Disclaimer: kalian pasti sudah taukan saya capek nulis
Pairing: NaruHina
Ratet: T
Genre: romens, friendly
Warning: gaje,typo,gak nyambung, telalu banyak dialog, pokok seng elek-elek neng kene
Chapter 4
Lagi, seperti biasa Hinata berdiri dihalte untuk menunggu bus tapi sekarang didepannya sudah sampai bus yang akan membawanya menuju sekolah kesayangannya dan dia sama sekali tidak bergeming dari tempatnya berada sekarang sampai bus itu akan melaju lagi dari pemberhentiannya sementara Hinata tetap diam ditempatnya, kenapa? Mudah, karna dia ingin berangkat bersama si pemuda binde a.k.a Naruto tapi sudah 3 bus yang dia lewatkan begitu saja tapi pemuda itu tetap tidak menampakkan dirinya.
Saat dia melihat jam yang bertenger indah dipergelangan tangannya ternyata waktu sudah menunjukan pukul 07.45 itu berarti "aku akan terlambat" dan untung saja ada bus yang masih berhenti dihalte itu saat bus itu berhenti Hinata segera masuk ke bus itu.
.
.
.
Gerbang KHS yang menjulang tinggi sekarang sudah berada dihadapan Hinata tapi sudah dalam keadaan tertutup dan terkunci tanpa ada penjaga dipos jaga lalu bagaimana dia masuk
"ah~, kami-sama kenapa aku terlambat dan bagaimana aku bisa masuk sekarang" Hinata terus merutuk tidak jelas karna dia terlambat dan penjaga gerbang yang tidak berada dalam tempatnya.
"ah, aku tau" setelah mengatakan itu Hinata menengok kekanan-kekiri memastikan tidak ada orang disekitarnya.
"mari kita mulai" kata Hinata dan mulai memanjat gerbang tinggi itu, oh~ ya ampun itu benar-benar bukan gaya seorang Hyuuga, tapi jika dilihat dia cukup ahli dalam memanjat gerbang,
Dan...
Akhirnya dia berhasil memasuki lingkungan sekolah itu tanpa kurang sesuatu, sambil menepuk-nepuk tangannya banga karna dia orang pertama yang berani memanjat gerbang tinggi itu.
"ya ampun, aku terlambat" yah dan Hinata berlari lagi karna dia sudah sangat terlambat.
Tanpa dia sadari sejak dia tiba didepan gerbang ada orang yang terus mengawasinya melalui kaca didalam kelasnya memperlihatkan suasana didepan sekolahan, dan juga mengeluarkan ekspresi yang bermacam-macam saat mengawasi tingkah Hinata, mulai dari mengeluarkan ekspresi senang, terkejut, bersemu, terkekeh geli, ah ya dan kenapa dia bersemu? Itu mudah karna saat Hinata berusaha turun dari gerbang itu tiba-tiba ada angin yang berhembus dan mengakibatkan Roknya terbuka dan mempertotonkan celana dalamnya dan untung hanya orang itu yang melihatnya.
Didepan ruang kelas II-B Hinata tampak mengelap keringatnya yang berada diwajahnya.
Sreeet...
Suara pintu yang digeser oleh Hinata.
"permisi" kata Hinata sambil menunjuk ditengah pintu.
"terlambat Hyuuga-san?" ucap Kakkashi
"ah, iya maaf terlambat"
"berdiri dilorong sekarang!"
"apa! Tapi..."
"ku bilang berdiri dilorong sekarang!"
"t-tapi... aku baru kali ini terlambat"
"apa aku perlu mengulang kata-kata Hyuuga-san!"
"aku mengerti"
Setelah mengatakan itu Hinata kembali menutup pintu itu dan berdiri didepan kelas.
"hah~, kalau seperti ini aku bisa ketinggalan pelajaran"
Meskipun Hinata terlambat karna menunggu Naruto tapi dia sama sekali tidak menyalahkan Naruto, mungkin Naruto ada urusan jadi dia berangkat duluan tanpa menunggunya.
.
.
.
"hei, Naruto tidak biasanya kau mencatat apa yang dikatakan oleh para sensei menyebalkan itu! tapi kenapa sekarang kau mencatat semua yang dikatakan oleh sensei itu"
"itu bukan urusanmu Kiba"
"iya, itu bukan urusanmu Kiba siDobe ini ingin mencatatkan pelajaran yang dilewatkan oleh gadis Hyuuga itu" tambah Sasuke yang sukses membuat pipi tan Naruto merona.
"ahh~ aku tau, jadi karna Hinata kau menjadi rajin! Kenapa? Apa karna kau merasa bersalah telah meninggalkannya berangkat sekolah sendiri eh?"
"sudah kubilang itu bukan urusanmu dan kalian berdua diamlah aku tidak bisa konsentsasi"
"ah~ kami mengerti" jawab Kiba dengan nada mengejek bahkan Sasuke pun memperlihatkan senyum mengejeknya pada Naruto.
"ck" decit Naruto.
Tet. Tet. Tet.
Bel tanda istirahat pun terdengar semua murid pun terdengar menghela nafas lega termaksud Hinata yang mendapatkan hukuman berdiri dilorong selama pelajaran Kakkashi dan silahkan kalian bayangkan seberapa lelah Hinata berdiri dilorong sendirian.
Sreeeeet...
Mendengar pintu yang digeser segara hinata menghadap pada orang yang telah membuka pintu itu.
"tidak biasanya kau terlambat Hyuuga-san"
"ah~, tadi aku bangun kesiangan" bohong.
"oh, begitu kalau begitu jangan tidur terlalu larut dan kuharap jika kau terlambat jangan selama tadi"
"aku mengerti"
Setelah Kakkashi memberi nasehat pada Hinata dia pun pergi menuju ruangannya, tapi...
"aku tidak tau orang bodoh mana yang mau tidur berdiri dihalte dengan memakai seragam lengkap sekolahnya" dan setelah mengatakan itu Kakkashi melanjutkan jalannya.
Deg
"eh, a-apa! Aku ketahuan berbohong" kami-sama~ dia benar-benar telah mencoreng nama baik keluarga Hyuuga, dimulai dari terlambat sekolah lalu memanjat oagar sekolah lalu dihukum berdiri dilorong depan kelasnya dan yang terakhir dia ketahuan berbohong pada wali kelasnya sendiri.
Ya ampun memikirkannya saja sudah membuatnya pusing dan ingin muntah.
Semoga saja tidak ada yang mengadukannya kepada ayahnya tentang semua ini, ya..semoga dan jangan sampai.
.
.
.
Hinata memasuki kelasnya dengan gontai, hari ini adalah hari terburuk yang pernah ia rasakan dan dia tak ingin mengulangi kesalahannya dua kali.
Saat dia melihat bangku pojok kiri belakang dia sudah tidak menemukan Naruto disana,"Hah~".
Hinata mendudukan dirinya dikursinyanya dan meletakkan kepalanya dibangkunya meskipun ini jam istirahat dia sama sekali tidak berniat untuk memakan bentonya, dia ingin hari ini cepat berakhir ah~ atau lebih tepatnya dia tidak ingin hari ini ada sama sekali.
Saat dia memasukkan tangannya kelaci bawah mejanya dia merasakan benda seperti buku saat Hinata mulai mengingat-ingat kemarin sepertinya dia tidak meninggalkan bukunya dilaci mejanya, dan saat Hinata mengambil benda itu dan benar itu buku tapi Hinata tidak ingat memiliki buku yang sampulnya bergambar rubah berekor sembilan.
"buku siapa ini?" saat Hinata membuka buku itu, buku itu langsung membuka halaman yang dibatasi dengan origami berbentuk bangau.
Saat Hinata mengambil origami itu dia melihat ada serangkaian huruf yang meraikai sebuah kata karna penasaran dia membongkar origami itu dan melihat tulisan apa yang tertulis diorigami itu.
'maaf kau terlambat karna menungguku,
sebagai ucapan maafku aku mencatatkan semua yang diterangkan oleh Kakkashi-sensei tadi,
sekali lagi maaf '
Ttd
Naruto-baka
Setelah selesai membaca surat itu sukses membuat pipi Hinata bersemu lalu terkikik geli, saat Hinata melihat salinan yang di tulis Naruto untuknya , tulisan Naruto cukup rapi sepertinya dia bekerja cukup keras untuk menyalin semua ini dan saat Hinata membaca salinan itu Hinata cukup terkejut karna salinan yang dibuat Naruto sangat mudah dimengerti bahkan jika ini dibaca oleh orang yang kesulitan memahami sesuatu pasti orang itu akan lansung paham saat membaca salinan ini Hinata berani menjamin itu.
"terima kasih Narito-kun" gumam Hinata sambil memasang senyum manisnya.
Dan Hinata baru sadar jika Naruto tidak selalu mengabaikannya dan juga Hinata baru menyadari sesuatu yang dia ingin Naruto yau tentang ini.
TBC
