Omake
Baruku sadari ternyata menulis itu sangat menyenangkan dan sepertinya aku ketagihan. Harusnya sudah ku jadikan menulis sebagai hobiku sejak dulu tapi tak apa, toh tidak ada kata terlambat untuk kebaikan bukan? Baiklah sepertinya menulis merupakan pilihan yang paling tepat untuk menyempurnakan kebahagiaanku hari ini. ^^
Iya aku akan terus menulis didetik-detik paling berharga yang ku miliki.
Menulis tentang dirinya- Sang Pangeran Malam.
The Price of Night
Disclamer : Mashashi Kishimoto
Rate : T
By : MargritFlow
Pair : Naruto x someone
Warning : Typos, omake singkat, membingungkan lagi mungkin (?)
Pangeran Malam adalah makhluk paling 'hitam' yang pernah aku temui. Dirinya sangatlah misterius dan penuh teka-teki bagimana bisa dirinya bertemu dengan makhluk seperti diriku yang begitu biasa. Tepat 48 hari aku mengenalnya. Di tengah hujan petir malam hari adalah waktu pertama kali aku meihatnya. Setelah aku menghampirinya untuk menyerahkan payung, saat itu pula aku sudah terjebak dalam pesona onyx kelamnya. Hari-hari setelah hujan, dirinya secara misterius selalu datang menyapa pagiku. Bersender di dinding dekat gerbang rumahku dengan membawa sebuah buah merah ditangan kirinya adalah kebiasaan misterius lain yang tidak pernah alpha dilakukannya. Dirinya terlalu pendiam ketika aku terus bertanya siapa dia sebenarnya dan gumaman 'hn' tidak bosan ia gunakan untuk merespon pertanyaan-pertanyaanku. Dirinya adalah perwujudan dari kesempurnaan kelamnya malam, rambut raven melawan gravitasi kepunyaannya lalu dengan setelan baju berwarna biru dongker dan celana hitam yang sering ia kenakan sangat mendukung analisisku itu dan ditambah lagi dengan sosoknya yang dipenuhi tanda tanya besar-misterius. Namun lapisan kulit alabaster bersih miliknya yang seolah bersinar menjadikan dirinya seindah malam dengan kilauan bintang.
Seolah tidak ada orang yang mengetahui keberadaannya, orangtua bahkan temanku semua tidak ada yang tahu sosok Pangeran Malam. Berbicara tentang orangtua, ada yang belum aku sampaikan sepertinya. Aku memang memiliki orangtua yang lengkap, tousan kasaanku masihlah hirup hingga saat ini. Namun sejak dua tahun lalu kami tidak tinggal bersama dalam satu atap, aku saat ini hanya tinggal bersama kasaanku dalam 'gubuk' sederhana setelah mereka sepakat berpisah-cerai.
Dimulai dari 'gubuk' sederhana itu kehidupanku berubah.
Sejak saat itu kulit tan milikku selalu berhiaskan warna biru keungunan-lebam. Baik kasaan dan teman-temanku begitu ringan tangan dan kaki untuk menghias sekujur tubuhku. Kasaan selalu 'membelaiku' ketika dini hari menjelang, saat dirinya tiba di 'gubuk' sederhana kami dengan kesadaran yang berkurang serta berlinang air mata. Kasaan yang saat itu baru pulang bekerja selalu 'menyapaku tegas', mengatakan karena akulah keluarga kecil kami berpisah dan aku sampah yang merepotkan. Tidak jauh berbeda dengan kasaan, teman-temanku juga memilki kebiasaan yang serupa. Hanya saja biasanya mereka 'membelaiku' secara berkelompok. Terkadang bisa sampai lima orang sekaligus. 'Sapaan tergas' yang mereka lakukan lebih sering mereka lakukan di toilet atau taman belakang sekolah. Sungguh beruntung aku memiliki fisik yang kuat dari hasil latihan dan kemapuan bela diriku yang mampu mengantarkan aku memperoleh beasiswa di sekolah elit , tempat saat ini aku menimba ilmu, sehingga sampai detik ini aku bisa bertahan untuk tetap berdiri. Dan Pangeran Malam adalah orang yang pertama menyadar i dan bertanya tentang hiasan warna pada kulit tanku.
Tentu aku membalas 'belaian' mesra dari mereka. Awalnya aku membalas keras 'belaian' kasaan dengan memberontak dan berbuat onar di sekolah namun sejak aku lihat air mata dan gurat lelah dari wajah cantiknya saat dirinya 'meyapa mesra' , sejak saat itu pula aku memutuskan untuk berjanji tidak akan membalas lagi. Tidak pada kasaan begitu juga pada teman-temanku. Hanyaku gunakan getar pada pita suarasebagai pameng penunda rasa sakit yang menjalar tubuhku. Baik ketika getar itu melirih, menggumam, bahkan berteriakpun respon mereka tetap sama, terabaikan. Mereka tidak akan berhenti 'membelai'ku, satu-satunya mereka berhenti adalah ketika mereka sudah lelah. Getar suara yang kumiliki tiada memilki arti di telinga mereka. Hiks. Aku adalah bayangan yang terabaikan. Namun lagi-lagi hanya Pangeran Malam yang bersikap beda, hanya dirinyalah yang mampu menerima keberadaanku. Menerimaku adanya eksistensi diriku di muka bumi sebagai manusia bernama Uzumaki Naruto.
Kejadian ini terus terjadi setiap hari selama dua puluh satu bulan dalam hidupku. Tidak perlu kemampuan analisis sempurna bagai detktif ternama atau menjadi cenayang handal untuk aku mengetahui apa yang akan terjadi selanjutnya. Semua kembali, kembali, kembali dan terus berulang terjadi, seolah hidupku adalah kumpulan kaset rusak yang tidak bisa berputar. Sejak kehadiran Pangeran Malam empat puluh hari lalu, kehidupanku sudah lebih baik. Roda kehidupan milikku sudah tidak macet lagi, roda itu mulai bergerak maju secara perlahan-lahan. Membuat warna indah baru dalam hariku.
Hanya ketika pagi aku merasa menjadi sosok paling sempurna di muka bumi. Tubuhku bagaikan seringan kapas gulali yang bersayap lembut. Dua tungkai jenjangku begitu ringan untuk melangkah, disusul sapuan lembut sejuknya udara pagi di permukaan wajahku, harum bunga yang bermekaraan saat itu semakin meringankan tubuhku. Desiran aneh juga sering datang hinggap di jantungku, menghangatkan miliyaran sel penyusun ragaku terutama sel-sel pada bagian wajah. Aku merasakan wajahku seolah menjadi kaku lalu merona malu. Tidak aku lupakan, secara mengejutkan aku merasakan muncul jutaan kupu-kupu yang berterbangan dalam perutku. Kupu-kupu imajiner tersebut seolah melakukan tarian penyambutan akan kehadiran sosok di depan mataku dengan kepakan-kepakan indah yang tidak mampu aku lihat. Udara yang bergolak akibat kepakan-kepakan tersebut membuatku terbuai sempurna. Terlebih untuk pertama kalinya sejak pertemuan kami tadi pagi Pangeran Malam menautkan jemarinya pada sela-sela jemari kananku, demi Kami sama impuls itu mampu menghantarkan triliyunan keajaiban terhebat dalam hidupku. Aku merasa sempurna berkat kehadirannya.
Satu persatu keajaiban menyapa hari-hariku setelah aku mengenal sosoknya. Sosok yang hingga detik ini masih misterius bagiku, namun tadi pagi pula aku mengetahui satu hal yang sangat penting tentangnya. Tenyata kami memiliki satu persamaan, tentang perasaan – yang biasa orang sebut dengan cinta. Senyum tidak pernah lepas bibir tipisku sejak pengakuan itu saling terucap. Meski tidak terlupa satu lagi 'keistimewaan' terakhir yang akumiliki-tentang melihat surga, aku akan tetap menampilkan seyum terindahku hari ini. Meski kesempurnaan ini berlansung singkat, aku tidak menyesal.
Aku telah memilih, dan pilihanku jatuh pada
menutup selamanya sepasang shapire blue milikku dengan mengenang kebahagian, keajaiban, dan kebersamaan setiap detik pagiku selama empat puluh delapan hari bersama kesempurnaanku,
daripada
bersedih meratapi 'belaian mesra' dan 'sapaan' dari mereka selama dua puluh satu bulan.
Kehadiran Pangeran Malam adalah kesempurnaan yang melengkapi keajaiban-keajaiban dalam detikku.
Itulah kesempurnaan versiku
lalu bagaimana versimu ?
-REALY END-
Kyaaaaa ! Hahahaha
Gomen, gomen ternyata yg kemarin itu ancur parah pake banget. Aku minta maap kemarin tiba-tiba punya ide random yang muncul, jadi dari pada ambeiyen (?) karena gk disalurin, aku langsung aja cepet-cepet buat drabbel yang ternyata hasilnya GATOL (gagal total). Gomen T_T
Ini aku udah berusaha sekuat tenaga, kuras otak, ngelap keringet, sampe ngemis waktu (?) untuk buat omake The Prince of Night. Semoga omake ini lebih layak publish. amin
Sebagai orang baru disini, kritik, saran, atau makian dari minna aku terima dengan lapang dada. Aku berterima kasih sangat dengan itu semua aku bisa belajar untuk membuat yang lebih baik, baik, dan baik lagi.
and
mind to rivew ?
