar sempak... Errr... Sebaiknya dilupakan saja... Tapi jika anda tidak bisa melupakannya juga tidak apa-apa kok...
Ini chap 4 sudah di update!
Fuyutomire
A-ah... Tak perlu pundung Yugure-senpai... dan sebaiknya, jika anda me-review cukup pake satu akun...
Yugure Akage
Ara? Apa bener adegan yang Tsurugi meluk Tenma dari belakang itu so sweet? Syukurlah kalau begitu...
Ini sudah update!
Guest
Ummmm... Soal yang mesumnya... Akan saya pertimbangkan... Yah... mengingat umur saya yang masih bau kencur(Hah? Maksudnya?)
Ini sudah update...
Nadya
Hmmm... Soal alur kecepatan itu... Saya akan berusaha memperbaikinya... Arigatou telah memberikan koreksi :)
Diamond
OOT itu Out Of Topic
Uzumaki Naa-chan
Soal bagian GaJe dan 4L4Y itu... Cuman sekedar humor keselip ajah...
Ini sudah update!
Yumi : Huaaaaa! Arigatou bagi yang sudah review~~~ *nari2 GaJe*
Rai : Akhir kata,
REVIEW PLEASE DAN KAMI MENERIMA FLAME! ^_^
