CAN'T LET YOU GO (HAEHYUK)
Main Cast: Lee Donghae, Lee Hyukjae
Genre: Romance, Hurt
WARNING!
BOYS LOVE
THE STORY IS MINE
Typo may applied, don't be silent reader please, NOT ALLOWED TO COPY PASTE WITHOUT MY PERMISSION ^^
TIDAK MENERIMA BASH DAN KAWAN-KAWANNYA. KRITIK DAN SARAN SANGAT DIBUTUHKAN.
THANKYOU ^^
.
.
Though we breakup now, though you turn around for now, I trust that you'll come back again
.
.
Eunhyuk berjalan gontai memasuki apartemennya dengan sebungkus Taco di tangannya. Saat mengobrol dengan Donghae tadi, ia tidak sempat menghabiskan Taconya dan terburu-buru pergi karena menghindari pertanyaan Donghae. Eunhyuk menghentikan langkahnya ketika sampai di dapur, dari sana ia bisa melihat sosok Siwon sedang duduk di sofa merah maroonnya sambil melipat kedua kakinya. Eunhyuk sempat terkejut mendapati Siwon ada di apartemen mereka, karena sudah dua bulan Siwon tidak pulang. Eunhyuk pikir, Siwon tidak akan pulang selamanya, tapi tiba-tiba dia sudah ada disini dengan wajah datar dan pose sempurnanya.
"Mau apa kau kemari?"
Siwon berdecih mendengar pertanyaan Eunhyuk yang menurutnya tidak masuk akal itu.
"Mau apa? Jangan konyol! Ini apartemenku, aku membelinya dengan uangku. Jadi, aku bebas melakukan apapun di apartemenku"
Kata-kata Eunhyuk tertahan ditenggorokannya, ketika Siwon mulai membahas soal uang. Memang benar, apartemen ini milik Siwon, dulu Eunhyuk meninggalkan apartemen Donghae dan memutuskan tinggal bersama Siwon di apartemen ini.
"Aku ingin kau pergi dari sini besok pagi. Kemasi semua barangmu, aku tidak mau melihat ada bekas dirimu yang tertinggal disini"
Suara Eunhyuk mulai bergetar. "Kenapa?"
"Kenapa?" Siwon membeo, ia sedang merendahkan Eunhyuk sekarang. "Kibum memutuskan untuk tinggal bersamaku, ia akan menjual apartemennya dan tinggal disini bersamaku"
"Lalu, aku bagaimana?"
Siwon memutar bola matanya, bosan. "Aku tidak tahu dan aku tidak peduli! Kau mau tinggal dimana, itu bukan urusanku lagi. Terserah, kau mau mengemis cinta Lee Donghae lagi agar kau bisa tinggal bersamanya kembali atau menjual tubuhmu pada laki-laki hidung belang untuk mendapatkan sebuah apartemen baru, aku tidak peduli. Yang jelas, cepat tinggalkan apartemenku secepatnya! Aku tidak mau melihatmu lagi!"
Setelah berkata demikian, Siwon melenggang pergi tanpa menatap Eunhyuk sedikitpun. Siwon benar-benar menganggap Eunhyuk sampah sekarang, Eunhyuk sudah tidak ada harganya lagi di mata Siwon. Begitu Siwon menutup pintu apartemennya, tubuh Eunhyuk merosot ke lantai, airmata yang sejak tadi ia tahan akhirnya tumpah membasahi kedua pipinya. Sakit, rasanya sakit sekali.
.
.
Eunhyuk melipat pakaiannya dengan lesu, airmatanya tidak berhenti mengalir sejak tadi. Di saat seperti ini ia teringat pada Donghae yang selalu memperlakukannya dengan istimewa, selalu menyanjungnya dengan kalimat-kalimat manis. Eunhyuk merindukan semua kalimat Donghae juga perlakuan manisnya, kebahagiaan yang Siwon tawarkan dulu tidak sebanding dengan kebahagiaan yang Donghae berikan pada Eunhyuk selama lima belas tahun bersama.
Sekarang, Siwon membuangnya, bahkan Siwon mengusir Eunhyuk dari tempat tinggalnya. Eunhyuk tidak tahu harus pergi kemana, ia tidak mungkin pulang ke rumah orang tuanya di Gwangju karena pekerjaannya di Seoul tidak bisa ditinggalkan begitu saja. Tapi Eunhyuk juga tidak punya tujuan lain selain rumah orang tuanya di Gwangju. Meski tidak tahu harus pergi kemana, Eunhyuk tetap menggeret kopernya pergi dari apartemen Siwon. Sebenarnya, Eunhyuk berencana ke tempat Donghae untuk membicarakan masalah ini. Eunhyuk tidak berencana mengiba pada Donghae untuk menampungnya kembali, Eunhyuk hanya ingin minta maaf pada Donghae sebelum pergi meninggalkan Seoul. Setidaknya, Eunhyuk ingin meninggalkan Seoul tanpa beban. Katakanlah Eunhyuk tidak tahu malu dan sedang menjilat ludahnya sendiri, karena memang begitulah kenyataannya. Dulu, Eunhyuk meninggalkan Donghae begitu saja, menyia-nyiakan kasih sayang tulusnya dan menyuruhnya untuk melupakan Eunhyuk, bahkan Eunhyuk mengatakan dengan tegas bahwa dirinya bisa hidup meski tanpa Donghae. Dan sekarang? Eunhyuk justru minta maaf pada Donghae dan ingin mengakui bahwa Eunhyuk tidak bisa hidup tanpa Donghae.
.
.
Sudah hampir tiga jam Eunhyuk berdiri di depan pintu apartemen Donghae, tapi Donghae belum juga pulang. Eunhyuk tidak bisa masuk ke dalam karena Donghae sudah mengganti password pintu apartemennya, terpaksa Eunhyuk menunggu di luar seperti sekarang ini. Eunhyuk melirik jam tangannya, sudah pukul sepuluh lewat, tapi Donghae masih belum menunjukan dirinya.
Mungkin dia sedang bersama laki-laki itu...
Kakinya sudah mulai lelah berdiri selama tiga jam, Eunhyuk memutuskan untuk duduk di lantai sambil memeluk kedua lututnya. Rasa lelah karena menangis membuatnya mengantuk, dan akhirnya Eunhyuk jatuh tertidur dengan posisi memeluk lutut.
"Eunhyuk, kau sedang apa disini?"
Tidak lama setelah Eunhyuk terlelap, seseorang mengguncang bahunya pelan. Eunhyuk terbangun, ia mendongakan kepalanya dan melihat Donghae sedang memandanginya heran. Eunhyuk langsung berdiri dan merapikan rambutnya yang sedikit berantakan.
"Kau pulang? Aku menunggumu"
"Menungguku? Kenapa?"
Eunhyuk menelan ludah, tiba-tiba saja ia kesulitan bicara. "Itu—bisa kita bicara di dalam?"
"Oh, masuklah"
Donghae mempersilahkan Eunhyuk masuk setelah menekan password pintu apartemennya.
.
.
"Jadi, apa yang membuatmu membawa koper besar itu dan menungguku sampai tiga jam di luar?" Donghae bertanya sambil menyerahkan segelas teh hangat untuk Eunhyuk.
"Terima kasih. Sehun belum pulang?"
Donghae menggeleng. "Sehun tidak tinggal bersamaku"
"Kenapa? Maaf, aku lancang menanyakan hal seperti itu padamu"
"Tidak apa-apa. Aku hanya belum siap tinggal bersamanya, lagi pula dia masih terlalu muda untuk tinggal bersamaku. Orang tuanya mungkin akan mencemaskannya. Hei, kau belum menjawab pertanyaanku"
"Oh, itu—Sebenarnya, aku kemari karena mau pamitan. Itu—aku—kemari bukan untuk maksud tertentu. Maksudku, aku kemari hanya ingin—"
Dahi Donghae berkerut, ia benar-benar tidak mengerti apa yang sedang dibicarakan Eunhyuk. Eunhyuk bicara gelagapan dan berbelit-belit, membuat Donghae kesulitan mencerna setiap kalimat yang keluar dari mulut Eunhyuk.
"Bicara pelan-pelan saja"
"Begini...pertama, aku mau mengucapkan selamat atas pertunanganmu. Aku baru sadar, aku belum sempat mengucapkan selamat padamu. Dan, sebenarnya—aku mau meminta maaf padamu sebelum aku pergi"
"Pergi? Kau mau pergi? Kemana?"
Eunhyuk menelan ludah lalu berdeham sebelum melanjutkan kata-katanya, kemudian ia menghembuskan napasnya perlahan sambil berusaha tetap tersenyum, menahan airmatanya.
"Aku mau pulang ke Gwangju. Aku minta maaf, karena dulu pernah menyakitimu dengan kejamnya. Aku tidak tahu seberapa besar rasa bencimu padaku, tapi kau masih mau menyapaku seramah ini, bahkan kau masih menerimaku masuk ke dalam rumahmu. Aku tahu, kau pasti sudah muak melihat wajahku. Tapi—aku mohon, maafkan aku. Aku tidak mau pergi tanpa maaf darimu, sebelum benar-benar berpisah, aku ingin kau memaafkanku—"
Donghae menundukan kepalanya. "Tidak..."
"Aku—aku tahu ini egois. Tapi—aku—aku mohon maafkan aku"
Kalimat Eunhyuk tersendat-sendat karena menahan tangis. Sebisa mungkin, Eunhyuk tetap memasang senyumnya agar tidak terlihat menyedihkan di mata Donghae.
"Tidak, kau tidak perlu meminta maaf, karena aku sudah memaafkanmu sejak lama. Aku juga tidak membencimu karena—karena aku tidak bisa membencimu"
Airmata Eunhyuk berkumpul di pelupuk matanya, airmatanya sudah akan jatuh tapi Eunhyuk masih tetap tersenyum.
"Baguslah kalau begitu, sekarang aku bisa meninggalkan Seoul tanpa meninggalkan musuh. Kalau begitu, aku pamit. Sampai jumpa lagi"
"Tunggu sebentar!"
Eunhyuk menghentikan langkahnya, namun tidak membalikan badan. Eunhyuk tidak mau Donghae melihat airmatanya.
"Bagaimana dengan pekerjaanmu di rumah sakit? Bagaimana dengan Siwon? Apa yang terjadi pada kalian? Kau meninggalkannya?"
Eunhyuk tersenyum getir. "Ya, aku meninggalkannya. Aku sudah bosan padanya, maka dari itu aku pergi darinya. Masalah pekerjaanku, aku mengundurkan diri dari rumah sakit karena aku tidak ingin melihat Siwon lagi"
Jeda sesaat, baik Donghae maupun Eunhyuk tidak ada yang mengeluarkan kalimat selanjutnya.
"Jika tidak ada pertanyaan lagi, aku pamit pergi"
Maaf, aku berbohong lagi padamu...
.
.
Pagi-pagi sekali, Eunhyuk sudah bangun dan membereskan barang-barangnya. Setelah check out dari hotel tempatnya menginap semalam, Eunhyuk langsung memanggil taksi untuk mengantarnya ke bandara. Sebelum itu, Eunhyuk mengabari Sungmin dan Kyuhyun soal kepergiannya lewat pesan singkat. Eunhyuk tidak sanggup jika harus menelepon dan mendengar suara Sungmin, jika Eunhyuk melakukannya, mungkin Eunhyuk akan berakhir dengan menangis tersedu-sedu bersama sahabat karibnya itu. Sudah cukup Sungmin menangis bersamanya, Eunhyuk tidak mau membuat Sungmin cemas dan menangis bersamanya lagi.
Sesampainya di bandara, perasaan Eunhyuk menjadi gelisah. Eunhyuk selalu melirik ke pintu masuk seolah menunggu seseorang datang untuknya. Konyol memang, tapi Eunhyuk berharap ada sosok Donghae disana sedang berusaha mengejarnya. Eunhyuk tersenyum pahit, saat menyadari apa yang ia bayangkan tidak mungkin jadi kenyataan. Eunhyuk malah terlihat seperti orang bodoh, karena terus-menerus melirik ke pintu masuk. Sampai kapanpun, Donghae tidak akan pernah datang untuknya lagi, karena sudah ada Sehun yang mengisi hidup Donghae sekarang.
Beberapa menit sebelum Eunhyuk masuk ke pesawat, ia kembali melirik pintu masuk. Setelah yakin tidak ada orang disana, Eunhyuk menyerahkan tiketnya pada petugas lalu masuk ke pesawat dengan senyum getir.
Aku tahu, kau tidak akan pernah datang untukku lagi.
.
.
ooODEOoo
"Donghae! Kau tahu soal kepergian Eunhyuk? Maaf, aku tahu ini bukan urusanmu lagi. Tapi, Eunhyuk pergi begitu saja setelah Siwon mengusirnya. Kau tahu kemana dia pergi? Aku takut sekali dia berbuat nekat, pesan singkat yang dia kirim untukku sungguh aneh!"
Donghae menggosok matanya malas, ini masih jam delapan pagi dan Sungmin langsung menghujaninya dengan berbagai pertanyaan. Kesadaran Donghae bahkan belum sepenuhnya berkumpul, Donghae juga belum sempat ke kamar mandi untuk sekedar mencuci muka dan gosok gigi karena Sungmin menggedor pintu apartemennya dengan brutal, jika dibiarkan lebih lama lagi, mungkin Sungmin akan mendobrak pintu apartemennya itu.
Tunggu, pergi setelah Siwon mengusirnya?
Kesadaran Donghae langsung terkumpul setelah mencoba mencerna kalimat Sungmin.
"Apa? Siwon mengusirnya?"
Sungmin mendengus. "Kau tidak tahu? Siwon mencampakan Eunhyuk! Si brengsek itu hanya menjadikan Eunhyuk sebagai mainannya, budak seksnya yang bisa ia buang kapan saja! Dan kemarin malam, Siwon mengusir Eunhyuk dari apartemennya. Aku tidak tahu jelasnya seperti apa, tapi itulah yang Eunhyuk katakan di pesan singkatnya. Aku benar-benar mencemaskannya, semalam Eunhyuk menginap dimana? Apakah dia baik-baik saja? Apakah dia makan dengan benar? Ah! Semua ini benar-benar membuatku gila!"
"Sungmin, bisa kau jelaskan padaku pelan-pelan? Aku tidak mengerti"
Sungmin melangkahkan kakinya menuju sofa ruang tengah Donghae, seolah ini adalah rumahnya sendiri.
"Aku lelah menjelaskan sambil berdiri di depan pintu, jadi biarkan aku duduk disini. Dan, bisakah kau mengambilkan segelas air untukku?"
Sungmin menghelas napas napas. "Ya Tuhan, tidak seharusnya aku bermulut besar begini, tapi apa boleh buat. Kau harus tahu yang sebenarnya"
Sungmin meneguk jus jeruk yang Donghae suguhkan untuknya sekali teguk, sebelum melanjutkan kalimatnya.
"Siwon, laki-laki brengsek itu hanya menjadikan Eunhyuk sebagai mainan. Dia merayu Eunhyuk untuk menjadi kekasihnya dan memaksa Eunhyuk untuk meninggalkanmu dengan iming-iming kebahagiaan, kau tahu bukan? Eunhyuk selalu menginginkan hubungan yang panas. Maksudku, dia ingin hubungan yang lebih dewasa, bukan sekedar sentuhan lembut. Dan di saat Eunhyuk merasa jenuh dengan hubungan kalian, Siwon datang menawarkan apa yang Eunhyuk inginkan"
Donghae mendesah pelan. Kepalanya berdenyut-denyut sakit. "Lanjutkan"
"Setelah Siwon mendapatkan apa yang dia mau dan cukup bersenang-senang dengan tubuh Eunhyuk, Siwon meninggalkan Eunhyuk begitu saja dan kembali pada Kibum. Begitu di campakan oleh Siwon, Eunhyuk sangat terpukul. Dia menyesal telah meninggalkanmu dan menyia-nyiakan kasih sayangmu, dan apakah kau tahu? Dia selalu menyiksa dirinya sendiri dengan tidak makan karena merasa bersalah padamu. Perlahan dia mulai menyadari, bahwa kau sudah menjadi bagian hidupnya dan Eunhyuk tidak bisa hidup dengan benar jika tanpamu. Dia hidup seperti orang lain setelah kau tidak disampingnya lagi. Aku mohon padamu, bantu sahabatku menemukan dirinya kembali. Eunhyuk masih sangat mencintaimu"
Donghae masih belum bersuara dan mengeluarkan komentarnya terhadap penjelasan Sungmin, ia masih mencoba mencerna kalimat Sungmin.
Bukankah semalam dia bilang, dialah yang meninggalkan Siwon?
"Jadi, dia campakan oleh Siwon? Itukah sebabnya sorot matanya berubah menjadi sendu dan penuh kesedihan? Itukah sebabnya dia menangis ketika aku menanyakan soal hubungan mereka? Itukah sebabnya dia pergi ke Gwangju?"
Melihat perubahan ekspresi Donghae, Sungmin menepuk-nepuk pelan pundak Donghae.
"Mungkin tidak seharusnya aku mengatakan hal ini. Tapi, seandainya Siwon tidak pernah merayu Eunhyuk, seandainya Eunhyuk bersabar sedikit lagi, mungkin hubungan kalian tidak akan seperti ini. Aku bukannya menyuruhmu meninggalkan Sehun demi Eunhyuk, tapi pikirkanlah sekali lagi. Hidup Eunhyuk mungkin akan hancur jika kau benar-benar melepaskannya"
Donghae berdecih, kemudian ia melepaskan rangkulan Sungmin dengan kasar. "Apa kau tidak merasa pernyataanmu barusan itu egois? Eunhyuk yang meninggalkanku, dia sendiri yang membuat dirinya hancur, dia sendiri yang menolak untuk kulindungi, dia sendiri yang memilih Siwon! Kenapa aku harus meninggalkan Sehun demi laki-laki yang sudah menyakitiku? Kenapa? Beri aku sebuah alasan!"
Donghae terisak, tidak seharusnya Donghae begini. Tapi airmatanya tumpah begitu saja tanpa bisa ia kontrol.
"Karena kau sudah bersumpah padanya akan menuruti semua perintahnya. Dan jangan lupa, Eunhyuk adalah bagian hidupmu, begitupun sebaliknya. Dan jauh di dalam lubuk hati kalian, aku yakin kalian masih saling mencintai dan saling membutuhkan!"
.
.
Donghae mengusap wajahnya dengan kasar. Sungmin sudah pergi sejak sepuluh menit yang lalu, tapi pernyataannya terus terngiang-ngiang ditelinganya.
Saling membutuhkan?
Ya, memang benar. Donghae memang selalu membutuhkan Eunhyuk yang selalu memilihkan dasi untuknya sebelum berangkat kerja, membutuhkan Eunhyuk yang selalu memasak sarapan untuknya, membutuhkan Eunhyuk untuk menemaninya makan, membutuhkan senyum Eunhyuk saat ia lelah sepulang kerja. Donghae akui, Eunhyuk memang lebih baik dari Sehun dalam hal mengurusi hidupnya. Apa yang biasa Eunhyuk lakukan dulu, tidak pernah Sehun lakukan. Sehun lebih suka bermain dengan teman-teman kuliahnya daripada menemaninya makan siang, Sehun lebih suka berbelanja bersama teman-temannya daripada menunggu Donghae pulang kerja.
Tapi, Donghae tidak membutuhkan semua itu lagi saat Eunhyuk memutuskan untuk meninggalkannya. Donghae sudah berusaha membiasakan diri untuk melakukan semuanya sendiri meski kerap kali ia memanggil nama Eunhyuk tanpa disadarinya.
Donghae memang tidak membenci Eunhyuk, tapi bukan berarti Donghae harus meninggalkan Sehun karena alasan 'masih saling mencintai'. Bukankah itu tidak terlalu egois? Kenapa Donghae harus memikirkan bagaimana perasaan Eunhyuk di saat Sehun—yang sekarang menjadi kekasihnya—mungkin merasa tersakiti. Kenapa Donghae harus mencemaskan Eunhyuk? Di saat Eunhyuk tidak mencemaskannya sama sekali saat dia meninggalkan Donghae dulu. Konyol sekali, jika sekarang Donghae harus mengejar laki-laki yang sudah mencampakannya.
Memang aku bodoh?
.
.
TBC
ooODEOoo
BIG THANKS TO:
tarrrrraaaa, tutup botol, yesung wife, Bluerissing, WONHAESUNG LOVE, mizukhy yank eny, Polarise437, mrs Lee na, Zhouhee1015, ranigaem1, HAEHYUK IS REAL, ukeHyuk line, hyukmilee, isroie106, han, lee minji elf, LauraRose14, boojoongie, dan para guest juga yg memfavorite dan follow ^^
.
.
untuk Zhouhee1015, maaf ya kl gak dapet feel sm Sehun T_T saya gak ada kepikiran cast lain~ abis di kepala saya cuma ada HaeHyuk...gimana dong? *di sepak* hahahah lagi, kan bagus kl gak dapet feel ._. biar feelnya cuma ke HaeHyuk aja...hihihi makasih ya sayang selalu hadir di kotak review ^^
untuk HAEHYUK IS REAL, sayangku~~ kamu kl review selalu panjang bikin saya seneng dan semangat lanjutin fanfic ini makasih ya ^^ *big hug*
untuk ranigaem1, ih seneng selalu liat kamu review di semua fanfic saya *kecup* makasih ya sayang ^^
NAH DAN UNTUK SEMUA YANG SELALU REVIEW SAYA SELALU UCAPKAN BANYAAAAAAAAAAAAAAKKKKKKKK TERIMAKASIH ^^ *peluk satu2* kkk ^^
oh iya, karena banyak yg minta happy ending saya akan mengikuti kemauan kalian ^^ chapter depan insya allah end. maaf kl ada typo yah~ ^^
chapter ini ternyata aku buat 2 side ^^ setelah tanda ooODEOoo itu donghae side ya ^^ semoga gak bingung hehehe. untuk chapter depan jg kemungkinan saya buat 2 side lg biar cepet kelar ya, lagian kan chapter depan rencana end kkkk ^^
ah, pemberitahuan lagi~ mungkin chapter akhir akan agak lama updatenya...soalnya saya hrs siap-siap utk wedding kakak perempuan saya~ kebetulan saya jd pager betisnya *eh ._. jd gak bisa pegang laptop dan ngetik fanfic ^^
sekian pidato dari saya, semoga kalian suka sama ceritanya, semoga cerita ini gak makin aneh *kaya yg nulisnya* =_= LAST...REVIEW LAGI YA? ^^ maksih kawan2~~ ^^ LOVE YOU ALL! ^^
.
.
With Love,
Milkyta Lee
