DISCLAMER : MASASHI KISHIMOTO
STORY BY : UZUMAKI UCHA D'SAPPHIRE
TITLE :
GUARDIAN MAN
WARNING :
TYPO BERSERAKAN (sebentar, saya sapu dulu), OOC, maaf jika ada kesamaan ide.
Dan warning-warning lainnya.
Note From Author :
Ucha mau beri pemberitahuan nih, kalau senjata di sini ada yang meniru senjatanya Killua di Hunter x hunter. Sekian dari Ucha, ~Happy Reading~
Chapter 4 : Lempar Yoyomu Naruto!
Hari ini sedang jam istirahat di KHS, terlihat Hinata, Sakura dan Ino yang bercanda di kantin. Tiba-tiba…
Braakk!
"Hey Nona Hyuuga, kau sudah membelikan pesanan kami kan?" Tanya seseorang yang bernama Karin. Sontak mendengarkan bentakan Karin, Hinata dan yang lain kaget. Sakura tidak terima.
"Hey Kakak Kelas, bisakah kalian sopan sedikit!" bentak Sakura kesal. Karin yang dibentak semakin menautkan alisnya. Teman Karin, Tayuya, tidak terima dengan bentakan Sakura.
"Kau rambut gulali jangan ikut campur!"
"Tentu saja aku ikut campur, bias-bisanya kalian memperlakukan Hinata seperti budak." Balas Sakura tak kalah pedas. Wajah Tayuya semakin menunjukkan rasa kesal. Lalu datang Jugo, pacar Karin.
"Hoi-hoi, para Gadis bisakah kalian mengalah?" ucap Jugo ke Sakura dkk. "Berani-beraninya kalian membentak pacarku HAH!" Lalu tangan Jugo melayang hamper menampar Sakura, sebelum terkena ada seseorang yang sudah menahan tangan Jugo.
"Kau manusia menjijikkan, berani-beraninya menampar seorang wanita, cih!" ternyata itu Sasuke. Cengkraman tangan Sasuke membuat Jugo kesakitan. Lalu datang teman Jugo yaitu Suigetsu.
"Kau berani-beraninya mencengkram tangan temanku seperti itu!" ancam Suigetse yang hanya dibalas deathglare Sasuke, sungguh dingin..
"Jadi dia temanmu! Baguslah" lalu Sasuke melempar Jugo ke arah Suigetsu. Suigetsu dan Jugo merintih kesakitan. Lalu datang Naruto dan Sai.
"Teme, lagi ngapain?" Tanya Naruto sambil meminum jus jeruk kalengnya.
"Hanya memberi pelajaran pada mereka, Nona Hinata dan temannya hampir disakiti.!" Mendengar kata 'Nona Hinata dan temannya hamper disakiti', Naruto langsung saja mengeratkan pegangan tangan di kalengnya hingga membuat kaleng tersebut tak terbentuk, dengan geram dia menghampiri Jugo dan Suigetsu yang masih terkapar.
"Kalian berani menyakiti Nona Hinata HAH?" marah Naruto hingga membuat Jugo dan Suigetsu ketakutan "Apa kalian tahu resiko jika ada orang yang mendekati Nona Hinata?" Tanya Naruto yang hanya dibalas gelengan Jugo dan Suigetsu.
"Wah, wah Naruto mulai marah!" gumam Sai yang berada di sampingnya. "sudahlah Naruto, jangan buat keributan di sekolah, bisa-bisa kita mendapat hukuman!" lerai Sai. Naruto mulai nampak tenang lalu mulai menghampiri Hinata. Karin yang tak jauh dari tempat Hinata hanya merinding karena mendapat tatapan tajam dari Naruto.
"Kau! Kakak kelas, cepat pergi dari sini!" ancamnya. Karin, Tayuya ,Jugo dan Suigetsu langsung pergi dengan keringat dingin. Lalu pandangan Naruto berubah biasa.
"Naruto!" panggil Hinata, Naruto membalikkan badan menghadap Hinata "Arigatou!" sambungnya, Naruto tersenyum mendengarnya.
"Sama-sama Nona!" jawab Naruto tapi Hinata menggeleng.
"Panggil aku dengan Namaku!" suruh Hinata
"tapi.. No-!"
"Ini perintah Naruto !" ucap Hinata lagi. Naruto tersenyum.
"Baiklah Hinata!"
Kegiatan pembelajaran di KHS sudah berakhir sekitar setengah jam lalu. Hinata, Naruto dan lainnya yang tidak ada jam ekskul lalu pulang dan mereka sudah sampai di Mansion Hinata 10 menit yang lalu.
Naruto melepas kalungnnya.
"Uahh! Enak ya ternyata sekolah itu !" ucap Naruto sambil nyengir, sepertinya sifat Naruto sudah kembali."Iya kan Teme! Ehh? Teme kau dimana?" tanya Naruto sambil clingak-clinguk. "Hahh! Dasar Sasuke!" kesalnya sambil berjalan ke dapur.
"Naruto!" panggil Sai
"Hmm! Ada apa Sai?" tanya Naruto sambil menghampiri Sai.
"Kita dipanggil Tuan Hiashi di ruang kerja!" jawab Sai yang membuat mata Naruto berbinar
"Huaaa! Tuan Hiashi sudah pulang ya!" Jawab Naruto senang " Baik! Aku segera kesana!"
Naruto hanya memandang mainan yang dia pegang dengan tatapan aneh. Lalu dia berteriak histeris.
"Hiashi-sama, ini APAAA?" sambil menunjukkan benda bundar dengan tali ditengahnnya dibagian ujung lain tali tersebut terdapat simpul "Benda ini… Benda INI!... " racau Naruto.
"Jangan berlebihan Dobe. Itu hanya Yoyo!" komentar Sasuke "Ini senjata kita! Kamu mengerti, dan hentikan tatapan konyolmu itu!"
Bibir Naruto mengerucut, dia memandang Sasuke sewot.
"Dengar Teme, kau tau kan kalau aku membenci benda ini.!"
FLASHBACK ON
7 tahun yang lalu.
Naruto, Sasuke dan Sai sedang bermain di taman. Naruto sedang duduk di ayunan sementara Sasuke duduk di hamparan Rumput. Dan Sai sedang bersandar di pohon tempat ayunan yang dipakai Naruto sambil memainkan sesuatu. Karena terlihat menarik, Naruto terus memandang sai yang bermain. Merasa dilihat Naruto, Sai bertanya.
"ada apa Naruto?"
"engg, tidak, hanya saja aku terus melihatmu memainkan benda itu. Apa itu?" Tanya Naruto polos
"Ohh, ini!" sambil mengamati benda yang ditangannya "Ini namanya Yoyo. Cara memainkannya cukup dilempar ke bawah dengan posisi Yoyo berada di atas tetapi talinya berada di depan."
"Boleh aku mencobannya?" Tanya Naruto berbinar. Sai tersenyum
"tentu!"
Sai lalu memberikan Yoyo miliknya ke Naruto. Setelah menyelipkan tali dijarinya. Naruto menyiapkan ancang-ancang. Lalu Naruto melemparnya dengan keras ke bawah, tapi bukannya malah berputar di bawah seperti permainan Sai tadi, Yoyo tersebut malah kembali dengan cepat ke atas. Naruto yang memang masih amatir memainkannya tidak bias mengendalikan yoyo tersebut dan TARA! Yoyo tersebut melesat tepat di muka Naruto. Sai melihatnnya kaget.
"hei Naruto kamu tak apa?" Tanya Sai karena melihat Naruto memegang hidungnya. Naruto melepas peganngannya dan ternyata hidungnya berdarah akibat terkena yoyo dengan keras.
Naruto pun berakhir dengan perban di hidungnya selama 3 hari.
FLASHBACK OFF
Mendengar cerita Naruto, Sasuke hanya tertawa melecehkan sambil mengucapkan kata "baka!". Naruto merasa kesal. Lalu dia menyimpan kembali yoyo tersebut di sakunya. Setelah berpamitan dengan Hiashi, Naruto keluar dari ruang kerja Hiashi dengan wajah kesal.
Naruto berjalan dengan menggerutu.
"Ck, apa-apaan sih Teme itu, seenaknya tertawa!" kesalnya. Lalu Naruto melihat Hinata yang berjalan menuju pintu utama. Naruto menyapanya.
"Hinata!" merasa dipanggil, Hinata menoleh, melihat yang memanggil itu Naruto dia tersenyum.
"Ada apa Naruto?"
Naruto nyengir "Hinata mau kemana?"
"ahh iya, aku mau membantu bibi Kurenai belanja, karena Bibi sedang sibuk memasak jadi aku menggantikannya belanja!"
"Boleh aku temani?" tawar Naruto, Hinata menganguk
"Tentu boleh!"
"Yayy,,, Yosh! Ayo belanja!" teriak Naruto semangat, Hinata hanya tersenyum manis melihat kelakuan Naruto
Karena jarak toko dari mansion Hyuuga lumayan dekat, Naruto dan Hinata memutuskan untuk jalan kaki.
Melihat Hinata yang kesusahan membawa kantong belanjaan yang sangat banyak, Naruto lalu menawarkan diri dengan langsung menyambar kantong tersebut karena Hinata menolak dengan halus tawaran Naruto tadi. Dan masalah tiba-tiba dating.
"Wah! Wah adik-adik kelas sedang belanja rupanya!"
Ternyata itu Jugo dan Suigetsu.
"Ada masalah apa lagi?" Tanya Naruto
"Masalah? ?. Dengar kumis kucing, tadi pagi di sekolah kau sudah berani mengancamku!" lalu Jugo menjentikkan jarinya dan muncul teman-temannya yang lain. Naruto kebingungan, dia lalu menyerahkan kantong belanjaannya ke Hinata.
"maaf Hinata, kamu harus mundur lumayan jauh sebentar!" Ucap Naruto sambil meraih benda di sakunya yang ternyata kalung yang biasanya dia pakai 'lebih baik aku selalu memakai kalung ini jika keluar bersama Nona!' batin Naruto.
"Wah! Kau memakai kalung Anjing. Hahaha, kau memang pantas memakai kalung itu anjing!" ejek Jugo
"oh ya!" balas Naruto santai.
"Ck! Kuso! Teman-teman ayo hajar dia!" teriak Jugo, lalu teman-temannya mengepung Naruto. Hinata dari kejauhan hanya cemas.
"Hanya ini?" ucap Naruto santai sambil merigoh sakunya lalu memasang benda tersebut di jarinya yang ternyata sebuah Yoyo.
"Apa kau mau memakai itu untuk menyerang kami bodoh!" ucap Jugo melecehkan. Naruto hanya tersenyum misterius.
"Silahkan kau ejek aku!" Naruto lalu melempar Yoyo tersebut ke samping hingga mengenai pipi salah satu teman Jugo, teman Jugo yang terkena lemparan Yoyo Naruto terlempar lumayan jauh.
Naruto menarik kembali yoyonya.
Melihat temannya terlempar hanya dengan terkena sebuah yoyo sambil merintih kesakitan, Jugo hanya menatap nanar temannya.
"aku lupa memberitau ya!" ucap Naruto sambil memainkan Yoyonya "Yoyo ini memiliki berat 50 kilogram!" mendengar pernyataan Naruto, Jogo membelalakkan matanya, Naruto meraih saku satunya dan mengeluarkan Yoyo lagi. "Dan aku memiliki 2 Yoyo, itu berarti aku memegang 100 kilogram" sambungnya.
"100 kilogram atau bukan, aku tak takut dengan mu kucing, ayo serang!"
Sebelum sempat menyerang Naruto sudah melompat dan salto di atas Jogo, itu membuat pandangan Jugo mengarah keatas, karena tak tahu apa yang ada di depannya, tiba-tiba Jugo terhantam salah satu yoyo Naruto. Jugo meringis kesakitan.
"arrggghhhh!" rintih Jugo sambil memegang hidungnya, pipinya bengkak. Naruto berjalan menghampiri Jugo dkk sambil memainkan yoyo lagi, melihat Nruto mendekat, teman-teman Jugo terlihat ketakutan. Lalu mereka kabur dengan meninggalkan Jugo.
"Dengar kakak kelas, aku masih mengampunimu, tapi jika aku melihat kau mengganggu Nona Hinata lagi. Aku pastikan kau terhantam yyo dengan ?!" ucap Naruto dengan penekanan di kata 'mengerti'. Jugo hanya menganguk. "Oke! Sekarang kau boleh pergi." Jugo pergi sambil berlari ketakutan.
Naruto menyimpan kembali yoyonya di saku dan menghampiri Hinata yang bersembunyi di gang.
"Hinata! Ayo pulang!" ajak Naruto. Hinata hanya melamun sambil menganguk pelan.
"Nona kenapa?" Tanya Naruto, lamunan Hinata buyar. Dia lalu menggeleng dengan cepat.
"Ti-tidak kok.!" Jawab Hinata gugup Naruto tersenyum
"kalau begitu ayo pulang, aku lapar!" balas Naruto sambil mengambil belanjaan yang dipegang Hinata "Ayo!"
"HUum!" jawab Hinata sambil menganguk dengan senang.
-TO BE CONTINUED-
., Para Readers, Ucha kembali…..
Maaf yak arena tidak bias update cepat, karena Ucha lagi kosong ide
Bagaimana ceritannya, menurut Ucha makin aneh deh? Tapi gak apa-apa kan? (senyum sambil garuk2)
Komentar? Saran? Flame? Silahkan, Ucha akan menerimannya dengan senang kok (Readers : nih anak lagi kumat ya? Kok jadi gini)
Sekian dari Ucha
Gomenasai, Arigatou, Jaa~~ v(:^_^:)v
