"Nah ayo kita mulai mainnya, namanya seperti yang sudah kubilang tadi Truth or Dare Jujur atau Berani jadi , tunggu sebentar Accio Botol , kita pakai botol ini untuk menentukan giliran siapa yang diberi atau memberi tantangan , kalau yang kena memilih truth , dia harus jujur menjawab satu pertanyaan yang diberi oleh si penanya , kalau dare dia harus melakukan satu tantangan yang diberi" kata Hermione dengan cepat , "Kalau kami tidak mau?" kata Ron , "itu dia bedanya main di dunia muggle dan di dunia sihir , dulu ketika aku main ini bersama sepupuku mereka kabur atau menolak tantangan dan pertanyaan yang kuberikan kalau disini kita bisa menyihir supaya menaati peraturannya" kata Hermione menerawang masa kecilnya "Emang apa yang kau beri mione?"kata Ron penasaran "yah hanya menyuruhnya menghafal satu halaman buku yang kuberikan dan meneriakkannya keras keras atau berpidato atau berpusi atau-" "kalau seperti itu aku tidak ikut" katanya memotong kata Hermione "oh ayolah Ron , itu beda , itu kan ketika aku masih kecil" "Yah kecilnya begitu apalagi" Ron tidak melanjutkan perkataanya karena terpotong tatapan tajam Hermione "baiklah , kalau ada yang tidak mau ikut silahkan menyingkir , aku mau melafalkan mantranya" kata Hermione menatap Harry , Ron dan si kembar , tidak ada yang bergerak "oh bagus , baiklah kalian saling berpegangan tangan" "aku tidak mau berpegang pada Fred" kata Ron "kau harap aku mau memegang tangan panuan itu adik kecil? " kata Fred mengejek " Baiklah Ron kau tinggal berpindah tempat saja , sebelahku" Sehabis menyebutkan kalimat itu muka Hermione merona merah , tidak semerah rambut Weasley sih tapi cukup panas. Harry berpegang pada Ron , Ron pada Hermione , Hermione pada Fred , Fred pada George dan George pada Harry , Hermione mengarahkan tongkatnya ke tangannya yang berpegang pada Ron , dia mengucapkan mantra non verbal , seketika itu juga tangan mereka dialiri aliran hangat yang merasuk dada. "Nah aku sudah mengikat kalian dengan mantra ini , jadi ketika kita melakukan game ini , kalian tidak akan bisa kabur , bohong atau tindakan konyol lainnya" kata hermione , "kalau kami melanggarnya?" tanya Harry "Yahh kalian tahu nanti akibatnya" "Aku putar botol ini" Hermione memutar botolnya , "Putaran pertama menunjukkan orang yang akan ditanya atau diberi Dare" mereka mengangguk angguk sambil melihat botol dengan tegang , mengikuti arah botol yang semakin pelan , dan putaran menunjuk kepadaaaaa... Hermione "Ahh sepertinya nona kita menjadi korban pertama ehh" kata Fred , Hermione hanya menghela nafas pasrah , "Aku yang putar siapa yang akan memberinya" kata Ron , mereka menunggu botol berputar dengan antusias , ya jelas antusias mereka akan mengerjai nona cerewet tahu segala itu , botol semakin pelan ketika mulut botol menunjuk kepada- dengan pandangan bergidik Hermione- , Fred , Fred tersenyum menggoda dan dengan pandangan sok coolnya melirik Hermione , "Tenang nona manis aku tidak akan membunuhmu, menyiksamu mungkin , membuatmu menangis mungkin juga" kata Fred , dia melirik adiknya Ron dengan matanya yang semakin jail , dan melirik kembarannya dengan tersenyum ganjil "Baiklah manis kau pilih apa , Truth or Dare ? " baiklah ini saat yang membingungkan di hidupnya , maju kena mundur kena , dia berhadapan dengan raja jail Hogwarts , yang membuat pilihannya serba salah , kalau dia memilih Truth dia akan malu setengah mati , karena Fred pasti menanyai hal hal sensitif yang membuat Hermione mau muntah , mungkin saja dia menanyakan berapa nilai terburuknya , atau apa hal yang memalukannya atau rahasia konyolnya atau yang paling ekstrem , siapa orang yang disukainya. Pertanyaan terakhir adalah pertanyaan paling terakhir yang paling ingin dia dengar , dia tidak mungkin memberi tahu dia suka siapa , hanya Ginny adik dari orang yang disukanya tahu dan mungkin Harry , itu pun tidak sengaja , Harry hanya tahu kalau jika Hermione dekat Ron hatinya menjadi tidak karuan , tidak tidak itu bukan berarti suka , tapi itu ciri" jatuh cinta sih , kalau Dare ohh itu namanya nyari Detensi , Hello Mione kau berhadapan dengan raja jail Hogwarts , tapi dari pada perasaanya hancur karena tak terbalas lebih baik dia pilih yang lain pikir Hermione , "Baiklah aku pilih Dare" kata Hermione mantap "Mione kau cari mati" kata Harry menyemprotkan Butterbeer yang diminumnya , "Itu lebih baik bagiku daripada daripada" muka Hermione memerah dia melirik Ron "ahh lupakan". "Jalan yang bagus nona kecil" kata Fred , " Cium Draco Malfoy!" kata Fred dengan wajah inocent dan tidak bersalah sedikit pun , melirik Hermione yang mau muntah , Harry yang terngaganga , dan Ron yang sangat mengejutkan mukanya menjadi semerah telinganya hampir sewarna rambutnya mendelik Fred dengan wajah tak terbaca. "Apa?" kata Hermione memastikan telinganya tak kemasukan semprotan Butterbeer Harry , "C-i-u-m D-r-a-c-o M-a-l-f-o-y , Draco Malfoy , keparat kecil kita itu , anak Lucius Malfoy pengecut itu , jelas manis?" kata Fred , matanya menari nari bahagia melihat reaksi Mione , "No! apa apaan itu , aku tidak mau mencium , tidak tidak , aku tidak mau dan tidak akan pernah menyentuh ferret pengecut sialan itu! tidak pernah!" kata Hermione marah, "Mione dia sudah lebih baik daripada sebelumnya , mendingan lah" kata Harry menenangkan , "Harry kau terlalu baik" kata Hermione "Benar kata Mione , itu tidak tidak" kalimat Ron terputus dia menyadari semua mata memandangnya ingin tahu , telinganya kembali merah "Hoho tenang adik kecil , kau tidak bisa menolak apalagi menghindar , mantra , dunia sihir , ingat Mione? , lagian kudengar Malfoy kecil kita itu naksir nona kita ini , mungkin bahkan jatuh cinta pada sahabat adikku ini" kata Fred manja , Harry benar benar penasaran dengan fakta baru ini . "Dari mana kau tahu?" Ron bereaksi lebih cepat dari yang dia ingin , "Ohh dari mana lagi kalau bukan si ember parkinson , dia berteriak teriak histeris sepanjang lorong aula ketika tau bahwa Malfoy naksir Mione" kali ini George yang memberi tahu. "Oh tidakk , meskipun tadi kau bilang dia menyukaiku , tapi tidak membuatku menyukainya dan membuatku ingin menciumnya , tidak , itu menjijikan" kata Hermione bergidik , mebayangkan dia mencium Malfoy , hal sinting paling terakhir yang harus dia lakukan , "Lagian dari mana kau tau benar kalau Pansy memang benar , kau tahu mulutnya dan bagaimana lebaynya dia" kata Ron kali ini dengan wajah kesal. "Oh ayolah , lagian ini tidak merugikanmu kalau memang benar Malfoy menyukaimu kau mungkin saja bisa menerimanya bahkan berpacaran dengannya , kau bisa membawanya ke jalan yang benar" kata Fred sok alim "Dan ajarkan supaya tidak menjadi keparat kecil lagi" kata George , "Kau tidak bisa menghindar" lanjut Fred "Dan ayo lakukan kalau tidak kita membutuhkan waktu lebih lama untuk main" akhir George. "Aku tidak menyukainya , membencinya iya" kata Mione ingin berargumen lagi , "Dare dari ku tidak memperdulikan kau menyukainya atau tidak , ayo sekarang kita turun ke bawah mencari Malfoy dan menuntaskan kewajibanmu" kata Fred tersenyum jahil.
.
.
.
Mereka turun ke Aula yang lenggang karena belum waktunya makan malam , sesuai Peta Maraudersnya Harry , Malfoy tadi di Aula , lalu menuju ruang rekreasi Slytherin , mereka mengikuti jejak Malfoy , yang jelas tertera di peta diikuti oleh Crabe dan Goyle , ketika sampai di lorong bawah tanah , mereka semua kecuali Hermione mengerudungkan jubah gaib dan menjadi menghilang dalam sekejap , itu menimbulkan pertanyaan baru untuk Hermione "ehmm jelas tidak ada perjanjian memakai Jubah Gaib" kata Hermione protes , "memang tidak ada , ini usulku , tidak mungkin kami kelihatan ketika menyaksikanmu mencium Malfoy , malu dia nanti" kata Fred santai , "ohh ayolah ini menjijikkan aku menyesal mengajak main kalian , bagaimana Crabe dan Goyle" kata Hermione pasrah , "ohh ternyata kau memang mau berdua saja" kata Fred menggoda , "tidak , amit amit, maksud ku bukankah kalau mereka melihat itu akan menjadi bahan gosip seluruh Hogwarts? , mati aku bila seluruh kastil tahu" kata Hermione campuran malu marah dan pasrah , "Tenang saja Fred dan aku sudah mengatasinya , nah ayo jalan mereka ada dibalik belokan ini" kata George. Hermione berjalan pasrah , dia merasa seperti tawanan menuju kematiannya , mereka stop ketika Malfoy di depan mereka , menoleh ke Hermione karena menyadari ada orang , karena Hermione satu satunya yang kelihatan maka mata Malfoy terpancang pada mata gugup Hermione. "Hai Malfoy , kenapa kau disini" kata Hermione gugup , dan menyadari pertanyaannya adalah pertanyaan retoris setengah bodoh "Aku yang menanyakannya kepadamu Granger , mau apa murid Gryffindor ke sini , kalian bosan dengan asrama kalian ? mau jalan" ke daerah kami , mana pengawal pengawal mu , muak menemanimu?" ujar Malfoy angkuh , kalimatnya diulur ulur dan membosankan , rasanya Hermione ingin menamparnya dan melemparnya jadi umpan Buckbeak , "Confundus Protalum " mantra pelan terdengar di telinga Hermione , tahu bahwa si kembar beraksi , mantra pelan itu sukses membuat Crabe dan Goyle linglung dan berjalan pelan ke ruang rekreasi mereka , diam diam Hermione tersenyum , ini membuat "Tugas"nya lebih mudah , dia memandang marah kepada Malfoy. "Hey kemana mereka itu , hoy Crabe! Goyle!" kata Malfoy heran."Ah dasar tolol" ujar Malfoy kesal "Kau mendengarku Granger? apa pujian pujian terhadapmu membuat telingamu tuli , aku-" kalimat Malfoy terputus , dia kaget setengah mati ketika Hermione dengan cepat menciumnya , Malfoy setengah bingung dan ehmm , setengah merasa nyaman mungkin? , Hermione dengan mual segera ingin melepaskannya tapi ohh tidak! dia benar benar tidak bisa melepaskannya , dia merasakan Malfoy membalas ciumannya dan ini membuatnya ingin sangat sangat beribu sangat ingin muntah , dia baru bisa melepaskannya setelah dia sesak dan butuh udara bernafas , Hermione mematung di tempat dia berdiri , kentara sekali jijik, mual dan mau muntah , dia segera berlari dari sana , menuju ke aula dan langsung ke ruang rekreasi Gryffindor , diikuti oleh serombongan remaja yang berada di bawah jubah gaib , meninggalkan Malfoy yang bingung , tidak mengerti dan senang , sendirian.
Mione tiba di ruang rekreasi Gryffindor dengan terengahengah , dia segera pergi ke kamar mandi dan mencuci muka dan terutama mulutnya , "astaga dare macam apa itu , sialan aku dikerjai Fred habis habisan" kata Mione sambil memikirkan mantra apa yang akan digunakannya ke Fred jika dia melihat anak badung itu nanti , Fred dan George tiba di ruang rekreasi lebih lambat daripada Ron dan Harry , sambil bersiul siul bahagia mereka duduk di sofa depan perapian , kesempatan yang bagus mione , dia segera menyongsong mereka , melafalkan mantra Aguamenti langsung telak di kepala Fred , dan mulai mengoceh tidak karuan , "Fred apa apaan , kau gila , ini tidak adil , apa maksudmu memberlakukan mantra itu kepadaku sehingga aku tidak bisa melepaskan diri dari malfoy , kau-" ocehan tanpa tarik nafas Hermione langsung berhenti , dia merasa lidahnya terekat pada langit langit mulutnya , "Santai nona manis , kau tidak bisa menyiramkan air seenaknya pada orang yang lebih tua darimu , tidak sopan sayang tidak sopan" kata Fred santai sambil memakan pai daging hangat yang ia ambil dari dapur , matanya menari nari jenaka melihat perubahan air muka Hermione , Hermione berusaha berbicara , membela diri dan memaki Fred karena memanggilnya sayang , sayang semuanya tak bisa dia lakukan sementara lidahnya terekat pada langit langit mulutnya. Dengan sekali jentikan , mantra aneh di lidah tadi terlepas , Hermione berusaha berbicara namun mukanya merah padam , dia mengarahkan tongkat sihirnya ke bantal sofa dan melemparkannya tepat ke wajah Fred dan akhirnya kepada George dan Ron karena mentertawakannya, kembali duduk ke sofa mengambil botol dan meletakkannya di atas meja.
"Lupakan kejadian tadi , aku akan membunuh kalian jika sampai tersebar dari mulut kalian , aku akan mengawasi kalian Weasley" kata Hermione bersungut sungut, "Kok kalian? bukannya hanya Fred?" protes Ron , "Mulutmu juga ember Ronald" kata Hermione sambil mengarahkan tatapan death glare kepada Ron yang mau berargumen lagi , Ron langsung diam karena ini pertanda buruk baginya bila melawan. "Giliranku memutar" kata Hermione judes , "Ini siapa yang akan diberi kan mione?" tanya Harry , dan Harry tahu itu salah satu kesalahan besar , "Aku sudah mengucapkan berjuta kali Harry" kata Hermione ketus. Botol berputar dan melambatkan putarannya dan pada akhirnya berhenti padaaa... Harry.
"Demi merlin , bukankah botol ini sedikit mengarah kepada Hermione?" kalimatnya jadi kacang karena dia melihat tatapan judesnya Hermione , "Tak bisa kawan , mulut botol ini lebih mengarah kepadamu" sepertinya Ron ingin memperbaiki kesalahannya pada Hermione tadi. "Baiklah aku putar giliran pemberinya" kata George , dia memutar botolnya dengan cepat dan botol itu mengarah kepada Ron yang sekarang tersenyum gembira seperti mendapat 10.000 galleon plus diskon di toko Quidditch Supply . "Baiklah sobat , Truth or Dare?" kata Ron , matanya terlihat mengaharap sesuatu. Ini lumayan berat bagi Harry dia bisa saja memilih Truth tapi dengan resiko rahasianya tersebar di seluruh Hogwarts , memang sih dia sudah biasa menjadi gosip di Hogwarts , tapi ini masa tenang broo, Voldemort sudah usai , mereka harus memikirkan kegiatan asyik lainnya selain membicarakan dirinya , Dare? kalau Dare Harry? emang sih dia tidak berhadapan dengan Fred dan atau George , tapi tetap saja pengalaman bertahun tahun Ron tinggal dengan Dua kakak badung membuatnya memiliki khazanah keisengan yang lumayan luas , tapi kalau Dare efeknya sebentar , kalau Truth? bisa jadi gosip sepanjang tahun , Harry yakin sahabatnya tidak akan membunuhnya, baiklah "Aku pilih Dare" kata Harry melihat dengan mantap kedalam mata Ron , "Pilihan yang bagus adik kecil ,baiklah Ron suruh dia memukul bokong Flich" kata Fred , "Atau mencabut kumis " kata George "Atau menjebak keduanya di dalam kamar mandi Mrytle Merana bersama Snape" kata George , "Diam kalian aku yang memberinya Dare , baiklah Harry tembak dia kata Ron sambil melirik kepada Lavender Brown , "Siapa maksudmu Ron?" Harry jelas tahu siapa yang Ron maksud , tapi dia bertanya karena pengen aja , "Ohh Harry , dia DIA!" kata Ron bersemangat , matanya melirik lirik ganas pada Lavender ,"Demi celana Merlin Ron , dia suka padamu , dan dia mantanmu , mengapa kau tidak kau saja yang melakukannya" Harry tahu dia menguungkit masalah yang serius karena dia melihat Hermione sudah siap perang "Dia menyukaimu Harry , semenjak dia putus denganku dan semenjak kau menjadi Pahlawan Utama melawan Pria-pesek-brengsek-dulu-mancung-dan-ganteng-Voldemort , dia menjadi tergila gila kepadamu , kalau nggak percaya tanya aja Mione , ya kan Mione?" , Hermione hanya bersungut sungut mendengar pertanyaan Ron , tapi akhirnya dia jawab juga , "Aku bisa gila karena setiap hari di menteriakkan teriakkan betapa gantengnya dirimu , dan rambut acak acakanmu itu sangat macho dan seksi baginya , nggak bosen bosen dia menyampaikan salam cinta penuh kasih untukmu melaluiku" kata Hermione mual , menumpahkan semua kekesalaannya , karena tampaknya dia sudah agak mendingan dibanding tadi , Ron yang menganggap ini sangat lucu langsung tertawa ngakak ,Hermione memandangnya sengit."Ron aku tidak menyukainya , tidak mencintainya aku hanya menganggapnya sebagai teman biasa , bila aku menembaknya dan pasti dia menerimanya , itu akan meyakitkan hatinya karena dia tahu kalau ini hanya Dare" kata Harry , berharap Ron mengganti Darenya , "Mending aku truth tadi" sesal Harry dalam hati. "Baiklah ada pilihan untukmu Harry" kata Ron antusias.
TBC
Baru sekarang sempet update lagi , ayo review review untuk cerita dan ide yang lebih baik , yang mau saran , kritik yang membangun juga boleh =D
