CAN'T LET YOU GO (HAEHYUK)

Main Cast: Lee Donghae, Lee Hyukjae

Genre: Romance, Hurt

WARNING!

BOYS LOVE

THE STORY IS MINE

Typo may applied, don't be silent reader please, NOT ALLOWED TO COPY PASTE WITHOUT MY PERMISSION ^^

TIDAK MENERIMA BASH DAN KAWAN-KAWANNYA. KRITIK DAN SARAN SANGAT DIBUTUHKAN.

THANKYOU ^^


.

.

When the time passes I will forget even this pain, My empty heart will be filled with another love

.

.


Donghae begitu terpukul saat Eunhyuk memutuskan untuk mengakhiri hubungan mereka. Bagaimana tidak? Saat itu adalah hari jadi mereka dan Donghae berniat melamar Eunhyuk di hari itu, tapi Eunhyuk malah mengakhiri hubungan mereka tanpa alasan yang pasti. Untuk pertama kalinya, Donghae merasakan sakit yang berlebih hingga tidak bisa dideskripsikan dengan kata-kata. Donghae tidak tahu, apa yang sudah ia perbuat pada Eunhyuk hingga Eunhyuk memutuskan pergi darinya. Selama lima belas tahun bersama, Donghae selalu melindungi Eunhyuk, selalu menyayanginya dan selalu memperlakukannya dengan baik. Bahkan, Donghae selalu mendahulukan kepentingan Eunhyuk daripada kepentingannya sendiri. Donghae selalu memperlakukan Eunhyuk dengan istimewa dan balasan yang Donghae terima dari Eunhyuk adalah rasa sakit yang mendalam.

Hari itu, setelah Eunhyuk pergi meninggalkan Donghae sendirian di restoran, Donghae menangis seperti orang gila. Ia melemparkan cincin yang seharusnya melingkar di jari manis Eunhyuk ke sembarang arah, kue tart strawberry yang sudah ia persiapkan khusus pun ia lempar hingga hancur tak berbentuk. Pikiran Donghae kacau dan kalut, hatinya sakit dan ia tidak tahu harus melakukan apa setelah ini. Eunhyuk pergi dengan membawa seluruh hatinya dan sebagian hidupnya, bagaimana bisa ia hidup setelah ini?

Kau jahat, Lee Hyukjae!

Setelah berdiam diri selama beberapa jam, akhirnya Donghae berjalan dengan gontai meninggalkan restoran itu. Kemudian, ia mengendarai mobilnya dengan kalut dan tanpa tujuan. Hingga entah bagaimana, Donghae berakhir di sebuah bar dan untuk pertama kalinya Donghae mabuk hingga kehilangan kesadarannya. Yang Donghae ingat terakhir kali sebelum ia pingsan adalah wajah pemuda manis yang sedang menatapnya cemas.

.

.

Pagi-pagi sekali Donghae terbangun dengan sakit kepala yang luar biasa, entah apa yang sudah ia lakukan hingga membuat kepalanya sakit ketika ia bangun. Perlahan, Donghae mencoba duduk dan bersandar pada kepala ranjang sambil berusaha mengumpulkan seluruh kesadarannya. Donghae mengedarkan pandangannya ke sekelilingnya, dan ketika kesadarannya mulai terkumpul sedikit demi sedikit, Donghae mengerjapkan matanya beberapa kali karena ia terbangun di tempat yang asing. Ini bukan kamarnya, juga bukan tempat kerjanya, tempat ini terlihat seperti hotel? Donghae memijat pelan pelipisnya, mencoba mengingat apa yang terjadi tadi malam hingga membuatnya berakhir di hotel seperti ini. Ketika Donghae sibuk dengan pikirannya, seorang pemuda manis muncul dihadapannya dengan hanya menggunakan bathrobe untuk menutupi tubuh putihnya. Donghae tercengang, ia membelalakan matanya. Pertama, ini—pasti— hotel. Kedua, ia terbangun bertelanjang dada. Ketiga, ada seorang pemuda manis yang hanya menggunakan bathrobe sedang memandanginya dengan bingung. Apa yang sedang terjadi sebenarnya? Apa Donghae telah meniduri pemuda dihadapannya itu saat ia mabuk? Donghae memejamkan matanya mencoba mengingat apa yang terjadi tadi malam.

Tidak! Tidak mungkin aku meniduri sembarang orang!

Seingatnya, ia masuk ke dalam bar, lalu mabuk hingga tak sadarkan diri. Dan hal terakhir yang ia ingat sebelum benar-benar kehilangan kesadarannya, adalah wajah manis seorang pemuda yang sedang menatapnya cemas. Setelah itu, Donghae tidak mengingat apapun setelah ia pingsan.

"Kau, siapa? Apa yang sudah kita lakukan tadi malam?"

"Aku? Aku Oh Sehun. Tadi malam? Jika aku mengatakan kau meniduriku dengan paksa hingga membuat seluruh tubuh sakit, apa kau akan percaya?"

Napas Donghae tercekat, ia menatap pemuda bernama Oh Sehun itu dengan tatapan tidak percaya. "Apa?"

Sehun terkikik geli melihat ekspresi Donghae yang terkaget-kaget, matanya membelalak, dan mulutnya menganga lebar.

"Aku bohong! Tentu saja kita tidak melakukan apapun tadi malam. Semalam kau mabuk berat, aku yang kebetulan duduk di sampingmu, melihatmu hampir jatuh dari kursimu karena mabuk. Jadi, aku berusaha menolongmu karena kau tampak begitu kepayahan. Karena tidak tahu harus mengantarmu kemana, aku terpaksa membawamu kemari, tidak sangka saat beberapa langkah lagi sampai ke ranjang kau malah muntah dan mengotori seluruh pakaianku. Dengan terpaksa aku mandi malam-malam dan memakai bathrobe ini. Ah, soal kau yang bertelanjang dada, itu aku yang membuka pakaianmu. Pakaianmu juga kotor dan basah, aku membukanya karena takut kau sakit. Tapi tenang saja, aku tidak menyentuh apapun. Sungguh!"

Donghae terkekeh melihat wajah polos Sehun. Pemuda manis dihadapannya itu menjelaskan dengan detail tentang kejadian yang tidak bisa Donghae ingat dengan gaya hiperbola disertai gerakan tangan, membuat dirinya seolah-olah adalah korban kejahatan.

"Terima kasih, eum...siapa namamu tadi?"

"Sehun! Oh Sehun"

"Ah. Terima kasih, Oh Sehun-ssi"

"Panggil aku Sehun saja, sepertinya kau lebih tua dariku. Siapa namamu?"

Sehun berjalan menghampiri Donghae, kemudian ia duduk di tepian ranjang sambil memandangi Donghae.

"Lee Donghae"

Donghae balas memandangi Sehun dengan bingung. Ada apa dengan anak ini?

"Kau tahu? Tadi malam, saat aku mau pulang kau menarik tanganku lalu menangis tersedu-sedu memanggil nama seseorang dan meracau tidak jelas, kau bilang 'Jangan pergi! Jangan tinggalkan aku!' ya, seperti itulah kira-kira. Kau mabuk karena patah hati, ya?"

"Bukan urusanmu,bocah!"

Donghae tersenyum, sambil mengacak pelan rambut pirang Sehun dengan gemas.

.

.

Begitulah hubungan Donghae dan Sehun, berawal dari sebuah kecelakaan kecil lalu berlanjut dengan pertemuan-pertemuan berikutnya. Awalnya, Donghae mengajak Sehun makan siang di café dekat kantornya, kemudian mereka mengobrol panjang lebar soal kehidupan masing-masing. Akhirnya, Donghae merasa ketagihan mengobrol dengan Sehun. Saat Donghae mengobrol dengan pemuda berusia dua puluh satu tahun itu, Donghae merasa nyaman dan sedikit demi sedikit, rasa sakitnya mulai terkikis karena keceriaan Sehun yang selalu mengisi hari-harinya selama tiga bulan terakhir ini. Perbedaan usia mereka yang terpaut delapan tahun tidak membuat Sehun canggung untuk berbicara dengan santai pada Donghae dan Donghae sama sekali tidak keberatan soal itu. Apakah Donghae bisa melupakan Eunhyuk dengan begitu cepat? Jawabannya, tidak semudah itu. Donghae terus dihantui oleh kenangan-kenangan manis mereka saat mereka masih bersama dulu. Tapi, bukankah saat Eunhyuk mengucap kata putus dulu, dia menyuruh Donghae agar hidup dengan baik meski tidak lagi bersamanya? Eunhyuk juga menyuruh Donghae agar melupakannya dengan cepat. Apa yang Donghae lakukan sekarang hanyalah menuruti perintah Eunhyuk. Dan benar, selamanya Donghae akan menuruti semua perintah Eunhyuk. Termasuk saat Eunhyuk menyuruh Donghae untuk melupakannya.

Hubungan Donghae dan Sehun memang baru berjalan sekitar dua bulan, tapi Donghae sudah memutuskan untuk mengajak Sehun bertunangan. Donghae tahu, ini terlalu cepat mengingat hubungan mereka yang baru berjalan dua bulan dan Sehun pun masih duduk di bangku kuliah. Tapi Donghae yakin, ini jalan terbaik untuk melupakan Eunhyuk dan membuang semua kenangannya bersama Eunhyuk dan mengganti dengan kenangan baru bersama Sehun. Pelampiasan? Bukan! Sehun bukan pelampiasan, Donghae yakin ini adalah cinta. Meskipun tidak seratus persen yakin itu adalah cinta, tapi Donghae bisa meyakinkan semua orang bahwa Donghae tidak menjadikan Sehun sebagai pelampiasannya.

Saat Donghae mengajak Sehun bertunangan, Sehun sempat ragu dan tidak tahu harus memberikan jawaban apa pada Donghae. Tapi, karena kegigihan Donghae yang terus meyakinkannya, akhirnya Sehun menerima ajakan Donghae itu. Sehun pikir, bertunangan tidak berarti harus cepat-cepat menikah, bukan?

.

.


ooODEOoo


Disinilah Donghae sekarang, di sebuah taman yang di sulap menjadi tempat pesta outdoor yang indah. Tidak banyak yang datang, hanya beberapa teman dekat, kantor, kuliah dan teman-teman sekolah dulu. Pestanya memang sederhana, yang datang pun tidak begitu banyak. Tapi, itu sudah cukup membuat Donghae dan Sehun bahagia.

Donghae tidak henti-hentinya tersenyum pada semua orang yang mengucapkan selamat padanya juga Sehun. Saat Donghae sedang mengedarkan pandangannya untuk mengamati seluruh tamu yang hadir, penglihatannya tidak sengaja menangkap sosok Eunhyuk yang sedang mengobrol dengan Sungmin. Rasa sakit yang dulu pernah menghinggapi hatinya, kembali datang ketika melihat sosok Eunhyuk. Meski rasa sakitnya masih tertinggal, Donghae tidak menyimpan dendam apapun pada Eunhyuk. Rasa cintanya pada Eunhyuk mengalah rasa bencinya pada Eunhyuk, semakin Donghae berusaha membenci Eunhyuk, semakin besar pula rasa cintanya pada Eunhyuk.

Donghae memperhatikan Eunhyuk dari kejauhan, betapa Donghae merindukan Eunhyuk yang pernah menjadi bagian hidupnya itu. Dengan segenap keberanian, ia mencoba menghampiri Eunhyuk dengan berdalih menghampiri Sungmin terlebih dahulu. Donghae menggenggam tangan Sehun lebih erat lagi, sebelum ia menghampiri Sungmin dan Eunhyuk. Sehun yang belum mengerti situasi hanya mengikuti langkah Donghae yang sedang menyeretnya. Jantung Donghae berdegup kencang begitu melihat Eunhyuk yang langsung menundukan kepalanya begitu Donghae menghampirinya. Meski rasa sakit yang dulu pernah ia rasakan kembali menghantuinya, Donghae tetap berusaha mengendalikan dirinya agar tidak terlihat menyedihkan dihadapan Eunhyuk. Donghae tersenyum lembut, kemudian menyapa Eunhyuk seramah mungkin.

"Lama tidak bertemu, Eunhyuk"

.

.

Begitu pesta selesai, Donghae langsung merebahkan tubuhnya di kasur. Donghae tiba-tiba merasa lelah dan dadanya terasa sedikit sakit, ketika mengingat pertemuan singkatnya dengan Eunhyuk di pesta tadi. Entah ini hanya perasaan Donghae saja, atau memang Eunhyuk tadi terlihat begitu kurus dan menyedihkan? Saat Donghae menatap ke dalam mata Eunhyuk tadi, Donghae bisa merasakan ada raut kesedihan yang mendalam di wajah manis Eunhyuk. Apa semua itu disebabkan olehnya? Atau Siwon?

Sebenarnya, Donghae tidak tahu apa yang terjadi di antara Siwon dan Eunhyuk karena sejak mereka memutuskan hubungan, mereka tidak pernah sekalipun bertemu. Tapi, Sungmin pernah memberitahunya bahwa Siwon dan Eunhyuk berpacaran. Donghae pikir, saat mengundang Siwon untuk hadir ke pesta pertunangannya, Siwon akan mengajak Eunhyuk. Akan tetapi, saat bertemu dengan Siwon di pesta tadi, Donghae malah mendapati Siwon mengajak Kibum dan melihat Eunhyuk datang terpisah bersama Kyuhyun dan Sungmin. Apa yang terjadi pada Eunhyuk?

"Sedang memikirkan apa?"

Sehun menghampiri Donghae, lalu ikut merebahkan dirinya di kasur bersama Donghae dan menjadikan dada bidang Donghae sebagai bantal.

"Bukan apa-apa"

"Yang tadi itu, Eunhyuk mantan kekasihmu, bukan? Kau sedang memikirkannya? Saat di pesta tadi, begitu melihat laki-laki itu kau langsung menggenggam tanganku erat sekali hingga membuatku kesakitan"

Sehun memajukan bibirnya, jarinya membuat pola tidak beraturan di dada Donghae. Sehun sedang merajuk sekarang, ia tidak suka melihat reaksi Donghae saat melihat mantan kekasihnya. Bagaimanapun, Eunhyuk hanyalah masa lalunya dan Sehun adalah masa depannya.

"Sudah malam. Aku antar kau pulang, ya?"

Donghae bangkit dari kasur, otomatis Sehun ikut bangun dan duduk disampingnya.

"Kenapa kau tidak mengijinkan aku tinggal bersamamu saja?"

"Saat kita menikah nanti, tentu kita akan tinggal bersama"

.

.

Seminggu setelah pesta pertunangannya, Donghae kembali bertemu dengan Eunhyuk di restoran Taco langganan mereka berdua. Donghae tidak menyangka bisa bertemu dengan Eunhyuk disini, berkali-kali Donghae datang kemari—setelah mereka putus— dan baru kali ini mereka kebetulan bertemu seperti ini. Donghae memperhatikan gerak-gerik Eunhyuk yang tampak bingung memilih menu. Donghae tersenyum tipis, Eunhyuk mungkin tidak tahu nama Taco yang biasa ia makan karena biasanya Donghae yang membelikan untuknya.

"Double spicy chicken taco, dua"

Donghae memberikan senyum termanisnya pada Eunhyuk, saat laki-laki manis itu menatapnya terkejut.

"Sedang apa kau disini?"

"Makan siang. Kau lupa? Kantorku ada di dekat sini"

"Oh..."

"Ini, milikmu"

Donghae menyerahkan sebungkus Taco yang ia pesan tadi pada Eunhyuk.

"Taco yang biasa aku belikan untukmu dan yang biasa kau makan adalah Double spicy chicken, ingat itu"

"Terima kasih"

"Bisa temani aku makan sebentar? Sehun tidak bisa datang karena ada mata kuliah tambahan. Dan kau tahu sendiri, bukan? Aku tidak bisa makan sendiri"

Eunhyuk tidak menjawabnya, ia hanya mengangguk kecil.

Senyum Donghae kembali mengembang ketika Eunhyuk menyetujui permintaannya. Donghae dan Eunhyuk duduk di meja paling ujung dekat jendela, tidak ada obrolan berarti diantara keduanya, mereka hanya sibuk dengan makanan masing-masing hingga akhirnya Donghae memutuskan untuk buka suara.

"Apa yang terjadi padamu dan Siwon? Aku dengar dari Sungmin, katanya kau dan dia berpacaran. Tapi, kemarin aku melihatnya datang ke pesta bersama Kibum"

Eunhyuk tersedak begitu mendengar pertanyaan Donghae. Setelah lama tidak bertemu, Donghae langsung melontarkan pertanyaan yang lumayan pribadi pada Eunhyuk.

"Makanlah pelan-pelan"

"Aku masih banyak pekerjaan, aku pergi duluan. Ah, terima kasih untuk Taconya"

Eunhyuk seperti enggan memberikan jawaban untuk pertanyaan Donghae yang satu itu. Eunhyuk bergegas pergi setelah Donghae bertanya soal hubungannya dengan Siwon, Eunhyuk tidak mau Donghae tahu bahwa dirinya telah di buang dan dicampakan oleh Siwon.

"Apa kau mencintai laki-laki itu?"

Eunhyuk kembali berbalik dan menanyakan hal yang membuat Donghae bingung.

"Maksudmu, Oh Sehun? Ya, tentu saja. Terakhir kali, kau menyuruhku untuk melupakanmu dan aku sedang melakukannya sekarang. Bukankah aku pernah bilang padamu? Aku akan selalu menuruti perintahmu"

Sebelum sempat Donghae bertanya soal mengapa Eunhyuk bertanya demikian, Eunhyuk langsung meninggalkan tempat itu dan jika Donghae tidak salah lihat, Eunhyuk menangis?

Kenapa?

.

.

TBC


ooODEOoo


Cepet yah updatenya? hahahah ini ngetik cuma tiga jam, edit langsung publish jd mungkin ada typo tertinggal maaf ya ^^

BIG THANKS UNTUK SEMUA YANG SUDAH REVIEW~ ! ^^ maaf gak bisa di sebutin satu-satu ini msh di kantor jd buru-buru ^^ janji di chapter depan akan ada balasan review dan thanks to~ hahahahahah

ini adalah Donghae side, chapter depan Eunhyuk side...pokoknya saya disini berusaha menunjukan perasaan masing2 di setiap chapternya ^^

mungkin akan saya buat 4 atau 5 chapter saja...jadi ditunggu kelanjutannya ya ^^ mau happy ending apa sad ending nih? wkwkwkwk terserah kalian. tp kl untuk konflik saya sengaja gak berat-berat biar gak kaya sinetron yah...hahahahah ^^;

review lagi ya? biar makin kilat updatenya. mau sad ending apa happy ending? ^^

.

.

With Love,

Milkyta Lee