Beneath Your Beautiful

Chapter 2

Lee Jong Suk

Kim Woo Bin

JongWoo - JongBin - WooJong - SukBin

Throw back.

Jadwal pertama untuk Jongsuk di hari sibuk itu, photoshoot. Mood Jongsuk belum benar-benar membaik. Dia sebenarnya masih terlalu malas untuk melakukan jadwalnya itu. Moodnya makin memburuk, kata-kata managernya tentang Woobin tadi di mobil terus terngiang di pikiran Jongsuk.

"Selamat datang," seorang wanita terlihat di depan pintu studio, sepertinya ia sudah menunggu dari tadi.

"Maaf, kami terlambat kota Seoul semakin padat," ucap manager Jongsuk.

"Tidak apa-apa, partner photoshoot Jongsuk kali ini juga baru datang kok."

"Partner?" Jongsuk dikagetkan dengan kata-kata wanita itu. "Kau tidak bilang kalau akan ada partner," seru Jongsuk pada managernya dengan mata tajam.

"Aku juga tidak tau, dari awal memang kau seharusnya solo, tapi bagian marketing majalah ini mengajukan seseorang untuk jadi partnermu. Baru kemarin malam aku mendapat kabarnya, kau juga pasti tidak akan keberatan," jawab si manager.

"Tidak keberatan? Apa maksudmu? Kau seharusnya memberitauku setiap detail pekerjaan," seru Jongsuk keberatan.

"Maaf, ini juga salah kami, mohon maaf dimaklumi, kamilah yang salah, mohon maafkan kami," ucap wanita tadi, sekarang tubunhnya sudah membungkuk, gesture untuk orang meminta maaf.

Jongsuk merasa tidak enak dengan wanita didepannya ini, akhirnya ia menurunkan egonya. Lagipula tadi si manager sial ini juga sudah bilang kalau aku takkan keberatan, siapa pasangan photoshootku?

"Yasudahlah, ayo masuk," Jongsukpun melangkahkan kakinya, diikuti dua wanita itu dibelakang.

"Konsep photo kita kali ini simple, backgroundnya juga simple, kau hanya perlu tersenyum dan berpose baik, temanya namja ramah," ucap si wanita tadi.

"Namja ramah? Tema macam apa itu?" Gumam Jongsuk.

Si wanita berjalan menuju deretan baju disana. Baju dan celana yang tidak bermotif, ada banyak sweater disana. Si wanita itu kembali menghampiri Jongsuk dengan membawa sweater biru dan celana berwarna kaki, juga sepatu untuk Jongsuk, "Nah ini pakaianmu, silahkan tempat berganti ada disebelah sana," ucap si wanita sambil mengarahkan tangannya ke sebelah kanan menunjukan arah tempat berganti itu.

"Terima kasih," Jongsuk lalu menuju ke arah yang ditunjukan sang wanita. Belum sempat Jongsuk menyentuh ganggang pintu. Dari dalam ruangan tersebut ada seseorang yang membuka pintunya.

Kedua insan itu terkejut.

"Jongsukk.. Kau sudah datang," seru seseorang dibalik pintu.

Terlihat seorang namja tinggi, berpakaian sweater yang sama dengannya namun warnanya lebih gelap, dengan celana panjang ketat abu-abu, dan sepatu yang sama dengannya. Dia begitu terlihat manly, dengan baju simple yang ia kenakan. Tampanyaaa..

"Woobin, kau disini?"

"Iya, aku kan partner photo mu," jelas Woobin. "Cepatlah berganti, aku sudah selesai"

"Oo.. Arraseo" jawab Jongsuk.

Woobinpun keluar berjalan menuju meja tata rias. Jongsuk kini sudah berada didalam ruang ganti, mengunci pintunya dan mendesah.

"Huftt.. Itu Woobin, Woobin ada disini," Jongsuk masih shock ternyata Woobin yang jadi partner photoshootnya. Ia sangat tidak menyangkanya, berpikiran Woobin bakal berada satu frame di majalahpun tidak. Jongsukpun cepat-cepat mengganti pakaiannya.

...

"Jongsukk shhii, cepat kesini," seru Woobin melihat siapa yang baru keluar dari ruang ganti itu.

"Kau datang jam berapa?" Tanya Jongsuk.

"Yahh belum lama sebelum kau datang, aku langsung berganti begitu sampai."

"Ouu.." Jongsuk duduk di sebelah Woobin. Dengan segera para penata rias menghampiri Jongsuk dan siap mendandaninya.

"Aku tidak tau kalau kau yang jadi partnerku."

"Aku juga baru dikabarkan kemarin lusa, begitu aku mendengar namamu aku langsung menyetujuinya."

"Ne? Waeyo?"

"Memangnya kau tidak mau?"

"Ehh,.. Aku senang sih kau ada disini," jawab Jongsuk. "Moodku benar-benar tidak baik dalam perjalanan kesini, si wanita itu benar-benar membuat mood ku turun.

"Managermu?"

"Hengg"

"Haha.. Apa lagi yang kalian permasalahkan?"

"Berita tentang kita," jawab Jongsuk.

Wajah riang Woobin seolah padam. Woobin tau agency Jongsuk sangat benci dengannya. Mereka menganggap agency Woobin sebagai saingan.

Tekk~

Woobin menggapai tangan Jongsuk disampingnya itu. "Tenang, aku kan mood booster mu, kita akan tunjukan, kalau kita bersama kita akan bisa melakukan apapun."

Ucapan Woobin benar-benar membuat jantung Jongsuk berdetak cepat dan kencang.
Namun memang benar, Woobin adalah mood boosternya Jongsuk. Wajah Jongsuk seolah bersinar, "ne!" Seru Jongsuk tersenyum sambil menganggukan kepalanya.

...

Cklekk.. Brettt.. Syuuuu..
Cklekk.. Brettt.. Syuuuu..

Kira-kira ya begitu suara kameranya. (Lol, author ngakak sendiri).

JongBin bersama-sama berpose. Tidak ada ketegangan diantara mereka. Semua berjalan sangat natural, senyum manis mereka benar-benar melelehkan hati, bahkan hati sang photographer, editor dan para staff disana.

"Yap, yang pertama selesai. Next konsep yang kedua." Seru sang photographer.

"Kalian akan menggunakan tuxedo lengkap, kali ini akan lebih manly dan tajam," ucap si wanita.

"Jongsukki.. Ayo ganti baju bersama," ucap Woobin seraya menarik tangan Jongsuk. Alih-alih yang diambil tangannya itu tak tau harus berkata apa. Merekapun segera berjalan menuju ruang ganti.

...

Suara kamera kembali berbunyi.

Woobin terlihat sangat tampan. Dengan tuxedo yang ia kenakan, matanya menatap tajam langsung ke arah kamera. Rambutnya tertata kebelakang. Sungguh mempesona melelhkan hati. Sedangkan disebelahnya, Jongsuk yang wajahnya lebih ramah juga tidak kalah tampannya. Tuxedonya benar-benar pas ditubuhnya, membuat gesture yang seperti agak manja namun manly pada tubuh Woobin.

"Luar biasaa, its a wrap yorobeun," ucap sang photographer.

Jongsuk dan Woobin pun membungkukkan badannya, mengucapkan terima kasih. Begitu juga para staff, juga membalas ramah tamah Jongsuk dan Woobin.

"Kau kemana setelah ini?"

"Shooting," balas Jongsuk lalu menelan air minumnya.

"Besok?"

"Besok aku ada shooting film, dengan Yuri SNSD."

"Lalu kapan kau ada waktu? Ayolahh temani aku," rengek Woobin.

"Hmm.. Besok setelah shooting saja, aku ke apartemenmu? Besoknya kan ada shooting bersama."

"Ide bagus, janji yaa.."

"Tentuu.."

...

Beberapa hari kemudian Jongsuk dan Woobin kembali bersama. Shooting sebuah variety show ternama menunggu mereka. RunningMan!

"Jonggiiee.. Ayo bangun," Woobin berusaha membangunkan Jongsuk. Tadi malam setelah Jongsuk shooting filmnya, Woobin datang menjemputnya di tempat Shooting. Merekapun makan bersama malamnya. Yuri dan Seo Inguk pun ikut dengan mereka. Mereka benar-benar menikmati malam itu sampai larut malam.

Kini Jongsuk masih terkapar di kasur Woobin. Woobin yang tidak sabar segera menarik Jongsuk turun dari tempat tidur. Woobin masih mengemut gosok giginya. Ia pun kembali ke kamar mandi setelah sukses membuat Jongsuk turun dari tempat tidur.

"Ayoo.. Mandi!" Seru Woobin pada Jongsuk, "bahkan aku sudah selesai mandi, dan kau baru bangun."

"Engg.. Mianhaee.." Jongsuk menggosok matanya sangaatt lucu, membuat kupu-kupu di dalam perut Woobin mengelitik.

"Aigooo.." Woobin mencubit kedua pipi Jongsuk. "Aku akan membuat sarapan, lalu kita berangkat, arra?"

"Enggg.."

...

Setelah beberapa menit.

"Woobinn-aaa apa yang harus aku pakaii?" Seru Jongsuk.

Jongsuk keluar dari kamar, hanya mengenakan handuk. Mereka benar-benar lupa, tidak ada pakaian yang Jongsuk bawa untuk persiapan.

"Tunggu!" Seru Woobin lalu meninggalkan masakan penekuknya. Ia pun masuk kedalam kamar, membimbing Jongsuk ke tempat tidurnya. Sementara Jongsuk duduk, Woobin mencari pakian yang pas. "Nihh, pakai dulu celana dalamnya," Woobin melempar celana dalam biru ke arah Jongsuk.

"Apa semua celana dalammu berwarna biru?" Tanya Jongsuk sambil mengamati celana dalam itu.

"Kau lebih pendek dari ku kan Jongsukii?"

"Tidak banyak, hanya 1-2 cm, jangan merendahkan aku begitu dong," ucap Jongsuk sambil memasang muka agak kesal.

"Nih, sepertinya cocok denganmu." Woobin mengeluarkan kemeja yang paternnya sama dengan yang ia kenakan.

"Ne? Kau ada dua?"

"Iya, aku salah membeli ukuran waktu itu, beda tipis sih, cuman aku tidak mau memakai baju yang terlalu pas, karena aku suka maka aku beli lagi."

"Appa tidak masalah kita menggunakan baju kembar?"

"Bukankah ini akan jadi hal yang sangat lucu?"

"Kauuu ini," Jongsuk tidak mengerti apa yang dipikirkan Woobin. Namun kemeja ini sangat bagus, warna biru pastel dan putih menjadi warna yang besenandung di kemeja itu.

"Nih, pakai celana ini saja," ucap Woobin.

"Ehh, woonie, bau gosong apa ini?"

"Nee? Makanankuu!" Woobin berseru segera berlari keluar. Jongsukpun memasang muka datar, namun ia tersenyum melihat tingkah laku sahabatnya itu, "gyeoo.." Gumamnya.

...

"Kalian akan jadi special guest, ppara member runningman tidak tau kalau kalian adalah guestnya," ucap sang PD runningman.

"Baiklahh.." Ucap keduanya.

Shooting variety show bersama mereka pun akhirnya berlangsung seru. Aktivitas diantara mereka membuat Jongsuk dan Woobin semakin dekat. Sudah lama sekali sejak JongBin terakhir berlari-lari bersembunyi seperti ini. Juga ada segmen dimana mereka bermain di kolam renang. Walaupun sangat melelahkan, namun ini salah satu hal terbaik yang pernah mereka lakukan bersama.

Setelah shooting Runningman berakhir setiap artis pun bersiap-siap membereskan tubuh mereka. Malam itu mereka berencana untuk makan bersama dengan para member runningman.

"Yaa.. Kita rayakan malam ini, kajjaaa!" teriak Haha..

"Kajjjaaaa..." Seru yang lainnya serempak.

Acara makan malam itupun berlangsung seru. Adegan bromance pun hadir diantara mereka. Woobin benar-benar menjaga Jongsuk. Mengambil daging dan lauk untuk Jongsuk. Membersihkan sendok-garpu Jongsuk. Mengelap bibir Jongsuk yang cemongan.

"Yaaa.. Jongsuk dan Woobin sangat dekat sekali," ujar Jaesuk.

"yaa.. Banyak kabar tentang kalian," tambah Jongkook.

"Apakah kalian saudara?" tanya Jihyo.

"Tidak, tapi kami teman lama, bahkan sebelum debut," jawab Woobin.

"Yaaahh.. Kalian benar-benar hebat. Kalian top actors sekarang." kata Gary berkomentar.

"Ahh tidakk Gary hyung, kami masih rookie," jawab Woobin. Jongsukpun hanya tersenyum mendengar jawaban Woobin yang rendah hati itu.

"Aku iri dengan mereka, mereka benar-benar terlihat sangat dekat," ucap Jonghyun.

"Yaa.. Memangnya teman CN Blue mu tidak ada yang dekat denganmu?" Tanya Jaesuk.

"Ada, tapi Jongsuk dan Woobin seperti jodoh," ujar Jonghyun lagi.

"Yakk! Apa maksudmu?" tanya Jongkook.

"Tidakk, maksudku baikk.." ucap Jonghyun jadi malah ketakutan.

"Aigoo.. Poor Jonghyunn," kata Jihyo berkomentar.

...

Keesokan harinya,

"Yaa.. Kita sudah bersama hot stars, Lee Jong Suk dan Kim Woo Bin, nee.. Anyeonghaseyo."

"Anyeonghaseyo," ujar kedua hot stars itu.

"Bagaimana dengan kesibukan kalian? Apakah kalian akan bermain drama lagi bersama setelah school 2013?"

"Aku sangat senang bisa bermain drama dengan Jongsuk, mungkin bila ada kesempatan, aku harap bisa berakting kembali dengan Jongsuk." Jawab Woobin.

"Iya, aku akan bermain film baru, dan masih ada kesibukan drama, sedangkan Woobin juga akan syuting film baru," jelas Jongsuk.

"Sekarang ini banyak sekali yang memakai kalian sebagain model CF dan majalah, menurut kalian, kenapa mereka memakai kalian?" Tanya sang MC lagi.

"Mungkin karena kami terlihat dekat," jawab Jongsuk.

"Apa benar kalian .. Enggg.. Bersama, engg.. Berpacaran?" Tanya si MC blak-blakan.

"Ahh, itu terlalu berlebihan," jawab Jongsuk santai.

"Bagaimana kalian bisa bersama?"

"Kami teman bahkan sebelum debut, kami adalah teman model dahulu sebelum berakting, kemudian kami bermain bersama di school 2013 dan kamipun semakin dekat," jawab Jongsuk.

"Apa kalian menyesal bila kalian tidak pernah bertemu," tanya MC.

"Ahh, kalau aku, mungkin aku tidak akann.." Belum selesai Jongsuk menjawab, Woobin sudah memukulnya seakan Woobin tau jawaban Jongsuk. Jongsukpun tertawa, tersenyum melihat kelakuan Woobin.

"Kalau aku pasti akan menyesal," jawab Woobin.

"Jadi apakah kau menyukai Jongsuk?"

"Tentu, aku menyukai dirinya, dia teman dan sahabatku."

Jongsuk tersenyum mendengarnya, entah mengapa dia jadi blushing, hihii..

Hari itu hujan, untung saja shooting tadi sudah selesai. Jongsuk dan Woobin bisa beristirahat sekarang, tidak perlu menunggu hujan untuk shooting kembali.

"Kita janji mau dinner kan Jongsuk,"

"Engg.." Jawab Jongsuk.

"Aku akan mengantarmu pulang, berisaplah jam 7 aku akan menjemputmu."

"Arraseoo.."

"Anyeong,"

Setelah memastikan Jongsuk masuk apartemennya dengan aman. Suara gas mobil Woobin terdengar. Mobil Woobinpun melesat berjalan cepat.

...

Suasana restauran itu sangat klasik. Dekorasi romantis eropa sangat terasa disana. Lagu romantisun bersenandung memenuhi ruangan. Hari itu restauran tersebut tidak terlalu ramai, mengingat hari itu adalah hari kerja. Tertanggal 2 Juni 2013.

Woobin berjalan dan menarik kursi untuk Jongsuk duduk. "Silahkann.."

Jongsuk agak terkejut dengan kelakuan Woobin padanya, tidakkah ini terlalu berlebihan?

"Kau mau pesan apa?"

"Aku tak tau, aku ikutin kau saja, kan kau yang mengajakku." Jawab Jongsuk.

"Baiklah kalau begitu," Woobinpun menhentakan jari-jarinya ke atas, tak lama kemudian munculah para waiter datang membawa nampan, wine mewah serta hidangan bintang lima.

"Uoo.. Cepat sekali," komentar Jongsuk.

Kejutan belum berhenti disitu, tiba-tiba para pemain musik datang. Mereka memainkan biola, dan musik akustik lainnya.

Jongsuk berusaha mendengar lantunan lagu itu secara seksama, sepertinya dia pernah mendengar lagu ini 'I think I wanna marry youu.." lirik lagu Bruno Mars terdengar dalam otak Jongsuk, sangat cocok! Namun lantunan lagu yang dimainkan orang-orang ini lebih klasik.

Jongsuk dan Woobin pun menikmati hidangan mereka, mereka saling berbincang bersama. Sampai akhirnya di hidangan penutup.

"Hidangan penutup spesial kita, cheese souffle cake, silahkan dinikmati," waiter tesebut menaruh mangkuk lucu itu dihadapan mereka.

"Ne? Hanya satu? Tapi ukurannya cukup besar," ucap Jongsuk berkomentar.

"Iya, aku sengaja memesannya, makanlah duluan, aku ingin ketoilet dulu." ujar Woobin. Woobinpun berjalan meninggalkan Jongsuk.

Jongsuk mengambil sendoknya, ia memotong sedikit bagian luar kue itu. Hmmm.. Cheese, kesukaannya. Tekturnya sangat lembut, dan kue ini sangat enak, benar-benar bintang lima.

Disaat Jongsuk sedang menikmati kuenya tiba-tiba seluruh lampu restauran mati.

"Ne?" Jongsuk terkejut.

Jongsuk dapat mendengar banyak suara langkah kaki orang disekitarnya.

"Jogyoo.." ucap Jongsuk, "kenapa lampunya mati? Apa ada orang disana?"

Namun tak ada jawaban. Jongsukpun panik, ia segera mengeluarkan hp dan menghubungi Woobin.

Drrtt-drrtt.. ~

"Ne?" Sial benar Jongsuk saat itu, hp Woobin ada di atas meja. Woobin meninggalkan hpnya.

Jongsuk benar-benar tidak tau apa yang terjadi, dia panik!

kleekkk..~ lampu restauran kembali menyala.

Refleks mata Jongsuk menutup, kemudian perlahan membuka matanya. Matanya belum melihat jelas, ia masih berusaha menyesuaikan cahaya yang masuk ke matanya.

"Saranghaeyoo Lee Jong Suk!" terdengar banyak suara di depan Jongsuk dan menyebutkan satu kalimat yang sama.

Jongsuk terkejut melihat ada papan disana yang dihiasi bunga. Kini disekelilingnya juga sudah banyak bunga berderet mengelilinginya.

"Ne?"

Tiba-tiba keluar sosok namja dari balik papan itu.

"Kim Woobin Love Lee Jongsuk," kembali orang-orang itu berteriak seiring munculnya seseorang namja itu.

"Jongsuk-aa! Naeneunn jinjaa, jeongmal LeeJongSuk! Saranghae!" Namja itu berteriak sambil menaruh kedua tangannya di samping mulutnya.

Namja itu lalu menghampiri Jongsuk, membawa balon berwarna putih.

"Jongsuk, aku benar-benar mencintaimu, tidak hanya sebatas teman, tapi aku rasa aku mencintaimu lebih dari teman, aku ingin hidu bersamamu, dan ini adalah langkah paling awal untuk memulainya. Aku mencintaimu! Jadilah kekasihku!"

Jongsuk benar-benar shock. Dia tidak akan pernah menyangka akan terjadi sesuatu seperti ini padanya. Ia segera berpikir cepat, ia merasakan dirinya sangat bahagaia. Dia menutup mulutnya, air mata keluar dari matanya. Jongsuk lalu melepaskan pelukannya kepada Woobin. Seakan sudah lama sekali Jongsuk menginginkan hal ini. "Nadoo saranghae,.."

"WOOOOO" para pelayan pun bersorak melihat couple baru ini.

"Jongsuk, aku sudah membeli apartemen baru, kita akan pindah kesana , ne?"

"Apapun yang kau mauu.."

Adegan pernyataan cinta itupun ditutup dengan ciuman manis nan mesra coule baru itu.

Ini ceritanya nyambung sama pas di chapter 1 yang Jongsuk bete di mobil karena managernya, dan kemudian lanjutan kisah ini itu juga di chapter 1 yang pas Jongsuk baru pulang ke apartemen.

Kalo readers liat, angka password apartnya JongBin itu tanggal jadian mereka, wkwk.

Ehh readers, mending dilanjutin atau nggak?

Thanks For Reading,
Leave Your Comment.