Chapter sebelumnya:
Vongola tiba di tujuan pertamanya, London, keinginan Miura Haru. Apa kira-kira yang akan dilakukan mereka terutama Haru saat di London? Apakah mereka akan menemukan pedagang takoyaki? Atau mereka akhirnya mengetahui siapa author sebenarnya? Oke abaikan. Ayo kita simak, habis baca jangan lupa review^^
Katekyo Hitman Reborn! Fanfiction
Disclaimer by Amano Akira
Fanfiction by Park Ye Jin di ffn
Starring: Vongola decimo
Warning: OOC, gaje, humor gagal, typo, huhuuhu.. /?
Chapter 2 - London desu!
.
.
"Hahi! Haru beneran di London desu!" teriak Haru sambil ber'hahi' ria.
"Waktu kita disini hanya bentar Haru, manfaatkan waktumu sebaik mungkin." kata Reborn sambil duduk di pundak Haru.
"Okay desu! Haru ingin ke Mansion Square! Katanya 'Wan Direksiens' ada disana desu!" kata Haru langsung berlari secepat mungkin.
"Haru cepat sekali larinya. Kita kan gatau daerah London…" cemas Kyoko.
"Yosh! Tak apa Kyoko! Kita ke menara Bigbang saja! Kemarin kamu ingin kesitu kan?!" seru Ryohei sambil menepuk pundak adiknya.
"Big Ben onii-chan…" Kyoko membenarkan.
"Yosh! Kozou! Aku dan Kyoko akan ke menara Big Ben!" Ryohei menghiraukan adiknya.
"Kita ga bisa misah. Begini saja, kita bagi dua kelompok. Kelompok satu ikut Haru ke Mansion Square, kelompok dua ikut Sasagawa bersaudara ke Big Ben." kata Reborn.
Dan vongola decimo pun setuju dan mereka mengundinya dgn jan ken pon alias suit jepang.
"Oke, jan ken pon!" seru mereka bersamaan.
Dan hasilnya…
Kelompok Haru: Bianchi, Lambo, Fuuta, I-pin, Hibari, Gianini, Chrome.
Kelompok Sasagawa bersaudara: Tsuna, Yamamoto, Gokudera, Reborn, Ken, Chikusa.
"Oi, kozou.."
"Ada apa, Hibari?"
"Aku tak suka bergerombol dan boyband aneh disini. Aku tunggu di bis." kata Hibari singkat.
"Yah, sesukamu saja."
[Buat Directioners! Maaf ya… Author Directioners juga kokk! Kalimat Hibari gausah dimasukin hati oke?^^
Hibari: Ini semua karena kamu author..
Author: Hiee?!
Hibari: kamikorosu!
Author: ga nyambung!]
.
.
.
.
.
.
.
Dan setelah pembagian kelompok, masing-masing kelompok diberi waktu dua jam untuk mengeliling London asalkan tetap bersama kelompoknya.
"Hahi?! Kalian kenapa ada disini?"
Haru yang sedang menanti-nantikan idolanya itu terkejut dan langsung memberhentikan aktivitasnya mencari kamera yang akan ia gunakan untuk foto bersama idolanya.
"Reborn bilang kita gak boleh pisah. Lagipula kami khawatir Haru tersesat." jawab Bianchi.
"Iya Haru-nee, lebih baik kita bersama-sama!" lanjut Fuuta.
"Hehe, Haru gak akan ilang kok, Haru cuman mau kesini aja…" balas Haru sambil merogoh tas dan saku jaketnya.
"Ada apa?" tanya Chrome dan Gianini yang daritadi tercenggang dengan Mansion Square perhatiannya teralih oleh tingkah laku Haru. "Eh, aku ingin foto bersama 'Wan Direksiens' desu.. Tapi Haru lupa nyimpen kamera dimana…"
"Fuuta… Lambo mau permen…" dan tiba-tiba saja ada bocah sapi memotong omongan Haru.
"Lambo, gak boleh! Kita gapunya uang!" kejar I-pin.
"Lambo masih punya permen di rambutmu kan?" kata Fuuta mencoba sabar.
"Hahi, benda kotak dirambut Lambo itu kamera Haru!" tiba-tiba saja Haru menunjuk kearah yang ia maksud dan langsung berlari mengambil kameranya.
"Haru! Itu permen Lambo!" teriak Lambo dari kejauhan. Tetapi Haru tidak mendengar, ia sibuk dengan 'Wan Direksiens' yang jaraknya tidak jauh dari pandangannya.
"Lambo! Itu kamera, bukan permen!" koreksi Fuuta dan I-pin.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Sementara itu Kelompok Sasagawa bersaudara..
"Suge… Ini yang namanya menara Big Ben ya?" Yamamoto berdecak kagum dengan pose santainya.
"J.. Juudaime.. Anda bisa menaruh jam ini di kamar anda jadi anda tak perlu kesiangan lagi!" Dan entah sejak kapan Gokudera berani berbicara to the point ke bossnya sambil masang wajah bahagia.
"Eh? Hahaha…" Aku gak bisa ketawa… pikir Tsuna.
"Sawada! Kyokugen! Kita panjat menara ini sampai atas lalu kita berfoto!" semangat Ryohei membuyarkan lamunan Tsuna.
"He? O.. Onii-san.. Emang boleh?" kata Tsuna berusaha menolak.
"Ide bagus, Ryohei." setuju Reborn, lalu mengalihkan pandangannya ke Tsuna "Tsuna, angkat mereka semua."
"Hiee! Gimana caranya?"
.
.
.
"Juudaime! Anda hebat!"
"Kamu kuat ya, Tsuna!"
"Tsuna-kun~ berusahalah~"
"Sawada! Kau benar-benar kyokugen!"
"Ceh, kenapa aku mesti ikut segala?!"
"Tenanglah Ken.."
Dan apakah readers bisa nebak apa yang dilakukan Sawada? Ehem, dia mengangkut kelompoknya menggunakan pil Dying Will, sementara kelompoknya duduk di sebuah perahu kecil, semacam poci-poci (?) Darimana mendapatkannya? Jangan tanya, pokoknya Reborn yang ngambil perahu itu.
"Huuf… Akhirnya sampai.." hela Tsuna.
"Yosh! Kita foto disini!"
"Tapi, siapa yang ngambil fotonya onii-chan?"
"Berarti itu pekerjaan boss…" Reborn tersenyum licik.
"Hiee! Aku juga mau foto Reborn!"
"Jangan bantah!"
"Ittai! Jangan tendang aku lagi!"
.
.
.
.
"Lalu, kita kemana? Masih ada waktu satu jam lagi Reborn-san." kata Gokudera sambil melirik kearah jamnya. (padahal dibelakangnya ada menara Big Ben gede…)
"Kita tunggu keputusan Haru yang ingin kesini…" balas Reborn sambil duduk di pundak Yamamoto.
"Tapi.. Haru dan yang lain dimana ya?" tanya Tsuna melirik ke sana-kemari mencari alamat palsu /salah/
"Dasar Aho onna.. Beraninya dia membuat juudaime menunggu…!" kesal Gokudera dan akhirnya ditenangkan oleh Yamamoto. "Maa.. Maa.. Bagaimana kalau kita susul ke Maison Square? Pasti mereka masih disana.."
"Mansion Square yakyuu baka! Makanya kau bodoh, pelajaran pun selalu dapat merah!" timpal Gokudera ancang-ancang akan menonjok Yamamoto sedangkan Yamamoto sendiri hanya tersenyum santai seperti biasanya.
"Go.. Gokudera-kun.. Sudahlah.." Tsuna menenangkan.
"Lalu kita gimana Tsuna? Kau kan boss, kau harus memutuskan.." kata Reborn tiba-tiba masih duduk di pundak Yamamoto.
"M.. Menurutku Yamamoto benar, lebih baik kita ke Mansion Square saja.." balas Tsuna yang tumbennya langsung jawab pertanyaan Reborn. Biasanya kan kalau dia disuruh memutuskan sesuatu oleh Reborn jawabannya 'Apa?! Aku yang memutuskan?! Aku gak pernah bilang mau menjadi bos mafia!'
Oke, kita abaikan..
"T.. Tapi Reborn, bagaimana dengan Hibari-san?"
"Tenang saja.. Dia pasti.."
[Sementara itu Hibari dan burung kesayangannya, Hibird..]
.
.
.
"Coba kau ulang lirik yang salah, Hibird."
"Hanabuteo yeolkkaji modeun ge da han suwi
Morae beolpan wireul michin deusi ttwieobwado geotteunhan uri
Haneureun chungbunhi neomuna pureunikka
Amugeotdo mutji mallan mariya neukkiran mariya naega nugunji"
Nyanyi Hibird sambil mengepakan sayapnya.
"Hm.. Kau hampir bisa mengganti posisi TAP di BigBank.."
.
.
.
.
.
.
.
"Tsuna-nii!" Fuuta melambai kearah kelompok Sasagawa bersaudara yang habis dari menara Big Ben.
"Ah, Fuuta, bagaimana Haru?" tanya Tsuna sambil membungkukan badannya sedikit agar sejajar sama Fuuta.
"Haru-nee lagi ngantre ditandatangan bajunya oleh idolanya.." balas Fuuta sambil menunjuk kearah Haru.
"Kyaa! Haru sudah dipeluk dan foto bareng desu! Sekarang malah baju Haru akan ditandatangani!" teriak Haru dari kejauhan dengan riang.
"H.. Haru.." Tsuna jawdrops gatau mau ngapain.
"Sudah berapa lama kalian disini?" tanya Yamamoto ke Bianchi yang emang ada di dekatnya.
"Hmm.. Satu jam lebih, kami hanya menunggu dan si sapi bodoh itu menangis terus minta permen" jawab Bianchi acuh sambil menunjuk Lambo tanpa melihatnya.
"Tsuna! Haru gamau membelikan Lambo permen! Belikan aku, Dame-Tsuna!" tiba-tiba saja Lambo manjat ke muka Tsuna sambil meninggalkan tangisan dan ingusnya dimuka Tsuna.
"Lambo! Jangan!" larang I-pin.
"Kau menyuruh membeli permen tapi memanggilku Dame-Tsuna?!"
.
.
Tak lama setelah insiden itu, Haru pun datang menghampiri kelompoknya, dan tanpa disadari Tsuna dkk sudah ada disitu.
"Hahi! Tsuna-san dan yang lain kenapa disini? Bukannya kalian di Big Ben desu?" tanya Haru sambil membawa kamera dan menjaga bajunya yang sudah penuh coretan tanda tangan idolanya.
"Ehm.. Urusan kita sudah selesai, jadi kita menyusul kalian.." balas Tsuna sambil ngelap mukanya yang penuh ingus dan air mata Lambo.
"Tsuna-san, baik sekali desu!" Haru sudah siap ancang-ancang meluk Tsuna tapi terhenti karena teringat sesuatu, "Hahi! Maaf Tsuna-san, Haru tak bisa memeluk Tsuna-san!"
Justru bagus… pikir Tsuna dilanjutkan dengan pertanyaan, "Emang kenapa Haru?"
"Haru-chan, apa itu dibajumu?" muncul Kyoko tiba-tiba sambil menunjuk baju Haru yang cemong.
"Ah, Kyoko-chan! 'Wan Direksiens' tadi habis memeluk Haru desu! Lalu kita foto bersama dan salah satu personilnya, Malik Zain mencium pipi Haru desu! Hahi.. Haru… Ingin mati desu…" katanya panjang lebar sambil memeluk dirinya.
"Makanya, Haru gak bisa meluk Tsuna-san desu.. Nanti aroma 'Wan Direksiens' hilang…." lanjut Haru 'panas'. (ehem…)
Dan Tsuna hanya bisa tertawa garing..
.
.
.
.
Reborn yang daritadi hanya melihat akhirnya membuka suara, "Minna, waktu kita habis. Kita harus melanjutkan ke perjalanan berikutnya."
"Hahi! Tapi eventnya belum selesai desu…." Haru sweat-drop medengarnya.
"Ayo, kita kembali ke bis.." Reborn menghiraukan perkataan Haru.
"Haa.. Reborn-chan, Haru ingin mengucapkan salam dulu ke mereka desu…."
"Ayo, Haru-nee.. Nanti kita telat.." kata Fuuta menarik baju Haru.
"Haru jahat! Gak mau beliin lambo-san permen!" Lambo gak nyambung.
.
.
.
.
"Kalian sudah kembali?" tanya Hibari tanpa melihat kearah mereka sedikitpun dan masih sibuk dengan remote di tangannya.
"I..iya" jawab Tsuna singkat karena dia gak mau di gigit sampai mati. (emang jawab gitu doang bakal di kamikorosu? ._.)
"Minna-san~" baru saja Vongola Decimo duduk, Reborn muncul dengan baju ala mbak-mbak pemandunya, "Kita sudah ke London, kita akan lanjutkan ke Italia~"
"Guwahaha! Lambo akan ke boss bovino dan minta permen sebanyak-banyaknya!" tawa Lambo.
"Lambo, duduk yang benar!" perintah I-pin yang tetap dihiraukan Lambo.
"Minna~ bersiaplah~" kata Reborn lalu menghilang yang ternyata dia kembali ke tempat duduknya.
Dan semua anggota 'Vongola Trip' duduk dengan tenang sambil mendengar lagu-lagu kumpulan K-pop milik Hibari.
Author's note:
Ehem.. Agak gaje ya? Bukan agak lagi deh kayaknya.. ._. gomenne..
Oya, Ye Jin mau bales review readers disini ya~ Makasih yang udh review^^
Wkkk, mungkin seharusnya Hibari muterin lagunya Big bang yang Fantastic Baby(?)
Saya nggak tahu kalau Hibird bisa bahasa Korea.. :D
A: Iyanih, Ye Jin puterin di chapter dua w
Haha, hasil ajaran Hibari-san~ Btw, thx udh review!
- mysteltainn (Guest)
Woh, bikin ngakak! Hebat deh ini humor tapi (menurut saya) tetep
IC...
Jadi gak sabar pas vongola ke indonesia... kalo bisa bikin tsuna dkk. dikejer
ondel2, atau banci, atau preman pasar juga boleh /nak
Dan kalo bisa varia dimasukin juga biar kaya' di OVA ;D
Overall nice, keep going! (・ω・)ノ
A: Wuih.. sangkyu reviewnya~ Oke deh, Ye Jin usahain^^ Soalnya kan Goku pengen ke Borobudur, hoho~
Varia? Siap~ Ikutin terus Trip mereka ya^^
Oya, akhir kata, mungkin ada yang bertanya gimana cara mereka bisa secepat itu nyampe ke London? Bisnya menggunakan sistem pesawat ciptaan Gianini, jadi cepet sampe~^^
Next - Italia, ngeennq~ /bunyi bis terbang/
Apakah yang akan dilakukan Lambo, Fuuta, dan Bianchi di Italia? Apakah mereka bersenang-senang? Apakah Lambo bertemu bos Bovino dan bisa minta permen? Apakah Bianchi akan melayat ke makam mantannya, Romeo? Apakah author makin banyak punya fanboy dan fangirl?
Oke, abaikan (lagi) yang terakhir.
Jangan lupa review ya~ Kasih flame gapapa asalkan ngebangun. Seperti biasa, akhir kata dari Ye Jin,
Peace, love, and keep love author
