Beneath Your Beautiful

Chapter 5

Lee Jong Suk

Kim Woo Bin

JongWoo - JongBin - WooJong - SukBin

Pukul 02:00 KST

Akhirnya aku sampai Seoul! Setelah tiga hari tidak menghirup udara Seoul, rasanya sangat rindu. Home sweet home, kemanapun tempatnya, sebagus apapun tempatnya tidak ada yang senyaman di rumah kan?

Aku baru mendarat di bandara Incheon setelah tadi perjalanan dari Jepang. Ada satu orang yang dari tadi kukhawatirkan. Aku lalu meronggoh saku celanaku dan menyalakan ponselku.

Ne? Baterai habis? Sial, aku lupa sudah sejak tadi bateraiku merah, charger portable ku juga habis, sialnya aku.

"Manager-ssi, pinjam hp mu dong," pintaku pada wanita yang selalu harus menemaniku.

"Buat apa?" tanyanya.

"Sudah, aku pinjam saja, batrai ku habis, aku harus menghubungi orang."

"Tidak! Aku tau pasti Woobin. Kenapa sih kau harus berhubungan dengannya. Aku masih tidak mengerti," ucap si manager bawel itu yang selalu mengeluh tentang hubunganku dengan Woobin.

"Bagian mana yang tidak kau mengerti? Mau pinjami tidak?"

"Tidak ada pulsa!" tolaknya.

(¬_¬") huhh dasar manager menyebalkan. Kalau bisa aku ingin sekali mengganti manager menjadi manager yang lebih pengertian, tapi management tidak setuju. Kerja managerku ini memang sangat baik, aku bisa sampai seperti inipun karena dirinya. Apa boleh buat.

Aku lalu segera berjalan cepat menurunkan topiku menutup wajah dan membenarkan kacamata hitamku. Mobil hitam itu seperti biasa sudah menunggu didepan, dengan segera aku masuk ke dalam.

"Kau tidak ikut?" tanyaku ketika tau si manager bawel itu tidak ikut masuk kedalam.
"Tidak, aku harus ke kantor lagi, kau pulang saja," ucapnya.

Yahh.. Orang ini memang pekerja keras, walaupun aku kesal dengannya namun kerja kerasnya selalu membuatku kagum.

"Baiklah, sampai nanti," ucapku lalu menutup pintu.

Mobilku langsung melesat disupiri oleh supir kesukaanku. Uryu! Uryu ini adalah orang Jepang, ia pindah ke korea dan mengadu nasib disini. Awalnya ia adalah supir pribadi CEO agencyku, namun akhir-akhir ini Uryu jadi lebih sering bergaul denganku dan sering mengantar dan menjemputku.

"Bagaimana kabarmu?"

"Baik tentunya, kau? Shooting?"

"Iya, shooting film, aku dari Jepang loh! Ehh tunggu," ucapku lalu membuka dan memeriksa isi tasku.

"Ini, aku membeli sashimi asli Jepang! Kau pasti rindu, ini buatmu ambilah," ucapku sambil menyodorkan bungkusan makanan itu.
"Huoo! Terima kasih banyak Jongsuk!" ucapnya.

"Tentu."

"Bagaimana? Kau pasti rindu dengan Woobin, dia jadi MC Mcountdown kan?"

"Ohh iya benar, tapi aku belum sempat melihatnya,"

"Dia pasti sangat beruntung dikelilingi oleh idol-idol tampan dan cantik," ucap Uryu yang sedikit membuat wajahku mendatar.

"Apa maksudmu?"

"Ahh.. Tidak, aku hanya membayangkan, kalau aku jadi Woobin pasti akan senang sekali,"

Aku jadi ikut berpikir akan kata-kata Uryu. Kata-kata Uryu membuatku jadi panas, hmm.. Cukup panas.

"Jangan khwatir, Woobin itu orangnya setia, aku tidak pernah melihat couple seperti kalian. Kau sangat beruntung Jongsuk," ucapnya.

"Yahh.. Tapi banyak sekali yang menganggap hubungan kami merugikan." ucapku.

"Apa salahnya? Kalian hanyalah kedua insan yang jatuh cinta sama seperti semua orang didunia ini. Bedanya kalian ini spesial!" ucap Uryu.

"Spesial? Kenapa spesial?" tanyaku.

"Aku tidak yakin, namun aku tau dan semua orang juga tau, kalian ini diciptakan sangat spesial. Dan ketika dua insan yang diciptkan spesial bertemu, pasti akan menjadi penuh kontrofersi. Namanya juga kehidupan, kalau datar-datar saja namanya bukan hidupkan?" ucap Uryu.

Inilah kenapa Uryu menjadi supir favouritku. Bukan karena ia sangat baik dalam menyetir, tapi dia sungguh pintar dalam hal seperti ini. Teman curhat dan penasihat yang sangat baik. Akupun memajangkan senyumku, yahh.. Damainya..

Lalu mobil hitam ini berbelok ke arah kanan, memasuki gerbang, dan berhenti di depan lobby.

"Terima kasih Uryu, sepertinya aku akan pergi lagi hari ini, nanti akan ku hubungi ya bila aku jadi pergi," ucapku.

"Baiklah, kabari saja, okey?" ucapnya.

"Oke!" balasku lalu menutup pintu mobil. Uryu memang selalu bisa diandalkan.

Akupun lalu berjalan masuk, menenteng bawaan barangku.

Memasuki gedung, ada meja besar dan panjang yang di atasnya tertulis resepsionis. Seorang wanita dibalik meja itu tersenyum ketika melihat aku datang.

"Selamat sore tuan Jongsuk, bagaimana kabar anda?"

"Baik, bagaimana denganmu So Kyung?"

"Tentu baik, ada titipan dari tuan Woobin, katanya untuk segera menghubungi tuan Woobin ketika kau sampai, dan ada es jelly yang sudah dibuatkan tuan Woobin di kulkas, silahkan dinikmati," ucapnya.

"Ahh benarkah?" kataku tak percaya. Woobin membuatkan es jelly? Woobin buruk dalam memasak, entah apa jadinya rasa jelly itu. "Terima kasih So Kyung, aku akan masuk dulu."

"Iya, silahkan," ucapnya.

Aku segera berjalan ke arah lift dan menekan tombol angka 8. Lift bergerak naik, sampai 'ting'

Aku lalu keluar dan masuk ke dalam apartemenku. Aku rindu apartemen ini, apartemen yang sangat penting dan akan menyimpan banyak memori kedepannya. Sudah hampir dua bulan aku dan Woobin tinggal disini. Walaupun terkadang apertemen ini kosong, ataupun hanya salah satu dari kami yang bermalam disini. Tapi ini adalah apartemenku dan tempat yang paling nyaman.

'satu-tiga-nol-enam-nol-dua' passcode untuk membuka kunci pintu. Itu tanggal jadian kami, kalian ingatkan? Hehe..

Pukul 03:20 KST

Aku segera mengecharge batrai hpku. Woobin! Kasian dia, pasti sudah lama menunggu balasan pesanku. Sambil menunggu, akupun mengeluarkan isi tasku. Memisahkan baju yang masih bersih dan yang kotor. Lalu merapihkan semuanya.

Teng nengg nengg..
Ponselku berbunyi.

-
3 new messages !

8 hours ago 07:15
From: Woobin ~

Yeoboo.. Mianhae.. Semalam aku sudah ketiduran. Tapi itu tidak membuat rasa cintamu padaku hilangkan? ㅋㅋㅋ... Ne? Kau makan apa? Kenapa bisa sampai begitu? Sudahku bilangkan jangan jadi terlalu terkenal ㅋㅋㅋ... Beogoo sippoo.. Kapan kau kesini, hari ini aku ada photoshoot dan M Countdown, kau datang ya, ne? Saranghaeee... Chu~

7 hours ago 08:03
From: Woobin ~

Yeoboo.. Kau dimana? Balaslah pesanku ini, aku merindukanmu, aku akan segera bersiap ke photoshoot sekarang, segera kabari aku.. Saranghaee..

30 minutes ago 02:47
From: Seo In Guk

Yakk! Jongsuk, handukmu ketinggalan! Entah ini handukmu atau bukan, tapi handuknya ada tulisan WooBin.

Aku nyengir membaca dua pesan pertama, dan wajahku langsung berubah muka datar setelah membaca pesan yang ketiga.

Akupun segera membalas pesan-pesan itu.

To: Woobin ~

Chagiii.. Maaf aku baru balas. Ponselku lowbatt :( bagaimana photoshootmu? Ehh.. jam brp kau akan ke M Countdown? Aku baru sampai di apartemen kita... Hehe.. Miann Woobinniee..

Sending..

Message Sent !

Lalu ke pesan berikutnya.

To: Seo In Guk

Benar! Itu milikku! Ahh ya, itu sengaja ada tulisan Woobinnya, haha.. Besok akan kuambil, untuk sekarang tolong disimpan dulu ya, terima kasih Gukks!

Sending..

Message Sent !

Teringat akan sesuatu, akupun segera berjalan keluar dari kamar. Berjalan menuju dapur dan membuka lemari es. Es jelly.. Es Jelly.. Es Jelly.. Ini dia!

Ada semangkuk es Jelly disana. Dengan warna yang berwarna-warni, dan setumpuk es hancur. Ahh.. Pasti sangat segar untuk menghilangkan rasa lelahku. Aku segera mengambil sendok dan mencoba suapan pertamaku.

Hmm.. Aku menggigit kenyalnya jelly, dan dinginnya ess.. Seperti biasanya, tidak bisa mengharapkan banyak dari masakan Woobin. Rasanya kurang manis, dan sepertinya, jellynya dimasak terlalu lama. Agak terlalu keras. Hmm..

Takut ada pesan yang masuk, aku membawa mangkuk itu dan masuk ke kamar dimana ponselku sedang di charge. Ada pesan masuk!

From: Woobin ~

Jongsukkiiii, aku dari tadi khawatir kau tidak membalasku :' aku baru selesai photoshoot, setelah ini aku akan langsung ke M Countdown, pukul tiga aku sudah harus disana. Karena macet, si Bokyung mau aku jalan sekarang. Jongsukk.. Ayo datanglah ke Mcount :( btw, kau dapat pesan yang ku titipkan ke So Kyung?

Seperti biasa, entah bagaimana tapi aku selalu tersenyum bila mendapat pesan dari Woobin. Aku lalu menekan tombol reply.

To: Woobin ~

Baiklah... Aku juga sudah tidak ada jadwal hari ini. Aku akan ke M Count dan melihatmu MC! Hihii.. Aku belum pernah melihatmu MC :p sudahh ku trima.. Aku bahkan sedang menyantap es jellymu! Kurang manisss! :p

Sending..

Message Sent !

Yahh kejujuran adalah salah satu hal penting dalam berhubungan bukan? Aku bilang saja memang kurang manis. Tapi, pasti dia akan merasa sedihh..

Pesan baru kembali ku dapat.

From: Woobin ~

Memang kau jahatt! Namjamu ini padahal sudah berbangga diri mendapat posisi MC, tapi kau bahkan belum melihatku :p. Terlalu manis itu tidak baik Jongsukk.. Lagipula memangnya kau masih membutuhkan rasa manis? Kupikir ayah dan ibumu itu pemilik pabrik gula, karena kau selalu membuat segala sesuatunya menjadi manis. :p

Aku terkikik membaca pesan dari Woobin itu.
Seperti biasa, Woobin gombal !

To: Woobin ~

Maaf :( aku terlalu sibuk, tapi aku terus mengawasimu kok. Katanya kerjamu sangat bagus, dan kata para idol kau sangat ramah, tentu aku bangga! Hihi.. -_- ayah ibuku bukan pemilik pabrik gula. Kalau aku manis, pasti aku sudah digigiti semut dan serangga. Aku terasa manis hanya karena Kim Woobin, bukan ayah ibuku..

Sending...

Message Sent!

Aku lalu segera menghabiskan es jellyku dan segera menyiapkan diri untuk mandi. Tunggu, handukku.. ketinggalan. Ada handuk biru navy tergantung di kamar mandi dengan tulisan namaku dibagian bawah handuk itu. Itu milik Woobin, handuk couple dengan handukku yang sengaja kami tukar namanya. Ia pasti akan sedih bila tau handukku ketinggalan, cerobohnya aku. Yah untuk saat ini, tak apalah kupakai handuknya. Aku lalu melepaskan bajuku yang sudah lusuh lalu segera masuk ke dalam shower.

Ahh segarnyaa... Manggo body wash! Sabun kesukaanku, rindu sekali rasanya. Kemudian aku menggunakan shampoo kesukaan Woobin. Wanginya sangat manly, shampoo anti ketombe dengan cool menthol.

Rasa nyaman dan dingin di kepala ketika kuusapkan shampoo. Rasanya seperti mandi setelah berbulan-bulan. Shampoo ini sangat kusus, selera Woobin memang sangat bagus.

Setelah itu, aku langsung mengeringkan rambut dan tubuh sexy dan lucuku ini, dan menaruh kembali handuknya di gantungan. Bertelanjang di apartemen sendiri, ini kesempatan yang langka. Aku lalu berjalan kearah dimana ponselku berada.

-
2 new messages !

From: Woobin ~

Sudah sepantasnya kau bangga mendapatkan namja sepertiku! Hehe.. Gomawoo Jongsukiieee.. Choneun jeongmal neomuu saranghaee!

From: Seo In Guk

Dasar kau, sebaiknya cepat kau ambil sebelum aku lempar handuk ini dari atas apartemenku.

Dua namja ini benar-benar lucu. Keduanya adalah BFFku! Namun BFF yang berbeda Boy Friend Forever dan Best Friend Forever.

-
To: Woobin ~

Nadoo.. Neomuu saranghaee Woobinniee.. Sukses MC nya nanti, aku akan menemui di backstage! Anyeongggg...

To: Seo In Guk

Okeoke, tapi handuk itu sangat berharga. Tolong jaga baik-baik, hehe terima kasih..

Sending...

2 Messages Sent !

Ohh ya.. Aku harus memberitau Uryu untuk menjemputku. Aku harus ke Mcountdown kan..

To: Uryu

Uryuu! Aku akan pergi ke Mcountdown melihat Woobin, bisakah kau menjemputku?

Sendingg..

Message Sent !

Aku lalu berbaring di tempat tidurku sebentar, aku cukup lelah sebenarnya. Tapi melihat Woobin MC pasti akan sangat lucu, aku tidak sabar jujur saja..

Aku lalu menyiapkan pakaian terbaikku, karena sepertinya acara menonton Woobin MC ini akan berlanjut ke acara makan dinner romantis.

Setelah memakai dan meneliti fashion sense ku, akupun siap untuk pergi.

Teng neng neng
Pesan barupun muncul.

From: Uryu

Maaf Jongsuk, aku harus mengantar anak CEO pergi. Managermu yang akan menjemputmu, ia sudah jalan mungkin dia sudah sampai sekarang.

Baru selsai Jongsuk membaca pesan Uryu, telepon masuk muncul.

Calling
Manager Lee Sihyun

"Ne? Yoboseyo!"

"Jongsuk, aku sudah di depan aprtemenmu, cepatlah turun,"

"Nee.. Arraseoo.."

Telepon kututup.

Akupun segera mengambil semua barang keperluan ku, lalu berjalan keluar apartemen.

04:55 KST

"Kenapa kau yang menjemputku?" tanyaku.

"Aku juga ada urusan dengan mnet tentang jadwalmu. Lihat, managermu ini bekerja sangat keras," ucapnya.

"Iya, iyaa terima kasih."

"Kau? Pasti ke mnet untuk Woobin," ucapnya dengan nada kesal.

"Iya, kenapa memangnya? Kenapa kau sebegitu tidak sukanya dengan Woobin?" tanyaku juga dengan nada kesal.

"Kau ini rising star Jongsuk! Skandalmu ini terlalu berlebihan. Hubungan artis, dan sesama pria. Apa kau tidak berpikir dengan benar?" ucap si manager bawel ini.

"Aku sudah berpikir, dan tidak ada yang aku inginkan selain dengan Woobin. Aku rela bila popularitasku saat ini hilang demi Woobin." ucapku tegas.

"Apa kau bilang? Rela kehilangan popularitas? Apa Kau gila? Kau anggap apa selama ini, Hah? Kau jangan bodoh, kau akan dikucilkan mungkin malah dihina banyak orang! Tidakkah kau mengerti?" suara manager mulai melengking, ia terdengar sangat marah.

"Tapi ini adalah hidupku! Terima kasih kau sudah bekerja keras demi aku! Tapi, aku tak tauu.. Aku tidak bisa bila tidak bersama Woobin. Aku tidak peduli apapun." ucapku kukuh! Hatiku sangat panas sekarang.

"Apa? Kau ini terlalu egois Jongsuk! Keputusanmu ini merugikan banyak orang! Kau ini sekarang public figure!"

"Aku tidak peduli bila aku ini artis atau apa! Aku juga manusia! Aku ingin melakukan apa yang kumau!" bentakku.

"kau sekarang bukan artis ecek-ecek atau model tak terkenal seperti dulu! Kau ini mungkin skrng terkenal! Tapi kau bukan apa-apa di dunia ini! Janganlah bertindak seperti orang goblok! Ingatlah keadaanmu dulu! Tanpa kami kau bukan apa-apa! Turuti saja kata-kata kami! Kau itu hanya seperti tikus dalam sangkar! Boneka dunia!" Bentaknya lebih hebat lagi.

Kata-kata manager itu sungguh menusuk hatiku. Wajahku memanas, otakku pecah, ada air yang melapisi mataku. Apa maksudnya? Tikus dalam sangkar? Aku boneka? Aku? Aku..
"Aku gak mau dengar lagi. Aku membencimu, cepat turunkan aku."

"Tidak!"

"BERHENTI!" bentakku. "Biarkan aku turun!"

"SIRROO!"

"Berhenti! Aku membencimuuu,!"
Aku tidak berpikir panjang, rasa kesalku dan sakit hati memakan tindakanku. Aku daat merasakan wajahku panas, dan ada air yang membendung mataku. Aku lalu mendorong si manager, dan memegang kemudi dan membelokkannya ke arah samping. Si manager sial ini tidak mau kalah, ia terus menahan andilnya dalam kemudi.

Mobil hitam berjalan tak karuan ke samping kiri dan kanan. Membuat keributan di jalan kota Seoul Myeong Dakgu. Sampai diperempat datang truk dari samping kanan.

Suara klakson bebunyi kencang berkali-kali. Sampai terjadi bentrokan. Bentrokan yang membuat suara dan benturan sangat kencang..

BUAKKKKK KRRAKKK

Seketika itu juga aku dapat merasakan tubuhku menjkadi sangat ringan. Berputar-putar tak karuan. Serpihan kaca pecah dan tubrukan benturan mobil berkali-kali. Sampai aku dapat merasakan dunia ini berhenti bergerak. Aku tidak dapat merasakan apapun. Aku tidak bisa menggerakkan tanganku, aku seperti mati rasa. Aku melihat manager Sihyun tidak sadarkan diri. Ada darah yang mengucur di kepalanya dan bagian tubuhnya yang lain. Dari balik jendela yang sekarang ini sudah tak berkaca, aku dapat melihat banyak kerumunan orang, ada suara sirine, banyak sekali suara yang membuatku menjadi merasakan rasa sakit. Aku dapat mendengar suara ponselku berbunyi sebelum akhirnya dunia menjadi sangat gelap dan sunyi.

Teng Neng Neng

New Message

From: Woobin ~

Kau dimana? Sudah hampir selesai aku berMC :( apakah macet di jalan?

...


Well, mengerti gak readers?

yang Chapter 4 itu menceritakan kejadian yang sama dengan chapter yang ini tapi menceritakan dari sisi Woobin. Kalau yang ini dari point of view nya Jongsuk.

Bagaimana menurut kalian? Apakah tulisan Author SamKang sudah membaik? wkwk..

maaf kalo typo.

sycarp: thanks untuk sarannya. akan diperhatika untuk kedepannya,..

Rhie95: yahh tapi ntar gak seru ceritanya kalo Jongsuk gak luka parah, wkkwkk.. ada ide lain mungkin wkwk.. thanks for your comment.

ohh ya terima kasih juga untuk comment dan review readers yang lain, maaf gak bisa di respon atu-atu.

Thanks For Reading

Leave Your Comment

-TBC-