Beneath Your Beautiful

Chapter 9

Lee Jong Suk

Kim Woo Bin

JongWoo - JongBin - WooJong - SukBin

Maaf Typo bertebaran

- Readersdeul! Maaf ya di chapter sebelumnya author salah nulis, harusnya chapter 8 malah jadi chapter 6. Maaf yaa author jarang banget update ff nya, hehe Author akan mulai sekarang.. JANGAN LUPA DIREVIEW YA!-

NC ALERT!

NC DI AKHIR-AKHIR

KALO GAK KUAT BACA NC, BACA BAGIAN ATAS AJA..

HATI-HATI

NC TIDAK TERDUGA, GAK AKAN ADA PERINGATAN..

Jongsuk saat ini sedang berbaring diatas kasur empuk diselimut selimut putih bersih yang sangat nyaman untuknya mengguling dan menikmati istirahatnya. Matahari dari ufuk timur telah muncul, sinarnya menembus jendela kamar JongBin couple, menembus gorden putih tipis yang hanya setengah menutup jendela besar kamar JongBin. Namun jendela bukanlah kata yang tepat untuk mendeskripsikannya. Saat ini kamar JongBin dikelilingi oleh kaca, dinging bata mereka digantikan oleh kaca yang langsung dapat menembus kearah pasir dan pantai.

Mereka sekarang berada di lantai tiga villa yang sengaja dibangun oleh kedua sejoli ini untuk berlibur. Bertempatkan di Maldives Beach, salah satu pantaik terkemuka di dunia. Villa ini dibangun dengan 3 lantai, dimana lantai teratas dibuat sepenuhnya untuk kamar untuk JongBin, terbayangkan bagaimana luasnya? Tempat tidur JongBin menghadap kea rah pantai, dimana dari ketiga sisi kamar, semuanya terbatasi oleh kaca, dan hanya ada dinding bata yang menutup sisi satu lagi, tempat dimana tempat tidur JongBin bersender.

Didepan tempat tidur terdapat televise yang dapat terlipat ke atas, sehingga bila mau menikmati suasana pantai, televise itu bisa disingkirkan sejenak. Terdapat pintu kaca didepan yang menghubungkan kamar JongBin dengan taman balkon yang menggantung. Bila kita keluar ke balkonnya, ad ataman disebalah kiri dengan sebuah gazebo yang cukup tenang untuk JongBin duduk bersantai. Disebelah kirinya terdapat kolam renang kecil, cukup untuk JongBin bermsraan, dan tepat didepan terdapat kursi santai untuk JongBin menikmati pantai yang langsung terpapar didepannya.

Jongsuk membangunkan dirinya, terduduk diatas tempat tidur, desebelah kekasih hatinya, Woobin. Woobin masih tertidur pulas, ia mungkin masih lelah setelah mereka 'bermain' semalaman sampai subuhu. Namanya juga honeymoon, memang malam pertama sangat melelahkan. Jongsuk terus menatap kearah Woobin yang benar-benar menunjukan wajah lelah lucunya saat tidur. Woobin jelas sedang tidur tanpa pakaian, hanya selimut yang menutupi setengah bagian tubuhnya, dari pinggang sampai kebawah. Permainan semalam memang sangat seru, Jongsuk memncoba mengingat kembali kejadian tadi malam. Mereka sangat menikmatin pertarungan mereka. Pertama kalinya rasanya JOngsuk melakukannya dengan beronde-ronde, berkali-kali sampai membuatnya lelah.

Setelah puas memandang lekat kekasihnya itu, ia menarik selimutnya keatas Woobin sehingga tubuh bagian atas Woobin juga tertutup. Jongsuk lalu berdiri, beranjak dan berjalan ke balik dinding tempat tidurnya.. Ada kamar mandi disana, ia mencuci mukanya sebentar, membersihkan sisa-sisa bertempur semalam, dan juga membersihkan rambutnya. Setelah tubuhnya terasa bersih dan segar, Ia mengambil baju handuk yang tergantung lalu mengeringkan tubuhnya dan mengenakannya, menutupi tubuh telanjang Jongsuk.

Jongsuk mengintip sebentar kembali kearah tempat tidurnya. Hmm.. masih belum terbangun juga dia. Woobin sepertinya sangat lelah. Apa yang bisa Jongsuk lakukan ya? Jongsuk berpikir sejenak, Woobin selama ini selalu memberikan kejutan manis untuknya. Saat Jongsuk sedang lelah, saat Jongsuk sedang down karena pemberitaan di media. Saat jongsuk sakit kecelakaan, saat Woobin menyatakan perasaannya, dan lagi saat Woobin melamar Jongsuk. Harusnya saat itu sedang konferensi pers, namun memang Woobin pakar memberikan kejutan, konferensi per situ malah berubah menjadi konferensi lamaran Woobin pada Jongsuk yang disaksikan oleh para wartawan dan media, sampai seluruh seantera negeri tau, bahkan mungkin seluruh dunia. Lamaran terfenomenal yang pernah ada.

Jongsuk kemudian mendapat ide, dia tau apa yang harus dia lakukan. Memasak.. setelah bertarung pasti Woobin akan laparkan? Ia harus cepat-cepat memasak sebelum nanti Woobin terbangun.

Jongsuk segera turun ke lantai dasar. Memeriksa isi lemari pendingin, tak lupa juga lemari lainnya yang berisi berbagai macam makanan. "Baiklahh.. aku akan membuat yang special.."

Jongsuk menyalakan api kompor, menyiapkan panci, minyak, bumbu, dan berbagai bahan mentah lainnya.

Ia kemudian mengambil celemeknya dan mulai bereksperimen dengan masakan-masakan. Jongsuk memang suka memasak. Kalau jalannya bukan jadi model aktor ia pasti sekarang sudah beketja disebuah restauran terkenal atau mungkin jadi celebruty chef.

Jongsuk bergerak sangat piawai. Tangan dan tubuhnya bergerak seirama membuat panci, api kompor, bumbu, dan bahan mentah seakn menari juga seirin. Dengan gerakan indah Jongsuk yang ia tunjukkan sambil terus menciptakan makanan-makanan lezat.

...

Waktu menunjukan pukul 10.53 siang. Jongsuk sudah berdiri disamping meja, selesai menyiapkan semua makanan yang ia masak. Apa yang harus Jongsuk lakukan? Ia berpikir kembali, haruskah ia membangunkan Woobin? Ini sudah terlalu siang, dia masih saja tidur pulas. Ahh.. tunggu saja sebentar lagi, paling dia akan bangun tak lama lagi. Begitulah isi pikiran Jongsuk.

Sambil menunggu, Jongsuk menyalakan TV yang terletak disisi kanan ruang makan. Ia duduk disofa dan mencoba mencari tayangan menarik. Jongsuk terus menekan tombol pada remot televise sampai ia berhenti pada suatu channel.

"ya.. dilaporkan kemarin 2 hari yang lalu pasangan JongBin kembali mengemparkan media massa dan public. Woobin tiba-tiba saja melamar Jongsuk saat pers conference kemarin di Seoul, bukankah itu sungguh manis?" Tanya si pembawa acara gossip pada partnernya.

"tentu saja, mereka adalah perfect couple, aku saja dibuat iri oleh mereka." Balas si presenter yang satunya.

Mendengar itu membuat Jongsuk kembali teringat pada saat itu, ia tersenyum mengingatnya kembali.

"Bagaimana ya tanggapan masyarakat tentang kejadian ini? Mari kita langsung liat liputannya dari rekan Sohi yang berada di daerah Seoul, silahkan Sohi.."

"yaa.. pemirsa sekarang sayaa ada disalah satu tempat pusat pembelanjaan di Seoul, dan sekarang saya akan mewawancarai meminta pendapat para masyarakat tentang berita lamaran JongBin couple, ayoo ikuti saya." Ucap sang reporter.

Sang reportterpun terlihat berjalan, menyusuri ramainya pusat pembelanjaan, sambil mencari mangsa narasumber.

"Haloo.. kamu sudah denger kan? Bagaimana menurutmu?" begitu banyak orang yang diwawncarai oleh sang reporter, dan kebanyakan respon masyarakat adalah,.

"KYAAA.. Mereka adalah best couple."

"Woobin sangat manis."

"Aku pasti sudah pingsan bila jadi Jongsuk.."

"KYAA Jongsuk dilamarr.."

"Mereka benar-benar pasangan serasi."

"aku berharap yang terbaik untuk mereka..

"LANGGENGG YAAA…"

"SARANGHAEYO JONGBIN COUPLE.."

Ucap para masayarakat yang di wawancara, komentar poitif terus terlancarkan dari suara speaker TV, sampai pada seseorang.

"Menurutku itu terlalu berlebihan, mereka terlalu mencari pamor."

"aku rasa tidak perlu melamar sampai ditangkap kamera media,"

"aku bukan fans mereka, dan menurutku mereka terlalu pamer."

Tak hanya satu, tapi sekitar ada tiga responder yang memberikan komentar buruk. Jongsuk terddiam mendengar komentar mereka. Apa maksud mereka? Tidakkah mereka mengerti kalau Woobin itu tulus, dia malakukan ini bukan mencari pamor, ini, kenapa mereka tidak mengerti? Pikir Jongsuk dalam hati.

"Dan demikianlahh.. laporan saya, Saya Sohi melaporkan dari Seoul kembali ke studio."

Scene TVpun kembali dari jalanan Seoul menjadi kembali ke dalam studio yang didominasi dengan warna merah.

"ahh.. walaupun ada komentar negative, tapi menurut saya pribadi, itu adalah cara positif yang dilakukan Woobin. Apalagi dengan keadaan berat yang dialami Jongsuk. Pasti Woobin sengaja memberikan kejutan agar Jongsuk membaik, benarkan?" ucap salah satu presenter.

"Tapi ada benarnya juga sih ya, seprtinya terlalu terekspos lamaran mereka itu, apakah memang sengaja atau tidak? Bukankah harusnya melamar menjadi suatu hal yang private?" balas presenter lainnya.

Jongsuk masih terus menatap pada layar TV, sampai ia mendengar ada suara kaki berat nan malas turun dari tangga..

"Yeoboooo.." panggil Woobin pada Jongsuk yang sontak membuat Jongsuk melonjak dan segera mematikan TV. Tentu saja Jongsuk tidak ingin Woobin mendengar komentar negative tadi. Dia ingin menjaga perasaan Woobin. Jongsuk lalu segera berdiri, dan membalikkan badannya melihat kearah Woobin.

Namun apa yang tersaji didepannya, benar-benar membuat wajah Jongsuk memerah, dan iapun berteriak, "YAAA! Bagaimana kau bisa berkeliaran seperti itu tanpa mengenakan pakaian sama sekali? Kau sadarkan rumah kita sebagian besar dibatasi oleh kaca? Bukan dinding..!" seru Jongsuk mengingatkan.

Woobin yang berdiri disana tampa pakaian tampak masih setengah sadar. MAtanya masih menyesuaikan dengan cahaya yang masuk kematanya, dan tangannya menggaruk-garuk bagaian belakang kepalanya yang tidak gatal sambil menguap. "hmm.. maafkan aku," ucap Woobin tidak jelas sambil bergumam seperti orang kebanyakan yang baru bangun tidur.

Melihat tingkah lucu Woobin tersebut, Jongsuk berjalan kearah Woobin, mengecup pipinya, dan menarik lengannya kembali naik ke atas. "Kau harus bersih-bersih terlebih dahulu. Aku sudah menyiapkan makanan, kita harus cepat, nanti keburu dingin…"

Hawa air panas menyebar ke ruangan setelah Woobin membuka pintu kamar mandi, ia berbalutkan sepucuk handuk berjalan kearah lemari. Woobin membuka lemarinya dan melihat kearah tumpukan boxer dan kaosnya disana. Woobin lalu mengambil pakaian teratas dari kedua tumpukan terebut dan mengenakannya. Celana pendek biru navy dan kaos polos abu-abu terpakai pas dengan tubuh Woobin. Dari pakainnya itu terlihat dada bidang Woobin, dan terlihat kaki dan lengan putih Woobin.

Woobin lalu berjalan menuruni tangga, sampai ia kembali pada meja makan. Woobin ternganga melihat pemandangan yang ada didepannya.

Jongsuk kini hanya mengenakan bokser hijau army pendeknya, tubuhnya hanya dibalut celemek yang seikit berantakan, serta topi koki yang ia kenakan. Tak ada baju kaos yang ia kenakan, celemek putih itu bertempelan langsung dengan dada Jongsuk.

"Heii.. kau sudah selesai? Kemarilah makanan sudah siap untukmu." Sambut Jongsuk.

Woobin lalu berjalan kea rah kursinya, tanpa melepas matanya dari tubuh Jongsuk, "kenapa kau berpakaian seperti itu?"

"Ahh.. ini, aku hanya susah bergerak saja, jadi tak kukenakan pakaianku." Jawab Jongsuk.

"Kau yakin hanya karena alas an itu? Tak ada yang lain?"

"tentu, memangnya kenapa?"

"kau.. kau terlalu seksi berpakaian seperti itu." Ucapnya Woobin yang masih menganga..

Jongsuk tersenyum, ia kemudian mendekat kearah Woobin, dan mendekatkan bibirnya pada telinga Woobin. Satu tangannya mendekap pada pundak tegap Woobin, "kau masih belum puas setelah tadi malam? Lebih baik kau isi tenagamu itu dulu.." bisik Jongsuk tepat di telinga Woobin yang membuat daerah sensitive Woobin bergejolak.

Jongsuk kemudia berdiri tegap lagi dan berjalan ke sisi lain meja. "Baiklahh.. hari ini special kubuatkan untukmu. Untuk pembuka ada Sweet Potato Crostini with Cheese Salsa.." Jongsuk mengangkat sebuah piring hidangan dan menempatkannya didepan Woobin. Kemudia Jongsuk melepas topinya dan ia juga mengambil sebuah piring yang juga sudah tersedia makanan diatasnya.

Woobin menatap pada hidangan tersebut. Sangat rapih dan berkelas, Woobin memang suka memasak, dan Woobin memang tau Jongsukpun juga suka memasak, tapi ia tidak tau kalau Jongsuk bisa membuat hidangannya tampak seperti hidangan bintang 5. Potato dan Cheese, kombinasi kesukaan Woobin. Jongsuk benar-benar mengerti Woobin..

Woobin mengangkat garpunya, menusuk kentang Crostininya dan mencelupkannya pada saus rahasia yang terdapat kandungan keju didalamnya. Woobinpun melahap kentang tersebut.

Lama Woobin mengunyah, dan saat itu Jongsuk menunggu komentar apa yang akan diberikan Woobin. "hmm.. kau harus sering-sering membuatkan ini untukku." Ucap Woobin.

Jongsuk memaparkan senyum leganya, "tentu, apapun untukmu." Ucap Jongsuk lalu juga menikmati hidangan masakannya sendiri.

"Baiklahh, hmm.. ini makanan utamanya, kau harus coba." Jongsuk bersemangat berdiri dari kursinya. Ia lalu berjalan kearah dapur dan mengambil hidangan baru.

Woobin terus memperhatikan gerak gerik Jongsuk yang hanya dibalutkan boxer dan celemek. Woobin memiringkan kepalanya, takjub akan betapa indahnya tubuh kekasihnya itu, atau bisa dibilang suami/istri, secara mereka sudah resmi menikah.

"TA-DAH Apricot Chicken with Apple Plum Glazed.." Jongsuk menggeser piring appetizer tadi dengan hidangan yang baru saja diperkenalkan Jongsuk.

Tatapan Woobin pada tubuh Jongsuk berganti kepada hidangan yang tersedia kembali didepannya. "Kau masak banyak sekali."

"yaa.. sekarang sudah hampir jam 12, kau sarapan saja belum, anggap saja kita makan langsung sarapan dan lunch. Lagipula kau pasti lelah setelah 'bermain' kemarin kan." Ucap Jongsuk sambil memberikan senyum penuh arti.

Dimata Woobin lagi-lagi Jongsuk menggoda dirinya. Dia menyebutkan lagi 'main' itu, apalagi dengan pakaiannya yang seperti itu, benar benar membuat Woobin sulit menelan ludahnya.

Woobin memberikan smirknya, "hmm.. baiklah, setelah ini aku akan memakan dirimu lagi."

"Jangan terlalu sering memakanku, kau harus belajar diet.." balas Jongsuk.

"Kau ini, jangan kejam padaku, aku butuh kau.."

"Aku tau Woobin, terlalu banyak melakukan sesuatu itu tidak baik, begitu juga dengan 'bermain' itu." Ucap Jongsuk menasihati..

"Baik.. baik.. setelah ini kita kemana?" Tanya Woobin sambil menyuapi dirinya dengan potongan ayam lezat yang sebenernya kesukaan Author.

"Setelah ini masih ada hidangan terakhir, dessert.."

"Ohh yaa?" Tanya Woobin bersemangat mengingat Woobin dan Jongsuk berdua penggemar makanan manis.

"Tentu, cepat habiskan ayamnya.."

Woobin tersenyum, betapa beruntungnya dia memiliki pasangan yang punya the whole package. Dia sempurna, dialah yang bisa memenuhi kebahagian Woobin.

"Akuu selesaiiii.. berikan aku dessertnya cepatt.."

"Baiklahhh…" Jongsuk membawa piring kotornya kedapur dan kembali lagi membawa sebuah pirng besar, dengan hidangan special diatasnya.

"Aku tidak tau harus menamai hidangan ini apa, aku hanya membuatnya sesuai dengan apa yang ada dikepalaku tentang mu.. I Love You.." ungkap Jongsuk sambil menaruh pring besar tersebut..

Diatas piring besar tersebut tersaji kue-kue mungil dengan beragam warna. Ini seperti rainbow cake beda versi. Kalau biasanya ketujuh warna bergabung menjadi satu, kali ini kue-kue ini berbentuk kecil dan tiap kuenya mempresentasikan satu warna dari ketujuh warna rainbow. Dan diatasnya tersedia toping yang berbeda. Ada keju, kacang, berries, cookies, mangga, peach, vanilla yang merupakan toping-toping rasa kesukaan JongBin couple ini. Dan tak lupa Jongsuk menyusun ke-48 kue mungil tersebut menjadi suatu bentuk tulisan.

I LOVE U

WJ

"Kau tau kenapa jumlahnya 48?" Tanya Jongsuk..

Woobin menggeleng terpana pada hasil karya Jongsuk..

"Apakah kau tau, bila tanggal ulang tahun kita dijumlahkan, hasilnya akan sama, dan bila ditambah tanggal kita menjadi sepasang kekasih itu sama dengan jumlah tanggal pernikahan kita." Ucap Jongsuk menjelaskan sambil tersenyum. "aku tak tau ini sepertinya aku yang sok ide.."

Mendengar itu, Woobin mulai berpikir, ia mengingat kembali dan menghitung setiap tanggal yang Jongsuk sebutkan.

Tanggal Ulang Tahun:

Woobin: 16 July: 16 + 7 = 23

Jongsuk 14 September: 14 + 9 = 23

Jumlah ulang tahun Woobin Jongsuk sama-sama = 23

Tanggal jadian JongBin: 5 Agustus 2012: 5 + 8 + 12 = 25

TOTAL= 48

Tanggal pernikahan WJ 31 Maret 2014: 31 + 3 + 14 = 48

Dan jelas totalnya sama 48, sengaja atau tidak, jelas ini adalah suatu yang mind blowing, dan tak pernah terpikir oleh Woobin.

"Kau Jeniuss sayangg.." ucap Woobin memberikan komplemen. "Bahkan jumlah tanggal ulang tahun kita sama, kita memang jodoh, benar kan?"

Jongsuk tertawa mendengar Woobin, iya tau memang Woobinlan jodohnya, dan ia dapat merasakannya. "Aku tau aku jenius, sinii.. kusuapii.. buka mulutmu.. AAA…"

Jongsuk menyuapi kue merah yang bertabur keju diatasnya masuk kedalam lahapan Woobin. Dengan senyum lebar diwajahnya, Woobin mengunyah dan menikmati kue yang rasanya bagai paradise di lidah Woobin. Sungguh indah dan lezat, namun tak ada yang bisa mengalahkan indahnya Jongsuk dimata Woobin.

Saat itu juga jam dinding menunjukkan pukul 12.48 makan Breakfast sekaligus Lunch yang sengaja dibuat Jongsuk sukses membuat hati Woobin meleleh akan manisnya pemberian Jongsuk ini.

Jongsukpun kembali ke kamarnya. Tubuhnya lengket dengan keringat ditambah taburan bumbum dapur yang menempel pada dirinya selama ia memasak tadi. Jongsuk melepaskan celemeknya dan menaruhnya di tempat baju kotor. Bermaksud untuk mandi lagi, Jongsukpun melangkahkan kakinya ke kamar mandi, sampai ada tangan yang melingkar di perutnya. Ada nafas yang berhembus pada bagian leher kanannya..

"Wooobinnn.. geliii.. aku ingin mandi.." eluh Jongsuk sambil merintih geli-geli enak gitu deh..

"Tunggulah sebentar, aku belum mencicipi hidanganku yang satu ini," ucap Woobin yang maksudnya adalah hidangan tubuh Jongsuk.

"Sudah ku bilangkan kau harus belajar diet makan makanan hidangan yang ini."

"tapi aku sangat bernafsu dengan hidangan yang ini…" ucap Woobin lagi.

Mendengar Woobin yang keras kepala, Jongsukpun membalikkan badannya berhadapan dengan Woobin. Tangan Woobin masih melingkar di pinggangnya. Jongsuk menatap wajah Woobin sebentar, dan Woobin memberikan ekspresi aegyo lucu cemberut seperti anak kecil yang sedang ingin dikabulkan permintaannya. Jongsukpun tak dapat menahan senyuman tipisnya yang gemas terhadap Woobin.

Dengan gentle Jongsuk memeluk balik badan Woobin, dan bibirnya ia dekatkan pada bibir Woobin dan..

Chu~

Kecupan manis dari Jongsuk disambut panas dengan gejolak Woobin yang sudah tertahankan sejak acara makan tadi dimulai. Woobin mencium bibir Jongsuk dengan nafsunya namun tetap lembut dan gentle.

Adegan ciumamn tersebut berlanjut sampai Jongsuk tak mampu berdiri tegap. Jongsuk mundur perlahan sampai badannya tertahan oleh dinding kamar mandi. Tangan Woobin yang sebelah kiri bertolakan dengan dinding kamar mandi, dan tangan kanannya meraih tangan Jongsuk, dan menempatkan tangan Jongsuk menempel diatas kepala Jongsuk.

Terus ciuman itu berlanjut, dan dengan kepiawaiannya Woobin menjalankan kecupannya kepipi, ke telinga, lanjut keleher jongsukk ke pundak, sampai pada dada Jongsuk. Ia memainkan nipple pink Jongsuk, menjilatnya, dan menghisapnya.

"Ahhh.." Jongsuk tak mampu menahan desahan nikmatnya.

Kecupan teru berlannjut kesebelah nipplenya. Ke perut abs sexy jongsuk, terus turunn.. sampai pada juior Jongsuk..

Dikecupnya junior Jongsuk yang masih dilapisi boxer army Jongsuk. Dengan ganasnya Woobin menggigit ujung boxer Jongsuk dan menariknya kebawah.

Terlihat junior Jongsuk mencuat kedepan, memberikan aroma jantan Jongsuk tepat didepan wajah Woobin. Woobin menatap keatas, melihat kearah ekspresi wajah Jongsuk. Jongsuk sudah tidak kuat, ia menutup kedua matanya, dan mendongakan kepalanya keatas menunjukkan rasa nikmat.

Dengan lahapnya akhirnya Woobin bisa menikmati makanan utama dari hidangan paket tubuh Jongsuk ini. Dihisap, dan dinikmatinya junior Jongsuk yang ukurannya besar bagi ukuran orang Asia.

"sshhh..Ahhh…WOooo..BInnnn..AHhh.."

Jongsuk mendesah rancu, tangannya gemetar, ia letakkan tangannya diatas kepala Woobin. Meremas rambut Woobin seirama dengan blowjob yang Woobin lakukan padanya.

Merasakn junior Jongsuk berdenyut hampir mencapai klimaksnya, Woobin berheneti dan melepaskan kulumannya. Dan saat itu juga Jongsuk berhenti berdesah..

"uhh.. saying sekali, kau terlihat begitu seksi dari bawah sini." Ucap Woobin.

"Ke.. kenapa… berhentiih?.." Tanya Jongsuk yang masih tidak dapat mengotrol nafasnya.

"Kau bilang aku harus diet?" goda Woobin, sambil memaparkan ekspresi bingung.

"Tapi kau sudah terlanjur makan, masa tidak kau habiskan?" balas Jongsuk pada Woobin.

"Jadi kau yang mau yaaa.." goda Woobin lagi.

"Bukan gitu.. aku.. aku.. cumann.." Jongsuk bingung harus menjawab apa. Woobinpun malah tertawa melihat tingkah lucu suaminya itu.

Woobin berdiri, dan menempattkan wajahnya sejajar dengan wajah Jongsuk. Woobin mengedepankan wajahnya dan mendekat pada telinga Jongsuk. "mau aku lanjutkan?" bisiknya..

"ii.. iyaaa.." sahut Jongsuk yang wajahnya memerah..

"gak mau ahh.. aku sudah kenyang.." goda Woobin lagi.

"Berhentilah menggodaku Woobin.." jawab Jongsuk yang sudah mulai teratur nafasnya.

"aku sungguh kok, aku akan menaati kata-katamu.." jawab Woobin. Woobin lalu membalikan badannya, bermaksud melangkah keluar.

Merasa kalah, Jongsukpun tidak tinggal diam, ia lalu menarik tangan Woobin cepat dan membalikkan tubuh Woobin kembali kehadapannya. Jongsuk lalu mendekatkan bibirnya pada telinga Woobin dan menaruh tangannya yang satu di kepala bagian belakang Woobin dan yang satu pada pantat Woobin.

"Baguslah kau menurutiku.. Lebih baik kau menaatiku untuk selanjutnya. Karena aku lapar, dank au tau sendirikan sebagaimana jeleknya moodku ketika sedang lapar.." bisik Jongsuk seksi pada telinga sensitive Woobin.

Woobinpun kini kalah, mengakui ia memang selalu tergoda oleh Jongsuk. Woobinpun speechless, tak ada kata balasan dari Woobin.

Jongsuk mengembalikan tatapannya lurus ke mata Woobin, dan melihat ekspresi wajah Woobin, Jongsuk kini dengan cepatnya menyergap bibir Woobin. Butuh beberapa detik bagi Woobin untuk merespon kelaparannya Jongsuk. Dan kini ciuman panas dilancarkan Jongsuk pada Woobin.

Jongsuk melepaskan baju kaos Woobin dengan kedua tangannya. Kemudia Jongsuk mengangkat sebelah kakinya, dan berusaha melepaskan celana Woobin dengan jempol dan jari jari kakinya kebawah. Dan saat itu juga Woobin telah hilang pakainnya, berdiri bersender pada dinding tak berdaya.

Adegan panas terus berlanjut, keringat mereka mengucur, namun adegan panas terus berlanjut di kamar mandi.

Jongsuk mendorong Woobin masuk kedalam bath up, menyenderkan dia di ujung bathup. Jongsuk kemudian berdiri, mengambil pelicin dan kembali duduk didalam bathup, didepan Woobin.

Dengan pose-pose penggugah nafsu, Jongsuk memainkan anusnya, dan melumurkan lubangnya dengan pelicin tersebut. Terdapat rintihan-rintihan kecil saat jari jari Jongsuk masuk kedalam lubang anusnya.

"ahhh.."

Woobin menelan ludahnya berat, dan semakin berat saat Jongsuk kini berganti memainkan junior Woobin dengan pelicin yang kini berlumuran di tangan Jongsuk, dan di junior Woobin. Perlahan-lahan Jongsuk menaik-turunkan pergerakan tangannya pada junior Woobin, dan setelah beberapa saat, Jongsuk siap memposisikan lubang anusnya diatas junior Woobin.

"Ahhhh…" desahan Jongsuk saat kepala junior Woobin masuk ke liang anusnya. Walaupun sudah berkali-kali main, tetap saja sakit. Menandakan sempitnya anus Jongsuk, inilah hebatnya Jongsuk. Perlahan-lahan Jongsuk menurunkan lagi tubuhnya, sehingga junior Woobin masuk, sampai...

'Plooppp' seluruh junior Woobin sudah tertanam dalam anus Woobin, dan suara tersebut diikuti dengan desahan nikmat Jongsuk dan Woobin..

"Ssshh.. ahh.."

"Ahhh..ahh..hsss.."

Keduanya berhenti sejenak, menikmati posisi mereka, dan berusaha memperlambat desahan dan nafas mereka.

Jongsuk mulai menaik-turunkan badannya. Pinggul Woobinpun membantu gesekan yang terjadi di dalam lubang liang Jongsuk.

Ritme goyangan tersebut makin lama makin keras, keringat mereka berderu, dan nafas mereka tak kalah berlari mengejar udara. Hawa dalam kamar mandi itu semakin panas dan panas. Oksigen di dalam terasa semakin habis, dan nafas mereka semakin berat.

Desahan-desahan tak berhenti, sepanjang itu terus terdengar desahan-esahan tanda nikmat dari dua sejoli ini.

Terus adegan ini berlangsung sampai..

Crrottttttt….

Cairan putih keluar bersamaan dari kedua junior mereka. Satu masuk dalam lubang Jongsuk, dan satu mencuat keluar membasahi abs Woobin.

Begitu banyak sperma yang keluar sampai menetes keluar dari lubang Jongsuk. Belum terlepas junior Woobin pada lubang Jongsuk, Jongsuk terjatuh pada tubuh bidang Woobin didalam bathup. Sungguh melelahkan, dan menguras tenaga.

Kedua sejoli itu menutup mata mereka lemas, dan merekapun berusaha mengendalikan alunan nafas mereka.

"Jongsukkiee. Aku saying kamu, sungguh aku saying…" ucap Woobin didalam beratnya ia bernafas.

"aku juga, I love you, Woobinnieee.." ungkap Jongsuk sambil mendaratkan kecupannya pada bibir Woobin. Dan kecupan tersebut menjadi akhir dari pergerakan mereka. Jongsuk kembali menaruh kepalanya pada dada Woobin, dan mereka tertidur diatas bathup..

Pukul 15.52

Woobin membuka matanya, badannya terasa dingin, dan sedikit sakit pada punggungnya. Ia berusaha membuka matanya, dan begitu ia kembali dapat melihat dengan baik, ia sadar, bahwa dirinya masih di dalam bathup setelah ia baru saja 'bermain' lagi.

Dilihatnya tubuh seksi yang menempel pada tubuh bidangnya. Woobin memiringkan kepalanya, berusaha melihat wajah Jongsuk lebih jelas. Tangan Woobin mengelus rambut Jongsuk pelan, ia begitu damai, dan selalu damai bila melihat Jongsuk sedang tidur. Ia sangat suka melihat Jongsuk. Apapun yang ia lakukan. Ketika ia sedang beracting, ketika ia memasak, ketika ia mendesah (?) ketika ia sedang tidur, ketika ia sedang tersenyum. Sungguh kembali Woobin diingatkan betapa beruntungnya dia memiliki Jongsuk.

Disaat Woobin masih menikmati memandang wajah tidur Jongsuk, Woobin dapat merasakan adanya pergerakan. Jongsuk terbangun, ia menggerakan kepalanya dan melihat kearah Woobin. "Apa aku tertidur lama?" tanyanya dengan volume suara yang kecil.

"kamu kebooo.." jawab Woobin menggoda..

"kau ini, kenapa kau tidak membangunkanku?"

"Aku sedang menikmati memandang wajah mu. Untuk apa aku bangunkan dirimu."

"Kita masih ada dalam bathup, aku sih tak masalah, tapi kamu, apa badanmu tidak sakit?" Tanya Jongsuk khawatir yang kini berusaha membangunkan badannya, dan ketika ia berhasil duduk.."ahhhh…" tiba-tiba Jongsuk mendesah.

"Kau masih mau melanjutkan? Eh.." Tanya Woobin.

Junior Woobin masih menancap pada lubang Jongsuk, walaupun junior Woobin sudah tidak berereksi, tapi tetap saja junior Woobin itu sangat besar.

Jongsuk menyipitkan matanya, "apa katamu?"

Melihat ekspresi wajah Jongsuk, Woobin menahan niat isengnya. "eehh.. enggak, maksudku, akuu.. kau.."

Jongsuk tersenyum, ia mencium kembali pipi Woobin. Jongsuk lalu bangkit berdiri. "Kita harus mandi.."

"tentuu.." balas Woobin yang juga berusaha membuat badannya berdiri. Woobin dapat merasakan tubuhnya tidak terbiasa, dia sudah terlalu lama tiduran di dalam bathup yang terbuat dari keramik, yang tentunya keras dan dingin.. "uhh.." Woobin mengeluh sedikit.

"kau takapa?" Tanya Jongsuk.

"tak apa, lebih baik kau bantu memandikan aku bagaimana?"

"Jongsuk memberikan smirknya, "dasar manjaa.."

Jongsukpun menyalakan shower, memenuhi bathup dengan air, membersihkan tubuhnya, dan tubuh Woobin bersama. Saling merawat, menjaga, dan memperhatikan.

"Kemana kita setelah ini?" Tanya Jongsuk. "apakah kita tidak mau keluar berjalan-jalan?"

"hmm.. tentu, tapi sepertinya kita harus lanjutkan di chapter selanjutnya, sudah terlalu panjang chapter ini. Iya kan thorr?" Tanya Woobin pada Author.

"ahh.. tentu, mendingan kalian cepetan pake baju bersih-bersih yaa, kalian jangan telanjang terus, nanti author jadi…. Engg.."author gak bisa melanjutkan kata-katanya.

"jadi apaaa.." Tanya Woobin sambil ber smirk ria, membuat author meleleh sebelum berhasil menjawab.

-TBC-

Thanks For Reading

Leave Your Comment


HAI HAI UDAH DI UPDATE NIHH MAAF YA AUTHOR SIBUKBANGET SELAMA INI UJIAN PRAKTEK, UAS , UAN, SIAPIN ACARA SEKOLAH, BELOM LAGI DAFTAR UNIVE, HEHE.. MIANHAE READERS INI HADIAH UPDATE AN YANG PANJANGGGG... HAHA.. ENJOYY..

Mau bales-balesin viewers niih beberapa aja ya sorry gak bisa semua, saranghaeyoo all...

vriskaindriany1: hai updated nih

UchikazeRei: hai maaf ya lama, tapi in udah kok. gak tau nih kayaknya bentar lagi selesai. gak panjang-panjang. kalo mau request di chapter selanjutnya mau apa bisa kok. tapi cepet yaa.. haha.. maaf akunya lama tapi minta reviewnya cepet. udah gak bakal lama lagi deh..

eci: mpreg? wkwk author gak ngerti.

Minge-ni , koko wiwit, DBSJYJ haii thanks kalian udah mau komen dan reviewers lainnya. thanks udah mau nungguin ff yang super lama banget updatenya. berikitnya yang ke 10 gak bakal lama kok. hehe doain ya, mau request apa? silahkan kalo mau tanya dikolom request yaa..