Title : Under Cover

Cast : KyuMin (YAOI)

Genre : Romance

Disclaimer : The Fiction is MINE

DON'T LIKE DON'T READ! NOT ALLOWED BASH and FLAM HERE!

.

-Rye Kim PRESENT-

A Minnie Serries – When the hopes must end

.

Hanya seperti ini~

Berlalu dan berjalan tanpa menoleh kepada sang waktu

Mungkin dentingan jarum detik itu begitu mengingatkan

Hingga suara dentangan saat dia angka dua belas tak bisa membuatmu menyadarinya

Mereka bertanya akan waktu berhenti

Namun aku selalu menjawab jika disini baik baik saja

Karena nyatanya seletih apapun aku berlari

Kaki ini tak pernah ingin berhenti

Mobil itu melaju kencang membelah padatnya lalu lintas dimalam hari, tak peduli akan suara klakson memekakan ataupun teguran para pejalan kaki, ia tetap menancapkan gas tanpa menoleh kebelakang, Mata itu penuh rasa takut, juga penuh rasa bimbang. Dia takut akan sesuatu didepan sana namun bimbang akan yang ada disebelah

Sungmin tak henti memejamkan mata saat merasa kecepatan yang terpampang diatas speedometer itu diatas rata-rata, tubuhnya serasa lemas dalam benda bergerak tersebut, Sungmin ingin marah, mengumpat, atau setidaknya menegur Kyuhyun untuk mengurangi kecepatan, namun saat pertama kali ia mencoba Kyuhyun sama sekali tak memperhatikan, membuat niat selanjutnya gugur begitu saja

Melamun dalam kesendiriannya padahal seseorang yang paling berarti ada disampingmu, dan Sungmin telah kembali kedunia nyata saat ban mobil Audi itu berdecit dengan aspal menandakan mereka telah sampai

Pintu mobil bagian tempat Kyuhyun duduk terbuka dalam hitungan detik, disusul sang empu yang berlari kalut keluar. Dia terlupakan, masih terduduk disana tanpa ditegur atau diajak, bohong jika Sungmin bilang ia tak sakit, itu sangat sakit hingga lupa caranya berkata kata

.

"Suster! Dimana kamar pasien bernama Kang Jihyun?!" Kyuhyun bertanya dengan kalut saat berpapasan dengan seorang perawat yang lewat dikoridor, nafasnya masih terengah engah akibat tubuhnya yang dipaksa berlari, Perawat itu mengangguk pelan sebelum membuka lembaran ditangannya "Kang Jihyun ada dikamar nomor sebelas, anda hanya perlu berjalan lurus dan belok kiri saat diujung koridor" Kyuhyun mengangguk mengerti dan kembali meneruskan larinya menuju ruangan bernomorkan 11

Tap

Ujung koridor masih 3 langkah lagi namun Kyuhyun berhenti, matanya melebar saat dirasa sesuatu telah tertinggal, bukan karangan bunga ataupun buah sebagai souvenir untuk menjenguk orang sakit, tapi.. Istrinya, Sungminya… mungkin masih begitu kebingungan telah tertinggal dibelakang sana, dan kaki jenjang itu kini berbalik memutar langkah

"Sungmin!" Panggilan Kyuhyun cukup keras untuk didengar oleh seseorang yang masih berdiri didepan meja Resepsionis, Sungmin menolehkan kepala dan memaksakan tersenyum

"Aku baru saja menanyakan nomor kamar Jihyun"

Namun Kyuhyun tak menggubris hingga lengannya mencengkram kuat pergelangan tangan putih itu "Aku sudah tau dimana kamar Jihyun, ayo kesana" Belum sempat melangkah namun Sungmin mencegat "Tunggu!"

"Kalau kau sudah tau kamarnya kenapa kembali lagi kesini" Tanya Sungmin pelan, berharap sesuatu yang kecil namun mendebarkan dan beruntung Sungmin mendapat sedikit tambalan luka dihatinya saat ini

"Maaf kau meninggalkanmu Ming, aku pikir kau ikut berlari dibelakangku tapi saat aku menoleh kau tidak ada, jadi aku kembali untuk menjemputmu"

Sungmin tersenyum tulus, jemarinya makin menaut erat disela sela jemari Kyuhyun, tampak saling mengisi seperti biasanya, menuntun sang pemilik tangan untuk segera menuju tempat yang mereka ingin kunjungi "Kalau begitu tunggu apa lagi? Ayo kesana"

Dia mungkin masih merasakan goresan itu dengan jelas dihatinya, tapi luka akan sembuh saat telah dibalut oleh obatnya, Walau hanya setetes demi setetes, namun jika bersabar itu akan sembuh dengan cepat bukan? Setidaknya dia yakin jika obat itu tak akan kemana-mana, Karena walau hilang pasti akan ditemukan

Under Cover © Rye Kim

Cklek

Pintu bercat putih dengan nomor 11 tercetak disana telah terbuka saat Kyuhyun memutar kenopnya, menampakan suasana ruangan yang khas kamar inap penuh warna putih rumah sakit, ranjang pasien, nakas disamping tempat tidur, lemari berukuran sedang disudut ruangan, berdampingan dengan sofa berwarna putih gading serta fasilitas VIP lain layaknya kamar mandi, TV LED, Air Conditioner, lalu beberapa barang pelengkap kebutuhan

"Ah, Kyuhyun-ah" itu ibu Jihyun, sedang tersenyum kearah Kyuhyun yang baru saja masuk, senyum itu hampir saja melebar jika saja sosok dibelakang tak ikut masuk, Sungmin tahu pandangan tak ramah itu untuknya, namun sang namja manis hanya tersenyum sopan menanggapi, hingga kini tubuhnya dan Kyuhyun telah duduk disofa yang disediakan

"Bagaimana keadaan Jihyun?" Tanya Kyuhyun, si wanita paruh baya itu tersenyum kecut "Dia belum sadar sedari kepalanya yang terbentur dasbor dibaluti perban, Dokter mengatakan jika lukanya tidak cukup parah, hanya saja keadaan mental serta kejiwaannya sedang tertekan, jadi dokter meminta setelah Jihyun sadar untuk tidak membuatnya merasa depresi atau tertekan" Mata wanita paruh baya itu selanjutnya melirik Sungmin

"Aku menerima telepon dari Eomma jika Jihyun mengalami kecelakaan, aku khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan tapi syukurlah itu tidak terjadi"

"Aku juga bersyukur tuhan masih mengijinkan Jihyun-ku hidup untuk tidak mengambil nyawanya secepat ini"

"Bibi jangan bicara seperti itu" Ujar Kyuhyun tak suka sedang Ibu Jihyun hanya tersenyum kecut

"Aku hanya ingin dia bahagia, Yeoja kecil ini bercerita padaku jika dia meninggalkan yonghwa untuk kembali bersamamu, dia bilang yonghwa bukan orang yang tepat dan menyesal telah memilih orang itu dulu, dia tak sebaik dirimu dan Jihyun sadar jika kau hidupnya"

Sungmin meremas kuat ujung sweeternya, hatinya merasa ditikam saat mendengar hal itu, mungkin semua orang akan mengatakan jika Jihyun lah yang egois memilih pria lain dan seenaknya meninggalkan Kyuhyun lalu gadis itu kembali kepada Kyuhyun setelah meninggalkan lelaki pilihannya dulu, Namun Sungmin tetap saja merasakan luka itu makin membesar saat dia melihat Kyuhyun hanya menatap lurus ranjang pasien tempat Jihyun terbaring, Suaminya itu diam walau tau Sungmin begitu sakit akan kalimat ibu Jihyun barusan

"Aku ingin permisi sebentar"

Itu suara Sungmin yang kini telah membawa tubuhnya berdiri, Menatap satu persatu penghuni ruangan dengan senyum manis namun tak ada yang menyadari jika itu dipaksakan

"Ming?"

"Aku meninggalkan ponselku dimobil, Akan ada panggilan penting dari eomma setelah ini, Aku permisi untuk mengambilnya"

Dia tersenyum dua detik sebelum kaki mungil itu melangkah dengan satu tetes air mata yang jatuh, memang tidak ada yang melihat karena Sungmin telah terlebih dahulu membalik badan tanpa satu anggukan setuju atas permohonan ijinnya

Pintu bernomorkan 11 itu kembali tertutup bahkan sebelum Kyuhyun mengucapkan sepatah kata hanya untuk sekedar menahan namja cantiknya, Kaki jenjang Kyuhyun ingin beranjak keluar ruangan menemani Sungmin, merangkul istrinya itu lalu menanyakan apa Sungmin baik baik saja setelah mendengar kalimat ibu Jihyun barusan

Hampir semua yang Kyuhyun rencanakan dalam pikirannya terjadi sebelum suara 'lembut' khas perintah terdengar oleh Kyuhyun

"Aku perlu bicara padamu Kyuhyun-ah"

Kyuhyun diam ditempatnya menajamkan pendengaran saat ibu Jihyun bermaksud memulai pembicaraan diantara keduanya

"Ibumu memberitahuku semua tentang lika liku kisah cinta gay-mu itu Kyuhyun, dan aku sangat terkejut saat tahu jika kau mengubah orientasimu hanya karena anakku meninggalkanmu beberapa tahun lalu, aku tahu kau terluka, aku tahu kau sakit saat itu untuk itulah aku ingin mewakili permintaan maaf Jihyun padamu, karena gadis kecilku tidak tahu apa-apa"

"Apa maksud bibi?" Kyuhyun mengeratkan genggamannya pada pinggiran sofa yang ia duduki, luka lama itu kembali terkuak saat nyonya Kang mengungkitnya satu persatu mulai dari yang paling dalam hingga bagian kecil yang belum kering hingga kini, terlebih lagi wanita ini… telah menyinggung orientasinya saat ini, dan Kyuhyun benci itu

"Kau tahu jika keluargamu tak menyukai Namja itu tapi kau tetap bersikeras menikahinya, apakah karena saat itu kau takut tak ada yang bisa kau jadikan pengalih perhatian dari rasa sakitmu jika Namja itu pergi?"

"….."

"Sudah kuduga Kyuhyun-ah, kau tidak serius dengannya, Kau selalu memberi harapan palsu untuk Pemuda malang itu, mengatakan eomma-mu akan merestui kalian jika Sungmin hamil yang padahal nyatanya hal itu tak akan perah terjadi!"

"Berhenti berbicara seolah bibi tahu segalanya!" Kyuhyun menggeram marah dengan nafas tersengal saat dirasa hatinya ditikam perlahan, didalam sana begitu sakit saat nyonya Kang mulai menguak luka lama yang seharusnya sudah terjahit rapi didalam sana

"Memangnya apa yang tidak aku tahu? Kau terpuruk saat Jihyun meninggalkanmu, tidak percaya lagi akan yang namanya cinta, kau hidup seperti kotak yang selalu menyimpan rasa sakitmu rapat rapat hingga tak sengaja kau menemukan satu kotak kosong untuk membaginya, Kau mulai terbiasa dari waktu ke waktu hingga kau takut jika kalau kotak itu tak ada lagi kau tak bisa menampung rasa sakit itu sendirian, bukan karena kau menginginkan tapi karena kau membutuhkan, Kau menahannya dengan iming iming kehamilan, sedang kau sendiri tahu saat memeriksakan Namja itu kedokter bahwa Sungmin tak punya keistimewaan hamil yang persentasenya satu dibanding ribuan diluar sana"

Wanita itu berdiri tegak, dengan langkah yang mulai mendekat kearah ranjang pasien tempat anak perempuannya terbaring, tangannya terangkat untuk mengusap lembut permukaan pipi putih putrinya yang mungkin kini tengah bermimpi indah hingga tidur begitu tenang

"Tapi semua kini tergantung padamu Cho Kyuhyun,.. Jihyun sekarang ada disini, kembali untuk menulis ulang semua kisah yang hampir hancur itu"

Sret

Tubuh Kyuhyun bangkit dengan mengangkut semua rasa sakit dihatinya, mata itu bersinar begitu tajam menatap nyalang sang wanita paruh baya didepannya, Kyuhyun marah dan geram akan sifat dan pemikiran sok tahu orang didepannya kini, memangnya tau apa wanita itu akan hatinya hingga berbicara seolah dia cenayang yang bisa menebak isi hati seseorang

"Saat pertama bermaksud menikahi Sungmin aku memang berniat menjadikannya pelarian akan rasa sakit yang aku alami, Kau benar tentang aku yang butuh tapi tak ingin—

Bibir itu mengatup rapat untuk sesaat, bersama obsidiannya yang ikut memejam merasakan sakit

—Namun itu tidak lagi berlaku sekarang! Aku sadar jika aku mencintainya saat ia meninggalkanku ketika melihat Jihyun menciumku, aku sadar aku tak bisa hidup tanpanya saat aku begitu kalut tak tahu dimana keberadaannya, Aku tak bisa memejamkan mataku dimalam hari tanpa ada dia disebelahku karena aku takut jika saat aku terbangun aku kembali pada kenyataan saat dia tak ada disampingku, Karena kini aku hanya bukan sekedar membutuhkan ataupun menginginkan, tapi kini aku sama sekali tak punya arti saat dia tak ada diampingku" Kyuhyun tersenyum kecil saat mengingat semua kenangan manis yang telah ia lalui bersama Sungmin selama ini, ia teringat akan bagaimana pancaran sinar tulus itu menariknya sangat dalam hingga tak ingin keluar dari kukungannya

"Aku memang mencintai Jihyun dulunya, sebelum aku bertemu Sungmin.. Aku masih berlaku lembut pada Jihyun karena aku tak ingin membalas rasa sakitku dan bukan berarti aku masih mengharapkannya, Jihyun yang meninggalkanku membawaku untuk bertemu Sungmin, Harapan yang datang saat aku terbangun ditengah rasa dingin tak terbatas"

Tubuh Kyuhyun bersiap membawa langkahnya menuju pintu keluar diruangan itu, Entah kenapa tiba tiba hatinya sangat merindukan Sungmin diluar sana, ingin segera melesat menuju tempat sang istri, memeluk erat tubuhnya dan mengecup bibir mungil itu berkali kali, mengungkapkan segenap rasa cintanya yang akan semakin besar setiap hari untuk Sungmin

"Aku minta maaf tidak bisa memenuhi permintaan bibi untuk terus bersama Jihyun"

Dia telah mengembangkan senyum bahagianya hanya karena membayangkan pahatan wajah manis itu, tapi lagi lagi pelangi tak akan datang semudah itu sebelum badai berlalu

"Tapi Jihyun—

—Hamil"

.

Under Cover © Rye kim

.

Aku akan selalu mengangkat tanganku dan berdo'a

Karena kau satu satunya harapanku

Kau menyanyikanku lagu tentang bintang bintang

Menghiasi warna demi warna hingga rasanya abu abu jika taka da lagi

Aku telah memberikanmu takdirku

Jadi bisakah kau tetap menggenggam tanganku?

"Sudah kuduga Kyuhyun-ah, kau tidak serius dengannya, Kau selalu memberi harapan palsu untuk Pemuda malang itu, mengatakan jika eomma-mu akan merestui kalian jika Lee Sungmin hamil yang padahal nyatanya hal itu tak akan perah terjadi!"

Sungmin mendengar hal itu sebelum satu langkah lagi ia memutar kenop pintu untuk masuk, Sungmin memang kembali kemobil Kyuhyun tapi bukan untuk mengambil ponsel melainkan menenangkan hatinya sejenak. Namun ia kembali memutar langkah saat merasa hatinya hancur perlahan disana

Sungmin memutar semua kilas balik dalam pikirannya, mengkoreksi satu demi satu kenangan indah Kyuhyun dan dirinya, meski disana ada ribuan rasa sakit namun juga ada sejuta rasa indah yang tak ingin Sungmin lempar pergi

Sungmin bahkan telah memberikan semuanya, semua takdir dan harapannya kepada Kyuhyun untuk pemuda tampan itu jaga dengan baik, Sungmin telah menggantungkan satu satunya harapan paling tinggi bersama pemuda itu

Namun dengan semua itu bukan berarti Sungmin ingin hanya dia yang ditopang, bukan berarti hanya dia yang diberi harapan, Sungmin ingin menjadi simponi bagi Kyuhyun, mengalunkan dentingan nada indah pada setiap harinya untuk selalu diingat, hingga masa mereka dipisahkan itu tak akan pernah datang

"Aku tulus Kyuhyun-ah, demi tuhan aku tulus" Ucap Sungmin dengan suara bergetar, tangannya memegangi hasil selca-nya dengan Kyuhyun ditaman bermain beberapa jam lalu, memandangi dalam seolah mengungkit rahasia dibalik senyuman Kyuhyun yang terlihat begitu tulus, bahkan air mata yang tadinya masih berada dipipi Sungmin perlahan mulai membasahi lembar polaroid itu

"Kau tau? Aku mulai menyadari jika selama ini hanya aku yang menggenggam Kyuhyun-ah, jika selama ini hanya aku yang ingin menarikmu untuk ikut berlari"

Tangan putihnya menghapus satu lagi titik air mata yang jatuh, Sungmin tidak ingin pandangan buram mengganggunya untuk memandangi sosok di foto itu lebih lama.

"Bisakah kau menunggu sebentar lagi? Sebentar lagi saja, setelah itu semuanya akan berakhir"

.

.

.

TBC

Yuhuu~~ Im back! #NariHula2

NOTE! READ THIS!

Ah.. dan yang terpenting saya ingin bermain main sedikit dengan readers untuk kali ini, kemaren saat saya mengobrol ria dengan teman saya yang juga seorang author dia menyarankan saya untuk membuat blog, katanya karena akhir akhir ini silent readers makin banyak dan itu benar benar mengganggu… SO saya bermaksud untuk memprotect chap 5 undercover… tapi bukan berarti saya pindah lapak ya readers^^ saya masih di FFn kok, gak bakal tega saya meninggalkan ffn tercinta yang makin hari ff Kyumin makin langka aja… Jadi saya akan tetap disini, tapi mungkin saya akan memprotect chapter chapter tertentu dari ff saya di WP..

Www. Enjoythewine137 . wordpress . com (Tanpa spasi)

Untuk permintaan pw kalian bisa hubungi akun saya, atau jika belum paham kalian buka page 'Password!' di WP saya, disana ada format permintaan pw & Akun/contact yang bisa kalian hubungi^^

C'mon it just a game… Ini akan mudah sekali jika anda bukanlah seorang siders disini, saya bukannya tidak pengertian ataupun sombong tapi cuma ingin siders kapok aja.. saya juga ingin siders menghargai kerja keras para author diluar sana..

Ah… Seharusnya ini jadwal update Inversely tapi jadi malah Undercover mianhaeeee :'( Tapi chap 8 Inversely udah diketik kasar(?), cuma perlu di edit sedikit lagi, saya janji Inversely akan menyusul secepatnya ^o^

Juga Jangan timpuk saya karena undercover makin kesini makin hurt aja (/.\) salahin lagu Only Hope yang bikin saya kepengen banget nyiksa KyuMin /Dipecat jadi anak/

Dan juga seperti pada pemberitahuan sebelumnya saya telah menukar cast Seohyun menjadi Jihyun, so.. yang bingung berarti ketahuan kemaren nga' baca announcement! #Geplak

Sorry for typos!

Muaaacchhh… Review?