Disclaimer : Kuroko no Basuke © Fujimaki Tadatoshi
Winter in Kanagawa^^
CHAPTER 2
Mereka saling memberi hormat.
"Kasamatsu-senpai, aku tak akan kalah denganmu" Mayura mengatakannya dengan lirih sambil memegang pedangnya dan menghadapkan ke depan.
"Tenang saja. Aku juga tak mudah untuk kau kalahkan" sahutnya ringan.
Pertandingan di mulai. Kasamatsu senpai menggunakan seme.
"Aku mulai!" Kasamatsu senpai berteriak dalam hati.
Ketika melihat reaksi Kasamatsu senpai yg menggunakan teknik dasar. "kalau kau tak serius. Aku akan menghancurkanmu" Mayura sedikit kesal bila Kasamatsu menggunakan teknik dasat terlebih dahulu. Ia merasa sedang di permainkan.
Mayura mengambil langkah Okuri-ashi dan Kaeshi untuk menangkisnya.
Ternyata serangan Mayura mengenai Kasamatsu senpai. Karena tak mau kalah Kasamatsu senpai menggunakan Nikkado men. "Dia mulai serius ya?" Mayura mengatakannya dalam hati sambil tersenyum.
"Aku tak mengerti-ssu. Teknik apa yg di pakai mereka?" Kise benar-benar tak tahu bagaimana tata cara pertandingan kendo.
"Ahh Kasamatsu senpai langsung menggunakan Nikkado men. Mungkin ia merasa tertekan dengan Mayura" komentar Rikka saat melihat Kasamatsu senpai menyerang Mayura.
"Nikkado men?"ucap Kise lirih
"Itu adalah teknik tebasan kepala dua kali berturut-turut. Tapi aku tak menyangka Mayura-san dapat menangkisnya dengan mudah. Ku rasa Mayura-san akan lebih berbahaya." Moriyama senpai langsung ikut bicara juga.
"Berbahaya-ssu?" Kise masih bertanya-tanya
"Pasti setelah ini ia menggunakan Kiri kaeshi. Mayura-san benar-benar hebat" puji Moriyama senpai lagi.
Benar. Mayura langsung menggunakan Kiri kaeshi. Kasamatsu langsung kewalahan karena serangan berturut-turut itu. "Ia lawan yg hebat" Kasamatsu mengatakannya dalam hati.
Melihatnya saja Kise hanya bisa melongo. Serangan berturut-turut itu langsung membuat Kasamatsu senpai kesulitan untuk menangkisnya.
"Sugoii" Komentar tim basket Kaijou secara bersamaan.
Mayura langsung mendapatkan poin. Kasamatsu senpai yg menerima serangan dari Mayura. Langsung berpikir. "Kalau aku tak segera bertindak aku akan kalah."
"Kasamatsu senpai, kau harus menang-ssu!" Kise sedikit berteriak. Hingga membuat orang di sekelilingnya memperhatikannya. "Ehh? Bukankan itu Kise-kun!" Kata seorang gadis yg melihat pertandingan di tempat yg berseberangan dg posisi Kise menonton.
"Dasar bodoh! Tak usah berteriak seperti itu!" Kasamatsu senpai mengomel dalam hati.
"Eh? Itu kan Kise-kun! Dia liat pertandingan juga ya" Mayura kemudian kehilangan konsentrasi. Ia tak menyangka Kise akan melihat pertandingan Kasamatsu senpai. "Ku pikir, ia masih main kejar-kejaran dengan fans-nya" komentar Mayura sambil tersenyum.
Tak lama setelah itu Kasamatsu langsung melakukan Joge buri &Taiatari. Mayura sedang tak berkonsentrasi, serangan Kasamatsu senpai mengenainya dan Kasamatsu senpai mendapatkan poin.
"Ittai. Aku kena pukulannya ya?" Mayura mengatakannya dalam hati.
"Tapi aku yg akan menang kok!" Mayura mengatakannya pada diri sendiri
Kemudian ia langsung menghajar Kasamatsu senpai dengan berbagai teknik serangan. Kemudian wasit pun mengakhiri pertandingan kendonya. Tentu saja Akemi Mayura yg memenangkannya.
"Yatta! Aku menang untuk kedua kalinya" kata Mayura dengan senang
"Hmm aku kalah lagi dirimu. Baiklah lain kali aku akan mengalahkanmu, Mayura-san" kata Kasamatsu senpai sambil bersalaman dg Mayura.
Mayura hanya tersenyum mendengar Kasamatsu senpai bilang seperti itu.
"Hehh? Kasamatsu senpai kalah-ssu?" Kise benar-benar kaget, Kasamatsu senpai di kalahkan oleh seorang gadis, adik kelas lagi.
"Pertandingan yg hebat!" komentar Rikka
"Yahh Kasamatsu kalah ya?" komentar salah satu tim basket Kaijo.
Setelah pertandingan selesai, "Mayura-san!" Rikka memanggil Mayura saat Mayura tengah berjalan keluar dari lapangan.
Kemudian Mayura hanya melambaikan tangan untuk membalas sapaan Rikka.
"Eh, jadi dia itu Mayura ya? Ahh aku tak mengenalnya-ssu" Kise juga melihat Mayura, tapi ia tetap tak melihat wajah si Mayura. Tentu saja karena Mayura masih memakai pakaian bogu secara lengkap.
"Ya! Namanya Akemi Mayura. Ia teman sekelasmu. Baiklah Kise-kun sampai jumpa di kelas. Aku mau menunggu Mayura-san gantu pakaian dulu. Sampai jumpa. " kata Rikka sambil meninggalkan Kise.
Kise kemudian juga meninggalkan dojo bersama tim basketnya.
(^.^ ) (^.^) ( ^.^)
"Rikka-san menurutmu bagaimana pertandingannya?" tanya Mayura sambil keluar dari tempat ganti pakaian.
"Hebat! Bagus! Dan kau menang!" teriak Rikka penuh kegembiraan
"Haha aku juga bersyukur bisa menang lagi. Hmm tadi apa Moriyama senpai?"
"Tentu saja semua tim basket inti liat pertandingannya kok, termasuk Kise-kun" perjelas Rikka
"Ahh baiklah. Sekarang ayo kita temui Moriyama senpai. Aku ada perlu penting dengannya!" Mayura langsung menggandeng tangan Rikka dan langsung pergi menyusul Moriyama senpai sebelum masuk ke kelas.
Ternyata Moriyama senpai baru akan masuk ke pintu sekolah bersama teman basketnya.
"Moriyama senpai!" panggil Mayura dengan berlari kecil menyusul. Rikka juga berusaha mengikuti Mayura di belakang.
Moriyama dan teman-temannya pun langsung menoleh ke belakang
"Padahal kan yg ku panggil Moriyama senpai, kenapa kalian semua ikut menoleh?" batin Mayura
"Ada apa Mayura-san?" tanya Moriyama senpai
"Ehh jadi kau yang bernama Mayura. Ah kau sekelas denganku ya-ssu? Tadi pertandingan yg hebat-ssu!" Kise lalu memuji Mayura saat Mayura ada di depan Moriyama senpai.
"Terima kasih Kise-kun" Mayura hanya mengucap itu, lalu langsung menatap Moriyama senpai. "Moriyama senpai akan menepati janji kan? Hari ini harus mengajariku!" Mayura mengingatkan Moriyama.
"Maaf Mayura-san. Hari ini ada latihan basket. Lain kali ya?"
"Ehh? Ini sudah yang kedua kalinya senpai mengingkari janji!" Mayura di buat kecewa lagi dengan Moriyama senpai.
"Janji apa-ssu?" Kise bertanya-tanya
Padahal Moriyama senpai sudah berjanji akan mengajarinya teknik fine art photography.
"Hmm lain kali saja ya?" Moriyama senpai mencoba untuk menghibur Mayura.
"Hmm baiklah" Mayura mendapatkan jawaban yg tak memuaskan dari senpainya yg satu ini.
Mayura dan Rikka lalu pergi ke kelas.
"Eh? Kenapa aku tak di pedulikan-ssu? Janji apa Moriyama senpai?" Kise lagi kepo
"Tidak apa-apa. Hanya urusan kecil antara senpai dan adik kelas" Jawab Moriyama senpai dengan ringan.
"Jangan-jangan kalian berpacaran-ssu" Kise mulai ngelantur
"Haha kalau kau berpikir seperti itu. Ya anggap saja iya" Moriyama senpai malah bergurau
(^.^ ) (^.^) ( ^.^)
Saat di kelas, pelajaran seperti biasa. Tapi Mayura, benar-benar kecewa dengan Moriyama senpai.
"Ia mempermainkanku ya?" katanya dalam hati.
Kegiatan kelas berakhir. "Mayura-san aku pulang dulu ya?" Rikka lalu pergi pulang duluan. Ya, hari ini Mayura harus ada kegiatan ekstrakulikuler dan ada piket kelas.
Saat Rikka pergi, ternyata Kise belum pulang. Mayura yg ingin mulai menyapu, ternyata sadar Kise belum pulang. "Kise-kun ada ekstra basket kan? Kenapa tak menunggu langsung di gym?" Mayura bertanya pada Kise.
"Tidak-ssu. Aku masih capek-ssu" Kise masih merasa capek karena hari ini ia benar-benar kejar-kejaran dengan fansnya.
"Ohh" Mayura hanya ber-oh ria. Lalu pergi melanjutkan piket kelasnya.
"Ano Mayura-san. Siapa nama lengkapmu-ssu?" Kise ternyata benar-benar tak hafal dg teman sekelasnya.
"Ehh.. kau tak mengenalku ya? Aku Akemi Mayura" Mayura sedikit membungkuk.
"Kau pacaran dengan Moriyama senpai-ssu?" Kise langsung menunjukkan wajah penasarannya.
"Eh? Kata siapa? Moriyama senpai itu hanya bercanda. Ia selalu menganggap aku pacarnya. Padahal jelas-jelas aku kan adik kelas yg minta bantuannya untuk mengajariku teknik fotografi fine art." Mayura langsung memberi penjelasan agar tidak terjadi kesalah pahaman.
"Fotografi? Kau ikut ekstra itu-ssu? Mayuracchi apa bisa fashion photgraphy-ssu?" entah kenapa saat Kise tau Mayura tertarik dengan fotografi, ia seperti ingin Mayura kapan-kapan bisa menjadi fotografernya saat ia menjadi model. Kise langsung menghampiri Mayura yang sedang tengah sibuk membersihkan kelas.
"Haha . aku tak tertarik dengan fashion. Jadi aku tak begitu bisa untuk bidang itu. Aku lebih tertarik ke umm.. street photography." Mayura langsung memandang wajah Kise sambil tertawa renyah.
"Ehh? Kau tak tertarik-ssu?" Kise langsung memasang wajah kecewa.
Saat berbicara dengan Kise, Mayura mulai memutar otaknya. Mayura berpikir.
"Etto, Kise-kun kau memakai tambahan –ssu dan aku sepertinya pernah mendengar ini sebelumnya" Mayura mencoba untuk menebak. Jangan-jangan Kise-kun lah yg menabraknya tempo hari.
"Tentu saja-ssu. Kau pernah mendengarnya. Kita kan satu kelas-ssu."
"Bukan seperti itu. Jangan-jangan kau yg menabrakku tempo hari. Yang membuat buku-buku keluar dari kardus!" Mayura langsung marah-marah menuduh Kise.
"Heh? Menabrak? Kardus? Buku basah?" Kise mulai mengingat-ingat "Ehh? Jangan-jangan kau gadis yg ku tabrak kemarin-ssu" Kise langsung menunjuk muka Mayura yg kini sedang marah.
"Jadi kau yg menabrakku. Kau membuat buku-buku ku basah!" Mayura mulai mengomel.
"bukankah Mayuracchi sudah memaafkanku-ssu? Kemarin malam waktu aku bantu Mayuracchi mengatakan sudah memafkanku kan? "
"Helehh baiklah sudah lupakan saja." Mayura langsung pergi menghapus papan tulis.
"Mayuracchi masih marah-ssu? Bagaimana kalau aku mentraktirmu makan malam-ssu? Sebagai permintaan maaf ku"
"Tidak usah" Mayura masih sibuk menghapus papan tulis.
"Mayuracchi jangan marah-ssu!" tiba-tiba Kise mendekatkan wajahnya.
Mayura juga langsung kaget dan wajahnya otomatis memerah. Ia secara reflek mendorong Kise menjauh darinya.
"Jangan dekat-dekat!" Mayura sedikit berteriak.
"Tapi Mayuracchi masih marah kan?" Kise masih memasang wajah melas
"Ya ya. Baiklah aku terima makan malammu itu" akhirnya Mayura menerima undangan makan malam Kise.
"Baiklah-ssu." Kise langsung menampakkan senyuman manisnya.
(^.^ ) (^.^) ( ^.^)
See you next time.. See you in CHAPTER 2 :D
