DISCLAMER : MASASHI KISHIMOTO

STORY BY : UZUMAKI UCHA D'SAPPHIRE

TITLE :

GUARDIAN MAN

WARNING :

TYPO BERSERAKAN (sebentar, saya sapu dulu), OOC, maaf jika ada kesamaan ide.

Dan warning-warning lainnya.


Chapter 2 : Naruto, Sasuke dan Sai

Hinata sangat kaget dengan ke 3 pemuda tersebut. Dia berfikir sejenak.

"Ahh, Nona jangan bingung dengan kami!" Sanggah Naruto sambil mengibas-ngibaskan tangan "Oh ya Nona, apakah Nona punya makanan. Aku sangat lapar!" lanjut Naruto sambil nyengir

"eh!, ah ya tentu. Aku sampai lupa!" balas Hinata cepat "Adak ok!" sambil tersenyum.

"baiklah, AYO MAKAN!" teriak Naruto

"Biasa Dobe!" gerutu Sasuke "Nona, sebelum makan, adakah baju untuk kami?" Tanya Sasuke ke Hinata.

Hinata Nampak berfikir sebentar.

"maaf ya, umm.."

"Namaku Sasuke!" sambar Sasuke cepat

"Ah ya, Sasuke, sepertinya tidak ada, biarkan nanti Paman Iruka yang membelikan. Kalian jadi makan kan?"

"Tentu lah Nona!" balas Naruto nampak kesal "Cepat!" sambil menjambak rambutnya.

"Iya-iya!" balas Hinata sambil terkikik geli melihat perilaku Naruto.


Hinata berjalan mendahului Naruto dkk menaiki tangga. Naruto hanya menatap punggung Hinata yang terlihat kecil tersebut dengan tatapan bingung.

"Umm? Nona, kenapa tubuh Nona kecil sekali yah?" Tanya Naruto polos.

Sasuke menimpali pertanyaan konyol Naruto.

"karena Nona Hinata perempuan baka!" jawabnya dingin

"haruskah Perempuan itu bertubuh kecil?" balas Naruto sambil memperlihatkan otot-otot lengannya

"Coba pikirkan begini Naruto!" sekarang Sai yang menimpali "Jika perempuan tidak bertubuh kecil malah bertubuh besar, bagaimana laki-laki bisa melindunginya. Hayo pikirkan?"

Naruto menunjukkan wajah berfikir yang super bingung, sambil menganguk-anguk mengerti

"Ahh, begitu yah!"

Hinata yang hanya mendengar percakapan ketiga pemuda tersebut hanya tersenyum simpul.


Mereka akhirnya sampai di dapur. Hinata menyapa Kurenai yang sedang merapikan meja.

"Bibi Kurenai!"

"Iya No-, ehh? Siapa mereka Nona? Kenapa mereka tidak memakai baju?" Tanya Kurenai kaget

Hinata hanya menghela nafas pelan.

"nanti Hinata jelaskan Bi, tapi bisakah Bibi member mereka makanan, katanya mereka lapar!" balas Hinata

Kurenai menatap Naruto, Sasuke dan Sai dengan bingung, lalu tersenyum.

"Baiklah! Tunggu di meja makan!"

Naruto tersenyum-lebih tepatnya menyengir-(Ucha:kau suka sekali nyengir sih To? Aku jadi ketularan kamu nih kalau di rumah. Jadi suka nyengir gitu. Naruto : Ciri khas Thor!)

Naruto dkk duduk di kursi makan, sesekali Naruto memberikan lelucon aneh yang hanya ditanggapi 'hn' oleh Sasuke dan Sai yang tersenyum'misterius'nya.

"naruto, Sasuke, Sai, apa kalian sekolah?" Tanya Hinata sambil membatu Kurenai menaruh piring, lauk dan berbagai macam makanan di meja.

"Apa itu sekolah?" kini Sai yang bertanya.

"Coba ku tebak Nona, Sekolah itu tempat menambah informasi atau hal-hal berbau ilmu pengetahuan kan?" Sasuke memberikan komentarnya, sekarang Hinata beranggapan bahwa diantara mereka, hanya Sasuke lah yang berotak encer.

"Benar Sasuke!. Kenapa kamu bisa berkata seperti itu?" kini Hinata berbalik Tanya, berharap dugaannya benar bahwa Sasuke berotak encer.

"Hanya menebak!" ucap Sasuke seperlunya dengan nada dingin sedingin kutub selatan sambil mengambil piring lalu nasi. Jangan Tanya Naruto sedang apa, karena dia sudah berkutat dengan makanannya.

"Naruto, kau tidak makan Nasi?" Tanya Hinata karena melihat Naruto hanya makan Mie Ramen.

"Lebih enak makan ini!" Jawab Naruto setelah menelan makanannya "ini namanya apa?"

"Itu mie Ramen!"

"Ramen?. Aha! Aku suka namanya!" sambil melanjutkan makannya

Hinata hanya tersenyum menatap ketiga pemuda tersebut yang mengakunya adalah guardian/bodyguard dia. Lalu Hinata beranjak pergi.

Melihat Hinata pergi, Naruto bertanya.

"Nona mau kemana?"

"Aku amau menyuruh Iruka membelikan kalian baju, sebentar ya!"

Naruto hanya menganggukkan kepala dengan mie yang masih menggantung di mulutnya. Sasuke menjitak kepala naruto karena melihat perilaku sahabatnya yang terlihat menjijikan itu. Naruto kesal.

"Apaan sih TEME?" sambil menggosok kepalanya yang benjol akibat jitakan Sasuke.

"makanmu jorok Dobe!"

"Biarin!" balas Naruto sewot

Sai hanya menggelengkan kepala sambil meresapi rasa makanan yang dia makan.


"Paman Iruka!" panggil Hinata sambil melanbaikan tangan.

"Iya Nona!" jawab Iruka sambil mendekati Hinata "Ada perlu apa Nona?" tanyanya

"Itu bisakah Paman membelikan baju untuk laki-laki!"

"baju laki-laki? Untuk apa Nona? Wahh.. pasti untuk pacar Nona ya?"

"bu-bukan, aduh Paman jangan Tanya! Ohya sekalian belikan seragam sekolah 3 pasang.!" Lanjut Hinata

"baiklah Nona! Untuk siapa sih?"

"Untuk Naruto, Sasuke dan Sai, Iruka!" ternyata yang menjawab pertanyaan Iruka bukan Hinata, melainkan Tsunade yang muncul secara tiba-tiba.

"Oh mereka ya! Baiklah" Jawab Iruka terlihat sangat senang.

Setelah Iruka pergi, Hinata mulai pembicaraannya dengan Tsunade.

"Nenek Tsunade kenal Naruto dan lainnya?"

"Tentu, mereka sebenarnya adalah manusia yang diberi kelebihan dengan merekayasa gen-gen tertentu. Ayah Nona yang membuat mereka seperti ini. Mereka diasuh Tuan saat berumur 6 tahun dan saat itu mereka kenal Nona, tapi Nona tidak mengenal mereka. Akhirnya Tuan menanyakan kepada mereka, apakah mereka mau menjadi bahan percobaannya, yaitu menjadi manusia super. Sasuke dan Sai nampak menimang-nimang ajakan Tuan Hiashi walau resiko dari percobaan itu sangat kecil. Tapi berbeda dengan Naruto, dia sangat bersemangat dengan ajakan Tuan Hiashi, asal Naruto bisa berguna untuk Tuan Hiashi. Tuan Hiashi akhirnya memutuskan untuk menjadikan mereka Guardian man!" Jelas Tsunade panjang kali lebar (?)

Hinata hanya menatap Tsunade dengan pandangan biasa.

"Guardian Man ya?" gumamnya. "Apa tidak terlalu berlebihan? Ah bukan, maksudku kejam?. Ayah menjadikan mereka manusia super untuk kepentingan proyek Ayah.."

"Tapi mereka menyetujuinya kan, Nona tak perlu khawatir, sebelumnya sudah ku bilang kan jika resiko dari proyek ini kecil!" sambung Tsunade " ah! Lebih baik aku beritau Tuan Hiashi atas keberhasilan proyeknya. Saya pergi dulu Nona, permisi!" Izin Tsunade yang hanya dibalas anggukan Hinata. Lalu Hinata pergi menemui Naruto dkk.


Naruto bertemu Naruto dkk di ruang TV, terlihat mereka sedang menonton TV sambil sesekali sahut menyahut perkataan. Hinata mendekat.

"Naruto!" panggil Hinata

Naruto lalu membalikkan tubuhnya dan tersenyum setelah tahu siapa yang memanggilnya.

"Iya Nona?"

"Apakah kalian itu sebenarnya manusia super?" Tanya Hinata to the point, Sasuke dan sSai yang berada di sampingnya terlihat tersentak. Tapi berbeda dengan Naruto.

"Nona benar, tapi tugas kami hanyalah untuk melindungi Nona!" jawab Naruto "Dulu, saat kami masih kecil, hidup kami menderita, tapi setelah Tuan Hiashi mengasuh kami, hidup kami jadi lumayan berkecukupan. Untuk membalas budi Tuan Hiashi, aku dan lainnya menyetujui ajakan Tuan Hiashi untuk menjadi Guardian man."

"Umur berapa kalian saat menyetujui untuk menjadi guardian man?" Tanya Hinata lagi

Naruto menautkan alisnya, dia Nampak bingung. Dia lalu bertanya ke Sasuke.

"Teme, umur berapa?"

"Hitung saja sendiri!" balas Sasuke

Raut wajah Naruto jadi mengkerut, bentuk wajahnya terlihat menjadi kotak, lalu dia bertanya ke Sai.

"Sai, umur berapa?"

"Maaf Naruto, sepertinya aku lupa!" Jawab Sai kalem(?)

Naruto kembali menatap Hinata, sambil menggarukkan rambutnya yang tak gatal, dia menjawab.

"Ehehe, Kami sudah lupa Nona, tapi seingatku sekitar umur 10 tahun!" Jawabnya.

Hinata kaget, 'jadi 6 tahun mereka di dalam kapsul tersebut' batinnya.

Lalu Iruka dating dengan pesanan Hinata sebelumnya.

"Nona, ini permintaan Nona tadi!" ucap Iruka sambil menyerahkan bungkusan tas berisi pakaian. Hinata menerimanya dengan tersenyum sambil mengucapkan 'terima kasih'. Iruka tersenyum, lalu dia melihat Naruto yang melihatnya juga, raut wajahnya berubah menjadi senang.

"Wahhh! Naruto, kau sudah Nampak dewasa ya!" celetuk Iruka.

"Ahh bisa saja Paman Iruka ini!" jawab Naruto

"Iya, yang dewasa Cuma badannya saja, tapi otaknnya tetap bodoh1" ejek Sasuke yang langsung mendapat deathglare Naruto

"Diam kau ayam!"

"Apa kau Rubah!"

Melihat Naruto dan Sasuke bertengkar saling mengejek, Sai mencoba melerai.

"Kalian diamlah!"

"DIAM KAU KELELAWAR!" teriak Naruto dan sasuke bersamaan, wajah Sai langsung syok karena dipanggil kelelawar.

"Sudah-sudah!" Kini Hinata yang melerai "kalian ingin baju kan, nih Paman Iruka sudah membelikannya.!" Sambungnya sambil memberikan tas tadi.

Naruto dkk menerima tas tersebut. Sai Nampak mengambil baju berwarna hitam dengan gambar -entah kebetulan atau disengaja- kelelawar. Sai syok lagi. Sasuke mengambilbaju lengan pendek berwarna biru dongker dengan gambar kipas berwarna merah, naruto tertawa melihatnya. Sasuke mendeathglare Naruto. Naruto hanya nyengir sambil berkata "biar sifatmu itu bertambah dingin".

Naruto sendiri mendapatkan baju berwarna Oranye dengan lengan Hitam, tapi dia langsung kaget karena menemukan 3 pasang baju yang warnanya sama.

"Umm, Nona Hinata, ini baju apa?"

"ahh, itu seragam untuk kalian, karena kalian belum pernah bersekolah, sekalian saja aku belikan seragam untuk kalian. Dan kabar baiknya besok kalian sudah mulai sekolah!" Jawab Hinata bergembira. "kalian akan satu sekolah denganku!"

"Pendaftarannya bagaimana Nona?" Tanya Sasuke

"Jangan khawatir, kepala sekolahku adalah nenek Tsunade yaitu kepala pelayan di rumahku.!" Jawab Hinata dan langsung dibalas dengan tatapan lesu naruto.

"UAPA, NENEK TSUNADE YANG KEJAM ITU!" teriak Naruto merinding.

-TO BE CONTINUED-


Ye-Hoooo... Sret! grubak! (kepleset)

(bangun dnegan sesah payah)

Hua maaf ya! ternyata Ucha updatenya tumben cepet (kok Maaf?) lho mengucapkan maaf dalam situasi apapun kan ibadah. (cengir2 innocent).

., ahh sudahlah, Ucha bingung mau Curhat apa. Ohh ya, Ucha seneng banget hari ini karena Ucha besok mau berlibur bersama teman-teman di sekolah. Huaaa, senangnya (treak heboh) mangkanya sebelum Ucha berangkat Ucha publish Fic.

., sekian dulu Ya dari Ucha. seperti biasa Repiew please, Saran ? Flame? OKE? tapi jangan flame karakter apalagi menyangkut Hinata-chan (ceile ngancam lagi!

Hehe- Gomenasai, Arigatou -ttebayo (=^_^=)m