Chapter Sebelumnya:

Keinginan Haru tercapai, meskipun harus berakhir 'menyedihkan'. Kali ini anggota 'Vongola Trip' akan melanjutkan perjalanan ke Italia. Apakah yang akan mereka lakukan disana? Apakah Lambo bisa dapat permen dari boss-nya? Apakah anggota 'Vongola Trip' bisa bersenang-senang?


Katekyo Hitman Reborn! Fanfiction

Disclaimer by Amano Akira selalu, kalau milik Ye Jin, Goku udah dipasangin sama Haru, makanya KHR! milik Amano Akira

Fanfiction by Park Ye Jin in ffn

Genre(s): seperti biasa.. Humor(gagal), Friendship

Rate: T, K juga boleh (?)

Starring: Vongola Decimo

Guest Star: CEDEF aka Outside Advisors, Varia, Cavallone Family, dll

Warning!: (berusaha untuk tidak) OOC, humor(gagal), typo, dll


Starto~

Chapter 3 - Guwahaha! Italia!

.

.

"Minna-san~ Kita akan tiba di tujuan kita selanjutnya, Italia dalam waktu 15 menit lagi~"

"Guwahahaa! Bos bovino pasti kaget melihat Lambo yang makin gagah!" padahal saat itu tampang Lambo masih ingusan.

"Aho ussi! Duduk yang benar!" kata Reborn melempar kapur (yang entah didapat darimana) kearah kepala Lambo sampai jadi bubuk.

Lambo cuman bisa tepar.

"Lambo, daijobu?" tanya I-pin sambil megang-megang kapur yang sudah jadi bubuk.

"Lambo-san.. pusiing…"

.

"J.. Juudaime! Lihat! Itu Colloseum!" seru Gokudera, matanya (lagi-lagi) berbinar.

"Go.. Gokudera-kun, kamu kan orang Italia, kamu belum pernah ke Colloseum?" tanya Tsuna (agak) ragu.

"Belum juudaime.. Ayah selalu melarang saya ke kota, tapi nanti saya akan kesitu bersama anda juudaime!"

"Kalau Tsuna ikut aku juga ikut deh." sambung Yamamoto.

"Colloseum itu tempat untuk bertarung kan?! Kyokugen! Sawada! Kau harus menjadi lawan partner ku!" semangat Ryohei sambil nunjuk-nunjuk Tsuna.

"O.. Onii-san.. Yang punya acara di Italia Lambo, Fuuta, dan Bianchi kan?" kata Tsuna gagap kayak azis gagap.

"Aku cuman mau ketemu ayahku.." balas Bianchi tiba-tiba.

"Aku mau kemana ya?" tanya Fuuta ke dirinya sendiri.

"Fuuta… Kan kamu ingin ke Italia?"

"Oh, Tsuna-nii, aku ikutin Lambo cuman buat jagain Lambo kok.."

"Hah?"

.

"Minna, karena sepertinya yang bersangkutan tidak punya tujuan tertentu di Italia, bagaimana kalau kita ke markas Vongola?" seru Reborn menggunakan baju ala mbak-mbak pemandu-nya.

"Ide bagus Reborn-san!"

"Ooh.. perusahaan pamanmu ya, Tsuna?"

Yamamoto… Lagi-lagi menganggap mafia-mafiaan… pikir Tsuna pasrah.

"Yosh! Aku pingin lihat markas Mongol itu!"

"Vongola! Kepala rumput!"

Suasana chaos..

.

.

.

"G.. Gokudera-kun, sudahlah…"

"Apa boleh buat jika juudaime berkata seperti itu.." Gokudera kembali ke tempat duduknya 'terpaksa'.

"Tapi kita bagi kelompok lagi, dibagi menjadi tiga, kelompok satu ikut Lambo, kelompok dua ikut Bianchi, dan kelompok tiga ikut ke markas Vongola." kata Reborn.

"Reborn, biar Fuuta yang menemani Lambo!" seru Fuuta semangat.

"Hayato, ikut aku ke rumah.." kata Bianchi memotong perkataan Fuuta.

"Tidak! Aku akan menemani juudaime!" tolak Gokudera tanpa melirik ke arah kakanya.

"Gokudera-kun, lebih baik kau menemui ayahmu, pasti ayahmu senang.."

"Apa? B.. Baiklah jika juudaime berkata seperti itu, aku akan ikut aneki.." lagi-lagi Gokudera terpaksa.

"Baiklah, kelompok satu Lambo, dan Fuuta. Kelompok dua Bianchi dan Gokudera, sisanya menunju markas Vongola."

.

.

.

"Minna-san~ Kita sudah tiba di depan markas rahasia Vongola" seru Gianini dari bangku supirnya.

Waah.. Seperti apa ya markas Vongola itu? pikir Tsuna berdebar-debar.

"Itu dia, markas Vongola.." kata Reborn membuyarkan lamunan Tsuna sambil menunjuk arah yang dimaksud.

Tapi Tsuna salah. Yang ia lihat bangunan cukup besar yang dikelilingi pohon-pohon disekitarnya dan sepertinya lumayan mencolok jika ada musuh masuk.

"Hah? Itu 'markas rahasia'?" tanya Tsuna gak percaya.

"Suge… Perusahaan pamanmu hebat, Tsuna!"

Y.. Yamamoto.. Lagi-lagi dia kira Vongola itu perusahaan pamanku…

"Yak, kita sampai, juudaime~" kata Gianini sambil mendaratkan bisnya di tempat parkir (?) yang berada di depan markas rahasia Vongola.

"Yah, Reborn kita berpisah, aku akan kembali lagi kok, hanya sebentar.." Bianchi meluk-meluk Reborn sambil meneteskan air mata.

"Bianchi, waktu kita cuman dua jam, jadi kau dan Gokudera hanya punya waktu satu jam.." kata Reborn menghiraukan kalimat Bianchi.

"Tentu saja, Reborn ku tersayang.. Ayo Hayato, ayah pasti merindukanmu.." balas Bianchi yang langsung menoloh ke arah adiknya yang daritadi menggerutu gara-gara gak bisa bersama juudaime-nya.

"Ceh.. Baiklah juudaime, saya pamit, maaf saya tidak bisa mendampingi anda.." balas Gokudera sambil membungkukkan badannya berkali-kali dihadapan Tsuna.

"I.. Iya.. Hati-hati Gokudera-kun, Bianchi juga.."

"Tsuna-nii.. Aku dan Lambo juga duluan ya…" seru Fuuta sambil menggandeng erat-erat Lambo.

"Fuuta! Sakit!"

"Haha… Hati-hati ya.. Oya Fuuta, kenapa kamu ingin banget ikut Lambo?" tanya Tsuna tiba-tiba.

"Aku ingin melihat seperti apa markas Bovino agar bisa kutulis di buka ranking ku dan bisa membandingkan bagusan mana markas Bovino atau Vongola…" jawab Fuuta semangat.

.

Kyoko yang daritadi memasang wajah cemas dilihat oleh Haru, "Ada apa Kyoko-chan?" tanya Haru.

"Aku khawatir jika hanya Lambo dan Fuuta yang jalan-jalan, mereka kan masih kecil…" balas Kyoko cemas.

"Ah, Reborn-san! Haru dan Kyoko akan menemani Fuuta dan Lambo." seru Haru tiba-tiba dari bangkunya sambil melambai-lambai gak jelas.

"Boleh juga, pastikan si sapi ga berisik. Lebih baik Gianini ikut mereka juga, mereka kan gak apal daerah Italia.." jawab Reborn dilanjutkan menoleh ke arah Gianini.

"Baiklah, ayo, kita ke markas Bovino.." sahut Gianini sambil berjalan keluar pintu.

"Ayo!" sorak kelompok Lambo senang.

"Supir." belum satu langkah Gianini berjalan, tiba-tiba dari bangku belakang ada yang memanggilnya, "Ya, ada apa, Hibari-san?" tanya Gianini menoleh ke arah yang manggil dia alias Hibari.

"Aku tidak akan ikut dan akan menunggu di bis. Apakah bis ini ada TV-nya?" tanya Hibari masang tampang datar.

"Ya, di remote itu tekan saja tombol hijau, dan akan muncul TV dari sini.." jelas Gianini sambil menunjuk ke arah atap bis.

"Hm.." Hibari mencoba menekan tombol yang dimaksud, "Baiklah, Arigato.." balas Hibari sambil merogoh sakunya.

.

.

"Sugee… Ini ya perusahaan pamanmu, Tsuna?" tanya Yamamoto berdecak kagum.

"Y.. Yamamoto.. Ini buka perusahaan pamanku.. Ini..~" belum selesai Tsuna menjelaskan yang sebenarnya ke Yamamoto, Reborn langsung loncat dan duduk di kepala Tsuna. "Ittai! Reborn! Itu tidak sopan!"

"Yak, ayo kita masuk.." kata Reborn mengabaikan Tsuna.

Baru sekitar 3-4 langkah kelompok tiga berjalan, mereka dihadang oleh seorang wanita berambut perak yang menodongkan pedangnya.

.

[Si wanita: Vrooi! Aku bukan wanita dasar author jelek!

Author: Tapi kamu cantik!]

.

"Vrooi! Sampah! Kenapa kalian disini!" teriaknya dari atap.

"S- Squalo?" kata Yamamoto gak percaya.

"Vroooi! Kenapa kalian masang tampang gitu?!" kata orang yang dipanggil Squalo itu makin kencang.

"B- Bajumu….." belm selesai Tsuna menjelaskan, dari belakang Squalo muncul pria berambut hijau model Mohawk, "Nani nani? Ah, Vongola. Kalian pasti kaget kan? Baju yang dipakai Squalo ini rancangan terbaruku yang akan ku pakai di ajang pencarian designer dengan model Squalo~" katanya masang gaya ceribel.

"Vrooi! Banci sampah! Kau apakan bajuku?! Kenapa menjadi dress terusan?!" teriak Squalo yang baru sadar bajunya terganti menjadi dress terusan bewarna silver dengan corak bewarna ungu.

"Haha.. Aku kira kau adik Squalo.." kata Yamamoto santai.

"Ah, Squalo gak punya adik.." balas cowok yang bercita-cita jadi designer (?) itu yang bernama Lussuria.

"Lalu? Ada apa kalian kemari?" tanya seorang cowok/cewek tiba-tiba yang keberadaanya tidak ada.

"Hah?! Siapa itu?!" teriak Tsuna yang (keburu) takut duluan.

"Yare yare, ini aku.." jawab cowok/cewek itu lalu menampakan dirinya dan berdiri di samping Ryohei.

"Ah, kamu Vi.. Eh, Mammon ya? Kenapa Varia ada disini Reborn?" tanya Tsuna sedikit berbisik.

"Ini Italia, dan ini markas Vongola, sudah pasti Varia ada disini." jawab Reborn masih tetap duduk di kepala Tsuna.

Setelah mereka sedikit berbincang-bincang dengan anggota Varia dan mendengar ceramah desain dari mbak, eh, Lussuria, dari pintu masuk Vongola muncul bapak-bapak menggunakan jas hitam dan beberapa orang lainnya yang dikenal oleh anggota 'Vongola Trip', "Ba.. Basil? Otou-san?!" seru Tsuna, "Dan Lal Mirch juga?!"

"Ah, Sawada-dono! Yamamoto-dono! Ryohei-dono! Dono kasino indro!" [author capk nulis, jadi disingkat aja ya, walopun singkatannya ga nyambung].

"Ah, Tsuna! Kau dan temna-temanmu sedang liburan ya?" tebak pria berjas hitam yang tak lain adalah ayahnya Tsuna.

"Otou-san.. y.. Ya.. Bagaimana kau bisa tahu?"

"Karena saya tempe" /salah, abaikan/ "Reborn bercerita ke ayah kalo hari ini kau dan teman-temanmu memulai liburan semester." jelas ayahnya.

Tsuna bergumam sedikit dan dia merasakan hal yang aneh darinya, "Reborn, kenapa kita malah diluar terus?"

"Oh iya." jawab reborn singkat, lalu Reborn berdiri di atas kepala Tsuna dan membalikan badannya agar bisa dilihat oleh anggota 'Vongola Trip' lainnya. "Minna~ Kita terlalu buang waktu semenjak muncul wanita memakai dress terusan, lebih baik kita langsung masuk ke dalam."

"Vroi! Sampah! Aku bukan wanita!"

"Squ-chan… Jangan marah.. Kalau kamu ingin baju lagi, mama Luss akan buatkan yang baru kok"

"Vroi! Banci sampah! Bukan itu maksudku!"

.

.

.

"Tsuna, bagaimana kabar Nana?" tanya ayah Tsuna membuka topik pembicaraan.

"Okaa-san? Baik-baik saja.." jawab Tsuna tersenyum sedikit.

"Nah, minna!" Basil yang memandu perjalanan anggota 'Vongola Trip' di markas Vongola membuka suara, "Coba kaliat lihat kesini." katanya sambil menunjuk ke sebuah lukisan besar.

"Ha? Monalissa?" kata Ryohei cengo.

Basil geleng-geleng, "Um.. Bukan Ryohei-dono, ini lukisan 'Nonolissa'. Lukisan ini dibuat oleh Vongola ke IX alias tuan Nono. Makanya dinamakan 'Nonolissa'"

"Ceh, bagaimana bisa orang tua seperti itu melukis?" sembur Ken dari belakang tiba-tiba.

"Ken-dono, walaupun sudah lanjut usia, Vongola IX sangat jago dalam hal melukis" jelas Basil semangat, "Dan, jika kita geser 12,15 mili.."

Basil menggeser bagias sudut bawah lukisan tersebut sebesar yang ia katakan dengan perlahan, dan.. Voila! Lukisan tersebut tergeser otomatis 90 derajat.

"Sugee~"

"Nah, minna, ayo kita masuk!" tuntun Basil.

"Gelap sekali.. Lalu ini tersambung kemana?" tanya Tsuna bergidik.

"Ini akan tersambung ke ruangan Vongola IX, Sawada-dono.." balas Basil sambil mengambil sebuah obor kecil yang terletak di dekat pintu masuk.

Belum selangkah Tsuna masuk, dia merasa bulu kuduknya merinding. Apa ini?

"Shi… shi.. shi…" Itulah yang didengar Tsuna dari telinganya, dan suara itu makin lama makin jelas.

Tsuna benar-benar yakin ada sesuatu dibelakangnya, dia menoleh perlahan dan…

"GYAAAAA!"

"Tsuna! Lambo mau permen!"

"Lambo! Kau membuatku takut tau!"

"Lambo! Dame!"

"Bukannya seharusnya kau ada di Bovino bersama yang lain!?" Tsuna berusaha melepas Lambo yang menarik wajahnya.

"Ano.. Tsuna-nii.. Ternyata Bovino sudah bangkrut kata orang-orang sekitar, dan entah mereka kemana…" kata Fuuta dari belakang tiba-tiba.

"Ha?!"

"Tuh kan, untung aku gak pernah meladeni mafia kelas teri.." kata Reborn tiba-tiba.

"Maa.. Maa.. Jangan membuat anak kecil menangis Tsuna.."

"Aku gak buat dia nangis…."

.

Anggota CEDEF lainnya (minus Lal) hanya bisa tersenyum geli melihat tingkah laku Tsuna dan Lambo. Basil yang ikutan tersenyum pun akhirnya membuyarkan insiden itu, "A.. Ano.. Sawada-dono, bisa kita lanjutkan?"

"Y.. Ya-"

"Lambo-san mau permen!"

"Lambo, kalau kita bertemu Vongola IX mungkin saja kau dapat permen looh.." kata Basil bohong.

"Oke." Lambo pun dengan cepat terdiam.

.

.

.

Krieet

Sebuah pintu yang hanya ada satu-satunya di tempat itu dibuka oleh Basil.

"Halo, Vongola X." Sapa seorang yang sedang duduk di sebuah bangku.

"Ceh, sampah."

"Ah, hai Tsuna, juniorku yang manis…"

"K.. Konichiwa… Dino-san? Xanxus? Sedang apa disini?"

"Yah, bertukar pikiran.." balas orang yang dipanggil Dino itu.

"Sampah tak perlu tau.." jawab orang yang dipanggil Xanxus acuh.

.

"Kalian sedang berlibur kan? Silahkan lihat-lihat markas ini dengan santai.." kata orang yang disapa Vongola IX.

"T.. Terima kasih Vongola kyuudaime.." balas Tsuna sambil membungkukan badannya.

"Maaf ya, kita sedang berdiskusi, jadi bisakah kalian melihat ruangan lain?" kata Vongola IX ramah.

"Baiklah." balas Reborn, lalu ia menoleh ke arah Basil, "Oi, Basil. Antarkan mereka ke tempat lain."

"Baik-" belum selesai Basil ngomong, terdengar suara tangisan yang berteriak 'permen', yah, siapa lagi kalau bukan Lambo?

"Basil bodoh! Kau bohong! Kau bilang kalo masuk sini kakek itu akan memberi Lambo-san permen?!"

Basil berusaha mencari alasan dan pandangannya gak focus mencari alasan, mana mungkin kakek tua itu punya permen, apalagi anaknya yang karnivore itu. "Ng.. Haha.. Itu.."

"Oh.. Anak sapi mau permen? Sini, kakek punya banyak permen dari seluruh dunia." kata Vongola IX sambil menyodorkan beberapa permen ke Lambo, dan di pandangan Lambo permennya berkilauan seperti di surga.

"Lambo! Kau malu-maluin aja! Kenapa tadi gak minta Haru atau Kyoko-chan?!" marah Tsuna nadanya direndahkan sedikit.

"Maaf Tsuna-kun, kita gak bawa uang banyak…" kata Kyoko yang berdiri di samping kakaknya.

"Eh.. Ng.. Haha.. Maaf" Terpesona sama senyuman Kyoko, Tsuna gak bisa bantah, akhirnya dia nyerah dan membungkukan badannya ke Vongola IX, "Maafkan Lambo, Vongola IX.."

"Tak apa.." balas Vongola IX sambil memberi permen untuk Lambo.

"Guwahaha! Permen!"

"Lambo! Bilang terima kasih!" seru I-pin.

"Haha, baiklah, apakah perjalanan di markas Vongola bisa dilanjutkan?" tanya Basil tiba-tiba.

.

.

.

"Wah.. Hebat sekali markas itu. Pamanmu sekaya apa sih, Tsuna?" tanya Yamamoto seusai menjalani perjalanan mengelilingi markas Vongola.

"Y.. Yamamoto.. Itu bukan perusahaan pamanku.." elak Tsuna.

"Ceh! Dasar yakyuu baka! Ini tuh markas mafia bodoh!" balas Gokudera yang sudah balik dari tempat ayahnya.

"Minna, waktu kita disini habis, ayo kita melanjutkan perjalanan berikutnya, yaitu Mesir." kata Reborn mencairkan suasana.

"Mesir…" kata Chikusa dan disekelilingnya terlihat cling-cling (?) cukup silau.

"Kacamata! Kau kenapa?!" tanya Ken sambil menutup matanya karena aura silau Chikusa.

"Tidak.." balas Chikusa datar.

"Maaf semua, pintunya dikunci, jadi kita harus minta tolong Hibari-san untuk membukakan.." kata Gianini tiba-tiba dari pintu depan. "Juudaime, anda sedang berada di dekat pintu belakang dimana Hibari-san duduk, bisakah anda minta tolong padanya?" pinta Gianini sambil menunjuk bolak-balik ke arah Tsuna dan pintu yang dimaksud.

"Ah.. Ng.. Y.. Ya.." balas Tsuna memberanikan diri.

Tsuna berjalan dan bersiap mengetuk kecil kaca pintu bis yang terletak tidak jauh dari Hibari. Tapi, belum selesai dia mengayunkan tangannya ke kaca..

"A.. Ano, Hibari…san?"

Tsuna terdiam, dia memasang wajah shock seakan habis melihat sesuatu. Melihat tingkah laku bosnya, Gokudera menyusul Tsuna yang berdiri kaku di depan pintu bis. "Juudaime? Ada apa?"

Tsuna tidak bisa menjawab, dia hanya bisa menggerakan jarinya telunjuknya isyarat anak buahnya harus melihat ke dalam bis.

"Ada apa, Tsuna?" tanya Yamamoto yang penasaran, diikuti langkah Ryohei dari belakang.

Melihat jari Tsuna yang menunjuk ke arah dalam bis, tergerak para guardian untuk mengetahui apa yang terjadi. "Hm? Hah!" Seketika empat orang itu pun diam kaku gatau mau ngapain. Seakan waktu terhenti.

Melihat insiden itu, anggota 'Vongola Trip' lainnya penasaran dan mendekat ke arah empat orang yang terdiam setelah mereka melihat ke arah yang sama seperti empat orang itu, mereka pun ikutan terdiam. Bahkan Reborn pun masang tampang cengo.

"Vroi! Kenapa kalian tidak pu- Hah?" Squalo yang muncul tiba-tiba langsung ikutan terdiam melihat kedalam bis. Tidak hanya Squalo, Lussuria yang sedang masang renda untuk desainnya pun langsung terdiam setelah melihat hal yang sama. "Ada apa Squ..chan?"

Anggota CEDEF yang paling banyak senyum pun dari pintu masuk markas Vongola pun ikut terdiam. Bahkan author pun juga.

Sebenarnya, ada apa?

Terdengar dari dalam bis teriakan seorang anak kecil menangis dan mengatak sesuatu, entah dalam bahasa apa yang tidak diketahui oleh anggota 'Vongola Trip'.

"Eomma! Eomma!" teriak anak itu.

"Oh.. Sora…" terdengar suara ibu-ibu yang ikut menangis dari dalam bis itu.

Dan… Terlihat dari luar bis, tetesan air yang mengalir dari mata Hibari. Oh my God! Hibari nangis! Walaupun dia masang wajah datar tapi serius.

Merasa dilihat, Hibird pun membuyarkan suasana chaos dengan memanggil pemiliknya, "Hibari, Hibari"

Merasa dilihat (juga), Hibari melirik ke arah luar dan dilihatnya kumpulan orang bergerombol di depan bis yang cengo dan gak tau mau ngapain.

Merasa dilihat (balik), semua orang diluar bis langsung ngacir sejauh mungkin dari bis, kecuali Tsuna yang sangat shock.

"Herbivore.. Kau mengintip…" Hibari menyeka air matanya dengan sekali usap dan terlihat aura bewarna ungu mengerikan dari balik Hibari dan pintu bis pun seketika terbuka dan hancur. "KamiKOROSU!"

"H… HUWAAA!" Tsuna lari sejauh mungkin dan dari belakang terlihat Hibari yang benar-benar marah ngibrit Tsuna.

"Gak disangka Hibari-san nangis…" kata Haru sambil berjalan ke dalam bis yang pintunya rusak gara-gara Hibari.

"Ada apa ya?" tanya Kyoko penasaran.

Reborn membalas pertanyaan Kyoko sambil menunjuk ke arah TV yang tergantung di atas. "Pasti ini.."

Gokudera, Yamamoto, dan Ryohei serempak mengeja tulisan yang tertulis di layar TV itu, "Wedding Dress Korean movie drama?"

"Ah! Haru tau desu! Teman sekelas Haru suka cerita tentang film itu, katanya bisa bikin nangis desu!" kata Haru teringat sesuatu.

"Hana juga pernah meminjamkan CD-nya, tapi belum sempat kutonton." sambung Kyoko.

.

.

.

"Minna-san~" muncul Reborn menggunakan baju ala mbak-mbak pemandu. "Kita akan meluncur ke Mesir keinginan Kokuyo Gank. Bersiaplah~"

"Aku gak minta kesana! Kacamata yang ingin!" teriak Ken sambil nunjuk-nunjuk orang yang dimaksud alias Chikusa.

"J.. Juudaime.. Anda baik-baik saja?" tanya Gokudera ke bossnya dengan tatapan cemas.

"I.. Iya.." balas Tsuna yang mukanya bonyok lebih parah dari biasanya gara-gara di kamikorosu sama Hibari.

"Can't nobody Can't nobody Hold us down

Kal ttaekkaji kal ttkaeji gasseo nan

Can't Nobody Can't Nobody Hold us down

'Cause we keep rockin', we keep rock rockin' yeah"

Terdengar suara nyanyian burung kuning dari bangku belakang tiba-tiba yang tak lain adalah Hibird. Memang pada saat itu music yang diputar adalah lagu 2NE1- Can't Nobody.

Semua anggota 'Vongola Trip' menoleh ke arah sumber suara dengan takut-takut. Menyadari hal itu, Hibari buka suara dan berkata "Lagunya untuk penyemangat perjalanan yang panjang ini."

Semua anggota 'Vongola Trip' (minus Reborn dan Tsuna) membentuk O bunder dimulutnya tanda mengerti.

"Yak, minna-san~ Duduk di bangku kalian. Kita akan sampai di Mesir dalam waktu 3 jam" (gilee cepet banget..)

Dan anggota 'Vongola Trip' bersenang-senang di dalam bis sambil mendengar lagu k-pop milik Hibari.


Author's side:

Yo Yo! Bagimana chapter kali ini? Maaf kalo makin ga seru :'( maaf juga updatenya ga secepet chap 2, soalnya butuh waktu karena tujuan Lambo, Fuuta, dan Bianchi gak jelas. Tapi sebagai permintaan maaf, Yejin perpanjang ceritanya jadi 11 halaman, chap sebelumnya kan cuman 6 halaman ^^

Ga nyangka Hibari-san yang cool itu nangis karena drama Korea, walaupun author juga dikamikorosu sama Hibarinya gara-gara membuka aib barusan..

Oke, Yejin akan membalas review readers! Makasih yg sudah review^^

LalaNur Aprilia:

WHOHOHOHO! Saya nyaris keselek baju saya sendiri pas tau Hibari itu K-popers!
Aih, aku gak gitu demen 1D... Aku demennya The Script sama P!nk, jadi, sa'karepmu saja... Lagian Hibari tetapt Hibari w
Sumpah, Hibird. Kenapa kamu gak gantiin Siwon SuJu aja? #digamparSiwonplusFans-Fansnya
Wkwkw. Abaikan yang tadi! XDD
Ke Indonesia? Hati-hati kalo ketemu saya, bisa dijual jadi TKI ke Arab sana... #dihajar pake senjata masing-masing.
Gak mau banyak cincong, keep update 8D

A: Buat jaga-jaga aja but para directioners hehe..

Siwon? Jangan… Ntar Hibird dibunuh sama pensnya Siwon, haha

Dijual jadi TKI? Wuih.. Anggota 'Vongola Trip' hati-hati ya..

Himeji Arisa:

Bwakakaka Yejin-ssi ane jg ska Kpop tp gk K-Popers..
Sbenarnya agk nyesek jga Hiba ngomong kyak gtu scara kan ane Directionerss.. Tp sya maafkan krn kmu ada adalh bias ane #pukpukHibari
Lanjutt

A: Yejin juga ga bgt k-popers^^

Hati-hati ngomongnya.. Ntar kalo kedengaran Hibari di kamikorosu .

Tsukimchi:

Haha. Saya suka fic-nya. Unik
Itu Hibird nyanyi Fantastic Baby kan kan? Waktu bagian TOP kan? Kan kan? #udah.
Hibari jadi K-popers. Lol. Menurut saya itu suatu hal yang lucu dan unik XD *ngakak gegulingan*
Oh iya itu typo tuh. Di TAP. Seharusnya TOP. Sama Bigbank seharusnya bigbang XD saya juga k-popers kok. Sedikit #jder. Saya VIP loh #ha
Oke sekian review saya. Saya tunggu updatenya

A: Aih, sangkyu :3

Iyaps, btul sekali^^

Sama, Yejin jg ngakak sndr…

Aduh, maap sblmnya, itu bukan typo tjoy . Itu mmg sengaja, coba anda bayangkan, rl TOP aka Choi Seunghyun baca fic ini (walopun ga mungkin) trs dia baca bahwa seorang burung kecil kuning cocok untuk menggantikan posisi rappernya di Bigbang, itu kan ga lucu men!~ TOP yg punya bnyk fans lgs berganti menjadi burung kuning, nyesek tuh pensnya, secara saya pensnya TOP XD hehe

meilinaputri.79:

Annyeong n_n Ye Jin-shii *gk papakan di panggil gitu* hibari ternyata seorang K-popers o_O*cengo* sama dong n_n mianhaeyo chapie1 aq gk ada baca aq gk OL sih oh ya Yejin-shii ada beberapa typo sih misalnya T.A.P harusnya T.O.P big bang hehe tapi gk masalah sebagai author mah itu biasa oh ya Ye Jin-shii suka Boyband/girlband apa aja? Keep Writing ya Annyeong

A: Annyeong~ Gapapa.. Panggil apa saja ^^

Yah.. Dibaca dong hehe

Aduh, itu buka typo say, coba baca penjelasan di review tsukimchi^^

Hmm.. Banyak sih, tapi yg plg disukai 2NE1, SHINee dan BIGBANG~ Secara fandom Yejin Blackjack, hehe

Guest:

senpai lanjutin critanya donk pliss jangan sampe discontinued , cerita senpai
bagus banget soalnya bikin penasaran kelanjutannya
sorry senpai saya baru dalam fandom khr ini jadi saya baru baca ngereview
cerita senpai sekarang hehehe
jangan sampe discontinued ya senpai
ganbatte!
jangan lupa ada saya yg nungguin kelanjutan cerita senpai
sekali lagi GANBATTE! senpai

A: Aih, makasih^^ wuih dipanggil senpai, berasa tua neh xp

Haha, ga masalah, review di chap berapa aja boleh kok~

amin, doakan saja ya^^ oke, saya ingat kamu selalu, hehe


Sekian Author's Side~ Sampai jumpa di chap berikutnya^^ Mind to review this chap? Biar Yejin bisa cepet update.. Arigatou~ Kamsahamida^^


Next Chapter:

Mesir! Kok tiba-tiba Chikusa yang cuman hobi mandi ternyata memiliki ambisi pengen ke mesir? Ada apa gerangan? See in next chap!^^