Beneath Your Beautiful

Chapter 3

Lee Jong Suk

Kim Woo Bin

JongWoo - JongBin - WooJong - SukBin

Hai Readers, karena banyak permintaan untuk ff JonBin ini dilanjutkan, maka SamKang ngelanjutin nih ceritanya, walaupun author juga bingung mau bikin cerita apa. Author si taku nantinya bakal aneh. Tapi chapter kali ini adalah awal baru lagi, cerita akan dimulai dari kisah Woobin dikeseharian dia, nanti mungkin author juga bakal lompat-lompat maju mundur ceritanya. Jadi ikutin dan baca baik-baik ya ceritanya.. yang kali ini agak pendek, karena ntar mau memantapkan ide dulu, hehe..

Terus ini juga udah di upgrade, author nulis se-sastra mungkin keke.. mian kalo ada typo..

enjoy^^


Sayup-sayup gema suara alarm menyirami ketenangan sebuah apartemen di kawasan Pyeongchang-dong. Uraian rambut hitam masih tergelai di atas bantal putih empuk di atas sana. Sedangkan di balik jendela terlihat matahari mulai memperlihatkan sinarnya.

Seorang namja perlahan membuka matanya. Ia mengerjap-ngerjapkan matanya, berusaha untuk menyesuaikan cahaya yang masuk. Kini kedua kelopak mata itu telah terbuka sempurna, memperlihatkan bentuk mata yang tajam.

Namja itu lalu menoleh ke arah samping kirinya, meraba-raba sisi tempat tidur disebelahnya itu. Sepertinya namja yang harusnya tidur bersamanya itu belum pulang.

drrttt.. drrttt..

Ponselnya bergetar..
Namja tadi dengan malasnya meraih lemari meja di sebelah sisi lainnya. Ia membuka kunci ponselnya, dan keluarlah sederet isi pesan yang ia tinggalkan dari malam kemarin sampai saat itu.

-
Pesan Masuk (4)

just now.. 7.02 AM KST
from: Bo Kyung Manager
Yakk! Kim Woobin bersiaplah! jadwal hari ini:
1. Photoshoot jam
2. M Countdown MC jam

6 hours ago 1.15 AM KST
from: Jongsuk ~
Sepertinya memang sudah tidur, aku baru akan berangkat. Balas aku ketika kau bangun, saranghae..

7 hours ago 00.45 AM KST
from: Jongsuk ~
Yeoboo.. Yakk! Kau sudah tidur ya ? :(

7 hours ago 00.30 AM KST
from: Jongsuk ~
Penerbangannya terlambat, aku harus menunggu sekitar satu jam lagi :( tenang aku sudah makan kok. Bahkan tadi aku harus makan di dapur belakang restauran lagi karena sangking banyaknya fans membuat keributan..ㅋㅋㅋ...

Woobin tersenyum melihat isi pesan di ponselnya itu. Bibirnya memanjang dan melebar. Bukan karena pesan manager itu ia tersenyum, namun karena pesan dari Jongsuk, namjanya itu...

Woobin menyentuhkan jarinya ke layar touch di ponselnya itu. Tulisan 'reply' disana menjadi pilihannya untuk merespon pesan masuk itu.

Dengan senyum yang masih terpajang disana, ditambah dengan sedikit cekikik, dan rasa menggelitik, Woobin membalas pesan Jongsuk.

Reply
To: Jongsuk ~

Yeoboo.. Mianhae.. Semalam aku sudah ketiduran. Tapi itu tidak membuat rasa cintamu padaku hilangkan? ㅋㅋㅋ... Ne? Kau makan apa? Kenapa bisa sampai begitu? Sudahku bilangkan jangan jadi terlalu terkenal ㅋㅋㅋ... Beogoo sippoo.. Kapan kau kesini, hari ini aku ada photoshoot dan M Countdown, kau datang ya, ne? Saranghaeee... Chu~

Sending...

Message sent!

Woobin lalu tidak mengecek kembali pesan managernya itu. Ia sudah terlalu rindu dengan Jongsuk. Pasalnya, sejak kemarin Jongsuk sibuk syuting film barunya. Ada Yuri SNSD yang bekerja dengannya dalam film itu yang membuat Woobin cemburu. Ditambah lagi ada seorang pria keren dan tampan juga si Seo In Guk itu. Kemarin sempat-sempatnya Jongsuk dan Inguk photoshoot bareng. Mau bagaimana lagi, meskipun dalam hati, otak, bahkan seluruh tubuh Woobin panas mengetahui itu, tapi ini adalah bagian dari pekerjaan. Pekerjaan sebagai entertainer, actor, kadang sangat nikmat, namun juga sangat menjengkelkan.

Hal menjengkelkan? Asal kau tau saja, sejak kemarin, karena popularitas Jongsuk, namja itu harus makan sembunyi-bunyi. Waktu itu sehabis shooting, Jongsuk sangat kelaparan, sedangkan makanan sudah tidak tersedia di lokasi shooting. Manager Jongsuk, si perempuan cerewet itu sedang sakit, dan tidak bisa menjaga Jongsuk untuk pergi shooting. Seseorang ditempatkan agency nya untuk menemani Jongsuk. Namun entah bagaimana Jongsuk kabur dari pengawasan manager pengganti itu. Bermodalkan topi, syal, kaca mata hitam, dan jacket abu-abu, Jongsuk keluar berjalan di tempat umum. Namun cara berpakian Jongsuk itu malah menarik banyak perhatian orang. Sampai pada saat seorang gadis muda yang mengenal sosok itu dan berteriak "Jongsukk! Itu Lee Jong Suk!" Sambil menunjuk kearahnya. Mau bagaimana lagi? Jongsuk yang panik tentu langsung lari dan kabur. Adegan kejar-kejaran terus berlangsung. Semakin lama, semakin banyak orang yang berkumpul mengejar Jongsuk. Baru pertama
kali sejak 4 tahun terakhir Jongsuk merasakan kakinya sangat sakit ketika berlari. Namun, memang dasar lelaki berkaki panjang, Jongsukpun dapat berlari cepat dan menghindari kerumunan ameoba itu. Ia bersembunyi di balik gedung belakang restauran dan masuk ke dalam restauran lewat pintu belakang.

Saat Jongsuk masuk, ia segera menutup pintu dan mengambil oksigen sebanyak-banyaknya. Hembusan nafasnya sangat berat dan terburu-buru. Namun, Jongsuk hanya menimbulkan kerumunan baru. Sekelomok orang berbaju putih dengan topi mencuat keatas sudah berdiri melingkar menatap dirinya. Dapur.. Jongsuk ada di dapur sebuah restauran. Para koki wanitapun segera berteriak kacau. Bukan karena ketakutan, namun Jongsuk! Lee Jongsuk si rising star ada disana, di dapur.. Dapur?

Setelah sedikit negosiasi, akhirnya Jongsuk bisa makan tenang. Walaupun tidak begitu nyaman seperti biasanya. Makanan memang lezat, namun ia harus makan di dapur itu. Tanpa penjagaan dari managernya, Jongsuk tidak bisa asal pergi ke tempat umum. Kalau makan di depan pasti akan banyak kerumunan lagi. Jongsukpun menikmati makanannya di meja dapur, dengan sederet wanita koki muda yang duduk di depannya berjajar menatapinya menyantap masakan mereka. Saat Jongsuk ingin membayar, para koki muda itu menolak uang Jongsuk, mereka bilang katanya itu gratis karena Jongsuk sudah mau ditatap dalam jarak dekat saat ia makan tadi. Jongsuk akhirnya menelepon managernya untuk datang menjemput.

Setelah ia pulang, Jongsuk menceritakan semuanya ada Woobin. Kini Woobinpun terus terbahak mengingat dan membayangkan cerita Jongsuk waktu itu.

Selesai membalas, Woobin segera beranjak dari tempat tidurnya. Ia berjalan menulusuri jalan menuju kamar mandi. Ia menatap dirinya sendiri di depan kaca. Wajah yang terlihat sangar, mata tajam, bibir merah, rambut hitam dan perawakan yang tinggi terpampang didepannya. Woobin bingung kenapa banyak orang yang memuja ketampanannya. Menurutnya dirinya tidak setampan seperti yang diucapkan banyak orang. Ia agak kesal dengan wajahnya yang kurang 'friendly'. Waktu interview salah satu majalah juga ia sudah mengungkapkannya. Menurutnya wajah Jongsuk jauh lebih tampan dan cantik. Wajah yang selalu mendebarkan hati Woobin.

Woobin sudah mengenal Jongsuk lama. Bahkan sebelum mereka dikenal sebagai actor. Mereka adalah teman model bersama. Yahh.. Kenangan indah yang sangat ia rindukan, modeling, namun Woobin tidak akan menyesal dengan keadaannya sekarang. Hidupnya kini sudah berubah, jauh dan jauhh lebih baik. Ia lalu mengambil sikat gigi dan pastanya. Mengeluarkan pasta ke atas sikat dan mulai menggosok, membersihkan deretan rapih gigi putihnya.

Seselesainya, Woobin memeriksa kembali ponselnya, menunggu jawaban dari Jongsuk, namun masih tidak ada notification yang muncul. Woobin lalu mengganti profile sound nya dari hanya getar menjadi bunyi keras. Woobin lalu meninggalkan ponselnya, ia menaruhnya di westafel dekat tempat shower dimana ia akan mandi. Ia mengambil handuknya yang berwarna navy blue. Ada tulisan 종숙 (Jongsuk) di bagian bawah handuk itu. Ini adalah handuk couplenya, dan ini bukan milik Jongsuk, namun milik Woobin. Sedangkan handuk yang sering dibawa dan dipakai Jongsuk mandi adalah handuk berwarna merah maroon yang bagian bawahnya tertulis hangul nama dirinya 'Woobin'.

Woobin naik ke bathupnya dan menggeser keran airnya. Tetesan air menghujani wajahnya deras. Mandi pagi hari memang sangat menyegarkan. Terdengar suara lagu di kamar mandi itu, lagu Maroon 5 sunday morning berkolaborasi dengan suara derasnya shower kamar mandi. Sengaja pasangan JongBin ini menambahkan feature speaker di dalam kamar mandi mereka. Segera Woobin menyabuni rambut dan seluruh badannya. Dada yang bidang, perut yang berlembah, bagian junior kebanggannya, dan sampai kaki kekarnya. Sungguh pemandangan yang indah kalo para readers bisa ngintip dari balik pintu kamar mandinya. Namun pintu kamar mandi itu tak tertutup, maklum, diapartemennya hanya ada dirinya sendiri, jadi tidak tertutup juga tidak apa-apa kan? Hayoo.. readers pada bayangin apa ? Anyway..

Woobin mengambil handuknya, membersihkan dan mengeringkan setiap inci tubuhnya. Mengeringkan rambutnya dan lalu melingkarkan handuknya dipinggangnya. Woobin menatap ke arah jendela, pemandangan kota yang sangat indah.
"Tengg..Nengg..Nengg..Nengg.." suara ponselnya berbunyi. Woobin segera berjalan mengambil ponselnya dan tak sabar melihat pesan itu.

from: Bo Kyung Manager

Jadwal photoshoot dipercepat, aku akan ketempatmu sekarang! Kau sudah harus siap!

Wajah Woobin langsung berubah data. Pesan Jongsuklah yang ia harapakan, namun kenapa manager itu terus yang mengirimnya pesan, ditambah lagi si manager mengabarkan kabar buruk, sungguh menjengkelkan. Woobin lalu melepaskan handuk yang ia kenakan, lalu menaruhnya di tempat gantungan handuk. Ia kemudian berjalan menuju tempat tidur dan membaringkan dirinya di sana. Menekukkan tubuh telanjangnya dan berguling mengambil selimutnya untuk menutupi tubuhnya.

Jongsukk.. Jongsukk.. Jongsuk..
Hanya itu yang ada dipikirannya. Ia menatap ponselnya, menatapnya lekat-lekat, dan berharap ada pesan lagi yang masuk. Lima menit.. Sepuluh menit.. masih tidak terdengar suara bunyi atau getaran dari ponselnya. Woobin yang tidak sabaranpun segera menekan kotak Write Message disana..

To: Jongsuk ~

Yeoboo.. Kau dimana? Balaslah pesanku ini, aku merindukanmu, aku akan segera bersiap ke photoshoot sekarang, segera kabari aku.. Saranghaee..

Muncul sebuah tulisan
Sendingg...

"Message sent !"

Woobin menaruh kembali ponselnya, ia segera berjalan menuju tempat lemari bajunya berada. Woobin lalu membuka suatu pintu yang kini berada di depannya. Begitu terbuka, terlihat seperti ruangan kecil yang tiap sisi dindingnya dipenuhi gantungan baju-baju milik Woobin dan Jongsuk. Ada lemari juga disana yang menjadi tempat menyimpan baju-baju mereka. Woobin mengambil kemeja berwarna pastel polos, serta celana panjang putih, dan ikat pinggang kesukaanya. Ia segera mengenakan pakainnya itu. Baru ia selesai mengunci ikat pinggangnya, suara bunyi ponsel kembali terdengar.

Wajah Woobin langsung berubah, seakan ada matahari yang menempel pada wajahnya, Jongsuk! Pikirnya.. Woobin segera berlari ke tempat tidur yang jaraknya dekat itu lalu melemparkan tubuhnya ke atas tempat tidur dan meraih ponselnya yang tergeletak di ujung tempat tidurnya itu.

New Message !

Woobin segera men-slide hp nya..

from: Bo Kyung Manager

Aku sudah sampai, cepat turun.

Yakkk.. Hati Woobin seakan ingin berteriak, memaki manager hyungnya ini. "Tidak bisakah kau berhenti mengirim pesan?! Aku ingin Jongsuk! Jongsuk!" Begitu pikiran, dan perasannya saat itu.

Apa boleh buat, kaos kaki dan seatu putih menjadi pelengkap busana Woobin, ditambah dengan kacamata hitam. Woobinpun segera membawa semua keperluannya. Tas pribadi yang ia selalu bawa, ponsel, dompet, dan jam tangan. Woobin segera berjalan menuju pintu keluar apartemennya. Ia mengunci apartemennya dan berjalan menuju lift dan segera turun ke lantai dasar.

'Ting'

Tanda lift sudah mencapai latai dasar, pintunya terbuka. Woobin langsung berjalan melewati hall gedung apartemen itu. Ia berjalan dan melihat So Kyung, perempuan yang bekerja sebagai resepsionis di apartemen itu. Woobin menghampiri dirinya bermaksud menitipkan sesuatu.

"Halo tuan Woobin, ada yang bisa saya bantu?" sapanya..

Wanita ini bertubuh tinggi, ia juga terlihat sangat rapih, dan juga cantik. Tidak heran bila nanti dia di rekrut untuk menjadi model. Namun keberadaannya disini cukup membuat image pekerja disini menjadi image pekerja kelas bintang lima dimana semua pekerjanya cantik dan rapih juga ramah tentunya.

"Yaaa.. Emm.. Bila Jongsuk nanti datang, suruh dia untuk segera meneleponku, dan suruh dia makan es jelly yang aku buat di lemari es, dan.. Kalau bisa tolong kau kabari aku juga bila Jongsuk datang," ucap Woobin terburu-buru.

"Tenang, kau terlalu khawatir tuan, tentu akan saya bantu," jawab wanita itu.

"Baiklah, terima kasih," Woobin memberikan senyum puasnya dan lambaian tangannya. Sebelum ia berpaling, ia dapat melihat So Kyung yang membungkukkan badannya memberi hormat, bintang lima! pikir Woobin dalam hati.

Mobil hitam gelap sudah menunggu Woobin didepan. Kaca yang begitu pekat sampai tidak terlihat apa-apa di dalam sana. Woobin segera masuk kedalam dan manager Bo sudah ada disana bersama si supir setia Ko Kyung.

"Kau lama sekali," ucap manager itu protes.

"Kau yang datang terlalu cepat, tadi katanya jem 1," balas Woobin yang dari tadi memang sudah malas dengan managernya itu.

"Kau ini, kau harus membiasakan diri mulai dari sekarang, jadwal tidak selalu tepat, selalu mudah berubah," ucap si manager itu.

Woobin sudah malas membalas ocehan managernya itu. Bisa-bisa berantem lagi seperti waktu itu disaat Woobin telat karena ia habis menjemput Jongsuk, memang tidak sepenuhnya salah Woobin juga sihh, lagipula siapa suruh jadwalnya berubah terus.

Mobil hitam itu melesat luruss menuju tempat photoshoot Woobin.

'Jongsukk.. Jongsukk.. Dimana kau?'
Terus Woobin memikirkan Jongsuk. Memeriksa ponselnya, memeriksa social media Jongsuk. Memeriksa berita tentang Jongsuk, dan semua yang bisa membuatnya mengetahui apa yang dilakukan Jongsuk sekarang. Woobin sangat gelisah hanya karena Jongsuk tidak membalas pesannya dari tadi. Apa yang terjadi?


Nee... Bagaimana? Readers mungkin bisa kasih ide selanjutnya gimana? apa yang pengen dimasukin? nanti author kembangin ceritanya..

okee..

ohh yaaa.. Author gak ngerti tuh sama yang namanya NCan atau foreplay, dan sbg. apa maksudnya, apa artinya, apa ciricirinya, yahh.. maaf kalo author salahh wkwk...

leave your comment below.

Thanks For Reading

-TBC-