Disclaimer:© masashi-sensai
Pairing: NaruHina
Ratet: T
Genre: romens, friendly
Warning: gaje,typo,gak nyambung, telalu banyak dialog, pokok seng elek-elek neng kene
.tok
"Naruto, cepat bangun" teriak Kushina sambil terus mengetuk pintu . "Naru_" belum sempat menyelesaikan ucapannya pintu kamar itu sudah terbuka.
"iya-iya, Aku sudah bangun Ibu"
"eh, tidak seperti biasannya, eh tunggu kau mau kemana"
"emm, it_"
Tiba-tiba kushina mengendus tubuh Naruto "Kau harum, kau mau kemana?" tanya kushina dengan tatapan menyelidik.
"emm,it_" sekali lagi
"ah~, kau mau kencan yaaa~, ow ternyata anak ibu sudah dewasa"
"Tid_" dan sekali lagi
"ah~ mengaku saja"
Minato yang mendengar ribut-ribut dari arah kamar Naruto hanya bisa geleng-geleng kepala "selalu" kata Minato sambil menyungingkan senyum tipisnya.
Back to Naruto
"siapa gadis yang akan kau kencani Naruto, eh, katakan pada Ibu mu ini"
"tid_"
Dan lagi-lagi
"ayo lah beritau pada Ibu siapa gadis itu!"
"ibu"
"ya, Naruto?"
"BISAKAH IBU MEMBERI KESEMPATAN PADA ANAK MU INI UNTUK BICARA!" teriak Naruto karna sudah frustasi kata-katanya selalu di sela oleh Ibunya, Siapa juga yang tidak marah jika kata-katanya selalu di sela.
"oh~,bicaralah" tangapan yang sangat enteng dan tanpa ekspresi bersalah sedikitpun.
"ap_, ah~ sudah lah, Ibu aku tidak mau kencan tapi aku akan pergi untuk mengerjakan tugas yang diberikan oleh Kakashi-sensai pada kami"
"oh, jadi kau tidak kencan?"
"TI-DAK" kata Naruto dengan gaya mengeja
"ck, lalu kapan kau akan pergi kencan?"
"sebentar lagi Ibu tung_" Naruto langsung membekap mulutnya karna baru sadar apa yang barusan dia ucapkan.
"ow, baik Ibu akan menunggu berita mu itu" kata Kushina sambil mengerling nakal pada Naruto dan meninggalkan Naruto untuk kembali kemeja makan.
Diruang makan.
"Naruto kau tidak makan dulu?" tanya Kushina yang melihat Naruto melewati ruang makan tanpa berbelok kemeja makan.
"tidak" jawaban singkat dari Naruto dan setelah itu terdengar pintu tertutup.
"Dia mau kemana Kushina?" tanya Minato yang penasaran karna tidak biasanya Naruto pergi pagi-pagi seperti ini saa hari libur. "katannya dia mau mengerjakan tugas" jawab Kushina sambil mengunyah makanannya "oh"
"tapi kau tau hari ini dia sangat harum"
"lalu kenapa kalau dia harum Kushina?" istrinya itu memang aneh jika anaknya berbau harum itu baguskan itu berarti dia tidak mengganggu penciuan orang-orang, iya kan.
"hah~, kau tau Minato biasannya dia itu tak berbau apapun bahkan saat dai Kita ajak ke bepergian dia juga tak seharum itu, benarkah hanya mengerjakan tugas dia harus seharum itu" suaminnya itu benar-benar tidak peka batin Kushina.
"benarkah?, bukankah itu bagus itu berarti parfum yang Aku belikan untuknya tidak akan hanya menjadi pajangan saja bukan. "
Sepertinya suaminya ini tidak paham sama sekali dengan apa yang dimaksud olehnya "ya Ampun, Minato apa kau tidak sadar Anak Kita sedang jatuh cinta"
"benarkah, bukankah itu bagus dengan siapa?" tanya Minato yang sepertinnya mulai tertarik dengan yang di katakan oleh Istrinya itu, terbukti dengan dia melipat kembali korannya dan berhenti menyeruput kopinya
"entahlah aku juga tidak tau"
Ah~ sebaiknnya kita tinggalkan saja mereka dan biarkan mereka menikmati sarapan pagi mereka.
.tok
"iya sebentar" terdengar teriakan seseorang dari dalam rumah itu , dan coba tebak siapa yang mengetuk pintu rumah itu, yap benar si tunggal Namikaze kita Naruto.
Naruto yang mendengar teriakan dari dalam rumah hyuuga itu hanya tersenyum karna dia tau siapa yang berteriak itu, yah tak perlu di tannyakan lagi siapa yang berteriak tadi.
"Naruto-kun,"
"apa kau sudah siap?"
"tentu"
"Ayah Kami pergi dulu" teriak Hinata berpamitan pada Ayahnya.
Mereka pergi dengan berjalan kaki dan nanti Mereka akan naik kandaraan umum, jika kalian menganggap mereka tidak memiliki kendaraan pribadi kalian salah, Mereka sebenarnya memiliki kendaraan pribadi yang bahkan harganya fantastik, tapi mereka malas jika harus mengeluarkan kendaraan mereka dari bagasi, dan yah~ mereka itu cinta alam jadi mereka memilih untuk berjalan kaki atau naik kendaraan umum. #patut_ditiru.
Mereka memutuskan untuk naik Kereta Api bawah tanah, dan mereka sudah memutuskan untuk pergi ke kamakura prefektur kanagawa jepang, kira-kira perjalanan dari tokyo mungkin sekitar setengah jam an.
Kamakura adalah kota bersejarah tempat para samurai , disana banyak kuil dan patung buddha, di sana macet sehingga tidak cocok untuk dikunjungi dengan menggunakan mobil. Di depan stasiun selain ada becak manusia, persewaan sepeda, juga ada bis yang lebih praktis, dan itu juga menjadi salah satu alasan kenapa mereka memilih naik kereta api.
Pertama mereka memutuskan untuk pergi ke kuil Hase Kannnon lalu ke patung Buddha besar Kamakura Daibutsu dan yang terakhir mereka pergi ke kuil Enkakuji.
-skip time-
Hari sudah mulai sore mereka memutuskan untuk pulang kembali ke tokyo.
Didalam kereta api
"hah~" terdengar desahan dari Naruto " aku lelah sekali, bagaimana denganmu Hinata?"
"aku juga"
Setelah itu mereka saling diam karena mungin mereka sudah kelelahan, karena Naruto tidak suka suasana saperti ini jadi dia memutuskan untuk mengakhiri keheningan ini, "em, Hinata apa aku boleh bertanya pada mu?"
"tentu, Naruto-kun mau bertanya apa?"
"emm, itu apa kau sudah ada orang yang kau sukai Hinata?"
"eh, em tentu"
"benarkah siapa?" tanya naruto antusias 'aku merasakan sesuatu yang baik' batin Naruto
"em, Naruto-kun_", 'aku tau it_' belum selesai berargumen denganpikirannya Hinata berbicara lagi
"Kiba-kun, Shino-kun, Sakura-san, Ino-san, Shik_" belum selesai sudah disela oleh Naruto.
"berhenti"
"eh, ada apa?"
" bukan itu maksudku Hinata, maksudku emm.. bagaimana ya.. ah cinta"
"cinta?"
"ya cinta, maksudku apa ada seseorang yang kau cintai, dan maksudku juga cinta yang seperti seorang laki-laki dengan perempuan ataupun sebaliknya!" Naruto menjelaskan seditail dan sebisanya 'semoga dia mengerti' pikirnya.
" ah"
"apa kau mengerti?"
"ya, yang ku cintai N-Naruto-kun"
'sudah ku duga'
"Kiba-kun, Shino-kun,Ayah, Nej_"
"bukan itu maksudku Hinata"
"lalu yang Naruto-kun maksud seperti apa tadi katanya cinta seperti laki-laki kepada wanita atau sebaliknya kan , aku wanita dan yang ku sebut tadi semua laki-laki, lalu apa yang salah?"
"tidak ada kau benar, Hinata" dia frustasi kenapa Hinata begitu polos, dia sampai pusing memikirkan ini semua.
Jalanan
Sejak percakapan di kereta mereka hanya diam Naruto yang notabene tidak suka dengan keheningan kali ini berbeda dia terus diam dia kali ini ingin merasakan ketenangan.
'Hinata, benarkah kau tidak mememiliki perasaan apa-apa pada ku, kalau ya , ah~ sudahlah aku tidak mau memikirkan itu aku benci dangan asumsi itu, kau tau Hinata aku selalu berlari mengejarmu tapi kau tak pernah mau berhenti berlari untuk menungguku, kau terus berlari mengabaikan perasaanku, aku lelah, dan... mulai sekarang sudah aku putuskan, aku akan berhenti mengejarmu' dan disaat itu Naruto membati seperti itu Naruto berhenti berjalan dan menunduk,.
'tapi ingat aku hanya berhenti mengejarmu dan tidak berhenti mencintaimu aku akan menunggumu hanya menungu sampai kau mau berhenti berlari dan berbalik untuk menyusulku, entah itu kapan Aku tidak peduli, Aku akan menunggu sampai waktunya tiba, aku yakin waktu seperti itu akan datang entah itu kapan dan sampai waktu itu tiba Aku_'
"Naruto-kun kenapa berhenti?" kata Hinata heran sambil berbalik kebelakang karna tiba-tiba Naruto berhenti tiba-tiba tanpa mengajaknya berhenti
Naruto tersentak "ah, tidak apa-apa"
"benarkah? Apa Naruto-kun lelah kalau ya bagaimana kalau kita istirahat dulu, seingatku didekat sini ada kedai Ramen"
"ah, tidak, aku tidak lelah"
"lalu kenapa berhenti?"
"em, Aku hanya sedang memikirkan emm...anu..itu...emm...ah aku sedand memikirkanhari ini Ibu memasak makan malam apa hehehe"
"ow, benarkah kalau begitu Naruto-kun harus segara berjalan lagi agar tau Ibu Naruto-kun memasak apa"
"ah, iya kau benar" dan setelah itu Naruto berjalan menyusul hinata agar bisa berjalan disampingnya
'Aku akan tetap mencintaimu, Hinata'
Tbc
Maaf update telat yang sudah Review terima kasih dan yang sudah baca juga terima kasih maaf yang kemarin Saya membuat banyak kesalahan maklum kemarin itu Saya sedang dilanda dilema, sekali lagi Saya minta maaf.
