CAN'T LET YOU GO (HAEHYUK)
Main Cast: Lee Donghae, Lee Hyukjae
Genre: Romance, Hurt
WARNING!
BOYS LOVE
THE STORY IS MINE
Typo may applied, don't be silent reader please, NOT ALLOWED TO COPY PASTE WITHOUT MY PERMISSION ^^
TIDAK MENERIMA BASH DAN KAWAN-KAWANNYA. KRITIK DAN SARAN SANGAT DIBUTUHKAN.
THANKYOU ^^
.
.
I will draw you out in tears because I can't forget you
.
.
"Kita akhiri sampai disini saja..."
Eunhyuk tidak tahu, kalimat terakhir yang keluar dari mulutnya saat mengakhiri hubungannya dengan Donghae, bisa membuat dadanya sesak hingga sulit bernapas. Saat itu, Eunhyuk pikir semua akan baik-baik saja jika ia mencoba hidup tanpa Donghae. Eunhyuk pikir, meski tanpa Donghae ia bisa melakukan semuanya sendiri. Ternyata, semua perkiraannya salah. Ia justru merasa hampa dan semua yang ia lakukan hanya membuatnya lelah. Bagaimana bisa Eunhyuk berbelanja sendiri ketika Donghae selalu memenuhi isi kulkasnya dengan semua yang Eunhyuk butuhkan, bagaimana bisa Eunhyuk membeli kopi sendiri di Coffee Shop kesukaannya ketika Donghae selalu membelikan untuknya meski tanpa di minta. Kini Eunhyuk sadar, bahwa ia sudah sangat tergantung pada Donghae. Ia tidak bisa melakukan apapun dengan benar jika tanpa Donghae. Kini Eunhyuk hanya bisa menangis dalam diam, menyesali keputusannya dan mengutuk kebodohannya karena sudah menyia-nyiakan kasih sayang Donghae padanya. Eunhyuk menyesal telah menyakiti laki-laki yang mencintainya dengan tulus hanya karena tergiur oleh kesenangan sesaat.
Benar, Eunhyuk merasa sangat menyesal. Ia tergiur oleh kebahagiaan sesaat yang ditawarkan Choi Siwon padanya. Choi Siwon memang laki-laki yang tampan juga pintar, sulit menolak karisma dan pesona seorang Choi Siwon. Selain bekerja sebagai seorang dokter di salah satu rumah sakit ternama di Seoul, Siwon juga terkenal sebagai pewaris tunggal perusahaan Hyundai milik ayahnya.
Kepribadian Siwon jauh berbeda dengan Donghae, jika Donghae si putih maka Siwon adalah si hitam. Donghae selalu menuruti apapun yang Eunhyuk perintahkan dan selalu melarang Eunhyuk melakukan hal-hal yang menyimpang, seperti mabuk, merokok atau bersenang-senang di diskotik. Donghae selalu berusaha melindunginya dari hal-hal buruk, selalu menuntunnya untuk tetap berada di jalan yang lurus. Cara Donghae menunjukan rasa cintanya cukup klasik, ia menunjukannya dengan kecupan lembut di dahi dan sentuhan lembut lainnya. Sedangkan Siwon adalah tipe laki-laki dingin yang tidak pernah sekalipun menuruti permintaan Eunhyuk, bahkan mengucap kata cinta pun jarang. Siwon hanya mengucap kata cinta ketika Siwon membutuhkan seks dengan Eunhyuk atau ketika ia membutuhkan sesuatu dari Eunhyuk. Di lihat dari sudut manapun Donghae sebenarnya jauh lebih baik dari Siwon. Sikap dan kepribadiannya menunjukan bahwa Donghae adalah laki-laki hangat dan pantas untuk dijadikan pasangan hidup. Namun, pemikiran Eunhyuk berbeda. Ia merasa laki-laki seperti Donghae itu membosankan dan tidak bisa di ajak bersenang-senang menikmati hidup yang hanya sekali ini. Jika Eunhyuk merengek pada Donghae agar mengijinkannya pergi ke diskotik untuk sedikit bersenang-senang dengan kawan lamanya, maka Donghae akan melarangnya dengan tegas. Donghae selalu mengatakan terlalu bahaya bagi Eunhyuk jika kecanduan dunia malam. Atau, Donghae akan mengatakan bahwa ia tidak suka Eunhyuk menjadi pusat perhatian atau tontonan orang-orang mesum di diskotik. Alasan klasik, membosankan dan hanya membuat Eunhyuk jengah. Berbanding terbalik dengan Siwon, jika Eunhyuk merengek pada Siwon agar mengijinkannya pergi ke diskotik maka detik itu juga Siwon akan menyeret Eunhyuk ke diskotik dan menikmati malam panas bersamanya hingga lupa diri. Sejak dulu, itulah yang diinginkan Eunhyuk. Bukan sekedar menuruti semua permintaannya tapi juga menemaninya bersenang-senang.
Dan kini, Eunhyuk menyesali pemikiran bodohnya. Nyatanya Eunhyuk hanya dimanfaatkan oleh Siwon, Eunhyuk hanya di anggap mainan yang bisa Siwon buang kapan pun dia mau. Siwon hanya merasa kesepian karena Kim Kibum kekasihnya tidak punya banyak waktu untuk dihabiskan bersama dengannya. Maka dari itu Siwon bermain dengan banyak hati untuk mengusir rasa kesepian yang menyelimuti hatinya, namun pada akhirnya ia akan tetap berlabuh pada Kibum. Kemana pun hati Siwon bertualang tujuan terakhirnya tetaplah pada Kim Kibum.
.
.
"Aku pernah menasihatimu soal Siwon dan kau sama sekali mengabaikan nasihatku. Sekarang, jika sudah begini aku juga dan Kyuhyun yang susah. Makanlah, kau semakin kurus saja karena pola makanmu berantakan sejak tiga bulan terakhir ini"
Sungmin menyerahkan semangkuk bubur hangat pada Eunhyuk, namun Eunhyuk malah memalingkan wajahnya, kemudian ia menutupi hampir seluruh tubuhnya dengan selimut.
Sungmin menghela napas panjang. Selalu begini, sudah tiga bulan Eunhyuk menyiksa dirinya sendiri dengan melewatkan jam makannya. Tubuh kurusnya semakin kurus, wajahnya terlihat lusuh bahkan terkesan seperti tidak terawat. Sungmin tahu, Eunhyuk sangat terpukul karena ternyata Siwon hanya memanfaatkannya. Tapi Sungmin yakin, bukan itu yang membuat Eunhyuk menyiksa dirinya sendiri seperti ini. Meskipun Eunhyuk tidak pernah banyak cerita tentang kehidupan cintanya, tapi Sungmin tahu Eunhyuk seperti ini karena merasa menyesal telah menyakiti Donghae dengan kejamnya.
"Aku ingat sekali pernah mengatakan bahwa cinta sejati Siwon adalah Kibum seorang. Tidak peduli ia bermain dengan banyak laki-laki atau perempuan, tujuan terakhirnya hanyalah Kibum. Aku juga pernah mengatakan padamu bahwa kau sangat beruntung punya kekasih seperti Donghae. Dia laki-laki yang baik juga hangat, cinta Donghae kepadamu sangat tulus, tapi kau malah menyia-nyiakan semua itu. Dengar, cinta bukan tentang seks dan bersenang-senang saja. cinta adalah tentang bagaimana kau menyayangi pasanganmu dengan tulus dan bisa menerima semua kekurangannya. Meskipun Donghae tidak pernah menyentuhmu secara berlebihan dan tidak ada seks di antara kalian, bukan berarti Donghae tidak mencintaimu. Justru dia menghargaimu, dia ingin membuatmu utuh hingga saatnya kalian berakhir dengan kata pernikahan"
Mendengar kata-kata Sungmin, Eunhyuk menangis diam-diam. Sungmin benar, semua yang dikatakannya adalah sebuah kebenaran yang Eunhyuk pungkiri. Eunhyuk hanya mengharapkan kebahagiaan instan dan mengabaikan kebahagiaan abadi yang ditawarkan Donghae padanya.
"Aku ingin kembali padanya"
Eunhyuk berkata dengan lirih, namun Sungmin masih bisa mendengarnya dengan cukup jelas. Sungmin kembali menghela napas, ia merasa kasihan pada Eunhyuk. Hidupnya benar-benar hancur saat Donghae tidak lagi disampingnya. Tiba-tiba saja Sungmin ingat dengan perkataan Kyuhyun tadi pagi, ia ragu apakah harus menyampaikannya kembali pada Eunhyuk atau tidak.
"Eunhyuk...tadi pagi Kyuhyun bilang...eum, itu...Donghae akan bertunangan dengan Oh Sehun. Donghae mengundang aku dan Kyuhyun untuk hadir di pesta pertunangannya"
Eunhyuk membelalakan matanya tidak percaya. Ia buru-buru bangun lalu menatap Sungmin dalam, mencari kebohongan di mata foxy Sungmin.
"Donghae bahkan menyerahkan undangan resminya pada Kyuhyun"
Napas Eunhyuk tercekat, airmatanya kembali mengalir, bahkan lebih deras dari sebelumnya. Ia ingin mengatakan sesuatu, namun lidahnya kelu. Dadanya terasa sakit dan sesak. Ia kemudian menangis dalam pelukan Sungmin.
Inikah yang dirasakan Donghae ketika aku meninggalkannya dulu? Apakah Donghae merasakan rasa sakit ini? Apakah dia merasakan sakit yang bahkan lebih daripada yang aku rasakan saat ini?
.
.
ooODEOoo
Disana, di tengah-tengah kerumunan banyak orang yang memberinya selamat, Donghae tersenyum dengan cerah. Tangan kirinya menggenggam erat tangan sang kekasih sambil tersenyum pada semua orang, seolah memberitahu orang di sekeliling mereka bahwa Donghae bahagia bisa bersanding dengan laki-laki yang sekarang sedang tersenyum sambil memandangi Donghae dengan tatapan lembut. Donghae tampak begitu tampan dengan balutan tuxedo hitam di tubuhnya, betapa Eunhyuk merindukan laki-laki yang pernah mengisi hari-harinya itu. Melihat Donghae tersenyum sebahagia itu bersama kekasih barunya membuat Eunhyuk kecewa. Jujur saja, Eunhyuk mengira Donghae akan terpuruk dan tidak bisa tersenyum secerah itu lagi saat Eunhyuk meninggalkannya. Tapi ternyata, Donghae masih sanggup tersenyum dan justru Eunhyuklah yang terpuruk.
"Kau yakin tidak apa-apa?"
Sungmin menepuk pundak Eunhyuk pelan. Begitu melihat Donghae, Eunhyuk hanya diam mematung di tempatnya. Sungmin pikir Eunhyuk tidak enak badan karena Eunhyuk tiba-tiba berkeringat, padahal mereka ada di ruang terbuka dan angin di bulan Oktober cukup dingin.
"Eunhyuk?"
Sungmin kembali memanggil Eunhyuk. Kali ini dengan guncangan pelan dibahunya karena Eunhyuk tak kunjung menjawab pertanyaannya. Pandangan Eunhyuk terpaku ke satu titik, ketika Sungmin mengikuti arah pandang Eunhyuk, Sungmin langsung menghela napas. Ternyata Eunhyuk sedang memandangi Donghae yang sedang menggandeng kekasih barunya.
"Kau mau pulang? Aku dan Kyuhyun bisa mengatarmu pulang"
Eunhyuk menggeleng pelan. "Kita baru lima belas menit disini, aku rasa tidak sopan jika meninggalkan pesta teman begitu saja"
"Kau tidak perlu memaksakan diri"
"Aku..."
"Sungmin?"
Sungmin langsung berbalik ketika merasa seseorang dibelakangnya memanggil namanya dan Eunhyuk langsung buru-buru menunduk begitu melihat Donghae menghampiri Sungmin. Sungmin membulatkan matanya, begitu berbalik ia mendapati Donghae berdiri dibelakangnya sambil menggandeng tangan kekasihnya. Sungmin melirik Eunhyuk dengan ekor matanya sekilas, suasana jadi canggung sekali dan Sungmin tidak tahu harus berbuat apa untuk membuat Eunhyuk nyaman. Sungmin yakin, Eunhyuk merasa tidak nyaman sekarang.
"Ya?" Sungmin berusaha tersenyum, kemudian membungkuk pada kekasih Donghae.
"Kau datang dengan siapa?"
"Oh, aku datang bersama Kyuhyun tapi dia sedang ke toilet dan juga...eum...Eunhyuk"
Mata Sungmin tertutup, ia menggigit bibirnya. Sungmin tidak tahu akan seperti apa reaksi Donghae ketika nama Eunhyuk di sebut, ia hanya takut Donghae akan marah. Di saat seperti ia benar-benar membutuhkan Kyuhyun untuk membantunya bicara.
Di luar dugaan, setelah hening beberapa saat Sungmin mendengar Donghae terkekeh. Donghae bahkan tersenyum saat memandangi Eunhyuk yang sedang menunduk resah.
"Lama tidak bertemu, Eunhyuk"
Mendengar namanya di panggil, Eunhyuk memberanikan diri mengangkat kepalanya untuk menatap Donghae. Tatapan Donghae pada Eunhyuk masih sama, hangat dan dalam. Tidak ada raut kekesalan disana, Donghae bahkan tersenyum ramah pada Eunhyuk.
"Terima kasih kalian sudah datang. Nanti kita mengobrol lebih lama lagi, ya? Aku masih harus menyapa tamu yang lain"
.
.
ooODEOoo
BIG THANKS TO:
na, WONHAESUNG LOVE, HHSHelviJjang, chowlee794, ranigaem1, Zhouhee1015, ukeHyuk line, boojoongie, isroie106, asiaraikkonen dan guest ^^
juga semua yg memfavorite dan follow cerita saya ^^ love you all~ thanks for review ^^
.
.
saya mau tanya sm kalian yg mungkin membaca fanfict remake saya yg berjudul MARS. mau di lanjut apa gimana? terserah sama kalian ^^
nah, yg minta sequel kemarin, ini saya kabulin...bukan sequel sih ini lebih ke story Eunhyuk side. kan yg kemaren nyeritain dari Donghae Side ^^
mau lanjut? atau end sampai disini? review ya ^^ maaf kl banyak typo. terimakasih sebelumnya sama yg selalu hadir di kotak review saya ^^ kalian penyemangat saya ^^
oke, last~ review ya? ^^
.
.
With Love,
Milkyta Lee
