Kreeek... (Dengan pede mengeluarkan pintu ke mana saja) Minna! Ohayo Gozaimas :) Sekarang, seluruh siswa JaNime HS akan tour Takeda! Keliling se-ko-lah... Dari sabang sekolah sampai merauke sekolah (emang ada? -_-) So, Stay tune on JaNime HS Act 12!
New features (emang upgrade aplikasi?) (khusus di act ini) :
- Ada penyorotan kamera! (Contoh : Kamera mengarah ke bla bla bla...)
- Kameramen juga menjadi narratornya!
- Author juga main di drama! (Readers : " Ya elah... Masa di cerita basara ada manusia lebai kayak kamu? " Author : " Cuman sebagian, tenang ajee. Gue kan, bukan wong narsis! ")
- Act ini terbagi lagi menjadi 12 bagian! (Readers : " Masa ada bagian terus di bagian lagi? Aneh deeh... " Author : " Biarin! Ini cerita gue dasaar bodoh! ")
- Ada bagian survey! (Readers : " Emang lu bisa survey? Ntar jadi cak lontong... " Author : " Bisa! Gue bisa bahkan lebih payah dari cak lontong! " Readers : " Sama aja itu... ")
- Behind the scenes pastinya :D... (next chapter released)
Oh iya! Twelve parts yang tadi dimaksud adalah :
1. Get-in segment
2. Shockly, Motochika is...
3. The Beginning of Tour
4. Regret and spirit
5. Finally...
6. Helper and regreter coming!
7. Canteen session
8. Bathroom session, Mouri's secret!
9. Library session
10. Science lab session
11. Secret room, King 'n Queen session!
12. EPILOGUEH!
So lets begin the story!
Act 12 : What the Hell! Takeda's tour class!
1. Get-in segment :
Kamera mengarah ke lapangan sekolah. Saat ini, Motochika, Kojuro dan Yoshimoto masih berada di lapangan, menunggu Masamune dan sandal.
Motochika : " MANA SIH, SANDAL GUEEH? " *teriak sampai-sampai burung kabur semua*
Author : *datang dengan santai* " Bukannya sandal kamu udah pergi... " *Motochika melempar Author dengan tangannya ke taman getah*
Motochika : " EMANGNYA SANDAL PUNYA KAKEEH? " *keluar asap*
Yoshimoto : " Hahah... Sabar, Motochika... " *menepuk pundak Motochika*
Kojuro : " Paling Masamune-sama masih main getah di taman... Terus lupa ama sandal kamu! "
Motochika : " Ya elaah... Itu gak lucu, Kojuro! Masalah besarnya, ini sudah bel masuk! Terus, gimana kalau si Masamune, taunya kagak ngembaliin sandalnya? "
Yoshimoto : " Hmmm... " *berpikir sejenak*
Motochika : " YA KAN? TERUS GUE JALAN PAKE APA? "
Yoshimoto : " Katanya kuat nyeker, eh taunye... "
Motochika : *tatap deathglare* " Kalau kena tata tertib alias tatib? "
Yoshimoto : *nyengir* " Bener juga ya... "
Kojuro : " Maaf ya, Chosokabe... Aku gak bisa lama-lama disini. Gue masuk dengan lari... " *langsung bablas* " GAYA ATLETIK BRAZILIA! "
Motochika : " Ano... Kau... Lebai... "
Yoshimoto : " Eh, Motochika? "
Motochika : " Hmmm? "
Yoshimoto : " Maaf, tapi.. Gue juga mau masuk kelas dulu! Ntar dimarahin lagi... Bai bai! Have fun wait! " *meninggalkan Motochika sendiri*
Motochika : " Loh... Kamu jangan ninggal juga! "
Yoshimoto : " MAAFIN AKU! "
Motochika : " Yah... Gue sendiri deh! " *duduk menunggu*
Motochika menunggu, menunggu dan menunggu... Menurutnya, itu luaaaaamaaaa...
Motochika : *menguap* " Hoooah... Si Dokuganryuu mana seh? Lama amet... "
Kamera menyorot ke taman bergetah. Yoshimoto melihat taman bergetah tersebut. Dia kan tak tau kalau Masamune sedang digendong sensei abal-abal saat ini.
Yoshimoto : *heran* " Mana Masamune-san ya? "
Author : *berdiri* " Ouch! Kakiku lagi sakit beratz! Terhempas-hempas ke rumput! "
Yoshimoto : " Loh... Author? Kok disini? "
Author : " Ya iyalah, gue kan dilempar ama Motochika! "
Yoshimoto : *geleng-geleng* " Cape deh seribu tempe lageeh... "
Author : " Tunggu... Kenapa kamu gak masuk kelas? Sekarang kan pelajaran... "
Yoshimoto : " Hmmm... Sebenarnya rencana gue mau sekalian nolong Author, tapi, gimana lagi, lu suruh gue ke kelas duluan... So, Bai-bai! "
Author : *kaget* " Eh, tunggu, whaat? Tolong gue, tolong guee! Lu kagak bilang dari tadi! "
Yoshimoto : " Maaf tapi lu telaat bro! Gue udah males! " *bablas*
Author : *nangis* " Sakit kaki aku... Hiks! "
Sekarang, kita lihat bagaimanakah kondisi kelas JaNime HS! Kamera menyorot bagian depan kelas. Yoshimoto yang baru sampai, langsung saja disambut oleh Kojuro. Oh, dan si author diam-diam berada di depan pintu kelas (cepet banget!)
Kojuro : " Looh? Masamune-sama kemana yah? "
Author : *ngelantur* " Masamune-sama lagi ke sisi-Nya... " *Kojuro langsung melempar Author ke langit ke-7* *Kamera langsung nyorot langit*
Kojuro : *Kamera dengan cepat kembali nyorot depan kelas* " AUTHOR NGELANTUR! Jadi, kemana Masamune-sama? "
Yoshimoto : " Tak tahu... Tak tahu, Kojuro! Tapi kayaknya, masih nyari sandal. "
Nagamasa : " Semuanya! Baris dulu! Sebelum kita ditegur guru! "
Kojuro : " Tapi, Masamune-sama belum ada! "
Yoshimoto : " Peduli amet sih, ama tuanmu! Dia masih nyariin sandalnya Chosokabe, tau! "
Nagamasa : " Gak usah tunggu-tungguan! Langsung bentuk barisan di koridor! Perintah dari Kenshin-sensei! "
Kojuro : " Kalo emang perintahnya, sekarang mana Kenshin-sensei? Gak ada kan? " *menunjuk depan kelas*
Nagamasa : " Yaah... Kan cuma dikasih tau, masa' Kenshin-sensei ada disini juga? Paling-paling sensei nya ganti... "
Kojuro : *kaget* " Whaaaat? Sensei ganti baju? Kan baru pagi ini dipake baju nya, masa' langsung berganti pakaian kan, aneh? "
Nagamasa : " BUKAAAN BEGITUUUU! " *menonjok Kojuro ke tembok* *membuang muka* " Dah, dah! Gak usah diurus tuh... Cepet, baris! " *keluar*
Hampir semua siswa terpaksa mengikuti perintah si mantan wakil kelas ini. Nah, Yukimura menempati barisan yang paling depan.
Nagamasa : " SIAAAAP... GRAK! "
Yukimura : *teriak* " UWOOOOH... SIAP! "
Nagamasa : " LENCANG DEPAN... GRAK! "
Semua siswa lencang depan. Yukimura yang paling semangat diantara siswa lainnya, padahal harusnya yang paling depan gak usah lencang depan -_-.
Yukimura : " LENCAAAANG DUEEEEPAAAAAN! "
Sasuke yang tepat dibelakang Yukimura langsung mencoba untuk mengingatkan.
Sasuke : " Ano... Taichou... Yang paling depan gak usah lencang depan. "
Yukimura : *teriak* " UWOOOH! GAK USAAAH! " *kembali tegak*
Sasuke : " Yah... Gak teriak gitu juga kaleek ndor... "
Author : *tiba-tiba di depan kelas* " Minna-san... Lencang kiri juga doong! " *mengambil alih pasukan tanpa ijin*
Yukimura : *teriak* " LENCAAANG KIRIIII! "
Sasuke : *menurunkan tubuh* " Ya elaah... Teriak lagi... "
Author : *tertawa* " Bagus! Semua ikut perintah! "
Nagamasa : *menonjok Author 20 kali* " Elu bisa diam gak? Gue komandannya! Jangan ikut! " *saat pukulan terakhir, Author terpental-pental agak jauh*
Kojuro : *melihat Author* " Woow... Jaraknya jauh jugaa... "
Nagamasa : *berdehem* " TEGAAAAK, GRAK! SEMUANYA, MASUUUUK! "
Semua siswa tegak. Dan kemudian, Yukimura langsung memasuki kelas. Disusul oleh pengantri lainnya dan Nagamasa sendiri menuju kelas.
Kojuro : *dalam hati* " Masamune-sama... Sebenarnya anda nyari dimana sih? Lama bangeeet... Si Chosokabe juga kagak balik, lagi! "
Yoshimoto : *dalam hati* " Motochika... Balik doong! Mungkin sensei memaafkanmu! "
Kamera menyorot kelas dari arah depan. Tiba-tiba, author masuk kelas lewat jendela yang bolong tadi.
Author : *duduk di bangku terbelakang* " Akhirnya gue masuk... "
Untungnya, keadaan author tidak disadari siswa lainnya. Nah, sementara itu... Kasuga, Sasuke dan Fuuma rapat ninja seperti biasa. Kali ini kita akan menguping bahasan mereka (kamera langsung menyorot Kasuga dan kawan-kawan).
Sasuke : " Kasuga-chan. Bagaimana pendapat anda mengenai shuriken emas yang sedang langka itu? "
Kasuga : " Maksud kamu... Shuriken emas di Kyushu itu? Yang harganya 2 juta yen kan? Itu sangat nge-hiiitzzz... "
Fuuma menulis : 'Shuriken itu mah, mau dibeliin sama tuan rumah aku.'
Kasuga : *kagum* " Ciyus? Tuan rumah lu yang udah kakek-kakek itu? Hebat! " *tepuk tangan*
Fuuma menulis : 'Tapi katanya, gue harus diterima dulu sama seorang boss, namanya Matsunaga Hisahide.'
Kasuga and Sasuke : *kaget* " WHAAAT? "
Fuuma menulis : 'Tapi, pengumumannya nanti lusa. Gue harus bisa! Doain yah!'
Kasuga : " Beliin kami juga dong... " *memelas*
Sasuke : *menampar Kasuga* " Gak usah lebay ndoro! "
Kasuga : " BTW... Matsunaga itu... Yang bisa ngeluarin api di tangannya dengan sekali jentikan jari kan? "
Sasuke : " Yang bajunya hitam putih kuning kan? "
Kasuga : " Kenapa yang kau bilang warna bajunya? "
Fuuma menulis : 'Kalian benar banget! Amazing tau!'
Kasuga : " Enak jadi kamu... "
Fuuma menulis : 'Sabar, Kasuga-chaan... Ntar lu bakal dapet kesempatan itu kok.'
Sasuke : " Kamu bisa bilang begitu, dengan mudahnya... Tapi kami gak selihai kamu, tau! "
Kasuga : " Iya, Fuuma! Ajarin kami! "
Fuuma menulis : 'Hahah... Gimana yah? Kapan-kapan aja yah! Soalnya gue sibuk minggu ini.'
Sasuke : " Ya sudah! Kita ganti topik. Jangan bahas shuriken emas itu lagi! Okeh? "
Kasuga : " Kalian sudah tau belum, nanti Kenshin-sama bakal piknik sama aku di... " *omongan terputus*
Sasuke : " MEMANG GANTI TOPIK, TAPI... JANGAN NGOMONGIN DI LUAR TEMA NINJA! " *menendang Kasuga*
Kasuga : " Aakh... Oke... "
Stop soal mereka bertiga. Fuuma memang hebat ya!
Readers : " Stop! Katanya ganti topik! " *membakar tangan Author yang putih (Readers : " Apanya yang putih? ") sampai hangus*
Author : *meniup tangannya* " Oke nak! Kita serius sekarang! "
Kamera menyorot belakang kelas, tepatnya di bangku Nagamasa dan Oichi... Dan author ikut nguping!
Nagamasa : " Ichi! Kira-kira nanti diajarin sapa yah? "
Oichi : " Ichi tak tahu... Mungkin Shingen-sensei yah? "
Nagamasa : " Shingen? Dia sensei disini kah? "
Oichi : " Mungkin... "
Nagamasa : " Kalau gitu, kelasnya bakal kacau, Ichi! Ntar si wakil kelas teriak-teriak GaJe sama sang Oyakata dan kelas akan tambah ribut! Lalu, kita semua bakal kena TAAAA... TIIIIB! "
Oichi : " Hahaha... Klan Takeda memang lebay semua... Kecuali Sasuke. Dia yang keren diantara Takeda lainnya... " *senyum*
Author : " Kalian itu... Sasuke juga lebai tau! Dia kalau di rumah suka narsis, terus di upload ke Instagram plus Twitter plus Facebook dan lainnya! Lagi nih... Sasuke suka minum kuah ramen pedes sampe 10 mangkok yang volumenya 5 liter! "
Oichi : " Oh, begitu kah? Sasuke memiliki rahasia segitunya? "
Nagamsa : " Hebat ya! Dia gak kepedesan sampai segitu... "
Sasuke : *yang ternyata mendengar ocehan langsung datang* " Kamu jahat... Jangan bilang rahasiaku! " *smack-down author ke lantai belakang kelas*
Author : *pegel* " GPU, please? Gue pingin digosok, dipijat dan diurut sekarang juga... "
Nagamasa : " Ano, sampai mana tadi? Oh iya! " *berdehem* " Tapi, soalnya pengunduran ku dari jabatan wakil kelas... Gue memang ikhlas kok! Gue memang memasrahkannya kepada si anak Oyakata cemen itu! "
Oichi : *terharu* " Sungguh? Nagamasa... Sama! " *memeluk Nagamasa erat*
Nagamasa : " Ichi... " *mengelus rambut Oichi*
Author : *merangkak ke bangku Nagamasa dan Oichi* *terbata-bata* " Roman... Tika... Nomor... Satu... Mulai... " *memainkan biola kecil tuan krab*
Nagamasa : " Author Dissa... CUKUP SUDAAH! " *melempar Author ke belakang bangku Nagamasa*
Oichi : *kagum* " Woow... Nagamasa-sama keren kalau ngelempar! "
Nagamasa : " Ayo, lanjutkan... " *mengelus rambut Oichi*
Oichi : " Nagamasa-sama! " *memeluk Nagamasa erat*
Nah, bagian romantisnya mulai lagi nih... Author hanya bisa terdiam dan menyesal. Katanya sih, author pengen punya pacar seperti Nagamasa...
Readers : " HELLOOOW? Appearance aja jelek, mana bisa punya pacar kayak Nagamasa? "
Author : " Namanya aja mimpi... " *melet*
5 menit kemudian, seseorang berambut merah besar, berotot serta ketat itu datang bersama Masamune ke kelas (kamera menyorot depan kelas). Tentu saja, Masamune masih berada dalam posisi tergendong yang sangat tak nyaman.
Shingen : *teriak* " OHAYO GOZAIMASUUUU! MINNAAAA! "
Masamune : *hanyut* " Haaah... Capek... "
Shingen : *menurunkan Masamune* " Silahkan duduk Masamune... "
Masamune : " Arrigatou, sensei... " *jalan lesu ke bangkunya*
Yukimura baru menyadari keadaan sang Oyakata alias Lord Shingen.
Yukimura : *kaget* " OYAKATA-SAMAAA?! "
Nagamasa : " Kan, sudah kuduga kejadiannya akan dimulai seperti ini... "
Oichi : *tertawa* " Dramanya mulai! "
Shingen : " YUKIMURA! Mulai hari ini, saya akan menjadi sensei bagimu di JaNime HS ini! Tetap semangat! Jangan menyerah untuk berkembang! "
Yukimura : *terharu deh...* " Haik! Oyakata-sama! Arrigatou! " *teriak* " OYAKATA-SAMA! "
Shingen : " YUUKIMUUUURAAAAA! "
Yukimura : " OYAAAKATTA-SAMMMAAAAA! "
Author : *nyahut* " SHINGENMURAAAAAA! "
Shingen & Yukimura : " AUTHOR DISSAAAAAA! "
Author : " SHINGENMURAAAAAA! "
Shingen & Yukimura : " AUTHOR DISSSAAAAA! "
Sasuke : " Sejak kapan Author ikut-ikutan gila seperti ini? "
Author : " SHINGENMURAAAAA! "
Mereka menyahut terus sampai akhir hayat (kecuali Sasuke). Karena kameramen pusing menyorotnya, kamera langsung saja menyorot ke arah bangku Masamune dan Kojuro.
Kojuro : " Kenapa, authornya makin lebai saja... "
Masamune : " Oi, Kojuro! " *duduk*
Kojuro : " Loh, Masamune sama? Dimana alias kemana si Chosokabe? Apa dia pingsan? "
Masamune : *memukul meja* " Semua ini salahnya tuan Yukimura yang over itu! "
Kojuro : " Napa? "
Masamune : " Coba bayangkan... Aku dibawa gendong ke ruang guru buat ngambil tepak tulis. Tapi ternyata, sensei harus beli board marker di toko sebelah! Aku digendong tauuk, kesana! Terus akhirnya bablas kesini dengan kondisi capek bin lemes... "
Kojuro : " What the... Hell? "
Masamune : " Udah tau si Motochika nungguin, dia malah narik tangan lalu gendong gue ke dua ruang itu, baru ke kelas ini! " *memijat lengan kanannya*
Kojuro : *terkejut* " Jadi saat ini... Motochika masih nunggu di lapangan? "
Masamune : " Iya! Lah, nanti takutnya Motochika dihukum abis-abisan ama Oyakata... Sifatnya aja udah ribut dan gokil! Gimana dia ngurus si Motochika yang padahal gak bersalah itu, coba? " *ganti pijat lengan kiri*
Kojuro : " Ya ampun... Kasihan... "
Masamune : " Makanya itu! BAKA! SENSEI BAKA-YARRO! " *membaringkan kepalanya di atas meja*
Kojuro : " Sabar, Masamune-sama... Aku tau itu bukan salah anda... "
Masamune : " Bukan gue yang harusnya disuruh sabar, Kojuro! Justru si Motochika itu! "
Kojuro : " Oh iya, ya... " *nyengir*
Masamune : *mengambil napas* " Pokoknya kalau sampai si Motochika itu dihukum, gue yang akan memarahi si Shingen-sensei! Dia yang nyuruh gue ninggalin tugas! "
Kojuro : " Setuju! "
Masamune : *dalam hati* " Dan takutnya... Kalau itu memberi efek yang besar pada Motochika... Sekarang kan udah siang... "
2. Shockly, Motochika is... :
Kamera menyorot sepanjang jalan menuju taman bergetah. Motochika akhirnya memaksakan diri untuk kembali berseluncur di taman pohon bergetah itu. Ya ampun, sabar ya, Motochika... Jangan menyerah! :)
Motochika : " Haah... Masamune! Nanti akan kuhajar kau! " *ke taman*
Sesampai di taman, dia mencari sandalnya. Untung, Masamune sudah memindahnya di tempat yang lebih dekat.
Motochika : " Ah, itu dia! " *berseluncur ke tempat sandal* " Syukurlah... Sandal ini ketemu... " *terharu*
Motochika mengambil sandal itu dan membawanya dengan tangan kirinya. Tentu saja, lengket!
Motochika : " Iwh! Getah memang sangat lengket. "
Langsung saja, Motochika berseluncur dengan jangkarnya. Dia kali ini menggerakkannya dengan satu tangan saja.
Motochika : " Awas kau! Gue akhirnya harus terkena getah pohon... " *pergi ke kerannya selang dekat taman* " Dan harus mencucinya... "
Motochika tak sengaja melempar jangkarnya kira-kira tertancap 30 cm di belakangnya.
Motochika : " Ya ampun... Gara-gara pake 1 tangan jadi susah... " *menangis derita* " Sialan! " *masih mencuci* " Kapan ini akan selesai? Gue kesusahaaaan! " *teriak*
Sementara itu, di kelas...
Shingen : " Sebelum kita mulai... Mari saya hitung siswa-siswi nya! Tadi katanya Kenshin-sensei ada 17 kan? "
Masamune : *menelan ludah* *dalam hati* " Gawat! Motochika akan tak terhitung kalau begini... Dan bisa saja, Sensei akan mengamuk, lalu Motochika tak dibiarkan ikut pelajaran! "
Author : " Bukan, Shingen-sensei! Ada 18! "
Nagamasa : " Jiaah... Dia bo'ong, sensei! Dia cuma sebagai penganggu disini! "
Author : " Tapi, tapi, tapi... "
Nagamasa : " TIADA TAPIII! " *lagi-lagi, Author dilempar ke taman bergetah*
Shingen : " Nah, berarti 17 kan? "
Author : *menjerit dari jauh* " SAKIIT KAKI AUTHOR! HIIKS! PERIIH KAKI AUTHOR! "
Nagamasa : *teriak* " Rasain! Jangan harap lu kembali! Kalau kembali... " *menajamkan obrolan setajam... Silet* " Elu kutusuk tusuk jadi dango daging... "
Keiji : " Woow... Dango... " *kagum-kagum*
Author : " Kamu ternyata jahaat! Kita putus! "
Nagamasa : " Ya elah, sejak kapan lu kujadikan pacar kesayangan gue? Pacar gue kan, Ichi. "
Oichi : " Tentu saja, Nagamasa-sama... " *senyum*
Author : *fall* *nyanyi lagu J-Rocks - Fallin In Love parodi* " I am fallin in dark... I'm fallin in dark with you! "
Shingen : " Ya sudah! Sekarang, hitung mulai dari depan pojok kiri! Oh, sekalian sebut panggilan kalian. Sekarang! "
Kamera menyorot tiap siswa yang memperkenalkan diri (jadinya bergilir).
Nouhime : " Watashi wa ichi! Nouhime-desu! " *hormat*
Tenkai : *berbisik* " Kenapa pake watashi wa segala? "
Nouhime : " Ntar dikira manggil nama Oichi-sama lagi? "
Tenkai : " Bukannya kalau ditambah watashi wa, malah lebih ke perkenalan lagi tu? "
Oichi : *nyahut* " Ada apa, Nouhime-san? Kok manggil? "
Tenkai : " Tuuh kan?! "
Nouhime : " Iya juga... Tapi, ancen kepepet kejadiannya! Gue nomor satu sih... "
Shingen : " Kenapa bisik bisik? Nama elu Nouhime kan? "
Nouhime : *menampar Tenkai* " Tuh kan! Sensei aja tau! " *menjawab sensei* " HAIK! "
Tenkai : " Terserah mu... Nii! Tenkai-des! " *tertawa sendiri*
Shingen : " Gak pake ketawa! Bisik-bisik, ketawa lagi! " *tatap seram*
Tenkai : *hormat* " Haik! Wakai masta! "
Kennyo : " San! Kennyo-des! " *hormat*
Shingen : " Wow... Lu kaya yah? "
Kennyo : " Kok tau? " *gombal -_-*
Shingen : " Beliin Mercedes dong... "
Kennyo : " Kukira apaan! " *kesal*
Shingen : " Ya, ya bercanda... Lanjut! "
Yoshimoto : " Shi! Yoshimoto-des! "
Motonari : " Go! Mouri Motonari! "
Shingen : " Gue cuma minta panggilan kok... "
Motonari : " Owh... Saya biasa dipanggil Motonari, Shingen-sensei! "
Yoshimoto : *dalam hati* " Motochika... Kalau ada kamu, lu pasti teriak 'DASAR POLOS!'. Tapi... Kamu kemana, Motochika? "
Shingen : " Kamu polos dan lugu yaah... " *mengelus dagu Motonari*
Nouhime : " Dia kayak daruma, sensei! " *tertawa*
Motonari : *teriak* " GUE BUKAN CEWEK DARUMA! "
Shingen : " Yeee... Cuma digituin kagak boleh... "
Matsu : " Roku! Watashi wa Matsu-desu! "
Toshiie : " Shinchi! Toshiie-desu! "
Masamune : *dalam hati* " Motochika... Kamu kemana aja sih? Aku khawatir lu bakal dihukum! Cepatan! " *menahan rasa sedih*
Kamera akhirnya nge zoom in dan zoom out berkali-kali saat tiba di adegan ini.
Yukimura : " OYAKATA-SAMA! SAYA YANG KEDELAPAAAAN! HACHIIII! " *teriak GaJe*
Shingen : *teriak pula* " SAYA TAU KAU YANG KEDELAPAN, YUKIMURAAAA! "
Sasuke : *geleng-geleng* " Lebai lu, taichou... "
Yukimura : *teriak* " OYAAKATTAAA-SAMAA! "
Shingen : *menonjok Yukimura* " BAKAAA! "
Yukimura menempel di tembok belakang kelas. Semuanya langsung takjub karena tonjokkan amazing sang Oyakata.
Tenkai : " Kalau secara mental... Si Oyakata hebat juga! " *tepuk tangan*
Nouhime : " Lebay tapi kuat, itulah Takeda... "
Semua siswa ikut tepuk tangan disana.
Yukimura : " Oyakata-sama! " *kembali ke bangku*
Shingen : " Baik, berikutnya! "
Back to Motochika. Kamera menyorot dari samping kiri, kameramen menyorot Motochika. Motochika baru saja selesai mencuci sandalnya. Dan sekarang, dia hanya perlu melakukan satu hal lagi, mengambil jangkarnya!
Motochika : *mengatur nafas* " Waah! Gue telat banget... Tapi... Hanya tinggal mengambil jangkar gue... Tugas sudah selesai... Syukurlah... "
Author : *menghampiri Motochika* " Hai, Motochika! Kok masih disini? "
Motochika : *kaget* " Author Dissa... Liat nih! Sandal gue kan habis kena getaah... "
Author : *kitty eyes* " Kaasiihaan... Deeh looo.. "
Motochika : *menahan tangis* " Ternyata kamu mengerti perasaan ku, Author... "
Author : " Gue gitu deeh! " *nunjukkin giginya di depan kamera*
Motochika : " Hmmm... Tapi... " *menonjok Author masuk kelas lewat jendela bolong* " JANGAN SEMPATIN NARSIS ELU! "
Author : *menjerit dari jauh* " JAHAAAT! ELU JAHAAAT! "
Back to drama scenario... Motochika memakai sandalnya dulu. Lalu, dia jalan lesu mengambil jangkarnya. Sesampai disana, dia jongkok sambil memegang jangkarnya... Entah kenapa, Dia terlihat sangat capek...
Motochika : " Kayaknya... Aku lemes banget... Tapi apa benar... Tubuh ini tak tahan lagi? " *mencabut jangkar yang menancap* " Apa gara-gara author tadi ya? Tapi kayaknya bukan deeh... Soalnya sudah sejak tadi... "
Tiba-tiba, rasanya jangkar itu agak berat! Motochika terjatuh dari jarak yang agak jauh! Bagian tubuhnya hampir seluruhnya kena getah... Terus, kepalanya pusing!
Motochika : *memegang kepalanya* " Ya ampun... Pusing berat... Padahal... Sedikit lagi... Aku... Akan bebas... " *berdiri*
Secara tiba-tiba... Dia jalan lemas tak tahu arah! Gimana kalau nanti dia kena sesuatu lalu jatuh?
Motochika : " Tapi kenapa... Aku... " *kaget* " Akh! " *terjeduk pohon*
Dia pingsan disana. Ya ampun, kasihan banget Motochika :'( padahal, harusnya dia ada di kelas. Tapi ini semua karena sang Oyakata... Sabar ya... Daripada nungguin, kita back to class yuu! Ingat, sekarang kamera menyorot Nagamasa.
Nagamasa : " JuuRoku! Nagamasa-desu! " *hormat*
Tiba-tiba, author terjatuh di bangku belakang kelas (lanjutan yang tadi).
Author : *menjerit dari jauh* " JAHAAAT! ELU JAHAAAT! "
Nagamasa : *geram* " KAMUUU... LEBIH JAHAAAAAAAAAT! " *melempar author keluar dari jendela bolong entah kemana*
Author : *menjerit* " Kasihan diriku! Aku dilempar teruus dari tadi! "
Nagamasa : " Kasihaan... "
Tiba-tiba, Shingen-sensei menatap tajam mata Nagamasa.
Shingen : " Kamu yang terakhir ya? "
Nagamasa : " Sepertinya... Haik! " *hormat lagi*
Shingen : *teriak* " Mana yang satunya? Harusnya ada tujuh belas, kan?! "
Nagamasa : *menghitung siswa* " Oh iya! Aku tak melihat sosok bajak laut itu! "
Oichi : *khawatir* " Kemana dia, Nagamasa-sama? Ichi... Takut... "
Nagamasa : " Aku juga gak tau... Jangan jangan... Dia... " *muka ketakutan* " UDAH JADI YANG GENTAYANGAN ITU! HIIIH... "
Oichi : " Masa' sih? " *tambah merinding*
Nagamasa : " Lah lantas apa lagi alasannya? "
Shingen : " Haah... CUKUP! Murid seperti dia akan segera kuhukum! Gak akan kuampuni! " *memukul papan tulis, untung gak jebol...*
Oichi dan Nagamasa : *kaget dan takjub* " Wow... Sensei bisa memukul papan sekeras itu... "
Sasuke : *nyahut* " Biasa, kalau di rumah aja, bisa mukul Yukimura sampai ketatap kayu. Terus, kalau gak ada makanan mukul kotatsu! Bahkan pohon berduri sekalipun... Oyakata-sama tak bergeming sedikit pun... "
Oichi : *takjub* " Wadaaaw... "
Nagamasa : *takjub* " Aku makin terpukau... "
Masamune : *dalam hati* " Ya ampun Motochika... Kamu kenapa? Kenapa gak balik-balik? "
3. The Beginning of Tour :
Kamera menyorot depan kelas...
Shingen : " Ya sudah... Gimana kalau kita jalan keliling sekolah? Daripada stress? "
Yoshimoto : " Ya wellah... Gue baru aja keliling satu sekolah bareng temen saya! "
Kennyo : " Hah? Emang bareng sapa? Kayaknya seru! " *penasaran*
Yoshimoto : *kaget* " A-Ano... "
Kennyo : *menoleh heran* " Memang kamu kenapa, Yoshimoto, my pren? "
Yoshimoto : " Hah... Gak papa kok... "
Kennyo : *dalam hati* " Memangnya aku salah pertanyaan, yah? "
Shingen : " Sudah! Semuanya bentuk barisan disini! 4 kali 4! "
Masamune : " Wow... Apa anda serius, Shingen-sensei? "
Shingen : " CEPETAAAN! Tujuan pertama kita taman pohon bergetah loh! Rugi gak kesana! "
Masamune and Yoshimoto : " Taman pohon yang bergetah? Bagus! " *mengacungkan jempol*
Kennyo : " Kalian napa sih? Aneh... "
Kojuro : " Oi, Kennyo! Soalnya ada kejadian unik di taman bergetah itu! "
Masamune dan Yoshimoto segera mengambil tempat terdepan. Mereka kayak pengen cepat-cepat ke taman pohon bergetah itu! Kennyo dan Kojuro (jangan lupakan kameramen) tinggal ikut disamping mereka...
Kennyo : " Kalian emank sudah kenalan sama taman pohon bergetah? Kok aku gak diajak? " *kenalan?*
Masamune : " Kenalan? Cih! Gak nge-hitz! Nanti lu bakal tau deh, kami mau apa kesana... Harus keburu, tauk! "
Yoshimoto : " Jangan cerewet! Penting! " *dalam hati* " Motochika... Kami akan segera kesana untuk mencarimu! "
Kennyo : " Penting emang penting... Tapi napa? " *garuk-garuk kepala*
Kojuro : " Oh, aku tahu, aku tahu! "
Yoshimoto, Masamune, Kennyo : " Ada apa lagi, My sweetie Katakura Kojuro? Sesuatu?! "
Kojuro : " Kalian berdua mau cepet-cepetan ke taman pohon bergetah biar jadi atlet balapan kan? Menyalip rekor si pelari Brazil! " *tepuk tangan*
Masamune : *menonjok Kojuro* " Apaan sih, maksud loh? GaJe deh... "
Yoshimoto : *nonjok Kojuro pula* " Jangan aneh-aneh... PEN-TING! "
Kennyo : *cuma ikut nonjok* " Yang jelas mereka gak bakal jadi atlet! "
Kojuro : " Heheh... " *nyengir* " Gue salah bicara lagi yah... " *dalam hati* " Masamune-sama... Sukses dalam mencari ya! "
Shingen : " Yang lain, cepet bikin barisan! "
Jadi, begini susunannya :
1 : Kojuro-Masamune-Yoshimoto-Kennyo
2 : Keiji-Toshiie-Matsu-Yukimura
3 : Oichi-Nagamasa-Tenkai-Nouhime
4 : Kasuga-Fuuma-Sasuke-Motonari
Depan sendiri Lord Shingen lah yaw... :D
Shingen : " Sudah siap semua? "
Yukimura : *teriak* " SAYA SELALU SIAAAAP! "
Shingen : " Ayo berangkaat! " *jalan*
Semua mengikuti Lord Shingen ke taman pohon bergetah terlebih dahulu. Sesampai disana...
Shingen : " Nah... Kita telah sampai di... " *omongan terputus*
Tentu saja, Masamune dan Yoshimoto langsung mencari Motochika bareng-bareng. Kennyo hanya diam tak tau apapun. Sedangkan Kojuro, melakukan meditasi biar Motochika cepet ketemu (?).
Kojuro : " Hoop! ichi... nii... san... shi... " *meditasi gerakan para ahli! :o*
Masamune : " MOTOCHIKAAAA! " *teriak*
Yoshimoto : " Dimana kamu? " *teriak*
Yukimura : *heran* " Hah? Masamune-dono wa... Imagawa-dono? Mau ngapain yah? Kenapa teriakin nama Motochika disini? "
Kojuro : *ganti gerakan* " go... roku... nana... hachi... "
Kennyo : " Mereka berdua heboh dari tadi... My pren alias Yoshimoto! Ada gerangan apa dia? "
Yukimura : " Hmmm... " *ikut Shingen-sensei*
Shingen : " Nah... Yang ini baru tumbuh loh! Panjangnya udah 1 meter! Keren dan nge-hitz kan?" *tepuk tangan*
Sasuke : *cuma ikut* *dalam hati* " Yeee... Udah biasa aja kaleek... "
Author : *datang tiba-tiba* " Hei, hei! Domou... "
Shingen : " Loh, author? "
Author : " Heheeh~ ada apa disini? "
Sasuke : " Lihat doong! Kita ini sedang bernapas! "
Author : " Ya elaah... Aku tau kalau kita bernapas! Emang kalo nanya kagak boleh ya? "
Sasuke : " Habis, elu ribut! "
Author : " Hiiks... Masa' aku ribut sih? "
Tiba-tiba, suara teriakan terdengar keras... Kamera langsung menyorot ke daerah taman bergetah yang kosong.
Yoshimoto : *teriak* " OI, BAJAK LAUUUT! "
Kamera kembali menyorot rombongan.
Nagamasa : " Hah? Kenapa dari tadi... Mereka berdua nyebut nama Motochika yah? "
Oichi : " Jangan jangan... Ada roh buyutnya Motochika disini... "
Author mengagetkan Oichi dengan suaranya.
Author : *meniru tawa kuntilanak* " Hihihi! Elu bakal habis disini! "
Oichi : *ketakutan* " Kyaaah~! Ichi takuut... "
Nagamasa : " Hush! Jangan ngawut, Ichi! Mana ada roh gentayangan siang bolong? " *nunjuk Author sadis* " Kamu juga! Dari tadi bikin kami tersiksa mulu! "
Author : " Katanya dia roh sih... Gue kan, niru suaranya? "
Oichi : " Tapi suara kamu bukannya kuntilanak, malah jadi kuman punya anak... "
Author : *deathglare* " What the? "
Oichi : *tertawa pelan* " Becanda thor Dissa... "
Nagamasa : *dalam hati* " Awas lu, Author... "
Shingen : " Yukimura! Lakukan trik apimu itu! Bakar helaian ini! "
Yukimura : *hormat* " Haik! " *membakar suatu helaian*
Tibanya, batang pohon disana mulai muncul api-apinya. Semua yang disana takjub dan bertanya-tanya, terutama Yukimura sendiri.
Yukimura : " UWOOOH! INI KEREN, OYAKATA-SAMA! DARI MANA ANDA TAU SOAL INI? INI BAKAL MASUK PLANT TTWW! " *-_-*
Shingen : " Saya kan sebagai guru lama disini! So, gue tau dong! Everything in this school... I know! "
Author : *sarkastik* " Terus, kamu tau gak, pohon ini punya berapa molekul? Tau gak, berapa detik pohon ini bikin oksigen? "
Shingen : *nyengir* " Gue gak tau kalau itu... "
Author : " Hahaaah! Gak tau semuanya gitu! "
Shingen : " Maksudnya... Hampir semua... "
Sasuke : " Oyakata-sama sok tau! Oyakata-sama sok tau! " *tertawa*
Shingen : *muka kebakar* " DIAAM... "
Sasuke : *mundur perlahan* " Gomen... Nasai... Oyakata-sa... " *keinjak bekas api* " Kok rasanya aneh ya? "
Semua yang ada disitu langsung menghindari Sasuke saat melihat bagian kaki.
Yukimura : " Sasuke-dono! " *ketakutan*
Sasuke : " Looh? Kok semua menjauh gitu sih? Gue kan, cuma mundur? "
Yukimura : " Tolong... Basahkan kakimu dulu... "
Sasuke : *muka heran* " Heh? Maksud? " *melihat kakinya yang terkena api besar* *menjerit histeris gitu* " KYAAAH! BESAAARNYAAAA! "
Matsu dan Toshiie datang-datang sambil mengulur selang air.
Matsu : *niru suara sirene* " Nii-noo-nii-noo... "
Toshiie : " Pertolongan pertama! Kami dataang! "
Yukimura : " Toshiie! Matsu! Hayaku gozaru! "
Toshiie dan Matsu mengangguk satu sama lain, lalu dengan cepat menyiramkan air ke arah kaki Sasuke yang hampir gosong sepatunya... O iya, yang nyalain kerannya Keiji dari jauh...
Keiji : " Udah beloom? "
Matsu : " Sebentar lagi, Keiji! "
Sasuke : *menjerit* " Kyaah! Cepet, cepeet! "
Beberapa saat kemudian, akhirnya kaki Sasuke berhasil bebas dari api.
Keiji : " Aku matikan yaah! " *mematikan keran*
Toshiie : *bernapas lega* " Akhirnya selesai... "
Matsu : " Bagaimana, Sasuke? "
Sasuke : *duduk lemas* " Hiiks! Kaki gue kagak indah lagi! "
Author : " Jiiah! Lebai elu! Napa kaki disayangkan segala? "
Sasuke : " Ya iyalah! Kaki gue kan, buat jalan cepet! Entar gue gak jago! " *geram*
Author : *tertawa* " Ya udaah... Cepet sembuh... Ya? "
Yukimura : *menepuk pundak Sasuke* " Sabar ya, Sasuke-dono! Gak usah peduliin tu, Author! Entar kaki Sasuke-dono ada penggantinya, kok! "
Sasuke : " Heheeh... Arrigatou, taichou... "
Kamera menyorot ke arah Masamune dan Yoshimoto yang sedang jalan. Motochika masih pingsan. Namun, jarak antara Motochika dan Masamune-Yoshimoto sudah dekat.
Masamune : " Sepertinya, dia di sekitar sini! "
Yoshimoto : *teriak lagi* " OOOOIIII! "
Masamune : " CHOOOSOKABEEEE! "
Yoshimoto : " Nyahut donk! Kami ada disini! "
Masamune : " Where are you? Don't play here! "
Lalu, Masamune menghentikan langkahnya di depan sebuah pohon bergetah yang getahnya sedikit. Pohon itu apinya sangat besar. Namun... Masamune bukan terdiam karena itu, tapi...
Masamune : *kaget* " Yoshimoto, lihat ini! "
Kamera menyorot ke arah pandangan Masamune saat ini.
Yoshimoto : *menghentikan langkahnya* " Ada apa, Dokuganryuu? " *melihat ke bawah* " Hah?! Tak mungkin! "
Masamune : " Motochika... " *mengguncang tubuh Motochika* " MOTOCHIKAAAA! Kamu kenapa? " *bilang ke Yoshimoto* " Coba kau pegang! Tubuhnya lemas! "
Yoshimoto : *memegang tubuh Motochika* " Hah? " *ikut mengguncang tubuh Motochika* " BANGUN DONG, MOTOCHIKAAAA! INI MASIH SIANG BOLONG, KAU TAHU?! "
Kamera menyorot tepat ke arah Masamune dan Yoshimoto, lagi.
Masamune : *panik* " Tak mungkin... Dia... "
Yoshimoto : *ikut panik* " Dia... Pingsan? "
Masamune : " Tapi... Kenapa? " *mengingat sejenak* *terkejut* " OH IYA! "
Yoshimoto : *teriak keras* " MOHON BANTUAN! SEMUANYAAA! KESINIII! "
Masamune : *menggendong Motochika* " Benar kan... Ternyata efek itu... Sampai segitunya! "
Masamune langsung teriak juga, minta bantuan.
Masamune : *teriak* " BANTUIN KAMI! ADA YANG PINGSAN! "
Sayangnya, yang lain masih asik dengan batang pohon getah yang berapi-api itu. Gimana sih? Bodo' amet!
Yoshimoto : " Sial! Mereka tak mendengar kita! " *membantu Masamune*
Masamune : *geleng-geleng* " Shingen-sensei memang jahat! Dia tega membiarkan Motochika pingsan! Padahal... " *menitikkan air mata*
Yoshimoto : " Sudah... "
Masamune : *marah* " Tapi ini tak bisa dibiarkan! Tadi dia yang menarik tanganku dan menggendongku! Padahal sandal Motochika belum diambilkan... Kamu tau gak? Motochika sudah agak pusing sejak tadi! Hanya saja, dia simpan rasa sakit itu! Dia ingin menguatkan dirinya sampai nanti! "
Yoshimoto : *kaget* " Ya ampun... Rupanya begitu... " *merasa marah* " Sebenarnya... Guru macam apa dia? "
Masamune : " Ya udah! Ayo kita lari ke UKS! Bawa Motochika! "
Yoshimoto : *mengangguk* " Darurat! Darurat! Daruraaaat! "
Mereka berdua ke UKS dengan cepat. Shingen sensei dan yang lain baru menyadari keadaan mereka berdua. Kamera menyorot Shingen-sensei, Masamune, Kojuro, Yoshimoto dan Kennyo.
Shingen : " Kalian... Apa-apaan ini? Ooh... Lu ngambil orang asli sini tanpa izin gitu? Lancang! "
Masamune : *kaget* *terkejut* " Ya ampun... Guru ini... Over deh! "
Kennyo : " Masamune-san? Itu... Motochika kan? Kenapa dia? "
Masamune : " Jangan nanya! Gue lagi marah sama seseorang sekarang! "
Kennyo : " Apa kaitannya? " *garuk-garuk*
Masamune : *teriak* " DIAM! "
Yoshimoto : *geleng-geleng* " Cih, Kennyo... Kennyo! Kami berdua teriak-teriak minta tolong! Tapi kalian tak mau datang! "
Kennyo : " Hah... Teriak? Kupingku lagi rusak, kalik... "
Yoshimoto : *marah* " Jangan pura-pura gak tau deh! Kalian kuping dipake jangan buat dengerin api doank! Brengsek! "
Kennyo : " Apa... Maksudmu? " *heran*
Masamune : " Sudah, entar lu tau... " *menatap tajam muka sensei* " Shingen-sensei... "
Shingen : " Apa? "
Masamune : " Kamu telah membuat muridmu yang hilang itu, alias yang sedang kugendong ini, pingsan berat! "
Kojuro : *mata terbelalak* " What? Demo... " *dalam hati* " Seperti dugaanku! "
Author : " Chosokabe-san... Pingsan?! Ah! Kenapa rasanya tubuhku juga lemas yah.. " *pura-pura pingsan*
Kennyo : " Author! Jangan bercanda donk! Ini merupakan salah satu masalah fatal! " *mengangkat Author*
Author : *menghajar Kennyo* " Gue bisa bangun sendiri, ya fool! "
Kennyo : " Oowh... "
Author : " Lagian cuma becanda kok! Sebenarnya, aku ikut khawatir... "
Kennyo : *buang muka* " Hmph! Author memang jahaat! "
Shingen : " Loh... Kenapa kalian berdua nuduh saya? Saya gak ikut campur! "
Masamune : " Diam kau, dasar Oyakata! Tadi apa yang kau lakukan padaku saat aku mengambil sandal disini? " *menatap tajam Shingen-sensei*
Sasuke : *datang masuk kamera sambil megang-megang kakinya* " Maaf, tapi apa yah maksud anda, Dokuganryuu? Ada yang korslet dengan tuanku? Perasaan Oyakata-sama gak main listrik deh... "
Yoshimoto : " Sudah! Jangan ikut campur! "
Shingen : *kaget* " Tiba-tiba kau bicara seperti itu? Kenapa memangnya? "
Masamune : " Bilang saja! "
Shingen : *ngomong biasa* " Gue cuma suruh lu naruh sandal itu dan menggendong lu ke kelas! Hanya itu! Dan dimana salah saya?! "
Sasuke : " Tuh kan... Oyakata-sama gak sedang korslet! " *menahan rasa sakit kakinya*
Yoshimoto : " I said, silent! Bendahara sialan... "
Sasuke : " Haih... Oke! Gue bakalan diam! " *diam* *memijat kaki* " Ouch... Efek api tadi pekat banget! "
Yukimura : *tiba-tiba masuk kamera juga* " Sabar, Sasuke dono! Aku juga gak tau apa maksud mereka.. " *menenangkan Sasuke sambil mengelus kaki Sasuke*
Sasuke : " Makasih, taichou... "
Masamune : " Memang kau tak tahu yah? Kau membuat dia menunggu lama! Dan dia terpaksa ke taman pohon bergetah itu! Lalu... Tangannya lengket semua terkena getah karena memegang sandal itu! Dan karena kondisinya, kau membuatnya pingsan disini! "
Shingen : *terkejut* " Sungguh... Begitukah... "
Yoshimoto : " Kau... Pasti kau tak membiarkan Masamune-san untuk menjelaskan apa yang terjadi, kan? Spiritmu terlalu berlebihan! Sampai membuat yang tak bersalah ikut menderita! Kalau Shingen-sensei sekali lagi seperti itu... Saya tak mau masuk lagi! "
Shingen : " Tapi... Aku tak tahu... Kenapa jadi begini... "
Yukimura : *berdiri tiba-tiba* " Oyakata-sama... Kukira Oyakata-sama memang tak bersalah... Tapi, ternyata... Teganya kau seperti itu kepada Chosokabe-dono! " *mengarahkan salah satu tombaknya ke arah tuannya*
Shingen : " Diam, Yukimura! Ini bukan urusanmu! "
Yukimura : " Tapi.. Oyakata-sama... Telah... " *menahan tangis*
Shingen : " Kubilang, diam! " *menonjok Yukimura jauh*
Sasuke : *geleng-geleng* " Ya ampun... "
Masamune : " Shingen-sensei... Dia itu lagi kena pusing parah, tau! "
Shingen : " Pusing parah? " *mulai penasaran*
Masamune : " Biar kuceritakan sebentar! "
FLASHBACK ON ::
Sebenarnya tadi... Saat Masamune pertama kali menemui Motochika di kelas...
Motochika : " Dokuganryuu... Kamu tau gak? Tadi aku naik kapal kena hantaman ombak deras! "
Masamune : " Haah? Ya ampun... Terus? "
Motochika : " Sekarang kepala gue agak pusing... Tapi, biasanya paling parah pas tengah hari... "
Masamune : " Tengah hari? Wah... Baru tau gue, kalau tengah hari efeknya bisa kuat! "
Lalu, si bajak laut ini menjelaskan.
Motochika : " Iyaah... Soalnya gue udah sering pusing begitu... Takutnya, nanti tengah hari gue pingsan di suatu tempat... Tapi, mungkin aku kuat sampai nanti! " *senyum*
Masamune : *terdiam sebentar* " Wooow... Ternyata semangatmu tinggi juga yah, Motochika! "
Motochika : " Aah! Biasa aja! " *tertawa*
Latar tempat lain... Sebenarnya juga tadi, saat Masamune hendak mengambil sandal Motochika.
Masamune : " Oke! Gue ambil! " *jalan ke arah taman bergetah*
Motochika : " Be careful, Masamune Date... " *kepalanya tiba-tiba sakit* " Aakh! "
Masamune : *menghentikan langkahnya sebentar* *panik* " Kamu kenapa, Motochika? "
Motochika : *senyum* " Sekarang sudah tengah hari, Dokuganryuu! Kepalaku... Mulai sakit... "
Masamune : " Hah? Motochika! Kubawa ke UKS yah! Biar nanti kuambilkan sandal kamu! "
Motochika : " Sudah, tak papa! Aku bisa bertahan! Dan aku bisa menunggu disini! "
Masamune : " Serius? Kamu gak perlu bantuanku? Aku khawatir kalau kamu nanti... " *omongannya terputus*
Motochika : *menolak* " Gak usah repot deh! Sudah kubilang, aku gak papa, Dokuganryuu... Lagipula, pusingku sedikit menghilang sekarang! "
Masamune : *tersenyum* " Kalau begitu, ya sudah! Hati-hati, Motochika! " *jalan mengambil sandal*
Motochika : " Hati-hati juga, Dokuganryuu! " *langsung menatap Kojuro* " Oh iya, lupa... "
FLASHBACK OFF ::
Shingen merasa sangat bersalah! Dia terharu banget...
4. Regret and spirit :
Shingen : " Maafkan aku! Sungguh, aku... "
Masamune : *teriak* " Cukup! Terlambat kau menyesalinya! Sekarang, beri kami jalan! "
Yoshimoto : " Penyesalan memanglah selalu terjadi di belakang, Shingen-sensei... Tapi cobalah kau menghindari penyesalan tersebut! " *menangis*
Kennyo : " Yoshimoto... Ternyata tadi kau telah berkelakuan aneh karena kejadian itu... "
Shingen : " Biarkan aku membantu! Kumohoon~ "
Kojuro : " Masamune-sama! Aku akan membantu ju... " *terputus*
Masamune and Yoshimoto : " Percuma! "
Kojuro : " Demo, Masamune-sama... "
Masamune : " WE NEED TIME FOR US-THREE! ONLY! " *membentak Kojuro dengan agak sadis*
Kojuro : *tersentak* *langsung hormat* " Sugimasu, Masamune-sama! Silahkan kalau begitu! "
Author menepuk pundak Kojuro dengan tujuan menyabarkan. Masamune dan Yoshimoto lari ke UKS karena darurat besar.
Kojuro : " Cukup, author... Gue bukan anak kecil! "
Author : *tersentak* " Haik! " *menghentikan tepukan pundaknya*
Sekarang, kamera menyorot rombongan yang tersisa.
Shingen : " Sekarang kita ngapain disini? " *memukul rumput sampai membuat lubang besar*
Author : " Kagak tau! Masa' kita mandang taman terus? "
Yukimura : *menghindari lubang* " Oyakata-sama... Lebih baik kita semua ikutin mereka berdua diam-diam ke UKS! "
Shingen : " Lantas? Lu mau kita dimarahin lagi? Sepertinya saya memang tak pantas jadi sensei disini! "
Yukimura : " Jangan negative thinking, Oyakata-sama! Maksud saya, kita ikutin diam-diam sekalian menjadikan UKS destinasi keliling yang berikutnya! Ya kan? " *senyum*
Sasuke : *muncul* " Hmmm... Oyakata-sama... Ini lebih baik daripada kita diam saja! "
Nagamasa : *mendatangi Shingen-sensei* " Saya mau kasih tau sensei nih... Sensei memang boleh semangat... Tapi jangan over-spirit! "
Oichi : *senyum dan mengangguk* " Justru... Over spirit itu yang membuat semua kacau! "
Mata Shingen berkaca-kaca, menitikkan air mata.
Fuuma menulis : 'Kesimpulannya, gunakan spirit secukupnya! Contohnya saat menghadapi cobaan...'
Kasuga : " Hahah! Benar tuh kata semuanya! Nah, Sekarang, ayo kita ke UKS! Dan akui kesalahanmu! Pasti mereka paham! "
Shingen : *terharu* " Kalian semua... " *senyum*
Kojuro : " Masamune-sama! Aku, Katakura Kojuro, akan segera membawa segerombolan penolong untuk Chosokabe-sama! " *mengangguk sendiri*
Kennyo : " Yoshimoto! Gomen nasai! " *senyum*
Motonari : " Sebenarnya apa-apaan sih ini... Gue kagak paham sama sekali... "
Shingen : *ambil napas* *menonjok Motonari tiba-tiba* " BAAAAKAAAA! Sekarang kita dalam keadaan mendesak! "
Sasuke : " Gitu dong! " *mengacungkan jempol*
Yukimura : " Oyakata-sama! Kembali! " *senyum*
Motonari : *K.O.* " Hmmm... "
Tenkai and Nouhime : " Anak mami... " *geleng-geleng*
Motonari : *teriak* " Diaaam! Gue bukan cuma anak mami! Tapi gue ini anak papi juga! "
Tenkai : *mengonggong* " Woof, Woof! "
Nouhime : " Hahaha! Kamu anak anjing kan?! Kalau gitu, datang dong ke pelukan Tenkai! " *tertawa geli*
Motonari : *membuang muka* " Sial... "
Keiji : " Tunggu apa lagi, minna! Ayo cepaat! " *pergi duluan*
Toshiie : " Eh, Keiji! Jangan ninggalin aku donk! " *mengejar Keiji*
Matsu : " Inuchiyo-sama juga jangan ninggalin Matsu dong! "
Shingen melihat mereka, lalu semangatnya semakin membara sekarang, tapi gak bakal lama kayak biasanya kok!
Shingen : *teriak* " YOOSH! Saya, Takeda Shingen, memerintahkan kalian untuk mengikuti saya ke destinasi berikutnya! UKS! Kami datang! "
Yukimura : *teriak* " HAIK! OYAKATA-SAMA! "
Author : " Saya ikut, boleh kan? "
Shingen : " Of course! Makin banyak, makin dijinjing! AYOOOO! " *jalan ke UKS*
Siswa lainnya beserta Author menyusul Shingen-sensei.
Yukimura : " Chosokabe-dono! Kami dataaang! "
Sekarang, kamera menyorot bagian ranjang UKS. Masamune dan Yoshimoto membaringkan Motochika di ranjang. Lalu, mereka berdua duduk di dekat ranjang tersebut.
Masamune : " Hah... Hah... Capek... " *ngos-ngosan*
Yoshimoto : " Aku... Juga... Capek... "
Masamune : " Oi, Yoshimoto? Tadi kamu ngapain aja bareng Motochika? "
Yoshimoto : " Pas kapan yah? "
Masamune : " Tadi itu loh! Pas kalian istirahat! "
Yoshimoto : " Oh! Tadi si Motochika minta bodrex! Katanya kepalanya benjol, Dokuganryuu! Habis itu, dia minta aku buat sponsor iklan. Karena kacau, akhirnya kami kejar-kejaran dan setelah itu, kami nyeker di lapangan. "
Masamune : " Jadi, kalian berdua memang naruh sandal di lapangan karena mainan yah? "
Yoshimoto : " Benar. "
Masamune : " Tapi... Tetap saja ini salah Mister Oyakata! " *memukul meja UKS*
Yoshimoto : " Iya! Setuju, dokuganryuu! "
Masamune : " Andai dia tau kejadiannya, dia pasti membiarkanku. Tapi tadi... Dia menyela setiap omonganku! "
Yoshimoto : " Memang sensei seperti dia harus diberi pelajaran! Biarin aja tuh dia! "
Masamune : " Kita akan tetap diam disini sampai Motochika sembuh! "
Yoshimoto : *memegang tubuh Motochika* " Hmm! Motochika... Kami akan menunggumu! "
Sementara itu, yang lain masih OTW ke UKS. Kali ini, urutan baris nya acak-acakan alias free. Kamera menyorot tiap adegan pembicaraan secara bergilir.
Nouhime : " Wow... Ternyata UKS itu agak jauh yah! "
Tenkai : " Ya iyalah mbak! Sekolah ini kan, luas banget! Sampai-sampai, UKS ditaruh jauh! "
Nouhime : " Hahah, tapi gak ada tempat lain kah? Masa' UKS letaknya disaaaaa... Naaaa? "
Shingen : " Yah mana saya tau? Yang bikin sekolah ini kan bukan saya! "
Sasuke : " Terus siapa, Oyakata sama? "
Yukimura : " Iya! Siapa?! "
Shingen : " Nanti kalian akan kuberi tahu! Soalnya, sekarang bukanlah waktu yang tepat. "
Sasuke : " Ya, gak papa kok! Kami siap dengar kapanpun... "
Author : *nyanyi dengan nada lagu naik-naik puncak gunung* " Jalan, jalan... Arah UKS... Jauh, jauh sekali... "
Kennyo : *takjub* " Berapa harga lagu itu? "
Author : " Huh? Kagak jual lagu nya, kaleek! Gue bukan artis kok! "
Kennyo : " Tapi lumayan juga tuh, lagu! Gue beli 100 set! "
Author : " Emang lu denger satu-satu? Kan sama semua... "
Kennyo : " Gue kasih pasukanku dong! Kan keren... " *narsis di depan kamera*
Author : " Bayarnya berapa? "
Kennyo : " Don't worry! Gue punya bank emas 10 ton di kuil ku! " *tertawa sarkastik*
Author : " Udah pamer, sok narsis lagi... " *melanjutkan perjalanan*
Motonari : *menjerit* " Kapan nyampenya sih? Perasaan dari tadi kita jalaaan... Teruuus! "
Shingen : " Jangan nyerah dong! Motochika itu teman dekatmu kan? Tinggalnya sama-sama -ku lagi! Motochika Shikoku, kamu Chugoku. "
Motonari : " Bukan! Dia musuhku! " *membuang muka* " Lagipula persamaan tidak selalu menunjuk kedekatan... "
Kennyo : *teriak* " Dia bohong, Shingen-sensei! "
Motonari : " Yah, sapa yang bohong kaleek? Kau tahu, manusia ditakdirkan untuk bermusuhan! "
Shingen : " Siapa bilang? Jangan ngawut deh! "
Nagamasa : " Manusia itu bisa berdamai! Kalau manusia terus bermusuhan, akan menimbulkan lebih banyak kekacauan! "
Oichi : " Nagamasa... Memang pintar! " *senyum* *mendekati Nagamasa dengan agak romantik*
Nagamasa : " Aduuh... Jangan sekarang dong, Ichi! Kan kita masih harus jalan! "
Shingen : " Gak papa lah yaw! Cinta masa muda! "
Author : " Hiiks... Jadi pengen pacar gue.. " *menahan tangis*
Nagamasa : *blush* " Kenapa tiba-tiba sensei bicara seperti itu? "
Author : " Loh, author kayak dibuang nih... "
Shingen : " Cinta masa muda itu sangat penting! Sia-sia kalau tak kau nikmati! "
Nagamasa : " Tapi, Shingen-sensei, kita kan harus jalan du... " *terputus*
Oichi : *tertawa* " Bener juga! Nagamasa-sama! Ayo kita nikmati! " *memeluk Nagamasa*
Nagamasa : " Eh, Ichi... Apa yang kau lakukan? Oh! " *merasa hangat* *memeluk Oichi* " Aku juga sayang kamu... Ichi... "
Siswa lainnya : " CIEE... CIIIIEEEH! " *teriak histeris*
Author : *cemburu* " Nagamasa... San... "
Keiji : " Tapi, gak cuma mereka aja yang sudah menikmati masa-masa ini! Lihat? Lihat? " *menunjuk Toshiie dan Matsu*
Toshiie : *memeluk Matsu* " Oi, Matsu-chaan! Aishiteru ne! "
Matsu : *blush* " Inuchiyo-sama! " *memeluk Toshiie pula*
Siswa lainnya : " WOOOOW! " *teriak-teriak*
Author : *galau* " Adooh... Pacar lagi... "
Kasuga : " Oi, Fuuma... Kamu sebenarnya suka gak, sama yang namanya cinta? "
Fuuma menulis : 'Kok tiba-tiba nanya itu? Napa?'
Kasuga : " Jangan jangan... Habis ini kamu punya pacar juga! " *bersorak*
Author : *datang ke Kasuga dan Fuuma* " Apa? Fuuma punya pacar? Kenapa cuma aku yang tak punya... "
Fuuma menulis : 'Apaan si lu, Kasuga? Author jadi lemes tuuh... Lagian, bandingin deh! Kamu kan cantik, banyak yang mau! Layaknya putri deh! Lah, aku? Mana ada sisi positif pangerannya?'
Kasuga : " Tapi sosokmu yang keren itu... Pasti ada yang mau deh! "
Fuuma langsung nge-blush pipinya.
Kasuga : " Tuuh kaan! Dia nge-blush! Dia nge-blush! Dia punya pacar rahasiaaaa! "
Author menjedukkan kepalanya di pohon dekat Fuuma berkali-kali. Habis itu, Fuuma malah menampar Kasuga.
Kasuga : " Aawh! Kukira kamu mau bilang, kalau kau punya pacar... "
Fuuma menulis : 'Cukup dah, basa-basi cintanya! 4 Words : GUE GAK PUNYA PACAR!'
Kasuga : *tertekan* " Sumimasen, Fuuma! " *nyengir*
Author : *masih jeduk-jeduk kepala* " Gue... Galau! Gue... Galau! Perih... Hatiku! "
Sasuke : *menghampiri mereka* " Kalian bahas apaan sih? Kok ribut? " *menunjuk Author* " Dia juga, napa jadi stress? "
Kasuga : *gak ada kapoknya...* " An-ano... Fuuma katanya mau punya pacar! Author galau deh! "
Sasuke : " Iya? Bagus donk! " *melet ke arah author* " Kaciaan deh loo... Kagak punya pacar! "
Author : *berhenti* " Apaan lu, ikut campur? "
Sasuke : " Kagak papa, kasian aja! "
Author : *terdiam 3 detik* *kaget* " Huh? Kakimu udah kagak nyeri? "
Sasuke : " Ooh, kaki... Ya iyalah! "
Author : *nangis* " Aku kira kamu masih tersiksa... Ternyata... "
Sasuke : " Double kasihaaan! " *melet*
Kasuga : " Kesimpulannya, Fuuma berhasil membuat authornya galau! " *tertawa nenek sihir*
Sasuke : " Horee! Fuuma punya pacar! " *menabur beberapa gemerlip*
Fuuma menghindar dari daerah yang ditaburi gemerlip tersebut. Langsung saja...
Fuuma menulis : 'Yeeeh... Jangan asal deh kalo ngomong, gue kagak punya apalagi mau punya! Kan sudah kubilang tadi!'
Kasuga : " Tapi... " *terputus*
Fuuma langsung menampar Kasuga yang sakitnya 2x lipat dari yang sebelumnya.
Kasuga : " Hahah... "
Shingen : " Ya sudah, murid-murid! Ayo kita lebih cepat ke UKS! Ntar ga nutut buat ke kantin, kamar mandi, ruang rahasia, ruang guru, ruang kepsek, dan lainnya! Atau mungkin hanya beberapa dari mereka... "
Yukimura : " UWOOOOH! AYO CEPAAAT! " *lari mendahului Mr. Oyakata*
Shingen : *menonjok Yukimura* " Tapi jangan mendahuluiku, Yukimuraaaaa! "
Yukimura : " Hoooek! Gomen ne, Oyakata-sama! "
Sasuke : " Hadooeh... Taichou memang alay! "
Back to UKS (udah tau kan, kamera nyorot kemana? :D)... Tadi waktu sudah terlewat 10 menit, Masamune dan Yoshimoto masih menunggu.
Masamune : " Yoshimoto, gimana nih? Motochika masih belum bangun! "
Yoshimoto : " Kasian... Aku juga kagak tau. Tapi kayaknya, dia kena benturan yang parah nih! "
Masamune : " Kalau itu memang benar, jangan-jangan... Dia ketatap pohon yang disana tadi dengan keras! "
Yoshimoto : " Ya ampun! " *panik* " Jangan bilang, kalau nanti dia harus dibawa ke RSJ! " *-_-*
Masamune : " Menakutkan! Kuharap itu takkan terjadi! "
Yoshimoto : " Kuikuti doamu... "
Masamune dan Yoshimoto lari komat-kamit di depan ranjang, sampai-sampai kameramen bingung nyorotnya.
Masamune : " Panik, panik, panik! "
Yoshimoto : " Takut, takut, takut! "
5. Finally... :
Tiba-tiba, keajaiban terjadi. Motochika membuka matanya dan mengatur napasnya. Tapi, suaranya tidak sekeras biasanya.
Motochika : *membuka mata* " Haaah... Haah.. Watashi wa... Doku? "
Masamune dan Yoshimoto masih lari gak karuan.
Motochika : *menggerakkan tangan* " Kok... Tanganku udah gak lengket lagi yah? " *melihat Masamune dan Yoshimoto* " Hah, kalian berdua? Ngapain lari begitu? "
Masamune dan Yoshimoto baru mendengar suara itu. Mereka berdua langsung menoleh ke Motochika.
Masamune : *terkejut* " Moto... "
Yoshimoto : *terkejut* " Chika... "
Motochika : " Kok kayaknya disini sepi ba... " *terputus*
Masamune : *memeluk Motochika* " Ya ampun, Motochika! " *menangis*
Motochika : *kaget* " Apa-apaan ini? "
Yoshimoto : " Kamu gak papa, kan?! " *terharu*
Motochika : " Haah... Iya, iya, aku rapopo kok... Lepaskan pelukannya, Dokuganryuu! Aku bukan anak kecil! "
Masamune : *melepas pelukan* " Oops! Iya deeh.. "
Motochika : " Ngomong ngomong, ini dimana? Kok sepi? Bukannya tadi aku di taman? "
Masamune : " Oh, hampir lupa! Gomen, ne! " *nyengir* " Sekarang kita ada di UKS. "
Motochika : *kaget* " Apa? Kok bisa? "
Masamune : *menahan tangis* " Tadi kami melihat kamu pingsan di taman pohon bergetah itu! Lalu, kami berdua mengangkatmu kesini! "
Motochika : " Aku... Pingsan? Benarkah? Aku baru menyadarinya! "
Yoshimoto : " Iya! Tadi itu, hanya kami berdua yang mencarimu, Motochika! Yang lain tak mau membantu kami! "
Motochika : " Kasihan kalian berdua... Tapi, kenapa tadi kamu gak ngembaliin sandalku, Dokuganryuu? "
Masamune : " Oh... Itu! Biasa lah, sang Oyakata. Dia menyuruhku untuk menundanya. Saat aku mau menjelaskan, dia terus saja menyela! "
Motochika : " Ya ampun... Kukira kamu mau absen dari pekerjaanmu... "
Yoshimoto : " Habis itu, pas kami berdua ngangkat kamu, dia mentang-mentang baik! Dia gak tau apa yang baru saja dia lakukan! "
Masamune : " Iya! Langsung tuh, kami membuat si Oyakata terharu dan menitikkan air mata ketat! " *tertawa evil*
Yoshimoto : " Biarin aja! Dia yang sudah buat kamu begini! "
Motochika : " Hahahah... Mana ada air mata ketat? Aneh-aneh aja lu! "
Masamune : " Ya ada la yaw! Dan hanya si tuan Oyakata lah yang bisa menitikkannya! "
Motochika : " Kalau gitu... Kamu bisa menitikkan air mata sisik naga dong! "
Masamune : " Apa? "
Motochika : " Iyalah... Berarti setiap orang punya air mata khas! Aku mungkin akan menitikkan air mata kapal bajak laut! " *tertawa*
Masamune : " Gak gitu juga kaleek! " *memegang tangan Motochika agak keras*
Motochika : " By the way, kenapa kalian gak ikut lagi sama si Oyakata itu? Sekarang masih jam pelajarannya kan? " *khawatir*
Yoshimoto : " Ogah! Biarin aja tu mereka semua! Sekarang kelasnya lagi tour keliling dan kite lagi bosen! Lagian, kita berdua kan tadi sudah keliling! Tambah bosen kan? "
Masamune : " Aku belum sih, tapi kayaknya lebih enak disini... Bisa rame kan?! "
Motochika : " Hmm... Iya juga sih! "
Masamune : " Oh iya! Mendingan sekarang, kita cerita-cerita aja yuk! Daripada bosen mulu! "
Yoshimoto : " Tapi cerita apaan? Jangan cerita horror yah! "
Motochika : " Cerita pengalaman kita aja kalek, Yoshimoto! Gak pantes cerita horror siang bolong! "
Masamune : " Aku duluan yah! Kemarin itu, sebelum aku bobo', aku kan mau melihat bulan bareng babu aku, Kojuro... "
Yoshimoto : " Terus napa? "
Masamune : " Pas aku mau ngajak si Kojuro itu... Dia malah ngapain, coba? "
Motochika : " Akh! Dia makan tek-tek? "
Masamune : " Kagak! Masa klan Oshuu makan tek-tek? Gak nge-hitz! "
Yoshimoto : " Hmmmm... Dia lagi bulan madu? "
Motochika : " Heh? Bulan madu sama siapa? Hebat ya, Kojuro punya cewek! " *bersiul pelan*
Yoshimoto : " Mungkin orang sarap seperti dia akan bulan madu sama kuda! "
Masamune : " Gue memang punya kuda sih, tapi dia gak sedang bulan madu! "
Motochika : " Lantas sedang apa? "
Masamune : " Dia malah lompat-lompat di atas kasur! Terus, kakinya pura-pura kecekluk! "
Motochika : " Ya ampun... Manja amat jadi babu! "
Yoshimoto : " Bener-bener kekanakan... Terus, dia akting kayak gimana tuh? "
Masamune : " Omongannya loh! Dia bilang 'Akh! Besok aku gak bisa sekolah, Masamune-sama! Kaki aku kecekluk besinya kasur! Nanti kan, aku bakal dimasukkan ke UKS dan dibilang murid ga' nge-hitz!' Dan semacam lebay itulah! "
Motochika : " Hahaha... Kasian yah, kalau aku jadi kamu, gue langsung lempar dia ke samudra yang deket kutub-kutub itu! "
Yoshimoto : " Bener tu! Langsung dikeroyok ama beruang salju ganas! Ditambah anjing laut! "
Masamune : " Kojuro malah suka tau, kalau dia menderita! Mesti teriak wah, wow, dan lainnya. "
Yoshimoto : " Sarap. " *menyetripkan jari telunjuk dan jari tengah di kening*
Motochika : " Sekarang giliranku apa Yoshimoto dulu? "
Yoshimoto : " Elu aja dulu! Tadi kan, gue udah cerita pengalaman kejar-kejaran ku disana! "
Motochika : " Oke, gue dulu. Seminggu yang lalu, gue nyari cat. Buat ngebagusin kapal Fugaku-ku yang tercinta! "
Yoshimoto : " Yaah... Lebay lu! Tadi iklan Fugaku! Sekarang cerita Fugaku! Apa saja kau Fugaku! "
Motochika : " Biarlah. Habis itu, gue sampai di toko. Tulisannya 'Charming Cat'. Gue kira itu toko yang catnya bagus dan menakjubkan. Taunya... "
Masamune : " Taunya napa? "
Motochika : " Gue malah denger banyak suara kucing tak terpelihara disitu! Nah, langsung aja aku tanya sama si pegawai toko! "
Masamune : " Nanya? Kok nanya? Bukannya kamu dah yakin kalau itu toko cat? "
Motochika : " Ternyata, kata si pegawai... Itu toko kucing! "
Yoshimoto : " Toko kucing? Lo, lo, looh... "
Masamune : *baru paham* " Hahah! Gue ngerti! Itu kan, toko tulisan bahasa inggris! Makanya hati-hati... "
Motochika : " Habis itu, gue langsung malu dan lari kencang mencari toko lainnya. Nah, gue sampai lagi di sebuah toko. Namanya 'Paint Work'. "
Masamune : " Nah, yang itu baru toko cat yang bener kan? "
Motochika : " Dengerin dulu! Pas gue masuk kesana, malah banyak komputernya! Cat nya malah gak ada satupun... "
Yoshimoto : " Loh, gimana sih? Aneh deh! "
Masamune : " Padahal paint work kan, namanya? "
Motochika : " Gue langsung nanya sama pegawainya. Dan dia jawab, ini toko buat membuat gambar di komputer! Dan nama aplikasinya paint! Makanya nama tokonya 'Paint Work'! Ya ampun... Kasian banget gue! "
Yoshimoto : " LOL... "
Masamune : *mencipratkan ludah* " Kasian kamu... Toko yang kamu kunjungin salah semua! " *tertawa*
Yoshimoto : " Lah, akhirnya kamu jadi beli cat di toko lain gak? "
Motochika : " Gue dianterin sama temen gue pas besoknya. Soalnya, pas gue ke toko yang paling terakhir... Dengan sadis si penjual toko bilang 'Maaf, toko cat ini 30 detik lagi tutup!'. Aku langsung ngeyel-ngeyel... Dan setelah sekian lama, penjual toko menutup tokonya! Aku diseret keluar! "
Masamune : " Hahah! Untung teman kamu paham yah... "
Motochika : " Iya. Kalau gak, hancur kapal gue! "
Yoshimoto : " BTW, teman kamu siapa namanya? Kepo? Kepo? "
Motochika : " Oh... Namanya Tokugawa Ieyasu! "
Masamune : " Ieyasu... Kayaknya aku pernah tau nama itu, tapi dimana ya... "
Yoshimoto : " Ya udah! Sekarang giliranku ya! " *berdehem*
Mereka bercerita sampai agak puas. Perlahan, Motochika agak sembuh dari pusingnya. 10 menit kemudian...
Motochika : *coba duduk* " Hmmm... Oi! Kepalaku sudah agak membaik! " *menoleh-nolehkan kepala*
Masamune : " Yokata, Motochika! "
Motochika : " Bagaimana kalau kita main tambah-tambahan? " *menunjukkan jarinya ke kamera selayak Hard-Metal rocker*
Yoshimoto : " Tapi, itu cuma dimainin dua orang, kan? "
Motochika : " Gantian! Dua orang main, terus satu orang jadi wasitnya! Gimana? "
Masamune dan Yoshimoto berpikir sejenak. Motochika hanya menunggu.
Masamune : *mengangguk* " Yosh! Let's finger party! Siapa dulu? "
Motochika : " Oke! Kamu aja dulu! "
Yoshimoto : *jadi wasit* " Gue itung ya! san, nii, ichi! " *meniup peluit (kapan bawanya?)*
Masamune dan Motochika bermain dengan gesit. Yoshimoto hampir tak bisa melihat gerakan jari mereka.
Yoshimoto : " Woow... "
Tiba-tiba, jari Motochika 3 di sebelah kanan dan 2 di sebelah kiri. Sementara itu, Masamune 2 di sebelah kanan dan 1 di sebelah kiri.
Motochika : *menyentuh tangan kanan Masamune dengan tangan kanannya* " Got ya! "
Masamune : *memukul tangan kanannya di atas ranjang* " Shannaro! Gue mati satu! " *menyentuh tangan kiri Motochika* " Nah! Jadi 3! "
Motochika : *menjadikan tangan kiri dengan 3 jarinya* " Well, well... Kenapa kamu gak nyentuh yang kanan aja? "
Masamune : " Soalnya, kalau gue nyentuh yang kanan, gue bakal mati dua-duanya! Is that right? "
Motochika hanya tersenyum sarkastik. Lalu, dia mengubah posisi tangannya. Sekarang, di Motochika memiliki 4 di sebelah kiri dan 2 di sebelah kanan.
Motochika : *menyentuh tangan Masamune yang tersisa* " Nah! Elu mati... Gue menaaang! " *bersorak*
Yoshimoto : " Eitz... Kagak bisa! Kalau udah ganti posisi jari, elu gak boleh ngambil giliran! "
Motochika : " Sial kau... Kenapa gak bilang? "
Yoshimoto : " Elu baru ngelakuin sekarang sih! "
Masamune : " Berarti... " *menyentuh tangan kiri Motochika* " Elu mati satu juga! " *tertawa evil*
Motochika : " Aargh! Gue gak nyeraah! " *menyentuh tangan Masamune*
Masamune : *mengubah tangan kirinya menjadi 3 jari* " Heheh, bravely go, Chosokabe! "
Motochika : *kaget* " Oh iya... Gue bakal... "
Masamune : *menyentuh tangan Motochika* " Elu mati dua-duanya! Congrats! " *bersorak*
Yoshimoto : *mengangkat tangan Masamune* " The winner is... Masamune! "
Motochika : " Haah... Sial! "
Yoshimoto : " Sekarang gue lawan Masamune ya! Wasitkan, Chosokabe! "
Motochika : *mengangguk* " Oke! san, nii, ichi! "
Masamune dan Yoshimoto mulai bermain. Tiba-tiba, di tengah permainan, ada suara teriakan terdengar dari luar. Tentu saja, hanya satu orang yang bisa teriak keras seperti itu... Dia adalah...
6. Helper and regreter coming! :
Yukimura : *teriak* " CHOSOKABE-DONOO! "
Motochika mendengar suara Yukimura. Tapi, dia tahu apa yang harus dia lakukan. Dia membisikkan rencananya ke Masamune dan Yoshimoto.
Motochika : *berbisik* " Guys... Gue punya rencana untuk ini! "
Masamune : *bisik* " What? What? "
Motochika : *bisik* " Lu harus menghukum sensei dengan 4 ini! Buat dia tunduk-tunduk sampe mau bunuh diri! Jadi, ntar hukumannya... "
Kalian gak boleh tau hukumannya... Biar nanti jadi surprise!
Motochika : *bisik lagi* " Hukuman pertamanya laksanain habis ini. Pura-pura aja! " *tertawa pelan*
Yoshimoto : *mengacungkan jempol* *bisik* " Ooh... Naru koto... "
Motochika : *bisik* " Pokoknya, permainkan sensei semampu kalian! Gue juga memanfaatkan aktingnya Mouri dalam rencana ini! "
Masamune : *bisik* " Terus, elu sendiri ngapain? Katanya lu berperan juga... "
Motochika : *bisik* " Gue pura-pura pingsan lagi... Terus, pas sensei melaksanakan hukuman itu.. " *senyum evil* " Biarkan sang bajak laut brilian ini beraksi! "
Masamune dan Yoshimoto hanya mengangguk-ngangguk pertanda setuju. Tiba-tiba, suara tapak kaki Yukimura makin jelas.
Yukimura : *makin dekat* " CHOSOKABE-DONO! "
Motochika : " Minna! Your position! " *pura-pura pingsan*
Masamune : " Okay! Let's make sensei raise his own hands! " *senyum evil*
Kamera menyorot bagian rombongan, Masamune dan Yoshimoto. Masamune dan Yoshimoto menyambut para rombongan dengan raut muka agak sedih.
Masamune : " Oi, omai tachi! Sampai saat ini, teman kami alias Motochika masih mengalami pingsan! "
Yoshimoto : " Iya! Kalau sudah sejak tadi kalian paham, Motochika tak akan seperti ini! "
Shingen : " Sekali lagi, saya minta maaf banget! Dokuganryuu! Yoshimoto! "
Masamune : " Maafin kagak ya? " *senyum evil*
Shingen : " Ayolaah... Saya sudah 100% insaf sebagai manusia! Jangan marah lagi doonk! " *menangis*
Sasuke : " Kalian ini! Maafin dong! Kalian gak tahu ya, hati Oyakata-sama sudah oke-fixed! "
Author : *berbisik ke Sasuke* " Bukan oke-fixed kaleek! Tapi fix-it-felix! "
Sasuke : *bisik* " Yee... Itu tokoh acara kartun elu! Lu kagak ngerti basa gaul sih! "
Author langsung agak terhanyut-hanyut.
Masamune : *mengatur nafas* " Oke. Gue maafin! Tapi... "
Yoshimoto : " Ada syaratnya dulu! "
Shingen : " Apa? Akan saya lakukan! Meski saya harus jatuh dari menara eiffel untuk bunuh diri gak papa kok! Yang penting dosa gue terhapus! " *kitty eyes*
Nagamasa : *heran* " Napa pake syarat sih? "
Oichi : " Ya iyalah, Nagamasa-sama... Si Oyakata kan, sudah membuat Motochika-kun pingsan... "
Nagamasa : " Maksudmu... Benar-benar harus diganti gitu? "
Oichi : " Iyalah! " *mengangguk pelan*
Motonari : " Motochika... Dia lemes banget... Motochika! Jangan mati doong! Hidup kamu masih lama, pren! Lu berarti buat gueeeh! " *nangis*
Masamune : *dalam hati* " Wow... Aktingnya benar-benar dimanfaatkan Motochika! Ntar gimana ya, jadinya? "
Kennyo : *heran* " Tadi lu bilang musuh... "
Motonari : " Sudaah! Itu kan, tadi! Sekarang, dia malah menggetarkan hati ini! " *menyentuh hatinya dengan agak keras*
Kasuga : *teriak* " Motonari Tsundere! Dia rindu ama Motochika! Liat tuh! Hatinya sampai disentuh segitunya! "
Siswa lainnya : " CIEEEEEEEH! " *teriak histeris*
Author : " Hiks... Lagi-lagi ada kasus pacar... Gue sendirian teruus! "
Motonari : *teriak* " DIAM! " *mencetarkan sinar matahari* " Tadi itu, maksudnya berarti buat jadi batu nisan, segera! "
Kasuga : " Kalau iya, napa lu sampe nangis? "
Muka Motonari langsung mendidih bagaikan air panas.
Shingen : " Jadi, apa hukumannya... " *menahan tangis*
Masamune : " Begini! Satu, lu harus mijetin aku sama Yoshimoto! Kami capek habis ngangkat dia! "
Yoshimoto : " Betul! "
Masamune : " Dua! Nanti lu harus mandi getah pohon! Gak boleh ngajak Yukimura maupun Sasuke! "
Tenkai : " Kalau gitu saya aja... " *tertawa evil*
Masamune : *menampar Tenkai* " SIAPAPUN GAK BOLEH DIAJAAK! "
Yoshimoto : " Betul, Betul! "
Tenkai : " Kimochi~~ " *langsung gugur dengan lihainya di lantai*
Langsung saja, badan Tenkai ditindas sama kaki Nouhime. Bahayanya... Nouhime lagi pake sepatu hak yang runcing banget!
Masamune : " Are you sure that's okay? "
Nouhime : *cuek* " Okay okay aja kok... "
Masamune : " Hmmm... Lanjut! Tiga! Besok kamu harus traktir kami bertiga ke kantin! Belikan kami makanan termahal! " *tersenyum evil*
Yoshimoto : " Betul, betul, betul! "
Masamune : " Dan keempat! Habis nanti lu mandi getah, pulangnya lu nyeker! Tinggalkan sandal lu di lumpur getah! Besok baru diambil! Setuju? Kalau gak, besok kami berdua gak masuk! "
Shingen : *hormat* " Baiklah! Gue turutin hukuman kalian! Yang penting kalian udah maafin gue kan? "
Masamune : " Laksanain dulu, baru kami maafkan! "
Yoshimoto : " Haah... Aku kecapekan! Pijetin donk! Please! " *pura-pura*
Shingen : " Ya! Gue pijetin! "
Shingen harus memijat dua orang yang telah ia buat kesal. Rasain tu, haha! :D
Masamune : " Oi! Sebelah kanan kerasin dikit dong! Gue soalnya nanti mau duel! "
Shingen : *mengatur nafas* " Kasihan diriku! "
Sasuke : " Saya bantu ya... "
Masamune : *melarang* " Eitz! Hukuman ini hanya boleh dilaksanakan Shingen-sensei! Gak boleh dibantu! "
Sasuke : " Oh, ya sudah. Kalau gitu gue cuma bisa bantu lewat doa. Sukses ya, Oyakata-sama! "
Yukimura : " GANBATTE, OYAKATA-SAMAA! "
Shingen : " Terima kasih, kalian berdua! Ai love you pull! Hahahay! " *tertawa*
Nah, sekarang Motochika beraksi! Dia diam diam menyelusup ke kolong kasur. Lalu, dia mengangkat kaki kanan Shingen-sensei. Alhasil, Shingen-sensei terjatuh dan menyenggol Kasuga.
Kasuga : *kesenggol* " Aakh! Shingen... Sensei? Kenapa kau menyenggolku?! "
Fuuma menulis : 'Ini adalah cinta...'
Sasuke : " Hahaha! Tapi kan dia sudah ada tuan nya sendiri alias Kenshin-sensei! "
Fuuma menulis : 'Tapi ini Season 2, mas broo! " *mengacungkan jempol*
Sasuke : " Hahaha! Cinta baru telah datang! "
Kasuga : *blush* " Diam! Cowok idamanku saat ini hanya Kenshin-sama! "
Shingen : " Siapa sih, yang membuat kakiku kaku? "
Motochika : *berdiri* " Apa kabare?! Anda telah masuk... ChikaTrap! "
Yukimura : *kaget* " Chosokabe... Dono! Kau sudah... "
Motonari : " Motochika? OI! MOTOCHIKAAA! " *memeluk Motochika erat kayak balon*
Motochika : " Gak usah seerat ini juga kaleek! " *melepas diri dari pelukan*
Motonari : " Tapi aku rindu sama kamu! Tadi di bangku aku sepi bangetz, karena gak ada kamu! " *menangis*
Motochika : *muka heran* " Hello? Gak salah? "
Kasuga : *teriak* " SEMUA! TERIAKAN KAGUMNYA MANA? "
Siswa lainnya : " CIEEEEEH! DUO GENDER BERAKSI! " *teriak histeris (lagi...)*
Kasuga : " BAGUUUS! "
Author menjedukkan kepalanya ke tembok berkali-kali. Lalu, author menyeburkan kepalanya ke segelas air mendidih besar yang harusnya untuk Motochika.
Kasuga : *menatap author heran* " Author Dissa sudah gila galaunya... "
Motonari : *terdiam 3 detik* " Tunggu! Apa yang telah kulakukan? Bukan itu maksudnya! Tadi aku hanya... "
Kasuga : " Cinta bersemi kembali... " *menjentikkan jari*
Siswa lainnya : *bersiul* " ASEEEEKK! "
Shingen : " Cukup humor dan romantikanya! Over itu tidak baik! Ayo kita ke tujuan berikutnyaaa! "
Masamune : " Motochika, kamu ikut? "
Motochika : " Biar kufikirkan sejenak... " *berfikir*
Yoshimoto : " Sudah berfikir? "
Motochika : " Baru aja mulai! "
Setiap 5 detik, pertanyaan yang sama diajukan untuk Motochika.
Yoshimoto : " Sudah? "
Motochika : " Belum! "
Yoshimoto : *5 detik...* " Sudah? "
Motochika : " BELOM! Haah... "
Yoshimoto : *5 detik...* " Sudah? Sudah? "
Motochika : *teriak* " Ya elah! BELOOM! Sabar dikit doonk! " *kembali fokus*
Yoshimoto : *5 detik...* " Apa sudah, my buddy Motochika? "
Motochika : *kesal* " RRRGH! OH MY GOD MY YOSHIMOTO! BELOOOM! "
Yoshimoto : *5 detik* " Sudah? Sudah? Sudah? Sudah? Sudah? Sudah? Sudah? Sudah? Sudah? Sudah? " *ya ampyun X_X*
Motochika : *teriak* BELOM! BELOM! BELOM! BELOM! BELOM! BELOM! BELOM! BELOOOM! BELOM! APA SEMUA ITU SUDAH MENJAWAB PERTANYAANMU? " *ngos-ngosan*
Yoshimoto : *menghitung* " Kau baru menjawab sembilan dari sepuluh pertanyaan sudah atau belom... "
Motochika : *teriak keras* " BEEEELOOOOOM! "
Teriakannya mencapai planet Jupiter. Penduduk asli planet Jupiter hanya heran.
Motochika : " IS THAT ENOUGH? " *double ngos-ngosan*
Yoshimoto : *habis nutup kuping* " Gue angkat bendera putih! " *jatuh*
Shingen : " Cepat! Waktu kita untuk keliling tinggal 1 jam! "
Yukimura : *teriak* " UWOOH! HANYA TINGGAL 1 JAAAAM! "
Motochika : *menepuk tangan* " Oke! Aku putuskan untuk ikut! "
Yoshimoto : *bangun dari jatuh* " Horee! Motochika ikut! Horeeeh! " *Banzai! Banzai!*
Shingen : " Kalau begitu ayo! Tujuan kita kantin! "
Motochika : " Masamune, Yoshimoto... Arrigatou! "
Masamune : *geleng-geleng* " Don't need to be grateful! Danna, You're welcome... "
Motochika : *senyum* " Ikko ze, Dokuganryuu wa Yoshimoto! Kita bertiga akan jalan bareng! "
Yoshimoto : *menggandeng tangan* " Hahah! Ayo! Kita ke kantin dan seterusnya! "
Masamune : " Okay! Have a great party! "
Yukimura : *teriak dari kejauhan* " AKU IKUT GANDENGAN KALIAAAAN! "
Motochika : " Kai no Tora... Mau ikut? "
Masamune : " Bolehkan saja lah... Lebih banyak, lebih seru! "
Yoshimoto : " Ya sudah, ayo, Sanada-kun! " *menggandeng Yukimura*
Kemudian, author selesai untuk bergalau. Langsung saja, author berdiri di belakang rombongan.
Shingen : " Ayo, anak-anakku! "
Semua siswa (+ author) : " YEEEEAAAHH! "
Beberapa dari siswa ini ada yang kepaksa, mereka adalah Motonari, Nouhime, Nagamasa, Sasuke, Masamune, Yoshimoto dan Fuuma. (Cat : Fuuma hanya menulis di kertasnya 'YEAH! Error bro!' -_- dan itupun gak ketahuan). Sementara ini, kita lihat isi hati beberapa siswa.
Motonari : *dalam hati* " Sensei korslet tenaan! "
Nagamasa : *dalam hati* " Sungguh... Apa-apaan ini? Dan kenapa Ichi baik-baik saja? "
Masamune : *dalam hati* " Mau gimana lagi, harus ikut... "
Nouhime : *dalam hati* " Cewek yang lain kok baik-baik saja ya? Aku kan, mual! "
Yoshimoto : *dalam hati* " Hiks... Saat masa hukumannya, masih bisa teriak! "
Back to teriakan...
Shingen : " HAYAKUUU! "
Semua siswa (+ author) : " YEEEAAAAHHH! "
Shingen : " GANBARROOOOH! "
Semua siswa (+ author) : " YEEEAAAAAHH! "
Shingen : " IKKO ZEEEE! " *bablas dengan lesat*
Semua siswa (+ author) : *menyusul sensei dengan cepat* " YEEEEAAAAH! "
Sasuke : *dalam hati* " Kelebaian neeh! "
7. Canteen session :
Kamera menyorot adegan secara bergilir, seperti biasanya. Semuanya berjalan ke kantin dengan gandengan abstrak. Motochika bareng Yoshimoto, Masamune dan Yukimura di depan sendiri. Yang lain kagak tau, soalnya terlalu abstrak untuk dilihat. Dan akhirnya...
Shingen : " Kita telah sampai di kantin sekolah yang mantap bin nyuss nyuss! "
Keiji : *muka marah* " Apanya yang mantap nyuss? Gue kesal! "
Author : " Lu kesal sama kantin sekolah? Hello? Kantin adalah abiotik! Masa' kantin punya perasaan kayak kita? "
Keiji : *pusing* " Tauk deh, Thor Dissa! "
Juru masak : " Hai! Oh... " *melihat Keiji* " Aah! Maafkan aku! Tuaan! " *menangis*
Shingen : " Loh, napa sih? "
Keiji : " Tadi, aku dilemparin banyak wortel sama dia! Padahal, gue mintanya ramen! "
Juru masak : " Maaf tuan! Maafkan saya! "
Shingen : " Nama juru masak kita yang satu ini... Kobayakawa Hideaki! Panggil Hideaki. Panggil Kingo juga boleh. "
Kojuro : " Kingo? Woow... Berarti ntar ada Quuen-o! Ada Guard-o! Dan kawan-kawaan... "
Shingen : *deathglare* " Bukan itu maksudnya... "
Oke, GTI (Go To Introduction). Nama juru masak di kantin ini Hideaki. Dia suka banget makan, apalagi makan wortel. Dia juga tau semua resep makanan di Asia, Eropa, Amerika, Afrika, dll. Pokoknya semuanyaaa... Tapi, saat dia bersalah, dia langsung bersembunyi di panci panasnya.
Hideaki : *malu-malu* " O-Ohayo Gozaimasu! Kobayakawa Hideaki... Des... "
Semua siswa (+ author) : " Domou! " *hormat*
Shingen : " Kalian kalau mau makan enak, disini ada Afrika, Amerika, Asia, Eropa, dan kawan-kawan! "
Nah... Yukimura, Motochika, Toshiie dan Matsu langsung antri pesan makanan.
Yukimura : " DANGO TERLEZAAT JEPANG! "
Motochika : " Pesan nasgor seafood boleh? "
Toshiie : " Buto Hamburger dan French Fries! "
Matsu : " Ikan asin dan udang crispy mayonaise! "
Hideaki : *kaget* " Hmm? Sekarang? "
Shingen langsung saja menghadang dan memukul mereka berempat ke langit dan terpental ke ubin.
Shingen : *teriak* " BAKA-YARROOOO! "
Toshiie and Matsu : " Gomen Nasai... "
Yukimura : " Oh... Sumimaseen! Oyakata-sama! "
Motochika : *pura-pura sakit* " Tapi, Shingen-sensei... Kau tahu tidak? "
Shingen : " Tidak, makanya beritahu... "
Motochika : " Perut saya lagi keroncong-congan! "
Author : " Ayo main keroncong! " *memainkan alat untuk keroncong* *nyanyi asal-asalan* " Cong, cong... Keroncooong... "
Motochika : " BUKAN KERONCONG YANG ITU, THOR DISSAAAA! " *ilernya muncrat ke Author*
Author : *ke wastafel* " Hiks! Dia benar-benar monster! "
Shingen : " Oke! Lantas apa masalahnya? "
Motochika : " Masalahnya? Nanti kalau tak segera diberi nasgor seafood... Perut saya akan digigit lambung harimau, terus nanti dia malah merengek ke saya karna tak diberi alias kesakitan! Saya kan malah harus menjadi kayak ibunya, sensei! Terus, nanti dia menguruskan diri dan menjadikan bajak laut ini tak gagah dan tak berotot lagi... "
Toshiie : " Cerita yang panjang tapi isinya sangat lebay... " *garuk-garuk*
Shingen : *memukul Motochika* " Jangan beralasan biar kau dapat makanan, bodooh! "
Motochika : *batuk* " Uhuk, uhuk... Awas kau, sensei! " *dalam hati* " Hati-hati bin usus-usus! "
Shingen : " Makan kan bisa ntaran... Lagian besok, lu ama kawan lu ditraktir kan? "
Motochika : " Owh, iya! Heheh... Lupa, sensei! "
Motonari : " Hah? Lu ditraktir sensei? Pasti lu mau pesen jengkol, kan?! "
Motochika : *menampar Motonari* " Enak aja lu! Gue kan punya satu makanan andalan... "
Motonari : " Apa itu? "
Motochika : " SEAFOOD! Dari Nasgor, udang, ikan, cumi-cumi, salad, dan lainnya, itu muaaaantap! "
Motonari : " Emang makanannya berasal dari laut, yah? "
Motochika : " Ya iyalah nak Mouri! Namanya sea food... Komposisinya dari lautan! "
Motonari : " Berarti ada airfood ya? "
Motochika : " Yaa elah... Cuma yang tertentu, yang ada namanya... "
Masamune : *tiba-tiba* " Adanya garudafood tuh! Kacang garuda semuaa! "
Motonari : " What? "
Masamune : " Bener kan? Tiap liat iklan pilus, pasti ada bunyi 'Dari Garudafood!', kan? "
Motonari : *geram* " Ikut campur aja lu... Meski itu benar... "
Kasuga : " Owh, Hideaki... Gue mau nanya? "
Hideaki : " Hmmm? Apa pertanyaan anda, nona? "
Kasuga : *menunjuk benda di belakang* " Apa itu? Kok ada di punggungmu? "
Hideaki : " Oh, ini? Panci panas! Buat cadangan panci disini. "
Kasuga : " Boleh kupegang pancinya? "
Hideaki : " Owh... Monggo! Tapi, jangan diambil! " *memberi panci*
Kasuga : " Siapa juga yang mau ngambil panci? Di Echigo, aku biasa masak pake piring besi kok... " *memegang dan memukul panci* " Awh! Panci ini ternyata keras juga! "
Hideaki : " Ya elah, piring besi itu sama aja kayak panci, nona! "
Kasuga : " Beda! " *mengembalikan panci* " Tadi katamu ini panci panas, kok gak panas blas? "
Hideaki : *tertawa* " Nona itu bagaimana sih? Itu cuma julukannya! Soalnya, kalo dipake masak, bumbu akan terasa mantap! " *promosi juru masak :D*
Kasuga : " Oh... Begitu... "
Sasuke : " Kalau gitu, lu masak susu sapi pake panci ya? " *tertawa*
Hideaki : " Eekh? Ya nggak lah! " *mengambil keret* " Bedakan keret dengan panci dong! Ini buat masak air! " *menunjukkan keret*
Sasuke : *nyahut* " Biar matang! "
Hideaki : " Terus, masak susu... "
Sasuke : *nyahut* " Biar matang! "
Hideaki : " Masak air teh... "
Sasuke : *nyahut lagi* " Biar matang! "
Hideaki : " Masak air jus juga bisa! "
Sasuke : *teruskan -_-* " Biar matang! "
Hideaki : " Nah, kalau masak air kelamaan? "
Sasuke : *masih...* " Biar... " *sadar* " Ekh? Ya biarin aja, tu air gosong! "
Hideaki : " Hahah! Makanya jangan niru adegan pesbukers lu! "
Sasuke : " Habis... Lu ngomongnya masak, kan biar matang? "
Kasuga : *ketawa* " Sasuke, Sasuke! Lu ada aja deh... "
Sasuke : *garuk-garuk* " Heh... "
Shingen : " Cukup! Nanti kalian pada laper disini! "
Tenkai : " Aku nggak, sensei! Soalnya aku mesti makan pas menjelang sahur! "
Shingen : " Lu bobo jam berapa? "
Tenkai : " Bedagang, sensei! Bedagang sampai fajar! "
Shingen : " Tapi, di hukum lagu, kan udah tertulis... 'Bedagang jangan bedagang' ya kan? "
Tenkai : " Tapi, saya gak bisa tahan! Udah menjadi kebinasaan! "
Shingen : " Cih... Kebiasaan kalek! "
Tenkai : *sok mengulangi* " Menjadi kebijaksanaan! Bener kan? "
Shingen : *teriak* " KEBIASAAN! "
Tenkai : *sok mengulangi* " Menjadi kebiakawan! " *(?)*
Shingen : *teriak* " WOOI! KEBIASAAN TAUU! JANGAN DIUBAH LAGI! "
Tenkai : *sok mengulangi* " Kebuasan! " *-_-*
Shingen : " KE-BI-YA-SA-AN! NGERTEH? "
Tenkai : *sok mengulangi* " Kebisaan! "
Shingen : " KEBIASAAAAAAAAAAAN! " *ngos-ngosan*
Tenkai : *sok mengulangi* " Kebiadabaaaaan! "
Shingen : " KEBIASAAN TAUUK! "
Tenkai : *ngeyel* " Cih... Iya kan, kebilasan! "
Shingen : " KE... BI... YA... SAAAAAAAN! "
Tenkai : " Kemiyabian! "
Shingen : *meledak* " Hah... Cukup! Susah ngajarin lu! Ayo kita ke kamar mandi! "
Motonari : " Gawat! Gue nyembunyiin sesuatu... "
Motochika : " Whaat? Anak mami nyembunyiin sesuatu di kamar mandi? Apaan? "
Motonari : *lari duluan ke kamar mandi* " Cepat, cepat! Sebelum... " *larinya kehenti*
Shingen : *menarik Motonari* " Siapa bilang lu boleh mendahului tour sensei? Haaah? Siapaaaah? " *mendorong Motonari ke tembok belakang kantin*
Motonari : *nempel di tembok* " Wow... Gue bisa jadi spiderman kalau gini! " *gaya-gaya* " Saya adalah... Da-Green Nichirin Spiderman! " *naik agak ke atas* " Tangan gue... Bisa menempel! Karena saya adalah Nichirin Taiyou Spiderman! "
Author : *selesai cuci muka* " Nichirin spiderman? Males deh! Bagusan juga, Dissa spiderman! " *emang author mau jadi spiderman? Sama payahnya dong! :D*
Semua tak memerhatikan Motonari. Mereka satu-persatu meninggalkan Motonari tanpa disadari.
Motonari : " I will save the world! " *akhirnya insaf* " Eh, tunggu! Harusnya gue cepet-cepet! Sebelum rahasia terbongkar! "
Dan sekarang, semua tak ada di kantin (kecuali juru masak laah -_-). Motonari malah marah-marah ke juru masak.
Motonari : " Oi, juru masak! Harusnya lu ingetin gue sebagai juru masak yang baik! "
Hideaki : " Hah? Tap-tapi... Suwer, gue gtw! "
Motonari : " Gtw, gtw... Bahasa lu sok! Tapi tubuh elu... " *menampar Hideaki ke kanan* " Fisiknya sangat lemah! " *menampar ke kiri* " Gak punya pendirian! " *menampar kepalanya* " Ceroboh! " *mengangkat tubuhnya* " Terlalu ringan... Kau tak pantas menjadi pasukan gue! " *maksud (?)*
Hideaki : " Aaakh! Siapa emang yang mau jadi pasukan kamu? Plis, ampuni saya! Saya kagak salah apa-apa, tuan! Hiks! Kumohoon ampuni sayaaa... " *sembunyi di panci panasnya*
Motonari : *membuka panci* " Bodoh banget... Panci dijadikan persembunyian warrior... Akan segera aku hancur... " *omongan terputus*
Hideaki : " Eh, lu nggak ngejar rombongan tour jadinya? Jangan hancurin panciku dong! " *memeluk panci panas yang tercinta*
Motonari : *sadar* " Oh ya... Cepaaat! " *lari ke kamar mandi* *teriak* " Kenapa kagak dari tadi? "
Hideaki : " Akhirnya... Gue sendirian! Yoosh! " *menyalakan kompor* " Ohan deshou! " *masak*
8. Bathroom session, Mouri's secret! :
Kamera menyorot ke koridor kamar mandi. Selagi si juru masak makan, para rombongan sampai di kamar mandi. Let's pay attention!
Shingen : *berdehem* " Kita sampai di... Kamar mandi JaNime HS! "
Masamune : *mencium bau lantai* " Wow, siapa yang ngepel? Baunya enak! "
Shingen : " Hmmm... Biasanya ada janitor disini! Dia bersihin semuaaaanyaa! "
Yukimura : " UWOOOH! BEST JANITOOORR! "
Shingen : *mengelus pundak Yukimura* " Yukimura! Lu ntar harus jadi best warrior! Oke? "
Yukimura : *terharu* " Haik! OYAKATA-SAMA! "
Shingen : " BERJUANGLAAAH! MY BOY, ALIAS YUKIMURAAA! " *mulai adegannya -_-*
Author : " Hebat ya! Berarti, ntar di dalam kamar mandinya cuma ada ubin, tembok dan pintu! " *tepuk tangan*
Shingen : " Bukan itu pengertiannya, bakayaro! " *menonjok Author ke dekat bunga sakura*
Author : *terpental sambil teriak* " Makanya elu jelas sedikit kalo ngomong! "
Sementara itu, di tempat yang sama, Oichi sedang melihat bunga dari kejauhan (kamera menyorot Oichi, makin lama makin dekat).
Oichi : *melihat bunga sakura* " Hana... Mereka tumbuh dengan indah... "
Helai-helai bunga sakura mulai berjatuhan. Oichi mengambil salah satu dari helai-helai tersebut.
Oichi : " Haakh? Kenapa... Keindahan ini hanya sebentar? " *mengenggam erat helai* " Ichi... Akan membuat mereka lebih indah! Ichi... Ingin melihat keindahan ini selamanya! " *senyum*
Nouhime : *masuk kamera* " Owh, domou, demon queen... " *menepuk pundak Oichi*
Oichi : *terkejut* " Nou... Hime... San... "
Nouhime : " Kenapa bunga sakuranya? Kok perasaan dipandangin mulu' ya? "
Oichi : " Tak apa, Nouhime-san... Ichi hanya ingin membuatnya lebih indah... Suatu saat! "
Nouhime : *senyum* " Kuharap begitu, tapi kau kan, seorang adik raja iblis keenam! " *tertawa*
Nagamasa yang kebetulan lewat, mendengar kata-kata 'adik raja iblis keenam' tersebut! Lalu, Nagamasa menghampiri mereka*
Nagamasa : " Hah? Adik raja iblis keenam? Siapa yah? " *heran* " Jangan bilang... "
Nouhime : " Woopsie! Pacar kesayanganmu datang, Ichi! " *menunjuk Nagamasa*
Oichi : *terkejut* " Nagamasa-sama... Tadi itu Bukan apa-apa! Kami hanya cerita soal adik raja iblis keenam kok! Tidak ada disini... "
Nagamasa : " Oh... Kukira kau adik raja iblis seperti yang barusan kudengar, Ichi! "
Nouhime : " Eerr... Aku kesana dulu yah! Ada urusan sama Tenkai... "
Nagamasa : " Ya sudah, silahkan. Gak pamit ya gak papa! "
Nouhime : " Owh, ya sudah... " *meninggalkan Nagamasa dan Oichi*
Nagamasa : " Ichi... Aku takkan membiarkanmu pergi! " *memeluk Oichi*
Oichi : *terkejut* " Nagamasa... Sama! "
Siswa lainnya : " CIIIEEEEH! "
Kemudian, author yang baru sadar dari pukulan, langsung pingsan seketika.
Shingen : " Pasangan itu selalu melakukan hal romantika... Gak bosen ya? "
Masamune : " Sensei, boleh aku lihat salah satu kamar mandinya gak? "
Shingen : " Tentu, Dokuganryuu! Ada 7 dan boleh kau ambil 1 pintu! " *emang main Super Deal?*
Kamera menyorot ke arah Masamune. Masamune langsung saja masuk ke kamar mandi. Dia mengambil pintu nomor 1 dari kiri. Dan kebetulan, kamar mandi yang ia masuki itu kamar mandinya Motonari... Dan, ada harta berharga disitu :p
Masamune : *melihat celana* " Oh to the my to the god! Alias Oh my God... Liat deh, minna! Gue nemu harta! "
Yukimura : *teriak* " UWOOOOH! HARTA APA? "
Masamune : *mengambil celana* " Nih... Coba kalian tebak, ini punya siapa! " *ketawa*
Kebetulan saat itu, Motonari baru saja datang. Motonari belum mengetahui bahwa celananya sedang dipamerkan di pujangga JaNime -_-
Kennyo : *memegang celana* " Wow... Basah! Dan bau... " *menutup hidung*
Yoshimoto : " Hmmm... Jangan-jangan punya Mouri kun! " *tertawa*
Motochika : " Pastilah! Siapa lagi yang menggunakan celana hijau selutut ini selain dia? "
Motonari : *mendatangi rombongan* " Ada apa ini? Kok ribut gak ngajak gue? "
Masamune : *menoleh* " Oh, Mouri! Kami nemu harta berharga disini. Dan sepertinya, ini hartamu kan? " *tersenyum sarkastik sambil menunjukkan celana*
Fuuma menulis : 'Ya ampun... Udah besar gak tau nyimpen celana yah -_-'
Motonari : *terkejut* " Hah? Darimana kau... " *merebut celana* " Jangan lakukan itu! "
Masamune : " Sayangnya semua sudah tau! Mereka saat ini menertawakanmu, Mouri! "
Fuuma menulis : 'Aku aja ketawa dalam hati :p'
Motonari : " Kaliaaan... Memang JAHAAAAT! " *mencetarkan sinar matahari Nichirin-Yo*
Motochika : " Oh, Mouri-kun sudah datang ya? Surprise! Celana kamu sekarang telah menjadi topik utama disini! " *tertawa*
Motonari : *menggeram* " Chosokabe... "
Motochika : " Kan enak dong, bagiannya menjadi topik... "
Motonari : " Tapi bukan buruknya lageeh! "
Motochika : " Celana, apa itu bagian buruk ya? "
Yoshimoto : *lewat* " Iyaah... Baru tau gue, ada yang bilang celana adalah bagian buruk... "
Kojuro : " Padahal celana kan selalu dipakai! "
Motonari : " Bukan itu maksudnya! "
Motochika : " Sudah, diam aja deh kalau bikin ribut... "
Motonari : " Lu yang bikin ribut, dasar Chosokabe bajak laut sialan! "
Motochika : " Jaga omonganmu! Sebelum kau akan kucetarkan ke meriam Fugaku! "
Motonari : " Tapi lu jadi biang keroknya kan? " *menunjuk Motochika dengan sadis*
Motochika : *jijay* " Iyew! Gue cuma ngeliat terus ikut ketawa! Lagian, ngapain gue ngambil celanamu yang basah bin bau alias BBB itu... "
Motonari : " Diam! Pokoknya siapapun yang telah melakukannya akan kupanaskan di sinar matahari milik Nichirin-Yo nanti siang! Dan tersangkanya... Adalah kau, Chosokabe! "
Motochika : " Hello... Sekarang siang, kaleek! " *melet*
Motonari : " Maksud gue... NTAR PULAANG! "
Masamune : " Sayang sekali, tapi yang nemu kan gue, bukan Chosokabe! Kalau memang Chosokabe, dia pasti akan mengatakannya! " *memegang celana*
Motochika : " Nah, betul kata Dokuganryuu! "
Motonari : " Cih... " *hanya bisa terhanyut*
Nagamasa : " Anyway, have a question to Mouri. "
Motonari : " What to the hell, so killed... " *-_-*
Nagamasa : " Lu elemen apa? "
Motonari : " Cahaya. Kenapa nanya begituan? Emang mau analisis lagi? "
Masamune : " Jangan sok tahu deh! " *memukul Motonari*
Motonari : *memegang bekas pukul* " Ouch! Oke, jadi kenapa? "
Nagamasa : " Kenapa lu gak keringin celana elu pake cahaya tersebut? Kan namanya energi surya, Mouri. Gue aja tiap pagi cuci baju pake kekuatan cahaya pribadi. "
Kojuro : *kagum* " Cahaya tubuh peri? Dimana? Dimana? Wadooh... Klan Azai gak mau bagi-bagi peri ke JaNime HS! Selain cahaya, lu punya peri elemen apa? Api? Angin? Kegelapan? Petir? Or... "
Nagamasa : " Bukan itu... " *menusuk pantat Kojuro* " MAKSUDNYA, O'ON! "
Kojuro : *lari kencang komat-kamit* " Sakit, sakit, sakit! Aku belum pernah tertusuk! "
Nagamasa : " Oh, kasihan... " *geleng-geleng*
Kojuro : " KYAAAH! " *terhenti di hadapan Nagamasa*
Nagamasa : *muka evil* *menunjukkan paku tertajam di dunia* " Mau gue tusuk pake ini? "
Kojuro : *ketakutan* *lari* " TAAAK NAAAAAAK! "
Motonari : *tertunduk lemas* *dalam hati* " Hiks, gue emang habis kalau begini terus... "
Kebetulan, Kenshin-sensei melewati para gerombol JaNime HS.
Kenshin : " Ohayo Gozaimasu, minna! "
Siswa lain : *hormat* " Ohayo Gozaimasu, Kenshin sensei! "
Motonari : " Haik... Ohayo, Kenshin-sensei... "
Kenshin : *heran* " Loh, Mouri-kun... Kasus apa ini? Kok lemes? "
Masamune : *menunjukkan celana* " Nih lo, Kenshin sensei... Dia menaruh celana di gantungan kamar mandi! "
Kenshin : " Oh ya? Memalukan, Mouri-kun! "
Motonari : *makin lama makin nunduk* " Haik, wakai masta, Kenshin-sensei... "
Kenshin : " BTW, kalian lagi apa disini? "
Shingen : " Owh, kami sedang keliling kelas! Relax sekalian kenalan sama dunia JaNime HS! " *gaya*
Kenshin : " Oh, kalau begitu moga sukses tournya, Shingen. Gue mau ke taman sakura dulu... "
Shingen : " Sayonara, Kenshin! "
Siswa lain : " Sayonara des, Kenshin-sensei! " *hormat*
Shingen : " Cukup kan, ke kamar mandinya? "
Sasuke : " Ya iyalah, taichou... Gue bosen cium bau ubinnya yang kewangian... "
Shingen : " Hmph! Kalau begitu... Next destination! Perpustakaan! " *jalan ke perpus*
Yukimura : " UWOOOH! LET'S GO, OYAKATA-SAMA! " *jalan dengan tuannya*
Shingen : *menggandeng Yukimura* " Cha and Cha, Yukimuraaaa! " *-_-*
Sasuke : *dalam hati* " Apa-apaan itu? Kenapa mereka berdua semakin gila saja, yah? Ah, lupakan! "
Kemudian, saking kepedulian Nagamasa yang besar, Author digendong Nagamasa ke perpustakaan.
Nagamasa : " Author Dissa ngerepotin... "
Oichi : " Sabar, Nagamasa-sama... "
9. Library session :
Toshiie : *kepo dimulai* " By the way bus way even train railway, perpus ada dimana? "
Shingen : " Bersebelahan persis dengan kelas tu! "
Kamera langsung menyorot Toshiie, Matsu dan Keiji.
Toshiie : " Begitukah? Enak dong! " *bersorak*
Matsu : " Enak kenapa, Inuchiyo-sama? "
Toshiie : " Ntar kelas kita gak ada suara lain, kan? Jadi tenang... "
Matsu : " Tapi aku suka yang rame kayak hip-hip hura getoh, Inuchiyo-sama! "
Toshiie : " Aku sukanya yang sepi, Matsu-chaan! "
Matsu : " Rame gak? " *deathglare*
Toshiie : " Pokoknya sepi! " *deathglare*
Keiji : *berdiri diantara mereka* " Cukup, kalian berdua! Kalau Toshiie milih sepi, Matsu milih rame, gue milih netral aja gimana? "
Toshiie and Matsu : *tatap deathglare* " Jangan ikut urusan kami, Keiji! "
Keiji : " Owh... " *mundur* " Oke! Saya gak ikut lagi... "
Toshiie : " Es-i-pi-ay! SEPI! "
Matsu : " Ar-ei-em-i! RAME! "
Toshiie : " Gak boleh rame! Ada satu suara pun di deket kelas, gue TUTUP KUPING! Suara sengaja maupun tak di sengaja, gue akan mengeratkan tutupan kuping! "
Matsu : " Gak boleh sepi! Tiada bunyi satupun, gue bakal ke ruangan itu dan summon binatang biar rame lagi! Taromaru ku summon! Goromaru ku summon! Jiromaru ku summon! Shiromaru serta Saburomaru ikut ku summon! "
Toshiie and Matsu : *saling tatap* " Ikkkh... "
Shingen : *langsung tonjok mereka berdua* " Kalian sedang apa... BAKAAAAYARROOOOH! "
Toshiie : " Aaah! Pukulan Shingen-sensei return! "
Matsu : " Ampun, Shingen-sensei! Pliss! "
Shingen : " Hmph! Liat tu, kita udah sampai! Don't fight! " *hendak masuk*
Yukimura : " UWOOOH! MASUUUUK! " *ikut Shingen-sensei*
Nagamasa : *dalam hati* " Terus, gue siksa ni, author! "
Kemudian, Author terbangun dari pingsan. Dia langsung kaget saat melihat... Siapa yang menggendongnya.
Author : *tersentak* " Wow... Nagamasa-san... Kau? "
Semua yang tadi hendaknya masuk, langsung menghentikan langkah sejenak, melihat adegan.
Nagamasa : " Hmph! Jangan kira kalau ini artinya aku cinta kamu! "
Author : *teriak* " KYAAAH! Aku digendong sama pangeran idamanku selama ini! "
Nagamasa : *menurunkan author* " Kurasa sudah cukup! "
Author : " Arrigatou! " *hormat*
Shingen : " Kalau begitu, ayo cepat masuk! " *mengajak*
Semua siswa langsung masuk dan mencari berbagai buku bacaan. Pertama, kamera menyorot ke arah Yukimura dan Sasuke.
Yukimura : " BUKU OYAKATA-SAMA! DIMANA KAU? " *-_-*
Sasuke : " Haih... Jangan oyakata-sama lagi dong, taichou. Napa gak Sasuke-dono aja? " *cih... Sombong!*
Yukimura : " MANA ADA BUKU SASUKE-DONO? POKOKNYA... SAYA CARI OYAKATA-SAMA! "
Sasuke : " Sekalian aja, lu cari wig Oyakata-sama. Gue sudah pusing... "
Yukimura : " OYAKATA-SAMAAAAA! "
Shingen : *memukul Yukimura keluar* " BAKAAA! Gak boleh rame di perpus! "
Yukimura : *kesakitan* " Itt-tta-tta-tai des... "
Shingen : *tatap tajam* " NGERTI GAK, SANADA YUKIMURA? "
Yukimura : *langsung hormat* " HAIK! OYAKATA-SAMMAAAAA! " *masuk lagi*
Sementara itu, apa yang dicincang siswa lain ya? (Eh, di incang kaleek!) Kamera langsung menyorot ke rak buku 'Animal Fiction'.
Masamune : *melihat sebuah buku* " Wow! Tale of Dragon! Perfect... "
Kojuro : " Masamune-sama! Bagaimana dengan buku ini? " *menunjukkan buku berjudul Chibi Dragon -_-*
Masamune : *membaca judul* " Chibi... Dragon? Apa-apaan tuh, Kojuro?! Yang ini tah, keren! " *menunjuk buku yang tadi ia lihat*
Kojuro : " Tale of Dragon... Jangan jangan... Itu saltik alias salah ketik, Masamune-sama! 'Tale' kan sama bacanya dengan 'Tail' yang artinya ekor! Sudah pasti... Itu saltik, Masamune-sama! "
Masamune : " Kojuro... No kidding now! " *langsung menyetrum Kojuro*
Kojuro : " Eekh... Siapa yang kidding, Masamune-sama! Kan memang begitu dalam kamus! "
Masamune : " Kamus versi Kojuro, kan? "
Kojuro : *terdiam sebentar* " Maybe yes and maybe no... Alias MYMN... " *nyengir*
Masamune : " Sudah! Jangan bahas judul buku ini lagi... Dan gue gak mau baca! "
Kojuro : " Loh, kalau mau baca, ya baca aja, Masamune-sama! Kan hak anda! "
Masamune : " Habis elu. Spirit gue jadi ilang, Kojuro! Kapan-kapan aja gue baca! " *buang muka*
Kojuro : *hanyut* *dalam hati* " Ya elah... Masa' gara-gara gue, spirit Masamune-sama ilang begitu saja kayak diterbangin sama angin puyuh? "
Kamera menyorot ke Motonari dan Motochika.
Motonari : " Hmmm... Boys Before Flowers, Princess Korea, Get Married 2... THE HEIRS! "
Motochika : " Apa itu? Cowok sebelum bunga... Putri Korea... Dapat kawin 2... Para rambut? Apa apaan itu, gue gak paham... " *garuk-garuk* " Oh! Aku tau! Cowok mendapat kawin berupa 2 putri Korea sebelum tumbuh bunga! Terus, dapat rambut banyak deh! " *tertawa*
Motonari : *menampar Motochika* " BUKAN! Itu film drama korea yang popok ler! Masa' jadi cerita konyol seperti itu? "
Motochika : *balas tampar* " Populer, kaleek! Mana ada popok terus tarian ler iler... Ler iler... Nggilani bro! Gue jijik! "
Motonari : " Ya itulah... Dan jangan sebut iler di depan gue... Jadi sekarang, lu bantu gue cari di sebelah sana! " *menunjuk daerah yang jaraknya 15 cm dari Motonari*
Motochika : " Haiih... Sejauh itukah? Dan wow, kau hapal semua cerita drama romantik korea, Mouri! " *tertawa*
Motonari : " Karena korea itu atari! Sama kayak Jepang! Jadi, gue cari novelnya... Dan kau harus mencari sejauh itu! Ngerti? "
Motochika : *pergi ke daerah yang ditunjuk* " Ok, whatever your words, Mouri! " *mencari buku*
Motonari : " Ya wes, cepetan! " *mencari buku*
Motochika : *mengambil buku* " Ini kan salah satunya, Mouri! Judulnya The Hairs kan? "
Motonari : *melihat buku* " BUKAN INI, BODOH! Tulisannya itu pake 'e'! Bukan pake 'a'! "
Motochika : " Bacanya the hirs dong... Kan huruf e dalam bahasa inggris dibaca i, ya kan, Mouri? "
Motonari : " Sialan kau... Bacanya jadi the heirs karena ada 2 vokal yang bertemu! "
Motochika : " Vokal bertemu? Jadinya harmonisasi antara Do, Re, Mi, Fa, Sol? La? Si? "
Motonari : *menyinari tangan Motochika* " Vokal yang dimaksud bukan tangga nada! Sekarang, rasakan api dari panel surya ala Nichirin-Yo! "
Motochika : " Wadaaaw! Panas tangan aku... Akh! Merah tangan aku... Awh! " *menjerit semacam itu lah*
Motonari : " Lebay, lebay... Cari lagi! Harus dapat hari ini juga! " *mencari buku*
Motochika : *mencari lagi* " Disini adanya apa aja, ya? Hmmm... 'Soul Revolution', 'Gakuen Basara', 'The Last Party', 'Samurai Kings', 'Devil Kings'... Kayaknya buku-buku ini tak asing yah. Oh, ini kan yang... " *omongan terputus*
Motonari : *nyahut* " Ah! Jangan disitu deh, Chosokabe! Kayaknya disitu cuma buku basara... "
Motochika : " Sayang sekali, Mouri... Padahal aku menemukan buku 'Princess Korea Special Edition' disini, tapi karna kau menyuruhku untuk mencari di tempat lain, ya sudah... " *pindah rak*
Motonari : *terdiam 3 detik* " Eh, tunggu, apa? Mana, mana? " *ke rak yang ditinggal Motochika*
Motochika : " Tuuh... Yang di sebelah buku 'Giga attacks'! "
Motonari : " Oh! Makasih, Chosokabe! " *hendak mengambil buku* *dalam hati* " Tapi, covernya asing ya... "
Motochika : " Yo'i sob! Makasih baleek! "
Motonari mengambil buku tersebut... Ternyata buku yang diceritakan Motochika itu berjudul 'Lady Motonari Mouri'. Dia melihat isi-isinya dan disitu, terdapat banyak foto Motonari mengenakan dandanan layaknya wanita...
Motochika : *teriak pelan* " Yey, yey! Jebakan buku gue... Berhasil! Berhasil! Hip, hip, hurraah! " *joget dora*
Motonari : *teriak* " CHOSOKABEEEE! AWAS SAJA KAU! Pengarang buku palsu ini... TAKKAN KUMAAFKAN! "
Motochika : *tertawa* " Kasihan Mouri... Dia kagak tau! "
Motonari melihat nama pengarang di sisi samping buku. Tulisannya 'Chosokabe Motochika'... Ya elah, Motonari dihancurkan oleh rivalnya sendiri :)
Motonari : " CHOSOKABEEE! RUPANYA... "
Motochika : " Kenapa? Masalah yah, buat elu? "
Motonari : " BANGET! "
Motochika : " So, I don't care... "
Motonari : " Sialaan... " *membanting buku ke lantai* " Buku ini! Harus dihancurkan! " *menginjak-injak buku*
Shingen : *tiba-tiba muncul* *memukul Motonari keluar* " BAKAA! Kau tak boleh menginjak buku perpus! "
Motonari : *tele-tele* " Tapi itu menghancurkan nama baik saya! Aaakh! " *kepepet tembok*
Shingen : *menepuk kedua tangan* " Hmph! "
Motochika : *tertawa kecil* " Jauh banget, tuh! " *bukunya sampe jatuh*
Author : *mendatangi Motochika* " Apanya yang jauh? "
Motochika : " Tuuh, Motonari! "
Author : " Hmmm... Kukira bukumu yang jauh! "
Motochika : " Yaah! Itu namanya ja... " *melihat bukunya yang jatuh* " Tuuh... " *kaget* " WHAT? MY LOVELY BOOOOK! " *mengambil buku dengan gesit*
Author : *tertawa* " Lebai banget lu! Buku kan, termasuk abiotik! Makanya belajar IPA! Biar gak salah kaprah! "
Motochika : *marah* " DIAAAM, THOR DISSA! " *menghempas Author sama jauh dengan Shingen menghempas Motonari tadi*
Biar si kameramen nahan stress, kamera langsung menyorot ke arah rak buku 'Nature'.
Oichi : *melihat buku 'Flower Paradise'* " Wah... Ichi pingin baca buku ini... "
Nagamasa : *menghampiri Oichi* " Loh, Ichi disini? Kukira kau berada di rak yang itu! " *menunjuk rak buku fiksi*
Oichi : " Tapi, Ichi bosen disitu... Ichi, mau baca yang ini aja... "
Nagamasa : " Hmmm... Kamu sepertinya suka banget, sama yang namanya bunga! "
Oichi : " Haik, Nagamasa-sama... Ichi ingin membuat bunga mekar... " *memegang buku erat*
Nagamasa : " Hah? Kamu tak pernah menanam bunga, Ichi? " *heran*
Oichi : " Ichi selalu mencobanya... Tapi... Ichi selalu gagal! Ichi... Tak pernah membuat bunga bermekaran! " *menahan tangis*
Nagamasa : *sweatdrop* " Kasihan... Kalau begitu, aku punya sesuatu untukmu. " *mengeluarkan sesuatu dari kantong*
Oichi : " Hah? Nagamasa-sama punya sesuatu... Untuk Ichi? "
Nagamasa : " Nah! Ini buat kamu... " *senyum*
Mata Oichi langsung berkaca-kaca. Ternyata, Nagamasa memberinya bunga melati yang memiliki kelopak terbaik (menurutnya...).
Oichi : " Arr... Arrigatou! Nagamasa-sama! Bunga ini... Akan kujaga! "
Nagamasa : " Ichi... " *memegang erat tangan Oichi*
Oichi : *terkejut* " Nagamasa-sama... "
Hiks... Author jadi terharu dari jauh... :') Lalu, author langsung terduduk cemburu di lantai. Inceng siswa lain aja deh, daripada melihat Author menyiksa dirinya lagi... :D Kamera menyorot bangku perpustakaan. Sekarang, Fuuma sedang duduk di bangku perpustakaan tersebut, dia membaca buku yang berjudul 'Legend of Hanzo Hattori'. Tiba-tiba, Kasuga menghampirinya.
Kasuga : *menepuk pundak Fuuma* " Ciao, Fuuma! "
Fuuma menulis : 'Ya elaah... Apaan sih? Bikin gue terkejut kayak orang stress aja!'
Kasuga : " Yah, maaf deh! Eh? " *melihat buku Fuuma* " Kamu suka Hanzo Hattori ya? "
Fuuma menulis : 'Yap! Dia adalah salah satu ninja legendaris di Jepang!'
Kasuga : " Hmm, begitu ya... Keren... " *ngintip isi buku* " Chapter 5 : Investigation... Saat Hanzo terkepung oleh 4 ninja lainnya, Hanzo langsung saja melakukan combo yang bernama... " *terputus*
Fuuma langsung memukul Kasuga dengan buku yang dia baca.
Fuuma menulis : 'Ngintipan lu... Sini kalo mau baca!'
Fuuma menarik kursi lain ke sebelah kursinya. Lalu, mempersilahkan Kasuga duduk di kursi itu.
Kasuga : " Hahaha! Makasih, Fuuma! " *duduk*
Fuuma membeberkan buku di atas meja. Lalu mereka membaca buku itu berduaan. Kamera menyorot ke Yukimura. Langsung saja, Yukimura sebagai pencatat rekor 'Ambush YAOI' disini, mengajak Sasuke untuk survey sedikit.
Yukimura : " Wow... Fuuma dan Kasuga baca buku be'duaan... Sasuke! " *menarik tangan Sasuke*
Sasuke, sebagai pengikut 'TERPAKSA'-nya si Yukimura, harus terseret masuk kamera dan ikut perintah -_-''
Sasuke : *menjerit pelan* " It-tta-ttah! Apaan sih? Gue kan, mau kesitu! "
Yukimura : *berbisik* " Emang harusnya gue bawa kamera, kan? "
Sasuke : *heran* " Napa, taichou? Lu sudah jadi king narsist ya? LOL... "
Yukimura : *menunjuk YAOI palsu* " Tuuh... Fuuma ama Kasuga lagi apa? " *bersiul*
Sasuke : *muka melebar* " What the... "
Yukimura : " Bagaimana ini, saudara Sasuke? Betul kan, kata gue? " *bertanya ala Detective Holmes*
Sasuke : " Tu... Wa... Ga... SAMPERIN! " *menarik tangan Yukimura*
Yukimura : *ketarik* " Aakh! Woles ae, Sasuke! "
Mereka berdua sampai juga. Langsung saja, Yukimura sebagai kapten dari detektif 'AMBUSH YAOI' (?), melakukan Survey.
Yukimura : *berdehem* " Hoi, kalian! Sedang apa disini? "
Kasuga : *kaget* " Eh? Yukimura... Nani yo suru? " *heran*
Fuuma menulis : 'Jangan bilang kalau kalian mau menjadikan kami pasangan YAOI...'
Yukimura : " Gak kok, Gak! Saya cuma mau survey sedikit... " *memegang dagu*
Kasuga : " Ya ampun... Jangan ganggu dong! Kami cuma baca buku! "
Sasuke : *tiba-tiba muncul* " Halah... Tapi kenapa be'duaan gitu? "
Kasuga : *tertegun* " Sasuke... Kun? "
Fuuma menulis : 'Kalian berdua sarap yah? Kami ini hanya baca buku berdua! Bukan berarti kita lagi pacaran, tau!'
Yukimura : " Survey pertama... " *berdehem*
Kasuga : " Cih, pake dehem dulu! "
Yukimura : " Apa kalian berdua saling menyukai? "
Fuuma dan Kasuga langsung gubrak. Yukimura dan Sasuke masih disana dengan gaya aneh-aneh...
Kasuga : " Kenapa sih? Kami gak ngerti! Kami gak ada hubungan apapun, kecuali aliran shinobi! "
Fuuma menulis : 'Dengerin ya! Kami memang deket, tapi bukan berarti kami menjadi pasangan ninja tau! Lagipula... Kasuga sudah punya pacar!'
Kasuga : *mengangguk* " Apalagi, sudah resmi jadi pasangan! "
Yukimura : " Gue tahu, gue tahu... Tapi, ntar malah jadi cinta segitiga lu! Hahaay! "
Sasuke : *nyanyi lagu Madu Tiga* " Istri tua beracun, balik ke rumah istri muda... Kalau dua-duanya beracun, pergi kawin tiga... " *geleng-geleng* " Tunggu... Siapa yang ketiga? "
Kasuga : " Iyalah! Satunya sapa? " *langsung bingung* " Setahuku hanya ada Kenshin-sensei dan Fuuma yang kau rekomendasikan itu... " *dalam hati* " Bahkan Fuuma tak kuterima! "
Yukimura : " Loh kan Kenshin-sensei, Fuuma ama Sasuke-dono... "
Sasuke : *menyuriken Yukimura* " Kalau begitu, gue bukan! "
Yukimura : " Aakh... Oke, oke! Kalau begitu, namanya cinta garis! " *-_-''*
Kasuga : " Cukup sudah... " *menampar Yukimura*
Fuuma menulis : 'Bisakah kalian ganti topik serta ganti orang? Kami hanya tertuju pada buku saat ini!'
Yukimura : *kesakitan* " Walaupun begitu, gue belum selesai survey nya! Masih ada survey lagi yang harus kami tanya! "
Sasuke : " Yap! Langsung saja Taichou! Survey... Kedua! " *memakai kacamata hitam (?)*
Fuuma menulis : 'Gue gak percaya, kalau tiba-tiba Sasuke menjadi PSY versi ninja :D'
Sasuke : " Oppa Gangnam Style! " *gaya PSY*
Yukimura : *mendiamkan Sasuke* " Survey, Sasuke! Malah joget... "
Sasuke : *sadar* " Ha-hah... Iya, Taichou! "
Yukimura : *berdehem* " Siapa yang ngajak dan diajak dalam momen romantis ini? "
Kasuga : *nunjuk Fuuma* " Tadi dia yang ngajak gue! Dia yang siapin bangku buat gue! "
Fuuma menulis : 'Haiih... Tapi sapa dulu yang ngintip isi buku ini?'
Kasuga : *merobek kertas Fuuma* " Itu karena bukumu menarik perhatian! "
Fuuma menulis : 'Hiks, kertas gue jangan disobek! Dan itu karena lu samperin gue kan?'
Kasuga : " Grrrh... Dan itu... Karena kamu lagi duduk baca buku yang menarik itu! Yang judulnya Ninja Hattori-Hattori itu lah... Atau sebut saja topi Tori lah... Ninja Pak Tani kaah... Dan sebagainya... " *bicara komat-kamit*
Fuuma menulis : 'Jangan lupa ya... Itu karena kamu melihatku sedang baca buku! Kalau kamu gak lihat, pasti kamu cari buku cover Kenshin-sama kan? :D'
Kasuga : " Ciih... " *menahan marah* *dalam hati* " Bener-bener pemikiran yang merinci! Macam Cak Lontong! "
Fuuma menulis : 'Dan nama ninjanya itu HANZO HATTORI! Bukan Ninja Hattori! Emang kartun? Dan apa tadi? Topi tori, Pak tani... Cih, tambah ngelantur loe!'
Yukimura : " Hahah... Berarti kalian berdua saling suka ya? " *bersiul*
Sasuke : " Cieee... Kasuga punya dua cowok! "
Kasuga : " Apa katamu? " *menendang Sasuke keluar perpustakaan*
Fuuma menulis : 'Wow... Kasuga mencetak rekor baru! ^^'
Yukimura : " Sekarang, si ninja pendiam alias Fuuma sedang memuji Kasuga! Dia mau biar Kasuga balas puji! " *ketawa*
Kasuga : " Ngga! Fuuma tak melakukan itu! Dia hanya bilang bahwa tendanganku luar biasa! "
Fuuma menulis : 'Muji sama romantik gak berkaitan! Emangnya kamu? Romantik dengan sang Oyakata?!'
Yukimura : " Oh... Kalau itu... Bukan romantik namanya! " *tak mau dibalas*
Kasuga : *ketawa* " Betul tuuh, Fuuma! Sanada ama Oyakata kan sering teriak-teriakan! "
Yukimura : " Tapi bukan berarti namanya cinta, lah! Kalian jangan salah... "
Kasuga : " Hei, kamu yang salah duluan, bro! " *senyum sarkastik*
Fuuma menulis : 'Sana, kejar dia... Buatlah lagi momen romantis mu dengan sang Oyakata yang buaaaaaik itu! :D'
Yukimura : *takut* " Ka-Ka-Ka... KABOOOR! " *lari ke daerah lain*
Kasuga : " Haha... Akhirnya kita mengusir dua orang aneh Takeda! " *gaya wonderwoman*
Sasuke & Yukimura : *teriak dari jauh* " HENTAI JANAI! "
Fuuma mengacungkan jempol dan mengikuti gaya milik Hanzo Hattori.
Kasuga : " Ayo, kita baca lagi! " *duduk*
Fuuma menulis : 'Oke... Sampai dimana tadi?'
Kasuga : " Itu! Yang Hanzo melakukan jurus... "
Mereka kembali membaca dongeng dengan khidmat. Kamera menyorot ke arah Tenkai dan Nouhime, yang kebetulan juga duduk di bangku perpus...
Tenkai : *membaca judul* " Resep biar tidak mengantuk saat menjelang sahur... Keren nih! " *membuka buku*
Nouhime : " Oi, Tenkai! Ngapain baca buku gitu? Kukira kau bakal suka ini! " *menunjuk buku lain*
Tenkai : " Hmm? " *membaca judul* " Sakit hati, aku rapopo... " *muka heran*
Nouhime : " Iya kan?! " *senyum sarkastik*
Tenkai : *merebut buku* " Aku bakal baca dua-duanya! " *tertawa sendiri*
Nouhime : " Haih... Mana mungkin kau langsung baca dua? "
Tenkai membaca kedua buku secara bergilir -_-
Tenkai : *buku I* " Biar kamu tetap terjaga, tidur nya jam 6 petang, pas... " *buku II* " Kemarin aku diputusin sama pacar yang padahal, aku kira bahwa dia selalu setia padaku... "
Nouhime : " Ya ampyun... Kau baca dua-duanya.. "
Tenkai : *buku I* " Sehingga, jika kau bangun jam 2 dini hari, kau dapat waktu istirahat 8 jam... " *buku II* " Tapi, aku harus menerima sakit ini dengan kata 'Aku Rapopo cak!' "
Nouhime makin heran dengan temannya yang satu ini. Secara perlahan, Nouhime meninggalkan orang gila itu.
Tenkai : *masih baca* " Hahahahaaah! Bukunya seru semua! " *padahal baru 2 kalimat naak -_-*
Dan saat ini, waktu keliling perpus selesai. Hanya dia yang diam tenang disana.
Readers : " Lah, author nya? "
Author : *bangun* " Gue bangun dan ikut dong! " *narsis*
Shingen : " Tujuan kita berikutnya adalah sekitar bundaran sekolah! Langsung saja, Lab IPA! Here we go! " *jalan happily*
Yang lain jalan mengikuti sensei sesuai khas mereka masing-masing. Mari kita tengok sob! Sekarang, kamera menyorot ke langit (Wow... Berarti kameramennya bisa terbang!).
Sasuke : *menaiki burung hitam* " Wow... Pemandangan dari sini indah juga! "
Kasuga : *menaiki burung putih* " Kirei... "
Sasuke : *geram* " Kenapa kau mengikuti setiap gerakanku? "
Kasuga : *geram* " Bukan aku lah! Kamu yang mengikuti! "
Sasuke : " Yee... Aku yang mulai duluan, masa aku ngikutin kamu? "
Tiba-tiba, Fuuma terbang di atas langit, sambil memegang tulisan yang besar. Tulisannya :
'Sudah, sudah! Jangan ribut... Kalian kan, satu golongan!'
Sasuke dan Kasuga : *takjub* " Uwooooo... "
Fuuma mengedipkan salah satu matanya. Sasuke dan Kasuga langsung iri banget...
Sasuke : " Itu namanya melebihi kita... Ya kan, Kasuga-san? "
Kasuga : *mengangguk pelan* " Kita harus mundur... Dan membuat formasi! " *menyeret Sasuke ke bawah sebentar*
Sasuke : " Tung-Tunggu! Apa yang mau kau lakukan? Kasuga? "
1 menit kemudian... (Cepat sekali! :o)
Fuuma masih terbang dengan santainya melintasi langit. Tiba-tiba, dia melihat burung terbuat dari kertas. Dan gerakannya aneh!
Fuuma : *dalam hati* " Apa-apaan itu? Burung langka ya? "
Tahunya, di dalam burung tersebut, ada...
Sasuke : " Oi, Kasuga! Harusnya aku yang kepakkan dulu, baru kamu! Masa' burungnya kepak kiri-kiri-kanan-kanan-kiri-kiri-kanan-kanan-bareng sih? "
Kasuga : " Bukan laah! Harusnya dikepak bareng-bareng sejak awal! "
Sasuke : " Ya udah! 1, 2, 3! " *mengepak bersama dengan Kasuga*
Dan akhirnya, burung terbang dengan sempurna! Fyuuh~~. Tapi... Ada satu masalah lagi!
Sasuke : " Oh iya, udah bener! Tunggu dulu, kenapa dengan paruhnya, Kasuga! Paruhnya jangan ikut digerakkin juga, doong! Masa' mangap-nutup-mangap-nutup gitu? "
Kasuga : " Diaam! Kamu gak tau apa-apa tentang burung ya! " *membuka-tutup paruh barung buatan*
Fuuma : *dalam hati* " Sebenarnya ini burung... Apa tangan kepiting bentuk burung? "
Sasuke : " CUKUUUP! " *menutup paruh rapat*
Kasuga : " Kamu, baakaa! Kita gak bisa napas kalau gini caranya! "
Sasuke : " Tapi ntar Fuuma gak kagum dong! "
Kasuga : " Sudah gak ngurus! Sekarang, kita sesek nih, gimana? "
Sasuke : *tersadar* " Ukh... Sumuk... Seharusnya lu bikin lubang ventilasi biar bisa napas! " *berhenti bergerak karena sesak*
Kasuga : " Oi, Sasuke! Kenapa kau berhenti? Kita akan... " *berhenti bergerak juga*
Mereka berdua langsung melesat jatuh ke lantai kayak meteor kecil.
Fuuma : *dalam hati* " Burung yang aneh... Semoga cepet insaf! "
Kasuga : *pusing* " Ya ampun... "
Sasuke : *membuka paruh burung lebar* " Cih... Kacau ni loh, Kasuga! Semua karena mu! "
Kasuga : " Kok aku sih? Kamu dong! Kenapa dengan cepat, kau tutup paruhnya? "
Sasuke : " Lah! Tapi siapa yang gak bikin lubang ventilasi? Kepaksa deh! "
Kasuga : " Don't care! " *membuang muka*
Sasuke : *jalan menyusul rombongan* " Cepet, ntar ketinggalan! "
Kasuga : *tersadar* " Oi, tunggu! Kamu jahaat! " *lari mengejar*
Kamera menyorot rombongan bagian tengah. Disini ada Motochika, Kojuro, Masamune, Kennyo, dan Motonari.
Motochika : *berseluncur dengan jangkar* " Tetap saja... Menggunakan jangkar adalah yang terbaik! "
Motonari : " Cih... Pake jangkar aja pamer! Gak usah pake apa-apa kan, gak membuang tenaga orang lain! " *jalan dengan santai*
Motochika : " Biarkan saja! Emangnya jangkar adalah seorang manusia? "
Motonari : " GAK NYAMBUNG LOOH! "
Motochika : " Kan kamu yang mulai dengan bahasa salah kaprah mu? "
Motonari : *mencetarkan matahari* " AWAS KAU, CHOSOKABEEEE! "
Kennyo : *nginceng uang* " Disini ada uang kagak ya? "
Motonari : " INI LAGI! BIKIN TAMBAH STRESS! DIMANA-MANA NYARI DUIT! "
Kennyo : " Biarin... Ini kan, hak gue? "
Motonari : " Ganggu jalan gue, tauk! "
Kennyo : " Ya udah, lewat bagian lain napa? "
Motonari : " Itu menguras tenaga! "
Kennyo : " Tapi jalan begini kan, sama kayak menguras tenaga... "
Motonari langsung mengeluarkan asap cerobong dari topi hijaunya.
Motochika : *menggoda* " Tuut... Tuut... Kereta api Mouri segera berangkaat! "
Motonari : *dalam hati* " Gak disini, gak disana, gak disitu, gak dimana-mana! Digoda terus! "
Kennyo : *memerhatikan Kojuro* " Hei, Kojuro? Kamu sedang apa? "
Kojuro : *jalan ala gadis Korea* " Annyeong haseyo! Kojuro mida! " *gj dah :p*
Kennyo : *heran* " Bahasa apa tu? "
Masamune : *mengernyitkan dahinya* " Yah, apa-apaan itu? "
Kojuro : " KOREATARIII! "
Motonari : *takjub* " Wow... Kau fans korea juga, Kojuro? "
Kojuro : " Iya! Kamu suka SNSD gak? Gini kan, style nya? " *niru jalan di MV SNSD-Paparazzi*
Motonari : *kagum 2x lipat* " Good, Kojuro! Ntar ajarin aku! " *mengeluarkan raungan kayak di lagu EXO-Wolf*
Kojuro : *mengacungkan jempol* " Dan ajari raungan itu juga! Itu EXO kan? " *tepuk tangan*
Motonari hanya mengedipkan salah satu matanya kayak Tiffany SNSD (?).
Masamune : *memegang kepala* " Pusing... Ganti topik, cepeet! Motonari juga! Ngapain lu ikut gila? " *menghantam Motonari dengan keras*
Motonari : *tertancap ke dasar tanah* " Ouch... Mengerikan... Gue kelelek pasir... "
Kojuro : " Ya sudah kalau kau memaksa... " *ganti pose India* " Chaiyya, Chaiyya, Chaiyya, Chaiyya... Koju Chaiyya, Chaiyya, Chaiyya... "
Masamune : *shock* " PHANTOM DIVEEE! "
Kojuro : *terhempas menuju barisan paling belakang* " Ouch! That's hurts! "
Kamera kembali menyorot bagian belakang, tapi Sasuke dan Kasuga masih jauh dengan rombongan. Disini ada Matsu, Toshiie, Keiji, Author, Nagamasa, Nouhime, dan Oichi (Ditambah Kojuro yang barusan kepental).
Matsu : *naik punggung Goromaru* " Aah... Enaknya naik beruang bulu lembut ini... "
Keiji : " Selembut apa sih? "
Author : " Apakah selembut kulitku? " *cih, pamer nih...*
Matsu : " Jangan ge-er lu, Author! Ini selembut belaian laki-laki idaman kayak Inuchiyo-sama! " *kagum-kagum sendiri*
Author : " Jangan laki-laki lagi, doong... Gue galau lagi! " *jalan lesu*
Keiji : " Hah? Segitunya? "
Toshiie : *naik burung summon-nya* " Matsu! Aku bisa melihatmu! "
Matsu : *blush* " Inuchiyo-samaaa! "
Tiba-tiba, di depan Toshiie ada segerombolan burung pelikan terbang. Jaraknya masih 2 meter sih... Keiji dan Author menyuruh Toshiie untuk berhati-hati, tapi Toshiie dan Matsu tidak menyadarinya.
Keiji : " Oi, Toshiie! Awas! Di depanmu! "
Author : " Ada pak, pak, paak! " *maksudnya pak itu, kepakan burung...*
Toshiie : *sibuk mengagumi Matsu* " Matsu-chaan... Aishiteru... "
Matsu : *blush tingkat 10* " Inuchiyo sama... "
Author : " KALIAAAAN! LIAT DOOONG! "
Keiji : *teriak* " TOSHIIE! DI DEPANMU! "
Toshiie : *gila* " Apaan sih? Jangan ganggu momen romantika ku dengan Matsu, dong... "
Matsu : " Bener tuuh! Keiji! " *memukul Keiji keras* " Kamu juga, Thor Dissa! Gila gak ada abisnya! " *menghempas Author dengan sundulan hidung Goromaru ke depan*
Keiji : *benjol* " Tapi serius... Ada gerombol pelikan di depanmu... "
Toshiie : " Haiyaah... Mana a... " *baru melihat di depannya, ada pelikan* " WHAAAAT? "
Toshiie langsung terjatuh ke arah Matsu. Toshiie kini berada di dekapan Matsu! (Romantisnyaa ^^)
Keiji : *marah* " Tuuh khan? Baru kubilang? "
Matsu : *tersentak* " Inuchiyo... Sama?! "
Siswa lain : " CIEEEEE... " *lagi-lagi...*
Matsu : " Wow... Inuchiyo sama ada di dekapanku... "
Toshiie : *memeluk Matsu* " Matsuuuu! Ai Love You! "
Matsu : *kaget* " Akh... Inuchiyo... Sama... "
Shingen : *teriak dari jauh* " FOKUS! JANGAN KEWALAHAN KARENA CINTA! "
Semua siswa : " Haik, Shingen-sensei! "
Oichi : *jalan dengan tangan hitam* " Enak juga ya, tanganku ini... "
Nagamasa : " Wow... Baik juga ya, tangan-tanganmu itu! "
Oichi : *tertawa kecil* " Sudah setia sejak dulu, Nagamasa-sama... "
Nagamasa : " Andai aku punya yang seperti itu, Ichi. "
Oichi : " Haha! Ada aja! "
Nagamasa : " Kan andai... "
Kamera menyorot rombongan bagian depan. Disini, ada Yoshimoto, Shingen-sensei dan Yukimura (ditambah Author yang terhempas).
Yoshimoto : " Waaah! Enaknya! Aku merasa lebih tinggi! "
Shingen : " Apanya... " *ternyata sejak tadi, dia menggendong Yoshimoto* " Yang enak! "
Yukimura : " Oyakata-sama! Habis ini saya! Habis ini saya, OYAKATTA-SAMMAAAAAH! "
Yoshimoto : *melet* " Ingat, ini masih masa hukumanmu loh! "
Shingen : " Hmmm... " *mengangkat dengan semangat* " YOOOOSH! "
Yukimura : *mengejar* " UWOOOOOOH! HABIS INI SAYA, JANGAN LUPAAAA! "
Author : *terbangun* " Ya ampun... Hempasannya terlalu kuat! "
Yukimura : " Hmm? Author Dissa? Kok tiba-tiba ada disini? "
Author : " Tanya aja sama Matsu! " *menoleh ke belakang*
Yukimura : " Poor Author... "
Author : " BTW, ini yang kau maksud siapa? "
Yukimura : *moro-moro berbahasa ingggris* " What do you mean? "
Author : " Tadi kamu bilang 'Habis INI aku'! Nah, ini yang kau maksud disitu siapa? Setahuku, belum ada orang yang bernama ini! "
Yukimura : *geram* " BUKAN ITUUU! Maksudku, habis Yoshimoto yang digendong... GUE! " *membakar Author sampai gosong*
Shingen : " Bagus, Yukimura! " *agak kecapekan*
Yukimura : " Heheeh... Arrigatou ne, Oyakata-sama! "
Tiba-tiba saja, Tenkai kembali dengan sosok menyeramkan (kamera langsung saja menyorot bagian belakang, Kasuga dan Sasuke sudah nyusul).
Tenkai : " Aku adalah... Drag cool hah? " *salah banget!*
Nouhime : " Hah? Apaan lu? " *heran*
Kasuga : *menutup kuping* " Suaranya aneh! "
Tenkai : " I will eat your blood! " *mengarahkan tangan ke Nouhime*
Nouhime : " Ih... Yang bener itu Drakula! " *melempar Tenkai dengan 5 pack granat*
Tenkai : *kulitnya menjadi warna hitam kelegaman* " Hiks... Gue selalu tersiksa... "
Sasuke : " Wow... Bisa jadi BBQ Roast nih! " *tertawa*
Tenkai : " Silahkan! Kapanpun masak saja! "
Sasuke : *dalam hati* " Dasar aneh... Masa' mau aja dimasak? Gak dead tuh? "
Tenkai : " Gue malah suka kena dead! "
Sasuke : " Orneh... " *menyetripkan jari di keningnya*
Nouhime : " Sabar, Sasuke! Dia memang lebai, aneh dan sinting! Gue juga gak tahan sebagai satu klannya! "
Sasuke : " Begitu ya? "
Tenkai : *kaget* " Gue dibilang lebai... Aneh... Sinting? " *guling guling dengan ngebut* " Kyaah! " *sambil nangis* " Gue diejek-ejeeek! "
Tenkai terus berguling... Diikuti kameramen yang menyorot Tenkai sampai ke bagian depan rombongan. Bahkan melebihi.
Tenkai : *menangis* " GUE DIBILANG LEBAAI! GUE DIBILANG ANEEEH! GUE DIBILANG SINTIIING! "
Semua yang melihat menjadi heran.
Yukimura : " Tenkai-dono... Dia berguling dengan cepat... "
Shingen : " Kau harus maju secepat gulingan itu, Yukimura! Raihlah puncak tanpa penyesalaan! "
Yukimura : *terharu* " OYAKATTA... SAMAAA! "
Shingen : *teriak* " YUKIMURA-YOOO! "
Yukimura : *teriak* " OYAKATA-SAMAAAA! "
Shingen : *teriak* " YUKIMURA-YOOO! "
Terus, terus, dan terus... Kita sudah tau bagaimana lanjutan adegan ini...
10. Science lab session :
Dan akhirnya, para rombongan sudah sampai di Lab IPA. Kamera mengarah tiap adegan secara bergilir ^^
Shingen : " Lab IPA JaNime High School! Alias Ilmunya Pasti Alami! " *haiyaah...*
Oichi : *nyari secepat kilat* " Bunga... Bunga... Ichi mau bunga... "
Tenkai : *ikut nyari* " Racun... Racun... Saya mau racun! Buaaahahaaak! "
Nouhime : " Haiiyaah... Oichi sama Tenkai ribut banget... Apalagi Tenkai, dia sangat mirip wong sing ngeting... "
Nagamasa : " Kita tenang-tenang saja disini, ya kan Nouhime-san? "
Nouhime : *menjaga jarak* " Gue bukan uke-mu! Gue gak level ama lu! "
Nagamasa : " Tapi gimana lagi, Ichi nyari bunga disitu, lantas Azai harus bagaimana? "
Nouhime : " Minggir! Kalau gitu bantu Ichi mu itu! Dia kan uke-mu... "
Nagamasa : *lemas* " Oke, oke... "
Kennyo : *megang tengkorak* " Yoshimoto, my pren, iki cocok ama Kennyo kan?! " *narsis sama tengkorak*
Yoshimoto : *muka sadis* " Apanya yang cocok, dia kekar begitu... "
Kennyo : *gerakin tangan tengkorak* " Ayo kita berdansa! Cihuuui! "
Yoshimoto : *menarik Kennyo* " Cukup! Ntar rusak lu harus ganti! "
Kennyo : " Lu tau ganti berapa? "
Yoshimoto : " Paling 500000 yen... "
Kennyo : " Mahalnya cooy! Padahal tinggal bunuh orang, terus ambil kerangka tubuhnya, dagingnya dan jadi tengkorak! "
Yoshimoto : " Tumben pikiran lu porno... "
Kennyo : " Apanya yang porno? "
Yoshimoto : *akting GJ* " Aku... Porno.. Haha... "
Kennyo : *menghantam Yoshimoto* " GUE GAK PERNAH BEGITUUU! "
Shingen : " Oh iya, habis ini kita ke ruang rahasia ya! " *sambil menata eksperimen*
Yukimura : " Oyakata-sama, tabung ini untuk apa? " *menunjukkan tabung berisi ramuan hijau berbusa-busa* " Saya kocok ya! " *mengocok dengan kencang*
Shingen : *kaget* " Yukimura! Itu jangan dikocok-kocok, ntar lu bakal... "
DUUUUUAAAAAAR! Tempat Shingen dan Yukimura penuh dengan tumbuhan. Yukimura dikelilingi oleh 1001 (?) Kupu-kupu, sedangkan itu Shingen dikelilingi 999 (?) Ulat.
Yukimura : " UWOOOOH! INI PENEMUAN BAGUS, OYAKATA-SAMAAA! "
Shingen : *mengusir 10 ulat di dada* " Hiks... Menurutmu memang bagus, tapi eksperimenku hancur! "
Yukimura : *mengelus sayap dari salah satu rombolan kupu-kupu* " Coba lihat ini, Oyakata-sama! Sayapnya halus kayak sutra! "
Masamune tiba-tiba mendatangi taman orang itu.
Masamune : *heran* " Huh? Fashion baru Oyakata dan anak macan nih! "
Shingen : *mengeluarkan aura kemarahan merah tua* " AKU TAK TAHAN LAGIIII! "
Langsung saja, ulat-ulat itu keluar dari LAB IPA, tapi tersisa 3 cacing.
Yukimura : " Uwoooh... Banyak sekali ulat yang kau pergikan, Oyakata-sama! "
Masamune : " Masih ada 3 nih! " *menunjuk 3 cacing*
Shingen : " Biarin! Yang penting sudah banyak yang pergi! "
Masamune : " Tapi sayang looh, Shingen-sensei, fashion seperti tadi bagus banget! Patut dipotret dan dipamerkan... "
Shingen : *tumben-tumbennya teriak* " DIAM KAU! "
Masamune : *menutup kuping* " Hmmm... Si anak macan juga bagus, kalau dikelilingi kupu-kupu! " *menyediakan HP*
Yukimura : " What? Apa yang mau kau lakukan, Masamune-dono? "
Masamune : *membuka app kamera* " Jelas sekali kalau gue mau potret kamu, Sanada! " *mengatur rasio kamera* " Siap-siap! Atur pose seng apek... "
Yukimura : *gaya peace* " Saya siap difoto anda, Masamune-dono! " *senyum gitu deeh*
Masamune : " San, nii, ichi... " *memotret*
Yukimura : *masih berpose* " Sudahkah, Masamune-dono? "
Masamune : " Ganti pose! Ganti pose! "
Yukimura : *pose cesar keep smile* " Gini? Masamune-dono? "
Masamune : " NAAH! Nice pose! San, nii, ichi! And preet! " *memotret*
Yukimura : *masih dalam pose* " Sudahkah, Masamune dono? "
Masamune : " Sudah deh... " *mengantong HP*
Kojuro : *tiba-tiba datang* " Masamune-sama, ada a... " *kagum saat melihat fashion terbaru anak macan* " What the... Wow man! "
Masamune : *berbisik* " Nanti jadi di upload ke jaring sosial kan? "
Kojuro : *balas bisik* " A! Untuk android, B! Untuk Blackberry messenger, C! Untuk Chat ON, D! Untuk Do... " *terputus*
Masamune : *menampar* *bisik* " GAK NYAMBUNG CAK KONTOOONG! "
Kojuro : *balas bisik* " IKH, BERAPA KALI KU BILANG, GUE BUKAN KONTONG! GUE KOJURO, TAUUK! "
Masamune : *bisik* " Whatever... "
Yukimura : " Woi, kalian berdua bicarain apa? "
Masamune : *terkejut* " Akkh... Tadi, kami bicarain Kontong... "
Kojuro : *menampar Masamune* " BUKAN KONTONG! GUE KOJURO! "
Masamune : " Soalnya lu kayak cak lontong! "
Kojuro : " Tapi gue bukan makanan! "
Masamune : " Tapi, lu suka makanan, apa lagi lobak... Makanya cak lontong! Bocak (harusnya bocah) suka lobak ontong! Terus, diparodikan lagi jadi Kontong! Kojuro lObak oNTONG! "
Kojuro : *geram* " What the... "
Masamune : " Yeey! Aku menang! "
Yukimura : " Oh, ya sudah... Masamune-dono... "
Shingen : " Sekarang, kita ke ruangan... Rahasia! "
Kasuga : " Whaat? Ruang rahasia? "
Fuuma menulis : 'Jadinya bukan rahasia dong, kalau anda tunjuk ke kami...'
Shingen : " Rahasia para warga JaNime maksudte! Disana... Bakal ada King and Queen nya... "
Sasuke : " Cih, sekolah ada King Queen segala... Cukup pasangkan Chosokabe dan Mouri! "
Motochika : *deathglare* " Apa maksudmu? "
Motonari : *2x deathglare* " Aku bukan wanita... "
Sasuke : " Tapi, muka Motonari terlalu polos kayak kain perca milik wanita... "
Motonari : *menggunakan ring blade* " DIAM! Pokoknya, gue adalah laki-laki normal! "
Sasuke : *memijat punggung yang kena sayatan Motonari* " Hiks... Duo gender menyabitku... "
Motonari : *mencetarkan matahari* " CUKUUP! "
Sasuke : *gosong* " Gue gak bisa dimakan dah... "
Author : " Looh... Kenapa kalian gak masangin gue? Sama siapa gitu? Gue kan, lebih cantik dibanding Mouri! "
Motonari : " Jiiah... Jangankan aku, bahkan kamu, Thor Dissa! Kamu lebih tak bagus untuk menjadi King dan Queen! Sumpah deh! "
Author : " Kau meledek ya? Gue kan, sama Nagamasa! "
Nagamasa : *merasa jijay* " Iyeew... Sapa yang mau sama kamu? Oh! Pak kepala sekolah, alias Xavi tuh! Married aja! "
Author : *nyusut* " Susu Boneeto... I need you now... Gue nyusut neeh! "
Shingen : " Udah! Daripada kalian ribut, ayo cepet ambil ancang-ancang 1000 kaki! Kamu juga, Author! Jangan nyusut! "
Author : " Gimana kagak nyusut? Hati gue nyusut duluan, kok! "
Shingen : " Diam! Jangan nyusut pokoknya! "
Motonari : *mengerakkan kaki layaknya pejogging handal* " ichi, nii, san, shi, go, roku, nana, hachi, kyuu, juu, juuichi, juunii, juusan, juu... "
Shingen : " BUKAN ITU, BAAAKAAYAAAAROOO! MAKSUDNYA, SIAP SIAP KE RUANGAN! "
Taunya, Yukimura, Masamune, Kojuro, Motochika, Yoshimoto dan Kennyo sudah menghilang duluan.
Fuuma menulis : 'Dapatkah aku menyimpulkan bahwa... YuMaKoMoYoKe menjadi kumpulan shinobi yang bisa kawarimi no jutsu?'
Kasuga : " Apa itu... YuMaKoMoYoKe? "
Fuuma nulis lagi : 'Yukimura, Masamune, Kojuro, Motochika, Yoshimoto, Kennyo. Liat aja, mereka menghilang dari ruangan...'
Kasuga : " Itu berarti mereka sedang jalan ke ruang itu sekarang! "
Lalu, para Kaga alias Keiji, Toshiie dan Matsu ikutan ilang.
Fuuma menulis : 'Laah... Saiki KeToMat yang ilang, kan?'
Nagamasa : " Ketomat? Gak salah tuh? Harusnya kan, ketupat?! "
Oichi : " Berarti... Menjelang syawal kan? "
Nagamasa : " Nah! Betul tuuh! Nyanyi dong, Ichi! " *memerhatikan Oichi dengan kitty eyes (?)*
Oichi : *nyanyi* " Minal aidzin wal faidzin... " *padahal bukan agama islam -_-*
Nagamasa : *nyanyi lagu lain* " Marhaban, ya Ramadhan... Marhaban, ya Ramadhan... "
Oichi : " Mohon maaf lahir dan batin... "
Kasuga : *menonjok Fuuma* " Jangan buat nama yang aneh! Nagamasa sama Oichi jadi gila tauuk! "
Selagi Kasuga melakukan adegan tersebut, Fuuma langsung shock dan 'actless' (atau writeless lah). Nagamasa langsung berhenti dan memandang Oichi dengan serius.
Oichi : *masih nyanyi* " Mohon maaf, lahir dan... " *terputus*
Kasuga : *menutup mulut Oichi* " Cukup, Oichi-san! Sekarang bukan audisi pencarian idola! "
Shingen : " Ya sudah! Yang tersisa disini... Cepat ke ruang rahasia! "
Motonari, Nagamasa, Oichi, Sasuke, Kasuga, dan Fuuma mengikuti Shingen-sensei. Sementara itu, Author hanya tersentak saat melihat adegan Nouhime dan Tenkai...
Nouhime : " Tenkai! Kau mau apa disini? " *melihat Tenkai dengan sinis*
Tenkai : *tertawa sendiri* " Lihat saja adegan ini sedang menikmati jarum suntik bertubi-tubi! " *menusuk jarum ke perut*
Nouhime : *ketakutan* " Hiiwh... Emang kagak perih tu, obat suntiknya? "
Tenkai : " Tenang saja, Nouhime-sama... Saya digambarkan sebagai tembok bata yang kuat kok! Alias, GUE KEBAAAL! " *tertawa sendiri*
Nouhime : " Ngomong-ngomong, yang lain kemana? "
Tenkai : " Biarin daah! Gue masih pengen main! Habis ini, gue mau nyoba bagaimana rasanya kena cakaran miniatur macan disitu! "
Nouhime : " Lu udah sinting ya? " *menembak Tenkai*
Tenkai : *tertembak* " Apa yang kau lakukan? Kau menganggu momen kebahagiaanku! " *melempar paku ke Nouhime*
Nouhime : *menghindar* " Hmm... Lo mau ngajak tarung? " *memamerkan pistol bersayap*
Tenkai : " Okeh! Sapa takut? Gue siap menerima sakit! " *memamerkan sabit petani (?)*
Mereka berdua tarung sekitar 3 menit. Nouhime menembak dan ngebom kesana kemari, sampai-sampai menghancurkan gelas ramuan di sekitarnya. Tenkai menyabit dan melempar paku setajam silet itu kesana kemari, sampai-sampai semut yang lewat lantai itu kakinya berdarah! -_- Sementara itu, si author hanya menolehkan kepala kesana-kemari, karena pusing sekaligus terkagum-kagum akan momen ini. Kameramen sampai-sampai menyeret kamera kesana-kemari, karena terlalu banyak serangan yang diluncurkan.
Tenkai : *melempar paku* " RASAKAN INIII! "
Nouhime : *roll big jump (?)* " Yeee! Kagak kenek! " *mencetarkan bazooka*
Tenkai : *gaya spiral* " Ciakkakakkaaaak! Aku kan elastis! "
Nouhime : *geram* " Awas kaaau! " *terdiam sebentar* " Kayaknya ruangan ini memang kosong, ya? "
Tenkai : *terdiam 3 detik* " Iya, gue baru nyadar juga... "
Nouhime : " Berarti... Dengan kata lain... Kita... "
Tenkai : *mundur perlahan* " Woops... Sieyey... "
Nouhime : *meletakkan bom besar tepat di titik tengah lab* " KITA DITINGGAL TOURNYA! "
Tenkai : *lari komat-kamit keluar lab* *ketakutan* " GOMEN NASAII, NOUHIME-SAMAAA! "
Nouhime : *ikut keluar* " Lab akan gosong dalam 3... 2... Dan... "
DUAAAAAAR! Suara bom meledak seketika.
Nouhime : " Hahaah! Meledak juga nih lab! "
Mau tau kehancurannya? Mari kita simak hasil survey berikut. Dibintangi Author dan readers. Kamera menyorot mereka secara bergilir. Author memegang-megang dagunya dengan sok sampai kamera dinyalakan.
BONUS SESSION! SURVEY ACAK ABEES ALA AUTHOR :
Author : *menyambut readers* " Welcome to my survey! Ini sudah didasari oleh ilmu detektif tingkat tertinggi, yaitu Hold mess! "
Readers : " YANG BENER HOLMES KALEEEK! "
Author : " Terserah deh! Ayo mulai! Satu. Dari 1000 gelas ramuan yang ada, 500 hancur karena ledakan, 500 lagi ikut hancur karena efek samping bom... "
Readers : " WHAAT? Berarti semuanya hancur dong, gak bisa eksperimen lagiii... "
Author : " Alias bo'ong. " *melet*
Readers : " WOOOOOIIIII! Jangan nipu dooong! "
Author : " Dua. Dari 1001 kupu-kupu yang ada, 300 mengalami patah sayap, 500 mengalami patah sayap. "
Readers : " Bukannya itu bisa dijadiin satu, Thor Dissa? Kan jadi 800 yang patah sayap! "
Author : " UDAAAAH! Dengerin lanjutannya aja dulu! Ntar lu terpukau... "
Readers : " Iya? "
Author : " Sementara itu 200 lainnya pergi keluar, alias menghindar, sehingga ke-200 kupu-kupu itu selamat sentausa. Nah, 500 yang patah sayap itu juga mengalami kematian. "
Komentar : " Wuallaaaaah.. Aku terpukaaau... "
Author : " Yang satu lagi statusnya masih unknown. Tiga. Dari 10 patung yang ada, yang 3 ada warna abu. Mungkin dikira karena efek bom, namun ini karena sudah permanen dari patungnya. " *tertawa*
Readers : " THOR DISSA, JANGAN NIPU LAGIII! "
Author : " Sementara itu, yang 5 kulitnya ilang, karena sejak awal kelima patung ini hanya ada tengkoraknya saja. "
Readers : *melempar tomat* " CUKUP SUDAAAH! Jangan ada tipu-tipuan! "
Author : *membaca survey dalam keadaan kulitnya merah* " 2 lainnya utuh selamat. " *membersihkan tomat dengan cepat* " Empat. Semua dinding lab IPA menjadi warna hitam karena dampak bom. Uniknya, rak buku lab IPA warna hitam juga, karena sejak awal warna rak buku itu HI-TAM. "
Readers : " Rak bukunya itu bukan kerusakan, kaleek... Gak usah dimasukkan! "
Author : " Anda jangan protes! Orang ini hasil survey saya kok, so, jangan ikut campur... "
Readers : " Tapi kami adalah penasehat Author! Biar si Author kagak salah lagi! "
Author : " SUDAH DIBILANGIN... JANGAN IKUT CAMPUUURRR! " *merebut pedang Masamune campur Kojuro campur Kenshin (entah dari mana dapetnya) lalu readers disabit satu persatu*
Readers : " Hiks... "
Author : " Lima. Dari 8 jendela yang ada, 3 jendela berhasil pecah total, karena tidak kuat lagi akan pusing yang sudah ganas dan tidak menemukan bodrex. 5 lainnya selamat.
Readers : " Sebenarnya ini sensus penduduk yang sakit pusing atau jendela pecah sih? "
Author : " Yang keenam... Mungkin yang bikin panik nih... Pintu Lab IPA pegangannya jebol! "
Readers : *kaget* " Haah? Berarti kita harus masuk lewat jendela kayak maling dong?! "
Author : " Haisyaah... Dengerin! "
Readers : " Maksud lu? Kan pintunya udah jebol! "
Author : " Hahaah! Tapi yang jebol itu pintu Lab IPA bagian ventilasi bawah. Jadi, pintu masuk masih bisa dilewati. "
Readers : " THOR DISSA ANCEN JAHAAAAT! NIPU SAJA! "
Author : " Makanya simak dulu tiap kata-katanya. Jangan langsung kaget, jadinya terkecoh kan? "
Readers : " Aku terkecoh... " *mangap*
Author : " Tujuh. Di bagian atap, ada lubang agak kecil, kira-kira berdiameter 100cm karena efek bom. "
Readers : " WHAAAAT? Itu besar, thor Dissa! "
Author : " Lubang itu berbentuk persis simetris segi sembilan.
Readers : " Kok bisa? "
Author : " Sudah dibilangin, ini survey saya! "
Readers : " Naah... Lanjut Dissa! Lanjut! Nomor 8 gimana? "
Author : " Saya tidak punya survey no.8! "
Readers : " Hiks... Jahat lu... "
Author : " Tenang aja, sob! Ada yang lain kok! "
Readers : " Apaan? " *dalam hati* " Kok gak percaya ya... "
Author : " Apalagi nomer 9! "
Readers : " TUUH KAAAN! THOR DISSA NIPU LAGIII! JAHAAAAT KAU! "
Author : " Jangan ngotot nak... Sampai seterusnya aja, gak akan ada! "
Readers : " SIAPA YANG NGOTOT EMAANK? " *satu demi satu, readers menonjok Author*
Author : " Oke, serius, serius... Sesi survey ala Hold Mess ditutup! Arrigatou ne! " *tunduk sok hormat*
Readers : " HOLMES THOR! HOLMES! "
Author : " AKU BUKAN THOR! AKU PUNYA NAMA TAU! NAMAKU DISSA! " *gantian, sekarang Author yang menampar readers satu persatu*
Readers : *kesakitan* " Awwh! Pukulan Author Dissa keras jugaa... "
Author : " Hmm.. Kalian terheran-heran kah akan survey di atas? Kalau kurang jelas, langsung datang ke Authornya! " *pergi menyusul rombongan*
Readers : " KAGAK PERLU TUUH! "
Back to drama script. Kamera menyorot Nouhime dan Tenkai.
Nouhime : " Dampak bom yang luar biasa... "
Tenkai : *menarik tangan Nouhime* " Ayo... Ikutin rombongannya! Kita tertinggal jaaaaaa... Uuuuuh! "
Nouhime : *terpaksa ikut* " Well, well, my weird boy alias Tenkai alias Akechi Mitsuhide alias kakek tua... "
11. Secret room, King 'n Queen session! :
Para rombongan (selain Nouhime, Author, dan yang pastinya Tenkai) telah sampai di depan pintu secret room. Kamera menyorot depan pintu secret room.
Shingen : " YOOSH! Kita sampai di secret room JaNime High School! "
Motonari : *kagum dengan pintu secret room* " Oh, wow... "
Karena, gambar pada pintu itu adalah... Tuan Xavi yang dikelilingi awan hitam. Hampir seluruh siswa lain disitu langsung kepo. Kemudian, seperti biasa, kamera menyorot adegan secara bergilir.
Masamune : " Oh My God, my Mouri, kamu suka Xavi ya? "
Motochika, Yukimura, Kojuro : " WOOOW... "
Kasuga, Yoshimoto, Kennyo : " XAVIII... "
Motonari : *geleng-geleng* " Ekh, tidaklah! Aku hanya terkagum akan warnanya! Hitam, ya kan? " *merasa benar sendiri*
Sasuke : *mendekatkan muka* " Bilang aje, mas Mouri... Jangan disembunyikan! "
Motonari : *blush* *terdiam 3 detik* *langsung geram* " APA MAKSUDMU? "
Sasuke : *teriak* " MINNAAAAA! MOTONARI FALL IN LOVE WITH HEADMASTER! "
Yukimura : *nunjuk Mouri sadis* " Tuuh kaan? Nyesel gue gak bawa kamera! Gue kagak bisa foto momen ini! "
Motonari : " Apa maksudmu? "
Yukimura : " Kamu akan bermuka manis saat kau melihat Xavi, jadi, eman kalau momen ini tidak diabadikan! Ya khan? "
Motonari : *menghempas Yukimura* " ENOUGH, YOU FREAKING GUY! "
Yukimura : *terhempas ke belakang ruangan* " Akh! Sakit... "
Motonari : *pemanasan tangan* " Hmph! "
Shingen : " Tapi, biasanya kami bicara dengan LCD saja. Soalnya, ruangan ini terkunci ketat! Tak ada yang pernah masuk... "
Sasuke : " Laah... LCD nya keliatan dong! Entar ketahuan lagi, ruangnya! "
Shingen : " Pertanyaan bagus nak Sasuke! Nanti kalau ada orang lain datang, langsung aja setel channel TV! "
Sasuke : " Oh, begitu ya... " *nyengir keheranan*
Masamune : " Disini ada channel apa aja, sensei? "
Shingen : " Channel? UWOOOOH! Ada banyak nak! Ada Naruto, Bleach, One Piece, Drama Korea ya, kalau gak salah... Terus ada film Jepang, Japan MTV, dan kawan kawan! "
Masamune : " Oh... " *dalam hati* " Perasaan gue nanyanya channel, tapi kok, dijawab acaranya ya... Dasar sensei! "
Motonari : *kagum* " WHAAT? Ada drama Korea? BOYS BEFORE FLOWERS? THE HEIRS? DAN KAWANNYA ITU? "
Motochika : " Ya elah, Mouri Motonari... Lo masih aja ngincengin itu Korea ya... Padahal kita tinggal di JEPANG! Garis bawah! KITA DI JEPANG! "
Kojuro : *sok bicara Korea* " Annyeong Haseyo! Kojuro Mida! Saranghaeyo! Gamsa ne... "
Motonari : *lagak Korea wanita* " Aniyo, Kojuro! Saranghae? Mida Aniyo! "
Kojuro : *sok Korea* " Owh! Mianhae, Mianhae, Mouri! "
Motonari : *sok Korea* " Hmph! Gwenchana... "
Masamune dan Motochika : *mengernyitkan dahi bersamaan* " Apa-apaan ini? "
Shingen : " Cukup lagak Oreo nya! " *emang makanan (?)*
Kojuro dan Motonari : *teriak* " KOREA! KOREA! "
Shingen : " Itulah... Terserah kalian! Gue kagak paham! "
Motonari : *dengan tak sengaja, dia memegang pintu* " Dasar! Sensei harus tau Korea, doonk! Tadi kok bisa nyebut korea, hayo? "
Kreek... Suatu keajaiban terjadi. Motonari merasa tangannya lembut, memegang cahaya hangat. Di saat yang bersamaan, Author, Nouhime, dan Tenkai tiba di rombongan.
Motonari : " Perasaan... Apa ini? "
Nouhime : *baru datang* " Cieee... Motonari ada perasaan dengan Xavi! "
Tenkai : *diseret-seret ama Nouhime* " Liat tuh, tangannya! Bercahaya... Terus, mukanya! Dia kayak nge-blush getoo... " *tertawa sendiri (?)*
Siswa lainnya (kecuali Motonari) : " WOOW... XAVI... "
Author : *heran* " Siapa itu Xavi? "
Semua langsung gubrak. Kemudian, Masamune dan Motochika bangun dan menjelaskan.
Masamune : " Masa' kagak tau? Xavi adalah kepala sekolah disini! "
Motochika : " Yang suka nyanyi tapi suaranya serek itu loh! Terus berbadan besar dan bersuara cempreng! "
Author : " Oalaah... Yang begitu... "
Masamune : " Author kamseupay... "
Motochika : " Makanya, kita semua terkagum dengan pintu ini! Pintunya kan, bergambar Xavi! Dan kerennya... "
Masamune : *melanjutkan omongan Motochika tiba-tiba* " Dan kerennya... Motonari bisa membuat pintunya terbuka! " *tepuk tangan* " Jangan-jangan, Motonari ada hubungan cinta ya? "
Kojuro : " Iya lah! Jangan jangan Motonari sudah pacaran ama Queen nya disini! "
Author : " Jangan pacar lagii... "
Nagamasa : " Naah! Itu kabar buruk bagi kita! "
Motonari sebenarnya sejak tadi menahan marah, tapi, dia belum mencetarkan teriaknya. Katanya, biar ntar klimax.
Kojuro : " Emang napa? "
Nagamasa : " Entar, Queen nya bakal crazy juga! Pasti error setengah mati! "
Oichi : " Motonari memang salah milih pacar ya... Ketukaran gila deeh... "
Makin lama, makin naik saja kemarahan Motonari. Dan sampai sekarang, amarah Motonari belum dicetarkan juga.
Nagamasa : *mengacungkan jempol* " That's right, Ichi! "
Oichi : " Tapi, Ichi juga heran... Sosok calon istrinya Motonari nanti? " *tertawa pelan*
Motochika : " Mau tau kau? Sosok calon istrinya itu... Yaah, hampir sama kayak Xavi deh! "
Nouhime : " Berarti... Dia centil dan over singing juga? "
Motochika : *mengangguk* " Namanya aja, istri Xavi! "
Nouhime : *terkejut* " Berarti... Dia mengalami cinta garis? "
Oichi : " Wow... Ternyata keren juga tuh, Motonari! Punya calon istri yang bisa membuat sang calon itu mengalami cinta garis! "
Yukimura : *teriak* " UWOOOH! BERARTI SAMA KAYAK KASUGA! "
Kasuga : *menampar Yukimura* " Sudah kubilang! Aku dan Fuuma hanya satu jenis shinobi! Bukan jadi pacar! "
Yukimura : " Sumimaseen... "
Dan akhirnya, Motonari melampiaskan amarahnya dengan cetar super bahana.
Motonari : " KALIAAAN! " *menghempaskan sinar matahari ke arah rombongan*
Kasuga : *rambutnya tertiup angin* " AAAKH! " *berusaha menurunkan rambut ke bawah* " Sinar elu ngeluarin angin yang dahsyaat! "
Motonari : " Namanya aja wong lagi kesel! Emang kamu gak ngamuk, kalau diejek? "
Kasuga : " Iya sih! Dan target utamanya kamu! "
Motonari : " No problem! "
Shingen : " SUDAAH! Jangan ribut! Ayo coba masuk, minna! "
Semua siswa plus author hendak masuk ke ruang itu. Tapi, alhasil si Sasuke memiliki ide untuk pemalasnya Oyakata!
Sasuke : " Guys... Tunggu! Don't step! "
Kasuga : *ngerem kaki persis di depan pintu masuk* " Oi, apaan lu? Ngajak tarung? "
Sasuke : " Hiih... Mulai nih, yang ge-er duluan! "
Kasuga : " Emang napa? "
Sasuke : " Mending diem-diem... Kita kabur dari tour ini! "
Masamune : " What? Going escape? Good idea! "
Yoshimoto : " Tapi gimana caranya, kang Suke? "
Sasuke : *menghajar Yoshimoto* " Aku bukan kang! Dan jangan panggil 'Suke'! Soalnya lama-lama bisa jadi 'Sake' tuh! "
Yoshimoto : *terpental-pental duluan memasuki kelas* " Gomen nasaaaaai! "
Sasuke : " Dia masuk dengan sempurna... "
Author : *menunjuk kelas* " Seperti itu? " *merinding* " Gue takut jadi bola! "
Sasuke : " Jadi bola? Siapa juga yang mau jadiin kamu bola? "
Author : " Lah tadi, kamu jadiin Yoshimoto bola! Bagaimana denganku? "
Sasuke : " Haiih... Terkadang kamu merepotkan, Thor Dissa... "
Kasuga : *geram* " Jadi itu idemu? Melempar kami elek-elekan ke kelas? "
Sasuke : " Ya kagak kaleek! Itu cuma kebetulan masuk kelas! " *nyengir*
Author : " Gue masih takuut... "
Masamune : " Get up! Let's serious! Gue mau cepet lepas nih... "
Tiba-tiba, Fuuma melempar kertas panjang ke arah rombongan yang masih di depan pintu.
Sasuke : *kena lempar* " Ikh! Emangnya gue tong sampah? "
Dan ini tulisannya :
'Oi, minna-san... Kalian ngapain? Kok kagak masuk? Oh! Jangan bilang, kalian mau kabur dari tour... Ntar kalian dihantam sensei satu persatu pas si sensei sampai di kelas! Jangan cuekkin ini! Aku sudah melakukan survey tingkat loowh! -Fuuma Kotarou-'
Sasuke : " Pesan apaan ini? Takhayul... Takhayul sob! " *membuang kertas tepat di tong sampah*
Sementara itu, Fuuma, Yukimura, Motonari (terpaksa, karena kalau gak ada, pintu bisa aja ketutup lagi), Shingen-sensei, Kennyo, Motochika, Toshiie, Matsu, Keiji, dan Kojuro masuk bablas ke ruangan. Author sendiri sudah insaf dan ikut memasuki ruangan.
Nouhime : " Ya ampun, mereka bersembilan kok mau aja ya? Author lagi! Dia tergoda! "
Tenkai : *tertawa* " Mereka kan mau daftar sama King and Queen! Biar jadi band baru! Namanya Fuu M3TK3Y! Bacanya Fuu MeTeKii! "
Nouhime : *mengernyitkan dahi* " Apa lagi itu? "
Tenkai : " Singkatan nama mereka lah! "
Nouhime : " Ono' ae... Dan kau melupakan Author nya. "
Tenkai : " Gak usah deh, Authornya! Dia kan, gak permanen disini! " *langsung joget* " Gue adalah orang beride cemerlang! "
Nouhime : " Cemerlang apanya? "
Sasuke : " Sudah! Back to topic! Satu-satu, kita jinjit kembali ke kelas... Ntar kan, sensei kagak tau? Lagian 9 ditambah satu sudah cukup untuk sensei! "
Masamune : " Perfect! "
Kasuga : " Ikko! Siapa duluan? "
Nouhime : " Aku aja ya... " *kitty eyes*
Sementara mereka ber-tujuh (Kasuga, Nouhime, Masamune, Sasuke, Mitsuhide, Nagamasa, Oichi) sedang jalan jinjit bergantian, para 9 lainnya, ditambah author, terkagum-kagum saat melihat ruangan.
Shingen : " Lah, aku mana? " *menonjok Author*
Author : " Owh, gomen, lali bro! "
Readers : *melet* " Author tulalit berat! Week! "
Author : " DIAAM KALIAAAAN! "
Jadi, para 9 siswa lainnya, ditambah Author dan Shingen-sensei, terkagum-kagum saat melihat ruangan.
Yukimura : " UWOOOOH! RUANGAN INI ROYAL BANGEEET! " *memegang dinding*
Shingen : " Baru kali ini, aku melihat ruangan seroyal ini... "
Yukimura : " Kita harus berterima kasih pada Motonari-dono! "
Sementara ini, kamera menyorot Yukimura dan Motonari saja. Sementara itu, Shingen sok narsis di kamera jarak jauh dengan gaya gangnam style (?).
Motonari : " Kok aku sih? "
Yukimura : " Ya iyalaah... Kan cuma kamu yang bisa buka pintu ini! "
Motonari : " Tapi sungguh! Gue kagak tau soal itu! "
Yukimura : " Jangan sungkan... Yang penting, kehadiran Motonari-dono kadang menjadi berkah bagi kita! "
Author : *mendatangi Yukimura dan Motonari* *nyanyi lagu Opick-Haji* " Wahai Allah... Kami dataaang... "
Yukimura : " Tolong, jangan nyanyi lagu islam disini! Kami beragama lain! "
Author : *nada lagunya sama* " Wahai Tuhan... Kami dataaang... "
Motonari : " Lu aja yang datang ke sisi-Nya! " *melempar Author ke hadapan King and Queen*
Sekarang, Shingen-sensei menunjukkan muka eksisnya dengan gaya cesar... Terus, dia memainkan suling sakti.
Motonari : " Sampai mana tadi? " *melanjutkan adegan* *tersipu* " Ne, ne... Cheonma-seyo... " *dalam hati* " Baru kali ini, ada yang bilang hidupku bermakna! "
Yukimura : " Apaan tu, Cheonma-seyo? "
Motonari : *melihat foto Xavi dengan sepasang logo buku lagu* " Cheonma artinya sama-sama dalam bahasa korea. Terus, -seyo itu tambahan kata dalam korea. " *agak takjub*
Yukimura : *mengangguk sok paham* " Owh... Wakatten dayo! " *melihat Motonari agak heran*
Shingen ganti gaya lagi. Sekarang, dia pake kacamata hitam ala paparazzi ditambah jacket tebal. Lalu, bergaya lagaknya LMFAO-Sexy and I Know it (untung gak nunjukkin celana dalam :o).
Motonari : *terkejut* " Napa liat-liat gue heran gitu? "
Yukimura : *takjub* " Omai tachi... Xavi no fans, gozaru? "
Motonari : " Ekh... Watashi wa janai... "
Yukimura : " Hayoo... Kenapa muka anda belalak begitu, Motonari-dono? Sambil ngeliat itu lageeh? Pasti ada hubungannya! "
Motonari : " Nggh... Gak ada! Gue cuma kagum aja... Soalnya tubuhnya besar! Dan heran juga, napa banyak not lagunya... " *nyengir pelan*
Yukimura : " Soka, Motonari-dono! Wakatten da gozaru! "
Dalam sekejap, Shingen-sensei menghilang dari sorotan kamera. Dia sudah benar-benar fokus ke depan.
Motonari : " Kalau gitu, ayo kita ke depan. "
Yukimura : *teriak* " UWOOOOOH! IKKOOO-ZEEEEH! " *lari ke depan*
Motonari : *langsung nutup kuping* " Emang harusnya gue bawa penyumbat kuping ya... " *jalan ke depan*
Sekarang, kamera menyorot ke arah Matsu, Keiji, Toshiie dan Motochika (beserta Author yang terjatuh). Mereka berada di hadapan Queen dan King.
Matsu : *terhenti saat melihat Queen* " Huh? Apa-apaan nih? "
Motochika : " Tuuh! Authornya jatuh entah dari mana? Dari langit paling... " *kamera menyorot Author*
Matsu : " Bukan yang itu! Tapi yang diatas ini! " *menunjuk King and Queen*
Motochika : *kaget* " What?! Apa itu? "
Toshiie : *ikut terhenti* " Wow... Ada dua yang kayak begini, Matsu-chan! "
Keiji : " What? Jangan-jangan... Ini patung dengan permadani terbang! "
Matsu : " Emang gimana cara bikinnya? "
Motochika : " Aku tahu! Pertama, bikin dulu patungnya, terus bagian bawahnya dibolongin keciiiiiiiiiiiiiiiiii... " *i nya dilama-lamain*
Toshiie : " Iiiiiiiiiiiiii... " *ikut-ikutan*
15 detik kemudian!
Matsu : *mukul jidat* " Apa-apaan Inuchiyo-sama ini? "
Keiji : *agak teriak* " Motochika-san... Toshiie... "
Motochika : *tersentak* " Oh! Maksud gue, dibolongin sangat kecil! Terus, dikasih tongkat panjang yang menyesuaikan dindingnya! "
Matsu : " Ya elaah... Coba ku cek tongkatnya! " *memegang bagian bawah*
Toshiie : *sadar* " Tongkat? Masa' sih? "
Motochika : " Emang gimana lagi masangnya? "
Toshiie : " Pake alat pengatur gravitasi nya Doraemon aja! Kan, lebih simple? "
Author : " Kalian memang tergoda dengan kartun ya... " *Author dijadiin dango sama Matsu*
Matsu : *menepuk tangannya* " Chosokabe-san, gak ada tuh tongkatnya! Berarti bener juga kata Toshiie. Make alat pengatur gravitasi! "
Keiji : *takjub saat melihat Author* " DANGOO! KEREEEN! " *mengambil Author*
Author : " Eekh? Apa yang kau lakukan? Jangan makan akuuuu! "
Keiji : *mencium bau* " Huweeek! Busuk baunya! Kayak orang belum mandi! "
Readers : *dari jauh* " Ternyata Author belum mandi ya? "
Keiji : " Gue jijik! " *membanting Author*
Author : *terbanting* " Ouch! Terbentur! "
Motochika : " Back to script! " *melanjutkan adegan* " Emangnyeeh, yang bikin gedung ini Doraemon? "
Matsu : *berpikir* " Bener juga, hmm... "
Keiji : " Tapi perhatikan deh! Patung ini warnanya macem-macem! Ada kuning... Merah... Hitam... Putih perban... Dan sebagainya! "
Toshiie : *memerhatikan* " Iya, ya! Jarang loh, patung di cat kayak aslinya! "
Keiji : " Berarti ini bukang patung! "
Toshiie : " Terus apa? "
Keiji : " Ini adalah... Robot melayang! "
Motochika : " Ciih... Kalo ini emang robot melayang, pasti ada saklar listriknya! Dan bakal berbunyi seperti ini... " *meniru gaya robot jalan* " Beep, Beep, Beep... Aku adalah robot! Aku adalah robot! Robot kucing abad 22! " *menutup mulut* " Oops, gue keceplosan, harusnya bukan robot kucing! Kan dia bukan doraemon... " *melet*
Matsu : *mukul jidat lageeh :D* " Kamu itu, Chosokabe! Mana ada robot bisa ngomong! Dia kan bunyinya cuman beep, beep, beep! "
Motochika : " Laah, ini... "
Toshiie : " Lah ini! Ineeh! Inyeeeh! Henyeeh! Cak Lontong toh! "
Author : " ILK! Indonesia Lawak Klub! Memecahkan masalah tanpa... "
Keiji : " SOLASIIII! "
Author : " Keras-keras salah lu! " *memukul kepala Keiji*
Motochika : " Dengerin dong! Sekarang kan, udah perubahan jaman! Robot pada ngomong! "
Keiji : *memegang-megang bekas pukul* " Iya juga! Berarti, dia bisa nyanyi! "
Matsu : " Sudah! Jangan bahas itu... Yang penting, kita harus tau, apa benda di depan kita! "
Keiji : " Hmmm... Berarti bukan robot kan? "
Motochika : " Dakara, nan datto? " *garuk-garuk kepala*
Tiba-tiba, mata King terbuka lebar. Mereka berlima langsung ketakutan.
King : *membuka mata* " Hentai desu ne... Dare ka anata wa? "
Matsu : *menggigit telunjuk berkali-kali* " Oh My God! Bisa berbicara! "
Toshiie : " Jangan-jangan... Sudah di program untuk ngomong nih! Ada pengisi suara di belakang semua ini! "
King : " Nan datto? Watashi wa King desu... "
Matsu : " Nani? King? Berarti kamu kembarannya Kingo di kantin! "
Motochika : " Tapi beda banget tau! Yang ini kan kurus dan agak tinggi! Kalau Kingo pendek dan gemuk kayak panda! "
Matsu : " Tapi kan, ada kembar yang berubah fisiknya, tergantung pola kegiatannya! "
Motochika : " Tunggu... Kalau mereka kembaran, kenapa mereka gak digabungin aja? "
Matsu : " Paling dia gak mau barengan... "
Motochika : " Ya gak boleh doong! Kata kitab, kalau tak bertemu saudara selama 3 hari, berdosaaaa! "
Matsu : " Iya, ya! Berarti mereka apa dong? "
Motochika : " Sudah pasti bukan saudaranya Kingo lah! "
King : " Kalian ini... Saya adalah raja disini! Jangan main-main! "
Motochika : *berbisik ke Matsu* " Baru kubilang! "
Matsu : *kagum* " Dia bisa bahasa lain! "
Toshiie : " Tapi, kalau kau seorang raja, dimana mahkotamu? "
King : " Saya tak perlu mahkota untuk jadi raja. Justru saya hanya perlu meminta doa. "
Toshiie : " Alim sekali orang ini... "
Author : " Bismillah hirrahmaan nirrahim... " *berdoa untuk King*
Toshiie : *menunjuk Author* " Dia ikut alim! "
Keiji : " Boleh kagak, minta nama? "
Kemudian, Yukimura, Motonari, dan Shingen-sensei mendatangi gerombolan di depan itu.
Yukimura : " Wow! Ada apa ini, kok rame? "
Shingen : " Oh! Gomen ne, King, tidurmu terganggu karena mereka ya? "
King : " Shingen-san, bener tuh... Tapi, katanya mereka siswa baru ya? "
Shingen : " Siswa tahun ajaran baru! Kalau siswa baru belum ada! "
King : " Oh, bener bener, maaf... Yoroshiku onegai jimas, watashi, da king Otani Yoshitsugu-desu! "
Wallah, nama kingnya Otani Yoshitsugu tooh :o Dia adalah King yang paling arif dan alim. Selain itu, dia terkenal dengan sifatnya yang bijak sana, bijak sini juga, bijak situ, bahkan bijak mana-mana!
Motonari : " Nice to meet ya, Yoshitsugu! " *bersalaman*
Yoshitsugu : " Owh, anata wa Mouri Motonari? Kita pernah jadi YAOI kan? "
Motonari : *geram* " BUKAN YAOI! KITA JADI PASANG TEMPUUUUR! "
Motochika : " Jiaah... Motonari menyembunyikan rahasianya lagi! Dia punya uke-lain namanya Yoshitsugu! "
Kojuro : *tiba-tiba datang* " Apa? Ini uke-nya Motonari-sama? " *menunjuk Yoshitsugu sadis*
Motochika : " Iya! Alim kan? "
Kojuro : " Woow... Cocok ya! " *berdehem* " Ehem! Maukah anda, Otani Yoshitsugu, menerima pinang muda Mouri Motonari dibayar tunai? " *pinang muda -_-*
Motochika : *menggoda* " Saya, alias Chosokabe Motochika, menerima Mouri Motonari untuk menikah dengannya! Dibayar tunai! "
Motonari : *dalam hati* " Hiks... Penyiksaan ku telah mencapai batin! "
Kalau ada King, entar pasti ada Queen nya juga! Kemudian, Fuuma dan Kennyo menghampiri lapangan upacara (maksud gue, tempat berkumpul).
Kennyo : " Sobs, sobs, ono opo toyya? Kok koyoke ono seng gak bweress... "
Fuuma menulis : 'Ken, gak usah lebay... Aku tambah pusing niih, soalnya kan, aku kepokso melu iki...'
Kennyo : " Ya sakarepku ta lah, Fuuma! Masih mending daripada aku selebai Ken yang di barbie series! "
Yoshitsugu : *mengelus pundak Queen* " Oi kamu! Bangun! Katanya mau ketemu Mouri-kun. "
Motonari : *berbisik* " Jangan sekarang, Yoshitsugu! "
Yoshitsugu : *balas bisik* " Napa emang? "
Motochika : " Woow! Yoshitsugu hanya menyebut nama Motonari! Sudah pasti, Motonari berpacaran dengan Queen! "
Kojuro : " Motonari punya 2 uke di tempat yang sama jadinya! Makanya, pintu ini hanya bisa dibuka Motonari, karena rasa cintanya terhadap 2 orang di dalamnya! "
Fuuma menulis : 'Berarti, ini pertanda cinta yang terpendam ditemukan kembali! :D'
Motonari : " TUUH KAAAN! " *menghentak kaki kanan dengan keras*
Queen terbangun. Lalu dia tersentak.
Queen : *mengucek mata sebentar* " Ini bener kan? Bener-bener Mouri kan? "
Motonari : *hormat* " Haik... Yoroshiku! "
Shingen : " Queen! Perkenalkan dirimu! "
Queen : " Yosh! Namaku Otomo Sorin! Biasanya dipanggil Sorin. " *menyalakan robot* " I like to dance and sing! " *nari robot* " Xavi, Xavi... Xavi! Xavi! "
Motonari : *ikut nari* " Xavi, Xavi... Let's... XAVI! "
Queen & Motonari : " XAVI, XAVI... XAVI, XAVI! YEY, YEY, YEY! " *nari GJ*
Kennyo : *kagum* " Dansa kalian berdua romantis sekali! "
Yukimura : " UWOOOH! HARUSNYA AKU BAWA RECORDER JUGAAA! "
Shingen : " Bagus, Yukimura! Kemudian, kau akan menunjukkannya sebagai memory untuk acara perpisahan kan? "
Yukimura : " Benar, OYAKATA-SAMMAAAA! "
Shingen : *teriak* " YUKIMURAAA! "
Author : " Lanjutkan saja, lanjutkaan... " *menutup kuping*
Sorin : *selesai juga sing 'n dance nya* " Thank you, thank you, minna-san! Especially, Sundae! "
Yoshitsugu : " Akhirnya selesai juga, kelebaian Sorin... "
Toshiie : " Huh? Kenapa kau berterima kasih pada es krim Sundae? "
Sorin : " Oh iya! Kalian belum tau kan? Disini, kami memanggil Motonari dengan julukan 'Sundae'! Ya kan, Sundae? " *menepuk pundak Motonari*
Motonari : *menahan amarah* " Terserah laah... "
Matsu : " Motonari memang hebat! Dia punya julukan yang hanya disebut oleh uke nya! "
Toshiie : " Aku aja gak punya panggilan khusus untukmu, Matsu! "
Matsu : " Akh... Inuchiyo-samaaa... " *menahan haru*
Motonari : *dalam hati* " Sampai kapan cobaan ini terus menghadang? "
Yoshitsugu : " Ngomong-ngomong soal nama, sebutin nama kalian semua dong! Gue mau kenalan... "
Sorin : " Dan mungkin aku mencarikan nama julukan yang tepat untuk kalian! "
Seluruh siswa (+ author) : " TAK PERLUU! "
Sorin : " Kumohon... " *memelas*
Shingen : " Ya sudah! Perkenalkan diri kalian satu persatu! " *berbisik ke Sorin* " Dan jangan main-main sama mereka... "
Yukimura : " Domou! Watashi, Sanada Yukimura gozaru! Panggil aja Yukimura! " *hormat*
Sorin : " Dipanggil Yuki juga boleh tuh... "
Yukimura : " Tolong jangan meledek... "
Sorin : " Tapi cocok banget! "
Shingen : *memukul Sorin* " JANGAN MENGEJEK MURID SAYA! BAAKAA! "
Sorin : *pipinya merah* " Kyaa! Sugimasu! "
Motochika : " Chosokabe Motochika! Biasa dipanggil Motochika! " *hormat*
Yoshitsugu : " Ternyata ada Moto-Moto... "
Motochika : " Iya! Tapi, kami tidak dekat... "
Motonari : *membuang muka* " Itu benar! Dia selalu meledekku! "
Motochika : *gaya peace di depan kamera* " Ikh, ikh, ikh! Kasihaaan! "
Sorin : " Berarti, kita menjuluki Motochika... Chosokabe Molto! "
Motochika : *muka tak suka* " What? Apa kaitannya? "
Sorin : " Bajumu itu selembut dan sebersih pembersih Molto! Makanya, julukannya Chosokabe Molto! "
Motochika : " Hiks... Gue diejek! Masa' baju gue lembut sih? "
Keiji : " Maeda Keiji-desu! Dipanggil Keiji! " *hormat* " Dan monyetku, Yumekichi! "
Motochika : *berbisik ke Keiji* " Siap-siap kena ejekannya Queen... "
Sorin : " Owh! Julukannya apa ya? " *berpikir*
Yoshitsugu : " Iya? Apa ya? "
30 detik kemudian...
Sorin : " Aku tahu! Julukannya Maeda Monkee! "
Keiji : " What? "
Sorin : " Monkee, karena kau punya monyet di bahumu! "
Keiji : " Hiks... "
Author : " Semua memang berakhir buruk saat di depan Sorin! "
Toshiie : " Maeda Toshiie! Biasa dipanggil Toshiie-des! " *hormat*
Sorin : " Yoroshiku, Maeda Bashiie! "
Toshiie : " Tunggu dulu... Bashiie? Gue gak busuk tau! "
Sorin : " Habis, di belakangmu ada ikan yang terlihat basi! Senjatamu juga makanan, kan? "
Toshiie : *tertunduk* " Oowh, Queen... "
Matsu : " Maeda Matsu gozaimas! Lebih akrab disapa Matsu! " *hormat*
Sorin : " Maeda Natsu deska? "
Matsu : *heran* " Hmm? "
Sorin : " Kamu sehangat dan seindah musim panas! Jadi, Natsu aja! "
Matsu : *blush* " Arrigatou... "
Toshiie : " Tunggu! Kenapa julukannya enak sendiri? Sedangkan aku dan yang lain tersiksa? "
Yoshitsugu : " Dia memang hanya akrab dengan perempuan... "
Toshiie : " Tak adil! "
Author : " Author Dissa! Yoroshiku! "
Sorin : " Hmmm... Apa ya? Aha! Author Disco! "
Yoshitsugu : " Disco? Darimana? "
Sorin : " Aku tau kok kebiasaannya! Dia suka nyanyi kagak jelas! Makanya Author Disco! "
Author : " JANGAN DIBILANGIN DOONG! "
Sorin : " Kalau ada yang nanya kan, harus dijawab, Thor Disco! "
Author : *hanyut* " Gue ikut tertunduk... "
Matsu : " Katanya, cewek gak disiksa semua... Napa Author disiksa? "
Sorin : " Khusus Author... Dia kan pantas menerima siksaan atas beberapa dosanya! " *tertawa evil*
Author : " Hiiks... "
Kennyo : " Watashi Honganji Kennyo! Cukup disapa Kennyo! "
Sorin : " Honganji Gendoot desu! "
Semua langsung tertawa mendengarnya. Karena, Kennyo memang gendoot! :D
Kennyo : " WHAAAT? " *geram*
Yoshitsugu : " Sudah jelas kan? Tubuh kamu itu gendut? Makanya dipanggil Gendoot! "
Kennyo : " Iikh... "
Fuuma menulis : 'Fuuma Kotaro! Biasa dipanggil Fuuma!'
Yoshitsugu : " Loh? Kamu kok gak bicara? "
Yukimura : " Ano... Fuuma memang ninja yang kalem seperti itu! Dibiasakan aja ya! "
Yoshitsugu : " Oh, wakatta, wakatta... "
Sorin : " Jadi, apa julukannya? "
Motochika : *berbisik ke Keiji* " Queen terlalu nemen julukannya! Sudah menguasai! "
Keiji : *balas bisik* " Ne, Motochika! Nama kita juga jelek! "
Sorin : " Got it! Fuuma Koboran! "
Fuuma menulis : 'Kok tega banget elo? Gue belum mau mati!'
Sorin : " Soalnya, elu sekalem suasana kuburan! Makanya dipanggil Ko-Bo-Ran! "
Motonari : *menghitung nama* " Sanada Yuki, Chosokabe Molto, Maeda Monkee, Maeda Bashiie, Natsu, Author Disco, Honganji Gendoot... " *menahan tawa* " Dan Fuuma Koboran... Tinggal Kojuro! Apa julukannya? "
Kojuro : " Kojuro! Nama lengkapnya... Katakura Kojuro! " *hormat*
Sorin : " Katakura Kojuro? Hmm... Aku tahu! Julukanmu adalah Katakura Kejora! "
Kojuro : " Kok bisa? "
Sorin : " Karena Katakura berkaitan erat dengan bulan! Makanya, ada Kejora nya! "
Motochika : " Lagian, tiap malam dia sering nanam lobak di kebun! "
Sorin : " Waah! Makin erat lagi hubungannya! "
Kojuro : *hanyut* " Queen memang terlalu hebat dalam menjuluki... "
Yoshitsugu : " Nice to meet you all! Semoga diberkati Tuhan... "
Semua siswa (+ author) : " Kabulkan doanya... "
Shingen : " Tunggu! Kok cuma 9? Perasaan ada 8 lagi deh! "
Motochika : *baru sadar* " Oh iya ya! Makanya dari tadi Dokuganryuu dan Yoshimoto tak terdengar suaranya! "
Yukimura : " Naze ka, gozaru? " *heran* " Napa Sasuke-dono kabur juga, ya? "
Fuuma menulis panjang : 'Gue tahu dengan persis bagaimana kejadiannya! Tadi Sasuke menghentikan beberapa siswa saat mau masuk! Terus, Sasuke dan ke-7 siswa lainnya berencana untuk kabur dari tour ini! Mereka jinjit satu persatu ke kelas, biar gak ketahuan. Kecuali Yoshimoto. Dia dijadikan bola sama Sasuke dan mengarah masuk ke kelas dengan brilian. Aku sudah coba memberi tahu mereka dengan kertasku, tapi, Sasuke malah membuang kertas yang kutulis. Sepertinya, hanya Author Dissa yang insaf akan teguranku. Mereka yang lain berpikir kalau itu hanya takhayul, tapi mungkin anda akan marah, kan? Untung Fuuma yang brilian ini, menceritakan pada anda! Biar mereka kapok!'
Toshiie : *kagum* " Fuuma nulis novel 1 bab! "
Sorin : " Koboran cepet juga, kalo nulis! Salut gue! "
Shingen : *mendidih* " AWAS KALIAN BER-8! BAKAL GUE TONJOK SATU PERSATUUU! "
Kemudian, Shingen-sensei melihat jam. Ternyata, 10 menit lagi waktunya pulang! Shingen berpamitan.
Shingen : " Ano... Kami harus berpamitan! Daane! " *hormat*
Yoshitsugu : " Ne, ne... Sayonara desu yo... "
Sorin : " Jangan lupa bawa 8 lainnya! "
Shingen sensei, Author, dan siswa yang ada meninggalkan ruangan.
Sorin : " Tadi siswa-siswi nya baik ya! Mereka juga punya good appearance! "
Yoshitsugu : " Iya, iya, Queen... "
Sorin : " Kapan ya, bisa bertemu mereka lagi? "
Yoshitsugu : *mengangkat tangan* " I don't know! Ya sudah, nemure deshou? " *memejamkan mata*
Sorin : " Ne, oyasumi, Yoshitsugu! " *tidur*
12. EPILOGUEH! :
Sekarang, kamera menyorot ke arah kelas. Siswa disorot satu persatu...
Masamune : *pake headset* " Wow! You rock, Yukimura no assistant! "
Yoshimoto : " Ne, ne! Kita bebaaaaaas! "
Sasuke : " Heheeh! Gue gitu dech! " *eksis*
Masamune : " Kurasa... Hanya kamu anggota klan Takeda yang paling lihai! Bisa bikin good idea kayak gini... "
Kasuga : " Hmph! Gue juga ngerencanain ini! Tapi dicopas sama mulut Sasuke! " *menyisir rambut (sekarang rambutnya terurai)*
Sasuke : " Apanya lu ngerencanain? Kalau iya, harusnya elu nyolotin gue kayak biasanya! "
Kasuga : " Soalnya kalau gue nyolot, kamu malah bilang aku nyolotan! Bener kan? Ngaku! Ngaku! "
Sasuke : " Hmmm... Tergantung seberapa lu nyolotnya... "
Masamune : *melihat Kasuga* " Ternyata Kasuga-san cantik juga kalau rambutnya diurai! "
Kasuga : *blush* " Dokuganryuu... Arrigatou... Tapi ini tak seberapa... "
Masamune : " Kapan-kapan urai lagi rambutmu... Ne? "
Kasuga : *nge-fly* " Kyaaah~! Masamune memuji penampilanku! "
Nouhime : *memutar pistol sejak tadi* " Ano... Bagaimana ya, muka sensei saat masuk kelas? "
Nagamasa : " Mungkin mukanya kayak ketindas besi setrika! Terus di amplas! " *ngutek-ngutek HP*
Oichi : *melihat HP Nagamasa* " Tapi... Menurut Ichi, mukanya mendidih dan ada uap panasnya... Terus, di bagian pipi ada api-api kecilnya... "
Nouhime : " Hahahaha... Bagus, bagus! "
Tenkai : *nyalain HP* *buka FB* " Siang bolong gini enaknya nulis setatus! "
Nouhime : *muka heran* " Status apaan? Status kalau elu mau bunuh diri dari apartemen lantai 9999? "
Tenkai : *ngetik sambil baca* " Avternun... Skip kles! " *tulisannya salah*
Nouhime : " Wooi! Afternoon bukan pake V! Tapi F! Terus, bukan U! Tapi double O! "
Tenkai : " Berarti kayak gini... " *ketik ulang status* " Av!TapiF!ternu!TapidoubleO!n... Skip kles! Up... " *hendak menekan tombol upload, tapi...*
Nouhime : *mencegat tangan Tenkai* " Eekh, bukan gitu juga! " *menulis Afternoon di kertas* " GINI LOOH! AFTERNOON TULISANNYA! "
Tenkai : *mengangguk sok paham* " Gitu tooh... "
Nouhime : " HMPH! Dasar brainless! "
Tenkai : *ketik ulang* " Afternoon.. Skip kles! "
Nouhime : " Weitz! Tulisan class bukan gini! " *menulis Class di kertas*
Tenkai : " Oowh... " *mengerti*
Nouhime : " Double brainless! "
Kemudian, Tenkai meng-upload status tersebut. Belum sampai 5 detik, 100 likes udah masuk. Salah satunya Nagamasa.
Nagamasa : *dari kejauhan hanya mengacungkan jempol* " Nice status, nak! "
Masamune : " Oi, Yoshimoto, coret-coret papan yuk! "
Yoshimoto : " Ayoo! Kita main hangman! "
Masamune dan Yoshimoto pergi ke depan kelas, mengambil board marker dan bermain hangman berdua disitu (YAOI DETECTED!).
Kasuga : *menguncir rambutnya lagi* " Bentar lagi pulang! Dan sensei belum baleek! " *bersorak*
Sasuke : " Rencanaku berjalan dengan baeek! " *bersorak*
Masamune memberi pertanyaan ke Yoshimoto. Jumlah hurufnya... 6.
Yoshimoto : *nebak* " Hmmm... Ada huruf E? "
Masamune menulis huruf E sebagai huruf kelima dari kalimat yang ia tebaki. Belum selesai menulis, terdengar suara sahutan.
Shingen : " OOOOI! KALIAN BER-DELAPAAAN! "
Masamune yang kaget, dengan tanpa sengaja membuat coretan di papan lebih banyak. Yoshimoto gigit-gigit jari.
Yoshimoto : " Kyaaaa! Shingen-sensei! " *takut*
Masamune : *berhenti nyoret* " Shingen-sensei... Sudah balik? "
Shingen : *marah* " LO FIKIR GUE GAK TAU KEJADIANNYA? "
Sasuke dan kelima anak lainnya baru sadar. Sasuke mendatangi Shingen-sensei dengan pedenya.
Sasuke : " Oyakata-sama, jangan marah dong! Kita males jalaan! "
Kemudian, Fuuma berada disamping Shingen-sensei.
Fuuma menulis : 'Kalian pikir gue diam, gitu?'
Sasuke : *mundur perlahan karena takut* " Hiks... Fuuma... Apa kau... "
Shingen : " Benar! Anak pendiam ini menulis semua kejadiannya padaku! "
Fuuma menulis : 'Kalau kalian nakal lagi, cukup kubilang ke Shingen-sensei! Habis, kalian dikasih tau gak insaf!'
Sasuke : *ketakutan* " Fuuma! "
Kasuga : *kaget* " Apa? Fuuma memberi tahu kejadiannya? "
Nagamasa & Oichi : " JAHAAAAT! "
Nouhime : " Padahal tadi mau pulang, eh, gak jadi... "
Tenkai : " Hmmm... "
Shingen : *ancang-ancang* " RASAKAN... " *memukul Sasuke* " PUKULAN TUANMUUUU! " *memukul Kasuga* " GAK USAH SOK MANIS SAMA GUEEE! " *memukul Masamune* " KALIAN SUDAH! " *memukul Yoshimoto* " MELANGGAR HUKUM SENSEI KALIAAN! " *memukul Nagamasa dan Oichi bersamaan* " KASIAN YANG LAIN! " *memukul Nouhime* " UDAH JALAN KE RUANGAN CAPEK-CAPEK! " *siap-siap mukul Tenkai* " HMPH! KALIAN MEMANG BAAAAAAAKAAAAAAA! "
Pukulan Shingen-sensei ke Tenkai berhasil... Bahkan pukulannya lebih keras dibanding ke siswa lainnya. Sekarang, ke-8 siswa memiliki benjol yang cukup besar!
Shingen : *ngos-ngosan* " Jangan diulangi lagi! "
Tenkai : *bangun* " Lagi... Shingen-sensei... Lagi... Lagi! "
Shingen : *mukul Tenkai 8 kali* " Sudah? "
Tenkai : " Lagi! "
Nouhime : " Cukup sudah! Tenkai memang gak ngerti apa itu sakit! "
Shingen : " Hmph! Ya sudah! "
Kojuro : *ke Masamune* " Masamune-sama! Kenapa anda tega kabur? "
Masamune : *megang-megang benjol* " Habis! Sensei agak nyebelin! Masa' kaki yang udah capek ngangkat Chosokabe harus jalan lagi? "
Kojuro : " Tapi tetap saja, Masamune-sama! Jangan kabur! "
Masamune : " Itu karena gue gak tau kalau bakal gini kejadiannya... "
Motochika : *tiba-tiba mendatangi Masamune dan Kojuro* " Tadi kalian enak disini! Kami ber-10 dapat ejekan dari Queen loh! "
Kojuro : " Haa.. Bener tuh, kata Motochika-san! Masa' namaku jadi Katakura Kejora? "
Masamune : " Kyaah! Sampai begitukah? " *tertawa* " Kacian kalian... "
Motochika : " Kalau kasihan, harusnya lu ikut kami! Bukannya ketawa! "
Masamune : " Tapi gue kan, hanya bantu lewat doa, Motochika... "
Kemudian, pandangan Motochika tertuju ke Yoshimoto yang sedang ngambil sesuatu di tasnya.
Motochika : " Hmm? Dia ngapain? " *nunjuk Yoshimoto*
Masamune : *noleh ke Yoshimoto* " Hmm... Mungkin mau nyatain pengunduran diri! "
Motochika : " Heh? Mana bisa? Katanya kalau hukuman Sensei sudah dijalani, kalian mau masuk sekolah kayak biasanya... "
Yoshimoto : *masih ngutek tas* " Enak aja! Gue mau ngambil... " *nunjukkin bodrex* " BODREX! Untuk mencegah benjol! "
Motochika : " Tuh kan? Dia mau ngambil bodrex! Ayo semua! Serbu bodrex buat mencegah benjol kalian! "
Masamune, Sasuke, Kasuga, Nouhime, Nagamasa, dan Oichi langsung mendekati Yoshimoto.
Yoshimoto : *kaget* " Apa-apaan ini? Kok kalian deket-deket? "
Masamune : *kitty eyes* " Gue minta 3 tablet... "
Nouhime : *hamster eyes* " Kumohon, Yoshimoto... Kamu siswa yang adil, kan? "
Kring! Kring! Bel pulang berbunyi. Yoshimoto masih panik karena dikerubungi korban.
Shingen : " Ya sudah! Saya mau mandi getah di taman dulu ya! Daane! " *meninggalkan kelas*
Yoshimoto : " Uh... Oh... "
Keenam siswa langsung rebutan bodrex. Mereka dengan lancang ngambil bodrex di tas Yoshimoto. Ternyata, bodrex yang disimpan Yoshimoto ada 20 pack!
Author : *maju kedepan kamera* " Jadi... Cerita ini berakhir dengan Bodrex fighting! Sampai bertemu di Day 2! Stay... Tune! "
Yoshimoto : *kesakitan* " Aakh... Mereka berenam hanya minta bodrex ku sampai segitunya... " *menjerit-jerit*
THE END
