Di act sebelumnya, Kenshin dan Motochika berbicara sejenak sambil menikmati Oksigen yang masuk ke hidung... Dan terpotong dengan...


Act 9 : Yosh! Break time! » Chosokabe Motochika

Kring! Kring! Bel istirahat wes muni! Kenshin langsung ke ruang guru. Katanya sih, ada keperluan.

Kenshin : " Duluan ya, bajak laut... Ada urusan yang penting! " *jalan*

Motochika : " Oke, bye! "

Kenshin : " Hati-hati... "

Motochika langsung saja mengeluarkan jangkarnya. Buat apa tu, buat apa tu? Hahah!

Motochika : " Langsung saja, peseluncur jangkar tenar, si bajak laut Chosokabe Motochika! " *menaiki jangkar* " BERAKSII! "

Ternyata dia atlet peseluncur -_- Kojuro kebetulan sedang melihat pemandangan dari jendela. Sudah jelas, ada Motochika.

Kojuro : " WOOOW! Ku baru tahu Chosokabe-kun adalah atlet olahraga di bidang land surfing! "

Masamune : *ikut melihat* " Wow... Itu sangat keren. "

Sekarang, Motochika sedang melakukan salto dengan papan luncurnya! Lalu, dia berseluncur di batang pohon. Kojuro dan Masamune langsung wow, wow and wow?

Kojuro : " Kurasa kini namanya adalah Motochirica, Lihat saja! Seluncurnya bagai atlet america! "

Masamune : " Cukup soal nama atlet yang tak bermutu itu! Lebay deh... "

Kojuro : " Selain itu, masih ada lagi loh! Brazilina, terus Viva franciso, Alante mexico, Coco Australi... " *wes... Menjelek-jelekkan negara...*

Masamune : " Sudah kubilang cukup, Kojuro! "

Kojuro : " Namaste... " *mengacungkan jempol*

Masamune : " Sungguh... Basa apa iku le? "

Back to Motochika, kini dia mengelilingi bundaran air mancur! Pake ngepot lageeh...

Motochika : " Wooooo... Yeaah! Ini baru seluncuran Sea Devil! " *lompat dan membalik jangkarnya lalu kembali seluncur* " Ternyata berselancar di aspal enak juga dibanding di kayu kapal... " *Lebai.. Lebai...*

Tiba-tiba, ada halangan di depannya. Nouhime sedang memunculkan beberapa serangan, seperti bom, granat, pistol, bazooka. Waduh! Bahaya! Motochika tersenyum sarkastik dan siap-siap untuk menunjukkan triknya yang lain.

Nouhime : *main pistol* *bergaya sambil mengeluarkan senjata* " Haaaah! Kupu-kupu, pistol! Belalang, bazooka! Kupu-kupu, pistol! Kepik, granat! Lebah, granat bawah tanah! Scorpio, bom! Kulalang, eh... Belalang ndeng, bazooka! " *ya ampun... -_-*

Motochika : " Senjatanya lumayan juga, Nouhime-san! Tapi... Akan kuhindari! " *menghindari setiap serangan dengan sukses*

Langsung saja, Nouhime kagum karena setiap serangannya tidak mengenai Motochika! Padahal peluang untuk menghindari sangat tuiiiipissssss...

Nouhime : *takjub* " Wow... Kereen... "

Motochika sekarang berseluncur di lapangan mengikuti garis. Dia juga membentuk tulisan 'Freedom' dengan ujung jangkarnya yang tajam.

Motochika : " Kurasa, disini tempatnya sangat, sangat, sangaat... KEREEEN! "

Ya ampun, Aniki lebay banget ya? Kalau diliat pasukannya gimana tu...

Motochika : " Coba disana ah... " *pindah ke taman yang banyak pohon kayu bergetahnya*

Ternyata, sekolah ini punya banyak pohon kayu di sebelah lapangan. Disana juga ada pohon yang getahnya lengket kayak lem. Yang bahaya ni, kalau misalnya Motochika kena getahnya bro!

Motochika : *melewati tiap pohon* " I... Am... Sea DEVIL! Watch it... "

Owh, dia lupa di depannya juga ada pohon. Aduh, katanya sih, itu pohon yang getahnya busuk soalnya sudah berumur 1 abad. Itupun, Motochika gak tau-tau! Gawat, gawat, gawat!

Motochika : *kaget* " WHAAAT? " *kejeduk batang pohon*

Dan, nasibnya sudah ditentukan... Dia terkena getah pohon lengket ditambah kepalanya benjol kuning getool! Malangnya, itu adalah pohon gampang patah kayunya, namanya aja dah 1 abad... Tumbang deh! Terus Motochika penyet kayak akordion! Kasihan deh lu... Baru aja dibilang hati-hati sama Kenshin-sensei, dampaknya langsung muncul saat dia seluncur GJ...

Motochika : " Wow.. Nasibku malang sekali.. " *berjalan sempoyongan ke koridor kelas*

Motochika langsung disampar Keiji. Motochika kaget sampai-sampai benjolnya mengecil sedikit (?).

Keiji : " Oi, Motochika! "

Motochika : " Oh... Keiji-kun... Tosta? "

Keiji : *terkejut* " Ya ampun... Benjolanmu... Sangat langka! "

Motochika : " Langka? "

Keiji : " Ya iyalah! Biasanya warnanya merah... Ini, warnanya kuning! Hahah! Kereen! "

Motochika : " Ini kena getah kayu tau? "

Keiji : " Getah kayu? "

Motochika : " Iya! Terus, gue ketindas batangnya lagi! Lihat tubuh gue pada kusem! "

Keiji : " Makanya pake Vaseline! Biar kulit lebih cerah... "

Motochika : " Hahah.. Bualanmu itu bisa aja... "

Keiji : " Ya udah, gue ke kantin dulu yah! Mau ikut, Motochika? "

Motochika : " Ga usah gak papa kok... Gue mau istirahat. "

Keiji : " Ya wes... GWS bro! "

Keiji pergi langsung ke kantin. Motochika mengambil napas dan pasrah nunggu obat buat benjolannya.

Motochika : " Ano... Obat benjolan ada kagak? " *noleh kanan* " Kumohon... " *noleh kiri* " Perlu banget! "

Poor Motochika... Dia dicuekin. Motochika mengangkat kedua bahunya dan duduk di bangku dekat kelas.

Motochika : " Hiks... Kuharap ini cepat sembuh, kalau tidak, bisa aja gue kena benjol dalam sistem tubuh... " *memejamkan mata sejenak* *teriak keras* " HAAH! AKU BOSEN NUNGGU! "

Motochika kita skip dulu... Mari kita berdoa kepada Kami-sama biar ada obat benjolnya! Di act selanjutnya, kita akan membahas istirahat siswa lainnya!

Continued to Act 10!