Beneath Your Beautiful

Chapter 3

Lee Jong Suk

Kim Woo Bin

JongWoo - JongBin - WooJong - SukBin

Clickkk.. Klekkk... *bunyi kamera maksudnya*

Bunyi suara kamera terus terdengar sejak tadi. Sudah hampir 3 jam, dan ini adalah sesi foto ke 4.

Berdiri di depang sang fotografer seorang namja bertubuh tinggi yang sedang memberikan pose-pose manly nya.

Semua yang ada di ruangan itu terkagum-kagum dan tidak bisa melepas pandangan mereka dari sosok di depan itu.

Semua pusat perhatian mengarah pada namja itu. Kim Woobin, seorang namja yang terkenal sekarang karena perannya di sebuah drama seri, dan juga seorang model, dan juga seorang kekasih dari namja yang juga sedang sangat hot! Lee Jongsuk.

Kim Woobin terus memberikan pose terbaiknya, menginginkan agar pekerjaannya ini cepat selesai.

"Yaa.. Last takee!"

'Klekkk'

"Selesaiii! Terima kasih semuanya," ucap si fotografer yang dari tadi memberikan arahan dan mengambil gambar dari Kim Woobin.

"Terima kasih, terima kasih semuanya, kalian sudah bekerja keras," ucap Woobin semangat sambil membungkukkan tubuhnya ke berbagai arah. Mengucapkan rasa terima kasihnya kepada para staff pekerja disana.

Woobin segera berjalan dengan langkah cepat ke arah si managernya.

"Mana ponselku?"

"Nih, didalam tas mu,"

Woobin segera mengambil tasnya dari tangan si manager dan mulai menggerohoti isi tas tersebut mencari ponselnya. Dengan segera Jongsuk menyalakan ponselnya. Satu nama yang terus ada dalam benaknya 'Jongsuk. Bayangkan saja, awal bulan kemarin Woobin terlalu sibuk, sampai-sampai ia tidak bisa betermu Jongsuk. Saat Woobin pulang, Jongsuk sedang ada jadwal, giliran Jongsuk di apartemen, si Woobinlah yang harus sibuk mengerjakan jadwalnya. Sudah tiga hari Jongsuk meninggalkan seoul untuk pergi keluar shooting. Jadi total sudah 5 hari mereka tidak bertemu. Entah seberapa besar rasa rindu mereka berdua.

Teng Neng Neng Neng..

Suara ponsel tanda menyala terdengar. Jongsuk memperhatikan ponselnya sangat lekat. Begitu layar muncul, Woobin menunggu, dan masih menunggu. Namun tidak ada notification kalau ada pesan baru yang tiba. Woobin lalu mengecek isi inboxnya, apakah ponselnya error?

Namun hasilnya nihil, tidak ada pesan baru sama sekali. Woobin langsung terduduk lemas di kursi dekatnya. Ia menyenderkan kepalanya dan menggelantungkan tangannya lemas.

"Kenapa? Jongsuk lagi?" Tanya manager Bo Kyung.

"Iya, ia gak ada kabar dari pagi, seharusnya ia sudah sampai di seoul," jawab Woobin lemas.

"Sudahlah, dia kan bukan anak kecil," ucap si manager Bokyung.

"Tapi tetap saja, kau ini tidak mengerti apa," ucap Woobin agak kesal, ia bete karena tidak ada orang yang mengerti keadannya sekarang.

Teng Neng Neng, New Message!

Suara ponsel mengagetkan Woobin. Ia terloncat kaget dari tempat duduknya. Dengan semangat ia membuka isi notification pesan barunya itu.

from: Jongsuk ~

Chagiii.. Maaf aku baru balas. Ponselku lowbatt :( bagaimana photoshootmu? Ehh.. jam brp kau akan ke M Countdown? Aku baru sampai di apartemen kita... Hehe.. Miann Woobinniee..

Rasa senang dan legapun menyelimuti perasaan Woobin. Dengan senyuman yang terus terpajang dibibirnya, Woobin membalas pesan Jongsuk. Melihat kelakuan aneh artisnya itu, manager Bokyungpun menggeleng-gelengkan kepalanya. 'Dasar, anak-anak muda' gumamnya.

To: Jongsuk ~

Jongsukkiiii, aku dari tadi khawatir kau tidak membalasku :' aku baru selesai photoshoot, setelah ini aku akan langsung ke M Countdown, pukul tiga aku sudah harus disana. Karena macet, si Bokyung mau aku jalan sekarang. Jongsukk.. Ayo datanglah ke Mcount :( btw, kau dapat pesan yang ku titipkan ke So Kyung?

Sendinggg...

Message Sent!

Woobin lalu segera mengganti pakaiannya berjalan menuju ruang ganti. Tak lama kemudian bunyi tanda pesan baru terdengar kembali.

from: Jongsuk ~

Baiklah... Aku juga sudah tidak ada jadwal hari ini. Aku akan ke M Count dan melihatmu MC! Hihii.. Aku belum pernah melihatmu MC :p sudahh.. Aku bahkan lagi menyantap es jellymu! Kurang manisss! :p

Woobin kembali nyengir sambil berjalan tanpa melihat arah depan. Ia terlalu terpaku dengan ponselnya sampaii... Dukk!

"Wadawww!"

Woobin menggosok-gosok bagian dahi kepalanya. Ia menubruk pintu ruang ganti, dan membuat dia agak kesakitan. Untuk menutup rasa malu, Woobin segera masuk dan berakting seolah tidak terjadi apa-apa.

Woobin lalu membalas lagi pesan Jongsuk.

To: Jongsuk ~

Memang kau jahatt! Namjamu ini padahal sudah berbangga diri mendapat posisi MC, tapi kau bahkan belum melihatku :p. Terlalu manis itu tidak baik Jongsukk.. Lagipula memangnya kau masih membutuhkan rasa manis? Kupikir ayah dan ibumu itu pemilik pabrik gula, karena kau selalu membuat segala sesuatunya menjadi manis. :p

Gombal ala Indooo...

Sendingg...

Message Sent!

Woobin terus nyengirr hanya karena balas-membalas pesan. Woobin lalu melepskan pakian yang ia kenakan di photoshoot tadi. Melepaskan celana dan dalamnya. Ia kemudian mengenakan pakiannya yang tadi ia pakai saat berangkat dan segera keluar dari kamar ganti.

Teng Neng Neng..

From: Jongsuk ~

Maaf :( aku terlalu sibuk, tapi aku terus mengawasimu kok. Katanya kerjamu sangat bagus, dan kata para idol kau sangat ramah, tentu aku bangga! Hihi.. -_- ayah ibuku bukan pemilik pabrik gula. Kalau aku manis, pasti aku sudah digigiti semut dan serangga. Aku terasa manis hanya karena Kim Woobin, bukan ayah ibuku..

Woobin kembali nyengirr, ia terlalu terpaku ppada ponselnya.

"Yakk! Woobin! Cepat! Jalanan sangat macet!" seru si Bo Kyung manager.

"Arraaseeooo.." balas Woobin yang segera berjalan cepat menuju mobil. Setelah ia masuk kedalam mobil, kembali ia melanjutkan balas-membalas pesan dengan namjanya itu.

To: Jongsuk ~

Sudah sepantasnya kau bangga mendapatkan namja sepertiku! Hehe.. Gomawoo Jongsukiieee.. Choneun jeongmal neomuu saranghaee!

Sendingg...

Message Sent !

"Dari Jongsuk," tanya Bokyung manager.

"Hengg.." angguk Woobin tanpa menatap balik managernya itu.

"Dasar, bahkan cinta bisa mengubah orang berwajah seram ini menjadi seperti anak kecil," ucap si manager.

Woobin lalu menoleh ke arah managernya. "Dasar, tua yang belom merasakan cinta, awas kalau sampai kelakuanmu sepertiku. Aku jamin kau pasti lebih parah," ucapnya.

"Tidak, tidak akan," ucap si manager.

"Hyung, umurmu ini sudah lanjut, kau hampir 30 hyungg! Kau terlalu sibuk bekerja. Kau juga harus mencari jodoh. Akan kuperkenalkan kau dengan So Kyung pekerja di apartemenku," ucap Woobin.

"Sirroo! Tidak perlu, lebih baik aku mencari sendiri dari pada mengikuti saranmu," tolak manager itu blak-blakan.

"Aisshhh.. Manager satu ini, yasudah kalau tak mau, kau akan menyesal!"

Teng Neng Neng..

Pesan baru muncul kembali. Wajah Woobinpun langsung berubah. Wajah managerpun juga ikut berubah menjadi annoyed.

From: Jongsuk ~

Nadoo.. Neomuu saranghaee Woobinniee.. Sukses MC nya nanti, aku akan menemui di backstage! Anyeongggg...

.-

To: Jongsuk ~

Tentuu.. Beristirahatlah dulu, aku sudah di jalan, anyeonggg

Sendingg...

Message Sent!

Begitulah isi pesan akhir dari Woobin pada Jongsuk. Kini Woobin sudah bisa lega, ia pun tertidur dalam perjalanannya ke gedung Mnet.

...

M Countdownpun dimulai.

Woobin segera bersiap menjadi MC. Diseanjang perjalanannya dari ruang tunggu sampai stage. Woobin bertemu dengan berbagai idol groups yang tampil hari itu. Ada ZE:A yang akan comeback, juga Seungri dan Sunmi yang memulai stage solo karir mereka. Banyak juga group-group rookies yang lagi naik daunnya. Ada A Pink, VIXX, B.A.P dan tentunya EXO. Mereka saling memberikan salam, dan sapaan setiap mereka bertemu.

Banyak artis dan idol groups yang sangat tampan dan cantik. Namun tetap Jongsuklah yang dihati. Untuk apa berganti haluan ketika kau sudah mendapatkan apa yang kau cari dan butuhkan di tempat berlabuhmu yang sekarang. Menatap akan sangat menyenangkan.

Woobin memulai tugasnya sebagai MC hari itu. Ia mau menunggu Jongsuk, namun tampaknya ia belum sampai.

Woobin lalu memulai dengan membaca sederet artis yang akan tampil pada hari ini. Kemudian dilanjutkan dengan menyebutkan nama artis yang akan tampil. Teriakan fans tersebar dimana-mana. Terkadang Woobin sangat kesal dengan hal itu.

Ada break yang diberikan saat di tengah-tengah shooting. Dan pada saat itu Woobin kembali menunggu di ruang tunggu kusus miliknya. Disaat ia berjalan menelusuri lorong, ia banyak bertemu dengan idol group disana. Namun ada yang aneh, kenapa sekarang Woobin merasa sedang diomongi? Seperti semuanya berbisik satu sama lain ketika melihat kehadirannya. Apa ada yang slah? Apa Woobin terlihat aneh? Apa ada sesuatu di wajahnya? Tapi nampaknya bukan sesuatu yang lucu, tapi ekspresi wajah mereka seperti serius, seperti ada sesuatu kejadian besar terjadi. Hubungan woobin dengan para idol tidak terlalu dekat. Berhubung dia juga masih terhitung baru sebagai MC, iapun sangat jarang berinteraksi dengan para idol groups.

Sampai di ruang tunggunya, Woobin segera memeriksa ponselnya. Tidak ada pesan yang masuk. Iapun mengirim pesan pada Jongsuk.

To: Jongsuk ~

Kau dimana? Sudah hampir selesai aku berMC :( apakah macet di jalan?

Sending..

Message Sent!

Hati Wooobin kembali gelisah. Namun karena tuntuttan kerja, Woobin harus fokus dan mengesampingkan urusan pribadinya.

Selanjutnya sesi interview dengan para artis yang baru akan comeback, kemudian dilanjutkan kembali dengan performances. Sampai akhirnya menuju acara puncak.

"Yak.. Semua artis sudah selesia tampil pada hari ini, dan sekarang saatnya untuk mengetahui siapa pemenang music chart minggu ini. Music Chart silahkan! f(x) vs EXO vs Crayon Pop! Siapa yang akan menang?"

Layar live board yang menayangkan jumah scorepun bergerak! Sampai foto EXO muncul paling depan.

"Nee! EXO chukkae,"

Lalu Woobin memberikan micnya pada member EXO yang menang itu.

Selagi menunggu EXO memberikan speech mereka, ada rasa tidak enak dalam diri Woobin. Sesuatu buruk, rasa tidak enak ini muncul. Rasanya ia ingin segera menyelesaikan tugasnya.

Woobin lalu menoleh ke arah member EXO, dan menunggu datangnya kembali mic. Sampai akhirnya mereka selesai berbicara, Woobin segera mengambil micnya dan tidak membiarkan member EXO lainnya bergantian memberikan speech.

"Yakk.. Demikian M Countdown hari ini, saksikan M Countdown minggu depan, demikian hari ini, anyeongg.."

Woobin mengakhiri acara hari itu. Dengan sekalduakali memberi bungkukkan pada idol yang lainnya, ia segera berjalan dan bahkan berlari menuju ruang tunggu. Ia mengecek ponselnya, dan masih tidak ada pesan. Disana ada managernya yang sedang mengotak-atik channel TV di ruang tunggu itu.

"Kau sudah selesai?" Tanya si manager.

"sudah," jawab Woobin singkat. Woobinpun berjalan mendekati si manager yang sedang duduk santai.

"Hyung, entah mengapa perasaanku tidak enak," ucap Woobin

"Mungin kau lapar," jawab si manager yang membuat Woobin jadi bermuka datar.

Si manager masih saja mengotak-atik remote TV itu, sampai ia berhenti di satu channel yang menarik perhatiannya.

"Woobin, lihatlah," ucap si manager yang menatap layar TV shock.

"Terjadi kecelakaan mobil di Seoul yang melibatkan aktor tampan Lee Jongsuk! Kejadian ini langsung dilaporkan oleh masyarakat yang ada di dekat. Pukul 05.15 lalu di jalan Myeong Dakgu. Lee Jongsuk yang menggunakan taksi di tabrak oleh sebuah mobil yang merupakan mobil Truk. Kecelakaan ini sangat dahsyat, mengakibatkan aktor Lee Jongsuk terluka parah dan segera dilarikan ke rumah sakit. Dilaporkan juga ada ledakan akibat bahan bakar yang terbakar dan menyebabkan kobaran api. Untungnya Lee Jongsuk berhasil diselamatkan, dan dilarikan di rumah sakit. Kabarnya, luka Lee Jongsuk sangat parah, namun kita akan mendapatkan kepastian dari dokter sesegera mungklin. Lanjut ke berita selanjutnya."

Manager Woobin yang shock dengan berita tersbut menoleh ke arah Woobin. "Woobin?"

Woobin sudah menghilang!

Kini Woobin berlari keluar gedung Mnet, ia berlari dan segera mencari taxi.

Setelah menemukan taxi yang kosong, Woobin segera masuk dan memberikan instruksi.

"Pak, tolong ssegera ke rumah sakit yang paling dekat dengan jalang myeong Dakgu!" Ucapnya sambil terbatah-batah dengan nafas yang berat sehabis berlari.

Taxi itu segera melesar menuju rumah sakit terdekat, yang kira-kira merupakan rumah sakit tempat Jongsuk berada. Apakah ini perasaan tidak enak itu? Kenapa bisa begini? Sial, Jongsuk! Pikiran Woobin kini kacau. Ia mengeluarkan air matanya. Kalau saja ia tidak menyuruh Jongsuk pergi menemuinya di Mconutdown, pasti kecelaan ini tidak akan terjadi.

"Ottoghee? Apa yang harus kulakukan?" rancu Woobin.


Nee.. How noh readers? Aneh gkkkk? Bkakak..

leave your comment please

thanks for reading

-TBC-