Episode 3 : Cooking Nightmare
"Aagghhh...Ne-Neth..." sesosok tubuh mungil itu menggeliat di atas sofa.
"Ngghhh...Malay..." juga sesosok tubuh besar ikut menggeliat tak jauh dari si tubuh mungil.
"Uughh..." keringat mengalir di wajah dan tubuh si tubuh mungil.
"Mmmmhhh..." begitu juga di wajah dan tubuh si tubuh besar.
"Neth, ugghh...gue, ngga tahan lagi..." si tubuh mungil itu memejamkan kedua matanya erat-erat. Wajahnya memerah menahan sesuatu.
"Gu-gue juga...ngga tahan lagi..." tangan si tubuh besar itu menggenggam
sandaran sofa empuk dengan kencang sampai buku-buku jarinya memutih.
"Agghhhh...!" tubuh mungil itu mengejang.
"Agghhhh...!" tubuh besar itu menjerit.
"KITA HARUS MAKAAAAAAANNNNNN...!" lalu keduanya berteriak putus asa.
...
...
-00000-
"Ohok!" Indonesia menghentikan kegiatan makan malamnya sebentar. Ia tersedak tiba-tiba. Cepat-cepat ia minum air supaya makanan yang tersangkut di kerongkongannya itu bisa meluncur mulus. Disekanya sudut bibirnya yang basah oleh air. Pikirannya menerawang nun jauh ke benua yang berbeda.
"Ada apa Indonesia?" tanya Boss nya yang duduk di samping Pak Kusir-eh salah-di sebelahnya penasaran.
"Oh, ngga apa-apa, Boss," ujarnya, "cuma keselek aja, Boss."
Si Boss tersenyum dengan senyuman ala The Smiling General, lalu melanjutkan makan malamnya kembali.
Tiba-tiba ia jadi teringat dua mahluk absurd di rumahnya nun jauh disana.
"Mudah-mudahan mereka ngga mati kelaparan..." doanya setelah selesai makan malam.
-00000-
Sebagai seme yang memiliki harkat dan martabat yang terhormat, dua partner Indonesia itu gengsi untuk memasak. Mereka juga gengsi untuk memanggil abang tukang bakso-mari mari sini dan mengucapkan saya mau beli. Mereka bahkan gengsi untuk memesan makanan melalui layanan delivery order. Mereka hanya tahu memerintah lalu perintah mereka terwujud secara instan. Biasanya, ketika mereka kelaparan, mereka tinggal meminta sang yayang untuk memasak masakan favorit mereka dan mereka hanya tinggal makan saja. Namun dalam kondisi darurat seperti saat ini, sepertinya mereka harus menurunkan gengsi mereka.
"Kayanya kita harus jalan sendiri keluar buat beli makanan." ujar Malaysia sambil mengelus perutnya yang melilit.
"Ya udah gue nitip beli Boerenkoolstamppot, dengan rookworst* deh." rupanya si Bule jabrik masih ogah jalan keluar beli makanan sendiri.
"Enak aje, jalan sendiri dong!" Malay dongkol disuruh-suruh. Emangnya babu!
"Lagian makanan apaan tuh!? Disini ngga ada yang jual juga kali!" tambahnya keki.
"Hhhhffftt...andai ada orang yang bisa disuruh masak..." ujar Netherlands putus asa. Ia menyandarkan punggungnya di sofa ruang tamu.
TING.
Tiba-tiba ada gambar lampu menyala pertanda terbit sebuah gagasan bagus.
...
...
-00000-
"Heh? Masak?"
Enam pasang mata berwarna abu-abu gelap itu melotot tak percaya. Ketiganya tak lain dan tak bukan adalah Laos, Myanmar dan Cambodia, trio tuyul tukang jajan, tiga setan neraka yang senang banget minta duit jajan dari Netherlands en sempet bikin doi bangkrut di hari Valentine (baca Antara Aku, Kamu dan Dia chapter 6#promosi#dzigh). Yah, namanya juga masih bocah, wajar dong suka minta duit jajan.
"Mang kamu bisa masak apa, Laos?" tanya Myanmar bingung.
"Masak air." ujar Laos sekenanya.
"Aku juga bisa masak, masak nasi di rice cooker." ujar Cambodia semangat.
Netherlands en Malaysia facepalm.
"Heh, Bule! Ini gara-gara ide aneh loe!" Malay menunjuk hidung Netherlands dengan emosi.
"Minimal mereka bisa masak nasi di rice cooker!" kilah Netherlands.
Malaysia facepalm lagi.
"Nah, Laos, Myanmar, Cambodia, sekarang tolong buatkan Om makanan yang lezat, nanti Om kasih uang jajan yang buanyaaaak buat kalian," Nether langsung pasang wajah manis, ramah en baik hati demi memikat hati 3 adik Indonesia yang masih belia itu.
"Asyiiiiikkkk!" ketiga adik sewilayah geografis Indonesia itu langsung bersorak gembira demi membayangkan pundi-pundi uang yang akan mereka dapatkan dari Om rambut jabrik.
"Memang Om Netherlands itu baik hati, ngga kaya Kak Malay yang pelit merkedit!" ujar Laos polos.
Malay langsung melotot demi dihina adiknya sendiri.
"Iya, iya, ntar gue traktir nonton film "Ong Bak" deh!" ujar Malay sekenanya. Padahal itu film Thailand yang udah jadul banget. Namun karena ngga mengerti dan juga faktor masih polos, ketiga adiknya itu bersorak gembira lagi. Malaysia nyengir sambil bergumam, "Mau aja gue bo'ongin, hehehe..."
...
...
-00000-
Netherlands bersandar di sofa sambil membaca majalah. Telinganya disumpal earphone. Lamat-lamat terdengar lagu dari dalam sana. Rupanya ia sedang bersantai sambil menikmati musik dari Ipodnya. Sementara itu Malaysia masih gelisah menanti ketiga adiknya yang sedang memasak di dapur. Sudah 1 jam dan ketiganya belum selesai juga. Ia heran dengan sikap rivalnya yang bisa dengan santainya memerintah 3 orang anak kecil untuk memasak. Dasar kompeni! Lihat wajahnya yang tanpa dosa itu sedang santai dengan Ipodnya. Apa dia ngga khawatir 3 bocah setan itu akan menghancurkan seisi rumah ini karena salah menyalakan kompor gas? Apa dia ngga khawatir akan keracunan dengan masakan yang dibuat oleh 3 bocah yang belum berpengalaman itu? Baru saja Malay akan membombardir Netherlands dengan ribuan pertanyaan barusan, si bule jabrik bermata hijau itu cuma meliriknya sambil tersenyum santai.
Malaysia ngga habis pikir. Sungguh ngga masuk akal bagaimana si bule bisa mendapatkan ide nekat memperbudak 3 bocah untuk menjadi chef dadakan bagi mereka. Dan yang lebih ngga masuk akal lagi adalah bahwa dirinya menerima begitu saja ide sinting, gila, miring itu!
"Just relax..." bisik Netherlands sambil mengedip dengan genitnya.
Kesal dengan kelakuan santai rivalnya, Malay menarik earphone yang sedang dikenakan Nether.
"Heh, jabrik, ini udah 1 jam!" bentaknya sadis.
"Ah, ntar kalau udah matang juga kita dipanggil." ujar Nether santai. Ditarik dan dipasangnya lagi benda itu ke telinganya.
"Uggh, bukan itu, bastard!" Malay berang. Ditariknya kaos lengan buntung yang dikenakan Netherlands.
Netherlands bangun dari sofa berusaha menangkap raut kekhawatiran di wajah rivalnya.
"Gue khawatir," Malay tercekat, "Gue khawatir nanti-"
BRUK BRUAGGGHHH DUAAGGGHHH
"A-astaga!" belum sempat ia menyelesaikan kalimatnya tiba-tiba terdengar keributan dari arah dapur.
Dua partner Indonesia itu bergegas ke dapur.
"Alamak Jang!" Malay histeris.
"God verdomme!" Netherlands jawdrop.
Demi Arya Wiguna yang nyalonin diri jadi Wakil Bupati Kolaka, Sulawesi Tenggara, pemandangan di dapur milik Indonesia itu benar-benar menyeramkan! Saos tumpah berceceran dimana-mana. Asap mengepul dari panci di kompor. Nasi goreng tumpah berantakan di bawah meja.
"Salah kamu, Myanmar! Kenapa nasi gorengnya kamu senggol!? Jadi tumpah tuh!" Laos menunjuk-nunjuk Myanmar sambil menangis histeris.
"A-aku ngga sengaja, Laos!" Myanmar heboh minta maaf.
Cambodia meraih piring besar. Tangan mungilnya mencoba menyendok nasi goreng yang berantakan di lantai, menampungnya di piring besar tersebut.
"I-ini makanannya sudah jadi.." ia tersenyum sambil menyodorkan nasi goreng yang telah jatuh itu ke Netherlands dan Malaysia yang masih berdiri mematung tak percaya.
...
...
-00000-
"Pokoknya aku ngga mau maafin kamu, Myanmar!" Laos masih keukeuh ngambek. Mulutnya termonyong-monyong dengan sisa butiran nasi yang menempel di sudut bibirnya.
"Aduh, aku harus ngomong apa lagi? Kan aku ngga sengaja, Laos" ujar Myanmar sedih. Doi pasang wajah memelas sambil mengunyah nasi goreng.
"Eh, nasi gorengnya enak juga," ujar Cambodia sambil menyuap suapan kedua.
Sementara itu dua orang dewasa yang dengan bodohnya mempercayakan urusan masak memasak pada 3 bocah itu hanya terdiam, menatap kosong pada piring masing-masing yang berisi nasi goreng.
Mereka berlima kini duduk di meja makan. Netherlands dan Malaysia duduk saling berhadapan. Lelah menunggu 1 jam, akhirnya makanan yang mereka tunggupun telah tersaji.
KRUYUKS~
"Ka-kalau tahu begini, lebih baik gua jalan keluar beli makan sendiri..." ujar Malay geram. Matanya menatap marah ke piring nasi goreng di hadapannya. Kepalan tangannya bergetar, entah karena kesal atau karena lapar to the max. Meja makan pun tiba-tiba bergetar dengan hebatnya. Myanmar en Laos yang sedari tadi saling ngambek-ngambekan itupun berhenti. Cambodia yang sedang asyik menikmati nasi gorengnya juga ikutan kaget. Entah kenapa tiba-tiba hawa di sekitar mereka berubah jadi mengerikan. Laos spontan memeluk Myanmar yang duduk di sebelahnya karena ketakutan. Sementara Cambodia memegang kursinya erat-erat. Sepertinya akan pecah perang.
"I-ini semua, gara-gara loe..." suara Malay bergetar. Giginya gemeletuk. Diambilnya sendok makan lalu diacungkannya tinggi-tinggi.
"Siap-siap gue hajar..." Netherlands ikut-ikutan frustasi. Matanya memerah, Alisnya berkedut-kedut. Disambarnya sendok lalu diangkatnya ke udara.
"Hen-hentikan, ja-jangan beran-" Cambodia berusaha melerai Netherlands en Malaysia yang kelihatannya akan memulai perang dunia ke-112.
"-tem..."
Malaysia menyendok nasi goreng, memasukannya ke mulut lalu mengunyahnya dengan kalap. Sementara Netherlands langsung menghajar nasi goreng di hadapannya. Sendok yang tadi ia pegang dilemparnya jauh-jauh. Diambilnya piring berisi nasi goreng itu, lalu dituangkan langsung ke dalam mulutnya sampai penuh lalu dikunyah tanpa ampun.
Cambodia sweatdrop.
Sisa nasi goreng yang masih ada di piring besar langsung dijadikan rebutan oleh 2 mahluk kelaparan tersebut. Kini sendok sudah tidak diperlukan lagi. Mereka berebut mengais sisa nasi goreng dengan tangan. Sisa-sisa nasi yang menempel di jari-jari mereka langsung dijilati sampai bersih tak bersisa.
"Wah, Myanmar, ternyata masakan kita sangat enak, buktinya mereka berdua makan tanpa sisa!" seru Laos kegirangan.
"Asyiik, Laos, berarti kita berbakat ikutan acara Mastercep di TV!" sorak Myanmar.
"Dan yang pasti kita bakalan dapat duit jajan yang buanyaaaakkkk! Horeeeeee!" timpal Cambodia.
Trio tuyul itupun bersuka cita.
TBC
Mau tahu lanjutannya?
-0000-
*'Boerenkool met rookworst' adalah salah satu hidangan Belanda tertua dan paling populer. Boerenkool disebutkan dalam buku resep masakan pada tahun 1661. Kentang tumbuk tidak digunakan dalam hidangan ini, meskipun sosis sudah disajikan dengan kubis di hidangan ini. Hidangan ini menjadi populer setelah terjadi musim-buruk untuk jagung sementara kentang menjadi populer sebagai makanan. Boerenkool mengandung banyak karbohidrat, yang membuatnya menjadi makanan populer untuk hari di musim dingin (from Wikipedia-red)
