Nouhime, Tenkai, Kennyo dan Yoshimoto sudah nge-show! Berikutnya siapa tuh?


Act 7 : Duo Gender detected!

Seseorang di sebelah Motochika, memberi tahu bahwa kini gilirannya. Sebut si 'Hentai'.

Hentai : " Oi, sekarang ini giliranmu, tuan Chosokabe! Malah bicara sembarangan. "

Motochika : *tertawa* " Kau kurang tegas dalam menenangkanku, tuan... "

Hentai : " O ya? " *mengarahkan senjata ke Motochika* " Begini kamu takut gak? "

Motochika : " Hah! Biasa aja... Kau memang lebih pantas disebut duo gender. "

Hentai : *terdiam* *berpikir dalam hati* " Jika si Motochika menyebarkan semua faktaku, reputasiku akan hancur untuk menjadi siswa populer... "

Motochika : " Ohayo Gozaimasu! Watashi wa namae Chosokabe Motochika yo! Panggil aja Motochika! I'm a sea devil of the west and surf is my favorite! "

Kenshin : " Wow, pernahkah kau mencari harta karun di atlantis? "

Motochika : " Hmmm... Sudah! " *menunjukkan salah satu harta atlantik miliknya*

Kenshin : " Wow! Kapan-kapan carikan untukku! "

Masamune : " Hebat, Motochika! Harta itu sangat bersinar... Tak salah aku memperkenalkan diriku padamu... "

Kennyo : " GOOOOLDEEEEEN! " *ngesot (?) ke tempat Motochika*

Motochika : *membakar Kennyo* " Kembali ke tempatmu dan jaga Yoshimoto temanmu itu! "

Kennyo terpental-pental ke tembok kelas bagian kiri, lalu ke bagian kanan, ke kiri lagi, kanan lagi, kiri, kanan! Kiri, kanan! Kiri, kanan! Bagai main karambol! Bagai pasukan pengibar bendera (kalau lagi bertugas) -_-

Kasuga : " Dia pasti K.O... " *melihat Kennyo yang ke kanan kiri melulu*

Fuuma hanya terheran-heran akan kejadian tak terduga ini.

Kennyo : *terpental dan kembali ke tempat duduknya* " Awh! "

Yukimura : " Chosokabe-dono memang sanggar! " *kagum*

Kenshin : " Oke anak-anak, lanjut! Sekarang bukan jam olahraga. "

Berikutnya adalah giliran si Hentai.

Hentai : " Ohayo Gozaimasu! Watashi wa Mouri Motonari! Leader of Aki. Hobi saya berjemur di atas sinar matahari dan.. " *omongan terputus*

Motochika : *nyolot* " Hobinya mengompol! Lihat saja nanti! "

Motonari : " Hei, Chosokabe! Jangan begitu! "

Motochika : " Biarin, itu memang faktanya, menurut buku Sengoku Basara pasal 57 ayat 2. " *Mana ada?*

Motonari : " Oi! Enough! "

Kenshin : " Mouri kun... Benarkah kau mengompol? "

Motochika : " Ya bu! Hampir setiap hari! Bahkan setiap satu jam, kamar mandi adalah hidupnya! "

Kenshin : " Saya gak nanya kamu, brengsek! "

Motochika : " Oh, oke... " *tertawa pelan*

Kenshin : " Nah, jadi... " *tatapan Deathglare ke Motonari* " Apa benar kau mengompol? "

Motonari : *tunduk lemas* " Benar... Tapi tidak setiap saat kok... Mungkin saja di sekolah ini, saya gak akan ngompol! "

Dan tiba-tiba, celana Motonari basah! Bisa dibilang : TOTAL!

Kenshin : *terkejut melihat celana Motonari* " Eh, bener tu? Coba liat deh, celana kamu... "

Motonari : " Apa sih maksud anda? Saya mencoba untuk menjelaskan kepada anda! "

Motochika : *menahan tawa* " Heheh... Eh... "

Motonari : *heran* " Apaan? "

Motochika : " Maaf tapi... Ada sesuatu yang... Janggal... "

Yukimura : *menyahut dari jauh* " Hah? Iya juga! Aku tak dapat... " *menahan tawa*

Motonari : " Apaan sih? " *mulai marah*

Semua siswa ikut heran. 10 detik kemudian...

Kasuga : *tertawa* " Oh My! Embarassing! "

Sasuke : *memuncratkan ludah* " Wuups! "

Motonari : *melihat celananya* " Waaa! Kok bisa begini? "

Kenshin : *geleng-geleng* " Ih, ih, ih! Siswa macam apa ini? "

Motonari : *malu* " Saya baru menyadarinya, Kenshin-sama... Jadi ini maksud anda? "

Kenshin : " Haik. " *membuang muka*

Motonari : *tatapan Deathglare 2x lipat ke Motochika* " Oi, ini semua karenamu! Jika kau tak bilang seperti itu, aku takkan seperti ini! "

Motochika : *terkejut* " Malah begitu... "

Motonari : " Oh... Jurus mabuk lautmu yang diam-diam itu yah? "

Motochika : " WHAAAT? "

Motonari : " Pasti! "

Motochika : " Apa maksud elo? Kalau ngomong jangan ngasal! Sundae! "

Motonari : *terkejut* *terdiam 3 detik* " Apa katamu? "

Motochika : " Itu karena tingkah lakumu yang sok kalem itu! "

Motonari : " Hello? Bukannya kamu yang ngasal? "

Motochika : " LOL... " *menahan tawa*

Kenshin : " Oi, u! Shut your mouth! "

Motochika and Motonari : *menunjuk satu sama lain* " Dia duluan! "

Masamune : *mengangkat tangan* " Saya tahu semuanya! "

Kenshin : " Yes? "

Masamune : " Yang mulai duluan adalah... Motonari! "

Motonari : " Jadi, kau membela Chosokabe? "

Masamune : " Kalau gak percaya, nih! Gue punya bukti! " *menunjukkan tape recorder*

Kennyo : " Jadi, yang melakukannya adalah... Tape recorder? "

Masamune : *menepuk jidat* " Bukan gitu maksudnya, bodooh! "

Kennyo : " Lantas apa itu? "

Masamune : " So, dengarkan yah! " *memainkan sebuah suara* *mengencangkan volume tape*

Kenshin : " Suara siapa itu? "

Tape itu mengulangi percakapan antara Motonari dan Motochika yang terakhir tadi.

Yukimura : " Iya! Aku percaya yang duluan Mouri-dono! "

Motonari : " Tak mungkin... Itu... "

Motochika : *mengernyitkan dahi* " Uh-huh? " *tersenyum evil*

Motonari : " Tapi- "

Kenshin : " Sudah cukup! Saya mendengar semuanyaaaa! "

Motochika : *menggoda Motonari* " Ha-hah! Motonari... Ha-hah! "

Motonari : " Shut up! "

Kenshin : " Motonari, sebelum kuhukum dua kali lipat, lebih baik ganti celanamu! "

Motonari : *mengeluarkan celana ganti* " Haik! " *mengambil langkah sampai depan pintu kelas*

Yukimura : " Oi, Mouri-dono! Kenapa kau malah diam disitu? "

Motonari : " Eh... Eh... " *terdiam 3 detik* " E, tooo... "

Masamune : " Hentai... "

Motonari : *tiba tiba teriak* " Dimana letak kamar mandi? "

Semua langsung gubrak karena tingkah aneh siswa yang satu ini.

Nouhime : " Dia memang anak mami... " *geleng-geleng*

Tenkai : " Kenapa kau sebut dia anak mami? Emang kamu tau dia masih ada ibu? "

Nouhime : *geram* " Tapi, lihat saja kelakuannya! Cemen, gak karuan! Kesimpulannya, dia anak Mami! " *menembak peluru pistol ke langit*

Kenshin : *berdehem* " Nouhime-chan... "

Nouhime : " Habis... "

Tenkai : " Tapi, apa kaitannya itu? "

Kali ini, Nouhime malah mencetarkan Bazooka.

Tenkai : *kena sedikit tembakan bazooka* " Ok... Terserah kau nak... "

Nouhime : " Apa? "

Tenkai : " Eh, tak ada... " *tertawa pelan*

Nouhime : " Sekali lagi... " *menyiapkan satu set granat* " Kulempar kau dengan granat! "

Tenkai : " Halah... "

Nouhime : " Hmph! "

Kenshin : " Dari sini lurus, habis tu, pusing kiri, ikut jalan koridornya, lalu pusing kanan, bila pertigaan dah nampak tu, pusing kiri, masuk terus... "

Masamune : " Omongannya anak Malaysia, ya kan, Kojuro? "

Kojuro : " Haik, Masamune-sama! "

Masamune : " Lah, lek ngono, ga repot ta? Soale lek nemen Malaysia, ora nghargai bahasa kita orang! "

Kojuro : " Masamune sendiri ngomong jawa... "

Masamune : " Is that problemo? "

Kojuro : " Sekarang ngomong intelek USA dan Spanyol... "

Masamune : " Hmph! "

Malah perasaan sejak awal sampai akhirnya juga, survey membuktikan 80% menggunakan bahasa Indonesia, 5% menggunakan Jepang, 10% menggunakan Inggris, 5% menggunakan bahasa lainnya. (Mungkin) Jadi, yang lebih dulu kurang menghargai Jepang adalah pengarang! Yey! (Malah bangga padahal salah -_-) Udh deh, lanjut gak papa, yang penting cerita bakal kelar!

Kenshin : " Dah paham, nak Mouri? "

Mouri padahal sudah dari tadi ke kamar mandi. Kasihan, si sensei dicuekkin. Sabar ya, sensei :D

Kenshin : " Mumpung Mouri ganti, kita lanjut ke yang belakangnya! "

Bagaimana kelanjutan ceritanya?

Continued to Act 8!