Title : Under Cover

Cast : KyuMin (YAOI)

Genre : Romance/Little bit Hurt

Disclaimer : The Fiction is MINE

DON'T LIKE DON'T READ! NOT ALLOWED BASH and FLAM HERE!

.

.

-Rye Kim PRESENT-

A Minnie Serries – Crate my own memories

.

Grep

Sepasang lengan yang melingkar indah dipinggannya memberi kesan hangat tersendiri jika sang suami yang menjadi pelaku, Bagaimana rasa nyaman dan damai itu merasuk dalam ke bilik bilik kosong hatinya, Mengisi begitu penuh dengan cinta yang khas Kyuhyun.

Sungmin tersenyum melalui pantulan kaca, Begitu manis dan tulus hingga menular pada Kyuhyun begitu cepat. Moment manis dipagi hari yang selalu ingin Sungmin rasakan

"Sudah siap?"

Kyuhyun bertanya sembari menghirup aroma candu baginya dari helaian halus sehitam logam milik Sungmin, Memejamkan matanya meresapi Sesuatu yang bahkan lebih dalam dari aroma itu sendiri..

Kehadiran Sungmin, Bagian terbaik saat Kyuhyun mendekap Sungmin erat seperti ini adalah saat Kyuhyun merasa menjadi orang yang paling bahagia karena memiliki Sungmin begitu dekat didalam dekapan hangatnya

"Hampir, Sebelum lengan posesif-mu ini menggangguku tuan Cho" Sungut Sungmin walaupun nyatanya wajah manis itu tengah tersenyum

Mengerti akan Sungmin yang ingin lebih cepat menyelesaikan kegiatannya, Kyuhyun melepas rengkuhan lengannya dengan cepat sebelum mencuri satu kecupan manis dipipi putih Sungmin.

"Aku menunggumu dibawah Ming~" Bersamaan dengan berlalunya Kyuhyun keluar kamar sembari mengerling nakal kearah Sungmin

Sang istri hanya menggelengkan kepalanya, Suaminya itu benar benar mengerti bagaimana cara menyentuh hatinya hanya dengan sekedar sentuhan kecil seperti ciuman ataupun menggoda hanya dengan sekedar kerlingan nakal. Sungmin bersyukur memiliki pemuda itu sebagai pendamping hidupnya.

Melanjutkan kegiatannya melilitkan sebuah Syal berwarna soft brown kelehernya, Jemari lentik itu terhenti disalah satu spot yang masih jelas terdapat jejak kemerahan. Membuahkan semburat merah yang perlahan menghiasi pipi Sungmin saat mengingat kelakuan sang suami semalam

"Dasar Kyuhyun, Bahkan warnanya masih seterang ini?!" Sungmin menggosokan telapak tangannya kearah hickey yang bertebaran, berharap jika warna merah terang itu akan sedikit memudar. Namun sadar akan usahanya yang sia sia Namja mungil itu berhenti dari kegiatannya lalu kembali melilitkan syalnya dengan senyuman malu dan berlanjut mengusap perut datarnya

"Aku harap kita segera memilikinya"

.

"Hai! Kau terlihat cantik sayang" Puji Kyuhyun saat melihat Sungmin yang kini tanpa dandanan Nerd seperti biasanya

"Aku namja Kyu, Dan seharusnya itu tampan"

Kyuhyun menggeleng tak setuju saat Sungmin bersikeras mengangkat topic debat mereka yang tak pernah selesai dari dulu, Saat Kyuhyun mengatakan kalau Sungmin itu cantik ataupun manis maka Pemuda berparas mungil itu akan segera protes dengan mengatakan jika dia adalah seorang Namja yang harusnya tampan

"Baiklah, Tapi aku lebih tampan" Ujar Kyuhyun dengan penuh percaya diri, Sungmin hanya mendengus lalu memasuki kursi penumpang disebelah kursi kemudi Kyuhyun, Dan setelahnya Kyuhyun menginjak gas dan membawa mobil hitam Audi R8-nya keluar dari garasi rumah

"Kau ingin kemana?" Tanya Kyuhyun saat mereka telah sampai di tengah jalan lintas, Melirikan Obsidiannya kearah Sungmin

"Kita belum sarapan bukan? Bagaimana kalau kita mencari tempat makan terlebih dahulu?"

"Makan?"

"Emm.. Tapi kali ini bukan direstoran Kyu"

Kyuhyun mengangkat sebelah alisnya

"Lalu? Kau ingin kita makan dimana?"

"Aku ingin kita makan Samgyetang dan jeongolteul buatan bibi Jung"

"Kaki lima?"

Sungmin mengangguk antusias sebagai jawaban atas pertanyaan terakhir Kyuhyun, Dan Namja berkulit pucat itu hanya tersenyum melihat binar binar cantik dimata indah istrinya

"Apapun untukmu~"

Setelah mengucpakan hal itu, Sungmin bangkit sedikit dari kursi penumpangnya lalu mencium pipi Kyuhyun sekilas, Yang tentu saja berhasil mengagetkan pemuda tampan itu

Ckitt

"Yah Ming! Kau ingin kita kecelakaan?!" Kyuhyun mengerem mobilnya mendadak karena takut kehilangan fokus saat merasakan hangat pada area pipinya, sedang Sungmin hanya tersenyum melihat suami mesumnya itu tengah berblushing ria

"Anggap saja itu untuk balasan yang tadi pagi" Sahut Sungmin tersenyum sok asik sembari mengedikan bahunya

..

"Jauhkan itu dariku Ming~"

"Kau harus makan sayur Kyu~ Lihat pipi ini.. Aigo~ Jerawatnya bahkan bertambah banyak dari hari kehari"

Kyuhyun berusaha menyingkirkan sumpit dengan hiasan sayur hijau yang begitu dibenci Kyuhyun, Semenjak mereka saling mengenal hingga menikah. Kyuhyun heran akan Sungmin yang tidak pernah bosan akan kegiatannya yang memaksa Kyuhyun menelan makanan sehat yang satu itu

"Yah! Aiishh.. Itu tidak enak Ming~ Kau saja yang makan"

Sungmin merengut dengan bibir terpout lucu, Mencoba melancarkan aksi yang sudah dipraktekkannya selama bertahun tahun, dan hebatnya itu selalu berhasil. Aegyo attack

"Kau benar benar tidak mau ya?" Ucapnya dengan nada dibuat semelas mungkin

"M-ming~"

"Padahal Jungmo sa—

"Baik Baik! Aku makan.. Aaaa"

Dengan senyum riangnya Sungmin menyuapkan sumpitan penuh sayur itu kemulut Kyuhyun yang tengah terbuka pasrah, Walaupun dengan wajah tak terima pamuda tampan itu tetap mengunyah suapan penuh cinta istrinya

"Jangan sebut sebut nama menyebalkan itu lagi.." Ujar Kyuhyun setelah menelan sayuran itu dengan susah payah, Sedangkan Sungmin hanya mengerjap polos

"Kau cemburu pada remaja 18 tahun?"

"Yah! Dia itu sudah seperti ahjussi ahjussi mesum yang mau menggoda istri orang!"

Kyuhyun berucap dengan nada yang penuh keposesifan, Mencoba mengatakan lewat intonasi tajam itu jika Sungmin hanyalah miliknya seorang, Dan pemuda mirip kelinci itu hanya tersenyum manis, Lalu mengusap pipi Kyuhyun, Tak peduli jika ada banyak sekali orang yang sedang menikmati makanan disekitar mereka

"Apa yang kau takutkan Kyuhyun-ah? Aku milikmu.. Kau lupa?"

Kyuhyun mengangguk bersalah lalu melepaskan tangan Sungmin dari pipinya dan menggenggamnya erat

"Kenapa kita tidak berhenti sekolah saja?"

"Dan membuat semua remaja labil itu curiga akan pangeran sekolah mereka yang tiba tiba menghilang? Bukan ide bagus"

"Apa peduliku pada mereka?! Aku hanya merasa begitu sulit untuk menjagamu Ming, Walau nyatanya aku berada didekatmu"

Sungmin tersenyum penuh pengertian kearah Kyuhyun "Setidaknya kita harus lulus terlebih dahulu, baru bisa berhenti, Bukankah hanya tinggal beberapa minggu lagi?—

-Lagi pula kita tak bisa lepas begitu saja dari Jihyun"

Kyuhyun tak peka, dan tak cukup mengerti akan alasan kenapa suara istrinya berangsur melirih diakhir ucapannya. Pemuda itu hanya mengangguk mengiyakan. Tak menyadari jika Sungmin sedikit tergores akan hal itu

Walau hanya goresan kecil… Namun tak ada satupun yang tahu kapan akan menjadi lebih dari sekedar luka menganga..

.

Under Cover © Rye Kim

.

Wanita paruh baya dengan fashion klasik yang melingkupi tubuhnya dengan tenang menyesap secangkir teh dengan begitu anggun. Menatap wanita didepannya penuh intimidasi

"Kyuhyun Oppa masih mengacuhkanku bibi"

Satu dengusan dari sang Nyonya Cho pertanda tak senang

"Kenapa itu saja sulit sekali? Bahkan Cho manja itu pernah begitu terpuruk kerana kepergianmu dulu, Itu artinya kau punya posisi penting dihatinya, kenapa mengisi posisi itu lagi susah sekali?"

Jihyun menundukan kepalanya dalam, Nyonya besar dengan nada bicara kental akan arrogant itu memang begitu menekan batinnya, Merebut posisimu dimasa lalu yang bahkan telah diambil alih penuh oleh orang yang baru bukanlah hal yang mudah seperti sekedar membalik telapan tangan

"Namja bernama Lee Sungmin itu sepertinya punya arti yang sangat penting bagi Kyuhyun Oppa"

Nyonya Cho bangkit dari duduknya lalu melangkah hingga berdiri angkuh didepan Jihyun, Menunjukan jika dia tidak suka akan kalimat yang baru saja yeoja itu lontarkan

"Bawa Kyuhyun ke hotel, Buat dia mabuk lalu bersandiwaralah seakan anak itu telah menidurimu, atau lakukan apapun yang akan membuatnya kembali padamu lalu meninggalkan Namja gay itu"

Jihyun merasa dadanya ditikam saat mendengar kalimat kotor itu dari wanita penuh tata krama seperti nyonya Cho, Menatap tak percaya jika wanita paruh baya itu memiliki mulut yang bahkan benar benar licik meski pada anaknya sendiri

"Harga diriku tak serendah itu!" Pekik Jihyun dengan marah. Namun nyonya besar itu hanya memandangnya rendah. Langkah kaki anggun itu berlalu dari sana kearah meja disudut ruangan, membuka laci lalu mengambil beberapa berkas dokumen dan lalu berbalik dan meletakannya di atas meja dihadapan Jihyun

"Itu terserah padamu gadis kecil, Jika kau menginginkan hal ini terjadi pada keluargamu—

-Ini bukan pilihan untukmu Kang Jihyun tapi sebuah keharusan"

Tangan yeoja itu terkepal diatas pahanya, Menunjukan betapa ingin dia mengobrak abrik wajah angkuh nyonya besar itu hingga merobek dokumen terkutuk yang kini terpampang jelas dimatanya

"Aku akan berusaha membuat Kyuhyun Oppa meninggalkan Namja itu" Ucapnya dengan suara menggeram lalu melangkah dengan cepat keluar ruangan. Tak ingin berlama lama menatap Nyonya besar Cho yang nyatanya begitu mudah menghancurkan hidup orang lain walau hanya sekedar dengan sebuah berkas dokumen di tangannya

"Maafkan aku… Yonghwa Oppa~ Kyuhyun Oppa~"

Gumanan lirih disertai tetesan Kristal bening diwajahnya sebelum kaki jenjang itu beranjak dari mansion keluarga Cho

.

"Aku ingin yang besar itu Kyu~~~~~"

Sungmin melompat lompat senang dengan tangan yang menarik narik lengan baju Kyuhyun, Membuat pemuda tampan itu mengalihkan pandangan kearah stand permainan tembakan dengan boneka kelinci seukuran setengah orang dewasa berwarna putih sebagai salah satu hadiahnya

Bertanya dimana sepasang suami istri itu sekarang? Setelah menyelesaikan makanan mereka Sungmin segera melontarkan keinginannya untuk ke Lotte World pada Kyuhyun yang tentu saja dituruti dengan senang hati. Dan disinilah mereka sekarang, Disebuah stand permainan tembakan untuk mendapatkan hadiah yang diinginkan istri manisnya itu

Setelah berbicara sebentar dengan penjaga stand dan memberikan beberapa lembar won, kini Kyuhyun punya kesempatan untuk tiga kali tembakan kearah sasaran merah, agar mendapatkan hadiah utama, Boneka kelinci putih raksasa.

"Ini keahlianku! Aku dan Jihyun sering melakukan hal ini saat sekolah menengah atas dahulu"

Jleb

Satu tikaman didadanya saat mendengar kalimat ringan itu dari Kyuhyun, Entah pemuda itu terlalu bodoh atau sama sekali tidak peka akan Sungmin yang merasa goresan kecil tadi mulai membentuk luka dihatinya.

'Masa lalu lebih dahulu mengukir kenangannya bersama Kyuhyun dibanding dirimu' Kalimat itu lagi lagi berdengung ditelinganya, Hampir saja satu bulir bening meluncur turun saat dirasa matanya memanas, Tak lagi fokus akan sekeliling bahkan tak sadar akan Kyuhyun yang telah memulai tembakannya

'Tapi aku adalah masa sekarangnya, Maka aku akan mengukir kenangan baru bersamanya' Batin Sungmin meyakinkan

"Ming" Sungmin tersentak kaget saat Kyuhyun memanggil namanya

"Eh?"

"Emm.. I-itu, Aku tak berhasil mendapatkannya, Namja menyebalkan itu mengalahkanku!" Ujar Kyuhyun penuh kesal namun gugup jika saja Sungmin akan kecewa padanya

"Tapi, Aku mendapatkan bandana ini sebagai gantinya"

Sungmin tersenyum menatap sepasang bandana dengan hiasan telinga hewan, Lalu mengambil bandana dengan hiasan telinga Bunny dan dipasangkan kekepalanya dan memasangkan bandana dengan hiasan telinga Wolf kekepala Kyuhyun

"Ini terlihat manis, Aku suka" Ujar Sungmin dengan senyum bahagianya, Tersenyum dengan begitu tulus dan manis hingga menggugah Kyuhyun untuk ikut tersenyum

"Kau tidak kecewa padaku?"

"Tentu saja tidak Kyuhyun, Bukankah sudah kubilang aku menyukainya"—Lagipula dengan begini aku akan mengukir kenangan yang berbeda dengan kenangannya yang ada padamu.

"Ah, Syukurlah. Kau yang terbaik Ming"

Kyuhyun meraih jemari Sungmin lalu menautkannya dengan jemari miliknya. Lalu mencuri satu kecupan dipipi Sungmin

"Yah! Ini ditempat umum Kyuhyun!"

"Lalu apa peduliku?"

"Issh.. Pervert"

"Yah.. Sepertinya bandana ini cocok sekali untuk kita, Wolf dan Bunny.. Wolf yang suka sekali memakan Bunny-nya" Goda Kyuhyun seraya mengerling nakal kearah Sungmin, Lalu melanjutkan langkah mereka dengan senyum bahagia kearah beberapa wahana yang akan mereka naiki.

"Tunggu" Ucap Sungmin tiba tiba, Menghentikan langkah keduanya

"Aku ingin kita mengambil Selca" Kyuhyun tersenyum, "Ayo ke PhotoBox"

Mereka melangkah bersama memasuki kotak seukuran ruangan 1,5 x 1,5 Meter yang difungsikan sebagai PhotoBox ditengah tengah Lotte World

Setelah memasukan koin. Kyuhyun dan Sungminpun mulai berfose

Pose 1 : Kyuhyun yang merangkul Sungmin, Dengan wajah tersenyum mereka

Pose 2 : Kyuhyun yang mencium pipi Sungmin dengan Sungmin yang tersenyum cantik

"Wah.. Hasilnya bagus" Ujar Sungmin riang saat melihat hasil photo mereka

"Baiklah satu kali lagi" Ujar Kyuhyun lalu menarik pinggang Sungmin agar tubuh mereka melekat sempurna, wajah Kyuhyun berangsur turun kebawa membawanya untuk lebih dekat kesesuatu di wajah Sungmin, Sedang bunny putih itu hanya mengerjap tak mengerti

Chu~

Satu ciuman manis dengan sapuan lembut dibibirnya didapatkan Sungmin, Walau awalnya terkejut namun bersamaan dengan lumatan kecil Kyuhyun dibibirnya, Sungmin merasa matanya berangsur tertutup dengan lengannya ikut menggelayuti leher Kyuhyun

Jepret

Suara kamera yang menandakan telah berhasil mangambil satu foto lagi tak dihiraukan oleh dua insan yang masih larut akan ciuman mereka, Bahkan kini tangan Kyuhyun sudah mulai turun kea rah bongkahan kenyal Sungmin dibawah sana, dan—

"Omo!"

Mungkin saja sepasang suami istri itu melakukan making out di PhotoBox jika tak diinterupsi dengan suara kaget dari dua gadis remaja yang berencana mengambil beberapa foto juga, Membuat ciuman itu terlepas paksa, Dan Sungmin yang membungkuk minta maaf dengan wajah merona

.

Hari sudah mulai senja dengan matahari yang berangsur kembali ke peraduannya hingga mengukir warna jingga cantik dilangit, Kini Sungmin dan Kyuhyun tengah berjalan ringan sesekali bercanda ringan menuju tempat mobil mereka terpakir.

Sungmin tersenyum menatap tautan tangan mereka, Dia bagitu bahagia hari ini karena bisa menghabiskan waktu satu hari penuh dengan sang suami tercinta

Setidaknya dengan begini, Sungmin bisa melupakan sejenak masalah yang kini tengah merundung rumah tangga mereka.

Sungmin percaya semua akan baik baik saja selama tangannya dan Kyuhyun bertaut seerat ini semuanya akan memberikan jalan keluar yang lebih indah.

Sungmin telah menyerahkan seluruhnya pada Kyuhyun. Hidupnya, Cintanya, Kebahagiannya, Hatinya kini telah sepenuhnya didalam genggaman pria itu, Tak peduli mungkin semua orang didunia akan memandang mereka begitu rendah, tak peduli bahkan hingga dunia berusaha memisahkan mereka..

Namun Sungmin akan terus berusaha berlari bersama Kyuhyun hingga mencapai titik final yang jauh didepan sana, Walau akan lelah juga sulit namun kebahagian pasti yang dijanjikan memberitahu bahwa mereka harus sampai kegaris itu

Sungmin sadar jika mungkin saja dihati Kyuhyun saat ini masih ada ruang kecil yang belum berhasil diisinya, Dia tak mau berbohong pada kenyataan akan Kyuhyun yang mungkin belum bisa menyingkirkan ruang kecil itu dari hatinya..

Maka Sungmin yang akan mengisi ruang kecil itu, Menyingkirkan kenangan masa lalu yang mengisi ruang itu dan mengganti dengan kenangan yang khas Lee Sungmin, Kenangan miliknya sendiri dihati Kyuhyun, Membuat mata Obsidian bak permata hitam itu menatap dengan penuh cinta seperti ini hanya padanya.

Mungkin akan sulit untuk memecahkan batu hanya dengan air, Namun nyatanya batu itu akan pecah saat air dengan penuh kesabaran terus menyirami hingga batu itu akan pecah dengan sendirinya.

Sungmin akan terus berdoa dan memohon pada tuhan jika ia akan diberi keistimewaan untuk memiliki seorang buah hati dengan Kyuhyun agar mereka berdua dapat melangkah menuju gerbang hidup yang lebih indah bersama sama.

Jalan indah, Tanpa satupun kerikil tajam ataupun duri yang menghalangi. Dan mereka yakin akan hal itu selama mereka saling percaya.

"Kita pulang?" Tanya Kyuhyun saat mereka telah memasuki mobil. Bertanya pada sang istri yang sedari tadi terus saja tersenyum bahagia

"Aku masih ingin kesuatu tempat. Apa bisa?"

Kyuhyun mengacak rambut halus itu "Sejak kapan aku bisa menolakmu hmm?"

"Aku ingin ke Namsan Tower"

.

Under Cover © Rye Kim

.

"Yah! Tidak boleh mengintip!"

"Pelit sekali, Aku suamimu kenapa tidak boleh melihatnya?"

Sungmin terus saja memutar tubuhnya melindungi gembok berbentuk hati dari pandangan Kyuhyun

"Lebih baik kau menulis pengharapanmu dikertas itu"

Kyuhyun hanya mendengus sebal, Istrinya ini benar benar.. Lalu menuliskan beberapa kalimat pada kertas biru ditangannya

'There's a song that's inside of my soul

It's the one that I've tried to write over and over again

I'm awake in the infinite cold

But you sing to me over and over and over again

You who came to me when im in a darkness side

You're an Angel was sended for me

Fill me up, with your beutifull smile and happiness that I never had before

So… stand by my side.. However it'll hurt and fallin us down

I promise you, Loving you, Protect you, whatever that is Lee Sungmin

Jeongmal Saranghanda Nae cheonsa'— Cho Kyuhyun

Kyuhyun tersenyum senang menatap tulisannya lalu melirik kearah Sungmin yang masih menulis di kertas berwarna pink miliknya

To be only yours, I pray, to be only yours

I know now you're my only hope

Sing to me the song of the stars

Of your galaxy dancing and laughing and laughing again

When it feels like my dreams are so far

But I'll make it sure, Only me in your heart

I will stand here, whatever came to crush me down

And will I lift my hands and pray

I give you my destiny, I'm giving you all of me

I want you singing in all that I am

And every berathe it that only you're there

Saranghae.. Nae nampyeon Cho Kyuhyun'— Lee Sungmin

Sungmin berbalik dan tersenyum kearah Kyuhyun lalu mereka memasangkan kertas hasil tulisan mereka ke gembok tanpa melihat milik satu sama lain. Biarlah ini menjadi rahasia indah agar hanya mereka dan tuhan yang tau.

"Baiklah.. Ayo lemparkan kuncinya bersama" Ajak Sungmin lalu membawa tangan Kyuhyun untuk menggenggam erat tangannya yang menggenggam kunci love block mereka

"Hana, Dul, Set!"

Kunci itupun terlempar jauh, dan tenggelam diantara kota seoul yang begitu terhampar luas.

"Ayo kembali kesini saat kita telah punya baby" Kyuhyun berucap sembari menatap Sungmin dalam dengan senyuman hangatnya, Dan dijawab dengan anggukan serta senyuman manis dari Sungmin

'Tak peduli apapun yang akan menghadang diluar sana~ Aku akan terus mencintaimu disetiap hambusan nafas hidupku'—KyuMin

Drrtt Drrtt

Kyuhyun memasukan salah satu tangannya kedalam saku celana lalu mengambil smartphone putihnya, Menjawab satu panggilan dari nomor seseorang yang dikenalnya, selang beberapa waktu hingga satu kalimat dari bibir Kyuhyun berhasil membuat Sungmin melebarkan matanya syok

"J-jihyun kecelakaan?!"

Kyuhyun dengan panik berlari kearah lift bersamaan dengan Sungmin yang mengikutinya dari belakang, Menekan tombol 'down' berulang kali seolah tombol itu tak akan segera berfungsi jika hanya ditekan satu kali.

Dan sorot mata itu berhasil membuat goresan kecil tadi, menjadi luka dengan rasa perih yang amat dalam.

.

.

.

END

#ReadersNgamukSambilLemparPanci

.

.

.

Okee oke.. ini Tebeseeeeh pemisra.. maaf atas kesalahan cetak diatas #TendangBacaanEND… Huh! Lagi lagi saya nga tepat janji T.T padahal rencananya mau end di chap ini, tapi kan gak afdol yah kalo kyumin belum di uji cintanya, apalagi cinta si evil ke Ming..Iya kan readers ku sayang? Terus si Jihyun ama nyonya Cho juga belum kelar… Jadi dengan berat hati saya putuskan untuk merombak ff ini menjadi Multi Series!

Saya juga minta maaf untuk ff ini ternyata berubah haluan menjadi Little Hurt T.T

Saatnya sesi Tanya jawab!

R : Apakah orang tua Ming merestui hubungan Kyumin?

A : Nah.. Ini rata rata pertanyaan paling banyak, oke oke, Disini pihak keluarga ming itu awalnya tidak setuju, tapi setelah melihat keluarga Cho yang relasi bisnis mereka itu memohon juga 'mengancam' agar KyuMin dinikahkan maka pihak keluarga Lee setuju tapi dengan syarat pernikahan mereka dirahasiakan dari publik^^ Malah sebenarnya keluarga Cho yang paling nga suka sama pernikahan ini apalagi si nyonya besar Cho.. kalo nga mikirin Kyuhyun yang bakal bunuh diri, mungkin pernikahan ini gak akan terjadi

R : Alur chap 2 kecepatan, Serasa lari marathon

A : Ah.. Saya minta maaf akan hal itu, Seperti yang sudah saya bilang, Seharusnya ini ff twoshoot dan saya bermaksud membuat ff ini end di chap 2, tapi ternyata konfliknya tidak mudah kelar begitu saja jadi ff ini saya ubah ke mini serries, semoga suka ne? ^^

.

Untuk mbak yang kemaren bilang ff ini panjang dan membosankan juga bikin mules.. saya sarankan untuk tidak dibaca^^ saya yakin jika anda bisa membaca dengan baik peringatan saya tentang don't like! Don't read!.. Dan saya tidak menerima bash atau flam dalam bentuk apapun.. Saya tahu saya hanyalah author amatir yang masih belum punya keahlian menulis yang baik seperti author senior lainnya, Tapi saya sangat berterima kasih jika anda bisa menghargai karya saya, setidaknya jika anda tidak suka tidak perlu anda jelek jelekan seperti itu, cukup dengan klik ikon close.

Dan TERIMA KASIH BANYAK UNTUK READERS FF SAYA INI ! #TebarConfetti #CiumAtu2, Saya benar benar gak nyangka ff ini responnya bagus… Maaf gak bisa tulis satu satu, Saya takut entar ada yang hilang nama reviewersnya….*o*/

Sorry for typos!

Muaaachh…. Review?